Modul AjarBab 8Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 8: Senangnya Berteman

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 5 untuk Bab 8 "Senangnya Berteman", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 8: Senangnya Berteman

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 8

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 8 — Senangnya Berteman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 8 — Senangnya Berteman
Alokasi Waktu10 JP (10 x 35 menit = 350 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.8.1 Menjelaskan hadis tentang berbuat baik kepada teman dalam konteks persaudaraan
  2. TP 5.8.2 Menerapkan akhlak terhadap teman dalam pergaulan sehari-hari
  3. TP 5.8.3 Menerapkan akhlak terhadap non-muslim dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana Rasulullah saw. mengajarkan kita untuk memperlakukan teman seperti memperlakukan diri sendiri?
  2. Mengapa mencintai kebaikan untuk teman menjadi tanda kesempurnaan iman seseorang dalam persaudaraan?
  3. Apa yang biasanya kamu lakukan ketika melihat teman sebangkumu tidak membawa pensil atau merasa sedih?
  4. Bagaimana caramu bersikap agar teman-teman di kelas merasa aman, nyaman, dan senang bermain bersamamu?
  5. Bagaimana sikap kita apabila tetangga yang berbeda agama sedang tertimpa musibah atau sakit?
  6. Mengapa kita tetap harus berbuat baik, rukun, dan saling tolong-menolong dengan orang yang berbeda keyakinan di lingkungan sekitar kita?
  7. Bagaimana hadis Nabi Muhammad saw. mengajarkan kita menyayangi teman sebagaimana menyayangi diri sendiri?
  8. Bagaimana wujud nyata akhlak santun dan tolong-menolong ketika kita hidup berdampingan dengan teman dan tetangga non-muslim?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Hadis tentang Berbuat Baik kepada Teman dalam Konteks Persaudaraan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.8.1 Menjelaskan hadis tentang berbuat baik kepada teman dalam konteks persaudaraan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, meminta salah satu murid memimpin doa belajar, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan arti dan kandungan hadis tentang berbuat baik kepada teman dalam konteks persaudaraan (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan: 'Siapa yang tahu bunyi atau arti hadis tentang menyayangi saudara/teman seperti menyayangi diri sendiri?' (acuan diagnostik: menyebut inti hadis H.R. Bukhari-Muslim bahwa tidak beriman seseorang hingga mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak tayangan/bacaan teks hadis riwayat Bukhari dan Muslim: 'Lā yu'minu aḥadukum ḥattā yuḥibba li'akhīhi mā yuḥibbu linafsih' beserta terjemahnya: 'Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri' (7 menit).
  • Murid mencermati penjelasan guru dan teks bahan ajar mengenai 3 poin makna hadis dalam konteks persaudaraan: (1) makna tidak beriman maksudnya tidak sempurna iman seseorang, (2) persaudaraan menuntut perlakuan tulus tanpa iri dan dengki, dan (3) menginginkan kebaikan (senang, aman, berhasil) bagi teman sebagaimana ia menginginkannya untuk diri sendiri (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid memainkan aktivitas tantangan menggembirakan 'Tebak Makna & Sambung Potongan Hadis': murid memasangkan 4 kartu potongan lafal/arti dengan penjelasannya: Kartu 1 'Lā yu'minu aḥadukum' -> pasangan 'Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian'; Kartu 2 'ḥattā yuḥibba li'akhīhi' -> pasangan 'hingga ia mencintai saudaranya/temannya'; Kartu 3 'mā yuḥibbu linafsih' -> pasangan 'apa yang ia cintai bagi dirinya sendiri'; Kartu 4 'Konteks Persaudaraan' -> pasangan 'berbuat baik dan saling menginginkan keselamatan