Modul AjarPertemuan 3Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Pesan Pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dan Menghafal Q.S. Aḍ-Ḍuḥā

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Pesan Pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dan Menghafal Q.S. Aḍ-Ḍuḥā". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Pesan Pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dan Menghafal Q.S. Aḍ-Ḍuḥā

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 1 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Pesan Pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dan Menghafal Q.S. Aḍ-Ḍuḥā

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPesan Pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dan Menghafal Q.S. Aḍ-Ḍuḥā
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pesan-pesan pokok yang terkandung dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan baik dan benar.
  2. Murid dapat menunjukkan hafalan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā secara benar dan lancar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa sedih atau putus asa ketika menghadapi kesulitan? Apa yang biasanya kalian lakukan untuk bangkit?
  2. Jika Allah berjanji tidak akan meninggalkan kita, apa artinya janji itu dalam kehidupan kita sehari-hari?
  3. Mengapa menghafal Al-Qur'an itu penting, dan apa manfaat yang kalian rasakan ketika berhasil menghafal sebuah surah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan singkat — (1) 'Siapa yang sudah pernah membaca atau mendengar Q.S. Aḍ-Ḍuḥā?' (2) 'Coba sebutkan satu saja pesan yang kamu ingat dari surah ini.' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian merasa sedih atau putus asa? Bagaimana Allah menguatkan kita melalui firman-Nya di Q.S. Aḍ-Ḍuḥā?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menjelaskan pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dan menunjukkan hafalan surah tersebut dengan benar dan lancar.
  • Guru memberikan motivasi singkat: menghafal Al-Qur'an adalah amalan mulia yang membawa cahaya bagi kehidupan kita.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan teks Q.S. Aḍ-Ḍuḥā (ayat 1–11) di papan tulis atau proyektor beserta terjemahannya.
  • Guru membacakan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan tartil ayat per ayat, murid menyimak dengan penuh perhatian sambil mengikuti teks di buku siswa. (Berkesadaran)
  • Guru menjelaskan secara singkat identitas surah: arti nama 'Aḍ-Ḍuḥā' (waktu dhuha), jumlah ayat (11 ayat), termasuk kelompok surah Makkiyah, dan diturunkan di Makkah.
  • Guru menjelaskan pesan-pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā secara terstruktur: (1) Allah tidak meninggalkan dan tidak membenci Nabi Muhammad saw. (ayat 1–3); (2) Kehidupan akhirat lebih baik daripada kehidupan dunia (ayat 4); (3) Allah akan memberi karunia kepada Nabi hingga beliau rida (ayat 5); (4) Allah telah melindungi, membimbing, dan mencukupi kebutuhan Nabi (ayat 6–8); (5) Perintah untuk tidak menghina anak yatim, tidak menghardik peminta-minta, dan menyebarkan nikmat Allah (ayat 9–11). (Bermakna)
  • Guru mengajukan pertanyaan terbuka kepada murid: 'Pesan mana yang paling berkesan bagi kalian? Mengapa?' Beberapa murid diberi kesempatan menjawab secara lisan.
  • Murid mencatat poin-poin pesan pokok di buku tulis masing-masing dengan kata-kata sendiri sebagai bentuk konstruksi pemahaman. (Berkesadaran)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu latihan hafalan dengan metode drill bertahap: murid bersama-sama mengulang setiap ayat minimal 3 kali sebelum berpindah ke ayat berikutnya. (Menggembirakan)
  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok berlatih hafalan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā secara bergantian: satu murid memimpin, yang lain menyimak dan membantu jika ada yang keliru. (Kolaborasi, Bermakna)
  • Setelah latihan kelompok, guru mengadakan 'Tantangan Hafalan Estafet': setiap murid dalam kelompok menyambung hafalan ayat berikutnya. Kelompok yang berhasil menyelesaikan seluruh surah tanpa putus mendapat apresiasi. (Menggembirakan)
  • Guru meminta murid secara individu menghubungkan satu pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan pengalaman nyata dalam kehidupannya, lalu menyampaikannya kepada teman kelompok secara lisan. Contoh: 'Ayat tentang anak yatim mengingatkan saya untuk lebih peduli kepada teman yang membutuhkan bantuan.' (Bermakna)
  • Murid mengisi tabel self-check hafalan (jadwal hafalan per ayat) di buku siswa: memberi tanda pada kolom 'Sudah Hafal' atau 'Belum Hafal' untuk masing-masing ayat setelah sesi latihan. (Kemandirian)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid duduk tenang sejenak (30 detik) sambil merenungkan pesan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā yang paling menyentuh hati mereka. (Berkesadaran)
  • Murid menuliskan di selembar kertas kecil: (1) satu pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā yang ingin mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan (2) satu strategi pribadi untuk melanjutkan hafalan di rumah. (Bermakna, Kemandirian)
  • Beberapa murid diminta berbagi hasil refleksinya di depan kelas secara sukarela. Guru memberikan apresiasi atas keberanian berbagi. (Komunikasi)
  • Guru merangkum dan menegaskan kembali pesan-pesan utama Q.S. Aḍ-Ḍuḥā serta pentingnya menjaga hafalan Al-Qur'an sebagai bagian dari akhlak terhadap Allah Swt.

