Modul AjarBab 9Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 9: Ibadah Haji dan Kurban

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 5 untuk Bab 9 "Ibadah Haji dan Kurban", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 9: Ibadah Haji dan Kurban

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 9 — Ibadah Haji dan Kurban

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 9 — Ibadah Haji dan Kurban
Alokasi Waktu11 JP (11 x 35 menit = 385 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.9.1 Menerapkan sedekah melalui pelaksanaan ibadah kurban sesuai ketentuan syariat
  2. TP 5.9.2 Menerapkan infak untuk pengadaan hewan kurban sesuai dengan tata cara yang ditentukan
  3. TP 5.9.3 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berdoa saat melaksanakan rangkaian manasik ibadah haji
  4. TP 5.9.4 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan bertawakal dalam menunaikan rangkaian manasik ibadah haji
  5. TP 5.9.5 Menerapkan akhlak terhadap hewan pada saat persiapan dan penyembelihan kurban

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa kita harus membaca doa khusus dan tidak boleh sombong saat melaksanakan manasik haji?
  2. Bagaimana wujud sikap berserah diri (tawakal) kepada Allah Swt. ketika menghadapi kesulitan saat menunaikan rangkaian manasik haji?
  3. Bagaimana cara kita ikut menyediakan hewan kurban jika uang tabungan kita belum cukup untuk membeli satu ekor kambing utuh?
  4. Kepada siapa saja daging kurban dibagikan sebagai bentuk sedekah sesuai ketentuan syariat?
  5. Bagaimanakah pembagian daging kurban sebagai bentuk sedekah yang benar sesuai syariat Islam?
  6. Bagaimanakah adab atau akhlak kita dalam memperlakukan hewan kurban sebelum dan saat disembelih?
  7. Bagaimana kita membuktikan kesiapan diri dalam menerapkan tata cara infak, sedekah kurban, serta adab ihsan terhadap hewan?
  8. Mengapa doa dan kepasrahan tawakal kepada Allah Swt. menjadi inti dari pelaksanaan ibadah haji yang mabrur?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Akhlak Berdoa dan Bertawakal kepada Allah Swt. dalam Manasik Haji — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.9.3 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berdoa saat melaksanakan rangkaian manasik ibadah haji
  • TP 5.9.4 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan bertawakal dalam menunaikan rangkaian manasik ibadah haji

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan akhlak berdoa dan bertawakal kepada Allah Swt. saat melaksanakan manasik haji (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan mengenai bacaan doa talbiyah dan makna tawakal: (1) Lafal bacaan talbiyah [Acuan: Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik...], (2) Sikap bertawakal saat lelah tawaf/sa'i [Acuan: Bersabar, tidak mengeluh, dan berserah diri memohon kekuatan hanya kepada Allah Swt.] (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks panduan mengenai akhlak berdoa (khusyuk, menghadap kiblat, merendahkan hati) dan sikap bertawakal (ikhlas, sabar, berserah diri sepenuhnya atas ketetapan Allah) dalam setiap tahapan manasik haji seperti ihram, tawaf, sa'i, dan wukuf (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mencocokkan 4 kartu situasi manasik dengan penerapan akhlak berdoa dan tawakal yang tepat: (1) Situasi memulai ihram -> Berdoa melafalkan niat dan talbiyah dengan khusyuk; (2) Situasi berdesakan saat tawaf -> Bertawakal dengan tetap tenang, sabar, dan tidak mencela orang lain; (3) Situasi kelelahan saat sa'i antara Shafa dan Marwah -> Berdoa memohon kekuatan lahir batin dan berserah diri kepada Allah; (4) Situasi berdiam diri saat wukuf di Arafah -> Bersimpuh memanjatkan doa ampunan dengan penuh harap dan tawakal (acuan: pasangan 1-4 di atas) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu permainan simulasi tantangan 'Jejak Doa dan Tawakal': kelas dibagi ke dalam 4 pos manasik haji mini (Pos Ihram, Pos Tawaf, Pos Sa'i, Pos Wukuf), di mana tiap pos memberi tantangan nyata bagi murid untuk mempraktikkan doa rangkaian manasik dan menunjukkan sikap tawakal (tidak tergesa-gesa, sabar, serta berserah diri kepada Allah Swt.) (20 menit).
  • Secara bergantian setiap regu bergerak melintasi 4 pos simulasi, mempraktikkan pelafalan doa talbiyah serta doa sa'i dengan khusyuk, dan memperagakan sikap tawakal saat menghadapi simulasi rintangan antrean di pos tawaf tanpa mengeluh (acuan: membaca doa talbiyah/doa manasik secara lengkap dan menunjukkan sikap sabar/tenang berserah diri pada Allah di setiap pos) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk tenang dalam lingkaran kesadaran untuk merenungkan makna doa yang telah dilafalkan serta rasa tawakal yang dihadirkan dalam batin saat simulasi manasik haji (5 menit).
  • Murid mengisi lembar refleksi diri berkesadaran yang memuat 2 pernyataan: (1) 'Saya telah bersungguh-sungguh melafalkan doa manasik dengan khusyuk mengharap rida Allah', (2) 'Saya belajar berserah diri (tawakal) dan menahan amarah/keluhan saat menghadapi kesulitan fisik dalam simulasi ibadah' (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menjaga akhlak berdoa dengan khusyuk dan senantiasa bertawakal kepada Allah Swt. dalam seluruh rangkaian manasik haji (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman singkat: (1) Sebutkan adab batin saat berdoa dalam manasik haji! [Acuan: Khusyuk, rendah hati, mengharap rida Allah], (2) Berikan contoh sikap tawakal saat menghadapi rasa lelah ketika sa'i! [Acuan: Tetap bersabar, tidak mengeluh, dan berserah diri memohon pertolongan Allah] (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kekhusyukan murid selama simulasi, lalu menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu panduan lafal doa manasik berharakat lengkap dan petunjuk sikap tawakal; murid yang mahir menggunakan teks doa tanpa harakat atau melafalkan secara hafalan.
  • Proses: Pada simulasi manasik, murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam melafalkan doa secara perlahan; murid yang mandiri langsung memimpin pelafalan doa dan menunjukkan sikap tawakal secara mandiri di pos.
  • Produk: Unjuk kerja penerapan doa dan tawakal diamati melalui keterlibatan langsung di pos simulasi manasik haji sesuai rubrik pengamatan proses.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan: (1) Pertanyaan: 'Bagaimanakah lafal bacaan doa talbiyah yang diucapkan saat haji?' [Acuan: 'Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak'], (2) Pertanyaan: 'Bagaimana wujud sikap tawakal kepada Allah Swt. saat kamu merasa sangat lelah dalam ibadah haji?' [Acuan: Menerima keadaan dengan sabar, tidak mengeluh/mencela, dan berserah diri memohon pertolongan hanya kepada Allah Swt.].

