MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 3 — Hidup Damai dengan Saling Memaafkan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Hidup Damai dengan Saling Memaafkan |
|---|
| Alokasi Waktu | 9 JP (9 x 35 menit = 315 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 3 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.3.1 Menerapkan akhlak terhadap teman dengan meminta maaf secara tulus
- TP 6.3.2 Menerapkan akhlak terhadap teman dengan memberi maaf dengan lapang dada
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa meminta maaf kepada teman yang kita rugikan membutuhkan sikap kesatria dan ketulusan hati?
- Bagaimana kalimat dan ungkapan penyesalan yang tulus ketika kita berbuat salah kepada teman tanpa menyalahkan orang lain?
- Apa yang kamu rasakan di dalam hati ketika ada teman yang bersalah lalu meminta maaf kepadamu?
- Mengapa Allah Swt. sangat menyukai orang yang mampu memberi maaf kepada temannya dengan lapang dada?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa permintaan maafmu kepada teman benar-benar tulus dan bukan sekadar kata-kata?
- Sikap seperti apa yang menunjukkan bahwa kamu memberi maaf dengan lapang dada tanpa menyimpan rasa dendam?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Akhlak terhadap Teman dengan Meminta Maaf secara Tulus — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.3.1 Menerapkan akhlak terhadap teman dengan meminta maaf secara tulus
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, membaca basmalah, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menerapkan akhlak terhadap teman dengan meminta maaf secara tulus atas kesalahan yang diperbuat (5 menit).
- Asesmen Awal: Guru memberikan diagnostik cepat dengan membacakan 2 skenario singkat untuk dijawab murid secara lisan: Skenario A ('Rudi tidak sengaja menjatuhkan botol minum Dani hingga pecah, lalu berkata: Salahmu menaruhnya di pinggir!') dan Skenario B ('Zaki tidak sengaja menginjak sepatu Fani hingga kotor, lalu berkata: Maafkan aku Fani, aku kurang hati-hati saat berjalan, aku bantu bersihkan ya'). Murid diminta menentukan mana yang menunjukkan meminta maaf secara tulus (acuan: Skenario B adalah meminta maaf secara tulus karena mengakui kesalahan diri sendiri tanpa mencari alasan atau menyalahkan korban, sedangkan Skenario A bukan meminta maaf secara tulus karena menolak mengakui kesalahan dan menyalahkan teman) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks pada buku ajar tentang pengertian meminta maaf (menurut KBBI: ungkapan permintaan ampun atau penyesalan; menurut makna ajaran Islam: bentuk taubat dan keberanian kesatria mengakui kesalahan kepada sesama sebelum datang penyesalan di akhirat) (10 menit).
- Murid mengidentifikasi 3 unsur utama dalam meminta maaf secara tulus kepada teman: (1) mengakui perbuatan salah secara jujur, (2) menyatakan rasa penyesalan yang mendalam tanpa menyalahkan pihak lain, dan (3) beritikad memperbaiki kesalahan atau meminta kerelaan teman (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Aktivitas Menggembirakan 'Estafet Kotak Situasi': Murid bernyanyi bersama sambil mengedarkan kotak kartu situasi. Murid yang memegang kotak saat lagu berhenti mengambil 1 dari 4 kartu situasi nyata antarteman berikut untuk langsung dipraktikkan kalimat permintaan maaf tulusnya di depan kelas bersama pasangannya (15 menit):
- Kartu 1: 'Kamu terlambat mengembalikan buku catatan teman sehingga temanmu kesulitan belajar untuk ulangan' (acuan kalimat tulus: mengakui lupa/terlambat, memohon maaf, dan mengembalikan buku secara langsung).
- Kartu 2: 'Kamu memotong pembicaraan teman secara kasar saat dia sedang bercerita' (acuan kalimat tulus: mengakui tindakan tidak sopan dan meminta maaf karena tergesa-gesa).