sesama teman' (acuan pasangan: Kartu 1-4 tepat berpasangan) (12 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja penjelasan hadis yang berisi 3 soal uraian terstruktur: (1) Sebutkan terjemah hadis riwayat Bukhari-Muslim tentang mencintai saudara/teman, (2) Jelaskan maksud frasa 'tidak beriman' dalam hadis tersebut, (3) Jelaskan mengapa berbuat baik kepada teman berkaitan erat dengan persaudaraan sesama manusia/mukmin (acuan jawaban: (1) Tidak sempurna iman seseorang hingga mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri; (2) Belum sempurna imannya jika masih dengki atau tidak peduli; (3) Karena persaudaraan menuntut saling mengasihi dan menginginkan kebaikan bersama) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Beberapa murid mengemukakan kembali secara lisan poin utama penjelasan hadis tentang berbuat baik kepada teman, lalu murid lain saling mengonfirmasi ketepatan penjelasannya bersama bimbingan guru (acuan: memuat unsur kesempurnaan iman dan menyayangi teman seperti diri sendiri) (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan inti hadis tentang berbuat baik kepada teman dalam konteks persaudaraan (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat kepada 2 orang murid mengenai makna hadis yang dipelajari (acuan: menyebutkan bahwa iman sempurna jika mencintai teman seperti diri sendiri) (5 menit).
  • Guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya (menerapkan akhlak terhadap teman dalam pergaulan sehari-hari) dan menutup pembelajaran dengan doa hamdalah bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci (kata per kata: iman, saudara, mencintai diri sendiri), sedangkan murid mahir langsung menggunakan teks hadis utuh beserta terjemah lengkap.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menyusun kalimat penjelasan, sedangkan murid yang cepat menjelaskan kaitan hadis secara mandiri pada konteks persaudaraan yang lebih mendalam.
  • Produk: Semua murid menjelaskan hadis yang sama; murid yang berkembang melengkapi penjelasan dalam format kalimat terpandu pada lembar kerja, sedangkan murid mahir menulis penjelasan uraian lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Pernahkah kalian mendengar hadis tentang mencintai teman seperti mencintai diri sendiri? Apa artinya?' (acuan: jawaban mengarah pada H.R. Bukhari-Muslim bahwa iman seseorang belum sempurna sebelum mencintai saudaranya seperti diri sendiri; untuk memetakan kesiapan murid antara yang sudah mengetahui arti hadis dan yang belum).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid dalam mencocokkan 4 kartu lafal-makna hadis (acuan: Kartu 1 'Lā yu'minu aḥadukum' = belum sempurna iman; Kartu 2 'ḥattā yuḥibba li'akhīhi' = hingga mencintai saudaranya; Kartu 3 'mā yuḥibbu linafsih' = apa yang dicintai bagi diri sendiri; Kartu 4 'konteks persaudaraan' = saling berbuat baik tanpa dengki).
  • Pemeriksaan ketepatan lembar kerja penjelasan hadis pada 3 butir soal: butir 1 (terjemah lengkap hadis), butir 2 (penjelasan frasa tidak beriman), dan butir 3 (kaitan berbuat baik kepada teman dengan persaudaraan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: 'Jelaskan dengan bahasamu sendiri mengapa seorang mukmin harus menginginkan kebaikan bagi temannya sebagaimana untuk dirinya sendiri berdasarkan hadis Nabi saw.!' (acuan kriteria penerimaan: murid menjelaskan bahwa hal itu merupakan cerminan kesempurnaan iman dalam menjalin persaudaraan, sehingga tidak boleh menyakiti atau dengki terhadap teman).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berpasangan pada permainan menjodohkan potongan makna hadis
  • Pemeriksaan lembar kerja tertulis penjelasan hadis tentang berbuat baik kepada teman

