Modul AjarBab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6 Bab 7: Indahnya Ketetapan Allah

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 6 untuk Bab 7 "Indahnya Ketetapan Allah", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6 Bab 7: Indahnya Ketetapan Allah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 7

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bab 7 — Indahnya Ketetapan Allah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBab 7 — Indahnya Ketetapan Allah
Alokasi Waktu10 JP (10 x 35 menit = 350 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 6.7.1 Menjelaskan iman kepada qada’ dan qadar beserta jenis dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari
  2. TP 6.7.2 Meyakini iman kepada qada’ dan qadar melalui sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah anak-anak tahu bahwa semua kejadian di alam semesta ini sudah diatur oleh Allah Swt.?
  2. Pernahkah kalian mendengar kata qada dan qadar? Menurut kalian, apa arti dari kedua kata tersebut?
  3. Tahukah kalian bahwa ada ketetapan Allah Swt. yang pasti terjadi dan tidak dapat diubah oleh usaha manusia?
  4. Mengapa kita tetap harus rajin belajar dan berobat saat sakit jika semua hal sudah ditentukan oleh Allah Swt.?
  5. Ketika kita sudah belajar giat untuk ujian namun nilainya belum sesuai harapan, sikap apa yang semestinya kita hadirkan di dalam hati?
  6. Mengapa orang yang meyakini qada dan qadar Allah Swt. tidak boleh berpangku tangan tanpa berusaha?
  7. Bagaimana pemahamanmu tentang takdir Allah Swt. membantumu tetap tegar saat menghadapi kegagalan atau musibah?
  8. Mengapa manusia tetap diwajibkan berusaha sungguh-sungguh (ikhtiar) meskipun segala sesuatu telah ditetapkan oleh Allah Swt.?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Pengertian Iman kepada Qada' dan Qadar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.1 Menjelaskan iman kepada qada’ dan qadar beserta jenis dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang rukun iman keenam dan arti qada serta qadar untuk mengecek pengetahuan awal murid (acuan jawaban benar: Rukun iman ke-6 adalah iman kepada qada dan qadar; Qada secara bahasa berarti ketetapan/hukum, secara istilah ketentuan Allah sejak zaman azali; Qadar secara bahasa berarti kepastian/ukuran, secara istilah perwujudan ketetapan Allah) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu murid mampu menjelaskan pengertian iman kepada qada' dan qadar baik secara bahasa maupun istilah, serta menyampaikan alur kegiatan belajar (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan guru dan membaca teks pada Buku Siswa tentang pengertian qada (bahasa: hukum/ketentuan/kehendak; istilah: ketetapan Allah sejak zaman azali) dan qadar (bahasa: kepastian/ukuran; istilah: perwujudan ketetapan Allah yang telah terjadi) dengan penuh perhatian (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mengidentifikasi perbedaan utama antara qada (rencana/ketetapan di zaman azali sebelum makhluk diciptakan) dan qadar (kenyataan/perwujudan ketetapan yang sedang/sudah terjadi pada makhluk) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpartisipasi dalam permainan edukatif berpasangan 'Tebak Kartu Definisi': setiap pasangan menerima 4 kartu pernyataan konsep, lalu memasangkannya ke papan bagan 'Qada' atau 'Qadar'. Butir kartu: (1) 'Ketentuan Allah Swt. sejak zaman azali sebelum manusia diciptakan' -> Qada; (2) 'Perwujudan ketetapan Allah yang nyata terjadi pada makhluk' -> Qadar; (3) 'Secara bahasa berarti hukum, kehendak, atau ketetapan' -> Qada; (4) 'Secara bahasa berarti kepastian, ukuran, atau peraturan' -> Qadar (acuan kunci pasangan: Kartu 1 dan 3 ke kolom Qada; Kartu 2 dan 4 ke kolom Qadar) (12 menit).
  • Setiap murid menuliskan penjelasan pengertian qada dan qadar serta makna iman kepada keduanya menggunakan kalimat sendiri pada lembar tugas individu (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sebangku saling mencocokkan hasil penjelasan dan saling memberi masukan terkait ketepatan penjelasan pengertian qada dan qadar (5 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan kembali pengertian iman kepada qada dan qadar secara bahasa dan istilah (3 menit).
