Modul AjarPertemuan 3Bab 8Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Hikmah Berteman Tanpa Membedakan Agama dan Keuntungannya dalam Kehidupan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Hikmah Berteman Tanpa Membedakan Agama dan Keuntungannya dalam Kehidupan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Hikmah Berteman Tanpa Membedakan Agama dan Keuntungannya dalam Kehidupan

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 8 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Hikmah Berteman Tanpa Membedakan Agama dan Keuntungannya dalam Kehidupan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikHikmah Berteman Tanpa Membedakan Agama dan Keuntungannya dalam Kehidupan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menemukan hikmah berteman tanpa membedakan agama, seperti menciptakan perdamaian, mempererat persaudaraan, dan menjadikan pribadi yang rendah hati, dengan tepat.
  2. Murid dapat membiasakan perilaku terpuji dalam berteman tanpa membeda-bedakan agama sebagai wujud menghargai sesama ciptaan Allah Swt. dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian pernah melihat di TV adanya konflik antar umat beragama? Menurut kalian, mengapa hal tersebut bisa terjadi?
  2. Apakah kita bisa mencegah terjadinya perpecahan tersebut?
  3. Apa keuntungan yang kita dapatkan jika berteman dengan orang yang berbeda agama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam dan memandu murid untuk berdoa bersama.
  • Guru memandu tadarus Al-Qur'an secara bergantian dengan surah pilihan murid.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid berteman dengan teman yang berbeda agama.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik tentang konflik antar umat beragama dan cara mencegahnya.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan video pendek tentang persahabatan lintas agama atau menceritakan kisah nyata di lingkungan sekitar.
  • Murid mengamati video/cerita dengan penuh perhatian dan mencatat hal-hal penting yang mereka temukan.
  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4-5 orang) secara heterogen.
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk menemukan hikmah berteman tanpa membedakan agama berdasarkan video/cerita dan pengalaman pribadi mereka.
  • Murid menuliskan hasil diskusi pada kertas plano dengan kategori: hikmah untuk diri sendiri, hikmah untuk lingkungan, dan hikmah sebagai umat beragama.
  • Guru memfasilitasi dengan pertanyaan pengarah: Bagaimana perasaan kalian saat berteman dengan teman berbeda agama? Apa yang membuat persahabatan itu indah?

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas dengan percaya diri.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan dan menambahkan hikmah lain yang belum disebutkan.
  • Guru menguatkan pemahaman dengan menjelaskan hikmah berteman tanpa membedakan agama sesuai ajaran Islam: menciptakan perdamaian, mempererat persaudaraan, mempertebal keimanan, dicintai banyak orang, dan menjadikan pribadi yang rendah hati.
  • Murid secara individu membuat quote inspiratif tentang persahabatan lintas agama pada kertas berwarna atau karton kecil yang sudah disiapkan.
  • Quote dibuat dengan kreativitas murid sendiri, menggunakan kalimat bijak dan dihias sesuai selera mereka.
  • Beberapa murid diminta untuk membacakan quote mereka dan menjelaskan maknanya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid untuk merefleksikan pembelajaran hari ini dengan pertanyaan: Apa yang kalian rasakan setelah belajar tentang hikmah berteman tanpa membedakan agama?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di buku catatan: satu hikmah yang paling berkesan dan satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan mulai hari ini.
  • Beberapa murid berbagi refleksi mereka secara sukarela.
  • Guru memberikan penguatan positif dan mengajak murid untuk berkomitmen menerapkan sikap menghargai teman berbeda agama dalam kehidupan sehari-hari.
  • Murid menempelkan quote yang telah dibuat di pojok kelas atau mading sekolah sebagai pengingat.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan pertanyaan lisan: Sebutkan 3 hikmah berteman tanpa membedakan agama!
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini.
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid atas partisipasi aktif mereka.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan selanjutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat mencari referensi tambahan dari Al-Qur'an atau hadis tentang persaudaraan. Murid yang lambat dapat fokus pada 2-3 hikmah utama saja.
  • Proses: Murid yang cepat membantu teman kelompok yang membutuhkan bimbingan. Guru memberikan pendampingan lebih intensif pada kelompok yang mengalami kesulitan.
  • Produk: Murid yang cepat membuat quote dengan ilustrasi dan kaligrafi. Murid yang lambat cukup menulis quote sederhana dengan tulisan rapi dan warna menarik.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: Siapa yang punya teman berbeda agama? Bagaimana perasaan kalian berteman dengan mereka?
  • Mengamati respon dan pengalaman awal murid tentang persahabatan lintas agama

