MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C) Topik: Asesmen Sumatif Bab 2: Lebih Dekat Dengan Nama-Nama Allah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Asesmen Sumatif Bab 2: Lebih Dekat Dengan Nama-Nama Allah |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang makna asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś melalui tes tulis dengan benar.
- Murid dapat menampilkan contoh perilaku terpuji yang mencerminkan keyakinan terhadap asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś melalui penilaian sikap.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Dari lima nama Allah yang telah kita pelajari di Bab 2, mana yang paling berkesan bagimu dan mengapa?
- Bagaimana perasaanmu saat mengetahui bahwa Allah adalah al-Muhyi (Yang Menghidupkan) sekaligus al-Mumīt (Yang Mematikan)? Apa yang ingin kamu lakukan setelah mengetahui hal itu?
- Jika seseorang benar-benar meyakini bahwa Allah adalah al-Qawiyyu (Yang Mahakuat), perilaku apa yang akan ia tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama, kemudian menanyakan kabar murid.
- Guru menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah asesmen sumatif Bab 2, sehingga murid mengerjakan secara mandiri dan jujur.
- Guru melakukan diagnostik singkat (asesmen awal) dengan mengajukan 2–3 pertanyaan lisan kepada beberapa murid secara acak tentang nama-nama asmaulhusna yang sudah dipelajari, untuk melihat kesiapan belajar.
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan: murid akan menunjukkan pemahaman tentang makna asmaulhusna dan contoh perilaku terpuji melalui tes tulis dan penilaian sikap.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membantu murid mengingat kembali materi sebelum mengerjakan soal, tanpa memberikan jawaban.
- Guru membagikan lembar soal tes tulis dan lembar penilaian diri sikap kepada seluruh murid.
- Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan: Bagian A (pilihan ganda, 10 soal), Bagian B (isian singkat, 5 soal), Bagian C (uraian, 3 soal), dan lembar penilaian diri sikap dikerjakan setelah tes tulis selesai.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca dan mencermati seluruh soal tes tulis dengan tenang sebelum mulai menjawab (membaca tuntas dulu, baru mengerjakan).
- Guru mengingatkan murid untuk membaca bismillah dan berniat mengerjakan dengan jujur sebagai bentuk pengamalan akhlak terpuji — menginternalisasi bahwa kejujuran dalam ujian adalah cerminan keyakinan kepada Allah.
- Murid mengerjakan Bagian A (10 soal pilihan ganda) secara mandiri, memilih jawaban yang paling tepat tentang makna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś.
- Murid mengerjakan Bagian B (5 soal isian singkat) tentang nama-nama dan makna asmaulhusna.
- Guru berkeliling memastikan murid mengerjakan secara mandiri dan kondusif; tidak memberikan jawaban, tetapi membantu murid yang tampak bingung membaca soal dengan cara membacakan ulang kalimat soal.
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengerjakan Bagian C (3 soal uraian) yang menuntut kemampuan menjelaskan makna asmaulhusna dan mengaitkannya dengan contoh perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
- Contoh soal uraian yang disiapkan guru: (1) Jelaskan makna al-Mumīt dan bagaimana sikap seorang muslim yang meyakini nama Allah tersebut; (2) Sebutkan dua contoh perilaku terpuji yang mencerminkan keyakinan terhadap al-Qayyūm dalam kehidupan sehari-hari; (3) Mengapa seseorang yang meyakini al-Bā'iś (Yang Membangkitkan) akan selalu berusaha berbuat baik semasa hidupnya? Jelaskan!
- Setelah tes tulis selesai, murid mengisi lembar penilaian diri sikap: murid mencentang perilaku terpuji mana yang sudah dan belum mereka lakukan sebagai cerminan keyakinan terhadap kelima asmaulhusna tersebut.
- Guru memastikan seluruh murid mengumpulkan lembar soal dan lembar penilaian diri tepat waktu.
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Setelah semua lembar dikumpulkan, guru mengajak murid melakukan refleksi singkat selama ±5 menit: murid diminta menutup mata sejenak dan dalam hati menjawab pertanyaan refleksi yang dibacakan guru.
- Guru membacakan pertanyaan refleksi: 'Soal mana yang paling mudah dan paling sulit bagimu? Apa yang ingin kamu pelajari ulang setelah tes ini?'
- Murid menuliskan 1–2 kalimat refleksi di selembar kertas kecil (sticky note atau secarik kertas): hal yang sudah dipahami dan hal yang masih perlu dipelajari dari materi asmaulhusna.
- Guru mengumpulkan kertas refleksi murid sebagai bahan umpan balik dan perencanaan tindak lanjut pembelajaran berikutnya.