  • Guru melaksanakan cek pemahaman akhir melalui 2 pertanyaan lisan singkat untuk mengonfirmasi capaian murid (acuan: perbedaan waktu ketetapan yaitu zaman azali untuk qada dan perwujudan nyata untuk qadar) serta memberikan apresiasi dan menutup pelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata kunci berpemandu (kata 'azali', 'ketetapan awal', 'perwujudan', 'ukuran nyata'), sedangkan murid yang cepat diberikan pengayaan menganalisis keterkaitan antara konsep qada dan qadar dalam satu alur utuh.
  • Proses: Bimbingan terarah bagi murid yang belum membedakan konsep zaman azali dan perwujudan, serta kemandirian penuh bagi murid yang sudah memahami.
  • Produk: Format penjelasan dapat berupa peta konsep berlabel atau paragraf penjelasan deskriptif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) Sebutkan rukun iman yang keenam! (acuan: iman kepada qada dan qadar); (2) Apakah arti qada dan qadar yang kamu ketahui? (acuan: qada adalah ketetapan Allah sejak zaman azali, qadar adalah perwujudan/ukuran ketetapan Allah).

Proses:

  • Observasi ketepatan pengelompokan 4 kartu pernyataan konsep dalam permainan Tebak Kartu Definisi: Kartu 1 ('Ketentuan Allah sejak zaman azali') -> Qada; Kartu 2 ('Perwujudan ketetapan Allah pada makhluk') -> Qadar; Kartu 3 ('Secara bahasa: hukum/ketetapan') -> Qada; Kartu 4 ('Secara bahasa: ukuran/kepastian') -> Qadar (acuan kunci: kartu 1 & 3 = Qada; kartu 2 & 4 = Qadar).
  • Penilaian lembar kerja mandiri penjelasan pengertian qada dan qadar dengan indikator ketepatan memuat makna bahasa dan makna istilah untuk kedua konsep.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di penutup pembelajaran: Murid menjawab pertanyaan lisan singkat guru: (1) Apa perbedaan qada dan qadar ditinjau dari waktunya? (acuan: qada ditetapkan sejak zaman azali sebelum makhluk diciptakan, sedangkan qadar adalah perwujudannya yang terjadi saat ini/pada makhluk); (2) Apa arti beriman kepada qada dan qadar? (acuan: meyakini dengan sepenuh hati bahwa segala ketetapan dan ketentuan yang terjadi di alam semesta bersumber dari Allah Swt.).

Formatif:

  • Asesmen awal berupa tanya jawab lisan diagnostik pengertian qada dan qadar
  • Asesmen proses berupa unjuk kerja permainan klasifikasi 'Tebak Kartu Definisi' dan lembar tugas tertulis penjelasan mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian Qada dan Qadar secara bahasa dan istilahBelum mampu menjelaskan pengertian qada maupun qadar, atau hanya menyebutkan 1 penjelasan dengan bimbingan penuh guru.Mampu menjelaskan 2 dari 4 unsur pengertian (qada secara bahasa/istilah, qadar secara bahasa/istilah) dengan tepat namun masih memerlukan bantuan arahan guru.Mampu menjelaskan 3 dari 4 unsur pengertian (qada secara bahasa/istilah, qadar secara bahasa/istilah) secara tepat dan mandiri.Mampu menjelaskan seluruh 4 unsur pengertian (qada secara bahasa dan istilah, serta qadar secara bahasa dan istilah) secara lengkap, tepat, runut, dan mandiri tanpa kekeliruan (acuan unsur: qada bahasa = hukum/ketetapan; qada istilah = ketentuan Allah sejak zaman azali; qadar bahasa = ukuran/kepastian; qadar istilah = perwujudan ketetapan Allah pada makhluk).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan Tebak Kartu Definisi efektif membantu murid memahami perbedaan mendasar qada dan qadar?
  • Bagian penjelasan mana yang masih membuat murid keliru antara ketetapan zaman azali dan perwujudannya?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang arti qada dan qadar?
