Modul AjarPertemuan 3Bab 9Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Praktik Manasik Haji

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Praktik Manasik Haji". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Praktik Manasik Haji

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 9 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Praktik Manasik Haji

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPraktik Manasik Haji
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mempraktikkan urutan manasik haji mulai dari ihram hingga tawaf wada sesuai ketentuannya dengan tepat
  2. Murid mampu menunjukkan sikap khusyuk dan tertib dalam simulasi manasik haji sebagai cerminan ketaatan kepada Allah Swt

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat orang yang sedang melaksanakan ibadah haji? Apa yang mereka lakukan?
  2. Bagaimana perasaan kalian jika nanti bisa pergi ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji?
  3. Menurut kalian, apa yang harus dilakukan jamaah haji agar ibadahnya diterima Allah Swt?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru memeriksa kesiapan murid dan mengecek kehadiran
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengetahuan murid tentang urutan manasik haji yang telah dipelajari di pertemuan sebelumnya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: mempraktikkan manasik haji dengan sikap khusyuk dan tertib
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu dan antusiasme murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan video pendek tentang pelaksanaan manasik haji di Tanah Suci (3-5 menit) agar murid memiliki gambaran konkret
  • Murid mengamati video dengan saksama dan mencatat rangkaian kegiatan manasik haji yang mereka lihat
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: murid menyebutkan urutan manasik haji yang mereka ketahui (ihram, tawaf, sa'i, wukuf, mabit, melontar jumrah, tahallul, tawaf wada)
  • Guru menempelkan kartu berisi nama setiap rukun manasik haji di papan tulis secara acak
  • Murid secara berkelompok (4-5 orang) berdiskusi untuk mengurutkan kartu manasik haji dengan benar
  • Setiap kelompok menunjuk satu perwakilan untuk menyusun kartu di papan tulis sesuai urutan yang tepat
  • Guru memberikan konfirmasi dan penguatan tentang urutan yang benar

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok (5-6 orang per kelompok) untuk simulasi manasik haji
  • Setiap kelompok mendapat kartu peran (ada yang menjadi jamaah haji, pemandu, penjaga Kakbah) dan properti sederhana (kain putih untuk ihram, gambar Kakbah, batu kecil untuk jumrah)
  • Guru menjelaskan tata tertib simulasi: setiap gerakan harus dilakukan dengan tertib, khusyuk, dan sesuai urutan
  • Kelompok bergiliran mempraktikkan manasik haji secara berurutan: (1) Berniat ihram dan memakai kain ihram, (2) Tawaf mengelilingi Kakbah 7 kali, (3) Sa'i antara Safa dan Marwa 7 kali, (4) Wukuf di Arafah dengan berdoa khusyuk, (5) Mabit di Muzdalifah, (6) Melontar jumrah 3 kali, (7) Tahallul dengan menggunting rambut, (8) Tawaf wada sebagai perpisahan
  • Kelompok lain mengamati dan mencatat sambil menggunakan lembar observasi sederhana (apakah urutannya benar, apakah dilakukan dengan tertib dan khusyuk)
  • Guru berkeliling memantau, membimbing, dan memberikan umpan balik langsung kepada setiap kelompok

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok selesai praktik, guru mengajak murid duduk melingkar untuk refleksi bersama
  • Guru memandu murid dengan pertanyaan reflektif: Bagaimana perasaan kalian saat mempraktikkan manasik haji? Apakah kalian merasa khusyuk? Apa yang paling sulit dalam simulasi tadi?
  • Murid berbagi pengalaman dan perasaan mereka secara bergantian
  • Guru menanyakan: Mengapa kita harus melakukan manasik haji dengan tertib dan khusyuk? Apa hikmahnya bagi kita?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di buku catatan: satu hal yang paling berkesan dan satu komitmen untuk bersikap tertib dalam ibadah sehari-hari
  • Beberapa murid diminta membacakan refleksinya secara sukarela

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengurutkan kembali manasik haji secara lisan atau tertulis
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya melaksanakan ibadah dengan tertib, khusyuk, dan sesuai tuntunan
  • Guru mengajak murid berdoa agar suatu saat bisa melaksanakan ibadah haji yang mabrur
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami urutan manasik haji dengan baik diberi tantangan untuk menjelaskan doa-doa yang dibaca di setiap rukun. Murid yang masih kesulitan diberi kartu bergambar dengan urutan dan keterangan singkat sebagai panduan.
  • Proses: Murid yang cepat dapat menjadi tutor sebaya untuk membimbing teman yang masih kesulitan dalam simulasi. Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberi kesempatan praktik berulang dengan bimbingan guru.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat membuat poster bergambar tentang urutan manasik haji. Murid yang masih belajar cukup mengurutkan kartu gambar manasik haji dengan benar.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengetahuan awal murid mengenai urutan manasik haji
  • Guru menanyakan: Siapa yang masih ingat urutan manasik haji dari pertemuan sebelumnya? Coba sebutkan!