Proses:

  • Observasi keterlaksanaan akhlak berdoa: Murid melafalkan doa manasik (khususnya talbiyah) dengan khusyuk dan tartil di pos ihram dan pos wukuf (acuan: lafal benar, sikap tenang, tidak bercanda).
  • Observasi keterlaksanaan akhlak bertawakal: Murid menunjukkan sikap berserah diri, sabar, dan tidak mengeluh saat melalui simulasi antrean padat di pos tawaf dan jarak tempuh di pos sa'i (acuan: sabar mengantre, tidak menggerutu, berpasrah diri kepada Allah Swt.).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis/lisan singkat 2 butir: (1) Sebutkan adab batin saat berdoa dalam manasik haji! [Acuan jawaban: Khusyuk, rendah hati, tidak sombong, dan ikhlas mengharap rida Allah Swt.], (2) Berikan 1 contoh konkret sikap bertawakal kepada Allah Swt. saat menunaikan rangkaian manasik haji! [Acuan jawaban: Bersabar serta berserah diri memohon ketabahan kepada Allah ketika menghadapi kondisi fisik yang lelah atau cuaca terik saat sa'i/wukuf tanpa mengeluh].

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja simulasi manasik haji pada pos Ihram, Tawaf, Sa'i, dan Wukuf menggunakan lembar observasi akhlak berdoa dan bertawakal.
  • Pemeriksaan lembar kerja pencocokan 4 kartu situasi manasik haji dengan penerapan akhlak berdoa dan bertawakal.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan akhlak berdoa dalam manasik hajiBelum melafalkan doa manasik haji atau melafalkan sambil bercanda tanpa menunjukkan adab berdoa.Melafalkan sebagian doa manasik haji dengan bantuan bimbingan guru dan mulai menunjukkan sikap tertib saat berdoa.Melafalkan doa-doa manasik haji (talbiyah dan doa rangkaian manasik) secara lengkap, khusyuk, dan tertib secara mandiri.Melafalkan seluruh doa manasik haji secara tepat, sangat khusyuk, penuh penghayatan, dan konsisten menjaga adab berdoa di seluruh rangkaian manasik.
Menerapkan akhlak bertawakal dalam manasik hajiBelum menunjukkan sikap tawakal; mudah mengeluh, tergesa-gesa, atau menunjukkan amarah saat simulasi manasik.Menunjukkan sikap sabar dan berserah diri dalam manasik haji hanya jika diingatkan atau didampingi oleh guru.Menunjukkan sikap tawakal (tenang, sabar menghadapi simulasi rintangan antrean/lelah, berserah diri kepada Allah) secara mandiri.Menunjukkan sikap tawakal secara konsisten di setiap tahapan manasik, tetap bersabar penuh keikhlasan tanpa pernah mengeluh dalam kondisi apa pun.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain pos simulasi manasik haji telah memfasilitasi murid mempraktikkan doa dan sikap tawakal secara nyata dan mendalam?
  • Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif menanamkan nilai berserah diri (tawakal) kepada Allah Swt. pada diri murid?
  • Apakah alokasi waktu pada setiap tahapan kegiatan berjalan secara tepat dan efektif?

