Modul AjarPertemuan 3Bab 5Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Peristiwa Haji Wada: Makna dan Pesan Rasulullah saw.

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Peristiwa Haji Wada: Makna dan Pesan Rasulullah saw.". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Peristiwa Haji Wada: Makna dan Pesan Rasulullah saw.

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Peristiwa Haji Wada: Makna dan Pesan Rasulullah saw.

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPeristiwa Haji Wada: Makna dan Pesan Rasulullah saw.
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan makna peristiwa Haji Wada sebagai ibadah haji terakhir dan perpisahan Rasulullah saw. dengan umatnya dengan benar.
  2. Murid mampu mengungkapkan pesan-pesan penting Rasulullah saw. dalam Haji Wada yang berkaitan dengan persaudaraan, kesetaraan, dan amanah dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melepas kepergian orang yang berangkat haji atau umrah? Bagaimana perasaan kalian saat itu?
  2. Mengapa menurut kalian Haji Wada disebut sebagai haji perpisahan Rasulullah saw.?
  3. Pesan apa yang paling penting disampaikan seseorang saat akan berpisah dengan orang yang dicintai?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, tadarus Al-Qur'an bersama, dan berdoa dipimpin oleh salah satu murid.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang masih ingat peristiwa Fathu Makkah yang kita pelajari minggu lalu?' untuk mengecek pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami peristiwa Haji Wada dan pesan-pesan penting Rasulullah saw.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian melepas kepergian orang yang berangkat haji? Bagaimana perasaan kalian?' untuk membangun keterlibatan emosional murid.
  • Guru menghubungkan pengalaman murid dengan topik hari ini: Haji Wada sebagai perpisahan Rasulullah saw. dengan umatnya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan video singkat atau gambar ilustrasi tentang peristiwa Haji Wada (jika tersedia), atau menceritakan peristiwa Haji Wada dengan narasi yang menarik.
  • Murid mendengarkan penjelasan guru tentang: (1) Haji Wada terjadi tahun 10 Hijriah, (2) disebut haji perpisahan karena ini adalah haji terakhir Rasulullah saw., (3) dihadiri lebih dari 100.000 sahabat.
  • Guru memfasilitasi tanya jawab interaktif: 'Mengapa disebut Haji Wada (perpisahan)?' untuk mengecek pemahaman murid.
  • Murid membaca teks singkat di buku atau lembar kerja tentang peristiwa Haji Wada secara mandiri selama 5 menit.
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi makna penting Haji Wada sebagai momen perpisahan dan penyampaian pesan terakhir Nabi.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4-5 orang) secara heterogen.
  • Setiap kelompok menerima lembar kerja berisi kutipan khutbah Wada (disederhanakan): tentang persaudaraan semua manusia, kesetaraan, larangan diskriminasi, amanah terhadap harta dan kehormatan.
  • Tugas kelompok: mendiskusikan dan menuliskan 3 pesan penting dari khutbah Wada yang relevan dengan kehidupan sehari-hari (waktu: 10 menit).
  • Murid berdiskusi, bertukar pendapat, dan mencatat hasil diskusi dalam bentuk poin-poin sederhana.
  • Setiap kelompok mempresentasikan 1-2 pesan yang mereka temukan di depan kelas (masing-masing kelompok 2 menit).
  • Guru memberikan umpan balik positif dan mengklarifikasi jika ada pemahaman yang kurang tepat.
  • Guru menghubungkan pesan-pesan tersebut dengan nilai akhlak: persaudaraan (ukhuwah), kesetaraan (al-musawah), dan amanah.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan memberikan waktu hening (1 menit) untuk merenung.
  • Murid diminta menuliskan refleksi pribadi di buku catatan: 'Pesan Rasulullah saw. mana yang paling berkesan untukku? Bagaimana aku bisa menerapkannya di kehidupan sehari-hari?'
  • Beberapa murid (3-4 orang) diminta secara sukarela membagikan refleksinya kepada teman sekelas.
  • Guru memberikan penguatan: 'Haji Wada mengajarkan kita untuk selalu menghormati sesama, tidak membeda-bedakan teman, dan menjaga amanah dalam segala hal.'
  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini secara bersama-sama dengan pertanyaan terbuka: 'Apa yang kalian pelajari hari ini tentang Haji Wada?'