- Kartu 3: 'Kamu menghilangkan penggaris yang kamu pinjam dari teman semeja' (acuan kalimat tulus: mengakui kelalaian menghilangkan dan menyatakan maaf serta bersedia menggantinya).
- Kartu 4: 'Kamu tidak sengaja menumpahkan kuah bekal ke kotak makan teman saat berjalan terburu-buru' (acuan kalimat tulus: mengakui kecerobohan dan memohon maaf dengan tulus serta membantu mengelap).
- Praktik Berpasangan (Latihan Mandiri/Kelompok Kecil): Setiap murid berpasangan dengan teman sebangku untuk menerapkan akhlak meminta maaf secara tulus. Masing-masing murid menyusun dan mengucapkan 1 ungkapan permintaan maaf tulus berdasarkan skenario kesalahan yang dibagikan guru pada lembar latihan (20 menit):
- Skenario Latihan A: 'Edo tidak sengaja menyenggol lengan Bagas saat sedang menggambar kaligrafi sehingga garisnya tercoret' (kriteria unjuk kerja: Edo menyebutkan kesalahan menyenggol, menyatakan penyesalan tanpa berdalih, memohon maaf, dan menawarkan bantuan merapikan).
- Skenario Latihan B: 'Salma lupa membawa titipan pensil warna milik Nisa padahal Nisa akan menggunakannya' (kriteria unjuk kerja: Salma mengakui kelalaian dirinya, memohon maaf secara jujur, dan berupaya mencari jalan keluar pinjaman tanpa menyalahkan siapapun).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangan mengevaluasi praktik permintaan maaf yang telah dilakukan: apakah permohonan maaf sudah memuat pengakuan salah secara jujur, rasa penyesalan tulus, dan ketiadaan sikap menyalahkan teman (15 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung dan penegasan bahwa jiwa kesatria seorang muslim diukur dari keberanian meminta maaf seketika ketika menyadari diri bersalah kepada temannya (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran pertemuan hari ini mengenai penerapan akhlak meminta maaf secara tulus kepada teman (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman cepat: murid menuliskan 1 kalimat permohonan maaf yang tulus untuk situasi 'Kamu meminjam rautan pensil teman dan tidak sengaja merusakkannya' (acuan: kalimat wajib memuat pengakuan kesalahan merusakkan rautan karena kurang hati-hati, kata permohonan maaf yang tulus, dan iktikad baik tanpa menyalahkan kondisi barang) (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan frasa baku permintaan maaf (berisi kerangka: 'Maafkan aku [nama teman], aku bersalah karena [tindakan salah], aku berjanji tidak mengulanginya'), sedangkan murid yang cepat diberikan skenario situasi konflik sosial antarteman yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan mempraktikkan permintaan maaf secara terbimbing bersama guru terlebih dahulu sebelum berpasangan, sedangkan murid yang cepat langsung mempraktikkan simulasi penerapan permintaan maaf secara mandiri.
- Produk: Murid menuangkan bukti penerapan meminta maaf secara tulus melalui pengucapan lisan langsung saat simulasi berpasangan atau menuliskannya dalam jurnal permintaan maaf harian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan di kegiatan pendahuluan berupa identifikasi perbedaan 2 skenario (Skenario A dan Skenario B). Murid menentukan skenario mana yang mencerminkan permintaan maaf tulus. Acuan jawaban: Skenario B benar (meminta maaf secara tulus karena Zaki mengakui kesalahan diri sendiri tanpa mencari alasan/menyalahkan korban dan berniat membersihkan sepatu), sedangkan Skenario A salah (Rudi menolak mengakui kesalahan dan justru menyalahkan korban).
