Modul AjarBab 5Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 5: Meneladani Perjuangan Rasulullah

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 5 untuk Bab 5 "Meneladani Perjuangan Rasulullah", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 5: Meneladani Perjuangan Rasulullah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 5 — Meneladani Perjuangan Rasulullah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 5 — Meneladani Perjuangan Rasulullah
Alokasi Waktu11 JP (11 x 35 menit = 385 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.5.1 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah pada peristiwa Fathu Makkah
  2. TP 5.5.2 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah pada peristiwa Fathu Makkah
  3. TP 5.5.3 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah pada peristiwa Haji Wada
  4. TP 5.5.4 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah pada peristiwa Haji Wada

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa Rasulullah saw. dan kaum muslimin memutuskan kembali memasuki kota Makkah setelah bertahun-tahun hijrah ke Madinah?
  2. Apa pelanggaran yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy sehingga memicu terjadinya peristiwa Fathu Makkah?
  3. Bagaimana sikap Nabi Muhammad saw. saat berhasil memasuki kota Makkah bersama sepuluh ribu pasukan muslim?
  4. Apakah Nabi Muhammad saw. membalas dendam kepada kaum kafir Quraisy yang dahulu menyakiti beliau saat peristiwa Fathu Makkah?
  5. Apa arti dari kata 'Wada' dalam peristiwa Haji Wada yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad saw.?
  6. Pesan penting apa saja yang disampaikan Nabi Muhammad saw. kepada umat Islam dalam khotbah di Padang Arafah?
  7. Bagaimana urutan peristiwa haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. bersama para sahabat?
  8. Bagaimana sikap Rasulullah saw. saat berhasil menaklukkan Kota Makkah tanpa pertumpahan darah?
  9. Pesan penting apa yang Rasulullah saw. sampaikan kepada umat Islam dalam khotbah Haji Wada?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Sebab dan Kronologi Peristiwa Fathu Makkah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.5.1 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah pada peristiwa Fathu Makkah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan sebab dan kronologi peristiwa Fathu Makkah (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan dua pertanyaan pemetaan pengetahuan awal: (1) 'Apa nama perjanjian damai antara kaum muslimin dan kafir Quraisy yang disepakati sebelum Fathu Makkah?' (acuan jawaban: Perjanjian Hudaibiyah); (2) 'Siapa sekutu kaum muslimin yang diserang oleh sekutu kafir Quraisy?' (acuan jawaban: Bani Khuza'ah diserang oleh Bani Bakr yang dibantu kafir Quraisy) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan membaca teks ringkas tentang latar belakang Fathu Makkah, yang mencakup pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah oleh kaum kafir Quraisy (membantu Bani Bakr menyerang Bani Khuza'ah) serta respon damai Rasulullah saw. yang memberi opsi penyelesaian sebelum akhirnya bergerak menuju Makkah (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi 3 sebab utama Fathu Makkah dan 4 tahapan kronologi pergerakan pasukan Rasulullah saw. dari Madinah menuju Makkah (acuan: sebab = pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah, penyerangan Bani Khuza'ah oleh Bani Bakr dan Quraisy, penolakan Quraisy terhadap opsi damai; kronologi = persiapan rahasia 10.000 pasukan, berkemah dan menyalakan api di Marra azh-Zhahran, masuknya Abu Sufyan ke dalam Islam, serta masuknya pasukan ke Makkah dari 4 penjuru tanpa pertumpahan darah) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid secara berpasangan mengikuti aktivitas permainan kartu tantangan alur sejarah 'Susun Jejak Fathu Makkah': setiap pasangan menerima lembar kerja untuk menjelaskan sebab dan mengurutkan 4 kartu kronologi peristiwa dengan tepat (15 menit). Kartu yang disusun adalah: Kartu A: 'Bani Bakr bersama Quraisy menyerang Bani Khuza'ah melanggar Perjanjian Hudaibiyah'; Kartu B: 'Rasulullah saw. menyiapkan 10.000 pasukan secara tertib dari Madinah'; Kartu C: 'Pasukan muslim berkemah di Marra azh-Zhahran dan Abu Sufyan menyatakan keislamannya'; Kartu D: 'Pasukan muslim memasuki kota Makkah dari 4 penjuru secara damai'. (Acuan urutan tepat: A -> B -> C -> D).
  • Murid menuliskan penjelasan singkat pada lembar kerja mandiri mengenai 2 sebab utama terjadinya Fathu Makkah dan urutan kronologinya dari awal keberangkatan hingga memasuki kota Makkah (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil urutan kronologi dan penjelasan sebab peristiwa, lalu murid merefleksikan makna pentingnya menepati perjanjian dan menjaga perdamaian sebagaimana diteladankan Rasulullah saw. (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap konsep sebab dan kronologi peristiwa Fathu Makkah yang telah dipelajari murid (3 menit).
  • Guru memandu murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup sesi dengan doa bersama serta salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar teks kronologi dengan penanda visual garis waktu bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman urutan peristiwa.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan petunjuk kata kunci (misal: Hudaibiyah, 10.000 pasukan, 4 penjuru), sedangkan murid yang cepat menjelaskan kaitan logis mengapa pelanggaran perjanjian memicu pergerakan pasukan.
  • Produk: Seluruh murid menyelesaikan lembar kerja penjelasan sebab dan kronologi peristiwa sesuai rubrik target yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Apa nama perjanjian damai antara kaum muslimin dan kaum Quraisy sebelum Fathu Makkah? (Acuan: Perjanjian Hudaibiyah). (2) Siapa kaum sekutu muslim yang diserang oleh sekutu Quraisy sehingga melanggar perjanjian? (Acuan: Bani Khuza'ah).