Penutup:

  • Asesmen Akhir: Guru memanggil 4–5 murid secara acak untuk menghafal Q.S. Aḍ-Ḍuḥā di depan kelas dan menyebutkan minimal 2 pesan pokoknya. Guru mencatat hasil pada lembar observasi.
  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dan pentingnya menghafal surah tersebut.
  • Guru memberikan tugas mandiri: murid diminta melanjutkan latihan hafalan di rumah menggunakan tabel self-check di buku siswa dan mendapatkan tanda tangan orang tua sebagai penanda sudah menyetorkan hafalan.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan membaca doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan memahami pesan pokok diberikan kartu ringkasan (short card) berisi poin-poin pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dalam bahasa sederhana disertai ilustrasi makna ayat. Murid yang sudah lancar dapat membaca sumber tambahan tentang kisah turunnya Q.S. Aḍ-Ḍuḥā untuk memperdalam pemahaman kontekstual.
  • Proses: Murid yang lambat diberikan pendampingan intensif saat sesi hafalan kelompok dan boleh menggunakan mushaf sebagai pegangan sementara sebelum hafal sepenuhnya. Murid yang cepat ditugasi menjadi tutor sebaya, membantu teman yang belum lancar dalam kelompok kecil dan memberikan umpan balik konstruktif.
  • Produk: Murid yang sudah sangat lancar dapat mendemonstrasikan hafalan lengkap (ayat 1–11) di depan kelas beserta penjelasan singkat pesan pokok tiap ayat. Murid yang masih berkembang cukup mendemonstrasikan hafalan minimal 5 ayat dan menyebutkan 2 pesan pokok surah.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Siapa yang sudah pernah membaca atau mendengar Q.S. Aḍ-Ḍuḥā?' untuk memetakan paparan awal murid terhadap surah.
  • Pertanyaan lisan: 'Coba sebutkan satu pesan yang kamu ingat dari Q.S. Aḍ-Ḍuḥā.' untuk mengukur pengetahuan awal tentang kandungan surah.
  • Guru mencatat hasil secara cepat (tunjuk tangan / respons lisan) sebagai dasar penyesuaian strategi pembelajaran dalam pertemuan ini.

Proses:

  • Observasi aktif guru saat murid menjawab pertanyaan tentang pesan pokok: mencatat kedalaman dan ketepatan jawaban.
  • Penilaian sejawat dalam kelompok saat hafalan estafet: teman menyimak dan memberi tanda jika ada kekeliruan bacaan.
  • Self-check hafalan per ayat menggunakan tabel di buku siswa: murid menilai diri sendiri secara jujur.
  • Guru memberikan umpan balik langsung (corrective feedback) saat murid membacakan atau menghafal ayat yang kurang tepat.

Akhir:

  • Demonstrasi hafalan individu di depan guru: murid membacakan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dari ayat 1 hingga 11 tanpa melihat teks. Dinilai berdasarkan kelancaran, kelengkapan ayat, dan kebenaran bacaan.
  • Tes lisan: murid menyebutkan minimal 2 pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan bahasa sendiri. Dinilai berdasarkan ketepatan dan kejelasan penjelasan.
  • Tugas lanjutan rumah: tabel self-check hafalan ditandatangani orang tua sebagai bukti setoran hafalan mandiri di rumah.