Proses:

  • Observasi langsung saat murid berdiskusi mengurutkan kartu manasik haji
  • Pengamatan sikap dan keterlibatan murid selama simulasi praktik manasik
  • Lembar observasi kelompok untuk menilai ketepatan urutan dan sikap khusyuk/tertib
  • Umpan balik langsung dari guru selama kegiatan praktik berlangsung

Akhir:

  • Tes lisan: murid diminta menyebutkan urutan manasik haji dari ihram hingga tawaf wada
  • Penilaian kinerja praktik: guru menilai kemampuan murid melakukan simulasi manasik dengan rubrik yang telah disiapkan
  • Refleksi tertulis murid di buku catatan tentang pengalaman dan komitmen beribadah dengan tertib

Formatif:

  • Observasi sikap khusyuk dan tertib selama simulasi manasik haji
  • Lembar observasi kelompok saat praktik manasik
  • Tanya jawab lisan tentang urutan manasik haji

Sumatif:

  • Penilaian kinerja: praktik simulasi manasik haji sesuai urutan dan tata cara yang benar
  • Penilaian sikap: menunjukkan khusyuk dan tertib selama simulasi
  • Penilaian tertulis: mengurutkan manasik haji pada lembar kerja

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan urutan manasik hajiMurid belum mampu mengurutkan manasik haji dengan benar (kurang dari 4 urutan tepat)Murid mampu mengurutkan 4-5 manasik haji dengan benar namun masih ada yang tertukarMurid mampu mengurutkan 6-7 manasik haji dengan benar dan hampir tidak ada kesalahanMurid mampu mengurutkan semua manasik haji (8 urutan) dengan tepat dan lengkap
Praktik simulasi manasik hajiMurid belum mampu mempraktikkan manasik haji sesuai urutan dan sering memerlukan bantuanMurid mampu mempraktikkan beberapa manasik haji dengan urutan yang kurang tepat dan masih memerlukan bimbinganMurid mampu mempraktikkan manasik haji sesuai urutan dengan benar namun kadang masih raguMurid mampu mempraktikkan seluruh manasik haji dengan urutan yang tepat, lancar, dan mandiri
Sikap khusyuk dan tertibMurid belum menunjukkan sikap khusyuk dan tertib, sering berbicara sendiri atau bermain saat simulasiMurid mulai menunjukkan sikap khusyuk dan tertib namun masih sering terganggu dan belum konsistenMurid menunjukkan sikap khusyuk dan tertib selama sebagian besar simulasi berlangsungMurid menunjukkan sikap khusyuk dan tertib secara konsisten sepanjang simulasi sebagai cerminan ketaatan kepada Allah Swt
Kolaborasi dalam kelompokMurid belum mampu bekerja sama dengan anggota kelompok, cenderung bekerja sendiri atau pasifMurid mulai terlibat dalam kerja kelompok namun kontribusinya masih terbatasMurid aktif berkolaborasi dengan anggota kelompok dan memberikan kontribusi yang baikMurid sangat aktif berkolaborasi, membantu teman, dan memastikan semua anggota kelompok terlibat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam simulasi manasik haji?
  • Strategi mana yang paling efektif membantu murid memahami urutan manasik haji?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan suasana khusyuk dalam simulasi ibadah di kelas?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran praktik ibadah berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan bagiku saat mempraktikkan manasik haji?
  • Bagaimana perasaanku saat melakukan simulasi ibadah haji dengan khusyuk?
  • Apa yang masih sulit bagiku dalam menghafal urutan manasik haji?
  • Bagaimana aku bisa menerapkan sikap tertib dan khusyuk dalam ibadah sehari-hari?
  • Apa yang ingin aku pelajari lebih dalam tentang ibadah haji?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5 Kemendikbud RI tahun 2021
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V
  3. Video pelaksanaan manasik haji di Tanah Suci
  4. Kartu materi manasik haji bergambar
  5. Properti simulasi: kain putih (ihram), gambar Kakbah, batu kecil (untuk jumrah), gunting plastik (untuk tahallul)
  6. Lembar observasi praktik manasik haji
  7. Lembar kerja urutan manasik haji
  8. Laptop, proyektor LCD, dan speaker aktif

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.