Proses:

  • Penilaian formatif pengerjaan lembar kerja penjelasan sebab dan kronologi Fathu Makkah. Acuan jawaban: Sebab = Kafir Quraisy melanggar Perjanjian Hudaibiyah dengan membantu Bani Bakr menyerang Bani Khuza'ah. Urutan 4 Kronologi = (1) Pelanggaran perjanjian di Makkah, (2) Persiapan 10.000 pasukan muslim di Madinah, (3) Berkemah di Marra azh-Zhahran dan masuk Islamnya Abu Sufyan, (4) Pasukan memasuki Makkah dari 4 penjuru tanpa pertumpahan darah.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2-3 murid menyebutkan secara runtut 2 sebab utama Fathu Makkah dan 4 tahapan kronologinya (Acuan: Pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah dan penyerangan Bani Khuza'ah; kronologi runtut dari Madinah ke Marra azh-Zhahran hingga memasuki 4 penjuru Makkah).

Formatif:

  • Asesmen Awal: Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman dasar tentang Perjanjian Hudaibiyah dan latar belakang Fathu Makkah.
  • Asesmen Proses: Pemeriksaan lembar kerja penjelasan sebab dan penyusunan kartu kronologi peristiwa Fathu Makkah selama kegiatan inti.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Sebab Peristiwa Fathu MakkahBelum mampu menjelaskan sebab terjadinya Fathu Makkah atau menyebutkan sebab yang keliru.Mampu menjelaskan 1 sebab peristiwa Fathu Makkah dengan tepat (acuan: pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah atau penyerangan terhadap Bani Khuza'ah) dengan bantuan guru.Mampu menjelaskan 2 sebab terjadinya Fathu Makkah secara tepat dan mandiri (acuan: pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah dan penyerangan sekutu Quraisy/Bani Bakr terhadap Bani Khuza'ah).Mampu menjelaskan 3 sebab terjadinya Fathu Makkah secara lengkap dan tepat (acuan: pelanggaran isi Perjanjian Hudaibiyah, penyerangan Bani Khuza'ah, dan penolakan Quraisy untuk membayar denda atau membatalkan persekutuan dengan Bani Bakr).
Menjelaskan Kronologi Peristiwa Fathu MakkahBelum mampu mengurutkan atau menjelaskan tahapan kronologi peristiwa Fathu Makkah.Mampu mengurutkan dan menjelaskan 2 dari 4 tahapan kronologi Fathu Makkah secara runtut dengan panduan guru.Mampu mengurutkan dan menjelaskan 4 tahapan kronologi Fathu Makkah secara runtut dan tepat secara mandiri (acuan urutan: A-B-C-D pada kartu alur).Mampu mengurutkan dan menjelaskan seluruh 4 tahapan kronologi Fathu Makkah secara runtut, tepat, dan menjelaskan rincian peristiwa di tiap tahapannya secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu alur kronologi efektif membantu murid memahami urutan peristiwa Fathu Makkah?
  • Bagian penjelasan sebab mana yang masih memerlukan penguatan bagi murid yang mengalami kesulitan?

