Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Nilai-Nilai Akhlak Terpuji yang Bersumber dari Asmaulhusna

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Nilai-Nilai Akhlak Terpuji yang Bersumber dari Asmaulhusna". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Nilai-Nilai Akhlak Terpuji yang Bersumber dari Asmaulhusna

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Nilai-Nilai Akhlak Terpuji yang Bersumber dari Asmaulhusna

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikNilai-Nilai Akhlak Terpuji yang Bersumber dari Asmaulhusna
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengungkap nilai-nilai akhlak terpuji yang sesuai dengan asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś sebagai wujud keyakinan kepada Allah Swt.
  2. Murid dapat menghubungkan makna asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś dengan sikap bertawakal dan berdoa kepada Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian rasakan ketika menghadapi kesulitan dalam hidup? Kepada siapa kalian meminta pertolongan?
  2. Bagaimana cara kita menunjukkan rasa percaya kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Nilai akhlak apa saja yang bisa kita terapkan jika kita yakin bahwa Allah Maha Kuat dan Maha Mengatur segala sesuatu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang sikap tawakal dan berdoa dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengungkap nilai-nilai akhlak terpuji dari asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan video atau audio asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś beserta artinya.
  • Murid mengamati dan mendengarkan dengan saksama sambil mengidentifikasi makna dari setiap nama Allah tersebut.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: apa makna al-Qawiyyu (Maha Kuat), al-Qayyūm (Maha Mengatur), al-Muhyi (Maha Menghidupkan), al-Mumīt (Maha Mematikan), dan al-Bā'iś (Maha Membangkitkan)?
  • Murid menuliskan makna masing-masing asmaulhusna di buku catatan mereka.
  • Guru membimbing murid menghubungkan makna asmaulhusna dengan konsep keyakinan kepada Allah Swt.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4-5 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok mendapat tugas mengidentifikasi nilai-nilai akhlak terpuji yang bersumber dari lima asmaulhusna tersebut (misalnya: dari al-Qawiyyu lahir sikap tidak mudah menyerah, dari al-Qayyūm lahir sikap tawakal).
  • Murid berdiskusi dan membuat mind mapping atau tabel yang menghubungkan asmaulhusna dengan nilai akhlak dan contoh perilaku konkret dalam kehidupan sehari-hari.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan dan menambahkan contoh perilaku lain yang relevan.
  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil diskusi murid.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid untuk merefleksikan pembelajaran: 'Nilai akhlak mana yang sudah saya terapkan? Mana yang perlu saya tingkatkan?'
  • Murid menuliskan komitmen pribadi di buku refleksi: satu sikap konkret yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud keyakinan kepada asmaulhusna (misalnya: berdoa sebelum ujian, tawakal setelah berusaha).
  • Beberapa murid diminta berbagi komitmen mereka secara sukarela.
  • Guru memberikan apresiasi dan motivasi kepada murid untuk konsisten menerapkan nilai-nilai akhlak terpuji.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjawab pertanyaan refleksi secara tertulis (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: nilai-nilai akhlak terpuji yang bersumber dari asmaulhusna dan pentingnya bertawakal serta berdoa kepada Allah.
  • Guru memberikan penguatan spiritual: mengingatkan bahwa dengan mengenal nama-nama Allah, kita semakin dekat dengan-Nya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat memahami, diberikan tambahan tugas mengidentifikasi dalil Al-Quran atau hadis yang relevan dengan asmaulhusna. Untuk murid yang membutuhkan pendampingan, guru menyediakan kartu bergambar dengan contoh perilaku konkret yang sudah jadi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberikan scaffolding berupa panduan pertanyaan terstruktur saat berdiskusi. Murid yang sudah mahir dapat langsung membuat mind mapping secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk presentasi: mind mapping, tabel, atau cerita bergambar sesuai gaya belajar mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan secara lisan: 'Siapa yang pernah berdoa ketika menghadapi kesulitan? Apa yang kalian rasakan setelah berdoa?'
  • Guru meminta murid menuliskan satu sikap tawakal yang pernah mereka lakukan di kertas kecil (exit ticket singkat).