Formatif:

  • Observasi lisan: guru mengamati keaktifan murid saat sesi tanya jawab pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā.
  • Penilaian sejawat: anggota kelompok saling menyimak dan memberikan umpan balik selama latihan hafalan estafet.
  • Self-assessment: murid mengisi tabel self-check hafalan per ayat (Sudah Hafal / Belum Hafal) secara mandiri.
  • Pengamatan guru terhadap kemampuan murid menghubungkan pesan pokok dengan kehidupan nyata saat diskusi kelompok.

Sumatif:

  • Demonstrasi hafalan individu: murid menyetorkan hafalan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā (minimal 5 ayat hingga seluruh ayat) kepada guru di akhir pertemuan.
  • Tes lisan singkat: murid menyebutkan minimal 2 pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan kata-kata sendiri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Pesan Pokok Q.S. Aḍ-ḌuḥāMurid belum dapat menyebutkan pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā meskipun dengan bantuan penuh dari guru.Murid dapat menyebutkan 1 pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan bantuan pertanyaan pengarah dari guru.Murid dapat menjelaskan 2–3 pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan kata-kata sendiri secara mandiri.Murid dapat menjelaskan seluruh pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā (minimal 5 pesan) dengan tepat, runtut, dan mampu mengaitkannya dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Hafalan Q.S. Aḍ-ḌuḥāMurid belum mampu menghafal ayat Q.S. Aḍ-Ḍuḥā secara mandiri; masih sangat bergantung pada teks atau bantuan orang lain.Murid mampu menghafal 1–4 ayat Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan beberapa kesalahan dan masih membutuhkan bantuan.Murid mampu menghafal 5–10 ayat Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan cukup lancar dan hanya sedikit kesalahan.Murid mampu menghafal seluruh Q.S. Aḍ-Ḍuḥā (11 ayat) dengan benar, lancar, dan fasih tanpa bantuan.
Keaktifan dan Kolaborasi dalam Kegiatan KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam kegiatan kelompok dan tidak memberikan kontribusi selama latihan hafalan bersama.Murid terlibat sesekali dalam kegiatan kelompok tetapi kontribusinya masih sangat terbatas.Murid terlibat aktif dalam kelompok, mau menyimak hafalan teman, dan memberikan umpan balik sederhana.Murid berperan sangat aktif dalam kelompok: memimpin latihan hafalan, memberikan umpan balik yang membangun kepada teman, dan membantu teman yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil memahami pesan-pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā? Murid mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah metode drill dan hafalan estafet efektif membantu murid mencapai kelancaran hafalan dalam waktu yang tersedia?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan (tutor sebaya untuk murid cepat, pendampingan intensif untuk murid lambat) sudah berjalan dengan baik?
  • Apa yang perlu diperbaiki dari segi pengelolaan waktu agar semua tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) dapat terlaksana secara optimal?

Refleksi Murid:

  • Pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā mana yang paling berkesan bagimu? Mengapa?
  • Seberapa lancar hafalanmu sekarang? Ayat mana yang masih perlu kamu latih lebih banyak?
  • Apa strategi yang akan kamu gunakan untuk melanjutkan dan menjaga hafalan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā di rumah?
  • Bagaimana pesan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dapat membantumu dalam menghadapi kesulitan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VI SD/MI (Kemendikbudristek)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VI SD/MI (Kemendikbudristek)
  3. Teks Q.S. Aḍ-Ḍuḥā beserta terjemahan (ditampilkan di papan tulis atau proyektor)
  4. Kartu ringkasan (short card) pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dalam bahasa sederhana (dibuat guru sebagai media diferensiasi)
  5. Tabel self-check hafalan per ayat (tersedia di buku siswa halaman 18)
  6. Proyektor atau papan tulis untuk menampilkan teks ayat dan terjemahan
  7. Lembar observasi guru untuk mencatat hasil asesmen proses dan asesmen akhir

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.