Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Makna Asmaulhusna: Al-Gaffār dan Al-Afuw

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Makna Asmaulhusna: Al-Gaffār dan Al-Afuw". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Makna Asmaulhusna: Al-Gaffār dan Al-Afuw

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Makna Asmaulhusna: Al-Gaffār dan Al-Afuw

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMakna Asmaulhusna: Al-Gaffār dan Al-Afuw
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan arti Al-Gaffār (Maha Pengampun) dan Al-Afuw (Maha Pemaaf) sebagai bagian dari Asmaulhusna dengan benar.
  2. Murid dapat menjelaskan perbedaan makna Al-Gaffār dan Al-Afuw serta memberikan contoh penerapan keyakinan terhadap kedua sifat Allah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melakukan kesalahan lalu meminta maaf? Bagaimana perasaan kalian ketika dimaafkan?
  2. Menurut kalian, apakah 'mengampuni' dan 'memaafkan' itu sama artinya? Apa bedanya?
  3. Mengapa Allah Swt. memiliki banyak nama yang berkaitan dengan pengampunan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan diagnostik, 'Siapa yang tahu apa itu Asmaulhusna? Sebutkan Asmaulhusna yang sudah kalian pelajari sebelumnya!'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar seseorang yang sedang beristighfar (memohon ampun) dan meminta murid mengamati serta menceritakan pengalaman serupa.
  • Guru menjelaskan arti Al-Gaffār: berasal dari kata 'gafara' yang berarti menutup. Allah menutup aib dan dosa hamba-Nya dengan keindahan.
  • Guru menjelaskan arti Al-Afuw: berasal dari kata 'afwu' yang berarti menghapus. Allah menghapus dosa hamba-Nya sehingga tidak berbekas.
  • Guru membimbing murid membandingkan kedua asma: Al-Gaffār = menutup dosa (dosa masih ada tapi ditutupi), Al-Afuw = menghapus dosa (dosa dihilangkan sama sekali).
  • Murid mencatat poin-poin penting perbedaan Al-Gaffār dan Al-Afuw di buku tulis masing-masing.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 orang).
  • Setiap kelompok mendiskusikan: (a) Contoh situasi sehari-hari yang menunjukkan penerapan keyakinan terhadap sifat Al-Gaffār, (b) Contoh situasi sehari-hari yang menunjukkan penerapan keyakinan terhadap sifat Al-Afuw.
  • Setiap kelompok menuliskan minimal 2 contoh penerapan untuk masing-masing asma di kertas yang disediakan.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
  • Guru memberikan tanggapan, klarifikasi, dan penguatan terhadap presentasi setiap kelompok.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merenung secara hening selama 1 menit: 'Apa kesalahan yang pernah kalian lakukan dan sudah kalian mohonkan ampun kepada Allah?'
  • Murid menuliskan satu komitmen pribadi tentang bagaimana mereka akan meneladani sifat pemaaf Allah dalam kehidupan sehari-hari (misalnya: memaafkan teman yang berbuat salah).
  • Beberapa murid secara sukarela berbagi refleksinya di depan kelas.
  • Guru memberikan penguatan bahwa memohon ampun kepada Allah dan memaafkan sesama adalah akhlak mulia yang dicintai Allah Swt.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pelajaran: Al-Gaffār berarti Maha Pengampun (menutup dosa), Al-Afuw berarti Maha Pemaaf (menghapus dosa).
  • Guru melakukan asesmen akhir berupa 3 pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman murid.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pelajaran dengan membaca doa kafaratul majlis dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bantuan lebih diberikan kartu bergambar berisi ringkasan makna Al-Gaffār dan Al-Afuw dengan ilustrasi sederhana. Murid cepat diberikan teks tambahan tentang dalil Al-Quran terkait kedua asma tersebut.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih didampingi guru atau teman sebaya saat diskusi kelompok. Murid cepat diminta menjadi tutor sebaya dan membantu menjelaskan kepada teman.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bantuan lebih cukup menyebutkan 1 contoh penerapan secara lisan. Murid cepat diminta menuliskan 3 contoh penerapan beserta alasannya secara tertulis.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan: 'Apa itu Asmaulhusna? Sebutkan contoh Asmaulhusna yang kalian ketahui!'
  • Guru meminta murid mengangkat tangan jika pernah mendengar kata Al-Gaffār atau Al-Afuw sebelumnya, untuk memetakan pengetahuan awal.