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok: apakah murid aktif menyampaikan pendapat?
  • Penilaian sejawat (peer assessment): murid memberikan bintang untuk kelompok lain yang presentasinya menarik dan jelas.
  • Umpan balik langsung dari guru saat murid mempresentasikan hasil diskusi.
  • Checklist penilaian diri: murid mencentang aspek-aspek yang sudah mereka pahami (makna asmaulhusna, nilai akhlak, contoh penerapan).

Akhir:

  • Murid menuliskan jawaban refleksi di buku: 'Sebutkan 3 nilai akhlak yang bersumber dari asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś. Bagaimana saya akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?'
  • Guru mengumpulkan dan menilai tulisan refleksi menggunakan rubrik.
  • Guru memberikan umpan balik tertulis atau lisan untuk setiap murid.

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok: partisipasi, kemampuan menghubungkan konsep, dan kerja sama.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok.
  • Penilaian hasil mind mapping atau tabel yang dibuat kelompok.

Sumatif:

  • Penilaian tulisan refleksi pribadi: kemampuan mengungkap nilai akhlak dan komitmen penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Penilaian tertulis individu: menuliskan 3-5 nilai akhlak terpuji yang bersumber dari asmaulhusna beserta contoh penerapannya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mengungkap nilai-nilai akhlak terpujiMurid belum mampu menyebutkan nilai akhlak yang sesuai dengan asmaulhusna.Murid mampu menyebutkan 1-2 nilai akhlak namun masih memerlukan bimbingan guru.Murid mampu menyebutkan 3-4 nilai akhlak dengan benar dan memberikan contoh sederhana.Murid mampu menyebutkan minimal 5 nilai akhlak dengan benar, memberikan contoh konkret, dan menjelaskan hubungannya dengan asmaulhusna secara mendalam.
Kemampuan menghubungkan asmaulhusna dengan sikap bertawakal dan berdoaMurid belum mampu menghubungkan makna asmaulhusna dengan sikap bertawakal dan berdoa.Murid mampu menyebutkan sikap bertawakal atau berdoa namun belum menghubungkannya dengan asmaulhusna.Murid mampu menghubungkan makna asmaulhusna dengan sikap bertawakal dan berdoa dengan contoh sederhana.Murid mampu menghubungkan makna asmaulhusna dengan sikap bertawakal dan berdoa secara jelas, disertai contoh konkret dari kehidupan sehari-hari dan refleksi pribadi.
Komitmen penerapan nilai akhlakMurid belum menuliskan komitmen penerapan nilai akhlak.Murid menuliskan komitmen namun masih bersifat umum dan kurang spesifik.Murid menuliskan komitmen yang spesifik dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Murid menuliskan komitmen yang spesifik, realistis, disertai rencana tindakan konkret dan refleksi mendalam tentang pentingnya menerapkan nilai tersebut.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mampu memahami hubungan antara asmaulhusna dengan nilai akhlak terpuji?
  • Strategi pembelajaran mana yang paling efektif untuk memfasilitasi pemahaman murid?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar lebih bermakna dan menggembirakan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
  • Nilai akhlak apa yang sudah saya miliki? Mana yang perlu saya tingkatkan?
  • Bagaimana saya akan menerapkan sikap bertawakal dan berdoa dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa kesulitan yang saya hadapi dalam memahami materi ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5 Kemendikbud RI tahun 2021
  2. Video atau audio asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś (YouTube atau dokumen pribadi)
  3. Kertas buram/bekas kalender untuk membuat mind mapping
  4. Kartu bergambar contoh perilaku akhlak terpuji (untuk diferensiasi)
  5. Media presentasi digital (PowerPoint/Canva) untuk penayangan materi
  6. Buku 'Menyingkap Tabir Allah: Asmaulhusna dalam Perspektif Al-Quran' (referensi guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.