- Guru memberikan penguatan lisan: mengingatkan murid bahwa mempelajari asmaulhusna bukan sekadar hafalan, melainkan agar kita semakin dekat dan yakin kepada Allah dalam setiap langkah kehidupan.
Penutup:- Guru menyampaikan apresiasi kepada seluruh murid atas kesungguhan dan kejujuran dalam mengerjakan asesmen hari ini.
- Guru menginformasikan bahwa hasil asesmen akan disampaikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik individual.
- Guru mengingatkan murid untuk terus mempraktikkan perilaku terpuji yang mencerminkan keyakinan terhadap asmaulhusna dalam kehidupan sehari-hari.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis bersama-sama, kemudian salam penutup.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan (lambat) diperbolehkan menggunakan lembar bantuan berisi daftar nama dan arti kelima asmaulhusna (tanpa penjelasan makna mendalam) khusus untuk Bagian A dan B. Murid yang sudah sangat memahami materi (cepat) diberikan soal pengayaan uraian tambahan berupa studi kasus: 'Seorang anak mencontek saat ujian. Nama Allah manakah yang seharusnya ia renungkan? Jelaskan!'
- Proses: Murid yang memerlukan dukungan dapat diberikan waktu tambahan 5–10 menit untuk menyelesaikan soal uraian. Guru mendampingi murid yang mengalami kesulitan membaca soal dengan cara membacakannya secara perlahan.
- Produk: Lembar penilaian diri sikap dapat disederhanakan menjadi pilihan 'Ya/Tidak' untuk murid yang memerlukan dukungan, dan diperluas dengan kolom 'Rencana Tindakan' untuk murid yang sudah berkembang.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan secara acak kepada beberapa murid di awal pertemuan: 'Sebutkan salah satu asmaulhusna yang kamu ingat dari Bab 2!', 'Apa arti al-Qawiyyu?', 'Sebutkan satu contoh perilaku yang mencerminkan keyakinan terhadap al-Muhyi!'
- Guru mencatat murid yang sudah siap dan yang masih perlu pengingatan, sebagai dasar pemberian dukungan diferensiasi selama asesmen berlangsung.
Proses:- Observasi langsung oleh guru: guru berkeliling memperhatikan sikap murid selama mengerjakan tes (mandiri, jujur, tidak mencontek, tekun).
- Guru mencatat temuan pada lembar observasi sikap sederhana dengan indikator: kejujuran, kemandirian, dan kesungguhan.
- Penilaian diri murid melalui lembar self-assessment sikap yang diisi setelah tes tulis selesai.
Akhir:- Tes tulis dengan tiga bagian (pilihan ganda, isian singkat, uraian) yang mengukur pemahaman makna asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś (TP 5.2.5.1).
- Penilaian sikap berdasarkan lembar penilaian diri murid dan hasil observasi guru yang mengukur kemampuan murid menampilkan contoh perilaku terpuji yang mencerminkan keyakinan terhadap asmaulhusna (TP 5.2.5.2).
- Kertas refleksi murid sebagai data kualitatif pendukung penilaian akhir.
Formatif:- Observasi sikap dan kemandirian murid selama mengerjakan tes (kejujuran, ketenangan, ketekunan).
- Penilaian diri (self-assessment) melalui lembar penilaian diri sikap tentang perilaku terpuji yang mencerminkan keyakinan terhadap asmaulhusna.
- Kertas refleksi murid sebagai umpan balik proses pemahaman.
Sumatif:- Tes tulis Bagian A: 10 soal pilihan ganda tentang makna asmaulhusna (skor per soal: 1, total: 10).
- Tes tulis Bagian B: 5 soal isian singkat tentang nama dan makna asmaulhusna (skor per soal: 2, total: 10).
- Tes tulis Bagian C: 3 soal uraian tentang penjelasan makna dan contoh perilaku terpuji (skor maksimal: 20).
- Rumus skor akhir: (Nilai Perolehan ÷ Nilai Maksimal) × 100. Nilai maksimal = 40.