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan arti dan kandungan hadis berbuat baik kepada teman dalam konteks persaudaraanBelum mampu menjelaskan arti terjemah maupun kandungan hadis tentang berbuat baik kepada teman walau telah diberikan bimbingan.Mampu menjelaskan terjemah hadis, namun belum tepat dalam menjelaskan kandungan hadis terkait persaudaraan (hanya memenuhi 1 dari 3 butir acuan penjelasan).Mampu menjelaskan terjemah dan kandungan hadis tentang berbuat baik kepada teman dalam konteks persaudaraan secara tepat memenuhi 2-3 butir acuan penjelasan dengan sedikit arahan guru.Mampu menjelaskan terjemah dan seluruh 3 butir kandungan hadis tentang berbuat baik kepada teman dalam konteks persaudaraan secara tepat, lengkap, runtut, dan mandiri tanpa bimbingan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu menangkap pesan pokok hadis tentang berbuat baik kepada teman?
  • Bagian mana dari kegiatan berpasangan 'Tebak Makna' yang paling efektif membangun pemahaman murid?

Murid:

  • Apa hal terpenting yang kamu pelajari hari ini tentang cara memperlakukan teman sesuai hadis Nabi saw.?
  • Apakah kamu sudah memahami mengapa mencintai teman seperti mencintai diri sendiri menandakan iman yang sempurna?

Pertemuan 2 — Menerapkan Akhlak terhadap Teman dalam Pergaulan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.8.2 Menerapkan akhlak terhadap teman dalam pergaulan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan akhlak terpuji terhadap teman dalam pergaulan sehari-hari (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 3 pertanyaan lisan berbasis situasi pergaulan untuk memetakan kesiapan murid dalam menerapkan akhlak kepada teman: (1) 'Jika temanmu terpeleset saat bermain, tindakan akhlak apa yang langsung kamu lakukan?' (acuan: segera menolongnya berdiri dan menanyakan keadaannya, bukan menertawakannya); (2) 'Jika kamu tidak sengaja menumpahkan air di meja teman, apa yang kamu lakukan?' (acuan: meminta maaf secara tulus dan membantu mengelap meja hingga bersih); (3) 'Jika temanmu memiliki pendapat berbeda saat kerja kelompok, bagaimana sikapmu?' (acuan: mendengarkan tanpa memotong dan menghargai pendapatnya) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati tayangan teks/gambar tentang bentuk-bentuk akhlak mulia kepada teman dalam kehidupan sehari-hari: saling tolong-menolong (ta'awun), menebarkan salam dan senyuman, menjaga rahasia serta aib teman, bertutur kata santun, meminta maaf jika bersalah, dan tidak memanggil dengan sebutan/julukan yang buruk (15 menit).
  • Murid secara berpasangan berdiskusi untuk menelaah contoh penerapan akhlak terpuji versus perilaku tercela kepada teman berdasarkan 4 kartu situasi berikut: Kartu A (melihat teman kesulitan membawa buku tugas ke ruang guru -> tindakan akhlak: menawarkan bantuan membawakan sebagian buku); Kartu B (teman lupa membawa bekal saat jam istirahat -> tindakan akhlak: berbagi sebagian makanan yang dibawa); Kartu C (teman berbuat salah lalu meminta maaf -> tindakan akhlak: memaafkan dengan ikhlas dan tidak mengungkitnya lagi); Kartu D (teman tidak sengaja kalah dalam permainan -> tindakan akhlak: menyemangati dan tidak mengejeknya) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu permainan interaktif 'Tantangan Kartu Aksi Akhlak Teman': murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang), setiap kelompok mengambil amplop skenario nyata pergaulan sekolah dan secara bergantian mempraktikkan/menerapkan tindakan akhlak yang tepat secara langsung (15 menit).