Proses:- Formatif praktik simulasi berpasangan: Pengamatan langsung terhadap kemampuan murid mengucapkan kalimat permintaan maaf secara tulus sesuai skenario latihan A dan B. Kriteria: (1) Menyebutkan kesalahan diri secara jujur, (2) Mengungkapkan rasa penyesalan tanpa dalih/menyalahkan teman, (3) Menunjukkan iktikad memperbaiki keadaan/meminta kerelaan teman.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Menuliskan 1 kalimat permintaan maaf tulus untuk situasi rautan pensil teman yang tidak sengaja dirusakkan. Acuan penerimaan: Kalimat harus memenuhi 3 kriteria operasional: (1) eksplisit menyatakan permohonan maaf ('maafkan aku' / 'aku minta maaf'), (2) eksplisit mengakui tindakan kesalahan diri ('aku tidak sengaja merusakkan rautanmu karena kurang hati-hati'), dan (3) bebas dari kalimat menyalahkan benda/orang lain ('bukan salah rautanmu yang rapuh') serta memuat tawaran ganti rugi/perbaikan.
Formatif:- Observasi unjuk kerja praktik lisan penerapan meminta maaf secara tulus saat simulasi berpasangan menggunakan rubrik 4 tingkat
- Cek pemahaman tertulis singkat pada kegiatan penutup (perumusan ungkapan permohonan maaf yang tulus atas kasus rautan rusak)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan akhlak meminta maaf secara tulus kepada teman | Belum mampu menerapkan permintaan maaf secara tulus (hanya mengucapkan kata maaf tanpa menyebutkan kesalahan diri, atau masih menyalahkan teman/keadaan). | Mampu menerapkan permintaan maaf kepada teman dengan menyebutkan kesalahan diri, namun masih ragu-ragu dan memerlukan bimbingan guru untuk tidak mencari alasan/berdalih. | Mampu menerapkan permintaan maaf kepada teman secara tulus secara mandiri dengan memenuhi 3 unsur: mengakui kesalahan secara jujur, menyatakan penyesalan tanpa menyalahkan pihak lain, dan beritikad meminta kerelaan/memperbaiki kesalahan. | Mampu menerapkan permintaan maaf kepada teman secara tulus secara konsisten dan mandiri pada berbagai skenario situasi konflik yang kompleks dengan memenuhi seluruh unsur ketulusan secara sempurna tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah permainan 'Estafet Kotak Situasi' efektif membangun keberanian murid untuk mempraktikkan permintaan maaf secara tulus?
- Bagian mana dari unsur ketulusan meminta maaf yang paling sering diabaikan murid saat praktik simulasi berpasangan?
Murid:- Apa hal tersulit yang kamu rasakan saat harus mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada teman secara langsung?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil meminta maaf secara tulus kepada teman tanpa mencari alasan pembenaran diri?
Pertemuan 2 — Menerapkan Akhlak terhadap Teman dengan Memberi Maaf dengan Lapang Dada — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.3.2 Menerapkan akhlak terhadap teman dengan memberi maaf dengan lapang dada
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru memandu apersepsi dengan mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang meminta maaf secara tulus dengan sikap memberi maaf secara lapang dada (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menyajikan 1 studi kasus lisan: 'Jika temanmu tidak sengaja menumpahkan air ke bukumu lalu meminta maaf, tindakan memaafkan seperti apa yang tepat?' (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, yaitu menerapkan akhlak terhadap teman dengan memberi maaf dengan lapang dada (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang makna memberi maaf dengan lapang dada (al-'afwu) menurut ajaran Islam, yaitu melepaskan rasa dendam, tidak mengungkit kesalahan, dan menerima permintaan maaf teman dengan ikhlas (10 menit).
- Murid mencermati dan menelaah 3 contoh respons memberi maaf yang ditampilkan di papan tulis: (1) 'Iya, aku maafkan dan kita tetap berteman baik', (2) 'Aku maafkan, tapi jangan harap aku mau bicara lagi denganmu', (3) 'Sudah dimaafkan, tidak apa-apa karena tidak sengaja' untuk membedakan respons yang lapang dada dan yang masih menyimpan dendam (acuan: contoh 1 dan 3 adalah lapang dada; contoh 2 bukan lapang dada) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi berpasangan untuk memainkan tantangan menggembirakan 'Estafet Maaf Lapang Dada', di mana satu murid membacakan kartu situasi kesalahan dan pasangannya menerapkan tindakan memberi maaf secara lapang dada (10 menit).
