Modul AjarPertemuan 6Bab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif Bab 6: Membaca, Menulis, Memahami Pesan Pokok, dan Menghafal Q.S. Al-A'la

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 6: Membaca, Menulis, Memahami Pesan Pokok, dan Menghafal Q.S. Al-A'la". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif Bab 6: Membaca, Menulis, Memahami Pesan Pokok, dan Menghafal Q.S. Al-A'la

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 6 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 6: Membaca, Menulis, Memahami Pesan Pokok, dan Menghafal Q.S. Al-A'la

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikAsesmen Sumatif Bab 6: Membaca, Menulis, Memahami Pesan Pokok, dan Menghafal Q.S. Al-A'la
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendemonstrasikan kemampuan membaca dan menghafal Q.S. Al-A'la dengan makharijul huruf dan tajwid yang benar secara lisan.
  2. Murid dapat menjelaskan secara tertulis pesan-pesan pokok Q.S. Al-A'la serta mengaitkannya dengan sikap mengagungkan Allah Swt. dan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Setelah belajar Q.S. Al-A'la selama beberapa pertemuan, apa satu hal yang paling membekas dalam hatimu dari surah ini dan mengapa?
  2. Jika kamu harus menjelaskan kepada adikmu apa pesan utama Q.S. Al-A'la, kira-kira apa yang akan kamu sampaikan?
  3. Menurutmu, mengapa Allah mengawali surah ini dengan perintah 'sabbihisma rabbikal a'la' — mensucikan nama Tuhan Yang Mahatinggi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid membaca basmalah bersama-sama sebagai pembuka pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan menanyakan kondisi kesiapan belajar hari ini secara singkat.
  • Guru menyampaikan konteks pertemuan: 'Hari ini adalah hari istimewa — kita akan menunjukkan seluruh kemampuan yang sudah kalian bangun selama bab ini.'
  • Guru menyampaikan dua tujuan asesmen hari ini secara jelas: (1) mendemonstrasikan membaca dan menghafal Q.S. Al-A'la dengan tajwid benar, dan (2) menjelaskan pesan pokok surah secara tertulis.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat, 'Ayat berapa saja yang kalian rasa paling mantap hafalannya? Adakah bagian yang masih ingin kalian ulang sebentar?' — jawaban murid digunakan guru untuk mengatur giliran tampil (murid yang lebih siap tampil lebih awal, murid yang perlu waktu ekstra mendapat sedikit jeda tambahan).
  • Guru memberikan waktu tenang 3 menit untuk murid mengulang hafalan dalam hati sebelum asesmen dimulai (teknik berkesadaran: murid mengondisikan diri secara mandiri).
  • Guru menjelaskan mekanisme asesmen: tampil membaca/menghafal secara bergiliran, dilanjutkan mengerjakan soal uraian tertulis tentang pesan pokok.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid melakukan tinjauan singkat (review) kolektif: guru menampilkan teks Q.S. Al-A'la (di papan tulis atau layar), lalu meminta seluruh kelas membaca bersama satu kali dengan tartil sebagai 'pemanasan' sebelum asesmen individual.
  • Sambil membaca bersama, guru mengingatkan dua-tiga poin tajwid krusial (misalnya hukum mad, ghunnah, dan qalqalah) yang sering menjadi catatan selama pembelajaran berlangsung — bukan untuk mengajarkan ulang, melainkan mengingatkan secara berkesadaran.
  • Guru meminta 2-3 murid secara sukarela menyebutkan satu pesan pokok Q.S. Al-A'la yang paling berkesan bagi mereka, sebagai jembatan menuju bagian tertulis.
  • Guru menegaskan kaitan antara isi surah dengan kehidupan nyata: mensucikan nama Allah, beramal baik di dunia, dan keyakinan bahwa akhirat lebih baik dari dunia — untuk membantu murid mengingat konteks saat menulis.