  • Setiap kelompok menyelesaikan 4 lembar studi kasus penerapan akhlak terhadap teman: Kasus 1: Ahmad diejek oleh anak kelas lain karena sepatunya basah kehujanan (penerapan: membela dan menenangkan Ahmad, lalu mengajak ke tempat yang nyaman); Kasus 2: Siti menitipkan cerita rahasia keluarga kepada Fitri (penerapan: Fitri menjaga amanah dan tidak menceritakannya kepada orang lain); Kasus 3: Budi sedang berbicara menyampaikan usulan piket kelas (penerapan: mendengarkan dengan seksama tanpa menyela pembicaraannya); Kasus 4: Doni tidak sengaja mematahkan penggaris milik Rian (penerapan: Doni mengakui kesalahan, meminta maaf, serta berniat menggantinya jika mampu, dan Rian memaafkannya dengan lapang dada) (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru meninjau kembali keputusan-keputusan tindakan yang telah dipraktikkan dalam studi kasus untuk memastikan seluruh tindakan benar-benar mencerminkan akhlak mulia dalam pergaulan sehari-hari (15 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir kuis respon cepat terkait komitmen penerapan akhlak terhadap teman: (1) 'Sebutkan 1 tindakan akhlak terpuji yang akan kamu lakukan hari ini jika melihat temanmu murung di kelas!' (kriteria: menyebutkan tindakan nyata seperti menyapa dengan ramah, mengajak bicara, atau menawarkan bantuan); (2) 'Bagaimana caramu menerapkan akhlak santun saat ingin meminjam penghapus teman?' (kriteria: meminta izin dengan kata tolong/santun dan berterima kasih setelah selesai meminjam) (10 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran pertemuan ini mengenai indahnya membiasakan akhlak terpuji kepada teman, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid, lalu menutup kelas dengan doa kafaratul majelis dan salam (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual dengan opsi tindakan akhlak konkret; murid yang cepat diberikan skenario dilema pergaulan yang membutuhkan pertimbangan akhlak lebih mendalam.
  • Proses: Pada kegiatan kelompok, murid yang membutuhkan pendampingan didampingi guru dalam menentukan tindakan yang tepat, sedangkan murid yang mahir secara mandiri memecahkan seluruh kasus pergaulan.
  • Produk: Respon penerapan akhlak dapat disajikan secara lisan langsung melalui simulasi mini maupun secara tertulis pada lembar kerja skenario.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan respons cepat di awal pelajaran: (1) 'Jika temanmu terpeleset saat bermain, tindakan akhlak apa yang langsung kamu lakukan?' (acuan: menolongnya berdiri dan menanyakan keadaannya, tidak menertawakan); (2) 'Jika kamu tidak sengaja menumpahkan air di meja teman, apa yang kamu lakukan?' (acuan: meminta maaf dengan tulus dan mengelap meja); (3) 'Jika temanmu berbeda pendapat saat kerja kelompok, bagaimana sikapmu?' (acuan: mendengarkan dan menghargai pendapatnya tanpa memotong).