- Secara berpasangan, murid mempraktikkan langsung penerapan memberi maaf dengan lapang dada berdasarkan 3 kartu skenario yang dibagikan guru secara bergantian: Kartu 1: 'Pensilmu patah karena tidak sengaja terduduki teman' (respons acuan: menerima maaf, menyatakan tidak apa-apa tanpa marah/mengungkit); Kartu 2: 'Temanmu terlambat mengembalikan buku catatan tugas sehingga kamu terburu-buru menyalin' (respons acuan: memaafkan dengan ramah dan mengingatkan dengan santun tanpa mendendam); Kartu 3: 'Temanmu tidak sengaja menginjak sepatumu saat berbaris' (respons acuan: tersenyum, menyambut uluran maaf, dan mengatakan tidak sengaja sehingga tidak perlu diperpanjang) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketulusan sikap saat memberi maaf (keikhlasan ekspresi wajah, kesediaan berjabat tangan, dan hilangnya rasa kesal) dipandu rubrik sederhana dari guru (10 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap praktik murid, meluruskan respons yang masih bersyarat atau mengungkit kesalahan, serta menegaskan keutamaan memberi maaf dengan lapang dada dalam pergaulan sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai penerapan akhlak memberi maaf kepada teman dengan lapang dada (5 menit).
- Guru memberikan lembar cek pemahaman akhir berupa 2 butir pernyataan sikap memberi maaf yang langsung dikonfirmasi murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk selalu membiasakan memaafkan teman di kelas, serta menutup sesi pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu skenario dengan tingkat kerumitan situasi beragam: situasi kesalahan fisik sederhana tanpa sengaja untuk murid yang butuh bimbingan, dan situasi konflik kesalahpahaman sosial untuk murid yang lebih cepat.
- Proses: Memberikan scaffolding berupa panduan kalimat memaafkan secara santun bagi murid yang ragu-ragu, serta memberi kesempatan mandiri penuh bagi pasangan murid yang sudah terbiasa bersikap asertif dan ramah.
- Produk: Praktik penerapan memberi maaf dinilai dari ketepatan ungkapan memaafkan tanpa syarat dan penerimaan yang lapang dada sesuai skenario yang dimainkan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: 'Jika temanmu tidak sengaja menumpahkan air ke bukumu lalu meminta maaf, tindakan memaafkan seperti apa yang tepat?' (Acuan jawaban yang diharapkan: Menerima permintaan maafnya dengan ikhlas, tidak membalas marah, membantu merapikan buku, dan tidak mendendam).
Proses:- Observasi unjuk kerja penerapan memberi maaf dengan lapang dada pada 3 kartu skenario:
- 1. Skenario pensil patah (Acuan: Murid menyatakan memaafkan secara ikhlas tanpa menggerutu atau membalas merusak pensil teman).
- 2. Skenario buku catatan terlambat dikembalikan (Acuan: Murid menerima alasan teman, menyatakan maaf diterima dengan lapang dada tanpa mengungkit di kemudian hari).