- Penilaian sikap melalui lembar penilaian diri dan observasi guru selama proses asesmen berlangsung.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman Makna Asmaulhusna (TP 5.2.5.1 — Tes Tulis) | Murid menjawab kurang dari 50% soal dengan benar; tidak dapat menjelaskan makna asmaulhusna secara tepat. | Murid menjawab 50–64% soal dengan benar; dapat menyebutkan nama asmaulhusna tetapi penjelasan makna masih kurang tepat atau tidak lengkap. | Murid menjawab 65–84% soal dengan benar; dapat menjelaskan makna kelima asmaulhusna dengan cukup tepat meskipun ada beberapa bagian yang kurang lengkap. | Murid menjawab 85–100% soal dengan benar; dapat menjelaskan makna kelima asmaulhusna secara tepat, lengkap, dan menggunakan bahasa sendiri dengan lancar. | | Kemampuan Mengaitkan Asmaulhusna dengan Perilaku Terpuji (TP 5.2.5.1 — Soal Uraian Bagian C) | Murid tidak dapat menghubungkan makna asmaulhusna dengan contoh perilaku terpuji; jawaban uraian tidak relevan atau kosong. | Murid dapat menyebutkan contoh perilaku tetapi hubungannya dengan makna asmaulhusna yang dimaksud masih tidak tepat atau sangat umum. | Murid dapat menjelaskan hubungan antara makna asmaulhusna dan contoh perilaku terpuji dengan cukup jelas dan relevan. | Murid dapat menjelaskan hubungan antara makna asmaulhusna dan contoh perilaku terpuji secara jelas, relevan, dan disertai alasan yang logis berdasarkan keyakinan kepada Allah. | | Penampilan Perilaku Terpuji sebagai Cerminan Keyakinan (TP 5.2.5.2 — Penilaian Sikap) | Murid tidak dapat menyebutkan contoh perilaku terpuji yang berkaitan dengan kelima asmaulhusna; penilaian diri menunjukkan belum ada perilaku yang dilakukan. | Murid dapat menyebutkan 1–2 contoh perilaku terpuji yang berkaitan dengan asmaulhusna, tetapi masih terbatas pada satu nama Allah saja. | Murid dapat menyebutkan contoh perilaku terpuji yang berkaitan dengan 3–4 nama Allah dari kelima asmaulhusna yang dipelajari; penilaian diri menunjukkan sebagian besar perilaku sudah dilakukan. | Murid dapat menyebutkan contoh perilaku terpuji yang berkaitan dengan semua (5) asmaulhusna secara tepat dan relevan; penilaian diri dan observasi guru menunjukkan murid konsisten menampilkan perilaku tersebut. | | Kemandirian dan Kejujuran selama Asesmen | Murid terlihat berusaha melihat pekerjaan teman atau meminta jawaban; tidak mengerjakan secara mandiri. | Murid mengerjakan secara mandiri namun tampak ragu-ragu dan perlu beberapa kali diingatkan untuk fokus. | Murid mengerjakan secara mandiri dan jujur dengan tenang; sesekali tampak ragu tetapi tidak mencari jawaban dari luar. | Murid mengerjakan secara mandiri, jujur, tenang, dan penuh konsentrasi dari awal hingga akhir; menyelesaikan semua bagian tanpa perlu diingatkan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan semua bagian soal dengan tenang?
- Apakah soal uraian yang disiapkan sudah mampu mengukur kemampuan murid mengaitkan makna asmaulhusna dengan perilaku terpuji secara autentik?
- Murid mana yang menunjukkan hasil di bawah harapan? Tindak lanjut seperti apa yang perlu disiapkan untuk mereka?
- Apakah diferensiasi yang diberikan (lembar bantuan dan soal pengayaan) berjalan efektif tanpa mengurangi validitas asesmen?
- Bagaimana kualitas sikap murid selama asesmen berlangsung? Apa yang perlu diperkuat dalam pembelajaran ke depan?
Refleksi Murid:- Soal mana yang paling mudah dan paling sulit bagimu hari ini? Mengapa?
- Apakah kamu sudah mengerjakan tes ini dengan jujur dan sungguh-sungguh? Bagaimana perasaanmu setelah mengerjakannya?
- Dari kelima asmaulhusna yang dipelajari, nama Allah mana yang paling ingin kamu teladani dalam hidupmu? Apa langkah nyata yang akan kamu ambil mulai hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas V SD (Kemendikbudristek) — Bab 2: Lebih Dekat Dengan Nama-Nama Allah.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas V SD (Kemendikbudristek) — termasuk kunci jawaban dan pedoman penskoran Bab 2.
- Lembar soal tes tulis Bab 2 (dibuat guru, terdiri dari Bagian A: pilihan ganda, Bagian B: isian singkat, Bagian C: uraian).
- Lembar penilaian diri sikap (self-assessment) tentang perilaku terpuji yang mencerminkan keyakinan terhadap asmaulhusna.
- Lembar observasi sikap guru (format sederhana untuk mencatat kemandirian dan kejujuran murid selama asesmen).
- Kertas refleksi/sticky note untuk murid menuliskan catatan refleksi singkat setelah tes.
- Alat tulis murid (pensil/pulpen).
|