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan 4 studi kasus penerapan akhlak terhadap teman: memeriksa ketepatan tindakan yang dipilih pada Kasus 1 (membela/menenangkan teman yang diejek), Kasus 2 (menjaga rahasia/aib teman), Kasus 3 (menghormati teman yang sedang berbicara), dan Kasus 4 (meminta maaf atas kesalahan dan memaafkan dengan ikhlas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman respon komitmen tindakan akhlak di akhir sesi: (1) 'Tindakan akhlak nyata saat melihat teman murung' (kriteria penerimaan: respon memuat tindakan nyata seperti menyapa ramah, menanyakan kabar dengan empati, atau menawarkan bantuan); (2) 'Cara menerapkan akhlak santun saat meminjam alat tulis teman' (kriteria penerimaan: meminta izin menggunakan kata tolong/santun dan mengucapkan terima kasih setelah mengembalikannya).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja simulasi dan pemecahan studi kasus penerapan akhlak terhadap teman dalam pergaulan sehari-hari menggunakan lembar observasi/rubrik ketercapaian.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Akhlak terhadap Teman dalam Kasus Pergaulan Sehari-hariBelum mampu menentukan dan menerapkan tindakan akhlak terpuji pada keempat kasus pergaulan yang disajikan (0-1 kasus tepat).Mampu menentukan dan menerapkan tindakan akhlak terpuji pada 2 dari 4 kasus pergaulan yang disajikan dengan bimbingan guru.Mampu menentukan dan menerapkan tindakan akhlak terpuji secara mandiri dan tepat pada minimal 3 dari 4 kasus pergaulan yang disajikan (Kasus 1: menolong/menenangkan teman diejek; Kasus 2: menjaga rahasia; Kasus 3: mendengarkan teman bicara; Kasus 4: meminta maaf dan saling memaafkan).Mampu menentukan dan menerapkan tindakan akhlak terpuji secara mandiri dan tepat pada seluruh (4) kasus pergaulan yang disajikan secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah skenario dan studi kasus yang disajikan mampu memicu kesadaran murid untuk mempraktikkan akhlak terpuji kepada teman secara nyata?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang biasanya pasif dalam aktivitas kelompok interaktif 'Tantangan Kartu Aksi Akhlak'?