Murid:

  • Apa sebab utama terjadinya Fathu Makkah yang paling kamu ingat?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari kronologi masuknya pasukan Rasulullah saw. ke Makkah secara damai?

Pertemuan 2 — Menceritakan Kisah Keteladanan dan Perdamaian pada Fathu Makkah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.5.2 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah pada peristiwa Fathu Makkah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 3 pertanyaan pembuka terkait peristiwa Fathu Makkah: (1) Di kota mana peristiwa Fathu Makkah terjadi? (acuan: Makkah); (2) Siapakah pemimpin pasukan kaum muslimin? (acuan: Nabi Muhammad saw.); (3) Bagaimana perlakuan Nabi Muhammad saw. terhadap penduduk Makkah yang menyerah? (acuan: memaafkan/memberi pengampunan/tidak membalas dendam) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan alur kisah keteladanan dan perdamaian pada peristiwa Fathu Makkah yang disajikan guru melalui bagan alur 4 peristiwa utama: (1) Pasukan muslim bergerak memasuki Makkah dengan damai tanpa pertumpahan darah dan Nabi menundukkan kepala tanda rendah hati; (2) Nabi Muhammad saw. mengumumkan jaminan keamanan bagi siapa saja yang masuk ke rumah Abu Sufyan, masuk ke Masjidil Haram, atau mengunci pintu rumahnya; (3) Nabi Muhammad saw. bersama kaum muslimin membersihkan Ka'bah dari 360 berhala; (4) Nabi Muhammad saw. memaafkan dan membebaskan seluruh penduduk Quraisy Makkah yang telah berkumpul di depan Ka'bah (15 menit).
  • Murid membaca kartu ringkasan kisah secara berpasangan untuk memastikan pemahaman mengenai urutan 4 peristiwa keteladanan dan perdamaian tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam permainan tantangan berpasangan 'Estafet Cerita Perdamaian', murid secara bergantian berlatih menceritakan kembali 4 bagian kisah Fathu Makkah kepada pasangannya secara runtut menggunakan panduan kartu alur yang disediakan (20 menit).
  • Murid secara mandiri unjuk kerja menceritakan kisah keteladanan dan perdamaian Nabi Muhammad saw. pada peristiwa Fathu Makkah di hadapan guru atau teman dengan mencakup 4 peristiwa kunci: masuknya pasukan dengan damai/rendah hati, jaminan keamanan (rumah Abu Sufyan/Masjidil Haram/rumah sendiri), pembersihan berhala di Ka'bah, dan pemaafan umum tanpa balas dendam kepada kaum Quraisy (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengingat kembali bagian kisah Fathu Makkah yang telah diceritakan dan menyebutkan bagian peristiwa mana yang paling menunjukkan keteladanan pemaaf Nabi Muhammad saw. (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan isi kisah keteladanan dan perdamaian Nabi Muhammad saw. pada peristiwa Fathu Makkah (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif terhadap unjuk kerja bercerita murid serta menyampaikan gambaran pembelajaran berikutnya mengenai peristiwa Haji Wada, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, disediakan kartu alur cerita bergambar bertuliskan kata kunci 4 peristiwa. Bagi murid yang telah mahir, kartu dilepas dan murid menceritakan secara mandiri.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan berlatih menceritakan 2 peristiwa awal terlebih dahulu bersama guru, sedangkan murid yang mahir menceritakan langsung seluruh alur 4 peristiwa secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menceritakan kisah Fathu Makkah secara lisan, dengan variasi tingkat kemandirian dalam penggunaan kartu panduan alur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tanya jawab lisan tentang dasar peristiwa Fathu Makkah: (1) Di kota mana peristiwa Fathu Makkah terjadi? (acuan: Makkah); (2) Siapakah pemimpin pasukan kaum muslimin? (acuan: Nabi Muhammad saw.); (3) Bagaimana perlakuan Nabi Muhammad saw. terhadap penduduk Makkah yang menyerah? (acuan: memaafkan/memberi pengampunan/tidak membalas dendam).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja saat murid menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. pada peristiwa Fathu Makkah. Acuan 4 peristiwa yang diceritakan: (1) Masuknya pasukan secara damai dan sikap rendah hati Nabi saw.; (2) Pemberian jaminan keamanan bagi penduduk (rumah Abu Sufyan, Masjidil Haram, rumah masing-masing); (3) Pembersihan Ka'bah dari berhala; (4) Pernyataan pemaafan umum bagi penduduk Quraisy Makkah.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir pembelajaran: Murid menceritakan kembali secara singkat keputusan Nabi Muhammad saw. kepada penduduk Makkah saat berada di depan Ka'bah (acuan: Nabi saw. memaafkan kesalahan kaum Quraisy di masa lalu dan membebaskan mereka tanpa rasa dendam maupun paksaan).