  • Apakah kamu sekarang sudah bisa membedakan antara qada dan qadar dengan jelas?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Jenis Takdir Mubram dan Takdir Muallaq Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.1 Menjelaskan iman kepada qada’ dan qadar beserta jenis dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memimpin doa bersama untuk kesiapan belajar (5 menit).
  • Guru melakukan apersepsi mengaitkan materi iman kepada qada dan qadar dengan menanyakan kembali pengertian takdir secara singkat (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) 'Apa arti kata takdir Mubram?' (acuan: ketetapan Allah yang pasti/tidak dapat diubah) dan (2) 'Apa arti kata takdir Muallaq?' (acuan: ketetapan Allah yang bergantung pada ikhtiar/usaha manusia) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui bagan tentang pengertian takdir Mubram (ketetapan Allah yang mutlak, tertulis di Lauhulmahfuz, tidak dapat diubah manusia) dan takdir Muallaq (ketetapan Allah yang dapat diubah melalui ikhtiar, doa, dan usaha manusia) (15 menit).
  • Murid membaca teks Buku Siswa tentang contoh-contoh peristiwa takdir dan mengidentifikasi perbedaan mendasar antara kedua jenis takdir tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berkelompok berpasangan memainkan aktivitas tantangan kartu ceria 'Pilah Takdir' berisi 6 kartu peristiwa: (1) Waktu datangnya hari kiamat, (2) Jenis kelamin saat lahir, (3) Kematian (ajal) seseorang, (4) Menjadi juara kelas karena rajin belajar, (5) Sembuh dari penyakit karena berobat dan berdoa, (6) Menjadi pengusaha sukses berkat kerja keras (acuan pemilahan: kartu 1, 2, 3 adalah Takdir Mubram; kartu 4, 5, 6 adalah Takdir Muallaq) (20 menit).
  • Setiap pasangan menuliskan penjelasan alasan pengelompokan keenam kartu tersebut pada lembar kerja: menjelaskan mengapa kartu 1, 2, 3 tidak dapat diubah manusia dan mengapa kartu 4, 5, 6 dapat diubah dengan ikhtiar manusia (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi konfirmasi kelas bersama murid untuk mencocokkan hasil pemilahan dan penjelasan alasan dengan kunci acuan (15 menit).
  • Murid secara berkesadaran merenungkan makna takdir Muallaq bahwa keberhasilan hidup sangat memerlukan ikhtiar sungguh-sungguh dan doa (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali pengertian jenis takdir Mubram dan Muallaq beserta contohnya masing-masing (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman singkat: (1) 'Sebutkan 1 contoh takdir Mubram dalam kehidupan!' (acuan: kematian/jenis kelamin/kiamat) dan (2) 'Sebutkan 1 contoh takdir Muallaq dalam kehidupan!' (acuan: pintar karena belajar/sembuh karena berobat/kaya karena kerja keras) lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu peristiwa bergambar konkret dengan teks sederhana; murid mahir menganalisis kartu peristiwa naratif kontekstual.
  • Proses: Murid yang mengalami hambatan didampingi dengan pemodelan langsung satu contoh takdir Mubram dan Muallaq; murid yang cepat bekerja mandiri menganalisis alasan kausalitas ikhtiar pada takdir Muallaq.