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan 3 pertanyaan lisan atau tertulis singkat untuk mengukur pemahaman murid.
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka dalam pembelajaran.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya: meneladani akhlak Rasulullah saw. dalam kehidupan.
  • Murid bersama guru membaca hamdalah dan doa penutup majlis.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberikan teks khutbah Wada yang lebih lengkap untuk dianalisis lebih dalam. Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan teks dengan poin-poin yang sudah digarisbawahi dan pertanyaan pemandu.
  • Proses: Kelompok dibentuk secara heterogen agar murid yang lebih cepat dapat membantu teman yang memerlukan bimbingan. Guru memberikan scaffolding berupa pertanyaan pemandu kepada kelompok yang kesulitan.
  • Produk: Murid dapat memilih menyampaikan hasil diskusi dalam bentuk presentasi lisan, poster sederhana, atau catatan tertulis sesuai kemampuan mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang materi sebelumnya (Fathu Makkah) untuk mengecek kesiapan belajar
  • Pertanyaan diagnostik: 'Apa yang kalian ketahui tentang haji?' untuk mengukur pengetahuan awal

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat mendengarkan penjelasan guru (tahap Memahami)
  • Penilaian proses diskusi kelompok: kemampuan bekerjasama, mengidentifikasi pesan, dan berargumentasi (tahap Mengaplikasi)
  • Pertanyaan lisan spontan kepada beberapa murid untuk mengecek pemahaman mereka selama pembelajaran

Akhir:

  • Tes tertulis singkat (10 menit): (1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan Haji Wada, (2) Sebutkan 2 pesan penting Rasulullah saw. dalam khutbah Wada, (3) Bagaimana cara menerapkan pesan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang pesan yang paling berkesan dan rencana penerapannya

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran
  • Penilaian hasil diskusi kelompok tentang pesan-pesan Haji Wada

Sumatif:

  • Tes tertulis singkat (3 soal uraian) tentang makna Haji Wada dan pesan-pesan Rasulullah saw.
  • Penilaian refleksi tertulis murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman makna Haji WadaBelum dapat menjelaskan apa itu Haji WadaDapat menyebutkan Haji Wada sebagai haji Rasulullah saw. tetapi belum memahami maknanya sebagai perpisahanDapat menjelaskan Haji Wada sebagai haji perpisahan dengan bimbinganDapat menjelaskan makna Haji Wada sebagai haji terakhir dan momen perpisahan Rasulullah saw. dengan umatnya secara lengkap dan mandiri
Kemampuan mengidentifikasi pesan-pesan pentingBelum dapat mengidentifikasi pesan apapun dari khutbah WadaDapat menyebutkan 1 pesan dengan bantuan guru atau temanDapat mengidentifikasi 2 pesan penting (persaudaraan, kesetaraan, atau amanah) dengan tepatDapat mengidentifikasi 3 atau lebih pesan penting dan menjelaskan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari
Partisipasi dalam diskusi kelompokTidak terlibat dalam diskusi kelompokMendengarkan diskusi tetapi belum memberikan kontribusi aktifBerpartisipasi aktif dengan memberikan pendapat dalam diskusi kelompokBerpartisipasi aktif, memberikan ide, dan membantu teman memahami materi dalam diskusi
Refleksi dan penerapan nilaiBelum dapat membuat refleksi atau menghubungkan dengan kehidupan pribadiDapat membuat refleksi sederhana dengan bimbingan guruDapat merefleksikan pembelajaran dan mengidentifikasi 1 cara penerapan dalam kehidupan sehari-hariDapat merefleksikan pembelajaran secara mendalam dan merencanakan penerapan konkret pesan Rasulullah saw. dalam kehidupan sehari-hari

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami makna Haji Wada dengan baik?
  • Metode pembelajaran mana yang paling efektif dalam pembelajaran hari ini?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Bagaimana cara meningkatkan keterlibatan murid yang masih pasif dalam diskusi?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
  • Pesan Rasulullah saw. mana yang paling ingin kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa yang masih belum kamu pahami tentang Haji Wada?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang pesan-pesan Rasulullah saw. dalam Haji Wada?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5
  3. Al-Qur'an dan Terjemahnya, Kementerian Agama RI
  4. Video atau ilustrasi tentang peristiwa Haji Wada (dari Youtube atau sumber digital lainnya)
  5. Lembar kerja diskusi kelompok tentang pesan-pesan khutbah Wada
  6. Papan tulis, spidol, dan media presentasi
  7. Kertas untuk refleksi pribadi murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.