Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan Tartil sesuai Hukum Bacaan Tafkhīm dan Tarqīq

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan Tartil sesuai Hukum Bacaan Tafkhīm dan Tarqīq". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan Tartil sesuai Hukum Bacaan Tafkhīm dan Tarqīq

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan Tartil sesuai Hukum Bacaan Tafkhīm dan Tarqīq

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMembaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan Tartil sesuai Hukum Bacaan Tafkhīm dan Tarqīq
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan tartil sesuai makharijul huruf yang benar.
  2. Murid dapat menjelaskan hukum bacaan tafkhīm dan tarqīq yang terdapat dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā? Apa yang kalian rasakan saat membacanya?
  2. Mengapa cara kita mengucapkan huruf dalam Al-Qur'an harus tepat? Apa yang bisa berubah jika pengucapannya salah?
  3. Tahukah kalian, ada huruf-huruf tertentu yang harus dibaca tebal dan ada yang harus dibaca tipis dalam Al-Qur'an? Kira-kira, huruf apa sajakah itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru meminta murid menyiapkan Al-Qur'an atau buku siswa dan mengajak murid untuk duduk rapi serta fokus (menarik napas sejenak sebagai pengkondisian diri).
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan tulisan Arab Q.S. Aḍ-Ḍuḥā ayat 1-3 di papan tulis atau layar, kemudian meminta 2-3 murid membacanya secara spontan untuk memetakan kemampuan awal murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik kepada murid untuk memancing rasa ingin tahu, misalnya: 'Mengapa cara kita membaca huruf Arab harus tepat? Apa yang berubah jika salah mengucapkan?' Berikan waktu 2 menit untuk murid merespons.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan ramah: 'Hari ini kita akan belajar membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan tartil dan mengenal dua hukum bacaan penting: tafkhīm dan tarqīq.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā secara keseluruhan dengan tartil dan makharijul huruf yang benar sebagai contoh model. Murid menyimak dengan seksama sambil membuka buku siswa halaman 4.
  • Guru menjelaskan secara ringkas pengertian tafkhīm (membaca tebal) dan tarqīq (membaca tipis), dengan menggunakan infografis atau tulisan di papan yang sudah disiapkan.
  • Guru menunjukkan contoh nyata dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā: (a) tafkhīm — huruf 'ر' bertanda ḍammah/fatḥah seperti pada kata 'رَبُّكَ'; (b) tarqīq — huruf 'ر' bertanda kasrah seperti pada kata 'سَنُقْرِئُكَ' (sebagai referensi umum) dan contoh dalam surah.
  • Guru meminta murid membuka buku siswa halaman 9-10, membaca informasi tentang tafkhīm dan tarqīq secara mandiri selama 3 menit, lalu menandai contoh-contoh yang mereka temukan di teks Q.S. Aḍ-Ḍuḥā.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok mendapat kartu ayat (short card) berisi 2-3 ayat dari Q.S. Aḍ-Ḍuḥā.
  • Setiap kelompok bertugas: (1) membaca ayat pada kartunya bersama-sama dengan tartil, (2) menandai huruf mana yang dibaca tafkhīm dan mana yang dibaca tarqīq, serta (3) mendiskusikan alasannya.
  • Guru berkeliling memantau setiap kelompok, memberikan bimbingan dan koreksi makharijul huruf secara langsung. Catat murid yang perlu perhatian khusus.
  • Perwakilan 2-3 kelompok membacakan ayat hasil diskusinya di depan kelas. Kelompok lain menyimak dan memberikan tanggapan jika ada perbedaan bacaan.
  • Guru memberikan penguatan dan klarifikasi atas bacaan yang dipresentasikan, meluruskan kesalahan makharijul huruf atau penerapan tafkhīm/tarqīq yang keliru.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid kembali ke tempat duduknya masing-masing dan membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā secara pelan dalam hati (tartil individual) selama 2 menit, sambil menyadari huruf-huruf yang harus dibaca tebal dan tipis.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Huruf apa yang paling menantang kalian baca hari ini? Apa yang membantu kalian memahami tafkhīm dan tarqīq?' Murid menjawab secara bergantian.
  • Murid mengisi lembar refleksi singkat (bisa lisan/tertulis) dengan tiga pertanyaan: (1) Apa yang sudah aku pahami hari ini? (2) Bagian mana yang masih perlu aku pelajari lagi? (3) Bagaimana aku akan melatih bacaanku di rumah?