Murid:

  • Apa yang kamu rasakan di dalam hati saat melafalkan doa talbiyah di hadapan replika Ka'bah?
  • Bagaimana caramu membiasakan diri untuk tetap bersabar dan bertawakal kepada Allah Swt. ketika menghadapi situasi yang sulit atau melelahkan?

Pertemuan 2 — Menerapkan Infak Pengadaan Hewan Kurban dan Sedekah Pelaksanaan Kurban — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.9.1 Menerapkan sedekah melalui pelaksanaan ibadah kurban sesuai ketentuan syariat
  • TP 5.9.2 Menerapkan infak untuk pengadaan hewan kurban sesuai dengan tata cara yang ditentukan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan infak untuk pengadaan hewan kurban serta menerapkan pembagian sedekah daging kurban sesuai syariat (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan singkat untuk memetakan kesiapan murid terkait infak pengadaan kurban dan pembagian sedekah kurban (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penuturan guru dan mencermati bagan mengenai tata cara infak pengadaan hewan kurban (misalnya tabungan kurban atau patungan 7 orang untuk sapi) serta pembagian daging kurban sebagai sedekah (pembagian menjadi 3 bagian: sepertiga untuk yang berkurban, sepertiga disedekahkan kepada fakir miskin, dan sepertiga dihadiahkan kepada kerabat/tetangga) (10 menit).
  • Murid mengikuti permainan cepat 'Benar atau Keliru Kurban': guru membacakan 3 pernyataan terkait infak dan sedekah kurban, lalu murid merespons serempak dengan mengangkat jempol ke atas (Benar) atau jempol ke bawah (Keliru): (1) 'Infak pengadaan satu ekor sapi kurban dapat ditanggung bersama maksimal oleh 7 orang' [Acuan: Benar]; (2) 'Semua daging kurban wajib dimakan sendiri oleh orang yang berkurban tanpa disedekahkan' [Acuan: Keliru, wajib ada bagian yang disedekahkan]; (3) 'Menyisihkan uang saku ke kotak tabungan kurban di sekolah termasuk bentuk penerapan infak pengadaan kurban' [Acuan: Benar] (5 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima lembar simulasi 'Rencana Kurban Berkah' dan secara mandiri menyelesaikan 2 studi kasus penerapan infak dan sedekah kurban: Kasus A (Penerapan Infak Pengadaan Kurban): 'Kelas 5 yang beranggotakan 7 anak ingin berkurban seekor sapi seharga Rp21.000.000,00. Berapa besaran infak kurban per anak yang harus dikumpulkan dan bagaimana tata cara pengadaannya secara sah?' [Acuan: Setiap anak berinfak Rp3.000.000,00; sah karena sapi mencukupi untuk patungan maksimal 7 orang]; Kasus B (Penerapan Sedekah Daging Kurban): 'Pak Ahmad menyembelih 1 ekor kambing kurban dan memperoleh 30 kg daging bersih. Tentukan pembagian sedekah daging kurban tersebut sesuai ketentuan syariat 3 bagian!' [Acuan: 10 kg untuk keluarga Pak Ahmad/yang berkurban, 10 kg disedekahkan kepada fakir miskin, 10 kg dihadiahkan kepada kerabat/tetangga] (20 menit).
  • Guru berkeliling mengamati proses kerja murid, memeriksa kesesuaian langkah penerapan infak dan pembagian sedekah kurban, serta memberikan bimbingan bagi murid yang membutuhkan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengheningkan cipta sejenak dan diajak merenungi nilai kepedulian sosial dalam ibadah kurban, menyadari bahwa setiap rupiah infak dan setiap potong daging yang disedekahkan mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan membahagiakan sesama (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menerapkan infak pengadaan hewan kurban dan aturan pembagian sedekah daging kurban (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas partisipasi mandiri murid, menyampaikan bahwa latihan infak kurban dapat dibiasakan sejak dini di sekolah, dan menutup pertemuan dengan doa bersama serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu visual bagan pembagian 1/3 daging kurban untuk murid yang membutuhkan bantuan konkret; teks studi kasus langsung tanpa ilustrasi untuk murid yang siap.
  • Proses: Memberikan panduan hitungan per langkah pada Kasus A bagi murid yang memerlukan bimbingan; meminta murid yang mahir menghitung alternatif variasi patungan kambing (1 orang) dan sapi (hingga 7 orang).
  • Produk: Format penyelesaian lembar kasus dapat diisi dalam bentuk rincian tabel angka atau uraian kalimat pembagian kurban.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) 'Bolehkah kita patungan uang untuk membeli seekor sapi kurban? Berapa orang batas maksimalnya?' [Acuan jawaban: Boleh, maksimal 7 orang]; (2) 'Daging hewan kurban yang sudah disembelih sebaiknya diapakan menurut aturan syariat?' [Acuan jawaban: Dibagikan/disedekahkan kepada fakir miskin, dihadiahkan kepada tetangga/kerabat, dan boleh dimakan sebagian oleh yang berkurban].