  • Produk: Format penjelasan alasan pemilahan dapat berupa tabel isian berpasangan terstruktur atau uraian narasi singkat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Apa arti kata takdir Mubram?' (acuan: ketetapan Allah Swt. yang pasti/tidak dapat diubah dengan ikhtiar manusia); (2) 'Apa arti kata takdir Muallaq?' (acuan: ketetapan Allah Swt. yang dapat diubah atau dipengaruhi oleh ikhtiar dan doa manusia).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dalam aktivitas pemilahan 6 kartu peristiwa dan penilaian lembar kerja penjelasan jenis takdir (acuan kartu: 1. Kiamat = Mubram; 2. Jenis kelamin saat lahir = Mubram; 3. Kematian/ajal = Mubram; 4. Juara kelas karena rajin belajar = Muallaq; 5. Sembuh dari sakit karena berobat = Muallaq; 6. Sukses karena kerja keras = Muallaq).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/tulis penutup: (1) Sebutkan 1 contoh takdir Mubram dalam kehidupan sehari-hari (acuan: kematian/kelahiran/jenis kelamin/kiamat); (2) Sebutkan 1 contoh takdir Muallaq dalam kehidupan sehari-hari (acuan: pintar karena rajin belajar/sembuh karena berobat/sukses karena berusaha).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di pendahuluan untuk memetakan pengetahuan awal mengenai istilah Mubram dan Muallaq
  • Penilaian unjuk kerja LKPD aktivitas 'Pilah Takdir' (pemilahan 6 kartu peristiwa beserta penjelasan alasannya)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan jenis takdir Mubram dan Takdir MuallaqBelum mampu menjelaskan pengertian takdir Mubram dan takdir Muallaq secara tepat.Mampu menjelaskan pengertian salah satu jenis takdir (Mubram atau Muallaq saja) secara tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan pengertian kedua jenis takdir (Mubram dan Muallaq) secara tepat sesuai acuan dengan sedikit bimbingan.Mampu menjelaskan pengertian takdir Mubram dan takdir Muallaq secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa bimbingan.
Menjelaskan contoh jenis takdir dalam kehidupan sehari-hari (memilah dan menjelaskan 6 kartu peristiwa)Memilah dan menjelaskan alasan dengan tepat kurang dari 3 dari 6 kartu peristiwa yang disediakan (acuan: Mubram = kiamat, jenis kelamin, ajal; Muallaq = juara kelas, sembuh berobat, sukses kerja keras).Memilah dan menjelaskan alasan dengan tepat pada 3-4 dari 6 kartu peristiwa yang disediakan.Memilah dan menjelaskan alasan dengan tepat pada 5 dari 6 kartu peristiwa yang disediakan.Memilah dan menjelaskan alasan dengan tepat pada seluruh 6 kartu peristiwa yang disediakan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu peristiwa 'Pilah Takdir' efektif membantu murid membedakan takdir Mubram dan Muallaq secara bermakna?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menjelaskan hubungan antara ikhtiar manusia dengan takdir Muallaq?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pahami tentang perbedaan takdir yang tidak bisa diubah dan takdir yang bisa diusahakan?
  • Peristiwa apa dalam kehidupan sehari-harimu yang termasuk takdir Muallaq dan membutuhkan usahamu?

Pertemuan 3 — Meyakini Iman kepada Qada' dan Qadar melalui Sikap Sabar, Ikhtiar, dan Tawakal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.2 Meyakini iman kepada qada’ dan qadar melalui sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang qada dan qadar serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu meyakini ketetapan Allah melalui perwujudan sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan mengajukan 3 pertanyaan lisan singkat untuk mengecek kesiapan murid mengenai konsep sabar, ikhtiar, dan tawakal: (1) Apa sebutan untuk usaha sungguh-sungguh manusia? [Acuan: ikhtiar], (2) Apa sebutan untuk sikap berserah diri atas hasil kepada Allah Swt.? [Acuan: tawakal], (3) Sikap apa yang harus ditunjukkan saat menerima cobaan yang tidak menyenangkan? [Acuan: sabar] (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penegasan guru dan teks materi Buku Siswa tentang hubungan iman kepada takdir dengan 3 sikap utama: ikhtiar (berusaha dengan sungguh-sungguh), tawakal (berserah diri kepada Allah atas hasil usaha), dan sabar (menerima keputusan/ketetapan Allah dengan ikhlas tanpa putus asa) (12 menit).