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menceritakan kisah Fathu Makkah menggunakan rubrik penilaian 4 kriteria peristiwa kunci

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan keruntutan menceritakan 4 peristiwa kunci Fathu Makkah (Acuan: 1. Masuk damai/rendah hati; 2. Jaminan keamanan; 3. Pembersihan Ka'bah; 4. Pemaafan umum tanpa balas dendam)Menceritakan 1 peristiwa kunci Fathu Makkah atau butuh bantuan penuh guru dalam mengingat urutan alur.Menceritakan 2 dari 4 peristiwa kunci Fathu Makkah secara tepat dan runtut dengan bantuan panduan kartu alur.Menceritakan 3 dari 4 peristiwa kunci Fathu Makkah secara tepat dan runtut secara mandiri.Menceritakan seluruh (4 dari 4) peristiwa kunci Fathu Makkah secara lengkap, runtut, dan tepat secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur kisah dan kartu bantuan visual membantu seluruh murid mampu menceritakan kisah Fathu Makkah secara runtut?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas estafet cerita berpasangan?

Murid:

  • Bagian mana dari kisah Fathu Makkah yang paling mudah dan paling sulit kamu ceritakan kembali?
  • Peristiwa keteladanan apa dari Nabi Muhammad saw. dalam peristiwa Fathu Makkah yang paling berkesan bagimu?

Pertemuan 3 — Menjelaskan dan Menceritakan Peristiwa Haji Wada — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.5.3 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah pada peristiwa Haji Wada
  • TP 5.5.4 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah pada peristiwa Haji Wada