- 3. Skenario sepatu terinjak (Acuan: Murid memaafkan langsung dengan senyum dan menjabat tangan teman tanpa menunjukkan raut muka masam).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir pernyataan sikap memberi maaf: (1) Menyatakan setuju/tidak setuju dan alasannya atas tindakan 'Memaafkan teman tetapi tidak mau menyapanya lagi selama seminggu' (Acuan: Tidak setuju, karena memberi maaf dengan lapang dada berarti menghilangkan dendam dan tetap menjaga silaturahmi); (2) Menentukan respons yang benar ketika teman meminta maaf atas ejekan yang tak sengaja (Acuan: Menerima maafnya dengan tulus dan meminta saling menjaga ucapan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja praktik berpasangan menerapkan sikap memberi maaf dengan lapang dada berdasarkan 3 kartu skenario
- Pertanyaan lisan diagnostik pada awal pembelajaran
- Cek pemahaman pada penutup pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan akhlak memberi maaf kepada teman dengan lapang dada | Belum mampu menerapkan sikap memberi maaf dengan lapang dada; masih menolak permintaan maaf atau menunjukkan penolakan dan rasa dendam pada ketiga skenario. | Mampu menerapkan akhlak memberi maaf dengan lapang dada pada 1 dari 3 skenario secara tepat sesuai acuan, namun pada skenario lain masih disertai syarat atau raut muka enggan. | Mampu menerapkan akhlak memberi maaf dengan lapang dada pada 2 dari 3 skenario secara tepat dan tulus sesuai acuan tanpa menyimpan dendam. | Mampu menerapkan akhlak memberi maaf dengan lapang dada pada seluruh 3 skenario secara konsisten, spontan, dan tulus sesuai acuan tanpa syarat serta tidak mengungkit kesalahan teman. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah aktif terlibat dan mampu mempraktikkan ungkapan memberi maaf dengan tulus dan lapang dada?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif dalam menumbuhkan kesadaran murid untuk tidak mendendam kepada teman?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah belajar cara memaafkan kesalahan teman dengan lapang dada?
- Kesulitan apa yang masih kamu rasakan ketika harus memaafkan teman yang berbuat salah kepadamu?
Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.3.1 Menerapkan akhlak terhadap teman dengan meminta maaf secara tulus
- TP 6.3.2 Menerapkan akhlak terhadap teman dengan memberi maaf dengan lapang dada
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan pembiasaan membaca basmalah, lalu mengecek kesiapan murid dalam mengikuti asesmen sumatif bab (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif unjuk kerja bermain peran berpasangan untuk mengukur penerapan akhlak meminta maaf secara tulus dan memberi maaf dengan lapang dada (3 menit).
- Guru membagikan Lembar Penilaian Antarteman kepada seluruh murid dan menjelaskan 4 indikator yang diamati: (1) Mengakui kesalahan spesifik tanpa mencari alasan membela diri; (2) Mengucapkan ungkapan maaf dengan tulus dan santun; (3) Menyatakan pemberian maaf secara ikhlas/lapang dada tanpa mengungkit kesalahan; (4) Menunjukkan gestur damai (bersalaman/berangkulan) tanpa dendam (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memanggil 14 pasang murid (total 28 murid) dan membagikan salah satu dari 2 Kartu Skenario Konflik kepada setiap pasangan: Skenario A (Murid 1 tidak sengaja menumpahkan air minum ke buku catatan Murid 2 hingga basah; Murid 1 meminta maaf tulus dan bersedia mengeringkan/mengganti, Murid 2 memaafkan lapang dada tanpa marah); Skenario B (Murid 1 meminjam penggaris Murid 2 dan mematahkannya karena tidak sengaja; Murid 1 mengakui kesalahan secara jujur dan meminta maaf tulus, Murid 2 menerima maaf dengan lapang dada serta bersalaman damai) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Sebanyak 14 pasang murid secara bergiliran tampil di depan kelas memperagakan bermain peran sesuai kartu skenario (masing-masing 5 menit per pasang; total 14 pasang x 5 menit = 70 menit), di mana satu murid mempraktikkan pengakuan kesalahan serta permohonan maaf secara tulus dan santun, sedangkan pasangannya mempraktikkan penerimaan dan pemberian maaf dengan lapang dada tanpa dendam (70 menit).
