Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif Bab 3: Hidup Damai dengan Saling Memaafkan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 3: Hidup Damai dengan Saling Memaafkan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif Bab 3: Hidup Damai dengan Saling Memaafkan

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 3: Hidup Damai dengan Saling Memaafkan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikAsesmen Sumatif Bab 3: Hidup Damai dengan Saling Memaafkan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang pengertian, pentingnya penyesalan, dan perilaku saling memaafkan melalui tes tertulis pilihan ganda dan uraian.
  2. Murid dapat membuat cerita singkat berdasarkan pengalaman nyata tentang menyatakan penyesalan dan memaafkan sebagai bentuk unjuk kerja sikap ikhlas dan taqwa.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melakukan kesalahan kepada teman, lalu meminta maaf? Bagaimana perasaanmu sebelum dan sesudah meminta maaf?
  2. Menurutmu, mengapa seseorang yang bersalah perlu menyatakan penyesalan dengan tulus, bukan sekadar mengucapkan 'maaf'?
  3. Apa yang membuat seseorang sulit memaafkan orang lain, dan bagaimana Islam mengajarkan kita untuk mengatasinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan asesmen.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan kondisi kelas kondusif untuk pelaksanaan asesmen.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini adalah sesi asesmen sumatif Bab 3 yang terdiri dari dua bagian — tes tertulis dan unjuk kerja membuat cerita singkat.
  • Guru melakukan asesmen awal/diagnostik cepat: mengajukan 1–2 pertanyaan lisan kepada beberapa murid untuk mengukur kesiapan, misalnya 'Siapa yang bisa menyebutkan satu alasan mengapa memaafkan itu penting dalam Islam?'
  • Guru menyampaikan tata tertib pelaksanaan asesmen: mengerjakan secara mandiri, jujur, tidak mencontek, dan tidak berbicara dengan teman selama tes tertulis berlangsung.
  • Guru membagikan lembar soal pilihan ganda dan uraian kepada murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca dan memahami petunjuk pengerjaan soal pilihan ganda (10 soal) dan uraian yang tertera pada lembar soal dengan saksama sebelum mulai mengerjakan. (Berkesadaran)
  • Murid mengerjakan soal pilihan ganda secara mandiri. Soal mencakup: definisi maaf dan memaafkan menurut KBBI dan perspektif Islam, pentingnya penyesalan (taubat, istighfar, ikhlas), serta contoh perilaku saling memaafkan dalam kehidupan sehari-hari. (Berkesadaran)
  • Murid mengerjakan soal uraian yang meminta mereka menjelaskan konsep penyesalan, manfaat saling memaafkan, dan keterkaitan antara ikhlas, taqwa, dan memaafkan. (Bermakna)
  • Guru berkeliling kelas memantau proses pengerjaan, memastikan murid bekerja secara mandiri dan fokus, serta mencatat murid yang tampak kesulitan sebagai bahan umpan balik.

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setelah selesai mengerjakan tes tertulis, murid mengumpulkan lembar jawaban kepada guru.
  • Guru menyampaikan instruksi unjuk kerja: murid membuat cerita singkat di buku tulis berdasarkan pengalaman nyata pribadi tentang menyatakan penyesalan dan memaafkan saat terjadi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. (Bermakna)
  • Guru mengingatkan aspek yang dinilai dalam cerita: alur cerita, isi cerita, penokohan, dan hikmah yang dapat diambil dari cerita tersebut.
  • Murid menulis cerita singkat secara mandiri. Guru mengingatkan agar cerita bersifat jujur dan berasal dari pengalaman nyata, bukan karangan bebas. (Berkesadaran)
  • Guru memberikan motivasi singkat agar murid menulis dengan hati yang tulus: 'Ceritakan pengalamanmu dengan jujur — bukan untuk dinilai benar atau salah, tetapi untuk menunjukkan bahwa kamu telah belajar dari pengalaman itu.' (Menggembirakan)
  • Murid yang lebih cepat selesai dapat menambahkan ayat Al-Qur'an atau hadis pendek yang relevan untuk memperkuat hikmah cerita mereka.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah seluruh murid selesai mengerjakan unjuk kerja, guru mengajak murid berhenti sejenak dan menarik napas bersama. (Berkesadaran)
  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela untuk menceritakan secara singkat (1–2 kalimat) hikmah yang mereka tulis di ceritanya. (Bermakna)
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan kepada kelas: 'Setelah menyelesaikan tes hari ini, apa satu hal paling penting yang kamu pelajari dari Bab 3 ini?'
  • Murid menuliskan jawaban refleksi singkat di bagian bawah lembar unjuk kerja mereka: 'Satu tekad yang akan aku lakukan setelah belajar tentang saling memaafkan adalah...' (Bermakna)
  • Guru mengumpulkan lembar unjuk kerja dan catatan refleksi murid.