  • Murid berpasangan membaca dan menelaah 3 skenario situasi kehidupan nyata: Skenario A (Ahmad ingin menjadi juara kelas maka ia membuat jadwal belajar teratur dan rajin mengulang pelajaran), Skenario B (Fatimah sudah berobat ke dokter dan minum obat secara teratur, lalu ia menyerahkan kesembuhan sepenuhnya kepada Allah Swt.), Skenario C (Keluarga Pak Budi mengalami musibah rumahnya terkena banjir, namun mereka tetap tabah, tidak mengeluh, dan menerima kehendak Allah dengan ikhlas) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara bergantian dalam permainan kartu berpasangan 'Jodoh Sikap Takdir', murid memasangkan 4 kartu peristiwa dengan kartu sikap yang tepat: Peristiwa 1: 'Siswa belajar tekun setiap malam untuk meraih nilai terbaik' dipasangkan dengan kartu 'Ikhtiar'; Peristiwa 2: 'Setelah berikhtiar dan berdoa maksimal, seorang petani menyerahkan hasil panennya kepada Allah' dipasangkan dengan kartu 'Tawakal'; Peristiwa 3: 'Mendapat ujian sakit demam namun tidak menggerutu dan tetap ikhlas berprasangka baik kepada Allah' dipasangkan dengan kartu 'Sabar'; Peristiwa 4: 'Seorang pedagang berangkat ke pasar pagi-pagi menjemput rezeki halal' dipasangkan dengan kartu 'Ikhtiar' (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar penentuan keyakinan sikap terhadap 3 kasus tertulis: Kasus 1: Mengapa anak yang sakit tetap wajib berobat ke dokter jika sembuh adalah takdir Allah? (Acuan: Berobat adalah bentuk ikhtiar yang diperintahkan Allah sebelum bertawakal); Kasus 2: Bagaimana wujud keyakinan tawakal saat menunggu hasil lomba yang sudah diikuti dengan sungguh-sungguh? (Acuan: Berserah diri dan meyakini apa pun ketetapan Allah adalah yang terbaik); Kasus 3: Bagaimana wujud sabar saat menghadapi musibah kehilangan benda berharga? (Acuan: Menerima dengan ikhlas sebagai takdir Allah serta tidak mengeluh atau berprasangka buruk) (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan bagaimana wujud keyakinan kepada takdir Allah membimbing ketenangan hati dan mengikis sikap sombong ketika berhasil serta menjauhkan keputusasaan ketika gagal (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid merumuskan simpulan pembelajaran bahwa keyakinan pada qada dan qadar Allah Swt. diwujudkan nyata melalui perpaduan utuh antara ikhtiar yang sungguh-sungguh, tawakal kepada Allah, dan kesabaran dalam menghadapi setiap ketetapan-Nya (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat serta menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks situasi dengan panduan kata kunci sikap (ikhtiar, tawakal, sabar), sedangkan murid yang cepat diberikan skenario situasi lanjutan tanpa petunjuk kata kunci.
  • Proses: Pada tahap aplikasi, murid yang masih ragu dapat mencocokkan kartu dengan bimbingan terarah dari guru, sementara murid yang mahir langsung menyelesaikan analisis ketiga kasus secara mandiri.
  • Produk: Semua murid mencapai target keyakinan sikap; murid cepat menuliskan alasan rasional syariat di balik pemilihan sikap pada lembar kasus.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang 3 konsep dasar sikap: (1) Pengertian usaha manusia dalam menjemput takdir (acuan: ikhtiar), (2) Pengertian berserah diri atas hasil kepada Allah (acuan: tawakal), (3) Pengertian sikap menerima cobaan dan ketetapan Allah dengan ikhlas (acuan: sabar).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid dalam mencocokkan 4 kartu peristiwa dengan sikap: Kartu 1 'belajar tekun' -> Ikhtiar; Kartu 2 'menyerahkan hasil panen' -> Tawakal; Kartu 3 'ikhlas saat sakit' -> Sabar; Kartu 4 'pedagang ke pasar' -> Ikhtiar.
  • Pemeriksaan ketepatan lembar analisis 3 kasus: Kasus 1 (berobat = ikhtiar wajib), Kasus 2 (menunggu hasil = berserah diri/tawakal atas takdir terbaik), Kasus 3 (kehilangan benda = sabar menerima ketentuan Allah tanpa keluh kesah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 3 kondisi hidup singkat dan meminta murid menentukan respon keimanan yang tepat: (1) Sedang menghadapi ujian sekolah (acuan: ikhtiar belajar), (2) Sudah menyelesaikan ujian dan menunggu pembagian rapor (acuan: tawakal dan berdoa), (3) Mengalami peristiwa yang tidak diinginkan seperti tersandung jatuh (acuan: sabar dan ikhlas).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja mencocokkan kartu peristiwa dengan sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal.