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: tafkhīm adalah membaca huruf 'ر' dan lafal jalalah dengan tebal pada kondisi tertentu, sedangkan tarqīq adalah membaca huruf 'ر' dengan tipis pada kondisi tertentu.
  • Asesmen Akhir: Guru meminta 2-3 murid secara acak membaca 3 ayat Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan tartil dan menyebutkan satu contoh tafkhīm atau tarqīq yang ada di dalamnya.
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta berlatih membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā di rumah minimal satu kali sehari dan menandai huruf tafkhīm/tarqīq yang ditemukan pada lembar kerja.
  • Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya secara singkat.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar membaca Al-Qur'an diberikan tugas tambahan: mencari seluruh contoh tafkhīm dan tarqīq dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā secara mandiri dan menuliskan kaidah yang berlaku. Murid yang masih kesulitan membaca Arab diberikan kartu ayat dengan tanda warna berbeda (kuning untuk tafkhīm, biru untuk tarqīq) agar lebih mudah mengidentifikasi.
  • Proses: Murid yang cepat dapat menjadi 'tutor sebaya' dalam kelompok dan membantu teman yang kesulitan. Murid yang lambat mendapat bimbingan langsung dari guru saat sesi kelompok dan diperbolehkan menggunakan rekaman audio bacaan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā sebagai referensi pendengaran.
  • Produk: Murid yang sudah berkembang dapat mendemonstrasikan bacaan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā secara keseluruhan di depan kelas. Murid yang masih berkembang cukup membaca 3-5 ayat pilihan dan menyebutkan minimal satu contoh tafkhīm atau tarqīq.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta 2-3 murid secara spontan membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā ayat 1-3 di awal pembelajaran untuk memetakan kemampuan membaca awal.
  • Guru mengajukan pertanyaan diagnostik: 'Siapa yang pernah mendengar istilah tafkhīm dan tarqīq? Coba jelaskan apa artinya!' untuk mengidentifikasi pengetahuan awal murid.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid membaca dalam kelompok: guru mencatat ketepatan makharijul huruf dan penerapan tafkhīm/tarqīq pada lembar pengamatan.
  • Cek pemahaman melalui tanya jawab saat kelompok mempresentasikan bacaannya: 'Mengapa huruf ini dibaca tebal/tipis? Apa kondisinya?'
  • Guru menilai partisipasi dan kemampuan murid saat sesi presentasi kelompok menggunakan checklist sederhana.

Akhir:

  • Unjuk kerja individu: setiap murid membaca minimal 3 ayat Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan tartil di depan guru atau teman, dinilai menggunakan rubrik 4 level (aspek: makharijul huruf, tartil, dan penerapan tafkhīm/tarqīq).
  • Murid menyebutkan secara lisan satu contoh tafkhīm dan satu contoh tarqīq dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā beserta alasannya, sebagai bukti pemahaman konsep.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid membaca dalam kelompok: kebenaran makharijul huruf, ketepatan tafkhīm dan tarqīq.
  • Tanya jawab lisan selama kegiatan inti untuk mengecek pemahaman murid tentang kaidah tafkhīm dan tarqīq.
  • Catatan anekdotal guru terhadap murid yang menunjukkan kemajuan atau kesulitan selama praktik membaca.

Sumatif:

  • Unjuk kerja membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā (3 ayat pilihan) secara individual dengan dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Identifikasi lisan atau tertulis: murid menyebutkan dan menjelaskan minimal satu contoh tafkhīm dan satu contoh tarqīq yang terdapat dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan Tartil sesuai Makharijul HurufMurid membaca dengan banyak kesalahan makharijul huruf, tidak tartil, dan pengucapan huruf belum dapat dibedakan dengan jelas.Murid membaca dengan beberapa kesalahan makharijul huruf, irama bacaan belum konsisten, namun sudah dapat membaca sebagian besar ayat.Murid membaca dengan makharijul huruf yang sebagian besar benar, tartil cukup konsisten, hanya ada 1-2 kesalahan kecil dalam pengucapan.Murid membaca seluruh ayat yang ditentukan dengan makharijul huruf yang tepat, tartil dan lancar tanpa kesalahan yang berarti.
Menjelaskan Hukum Bacaan Tafkhīm dalam Q.S. Aḍ-ḌuḥāMurid belum dapat menyebutkan pengertian tafkhīm maupun menunjukkan contohnya dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā.Murid dapat menyebutkan pengertian tafkhīm secara umum tetapi belum dapat menunjukkan contoh yang tepat dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā.Murid dapat menyebutkan pengertian tafkhīm dan menunjukkan minimal satu contoh yang benar dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan alasan yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan pengertian tafkhīm, menunjukkan beberapa contoh dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā, dan menjelaskan kaidahnya dengan tepat dan rinci.
Menjelaskan Hukum Bacaan Tarqīq dalam Q.S. Aḍ-ḌuḥāMurid belum dapat menyebutkan pengertian tarqīq maupun menunjukkan contohnya dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā.Murid dapat menyebutkan pengertian tarqīq secara umum tetapi belum dapat menunjukkan contoh yang tepat dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā.Murid dapat menyebutkan pengertian tarqīq dan menunjukkan minimal satu contoh yang benar dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan alasan yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan pengertian tarqīq, menunjukkan beberapa contoh dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā, dan menjelaskan kaidahnya dengan tepat dan rinci.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang cukup untuk berlatih membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā hari ini?
  • Apakah penjelasan tentang tafkhīm dan tarqīq sudah cukup jelas dan mudah dipahami murid kelas 6?
  • Murid mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut dalam membaca dengan makharijul huruf yang benar?
  • Apakah strategi kelompok dan kartu ayat efektif untuk meningkatkan keterlibatan murid dalam pembelajaran hari ini?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru aku pelajari hari ini tentang cara membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā?
  • Huruf atau bagian mana yang masih terasa sulit bagiku saat membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā?
  • Bagaimana aku akan melatih bacaan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā di rumah supaya semakin lancar dan benar?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VI SD/MI (Kementerian Agama RI)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VI SD/MI (Kementerian Agama RI)
  3. Al-Qur'an (disarankan setiap murid membawa masing-masing)
  4. Kartu ayat (short card) Q.S. Aḍ-Ḍuḥā per kelompok (disiapkan guru)
  5. Infografis hukum bacaan tafkhīm dan tarqīq (poster/tayangan di papan atau layar)
  6. Rekaman audio bacaan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā oleh qari/qariah sebagai referensi pendengaran (opsional, untuk murid yang membutuhkan)
  7. Lembar kerja identifikasi tafkhīm dan tarqīq (disiapkan guru)
  8. Lembar refleksi murid (disiapkan guru)
  9. Tafsir Al-Qur'an Juz 30 (referensi guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.