- Saat satu pasangan tampil di depan kelas, seluruh murid lainnya yang sedang duduk serentak mengamati dan mengisi Lembar Penilaian Antarteman berdasarkan 4 indikator sikap saling memaafkan yang telah ditentukan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid mengumpulkan seluruh lembar penilaian antarteman dan mengajak murid mengevaluasi pengalaman batin saat memperagakan serta menyaksikan praktik meminta maaf secara tulus dan memberi maaf dengan lapang dada (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan umum terhadap jalannya unjuk kerja seluruh pasangan mengenai keutamaan bersikap kesatria meminta maaf dan berjiwa mulia memberi maaf dalam menjaga ukhuwah (3 menit).
- Guru dan murid menutup rangkaian asesmen sumatif Bab 3 dengan membaca hamdalah dan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kartu skenario disajikan dengan narasi teks sederhana dan kalimat panduan konflik yang jelas agar mudah dipahami semua murid tanpa mengubah tuntutan kompetensi.
- Proses: Akomodasi akses berupa pendampingan pembacaan skenario oleh guru bagi murid yang memiliki hambatan kelancaran membaca sebelum giliran tampil dimulai, tanpa mengubah kriteria penilaian.
- Produk: Standar bukti unjuk kerja dan lembar penilaian antarteman sama untuk seluruh murid sesuai acuan rubrik sumatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan awal melalui konfirmasi pemahaman petunjuk teknis bermain peran dan 4 indikator pada lembar cek penilaian antarteman sebelum penampilan dimulai.
Proses:- Observasi langsung oleh guru menggunakan lembar rubrik unjuk kerja bermain peran selama 14 pasangan memperagakan skenario saling memaafkan di depan kelas.
Sumatif Bab:- unjuk kerja bermain peran berpasangan: Praktik bermain peran dalam situasi konflik antarteman yang memperagakan pengakuan kesalahan serta ungkapan meminta maaf secara tulus dan santun, disambut dengan penerimaan permohonan maaf dan pemberian maaf dengan lapang dada tanpa rasa dendam.
- unjuk kerja bermain peran berpasangan: Penampilan bermain peran berpasangan (14 pasang untuk 28 murid) berdurasi masing-masing 5 menit per pasang (total 70 menit: 14 pasang x 5 menit, muat satu kelas), di mana satu murid mempraktikkan meminta maaf secara tulus atas kesalahan dan pasangannya mempraktikkan memberi maaf dengan lapang dada berdasarkan kartu skenario yang disiapkan guru. (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja bermain peran (aspek ketulusan dan kesantunan meminta maaf, serta keikhlasan dan kelapangdadaan memberi maaf))
- penilaian antarteman terstruktur: Lembar penilaian antarteman yang diisi serentak oleh seluruh murid untuk mengamati dan menilai sikap meminta maaf secara santun dan memberi maaf secara lapang dada pada penampilan pasangan teman lain. (35 menit; kelompok; instrumen: lembar cek penilaian antarteman dengan indikator sikap memaafkan)
Sumatif:- unjuk kerja bermain peran berpasangan: Praktik bermain peran dalam situasi konflik antarteman yang memperagakan pengakuan kesalahan serta ungkapan meminta maaf secara tulus dan santun, disambut dengan penerimaan permohonan maaf dan pemberian maaf dengan lapang dada tanpa rasa dendam.