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memandu doa bersama, membaca ayat suci Al-Qur'an secara tartil, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik lisan mengenai konsep dasar Haji Wada melalui 2 pertanyaan pemantik: (1) Apa arti kata Haji Wada? (acuan jawaban benar: haji perpisahan/haji terakhir Nabi Muhammad saw.); (2) Di mana Nabi Muhammad saw. menyampaikan khotbah perpisahan yang terkenal? (acuan jawaban benar: di Padang Arafah / Bukit Jabal Rahmah) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, cakupan materi mengenai peristiwa Haji Wada, serta manfaat memahami pesan-pesan dakwah terakhir Rasulullah saw. (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan membaca teks ringkas tentang peristiwa Haji Wada pada tahun 10 Hijriah, meliputi latar belakang keberangkatan kaum muslimin dari Madinah, pelaksanaan wukuf di Arafah, penyampaian khotbah Wada, turunnya Surah Al-Ma'idah ayat 3, hingga kepulangan ke Madinah (15 menit).
  • Secara berpasangan, murid menjawab 3 pertanyaan pemahaman konsep yang diajukan guru: (1) Mengapa haji ini disebut Haji Wada? (acuan: karena ini merupakan ibadah haji pertama sekaligus terakhir yang dilaksanakan Rasulullah saw. sebelum beliau wafat); (2) Sebutkan 2 pesan utama Rasulullah saw. dalam khotbah di Arafah! (acuan: larangan menumpahkan darah/harta orang lain secara batil, kewajiban memuliakan perempuan, penegasan kesetaraan manusia, atau berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah); (3) Wahyu apa yang turun saat peristiwa ini dan apa maknanya? (acuan: QS. Al-Ma'idah ayat 3, yang menandakan telah sempurnanya ajaran agama Islam) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan edukatif kartu alur bergambar 'Jejak Haji Wada': setiap pasangan menerima 4 kartu alur acak dan menyusunnya secara urut kronologis (kartu 1: Nabi Muhammad saw. bersama puluhan ribu sahabat berangkat dari Madinah menuju Makkah pada bulan Dzulqa'dah tahun 10 H; kartu 2: Pelaksanaan wukuf di Padang Arafah dan penyampaian khotbah perpisahan di Jabal Rahmah; kartu 3: Turunnya firman Allah QS. Al-Ma'idah ayat 3 tentang kesempurnaan agama Islam; kartu 4: Penyelesaian rangkaian manasik haji dan kepulangan rombongan Rasulullah saw. ke Madinah; acuan urutan benar: 1-2-3-4) (15 menit).
  • Murid secara bergiliran menceritakan kembali peristiwa Haji Wada kepada pasangan belajarnya secara runtut berdasarkan kartu alur yang sudah disusun, memuat latar waktu keberangkatan, peristiwa di Arafah, pesan khotbah, dan kepulangan ke Madinah (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua orang perwakilan murid menceritakan kembali kisah peristiwa Haji Wada di hadapan kelas secara runtut dan jelas, sementara murid lain menyimak dan memberikan apresiasi (15 menit).
  • Guru bersama murid merefleksikan hikmah dari kisah Haji Wada, mengonfirmasi pesan Rasulullah tentang persaudaraan dan kesempurnaan Islam, serta menyadari makna keteladanan akhlak Nabi saw. dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan kepada murid mengenai inti pesan khotbah Haji Wada dan urutan peristiwanya (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas kemampuan murid dalam menjelaskan dan menceritakan kisah Haji Wada, lalu menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya yaitu Asesmen Sumatif (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan disediakan teks kisah dengan kata kunci peristiwa yang ditebalkan; bagi murid berkemampuan cepat disediakan teks yang memuat kutipan terjemahan khotbah Wada secara lebih lengkap.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menceritakan dibimbing menggunakan bantuan 4 kartu visual urutan peristiwa; murid yang sudah mahir menceritakan kisah secara mandiri tanpa melihat kartu.
  • Produk: Murid dapat menceritakan kisah secara lisan runtut dengan panduan kartu bergambar atau menceritakan secara mandiri menggunakan bahasa sendiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: (1) Apa arti Haji Wada? (acuan benar: haji perpisahan / haji terakhir Nabi Muhammad saw.); (2) Di mana Nabi Muhammad saw. menyampaikan khotbah perpisahan kepada para sahabat? (acuan benar: di Padang Arafah / Bukit Jabal Rahmah).

Proses:

  • Tugas berpasangan menjawab 3 pertanyaan pemahaman: (1) Alasan dinamakan Haji Wada (acuan: haji pertama dan terakhir sebelum wafat); (2) 2 pesan dalam khotbah Arafah (acuan: larangan menumpahkan darah/harta, memuliakan wanita, kesetaraan manusia, atau berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah); (3) Wahyu yang turun (acuan: QS. Al-Ma'idah ayat 3 tentang kesempurnaan Islam).
  • Unjuk kerja permainan susun kartu 'Jejak Haji Wada': menyusun runtutan 4 kartu (1: Keberangkatan dari Madinah 10 H; 2: Wukuf dan khotbah di Arafah; 3: Turunnya QS. Al-Ma'idah ayat 3; 4: Rombongan kembali ke Madinah; acuan urutan benar: 1-2-3-4).
  • Pengamatan performa lisan menceritakan kembali kisah peristiwa Haji Wada berdasarkan kartu alur kronologis.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan: menyebutkan 1 pesan moral khotbah Arafah dan menyebutkan 3 tahap kronologi peristiwa Haji Wada (keberangkatan, wukuf/khotbah di Arafah, kepulangan ke Madinah) secara tepat.