Murid:

  • Akhlak terpuji apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu terapkan kepada teman di sekolah?
  • Perubahan sikap apa yang ingin kamu lakukan mulai hari ini agar pergaulan dengan teman-temanmu menjadi lebih rukun dan damai?

Pertemuan 3 — Menerapkan Akhlak terhadap Non-Muslim dalam Kehidupan Bertetangga dan Bermasyarakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.8.3 Menerapkan akhlak terhadap non-muslim dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan akhlak terpuji terhadap non-muslim dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan: 'Apakah kita boleh menolong tetangga non-muslim yang sedang sakit atau tertimpa musibah? Mengapa?' (acuan jawaban benar: Boleh/harus menolong, karena sesama manusia/tetangga wajib saling tolong-menolong dalam kebaikan dan menjaga kerukunan tanpa membedakan agama) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan membaca buku teks mengenai adab bergaul dengan tetangga non-muslim: bertutur kata sopan, tidak mengganggu ibadah mereka, saling berbagi makanan halal, dan tolong-menolong saat terkena musibah (10 menit).
  • Murid berpasangan mencermati lembar studi kasus berisi 4 situasi pergaulan bertetangga: (1) Tetangga non-muslim sedang merayakan hari besarnya; (2) Tetangga non-muslim terjatuh dari sepeda; (3) Tetangga non-muslim menitipkan rumah saat bepergian; (4) Anak tetangga non-muslim mengajak bermain bersama di lapangan (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Secara bergembira melalui permainan 'Tantangan Kartu Akhlak Mulia', setiap pasangan mengambil 4 kartu skenario bertetangga dan menentukan tindakan penerapan akhlak yang tepat untuk masing-masing skenario: (Skenario 1) Tetangga non-muslim menyelenggarakan ibadah di rumahnya -> murid menentukan tindakan: Menjaga ketenangan dan tidak membuat kebisingan; (Skenario 2) Tetangga non-muslim tertimpa musibah sakit -> murid menentukan tindakan: Menjenguk dan memberikan bantuan makanan halal atau doa kesembuhan; (Skenario 3) Ada kerja bakti membersihkan selokan bersama warga non-muslim -> murid menentukan tindakan: Ikut bergotong royong dengan ramah dan adil; (Skenario 4) Tetangga non-muslim membagikan bingkisan buah -> murid menentukan tindakan: Menerima pemberian dengan senyum, berterima kasih, dan membalas kebaikan (15 menit).
  • Setiap pasangan menuliskan tindakan penerapan akhlak dari 4 skenario tersebut pada lembar kerja aplikatif masing-masing (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kesesuaian tindakan yang mereka pilih bersama umpan balik guru dan menyimpulkan pentingnya hidup rukun serta saling menghormati dengan pemeluk agama lain dalam bingkai persaudaraan sesama manusia (ukhuwah insaniyah) (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 4 bentuk penerapan akhlak kepada non-muslim dalam bertetangga (menjaga toleransi ketenangan beribadah, menolong saat kesusahan, bergotong royong, dan bertutur kata santun) (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pembiasaan akhlak mulia dalam kehidupan nyata sehari-hari, kemudian menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual berisi pilihan tindakan akhlak konkret; murid yang mahir diberikan skenario kehidupan bermasyarakat yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu langsung oleh guru saat mencocokkan skenario; murid yang sudah mahir mengerjakan penentuan tindakan secara mandiri bersama pasangannya.
  • Produk: Murid dapat menuliskan tindakan penerapan akhlak dalam bentuk poin-poin ringkas pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: 'Apakah kita boleh menolong tetangga non-muslim yang sedang sakit atau tertimpa musibah? Mengapa?' (Acuan jawaban benar: Boleh dan dianjurkan, karena dalam urusan sosial kemanusiaan dan bertetangga, umat Islam wajib berbuat baik, tolong-menolong, dan menjaga kerukunan tanpa memandang perbedaan agama).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dan ketepatan menentukan tindakan penerapan akhlak pada 4 skenario di tahap Mengaplikasi (acuan: Skenario 1 -> menjaga ketenangan/menghormati ibadah; Skenario 2 -> menjenguk/menolong musibah; Skenario 3 -> ikut gotong royong/bekerja sama; Skenario 4 -> bersikap santun, berterima kasih, menerima bingkisan halal).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat akhir pembelajaran: Murid menuliskan 2 contoh tindakan nyata akhlak terpuji kepada tetangga non-muslim yang akan mereka terapkan di lingkungan rumahnya (Kriteria penerimaan: Tindakan mencakup aspek sosial kemanusiaan seperti menolong saat musibah, menyapa santun, tidak berbuat bising saat mereka beribadah, atau berbagi makanan halal).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengerjaan LKPD Skenario Penerapan Akhlak terhadap Non-Muslim (4 skenario tindakan bertetangga dan bermasyarakat)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan akhlak terhadap non-muslim dalam bertetangga dan bermasyarakatBelum mampu menentukan tindakan penerapan akhlak yang tepat pada 4 skenario yang diberikan meski telah dibimbing guru.Mampu menentukan 1-2 tindakan penerapan akhlak secara tepat dari 4 skenario pergaulan dengan tetangga non-muslim.Mampu menentukan 3 tindakan penerapan akhlak secara tepat dari 4 skenario pergaulan dengan tetangga non-muslim.Mampu menentukan seluruh 4 tindakan penerapan akhlak secara tepat dan mandiri dari 4 skenario pergaulan dengan tetangga non-muslim sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas tantangan skenario bertetangga efektif membantu murid memahami batasan dan cara bersikap baik kepada pemeluk agama lain?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang tinggal di lingkungan homogen saat mendiskusikan interaksi dengan non-muslim?