- unjuk kerja bermain peran berpasangan: Penampilan bermain peran berpasangan (14 pasang untuk 28 murid) berdurasi masing-masing 5 menit per pasang (total 70 menit: 14 pasang x 5 menit, muat satu kelas), di mana satu murid mempraktikkan meminta maaf secara tulus atas kesalahan dan pasangannya mempraktikkan memberi maaf dengan lapang dada berdasarkan kartu skenario yang disiapkan guru. (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja bermain peran (aspek ketulusan dan kesantunan meminta maaf, serta keikhlasan dan kelapangdadaan memberi maaf))
- penilaian antarteman terstruktur: Lembar penilaian antarteman yang diisi serentak oleh seluruh murid untuk mengamati dan menilai sikap meminta maaf secara santun dan memberi maaf secara lapang dada pada penampilan pasangan teman lain. (35 menit; kelompok; instrumen: lembar cek penilaian antarteman dengan indikator sikap memaafkan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan Akhlak terhadap Teman dengan Meminta Maaf secara Tulus (TP 6.3.1) | Belum menunjukkan pengakuan kesalahan dan belum mengucapkan permohonan maaf, atau menolak mengakui kesalahan pada skenario yang dimainkan. | Mengucapkan kata maaf namun masih disertai alasan membela diri, menyalahkan teman, atau tanpa menunjukkan kesungguhan sikap mengakui kesalahan. | Menerapkan permohonan maaf dengan mengakui kesalahan spesifik sesuai skenario secara santun dan tulus tanpa menyalahkan teman. | Menerapkan permohonan maaf secara mandiri dan penuh kesadaran tulus, mengakui kesalahan dengan santun, serta menyatakan komitmen pertanggungjawaban (mis. memperbaiki/mengganti) secara tuntas. | | Menerapkan Akhlak terhadap Teman dengan Memberi Maaf dengan Lapang Dada (TP 6.3.2) | Menolak memberi maaf, memperlihatkan raut marah berkepanjangan, atau menolak berdamai dalam bermain peran. | Menyatakan memaafkan tetapi masih menggerutu, mengungkit-ungkit kesalahan, atau memperlihatkan rasa kesal/dendam. | Menerapkan pemberian maaf secara ikhlas dan lapang dada, menerima permohonan maaf teman tanpa mengungkit kesalahan, serta bersedia bersalaman damai. | Menerapkan pemberian maaf dengan kelapangdadaan penuh, menyambut permohonan maaf secara hangat, berinisiatif mengajak rukun (bersalaman/berangkulan), serta menghapus seluruh rasa dendam seketika. | | Ketepatan Penilaian Antarteman (Instrumen Lembar Cek) | Hanya mengisi 1 dari 4 indikator sikap memaafkan pada lembar cek pengamatan antarteman. (Daftar 4 acuan indikator: 1. Mengakui kesalahan spesifik; 2. Meminta maaf secara tulus santun; 3. Memaafkan dengan lapang dada tanpa mengungkit; 4. Menunjukkan gestur damai tanpa dendam). | Mengisi 2 dari 4 indikator sikap memaafkan secara tepat sesuai pengamatan penampilan pasangan teman. | Mengisi 3 dari 4 indikator sikap memaafkan secara tepat sesuai pengamatan penampilan pasangan teman. | Mengisi seluruh 4 indikator sikap memaafkan secara lengkap dan objektif sesuai penampilan pasangan teman yang diamati. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 5 menit per pasang (total 70 menit untuk 14 pasang) berjalan efektif dan tertib?
- Bagaimana tingkat penghayatan murid dalam mempraktikkan ketulusan meminta maaf dan kelapangdadaan memberi maaf dalam situasi konflik tiruan?
- Apakah murid mampu mengamati dan menilai sikap temannya secara objektif melalui lembar penilaian antarteman?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat harus mengakui kesalahan dan meminta maaf secara tulus di depan teman?
- Apa hal tersulit yang kamu rasakan saat harus memaafkan kesalahan orang lain dengan lapang dada?
- Hikmah apa yang kamu dapatkan setelah mempraktikkan hidup damai dengan saling memaafkan hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa PAI dan Budi Pekerti SD Kelas VI Kemendikbudristek 2022 (Bab 3)
- Buku Panduan Guru PAI dan Budi Pekerti SD Kelas VI Kemendikbudristek 2022
- Kotak dan Kartu Skenario Permainan Estafet Situasi Minta Maaf
- Lembar Kerja Praktik Berpasangan (Skenario A dan B)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Kartu skenario situasi kesalahan antarteman
- Kartu Skenario Konflik Bermain Peran (Skenario A dan B)
- Lembar Cek Penilaian Antarteman
|