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang arti dan tempat peristiwa Haji Wada.
  • Observasi unjuk kerja penyusunan kartu alur kronologi Haji Wada.
  • Penilaian performa lisan saat menceritakan kembali kisah peristiwa Haji Wada.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan kisah peristiwa Haji Wada (makna, tempat, wahyu yang turun, dan pesan khotbah)Belum mampu menjelaskan makna Haji Wada, tempat peristiwa, wahyu yang turun, maupun pesan khotbah meski dibimbing.Menjelaskan 1-2 poin informasi kisah Haji Wada (makna, tempat, wahyu yang turun, atau pesan khotbah) dengan bantuan bimbingan guru.Menjelaskan 3 poin informasi kisah Haji Wada (makna, tempat, wahyu yang turun, dan pesan khotbah) secara tepat dan mandiri.Menjelaskan seluruh 4 poin informasi kisah Haji Wada (makna, tempat, wahyu yang turun, dan pesan khotbah) secara lengkap, tepat, dan mandiri.
Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. pada peristiwa Haji Wada secara kronologisBelum mampu menceritakan kisah peristiwa Haji Wada, alur terbalik dan butuh bantuan penuh.Menceritakan kisah peristiwa Haji Wada namun hanya memuat 1-2 tahap kronologis atau alur belum runtut.Menceritakan kisah peristiwa Haji Wada secara runtut memuat minimal 3 tahap kronologis (keberangkatan, peristiwa wukuf/khotbah di Arafah, kepulangan).Menceritakan kisah peristiwa Haji Wada secara lengkap dan runtut memuat seluruh 4 tahap kronologis (keberangkatan Madinah, wukuf dan khotbah di Arafah, turunnya QS. Al-Ma'idah: 3, dan kepulangan ke Madinah) secara lancar dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi saat menyusun kartu alur dan menceritakan kembali peristiwa Haji Wada?
  • Bagian materi mana dari kisah Haji Wada yang masih membutuhkan penjelasan lebih mendalam bagi murid?

Murid:

  • Hal baru apa yang kamu pelajari tentang peristiwa Haji Wada hari ini?
  • Pesan Rasulullah saw. dalam khotbah Haji Wada mana yang paling ingin kamu amalkan dalam kehidupan sehari-hari?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.5.1 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah pada peristiwa Fathu Makkah
  • TP 5.5.2 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah pada peristiwa Fathu Makkah
  • TP 5.5.3 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah pada peristiwa Haji Wada
  • TP 5.5.4 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah pada peristiwa Haji Wada

