Modul AjarPertemuan 2Bab 5Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Nilai-nilai Keteladanan Rasulullah saw. dalam Peristiwa Fathu Makkah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Nilai-nilai Keteladanan Rasulullah saw. dalam Peristiwa Fathu Makkah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Nilai-nilai Keteladanan Rasulullah saw. dalam Peristiwa Fathu Makkah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Nilai-nilai Keteladanan Rasulullah saw. dalam Peristiwa Fathu Makkah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikNilai-nilai Keteladanan Rasulullah saw. dalam Peristiwa Fathu Makkah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menemukan nilai-nilai perdamaian dan akhlak mulia Rasulullah saw. (pemaaf, rendah hati, kasih sayang) yang terkandung dalam peristiwa Fathu Makkah dengan tepat.
  2. Murid mampu meyakini peristiwa Fathu Makkah sebagai bukti kebenaran perjuangan Rasulullah saw. dalam menegakkan Islam dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian memaafkan teman yang pernah menyakiti kalian? Bagaimana perasaan kalian setelah memaafkan?
  2. Bagaimana sikap Rasulullah saw. ketika beliau kembali ke Makkah setelah 8 tahun hijrah? Apakah beliau membalas dendam kepada orang-orang yang dulu menyakitinya?
  3. Nilai-nilai mulia apa yang bisa kita teladani dari Rasulullah saw. dalam peristiwa Fathu Makkah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran murid dengan penuh kasih sayang.
  • Guru mengajak murid membaca Al-Quran (tadarus) secara bergantian untuk membangun suasana religius.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Apa yang kalian ketahui tentang Fathu Makkah?' dan mencatat pemahaman awal murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik tentang pengalaman memaafkan teman dan menghubungkannya dengan kisah Rasulullah saw.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan hari ini dengan bahasa sederhana.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan video atau menceritakan kisah Fathu Makkah secara menarik dan interaktif.
  • Murid menyimak dengan seksama sambil mencatat poin-poin penting yang mereka temukan.
  • Guru memfasilitasi diskusi ringan dengan bertanya: 'Bagaimana sikap Rasulullah saw. terhadap penduduk Makkah yang dulu menyakitinya?'
  • Murid mengidentifikasi nilai-nilai akhlak mulia dalam kisah (pemaaf, rendah hati, kasih sayang) melalui tanya jawab.
  • Guru menuliskan nilai-nilai yang ditemukan di papan tulis dan mengajak murid memaknainya bersama-sama.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 anak) untuk bekerja sama.
  • Setiap kelompok membuat mind mapping tentang nilai-nilai keteladanan Rasulullah saw. dalam Fathu Makkah menggunakan kertas buram atau worksheet.
  • Guru berkeliling memfasilitasi dan memberi tantangan sesuai kemampuan: kelompok cepat diminta menambahkan contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari, kelompok lambat diberi panduan lebih detail.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil mind mapping mereka di depan kelas dengan percaya diri.
  • Murid dari kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid untuk merefleksikan pembelajaran: 'Nilai apa yang paling berkesan bagi kalian dari kisah Fathu Makkah?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di buku catatan: satu nilai keteladanan yang ingin mereka terapkan dan bagaimana caranya.
  • Beberapa murid diminta berbagi refleksi mereka secara sukarela.
  • Guru mengajak murid meyakini bahwa Fathu Makkah adalah bukti kebenaran perjuangan Rasulullah saw. dan kemenangan Islam yang penuh hikmah.
  • Guru menguatkan keyakinan murid dengan menekankan bahwa akhlak mulia adalah jalan menuju kesuksesan dunia dan akhirat.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: nilai-nilai pemaaf, rendah hati, dan kasih sayang Rasulullah saw. dalam Fathu Makkah.
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjawab kuis lisan atau tertulis singkat.
  • Guru memberikan penguatan positif dan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi mereka.
  • Guru meminta murid mempraktikkan satu nilai keteladanan Rasulullah saw. di rumah dan sekolah sebagai tugas bermakna.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami kisah Fathu Makkah diberi bacaan tambahan tentang Haji Wada. Murid yang memerlukan dukungan diberi ringkasan sederhana dengan ilustrasi.
  • Proses: Kelompok cepat membuat mind mapping dengan analisis lebih mendalam dan contoh penerapan. Kelompok lambat diberi template mind mapping dan panduan langkah demi langkah dari guru.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk presentasi: mind mapping visual, cerita narasi, atau role play sederhana sesuai minat dan kekuatan mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang Fathu Makkah?'
  • Mengamati respon murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengukur pemahaman awal.