  • Uji cek pemahaman lembar kasus penentuan sikap meyakini takdir Allah.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Meyakini iman kepada qada dan qadar melalui perwujudan sikap sabar, ikhtiar, dan tawakalBelum mampu menentukan perwujudan sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal dalam menanggapi situasi takdir (tepat kurang dari 2 dari 4 kartu peristiwa dan kasus dengan bimbingan penuh guru).Mampu menentukan perwujudan sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal pada 2 dari 4 kartu peristiwa dan kasus secara tepat (acuan: Kartu 1-Ikhtiar, Kartu 2-Tawakal, Kartu 3-Sabar, Kartu 4-Ikhtiar) dengan sesekali dibantu guru.Mampu menentukan dan menghubungkan perwujudan sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal pada 3 dari 4 kartu peristiwa serta menyelesaikan analisis kasus secara tepat dan mandiri.Mampu menentukan dan menghubungkan perwujudan sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal pada seluruh 4 kartu peristiwa secara tepat tanpa kekeliruan (Kartu 1-Ikhtiar, Kartu 2-Tawakal, Kartu 3-Sabar, Kartu 4-Ikhtiar) serta menuntaskan seluruh 3 analisis kasus secara mandiri dan komprehensif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu 'Jodoh Sikap Takdir' berhasil membuat murid antusias dan memahami keterkaitan antara ikhtiar, tawakal, dan sabar?
  • Bagian mana dari penyampaian konsep tawakal dan sabar yang masih memerlukan penguatan pemahaman bagi murid yang belum berkembang?

Murid:

  • Mengapa kita tidak boleh berputus asa jika ikhtiar kita belum membuahkan hasil yang kita inginkan?
  • Sikap apa (ikhtiar, sabar, atau tawakal) yang paling perlu kamu tingkatkan saat menghadapi kesulitan belajar di sekolah?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.1 Menjelaskan iman kepada qada’ dan qadar beserta jenis dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 6.7.2 Meyakini iman kepada qada’ dan qadar melalui sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, mekanisme pengerjaan tertulis dan refleksi diri, serta menekankan pentingnya kejujuran, ketenangan, dan kemandirian (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bagian 1 (Tes Tertulis Uraian) kepada seluruh murid (2 menit).
  • Guru membacakan petunjuk teknis pengerjaan tes tertulis uraian dan memastikan murid memahami format penulisan jawaban tanpa membahas materi soal (3 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengerjakan secara mandiri Lembar Tes Tertulis Uraian (durasi 55 menit) yang memuat 4 butir soal: Soal 1: Jelaskan pengertian qada' dan qadar beserta perbedaannya! (Kunci: Qada' adalah ketetapan Allah Swt. sejak zaman azali yang belum terjadi, sedangkan qadar adalah perwujudan ketetapan Allah Swt. yang sudah terjadi/menimpa makhluk); Soal 2: Jelaskan perbedaan takdir mubram dan takdir muallaq! (Kunci: Takdir mubram adalah takdir yang pasti terjadi dan tidak dapat diubah oleh usaha manusia, sedangkan takdir muallaq adalah takdir yang dapat diubah atau dipengaruhi melalui ikhtiar dan doa manusia); Soal 3: Berikan masing-masing 2 contoh peristiwa nyata dalam kehidupan sehari-hari untuk takdir mubram dan takdir muallaq! (Kunci: Takdir mubram = kematian/kiamat, jenis kelamin saat lahir, terjadinya siang dan malam; Takdir muallaq = kepandaian karena rajin belajar, kesembuhan karena berobat, kesehatan karena menjaga pola makan); Soal 4: Mengapa manusia wajib berikhtiar dan bertawakal dalam menghadapi takdir Allah Swt.? (Kunci: Karena Allah memerintahkan manusia berusaha sekuat tenaga untuk meraih takdir terbaik, sedangkan tawakal adalah bentuk penyerahan hasil kepada Allah dengan ikhlas dan sabar menerima keputusan-Nya) (52 menit).