Mengaplikasi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • BAGIAN A — Asesmen Lisan (Membaca dan Menghafal): Guru memanggil murid satu per satu sesuai daftar urutan yang sudah disiapkan. Setiap murid membacakan Q.S. Al-A'la (boleh membaca atau menghafal) di depan kelas atau di meja guru dengan suara jelas.
  • Saat seorang murid tampil, murid lain yang sedang menunggu giliran mengerjakan lembar kerja tertulis (Bagian B) secara mandiri — sehingga tidak ada waktu kosong dan kelas tetap produktif.
  • Guru mengobservasi dan mencatat hasil bacaan/hafalan setiap murid pada lembar penilaian menggunakan rubrik 4 level: ketepatan makharijul huruf, kelancaran, dan penerapan tajwid.
  • BAGIAN B — Asesmen Tertulis (Pesan Pokok): Seluruh murid mengerjakan lembar soal uraian yang berisi: (1) Tuliskan minimal 3 pesan pokok Q.S. Al-A'la dengan kalimatmu sendiri. (2) Pilih satu pesan pokok dan jelaskan bagaimana kamu bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (3) Bagaimana Q.S. Al-A'la mengajarkan kita untuk mengagungkan Allah Swt.?
  • Guru berkeliling kelas selama murid mengerjakan soal tertulis, memberikan umpan balik nonverbal (anggukan, isyarat positif) untuk menjaga suasana tenang dan kondusif.
  • Murid yang sudah selesai tampil lisan DAN selesai mengerjakan bagian tertulis lebih awal, diminta mereview jawaban mereka atau menuliskan satu ayat favorit dari Q.S. Al-A'la beserta alasannya di bagian belakang lembar kerja (kegiatan pengayaan mandiri).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Setelah seluruh murid selesai tampil dan mengerjakan bagian tertulis, guru mengajak kelas melakukan refleksi bersama selama 5-7 menit.
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif secara lisan: 'Dari seluruh proses belajar Q.S. Al-A'la sejak pertemuan pertama hingga hari ini, apa yang terasa paling menantang? Apa yang paling membanggakanmu?'
  • Murid menuliskan jawaban refleksi singkat (2-3 kalimat) di bagian akhir lembar kerja mereka: (1) Satu hal yang aku kuasai dengan baik dari Q.S. Al-A'la. (2) Satu hal yang ingin aku tingkatkan. (3) Satu nilai dari surah ini yang ingin aku terapkan mulai hari ini.
  • Guru meminta 2-3 murid berbagi refleksi mereka secara sukarela — guru merespons dengan apresiasi yang tulus dan spesifik, bukan sekadar 'bagus'.
  • Guru menegaskan kembali makna surah dalam kehidupan: 'Mensucikan nama Allah bukan hanya diucapkan, tapi diwujudkan dalam cara kita bersikap, belajar, dan menolong sesama — itulah murid yang benar-benar memahami Q.S. Al-A'la.'

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelas atas usaha dan keberanian mereka menampilkan hafalan dan menjawab soal hari ini.
  • Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen akan dikembalikan dengan umpan balik tertulis agar murid tahu kekuatan dan area yang perlu dikembangkan.
  • Guru memberikan pesan penutup yang bermakna: mengajak murid untuk terus membaca Al-Qur'an setiap hari di rumah sebagai bentuk nyata mengagungkan Allah Swt.
  • Guru meminta murid untuk menceritakan kepada orang tua di rumah: apa satu pesan Q.S. Al-A'la yang ingin mereka terapkan bersama keluarga.
  • Pembelajaran ditutup dengan membaca hamdalah bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang mengalami kesulitan dalam hafalan boleh membaca teks Q.S. Al-A'la saat tampil lisan (penilaian difokuskan pada ketepatan makharijul huruf dan tajwid saat membaca). Murid yang sudah sangat lancar menghafal didorong untuk menyajikan hafalan tanpa melihat teks sama sekali.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan (lambat) mendapat giliran tampil lebih akhir sehingga memiliki lebih banyak waktu mengulang, dan soal tertulis mereka dipandu dengan kata kunci pemantik di tepi lembar kerja. Murid yang cepat selesai diminta mengerjakan soal pengayaan: menulis satu paragraf pendek yang menghubungkan pesan Q.S. Al-A'la dengan sebuah peristiwa nyata dalam kehidupan mereka.
  • Produk: Hasil asesmen lisan dinilai berdasarkan kemampuan aktual masing-masing murid (membaca dengan tartil atau menghafal penuh). Hasil asesmen tertulis dinilai berdasarkan kedalaman pemahaman: murid dengan kemampuan tinggi diharapkan memberikan contoh penerapan yang lebih rinci dan kontekstual, sementara murid dengan kemampuan dasar cukup menjawab dengan kalimat sederhana namun tepat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat kepada seluruh kelas: 'Ayat berapa yang paling kalian kuasai? Adakah bagian hafalan yang masih ingin diulang?' — untuk memetakan kesiapan murid dan mengatur strategi giliran tampil.
  • Guru meminta murid memberi sinyal kesiapan (jempol ke atas = siap penuh, jempol ke samping = perlu sedikit waktu lagi) sebagai asesmen diagnostik non-formal sebelum kegiatan inti dimulai.