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid pada permainan 'Benar atau Keliru Kurban' dan penilaian ketepatan pengerjaan 2 studi kasus penerapan pada lembar simulasi 'Rencana Kurban Berkah'.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: murid menyebutkan secara lisan aturan pembagian 3 bagian daging kurban [Acuan: 1/3 untuk yang berkurban, 1/3 disedekahkan kepada fakir miskin, 1/3 dihadiahkan kepada tetangga/kerabat] dan syarat maksimal patungan infak sapi kurban [Acuan: maksimal 7 orang].

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja mandiri lembar simulasi 'Rencana Kurban Berkah' (Kasus A: penerapan infak pengadaan kurban patungan sapi; Kasus B: penerapan sedekah daging kurban 3 bagian) dengan rubrik 4 level

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Infak Pengadaan Hewan Kurban (TP 5.9.2)Belum mampu menentukan pembagian iuran infak patungan kurban dan tata cara pengadaannya secara tepat.Mampu menentukan besaran infak patungan kurban namun keliru pada batasan ketentuan maksimal orang (acuan: patungan sapi maksimal 7 orang).Mampu menerapkan perhitungan infak patungan kurban (Rp3.000.000,00 per anak) dan menyebutkan ketentuannya sah untuk maksimal 7 orang secara tepat.Mampu menerapkan perhitungan infak patungan kurban (Rp3.000.000,00 per anak) dan ketentuannya untuk maksimal 7 orang secara tepat, lengkap, serta mandiri tanpa bantuan guru.
Penerapan Sedekah Pelaksanaan Kurban (TP 5.9.1)Belum mampu membagi proporsi sedekah daging kurban sesuai ketentuan syariat.Mampu membagi daging kurban tetapi hanya memuat 1 atau 2 kelompok penerima (belum lengkap 3 bagian sesuai ketentuan).Mampu menerapkan pembagian sedekah kurban secara tepat ke dalam 3 bagian (10 kg untuk yang berkurban, 10 kg untuk fakir miskin, 10 kg untuk kerabat/tetangga).Mampu menerapkan pembagian sedekah kurban secara tepat ke dalam 3 bagian (masing-masing 10 kg) secara lengkap dan mandiri tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2 JP mencukupi bagi murid untuk memahami dan mempraktikkan perhitungan infak serta pembagian sedekah kurban?
  • Bagian mana dari studi kasus penerapan kurban yang paling menantang bagi murid dan perlu pendampingan lebih lanjut?

Murid:

  • Apa yang sudah saya pahami tentang cara patungan infak kurban dan membagikan daging kurban kepada sesama?
  • Bagaimana perasaan saya setelah mengetahui bahwa anak seusia saya juga bisa mulai berinfak untuk kurban?

Pertemuan 3 — Menerapkan Sedekah Kurban dan Akhlak terhadap Hewan Persiapan serta Penyembelihan Kurban — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.9.1 Menerapkan sedekah melalui pelaksanaan ibadah kurban sesuai ketentuan syariat
  • TP 5.9.5 Menerapkan akhlak terhadap hewan pada saat persiapan dan penyembelihan kurban

