Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Membaca Q.S. Al-A'la Ayat 11–19 dengan Makharijul Huruf dan Tajwid yang Benar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Membaca Q.S. Al-A'la Ayat 11–19 dengan Makharijul Huruf dan Tajwid yang Benar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Membaca Q.S. Al-A'la Ayat 11–19 dengan Makharijul Huruf dan Tajwid yang Benar

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Membaca Q.S. Al-A'la Ayat 11–19 dengan Makharijul Huruf dan Tajwid yang Benar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMembaca Q.S. Al-A'la Ayat 11–19 dengan Makharijul Huruf dan Tajwid yang Benar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membaca Q.S. Al-A'la ayat 11–19 dengan makharijul huruf yang baik dan benar sesuai kaidah tajwid.
  2. Murid dapat menunjukkan kebiasaan membaca Al-Qur'an dengan tartil sebagai bagian dari aktivitas keagamaan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar seseorang membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dan tartil? Apa yang membuat bacaannya terasa berbeda?
  2. Mengapa membaca huruf Arab dengan tepat itu penting — apa yang bisa berubah jika kita salah mengucapkan satu huruf saja?
  3. Bagaimana cara kalian biasanya berlatih membaca Al-Qur'an di rumah agar bacaan kalian semakin baik setiap harinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid membaca basmalah bersama-sama sebagai pembuka pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengkondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru meminta murid membaca 2–3 ayat awal Q.S. Al-A'la (ayat 11–13) secara spontan tanpa bimbingan, kemudian guru mencatat secara cepat siapa yang sudah mengenal makharijul huruf dan siapa yang masih perlu bimbingan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Mengapa membaca huruf Arab dengan tepat itu penting?' dan memberi waktu 1–2 menit untuk murid berpikir dan menjawab secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan berlatih membaca ayat 11–19 dengan makharijul huruf dan tajwid yang benar, dan mengaitkannya dengan kebiasaan membaca Al-Qur'an sehari-hari.
  • Guru memberikan motivasi singkat: membaca Al-Qur'an dengan tartil adalah amalan yang dicintai Allah dan dicontohkan Rasulullah saw.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menuliskan Q.S. Al-A'la ayat 11–19 di papan tulis/layar proyektor sehingga semua murid dapat melihat dengan jelas.
  • Guru membacakan ayat 11–19 secara keseluruhan satu kali dengan tartil dan jelas sebagai model, sementara murid menyimak dengan tenang dan mengikuti teks.
  • Guru menyorot dan menjelaskan 3–4 huruf yang makhrajnya sering keliru pada ayat 11–19, misalnya: huruf ع (ain) pada kata عَذَابَ, huruf ح (ha) pada kata حَيَاةَ, dan huruf ق (qaf) pada kata قَدْ; guru mengucapkan setiap huruf secara terisolasi lalu dalam konteks ayat.
  • Guru menjelaskan hukum tajwid yang muncul pada ayat 11–19 secara singkat dan visual, misalnya: mad thobi'i, ghunnah, dan qalqalah; guru menunjuk langsung pada teks ayat.
  • Murid diminta menirukan bacaan guru ayat per ayat (metode tikrar/talqin): guru membaca satu ayat, murid menirukan bersama-sama, dilakukan 2 kali putaran untuk semua ayat 11–19.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi kelompok tutor sebaya (4–5 orang per kelompok) yang sudah diatur sejak awal berdasarkan hasil diagnostik: setiap kelompok memiliki 1 murid yang bacaannya sudah cukup baik sebagai tutor.
  • Dalam kelompok, murid berlatih membaca ayat 11–19 secara bergantian dengan metode simak-koreksi: satu murid membaca, anggota lain menyimak dan memberi kode tanda jika ada makharijul huruf yang keliru (misalnya ketuk meja perlahan), kemudian bersama-sama membetulkan.
  • Setiap murid dalam kelompok mendapat giliran membaca minimal 3 ayat; tutor sebaya memandu dan memberikan koreksi langsung dengan cara yang baik dan santun.
  • Guru berkeliling ke setiap kelompok, mendengarkan, mencatat temuan, dan memberikan umpan balik lisan yang spesifik kepada kelompok maupun individu.
  • Setelah latihan kelompok, 3–4 murid sukarela diminta membaca beberapa ayat di depan kelas; teman-teman menyimak dan guru memfasilitasi koreksi bersama secara positif.
  • Guru mengingatkan murid bahwa latihan berulang ini adalah cara para sahabat Nabi pun belajar Al-Qur'an — mengaitkan aktivitas dengan nilai ibadah dan kebiasaan sehari-hari.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi refleksi singkat (5 menit): 'Huruf mana yang paling sulit tadi? Bagaimana cara kalian mengatasinya dalam kelompok?'
  • Murid mengisi lembar refleksi diri sederhana (bisa lisan atau tertulis di buku tulis) dengan 3 pertanyaan: (1) Ayat mana yang sudah saya baca dengan benar? (2) Huruf apa yang masih perlu saya latih? (3) Kapan dan di mana saya bisa berlatih lagi hari ini?
  • Murid diajak menghubungkan kegiatan hari ini dengan kebiasaan membaca Al-Qur'an sehari-hari: guru bertanya 'Siapa yang membaca Al-Qur'an di rumah kemarin?' dan mendorong murid berbagi pengalaman singkat.
  • Guru merangkum poin-poin penting: pentingnya makharijul huruf, cara berlatih yang efektif, dan niat membaca Al-Qur'an sebagai ibadah.
  • Murid membuat komitmen pribadi singkat: menuliskan satu rencana konkret untuk membaca Al-Qur'an hari ini di rumah (misalnya 'Setelah Maghrib saya akan membaca Al-A'la ayat 11–19 sekali lagi').