  • Guru mengumpulkan Lembar Tes Tertulis Uraian, lalu membagikan Lembar Asesmen Bagian 2 (Jurnal Refleksi Diri Berstruktur) (3 menit).
  • Murid mengisi secara mandiri Lembar Jurnal Refleksi Diri Berstruktur (durasi 32 menit) yang memuat 3 butir respon: (1) Menuliskan pernyataan pengakuan keyakinan teguh terhadap qada' dan qadar Allah Swt.; (2) Menuliskan contoh pengalaman nyata atau rencana konkrit penerapan sikap ikhtiar sungguh-sungguh dan tawakal saat menghadapi ujian/kegagalan; (3) Menuliskan cara bersabar dan berpikir positif (husnuzan) terhadap ketetapan Allah Swt. ketika tertimpa hal yang tidak diinginkan (32 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru menginstruksikan murid memeriksa kembali kelengkapan identitas dan jawaban pada lembar refleksi diri, kemudian mengumpulkannya ke meja guru dengan tertib (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kejujuran, dan kesungguhan seluruh murid selama menyelesaikan rangkaian asesmen sumatif bab (2 menit).
  • Guru merangkum secara singkat intisari Bab 7 bahwa meyakini takdir Allah melahirkan pribadi yang pantang menyerah (ikhtiar), berserah diri (tawakal), dan berjiwa tegar (sabar), lalu menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks soal tes uraian dicetak dengan ukuran huruf yang jelas dan dapat dibacakan ulang secara literal oleh guru bagi murid yang memiliki kendala penglihatan atau hambatan membaca tanpa mengubah substansi pertanyaan.
  • Proses: Pemberian waktu jeda sejenak untuk menenangkan fokus bagi murid yang mengalami kecemasan saat tes tertulis tanpa menambah durasi total.
  • Produk: Standar bukti jawaban uraian dan lembar refleksi berstruktur seragam bagi seluruh murid sesuai indikator asesmen sumatif bab.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan asesmen secara klasikal melalui pertanyaan penegasan pemahaman aturan dan tata tertib asesmen sumatif tertulis serta konfirmasi kesiapan alat tulis murid.

Proses:

  • Observasi ketertiban, kejujuran, kepatuhan terhadap waktu, dan kemandirian pengerjaan tugas sumatif seluruh murid di dalam kelas menggunakan lembar pemantauan pelaksanaan tes.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis uraian dan lembar refleksi diri berstruktur: lembar jawaban asesmen sumatif yang memuat penjelasan tertulis konsep qada' dan qadar beserta contohnya, serta lembar refleksi berstruktur yang memuat pernyataan keyakinan dan sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban uraian murid yang memuat penjelasan pengertian qada' dan qadar, perbedaan takdir muallaq dan mubram, serta contoh peristiwa nyata dalam kehidupan sehari-hari yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (60 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
  • penilaian diri dan refleksi tertulis serentak: lembar jurnal refleksi diri murid yang memuat pernyataan pengakuan keyakinan terhadap ketetapan Allah Swt. serta rencana/bukti penerapan sikap sabar saat menghadapi musibah, berikhtiar sungguh-sungguh, dan berserah diri (tawakal) yang diisi serentak oleh seluruh kelas (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian refleksi diri berskala Likert dan deskriptor kualitatif)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis uraian dan lembar refleksi diri berstruktur: lembar jawaban asesmen sumatif yang memuat penjelasan tertulis konsep qada' dan qadar beserta contohnya, serta lembar refleksi berstruktur yang memuat pernyataan keyakinan dan sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban uraian murid yang memuat penjelasan pengertian qada' dan qadar, perbedaan takdir muallaq dan mubram, serta contoh peristiwa nyata dalam kehidupan sehari-hari yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (60 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
  • penilaian diri dan refleksi tertulis serentak: lembar jurnal refleksi diri murid yang memuat pernyataan pengakuan keyakinan terhadap ketetapan Allah Swt. serta rencana/bukti penerapan sikap sabar saat menghadapi musibah, berikhtiar sungguh-sungguh, dan berserah diri (tawakal) yang diisi serentak oleh seluruh kelas (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian refleksi diri berskala Likert dan deskriptor kualitatif)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan konsep qada', qadar, dan jenis takdir (TP 6.7.1 - Tes Uraian)Menjelaskan kurang dari 2 konsep/soal dengan tepat; belum mampu membedakan qada', qadar, mubram, dan muallaq sesuai acuan kunci jawaban.Menjelaskan 2 konsep/soal dengan tepat sesuai kunci jawaban (misal hanya tepat pada pengertian qada'-qadar atau hanya perbedaan takdir mubram-muallaq).Menjelaskan 3 konsep/soal dengan tepat sesuai kunci jawaban (mencakup pengertian qada' dan qadar, perbedaan takdir mubram dan muallaq, serta alasan ikhtiar-tawakal), dengan sedikit kekurangan pada kelengkapan contoh.Menjelaskan seluruh 4 butir soal dengan tepat dan lengkap sesuai acuan kunci jawaban: tepat menguraikan pengertian qada' dan qadar, perbedaan takdir mubram dan muallaq, memberikan masing-masing 2 contoh nyata dengan benar, serta alasan kewajiban ikhtiar dan tawakal.