Proses:

  • Observasi keaktifan murid dalam diskusi kelompok mencari hikmah berteman
  • Mengamati kemampuan murid mengidentifikasi hikmah dari berbagai perspektif
  • Memantau proses pembuatan quote: kreativitas dan ketepatan pesan
  • Menilai sikap menghargai pendapat teman saat presentasi dan diskusi

Akhir:

  • Penilaian produk quote menggunakan rubrik (ketepatan dan kerapian)
  • Evaluasi refleksi tertulis murid tentang hikmah dan komitmen tindakan nyata
  • Tanya jawab lisan: menyebutkan minimal 3 hikmah berteman tanpa membedakan agama

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Penilaian proses saat murid menemukan hikmah berteman
  • Pengamatan sikap saling menghargai selama pembelajaran

Sumatif:

  • Penilaian produk quote tentang persahabatan lintas agama
  • Penilaian refleksi tertulis murid
  • Tanya jawab lisan tentang hikmah berteman tanpa membedakan agama

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Konten QuoteQuote tidak sesuai dengan tema persahabatan lintas agama dan tidak mengandung pesan bermaknaQuote sesuai tema tetapi pesan kurang jelas atau kurang sesuai dengan hikmah yang dipelajariQuote tepat sesuai tema dan mengandung pesan bermakna tentang hikmah berteman tanpa membedakan agamaQuote sangat tepat, penuh makna, menggunakan kalimat bijak yang menyentuh, dan mencerminkan pemahaman mendalam tentang hikmah persahabatan lintas agama
Kerapian dan Kreativitas QuoteTulisan tidak rapi, tidak ada hiasan, sulit dibacaTulisan cukup rapi tetapi minim kreativitas dalam penyajianTulisan rapi, ada sentuhan warna atau hiasan sederhana yang menarikTulisan sangat rapi, penuh kreativitas dengan kombinasi warna, ilustrasi, atau kaligrafi yang indah dan harmonis
Partisipasi dalam Diskusi KelompokPasif, tidak berkontribusi dalam diskusi kelompokMengikuti diskusi tetapi kontribusi ide masih minimalAktif berdiskusi, memberikan ide dan pendapat dengan baikSangat aktif, memberikan ide kreatif, mendengarkan teman dengan baik, dan membantu kelompok merumuskan kesimpulan
Pemahaman Hikmah Berteman Lintas AgamaBelum mampu menyebutkan hikmah berteman tanpa membedakan agamaMampu menyebutkan 1-2 hikmah dengan bantuan guruMampu menyebutkan minimal 3 hikmah dengan tepat dan memberikan penjelasan sederhanaMampu menyebutkan 4 atau lebih hikmah dengan tepat, menjelaskan dengan contoh konkret, dan mengaitkan dengan kehidupan nyata
Refleksi dan Komitmen TindakanBelum mampu merefleksikan pembelajaran dan tidak menuliskan komitmen tindakanMenulis refleksi sederhana tetapi komitmen tindakan masih abstrakRefleksi cukup mendalam dan komitmen tindakan spesifikRefleksi sangat mendalam, menunjukkan kesadaran diri, dan komitmen tindakan konkret yang realistis untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya berikan berhasil memicu rasa ingin tahu murid?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif dalam membantu murid memahami hikmah berteman tanpa membedakan agama?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah mengakomodasi kebutuhan semua murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar lebih bermakna dan menggembirakan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
  • Hikmah apa yang paling kamu pahami dan akan kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk menjadi teman yang lebih baik bagi semua orang tanpa membeda-bedakan?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5 Kemendikbudristek RI tahun 2021
  2. Al-Qur'an dan Terjemahan Kementerian Agama RI
  3. Video tentang persahabatan lintas agama dari YouTube atau sumber digital lainnya
  4. Kertas plano untuk diskusi kelompok
  5. Kertas berwarna atau karton untuk membuat quote
  6. Spidol warna, crayon, atau alat tulis warna untuk menghias quote
  7. Kisah nyata atau artikel tentang toleransi beragama di Indonesia

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.