Murid:

  • Apa tindakan baik yang sudah kamu pahami hari ini ketika berinteraksi dengan tetangga atau teman yang berbeda agama?
  • Bagian mana dari kegiatan berpasangan tadi yang paling membuatmu bersemangat?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.8.1 Menjelaskan hadis tentang berbuat baik kepada teman dalam konteks persaudaraan
  • TP 5.8.2 Menerapkan akhlak terhadap teman dalam pergaulan sehari-hari
  • TP 5.8.3 Menerapkan akhlak terhadap non-muslim dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, doa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah asesmen sumatif bab untuk mengukur pemahaman hadis serta penerapan akhlak bergaul (3 menit).
  • Guru membacakan rubrik serta mekanisme dua tugas asesmen: Tugas 1 berupa tes lisan penjelasan hadis secara bergiliran ke meja guru, dan Tugas 2 berupa unjuk kerja simulasi berpasangan berdasarkan kartu skenario (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar panduan tugas dan kartu skenario simulasi, kemudian menjelaskan aturan pelaksanaan: saat satu murid maju tes lisan ke meja guru, murid lain duduk tertib di bangku menelaah skenario kartu kasus masing-masing (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Pelaksanaan Tugas 1: Tes lisan bergiliran ke meja guru secara individual (maksimal 1,5 menit per murid untuk 28 murid). Murid menjelaskan kandungan hadis riwayat Bukhari-Muslim tentang mencintai saudara/teman ('Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri'). Acuan jawaban lengkap: (1) Menyebutkan makna mencintai saudara/teman sama seperti mencintai diri sendiri; (2) Mengaitkan sikap saling menyayangi, tidak menyakiti, dan tolong-menolong sebagai bukti kesempurnaan iman dalam persaudaraan. Sementara itu, murid lain di tempat duduk mencermati 2 kartu skenario yang telah dibagikan (42 menit).
  • Pelaksanaan Tugas 2: Unjuk kerja simulasi berpasangan (14 pasang murid, masing-masing tampil 4 menit). Setiap pasangan mengambil salah satu dari 2 kartu skenario berikut lalu mendemonstrasikan tindakan akhlaknya di depan kelas: Skenario A (Akhlak terhadap teman): 'Teman sebangku lupa membawa bekal dan pensil saat jam istirahat dan ujian' -> Demonstrasi acuan tindakan: meminjamkan pensil cadangan secara sukarela, menawarkan berbagi bekal dengan ramah tanpa mengejek; Skenario B (Akhlak terhadap tetangga non-muslim): 'Tetangga non-muslim sedang menjemur pakaian lalu tiba-tiba hujan deras dan pemilik rumah sedang pergi, atau tetangga non-muslim membutuhkan bantuan mengangkat belanjaan berat' -> Demonstrasi acuan tindakan: bertegur sapa dengan sopan, sigap membantu mengangkat/menyelamatkan barang tanpa membeda-bedakan agama, serta menjaga ketenangan lingkungan (51 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merefleksikan secara hening proses penyampaian penjelasan hadis dan pengalaman memperagakan akhlak terpuji yang baru saja dilaksanakan dalam simulasi (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban seluruh murid selama asesmen berlangsung dan merangkum pentingnya mempraktikkan hadis serta adab berteman dalam kehidupan sehari-hari (1 menit).
  • Guru bersama murid menutup pertemuan dengan membaca doa penutup majelis dan hamdalah (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kartu skenario kasus menyediakan teks narasi situasi yang jelas dengan petunjuk peran yang terstruktur sehingga mudah dipahami semua murid tanpa mengubah kompetensi.
  • Proses: Akomodasi akses berupa pemberian waktu membaca kartu skenario lebih awal bagi murid yang memerlukan penyesuaian membaca sebelum giliran simulasi tiba.
  • Produk: Standar pembuktian tetap setara bagi seluruh murid: penjelasan lisan hadis secara mandiri dan demonstrasi langsung penerapan adab bergaul sesuai kartu skenario.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penilaian unjuk kerja lisan dan simulasi interaksi berpasangan: penjelasan lisan isi hadis berbuat baik kepada teman serta demonstrasi penerapan adab bergaul dengan teman dan non-muslim melalui simulasi skenario kasus terarah
  • tes lisan bergiliran: penjelasan lisan ringkas kandungan hadis tentang berbuat baik kepada sesama teman dalam konteks persaudaraan, dinilai secara rotasi ke meja guru berdurasi 1,5 menit per murid (45 menit / 1,5 menit = 30 kuota murid, muat 28 murid satu kelas sementara murid lain menelaah skenario kartu kasus) (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan)
  • penilaian unjuk kerja simulasi berpasangan: demonstrasi penerapan akhlak santun, toleran, dan saling tolong-menolong saat berinteraksi dengan teman sebaya dan tetangga non-muslim berdasarkan kartu studi kasus, tampil berpasangan 4 menit per pasangan (14 pasang x 4 menit = 56 menit, muat 28 murid satu kelas) (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja simulasi)

Sumatif:

  • penilaian unjuk kerja lisan dan simulasi interaksi berpasangan: penjelasan lisan isi hadis berbuat baik kepada teman serta demonstrasi penerapan adab bergaul dengan teman dan non-muslim melalui simulasi skenario kasus terarah
  • tes lisan bergiliran: penjelasan lisan ringkas kandungan hadis tentang berbuat baik kepada sesama teman dalam konteks persaudaraan, dinilai secara rotasi ke meja guru berdurasi 1,5 menit per murid (45 menit / 1,5 menit = 30 kuota murid, muat 28 murid satu kelas sementara murid lain menelaah skenario kartu kasus) (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan)
  • penilaian unjuk kerja simulasi berpasangan: demonstrasi penerapan akhlak santun, toleran, dan saling tolong-menolong saat berinteraksi dengan teman sebaya dan tetangga non-muslim berdasarkan kartu studi kasus, tampil berpasangan 4 menit per pasangan (14 pasang x 4 menit = 56 menit, muat 28 murid satu kelas) (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja simulasi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Lisan Hadis Berbuat Baik kepada Teman (TP 5.8.1)Belum mampu menjelaskan makna hadis tentang mencintai teman atau tidak menyebutkan satupun kaitan dengan iman/persaudaraan.Menjelaskan sebagian makna hadis (hanya menyebut keharusan bersikap baik kepada teman), namun belum mengaitkan dengan kesempurnaan iman atau nilai persaudaraan.Menjelaskan kandungan hadis secara tepat sesuai acuan: menyebutkan anjuran mencintai teman seperti mencintai diri sendiri serta mengaitkannya dengan kesempurnaan iman dan persaudaraan.Menjelaskan kandungan hadis secara lengkap, tepat, dan lancar tanpa ragu sesuai acuan: menguraikan makna mencintai teman seperti diri sendiri serta mengaitkannya secara utuh dengan ikatan persaudaraan dan bukti kesempurnaan iman.
Penerapan Akhlak terhadap Teman dalam Pergaulan (TP 5.8.2)Belum mampu mendemonstrasikan tindakan menolong atau berbagi sesuai Skenario A (masih tampak enggan atau acuh terhadap kesulitan teman).Mendemonstrasikan tindakan menolong teman (meminjamkan alat atau berbagi makanan) namun masih memerlukan arahan guru dan belum menunjukkan sikap sukarela.Mendemonstrasikan akhlak terpuji secara mandiri sesuai acuan Skenario A: sigap meminjamkan pensil cadangan dan menawarkan berbagi bekal dengan ramah tanpa mengejek.Mendemonstrasikan akhlak terpuji secara mandiri, santun, dan luwes sesuai acuan Skenario A: menawarkan bantuan pensil dan makanan secara tulus tanpa merendahkan teman.
Penerapan Akhlak terhadap Non-Muslim (TP 5.8.3)Belum mampu mendemonstrasikan sikap santun atau tolong-menolong terhadap tetangga non-muslim pada Skenario B.Mendemonstrasikan tindakan tolong-menolong kepada non-muslim pada Skenario B tetapi masih ragu-ragu dan memerlukan bimbingan guru.Mendemonstrasikan akhlak santun dan tolong-menolong secara mandiri sesuai acuan Skenario B: bertegur sapa dengan sopan dan sigap membantu tetangga non-muslim tanpa membeda-bedakan agama.Mendemonstrasikan akhlak santun, toleran, dan tolong-menolong secara konsisten, luwes, dan tulus sesuai acuan Skenario B tanpa diskriminasi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu tes lisan dan simulasi berjalan efektif dan mencakup seluruh murid dalam 105 menit?
  • Bagaimana tingkat pemahaman murid mengenai hadis berbuat baik serta kesiapan mereka mempraktikkan toleransi dan akhlak terpuji dalam keseharian?

Murid:

  • Apakah aku sudah mampu menjelaskan pesan hadis tentang menyayangi teman dengan bahasaku sendiri?
  • Bagaimana perasaanku saat memperagakan sikap tolong-menolong kepada teman dan tetangga non-muslim dalam simulasi tadi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas V, Kemendikbudristek 2021
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas V, Kemendikbudristek 2021
  3. Kitab Hadis Shahih Bukhari dan Shahih Muslim (terjemah)
  4. Kartu lafal dan arti hadis 'Lā yu'minu aḥadukum'
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas V Kemendikbudristek RI Tahun 2021
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas V Kemendikbudristek RI Tahun 2021
  7. Kartu situasi dan lembar studi kasus akhlak pergaulan teman
  8. Al-Qur'an dan Terjemah Kementerian Agama RI
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI 2021
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas V, Kemendikbudristek RI 2021
  11. Lembar Kerja Kartu Skenario Bertetangga Toleran
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
  14. Kitab Hadis (Shahih Bukhari dan Muslim) tentang mencintai saudara
  15. Lembar Instrumen Rubrik Penilaian Lisan dan Kartu Kasus Skenario A dan B

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.