Proses:

  • Guru mengamati partisipasi dan keaktifan murid dalam diskusi kelompok.
  • Guru memberikan pertanyaan pancingan kepada kelompok: 'Apa bedanya menutup dosa dan menghapus dosa?'
  • Guru memeriksa catatan murid tentang perbedaan Al-Gaffār dan Al-Afuw.
  • Guru menilai kualitas contoh penerapan yang dipresentasikan setiap kelompok.

Akhir:

  • Pertanyaan lisan 1: 'Jelaskan arti Al-Gaffār dan dari kata apa asalnya!'
  • Pertanyaan lisan 2: 'Jelaskan arti Al-Afuw dan apa bedanya dengan Al-Gaffār!'
  • Pertanyaan lisan 3: 'Sebutkan satu contoh penerapan keyakinan terhadap sifat Al-Gaffār atau Al-Afuw dalam kehidupan sehari-hari!'

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid selama diskusi kelompok.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman arti Al-Gaffār dan Al-Afuw.
  • Penilaian hasil kerja kelompok (contoh penerapan yang ditulis di kertas).

Sumatif:

  • Tes lisan di akhir pembelajaran: murid menjawab 3 pertanyaan tentang makna dan perbedaan Al-Gaffār dan Al-Afuw serta contoh penerapannya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman makna Al-Gaffār dan Al-AfuwMurid belum mampu menyebutkan arti Al-Gaffār maupun Al-Afuw.Murid mampu menyebutkan arti salah satu asma (Al-Gaffār atau Al-Afuw) tetapi belum tepat sepenuhnya.Murid mampu menjelaskan arti Al-Gaffār dan Al-Afuw dengan benar.Murid mampu menjelaskan arti Al-Gaffār dan Al-Afuw dengan benar beserta asal kata dan maknanya secara mendalam.
Kemampuan membedakan Al-Gaffār dan Al-AfuwMurid belum mampu menyebutkan perbedaan Al-Gaffār dan Al-Afuw.Murid menyebutkan perbedaan tetapi masih tertukar atau kurang tepat.Murid mampu menjelaskan perbedaan Al-Gaffār (menutup dosa) dan Al-Afuw (menghapus dosa) dengan benar.Murid mampu menjelaskan perbedaan kedua asma dengan benar dan memberikan analogi atau perbandingan yang tepat untuk memperjelas.
Contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hariMurid belum mampu memberikan contoh penerapan keyakinan terhadap Al-Gaffār atau Al-Afuw.Murid memberikan contoh tetapi belum relevan atau kurang jelas kaitannya dengan asma yang dimaksud.Murid memberikan contoh penerapan yang relevan dan jelas untuk salah satu atau kedua asma.Murid memberikan contoh penerapan yang relevan, jelas, dan beragam untuk kedua asma serta mampu menjelaskan alasannya dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu memahami perbedaan makna Al-Gaffār dan Al-Afuw?
  • Strategi apa yang paling efektif untuk membantu murid memahami konsep abstrak tentang sifat Allah?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk setiap tahap kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Bagaimana tingkat partisipasi murid dalam diskusi kelompok? Adakah murid yang perlu perhatian khusus?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang nama-nama Allah?
  • Apakah aku sudah memahami perbedaan Al-Gaffār dan Al-Afuw? Bagian mana yang masih membingungkan?
  • Apa yang akan aku lakukan setelah mengetahui bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Pemaaf?
  • Bagaimana aku bisa menerapkan sifat pemaaf dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022 (Bab 2: Allah Swt. Maha Segalanya).
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022.
  3. Kartu bergambar Asmaulhusna Al-Gaffār dan Al-Afuw (disiapkan guru).
  4. Kertas plano/HVS dan spidol warna untuk kerja kelompok.
  5. Papan tulis dan spidol untuk mencatat poin-poin penting.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.