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas kesungguhan dan kejujuran dalam mengerjakan asesmen hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Memaafkan bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kekuatan hati dan keimanan yang tinggi. Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang pemaaf.'
  • Guru menginformasikan bahwa hasil asesmen akan disampaikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik individual.
  • Guru mengingatkan murid untuk terus mempraktikkan sikap saling memaafkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah.
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang mengalami hambatan belajar diberikan soal uraian dengan panduan berupa kata kunci (misalnya: ikhlas, taubat, penyesalan) yang dapat membantu mereka menyusun jawaban. Untuk unjuk kerja, mereka diperbolehkan membuat cerita dalam bentuk poin-poin singkat jika kesulitan menulis paragraf utuh.
  • Proses: Murid dengan kecepatan belajar tinggi yang telah selesai lebih awal diminta memperkaya cerita dengan menambahkan referensi dalil (ayat Al-Qur'an atau hadis) dan mengembangkan hikmah secara lebih mendalam. Murid yang kesulitan dapat diberikan waktu tambahan beberapa menit untuk menyelesaikan unjuk kerja dengan pendampingan singkat dari guru.
  • Produk: Murid dengan kemampuan tinggi dapat menyajikan ceritanya dalam format yang lebih kreatif, seperti menambahkan dialog antar tokoh atau membuat ilustrasi sederhana di samping tulisannya. Murid dengan hambatan belajar cukup menyusun cerita minimal 3–5 kalimat dengan alur yang jelas.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan 1–2 pertanyaan lisan di awal pendahuluan: 'Siapa yang bisa menyebutkan apa arti kata maaf menurut KBBI?' dan 'Apa yang dimaksud dengan ikhlas dalam memaafkan?'
  • Guru mengamati respons murid untuk mengidentifikasi sejauh mana pemahaman awal mereka sebelum tes dimulai, sehingga guru dapat memberikan penguatan singkat jika diperlukan.

Proses:

  • Observasi kemandirian dan kejujuran murid selama mengerjakan soal pilihan ganda dan uraian.
  • Guru mencatat murid yang mengalami hambatan dalam memahami instruksi unjuk kerja dan memberikan klarifikasi tanpa mengungkapkan isi jawaban.
  • Guru memantau kualitas proses penulisan cerita: apakah murid tampak merenungkan pengalaman nyata atau sekadar mengarang secara mekanis.

Akhir:

  • Tes tertulis pilihan ganda (10 soal) dan uraian dikumpulkan dan dinilai menggunakan kunci jawaban dari Buku Guru.
  • Lembar unjuk kerja cerita singkat dinilai menggunakan rubrik 4 aspek: alur cerita, isi cerita, penokohan, dan hikmah dari cerita dengan total skor 90.
  • Hasil refleksi tertulis murid dikumpulkan sebagai bahan umpan balik dan catatan perkembangan sikap/karakter.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pertemuan untuk mengukur kesiapan murid sebelum asesmen dimulai.
  • Observasi guru selama murid mengerjakan soal: memantau kemandirian, fokus, dan sikap jujur murid.
  • Pemantauan proses penulisan cerita singkat: guru mencatat murid yang tampak bingung atau memerlukan klarifikasi instruksi.

Sumatif:

  • Tes tertulis pilihan ganda: 10 soal, setiap soal bernilai 1, total skor 10 (dikonversi ke 100).
  • Tes tertulis uraian: jawaban dinilai berdasarkan kedalaman dan ketepatan konsep, dengan rubrik 4 level.
  • Unjuk kerja cerita singkat: dinilai berdasarkan 4 aspek — alur cerita (30), isi cerita (20), penokohan (20), hikmah dari cerita (20), total skor 90.
  • Refleksi tertulis murid: digunakan sebagai bahan umpan balik guru, tidak dimasukkan dalam nilai akhir namun dicatat sebagai data perkembangan sikap.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Tes Tertulis — Ketepatan Konsep (Pilihan Ganda & Uraian)Murid menjawab kurang dari 4 soal pilihan ganda dengan benar dan tidak mampu menjelaskan konsep maaf, penyesalan, atau ikhlas pada soal uraian.Murid menjawab 4–6 soal pilihan ganda dengan benar dan mampu menjelaskan salah satu konsep (maaf atau penyesalan) pada uraian meskipun belum lengkap.Murid menjawab 7–8 soal pilihan ganda dengan benar dan mampu menjelaskan konsep maaf, penyesalan, dan ikhlas pada uraian dengan cukup tepat.Murid menjawab 9–10 soal pilihan ganda dengan benar dan mampu menjelaskan konsep maaf, penyesalan, ikhlas, serta taqwa pada uraian dengan tepat, lengkap, dan menggunakan contoh yang relevan.
Unjuk Kerja — Alur CeritaCerita tidak memiliki alur yang jelas; tidak dapat dibedakan bagian awal, tengah, dan akhir cerita.Cerita memiliki alur yang dapat dipahami meskipun bagian awal, tengah, atau akhir kurang lengkap.Cerita memiliki alur yang jelas dengan bagian awal (permasalahan), tengah (proses menyatakan penyesalan/memaafkan), dan akhir yang berkesinambungan.Cerita memiliki alur yang sangat jelas, runtut, dan menarik; bagian awal, tengah, dan akhir tersusun dengan baik serta menunjukkan perkembangan tokoh yang logis.
Unjuk Kerja — Isi CeritaIsi cerita tidak berkaitan dengan tema penyesalan dan memaafkan, atau hanya berupa pernyataan umum tanpa detail pengalaman nyata.Isi cerita berkaitan dengan tema memaafkan namun pengalaman yang diceritakan masih sangat umum dan kurang spesifik.Isi cerita menggambarkan pengalaman nyata tentang penyesalan dan memaafkan dengan cukup jelas dan berkaitan dengan nilai ikhlas atau taqwa.Isi cerita menggambarkan pengalaman nyata yang spesifik, detail, dan autentik tentang menyatakan penyesalan dan memaafkan; mencerminkan pemahaman mendalam tentang nilai ikhlas dan taqwa dalam kehidupan sehari-hari.
Unjuk Kerja — PenokohanTokoh dalam cerita tidak digambarkan dengan jelas; tidak terlihat sikap atau karakter tokoh terkait penyesalan dan memaafkan.Tokoh digambarkan secara minimal; terdapat sedikit gambaran sikap tokoh dalam menghadapi permasalahan.Tokoh digambarkan dengan cukup jelas; sikap tokoh dalam menyatakan penyesalan atau memaafkan dapat dipahami pembaca.Tokoh digambarkan dengan sangat jelas dan hidup; sikap ikhlas, taqwa, dan kesediaan memaafkan terlihat nyata dalam tindakan dan ucapan tokoh.
Unjuk Kerja — Hikmah dari CeritaMurid tidak menuliskan hikmah, atau hikmah yang ditulis tidak berkaitan dengan isi cerita.Murid menuliskan hikmah yang berkaitan dengan cerita namun masih sangat umum dan belum dikaitkan dengan nilai islami.Murid menuliskan hikmah yang relevan dengan cerita dan mengaitkannya dengan nilai ikhlas, taqwa, atau pentingnya saling memaafkan dalam Islam.Murid menuliskan hikmah yang mendalam, relevan, dan mengaitkannya secara eksplisit dengan nilai islami (ikhlas, taqwa, taubat) serta memberikan refleksi personal tentang tindak lanjut yang akan dilakukan.
Sikap — Kemandirian dan Kejujuran dalam AsesmenMurid terlihat tidak mengerjakan secara mandiri atau menunjukkan perilaku tidak jujur selama proses asesmen.Murid mengerjakan sendiri namun tampak kurang percaya diri dan beberapa kali mencoba melihat pekerjaan teman.Murid mengerjakan secara mandiri dan jujur dengan sikap yang tenang dan fokus sepanjang kegiatan asesmen.Murid mengerjakan secara mandiri, jujur, dan penuh percaya diri; menunjukkan sikap sungguh-sungguh dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi soal dan unjuk kerja yang saya sampaikan sudah cukup jelas sehingga semua murid dapat memahami dan mengerjakan tugas dengan baik?
  • Murid mana yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut khusus berdasarkan hasil asesmen hari ini?
  • Apakah alokasi waktu yang diberikan sudah proporsional antara tes tertulis dan unjuk kerja cerita singkat?
  • Apakah suasana asesmen berlangsung dengan kondusif dan adil bagi semua murid, termasuk yang mengalami hambatan belajar?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam merancang instrumen asesmen untuk materi serupa di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari soal tes tertulis yang paling sulit bagimu, dan apa yang membuatnya sulit?
  • Pengalaman nyata apa yang kamu ceritakan dalam unjuk kerja tadi, dan apa hikmah terpenting yang kamu rasakan?
  • Setelah menyelesaikan asesmen ini, apakah ada satu nilai dari Bab 3 — tentang ikhlas, penyesalan, atau memaafkan — yang menurutmu paling penting untuk kamu praktikkan dalam hidupmu? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6 SD/MI (Bab 3: Hidup Damai dengan Saling Memaafkan)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6 SD/MI
  3. Lembar soal tes tertulis pilihan ganda (10 soal) dan uraian yang disiapkan guru berdasarkan kunci jawaban Buku Guru
  4. Lembar unjuk kerja cerita singkat (buku tulis murid)
  5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) — sebagai referensi definisi 'maaf' dan 'memaafkan'
  6. Al-Qur'an dan terjemahannya — sebagai referensi dalil terkait memaafkan dan taubat
  7. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menyampaikan instruksi dan kisi-kisi asesmen

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.