Contoh peristiwa nyata takdir mubram dan muallaq (TP 6.7.1 - Tes Uraian)Hanya menyebutkan 1 contoh peristiwa nyata atau seluruh contoh yang dituliskan tertukar antara takdir mubram dan muallaq.Menyebutkan 2 contoh peristiwa nyata dengan tepat (misal 1 mubram dan 1 muallaq, atau 2 contoh pada salah satu jenis saja).Menyebutkan 3 contoh peristiwa nyata dengan tepat sesuai acuan pembagian jenis takdir mubram dan muallaq.Menyebutkan seluruh 4 contoh peristiwa nyata dengan tepat (2 contoh takdir mubram: kelahiran/kematian/kiamat/pergantian waktu; 2 contoh takdir muallaq: kesembuhan karena berobat/kepandaian karena belajar/keberhasilan kerja).
Keyakinan terhadap qada' dan qadar melalui sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal (TP 6.7.2 - Jurnal Refleksi)Pernyataan refleksi hanya memuat 1 unsur sikap (misal hanya menyebut sabar saja) tanpa uraian tindakan konkret atau keyakinan terhadap takdir Allah.Pernyataan refleksi memuat pengakuan keyakinan dan 2 unsur sikap (misal sabar dan ikhtiar) namun belum menyertakan rencana/penerapan sikap tawakal secara jelas.Pernyataan refleksi memuat pengakuan keyakinan terhadap ketetapan Allah dan memuat seluruh 3 unsur sikap (sabar, ikhtiar, dan tawakal) dengan deskripsi tindakan konkret yang cukup jelas.Pernyataan refleksi memuat pengakuan keyakinan yang mendalam terhadap ketetapan Allah dan menguraikan secara utuh, logis, dan mendalam penerapan seluruh 3 unsur sikap: ikhtiar sungguh-sungguh, tawakal menyerahkan hasil, dan sabar menerima ujian.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu tes tertulis uraian (55 menit) dan pengisian refleksi diri (32 menit) mencukupi bagi seluruh murid untuk menunjukkan kompetensi terbaiknya?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara klasikal pada penguasaan konsep perbedaan takdir mubram dan muallaq serta internalisasi sikap ikhtiar dan tawakal?

Murid:

  • Bagian mana dari pemahaman iman kepada qada' dan qadar yang paling membantuku untuk tidak mudah berputus asa dalam belajar dan kehidupan sehari-hari?
  • Apakah aku sudah bersungguh-sungguh berikhtiar dan berserah diri kepada Allah Swt. dalam menghadapi kesulitan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Set kartu pernyataan konsep Qada dan Qadar
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
  6. Set kartu peristiwa 'Pilah Takdir' dan lembar kerja murid
  7. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022, Bab 7)
  8. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022, Bab 7)
  9. Set kartu berpasangan peristiwa dan sikap 'Jodoh Sikap Takdir'
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022).
  11. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022).
  12. Lembar Soal Asesmen Sumatif Tertulis Uraian Bab 7.
  13. Lembar Jurnal Refleksi Diri Berstruktur Bab 7.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.