Proses:

  • Observasi saat murid menyimak video/cerita dan mencatat poin penting.
  • Memantau diskusi kelompok dan memberikan umpan balik langsung.
  • Mengamati proses pembuatan mind mapping dan memberi scaffolding sesuai kebutuhan.
  • Menilai kemampuan komunikasi saat presentasi kelompok.

Akhir:

  • Kuis lisan atau tertulis singkat (5 pertanyaan) tentang nilai-nilai keteladanan Rasulullah saw. dalam Fathu Makkah.
  • Penilaian mind mapping kelompok menggunakan rubrik.
  • Membaca dan menilai refleksi tertulis murid.
  • Mengamati ekspresi keyakinan murid terhadap kebenaran perjuangan Rasulullah saw.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi dan kerja kelompok.
  • Tanya jawab lisan untuk memeriksa pemahaman tentang nilai-nilai keteladanan.
  • Penilaian proses pembuatan mind mapping.

Sumatif:

  • Kuis singkat tentang nilai-nilai keteladanan Rasulullah saw. dalam Fathu Makkah.
  • Penilaian hasil mind mapping kelompok.
  • Refleksi tertulis murid tentang nilai yang ingin diterapkan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan nilai-nilai keteladanan dalam Fathu MakkahBelum dapat menyebutkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah saw. dalam Fathu Makkah.Dapat menyebutkan 1 nilai keteladanan dengan bantuan guru.Dapat menyebutkan 2-3 nilai keteladanan (pemaaf, rendah hati, kasih sayang) dengan tepat.Dapat menyebutkan 3 atau lebih nilai keteladanan dengan tepat dan memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Keyakinan terhadap kebenaran perjuangan Rasulullah saw.Belum menunjukkan pemahaman bahwa Fathu Makkah adalah bukti kebenaran perjuangan Rasulullah saw.Mulai memahami bahwa Fathu Makkah adalah peristiwa penting dengan bantuan penjelasan guru.Dapat menjelaskan bahwa Fathu Makkah adalah bukti kebenaran perjuangan Rasulullah saw. dengan benar.Dapat menjelaskan dengan penuh keyakinan bahwa Fathu Makkah adalah bukti kebenaran perjuangan Rasulullah saw. dan mengaitkannya dengan hikmah yang dapat dipetik.
Mind mapping nilai-nilai keteladananMind mapping tidak terstruktur dan tidak menunjukkan nilai-nilai keteladanan.Mind mapping sederhana dengan 1-2 nilai keteladanan tanpa penjelasan.Mind mapping terstruktur dengan 3 nilai keteladanan dan penjelasan singkat.Mind mapping kreatif, terstruktur, memuat 3 atau lebih nilai keteladanan dengan penjelasan lengkap dan contoh penerapan.
Refleksi dan komitmen penerapanBelum dapat merefleksikan pembelajaran dan belum menunjukkan komitmen penerapan.Dapat menyebutkan 1 nilai yang berkesan tetapi belum menjelaskan cara penerapannya.Dapat menyebutkan nilai yang berkesan dan menjelaskan 1 cara penerapan dalam kehidupan sehari-hari.Dapat merefleksikan secara mendalam, menyebutkan nilai yang berkesan, menjelaskan cara penerapan konkret, dan menunjukkan komitmen kuat untuk meneladani Rasulullah saw.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat menemukan nilai-nilai keteladanan dalam Fathu Makkah?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik minat murid?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Nilai keteladanan apa yang paling berkesan bagiku dari kisah Fathu Makkah?
  • Bagaimana aku akan menerapkan nilai tersebut dalam kehidupanku sehari-hari?
  • Apa yang membuatku semakin yakin bahwa Rasulullah saw. adalah teladan terbaik?
  • Apa yang paling aku sukai dari pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Al-Quran dan Terjemahnya, Kementerian Agama RI
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5
  4. Video peristiwa Fathu Makkah dari YouTube atau media pembelajaran Islam yang sesuai
  5. Kertas buram/kertas bekas untuk membuat mind mapping
  6. Worksheet mind mapping (template)
  7. Spidol warna dan alat tulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.