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan bersama: menyebut nama 2–3 hukum tajwid dan makharijul huruf yang dipelajari hari ini.
  • Asesmen Akhir: Guru meminta 2–3 murid secara acak membaca ayat 11–14 satu per satu; guru menilai menggunakan rubrik membaca yang telah disiapkan.
  • Guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif kepada seluruh kelas secara umum.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta berlatih membaca ayat 11–19 minimal satu kali setelah salat Maghrib malam ini, dan orang tua/wali dimohon memberi paraf di buku tulis sebagai tanda menyimak.
  • Guru menyampaikan gambaran singkat pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan membaca hamdalah bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar membaca diberi tantangan tambahan: membaca ayat 11–19 dengan memperhatikan seluruh hukum tajwid sekaligus, dan diminta mengidentifikasi sendiri hukum tajwid pada tiap ayat. Murid yang masih kesulitan fokus pada 3–4 ayat pilihan (misal ayat 11–13) dengan panduan kartu bacaan yang menyertakan tanda baca besar dan warna pembeda per hukum tajwid.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih belajar dalam kelompok kecil bersama guru atau tutor sebaya terpilih dengan metode tikrar pelan-pelan per penggalan kata. Murid yang sudah mahir berlatih secara mandiri atau berpasangan dengan peran sebagai 'guru kecil' yang membantu teman.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat merekam bacaan mereka sendiri (jika ada fasilitas) atau mendemonstrasikan bacaan di depan kelas. Murid yang masih berkembang cukup menunjukkan kemampuan membaca 3 ayat pilihan dengan makharijul huruf yang benar.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid membaca ayat 11–13 secara spontan tanpa bimbingan untuk memetakan kemampuan awal.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang sudah pernah membaca surah Al-A'la sebelumnya? Sampai ayat berapa?' untuk mengetahui pengalaman belajar murid.
  • Guru mencatat secara cepat: murid yang sudah mengenal makharijul huruf, murid yang perlu bimbingan penuh, dan murid yang fasih sebagai calon tutor sebaya.

Proses:

  • Observasi langsung saat tikrar (menirukan bacaan guru): guru memperhatikan dan mencatat makharijul huruf yang masih keliru secara klasikal.
  • Pemantauan kelompok tutor sebaya: guru berkeliling dan mendengarkan setiap kelompok, mencatat kemajuan dan hambatan tiap murid.
  • Tanya jawab lisan saat guru berkeliling ke kelompok: guru menanya murid tentang hukum tajwid yang mereka temukan.
  • Lembar simak teman: dalam kelompok, murid menandai ayat mana yang sudah dibaca dengan benar oleh temannya.

Akhir:

  • Unjuk kerja membaca individual: 2–3 murid terpilih membaca ayat 11–14 di depan kelas, dinilai guru dengan rubrik 4 level.
  • Komitmen tertulis: murid menuliskan rencana membaca Al-Qur'an hari ini di rumah sebagai bukti TP 6.6.2.2 (kebiasaan membaca tartil sehari-hari).
  • Rekap lembar refleksi diri murid dikumpulkan guru sebagai bahan evaluasi kegiatan dan perencanaan tindak lanjut.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid membaca bersama-sama: memperhatikan ketepatan makharijul huruf secara klasikal.
  • Simak-koreksi antarmurid dalam kelompok tutor sebaya: murid saling memberi umpan balik langsung.
  • Pertanyaan lisan guru kepada kelompok saat berkeliling: 'Huruf apa yang tadi dibetulkan? Bagaimana cara yang benar?'
  • Lembar refleksi diri murid yang diisi pada tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Unjuk kerja membaca individual: murid membaca Q.S. Al-A'la ayat 11–14 di hadapan guru, dinilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek makharijul huruf, kelancaran, dan tajwid.
  • Observasi komitmen kebiasaan: murid menuliskan rencana membaca Al-Qur'an di rumah sebagai indikator TP 6.6.2.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Makharijul HurufMurid mengucapkan sebagian besar huruf tidak sesuai makhraj sehingga bunyi huruf bercampur atau tidak terdengar jelas (misal ع terdengar seperti أ, ح terdengar seperti ه).Murid mengucapkan beberapa huruf sesuai makhraj namun masih sering keliru pada huruf-huruf tenggorokan (حروف الحلق) dan huruf-huruf berdekatan makhrajnya.Murid mengucapkan sebagian besar huruf sesuai makhraj dengan benar; hanya 1–2 huruf yang masih perlu perbaikan dan dapat dibetulkan dengan sedikit bimbingan.Murid mengucapkan seluruh huruf pada ayat 11–19 sesuai makhrajnya dengan tepat dan konsisten tanpa perlu bimbingan; perbedaan bunyi setiap huruf terdengar jelas.
Penerapan Kaidah TajwidMurid tidak memperhatikan hukum tajwid; tidak ada tanda-tanda penerapan mad, ghunnah, atau qalqalah dalam bacaan.Murid menerapkan 1 hukum tajwid dengan benar (misalnya hanya mad thobi'i), namun hukum lainnya masih diabaikan atau salah.Murid menerapkan 2–3 hukum tajwid yang diajarkan dengan benar pada sebagian besar tempat yang tepat; sesekali masih ada yang terlewat.Murid menerapkan seluruh hukum tajwid yang diajarkan (mad thobi'i, ghunnah, qalqalah) dengan benar dan konsisten pada semua tempat yang tepat dalam ayat 11–19.
Kelancaran dan Tartil BacaanBacaan terputus-putus, terhenti lama di banyak kata, atau murid tidak dapat melanjutkan tanpa bantuan penuh dari guru.Bacaan masih sering terhenti atau tersendat, terutama pada ayat yang lebih panjang, namun murid bisa melanjutkan dengan sedikit bantuan.Bacaan relatif lancar dengan jeda yang wajar; murid hanya terhenti sebentar pada 1–2 kata yang sulit dan dapat melanjutkan sendiri.Bacaan lancar, tartil, dan berirama dengan tempo yang wajar dari awal hingga akhir ayat 11–19 tanpa terhenti; jeda dilakukan pada tempat yang tepat (waqaf).
Kebiasaan Membaca Al-Qur'an (TP 6.6.2.2)Murid tidak dapat menyebutkan kapan atau di mana mereka membaca Al-Qur'an; tidak ada rencana untuk berlatih di rumah.Murid dapat menyebutkan kebiasaan membaca Al-Qur'an yang sangat jarang (misalnya hanya saat di kelas) dan menulis rencana yang tidak spesifik.Murid menceritakan kebiasaan membaca Al-Qur'an yang cukup rutin (beberapa kali seminggu) dan menuliskan rencana konkret untuk berlatih hari ini di rumah.Murid menceritakan kebiasaan membaca Al-Qur'an yang konsisten setiap hari (misal setelah salat), menuliskan rencana konkret yang spesifik (waktu dan tempat), dan menghubungkannya dengan niat ibadah.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan untuk membaca dan mendapatkan umpan balik hari ini?
  • Makharijul huruf mana yang paling banyak salah diucapkan murid? Bagaimana saya akan mengatasinya pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pembagian kelompok tutor sebaya berjalan efektif? Adakah murid yang tidak mendapat pendampingan memadai?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?
  • Apa satu hal yang akan saya ubah atau perbaiki jika mengajarkan topik ini lagi?

Refleksi Murid:

  • Huruf atau ayat mana yang paling sulit saya baca hari ini? Apa yang saya lakukan untuk mengatasinya?
  • Hal baru apa yang saya pelajari tentang makharijul huruf hari ini yang sebelumnya tidak saya ketahui?
  • Bagaimana perasaan saya ketika bisa membaca satu ayat dengan benar? Apa yang ingin saya tingkatkan lagi?
  • Kapan dan di mana saya akan membaca Al-Qur'an hari ini setelah pulang sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VI (Nazirwan & Kholili Abdullah, Kemendikbudristek 2022)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VI (Kemendikbudristek 2022)
  3. Al-Qur'an dan Terjemah Kementerian Agama RI (khususnya Juz 30, Q.S. Al-A'la)
  4. Tafsir Al-Qur'an Juz 30 (referensi guru)
  5. Laptop dan speaker aktif atau alat pengeras suara (untuk memutar audio bacaan model jika tersedia)
  6. Kartu bacaan (flashcard) ayat 11–19 dengan tanda baca besar dan kode warna hukum tajwid (dibuat guru)
  7. Papan tulis dan spidol berwarna (untuk menampilkan dan menyorot teks ayat)
  8. Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru, berisi 3 pertanyaan refleksi singkat)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.