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta mengecek kesiapan belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini mengenai ketentuan pembagian sedekah kurban dan akhlak terhadap hewan kurban (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes diagnostik singkat 2 pertanyaan lisan: (1) Sebutkan 3 golongan penerima pembagian daging kurban sedekah sunah (acuan: fakir miskin, orang yang berkurban/shohibul kurban, dan tetangga/hadiah)! (2) Sebutkan 1 contoh akhlak baik kepada hewan kurban saat persiapan (acuan: memberi makan/minum yang cukup atau tidak menyiksa/mengasari hewan)! (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak tayangan/penjelasan guru tentang pembagian daging kurban sesuai syariat (1/3 untuk fakir miskin sebagai sedekah, 1/3 dihadiahkan, 1/3 untuk shohibul qurban) serta ketentuan akhlak terhadap hewan kurban saat persiapan dan penyembelihan (menyiapkan tempat teduh, memberi makan/minum, menggunakan pisau tajam, tidak mengasah pisau di depan hewan, merebahkan dengan perlahan ke sisi kiri menghadap kiblat, dan membaca basmalah/takbir) (15 menit).
  • Murid membaca ringkasan materi fikih sedekah kurban dan akhlak terhadap hewan kurban pada buku siswa untuk memverifikasi pemahaman konsep (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengikuti simulasi permainan edukatif 'Pilah Praktik Kurban': Setiap murid menerima lembar kerja yang memuat 4 butir pernyataan skenario penerapan sedekah kurban dan akhlak hewan. Keempat butir skenario tersebut adalah: (1) 'Pak Ahmad membagikan sebagian daging kurbannya secara cuma-cuma kepada fakir miskin di desanya', (2) 'Petugas panitia mengasah golok tepat di depan mata sapi yang akan disembelih', (3) 'Panitia kurban memberi minum yang cukup dan menempatkan kambing di tempat teduh sebelum disembelih', (4) 'Pak Sholeh menjual seluruh kulit dan kepala sapi kurbannya ke pasar untuk mengganti modal'. Murid menandai 'Tepat Sesuai Syariat/Akhlak' atau 'Tidak Tepat' untuk masing-masing butir (acuan kunci: Butir 1 = Tepat; Butir 2 = Tidak Tepat; Butir 3 = Tepat; Butir 4 = Tidak Tepat) (20 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Penerapan Kurban mandiri yang berisi 2 tugas penerapan: (1) Menentukan alokasi pembagian 60 kg daging kurban sunah ke dalam 3 kelompok penerima sedekah kurban (acuan kunci: 20 kg fakir miskin, 20 kg dihadiahkan/tetangga, 20 kg dikonsumsi shohibul kurban); (2) Menuliskan 3 langkah berakhlak terpuji kepada hewan saat proses penyembelihan (acuan: pisau harus sangat tajam, hewan direbahkan perlahan ke lambung kiri menghadap kiblat, tidak menyiksa/memperlihatkan pisau/hewan sembelihan lain) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memeriksa kembali hasil kerjanya bersama bimbingan guru dan mengevaluasi ketepatan penerapan sedekah kurban serta adab terhadap hewan kurban (10 menit).
  • Murid merenungkan pentingnya sikap kasih sayang kepada makhluk hidup dan kepedulian berbagi sedekah kepada sesama melalui ibadah kurban (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu simpulan pembelajaran pertemuan 3 mengenai tata cara sedekah kurban dan akhlak mulia terhadap hewan kurban (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan materi, menyampaikan gambaran singkat pertemuan 4 (asesmen sumatif bab), dan menutup sesi dengan doa kafaratul majelis serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bagan pembagian 1/3 daging kurban dan poster ilustrasi adab terhadap hewan. Murid yang sudah mahir mempelajari kasus pembagian kurban nazar vs kurban sunah.
  • Proses: Murid dengan pemahaman awal bertahap dibimbing guru secara terbimbing saat simulasi studi kasus, sedangkan murid berkemampuan cepat mengerjakan mandiri.
  • Produk: Format penulisan alokasi sedekah kurban dapat disajikan dalam bentuk diagram lingkaran pecahan atau tabel rincian pembagian bobot kilogram.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik lisan 2 pertanyaan sebelum pembelajaran: (1) Sebutkan 3 golongan penerima pembagian daging kurban sedekah sunah (acuan: fakir miskin, shohibul kurban, dan tetangga/hadiah). (2) Sebutkan 1 contoh akhlak kepada hewan kurban sebelum disembelih (acuan: memberi pakan/minum yang cukup, menempatkan di tempat teduh, atau tidak menyakiti hewan).

Proses:

  • Observasi pengerjaan Lembar Kerja Penerapan Kurban berisi 2 tugas: Tugas 1 menentukan pembagian 60 kg daging kurban (acuan kunci: 20 kg fakir miskin, 20 kg hadiah/tetangga, 20 kg shohibul kurban); Tugas 2 menuliskan 3 akhlak penyembelihan hewan (acuan: pisau tajam, hewan direbahkan perlahan ke rusuk kiri menghadap kiblat, tidak memperlihatkan pisau/hewan kurban lain).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi berupa kuis singkat 2 butir: (1) Tuliskan hukum menjual daging/kulit hewan kurban oleh shohibul kurban (acuan kunci: tidak boleh/haram, daging kurban disedekahkan/dihadiahkan/dimakan). (2) Tuliskan bacaan yang disyariatkan saat menyembelih hewan kurban (acuan kunci: basmalah dan takbir / Bismillahi Allahu Akbar).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja simulasi 'Pilah Praktik Kurban' (4 butir skenario)
  • Penilaian lembar kerja mandiri penerapan alokasi sedekah kurban dan akhlak penyembelihan kurban