Proses:

  • Observasi lisan terstruktur: saat setiap murid tampil membaca/menghafal, guru mengisi lembar centang berdasarkan indikator makharijul huruf, tajwid, dan kelancaran.
  • Monitoring tertulis: selama murid mengerjakan soal uraian, guru berkeliling dan mencatat murid yang menunjukkan pemahaman mendalam versus yang masih memerlukan panduan.
  • Refleksi tertulis mandiri (self-assessment) di lembar kerja: murid menilai diri sendiri mengenai apa yang sudah dikuasai dan apa yang perlu ditingkatkan.

Akhir:

  • Penilaian unjuk kerja lisan: membaca/menghafal Q.S. Al-A'la individual, dinilai dengan rubrik 4 level pada aspek makharijul huruf, tajwid, dan kelancaran.
  • Penilaian tertulis uraian: murid menjawab 3 pertanyaan tentang pesan pokok Q.S. Al-A'la dan penerapannya dalam kehidupan, dinilai dengan rubrik 4 level pada aspek ketepatan isi, kedalaman pemahaman, dan kemampuan mengaitkan nilai surah dengan sikap sehari-hari.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat pendahuluan untuk mendeteksi kesiapan murid sebelum asesmen dimulai.
  • Observasi guru saat murid membaca/menghafal: guru mencatat ketepatan makharijul huruf, tajwid, dan kelancaran secara real-time pada lembar observasi.
  • Pantauan berkeliling saat murid mengerjakan soal tertulis: guru mengidentifikasi murid yang kesulitan untuk diberikan scaffolding minimal (isyarat, kata kunci).
  • Refleksi tertulis murid di akhir kegiatan inti sebagai umpan balik diri (self-assessment).

Sumatif:

  • Asesmen lisan: demonstrasi membaca dan/atau menghafal Q.S. Al-A'la secara individual di depan guru, dinilai berdasarkan rubrik 4 level.
  • Asesmen tertulis: pengerjaan soal uraian tentang pesan pokok Q.S. Al-A'la dan kaitannya dengan sikap mengagungkan Allah serta perilaku terpuji sehari-hari, dinilai berdasarkan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Makharijul Huruf dan Tajwid (Lisan)Murid membaca dengan banyak kesalahan makharijul huruf dan tidak menerapkan kaidah tajwid, sehingga mengubah bunyi dan makna ayat.Murid membaca dengan beberapa kesalahan makharijul huruf dan tajwid yang masih perlu diperbaiki, namun makna pokok ayat tidak berubah.Murid membaca dengan makharijul huruf yang sebagian besar tepat dan menerapkan kaidah tajwid dengan cukup konsisten, meski ada satu-dua kekeliruan kecil.Murid membaca dengan makharijul huruf yang tepat dan menerapkan seluruh kaidah tajwid secara konsisten dan benar sepanjang bacaan.
Kelancaran Membaca/Menghafal (Lisan)Murid sering berhenti lama, lupa banyak ayat, atau tidak dapat melanjutkan hafalan tanpa bantuan berulang.Murid dapat membaca/menghafal dengan beberapa jeda panjang dan memerlukan satu-dua kali bantuan atau pengingat dari guru.Murid dapat membaca/menghafal dengan lancar dan hanya mengalami jeda singkat wajar, tanpa memerlukan bantuan dari guru.Murid membaca/menghafal dengan sangat lancar, tartil, dan penuh keyakinan dari awal hingga akhir surah tanpa jeda yang tidak perlu.
Ketepatan dan Kelengkapan Pesan Pokok (Tertulis)Murid hanya menyebutkan satu pesan pokok atau menyebutkan pesan yang tidak sesuai dengan isi Q.S. Al-A'la.Murid menyebutkan 2 pesan pokok dengan benar namun penjelasannya masih sangat singkat dan kurang jelas.Murid menyebutkan minimal 3 pesan pokok dengan benar dan menjelaskannya dengan kalimat yang cukup jelas dan runtut.Murid menyebutkan minimal 3 pesan pokok dengan tepat dan lengkap, disertai penjelasan yang jelas, runtut, dan menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap isi surah.
Mengaitkan Pesan Pokok dengan Sikap Terpuji (Tertulis)Murid tidak dapat mengaitkan pesan Q.S. Al-A'la dengan sikap mengagungkan Allah atau perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.Murid mengaitkan pesan Q.S. Al-A'la dengan sikap terpuji secara umum dan belum spesifik dengan contoh nyata.Murid mengaitkan pesan Q.S. Al-A'la dengan sikap mengagungkan Allah dan menyebutkan satu contoh perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari yang relevan.Murid mengaitkan pesan Q.S. Al-A'la dengan sikap mengagungkan Allah dan menyebutkan contoh perilaku terpuji yang spesifik, personal, dan relevan dengan kehidupan nyata mereka, menunjukkan pemahaman yang bermakna dan mendalam.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah mekanisme asesmen lisan dan tertulis hari ini sudah berjalan efektif dalam alokasi waktu 2x35 menit? Apa yang perlu diatur ulang?
  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang adil dan kondisi yang tenang untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka?
  • Murid mana yang menunjukkan perkembangan paling signifikan sepanjang bab ini, dan apa yang berkontribusi pada perkembangan tersebut?
  • Murid mana yang hasilnya belum sesuai harapan, dan tindak lanjut apa yang perlu disiapkan untuk mereka?
  • Apakah pertanyaan uraian dalam soal tertulis sudah cukup menantang murid untuk berpikir kritis dan menghubungkan nilai surah dengan kehidupan nyata?

Refleksi Murid:

  • Apa bagian dari Q.S. Al-A'la yang paling kamu kuasai hari ini? Apa yang membuat kamu bangga dengan dirimu sendiri?
  • Bagian mana yang masih terasa sulit — apakah tajwid, kelancaran hafalan, atau memahami pesan surah? Apa yang akan kamu lakukan untuk meningkatkannya?
  • Dari pesan-pesan pokok Q.S. Al-A'la yang kamu pelajari, satu nilai mana yang paling ingin kamu wujudkan dalam hidupmu? Bagaimana caranya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VI (Penulis: Nazirwan, Kholili Abdullah, Kemendikbudristek RI, 2022)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VI (Penulis: Nazirwan, Kholili Abdullah, Kemendikbudristek RI, 2022)
  3. Al-Qur'an dan Terjemah Kementerian Agama RI
  4. Tafsir Al-Qur'an Juz 30 (sebagai referensi pemahaman pesan pokok)
  5. Teks Q.S. Al-A'la yang ditampilkan di papan tulis atau layar proyektor untuk kegiatan membaca bersama
  6. Lembar kerja asesmen tertulis (soal uraian pesan pokok Q.S. Al-A'la, disiapkan guru)
  7. Lembar observasi penilaian lisan guru (rubrik membaca/menghafal, disiapkan guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.