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (2 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan dan alur pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 5 yang terdiri dari dua sesi bergiliran: tes lisan terstruktur penjelasan peristiwa dan unjuk kerja bercerita secara mandiri di hadapan guru (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memberikan penjelasan teknis mengenai urutan giliran maju ke meja guru serta tata tertib bagi murid yang sedang menunggu giliran untuk membaca senyap materi bab 5 secara mandiri tanpa berdiskusi (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Pelaksanaan Tugas 1 (Tes Lisan Terstruktur): Murid secara bergiliran maju ke meja guru (1,5 menit per murid) menjawab 2 pertanyaan terstruktur: Soal 1: 'Jelaskan sebab terjadinya peristiwa Fathu Makkah dan alur singkat masuknya pasukan kaum muslimin!' (Acuan jawaban: Kaum kafir Quraisy melanggar Perjanjian Hudaibiyah dengan membantu Bani Bakr menyerang Bani Khuza'ah; Nabi Muhammad saw. mengerahkan 10.000 pasukan bergerak mengepung Makkah dari empat penjuru tanpa pertempuran darah dan membersihkan berhala di Kakbah); Soal 2: 'Jelaskan makna peristiwa Haji Wada bagi umat Islam!' (Acuan jawaban: Haji Wada adalah haji perpisahan Nabi Muhammad saw. yang dilaksanakan sekali seumur hidup beliau, sekaligus momentum penyampaian khotbah terakhir tentang persaudaraan sesama muslim, larangan riba, dan kesempurnaan ajaran Islam/turunnya Surah Al-Ma'idah ayat 3) (45 menit).
  • Pelaksanaan Tugas 2 (Unjuk Kerja Bercerita): Murid secara bergiliran maju ke meja guru (2 menit per murid) menceritakan kisah Fathu Makkah dan Haji Wada mencakup dua fokus cerita: (1) Kisah keteladanan pemaafan Rasulullah saw. terhadap penduduk Makkah saat Fathu Makkah (Acuan cerita: Rasulullah saw. memberikan jaminan keamanan di rumah Abu Sufyan dan memaafkan penduduk Makkah tanpa dendam sesuai ucapan beliau meneladani Nabi Yusuf); (2) Kisah penuturan pesan perpisahan pada Haji Wada di Padang Arafah (Acuan cerita: Penegasan persamaan derajat manusia di hadapan Allah kecuali karena takwanya serta pesan berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah) (45 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid melakukan refleksi singkat mengenai ketenangan dan pengalaman mereka saat menyampaikan penjelasan serta cerita peristiwa sejarah secara lisan di hadapan guru (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi umum atas kesungguhan, ketertiban, dan kemandirian seluruh murid selama menyelesaikan asesmen sumatif bab (1 menit).
  • Guru merangkum capaian pembelajaran Bab 5 mengenai keteladanan perjuangan Rasulullah saw. serta menutup sesi pertemuan dengan membaca hamdalah dan doa kafaratul majelis bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks pertanyaan tes lisan dapat dibacakan ulang secara perlahan bagi murid yang memerlukan penegasan pendengaran tanpa mengubah substansi pertanyaan dan acuan jawaban.
  • Proses: Akomodasi urutan: murid yang memerlukan kesiapan mental lebih diberikan kesempatan tampil pada urutan awal atau tengah sesuai kenyamanan tanpa mengubah durasi per anak.
  • Produk: Standar pembuktian tetap setara yaitu penjelasan lisan dan penuturan cerita langsung di hadapan guru sesuai rubrik sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes lisan terstruktur dan unjuk kerja bercerita secara bergiliran: penjelasan lisan mengenai sebab dan alur peristiwa sejarah serta rekaman/penuturan lisan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. pada Fathu Makkah dan Haji Wada yang dinilai melalui rubrik observasi
  • tes lisan terstruktur bergiliran: jawaban lisan langsung atas 2 pertanyaan terstruktur mengenai sebab dan alur Fathu Makkah serta makna peristiwa Haji Wada (durasi 1,5 menit per murid secara bergantian ke meja guru; 45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencakup 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: pedoman wawancara lisan dan lembar cek ketercapaian konsep)
  • unjuk kerja bercerita bergiliran: penuturan kisah perjuangan pada Fathu Makkah dan pesan keteladanan/perpisahan pada Haji Wada di hadapan guru (durasi 2 menit per murid secara rotasi; 60 menit / 2 menit = 30 murid, mencakup 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita (kelengkapan alur kisah, penghayatan pesan keteladanan, kelancaran bertutur))

Sumatif:

  • kombinasi tes lisan terstruktur dan unjuk kerja bercerita secara bergiliran: penjelasan lisan mengenai sebab dan alur peristiwa sejarah serta rekaman/penuturan lisan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. pada Fathu Makkah dan Haji Wada yang dinilai melalui rubrik observasi
  • tes lisan terstruktur bergiliran: jawaban lisan langsung atas 2 pertanyaan terstruktur mengenai sebab dan alur Fathu Makkah serta makna peristiwa Haji Wada (durasi 1,5 menit per murid secara bergantian ke meja guru; 45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencakup 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: pedoman wawancara lisan dan lembar cek ketercapaian konsep)
  • unjuk kerja bercerita bergiliran: penuturan kisah perjuangan pada Fathu Makkah dan pesan keteladanan/perpisahan pada Haji Wada di hadapan guru (durasi 2 menit per murid secara rotasi; 60 menit / 2 menit = 30 murid, mencakup 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita (kelengkapan alur kisah, penghayatan pesan keteladanan, kelancaran bertutur))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Peristiwa Fathu Makkah (TP 5.5.1)Belum mampu menjelaskan sebab pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah maupun alur masuknya pasukan kaum muslimin ke Makkah.Menjelaskan salah satu unsur saja secara tepat (hanya menyebutkan sebab pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah oleh kafir Quraisy atau alur masuknya pasukan).Menjelaskan sebab pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah oleh kafir Quraisy dan alur masuknya 10.000 pasukan dari empat penjuru menuju Kakbah secara tepat.Menjelaskan sebab pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah, strategi masuknya 10.000 pasukan tanpa pertumpahan darah, dan pembersihan berhala di Kakbah secara lengkap, tepat, dan mandiri.
Menceritakan Kisah Keteladanan Fathu Makkah (TP 5.5.2)Belum mampu menceritakan kisah keteladanan pemaafan Rasulullah saw. terhadap penduduk Makkah.Menceritakan kisah keteladanan pemaafan Rasulullah saw. secara singkat dengan bantuan arahan pertanyaan penuntun dari guru.Menceritakan kisah pemaafan Rasulullah saw. kepada kaum kafir Quraisy tanpa membalas dendam saat memasuki Makkah secara runtut dan mandiri.Menceritakan kisah jaminan keamanan rumah Abu Sufyan dan pemaafan agung Rasulullah saw. kepada seluruh penduduk Makkah secara runtut, utuh, dan mandiri.
Menjelaskan Peristiwa Haji Wada (TP 5.5.3)Belum mampu menjelaskan makna istilah Haji Wada maupun konteks peristiwanya bagi umat Islam.Menjelaskan bahwa Haji Wada adalah haji terakhir/perpisahan Rasulullah saw. namun belum menjelaskan pesan pentingnya.Menjelaskan makna Haji Wada sebagai haji perpisahan serta momentum penyampaian khotbah penting tentang larangan riba dan persaudaraan sesama muslim secara tepat.Menjelaskan makna Haji Wada sebagai haji perpisahan, penyampaian khotbah pokok persaudaraan/larangan riba, serta tanda kesempurnaan syariat Islam (turunnya QS. Al-Ma'idah ayat 3) secara tepat dan mandiri.
Menceritakan Kisah Haji Wada (TP 5.5.4)Belum mampu menceritakan peristiwa pelaksanaan khotbah perpisahan Rasulullah saw. pada Haji Wada.Menceritakan sebagian isi pesan khotbah Rasulullah saw. di Padang Arafah dengan bimbingan guru.Menceritakan peristiwa khotbah perpisahan Rasulullah saw. di Padang Arafah mengenai pesan persamaan derajat manusia dan wasiat berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah secara mandiri.Menceritakan secara runtut kisah khotbah Rasulullah saw. di Padang Arafah mencakup pesan kemuliaan jiwa/harta, kesetaraan manusia atas dasar takwa, dan wasiat Al-Qur'an-Sunnah dengan penuturan yang lancar dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 1,5 menit untuk tes lisan dan 2 menit untuk bercerita efektif mencakup seluruh murid secara tertib dan adil?
  • Bagaimana tingkat penguasaan murid dalam menghubungkan sebab-akibat sejarah Fathu Makkah dan penghayatan pesan Haji Wada?

Murid:

  • Bagian mana dari kisah Fathu Makkah dan Haji Wada yang paling mudah dan berkesan saat kamu ceritakan kepada guru tadi?
  • Apakah kamu merasa tenang dan siap saat menyampaikan penjelasan dan cerita secara lisan di hadapan guru?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
  3. Peta/Bagan alur kronologi peristiwa Fathu Makkah dan set kartu tantangan 'Susun Jejak Fathu Makkah'
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek 2021
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek 2021
  6. Kartu alur peristiwa Fathu Makkah (4 peristiwa kunci)
  7. Al-Qur'an dan Terjemahnya (Kementerian Agama RI), khususnya Surah Al-Ma'idah ayat 3
  8. Set kartu alur peristiwa bergambar 'Jejak Haji Wada'
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021).
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021).
  11. Lembar Pedoman Wawancara Lisan dan Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Bercerita Guru.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.