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Sedekah Melalui Ibadah Kurban (TP 5.9.1)Belum mampu menentukan pembagian daging kurban sesuai ketentuan syariat (0 kelompok tepat dari 3 kelompok acuan: fakir miskin, hadiah, shohibul kurban).Menentukan pembagian daging kurban secara tepat pada 1 kelompok penerima dari 3 kelompok acuan dengan bantuan guru.Menentukan pembagian daging kurban secara tepat pada minimal 2 kelompok penerima dari 3 kelompok acuan secara mandiri.Menentukan pembagian daging kurban secara lengkap dan tepat pada seluruh 3 kelompok penerima (fakir miskin, hadiah/tetangga, shohibul kurban) beserta porsi pembagiannya secara mandiri.
Penerapan Akhlak terhadap Hewan Persiapan dan Penyembelihan Kurban (TP 5.9.5)Belum mampu menerapkan langkah akhlak terhadap hewan pada persiapan maupun penyembelihan kurban (0 dari 3 langkah acuan).Menerapkan 1 langkah akhlak terhadap hewan pada persiapan atau penyembelihan kurban sesuai acuan dengan bimbingan guru.Menerapkan minimal 2 langkah akhlak terhadap hewan pada persiapan dan penyembelihan kurban sesuai acuan secara mandiri.Menerapkan 3 langkah akhlak terhadap hewan pada persiapan dan penyembelihan kurban (persiapan pakan/tempat teduh, ketajaman pisau, dan perlakuan rebah perlahan menghadap kiblat) secara konsisten dan tepat mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk simulasi pilah skenario dan pengerjaan lembar kerja mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagian manakah dari konsep akhlak terhadap hewan kurban yang masih sering keliru dipahami oleh murid?

Murid:

  • Apa hal terpenting yang saya pelajari hari ini tentang cara memperlakukan hewan kurban dengan kasih sayang?
  • Bagaimanakah perasaan saya ketika mengetahui bahwa ibadah kurban mengajarkan kita bersedekah kepada orang yang membutuhkan?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.9.1 Menerapkan sedekah melalui pelaksanaan ibadah kurban sesuai ketentuan syariat
  • TP 5.9.2 Menerapkan infak untuk pengadaan hewan kurban sesuai dengan tata cara yang ditentukan
  • TP 5.9.3 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berdoa saat melaksanakan rangkaian manasik ibadah haji
  • TP 5.9.4 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan bertawakal dalam menunaikan rangkaian manasik ibadah haji
  • TP 5.9.5 Menerapkan akhlak terhadap hewan pada saat persiapan dan penyembelihan kurban

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan rubrik asesmen sumatif (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib pelaksanaan tiga rangkaian tugas penilaian kinerja (lembar perencanaan infak dan sedekah kurban, simulasi adab penyembelihan, serta tes lisan doa dan tawakal haji), dan kriteria penilaian secara transparan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan petunjuk teknis pengerjaan lembar kerja perencanaan kurban, alur simulasi adab penyembelihan kelompok, dan mekanisme giliran rotasi unjuk kerja doa serta tawakal haji ke meja guru (5 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Tugas 1 pada Lembar Kerja Perencanaan Kurban (durasi 30 menit). Butir tugas dan kunci jawaban: (1) Rincian Infak Tabungan: menghitung kebutuhan tabungan untuk pembelian 1 ekor kambing seharga Rp2.800.000 selama 7 bulan (Acuan kunci: Rp400.000 per bulan atau Rp100.000 per pekan; niat infak karena Allah Swt.); (2) Simulasi Distribusi Sedekah Daging: menghitung pembagian 60 kg daging kurban sunah menjadi 3 bagian sesuai syariat (Acuan kunci: 1/3 bagian untuk shohibul kurban = 20 kg; 1/3 bagian untuk sedekah fakir miskin = 20 kg; 1/3 bagian untuk hadiah kerabat/tetangga = 20 kg) (30 menit).
  • Murid melaksanakan Tugas 2 secara berkelompok (5 kelompok @ 5-6 murid, 5 menit per kelompok) menampilkan simulasi unjuk kerja adab ihsan terhadap hewan kurban menggunakan boneka/replika domba dan bilah kayu tumpul. Acuan peragaan wajib: (1) Memberi minum hewan sebelum disembelih dan menenangkan hewan tanpa menyeretnya kasar; (2) Tidak mengasah pisau di depan mata hewan kurban; (3) Membaringkan hewan ke sisi kiri menghadap kiblat dengan lembut; (4) Melafalkan basmalah dan takbir ('Bismillahi Allahu Akbar') serta doa kurban; (5) Memastikan tiga saluran (tenggorokan/hulqum, kerongkongan/mari', dan dua urat leher/wadajain) terputus dengan cepat sekali sembelih (25 menit).
  • Murid melaksanakan Tugas 3 unjuk kerja individual pelafalan doa manasik dan refleksi tawakal haji secara bergiliran ke meja guru (durasi 1,5 menit per murid untuk 28 murid total 35 menit), sementara murid yang sedang menunggu giliran memeriksa kembali kelengkapan portofolio perencanaan kurbannya secara hening. Acuan lafal doa tawaf/talbiyah: 'Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak' (atau doa tawaf 'Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaabannaar'); Acuan ungkapan reflektif tawakal: murid menyampaikan secara lisan sikap pasrah dan bergantung sepenuhnya kepada ketetapan Allah Swt. saat menempuh kelelahan fisik manasik haji (misal: 'Saya berserah diri sepenuhnya kepada ketetapan dan pertolongan Allah Swt., meyakini bahwa segala kelelahan dalam tawaf dan wukuf bernilai ibadah serta hanya Allah yang memberi kekuatan') (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan seluruh lembar kerja portofolio perencanaan kurban secara tertib ke meja guru (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum atas kedisiplinan dan kesungguhan murid dalam menuntaskan seluruh rangkaian asesmen sumatif bab ibadah haji dan kurban (2 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran bab 9, menutup sesi dengan doa kafaratul majelis dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks doa manasik disediakan dalam tulisan Arab berharakat dan transliterasi Latin bagi murid yang memerlukan dukungan membaca tanpa mengubah standar penilaian lafal.
  • Proses: Akomodasi waktu giliran: murid yang memerlukan waktu pemrosesan bicara diberikan kesempatan giliran di urutan awal atau akhir tanpa mengubah kriteria penilaian lisan.
  • Produk: Standar bukti kinerja dan kriteria rubrik tetap sama untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif ATP.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek kesiapan dan kelengkapan alat tulis serta pembagian nomor urut giliran unjuk kerja lisan dan simulasi kelompok sebelum sesi asesmen sumatif dimulai.

Proses:

  • Observasi kepatuhan terhadap tata tertib, kejujuran pengerjaan mandiri tugas portofolio, dan ketertiban selama menunggu giliran unjuk kerja.

Sumatif Bab:

  • penilaian kinerja portofolio perencanaan dan simulasi unjuk kerja terpadu: lembar rencana infak kurban dan distribusi daging sedekah, demonstrasi adab ihsan penyembelihan kurban secara berkelompok, serta praktik pelafalan doa manasik dan refleksi lisan tawakal haji secara bergiliran singkat
  • penilaian kinerja penugasan serentak: lembar kerja penyusunan rincian dana infak tabungan kurban dan tabel simulasi pembagian daging kurban sebagai sedekah kepada mustahik yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk perencanaan kurban)
  • penilaian unjuk kerja simulasi kelompok: simulasi berkelompok (5-6 murid per kelompok, 5 kelompok) mempraktikkan adab memperlakukan hewan kurban dan teknik peragaan penyembelihan dengan alat peraga sesuai prinsip ihsan (5 kelompok x 5 menit = 25 menit) (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja adab kurban)
  • unjuk kerja dan penilaian lisan bergiliran: praktik pelafalan doa tawaf/wukuf dan penyampaian 1 ungkapan reflektif sikap tawakal dalam manasik haji secara rotasi ke meja guru berdurasi 1,5 menit per murid sementara murid lain menyelesaikan refleksi mandiri (45 menit / 1,5 menit = 30 kuota murid, mencakup 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: rubrik analitik pelafalan doa dan refleksi tawakal)

Sumatif:

  • penilaian kinerja portofolio perencanaan dan simulasi unjuk kerja terpadu: lembar rencana infak kurban dan distribusi daging sedekah, demonstrasi adab ihsan penyembelihan kurban secara berkelompok, serta praktik pelafalan doa manasik dan refleksi lisan tawakal haji secara bergiliran singkat
  • penilaian kinerja penugasan serentak: lembar kerja penyusunan rincian dana infak tabungan kurban dan tabel simulasi pembagian daging kurban sebagai sedekah kepada mustahik yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk perencanaan kurban)
  • penilaian unjuk kerja simulasi kelompok: simulasi berkelompok (5-6 murid per kelompok, 5 kelompok) mempraktikkan adab memperlakukan hewan kurban dan teknik peragaan penyembelihan dengan alat peraga sesuai prinsip ihsan (5 kelompok x 5 menit = 25 menit) (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja adab kurban)
  • unjuk kerja dan penilaian lisan bergiliran: praktik pelafalan doa tawaf/wukuf dan penyampaian 1 ungkapan reflektif sikap tawakal dalam manasik haji secara rotasi ke meja guru berdurasi 1,5 menit per murid sementara murid lain menyelesaikan refleksi mandiri (45 menit / 1,5 menit = 30 kuota murid, mencakup 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: rubrik analitik pelafalan doa dan refleksi tawakal)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Infak dan Sedekah Kurban (TP 5.9.1 & TP 5.9.2)Belum mampu menghitung nominal tabungan infak pengadaan hewan dan keliru menentukan proporsi sedekah daging kurban (Acuan kunci: tabungan Rp400.000/bulan; distribusi 1/3 shohibul kurban, 1/3 fakir miskin, 1/3 hadiah).Mampu menghitung salah satu komponen dengan tepat: hanya rincian nominal infak atau hanya proporsi distribusi sedekah daging kurban sesuai acuan kunci.Mampu menghitung rincian tabungan infak pengadaan kurban dan menentukan pembagian sedekah daging kurban (1/3 konsumsi, 1/3 sedekah mustahik, 1/3 hadiah) dengan tepat sesuai syariat.Mampu menghitung seluruh rincian nominal infak tabungan kurban dan distribusi sedekah daging kurban dengan sangat tepat, runtut, serta disertai penjelasan rincian penerima hak sedekah.
Penerapan Adab Ihsan terhadap Hewan Kurban (TP 5.9.5)Memperagakan kurang dari 2 adab ihsan persiapan dan penyembelihan kurban (Daftar acuan 5 adab: memberi minum/tidak menyeret kasar, tidak mengasah pisau di depan hewan, membaringkan ke sisi kiri menghadap kiblat, membaca basmalah-takbir, memutus 3 saluran leher sekali sembelih).Memperagakan 2 sampai 3 adab ihsan persiapan dan penyembelihan kurban sesuai daftar acuan.Memperagakan 4 sampai 5 adab ihsan persiapan dan penyembelihan kurban secara runtut dan tepat sesuai daftar acuan.Memperagakan seluruh 5 adab ihsan persiapan dan penyembelihan kurban secara sempurna, terampil, dan khidmat sesuai ketentuan syariat.
Penerapan Doa dan Tawakal Manasik Haji (TP 5.9.3 & TP 5.9.4)Belum mampu melafalkan doa manasik haji (talbiyah/doa tawaf) dengan benar dan belum mampu menyampaikan ungkapan sikap tawakal kepada Allah Swt.Mampu melafalkan doa manasik haji dengan terbata-bata atau menyampaikan ungkapan tawakal namun belum menunjukkan kepasrahan ibadah kepada Allah Swt.Mampu melafalkan doa manasik haji (talbiyah/doa tawaf) secara fasih dan benar serta menyampaikan 1 ungkapan sikap tawakal (berserah diri atas ketetapan dan ujian fisik manasik haji semata-mata kepada Allah Swt.).Mampu melafalkan doa manasik haji secara sangat lancar dan fasih dengan makhraj tepat serta menyampaikan refleksi sikap tawakal yang mendalam tentang kebergantungan mutlak kepada Allah Swt.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk tiga bentuk asesmen sumatif (portofolio, simulasi kelompok, dan tes lisan mandiri) berjalan secara efektif dan tertib?
  • Bagaimana capaian murid pada kompetensi fikih (infak-sedekah kurban) dibandingkan dengan kompetensi akhlak (ihsan pada hewan, doa, dan tawakal)?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif hari ini yang paling menunjukkan pemahaman dan kesiapanmu dalam menerapkan ibadah haji dan kurban?
  • Nilai keikhlasan, kepedulian berbagi, dan tawakal apa yang paling berkesan untuk kamu amalkan dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021.
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021.
  3. Buku panduan doa manasik haji dan umrah.
  4. Set kartu situasi akhlak berdoa dan tawakal (4 kartu).
  5. Perlengkapan simulasi mini manasik haji (kain ihram/replika, miniatur Ka'bah, penanda pos Shafa-Marwah dan Arafah).
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek, 2021)
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas V (Kemendikbudristek, 2021)
  8. Bagan alur pembagian daging kurban dan lembar simulasi studi kasus 'Rencana Kurban Berkah'
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
  11. Lembar kerja simulasi 'Pilah Praktik Kurban'
  12. Alat peraga/slide visual ketentuan pembagian daging kurban dan adab menyembelih hewan
  13. Lembar Kerja Portofolio Perencanaan Infak dan Sedekah Kurban
  14. Alat peraga simulasi kurban (boneka domba dan bilah kayu tumpul pemotong)
  15. Kartu kendali penilaian lisan doa manasik dan refleksi tawakal

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.