Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Mengenal Asmaulhusna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Mengenal Asmaulhusna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Mengenal Asmaulhusna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengenal Asmaulhusna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengenal Asmaulhusna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan makna asmaulhusna al-Qawiyyu (Maha Kuat) dan al-Qayyūm (Maha Berdiri Sendiri/Maha Mengatur) dengan benar
  2. Murid dapat meyakini bahwa al-Qawiyyu dan al-Qayyūm adalah nama-nama Allah Swt. yang mencerminkan kekuatan dan kekuasaan-Nya atas seluruh makhluk

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian memikirkan siapa yang membuat matahari terbit setiap pagi dan mengatur semua makhluk di alam semesta?
  2. Dari mana kekuatan yang dimiliki semua makhluk di dunia ini berasal?
  3. Mengapa semua makhluk membutuhkan Allah Swt. tetapi Allah Swt. tidak membutuhkan siapa pun?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan belajar murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan apa yang murid ketahui tentang nama-nama Allah (asmaulhusna)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid
  • Guru memberikan motivasi dengan menceritakan keagungan Allah Swt. melalui fenomena alam yang murid lihat setiap hari

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan video atau gambar fenomena alam (matahari, gunung, laut) dan mengajak murid mengamati dengan penuh kesadaran
  • Guru memperkenalkan asmaulhusna al-Qawiyyu (Maha Kuat) dengan menjelaskan makna dan contoh kekuatan Allah dalam menciptakan alam semesta
  • Guru memperkenalkan asmaulhusna al-Qayyūm (Maha Berdiri Sendiri/Maha Mengatur) dengan menjelaskan bahwa Allah tidak membutuhkan siapa pun tetapi semua makhluk membutuhkan-Nya
  • Murid membaca dan melafalkan al-Qawiyyu dan al-Qayyūm secara bersama-sama dengan bimbingan guru
  • Guru menggunakan metode tanya jawab untuk memastikan murid memahami makna kedua asmaulhusna tersebut

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk berdiskusi dan mencari contoh nyata kekuatan Allah (al-Qawiyyu) dalam kehidupan sehari-hari
  • Setiap kelompok membuat mind mapping sederhana yang menghubungkan al-Qawiyyu dan al-Qayyūm dengan fenomena alam dan kehidupan mereka
  • Murid dalam kelompok berbagi pengalaman pribadi ketika merasakan kekuasaan dan pengaturan Allah dalam hidup mereka
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas dengan suasana yang menggembirakan dan saling menghargai
  • Guru memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif untuk setiap presentasi

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk dalam lingkaran untuk sesi refleksi bersama
  • Murid diminta merefleksikan pembelajaran dengan menjawab: 'Apa yang aku pelajari hari ini tentang kekuatan Allah?' dan 'Bagaimana aku bisa menunjukkan keyakinanku kepada al-Qawiyyu dan al-Qayyūm dalam kehidupan sehari-hari?'
  • Beberapa murid diminta membagikan refleksi mereka secara sukarela
  • Guru menguatkan keyakinan murid dengan menekankan bahwa mengenal nama-nama Allah akan mendekatkan diri kepada-Nya
  • Murid menuliskan satu komitmen pribadi untuk mengamalkan sifat bertawakal kepada Allah yang Maha Kuat dan Maha Mengatur

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan soal refleksi tertulis singkat tentang makna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: al-Qawiyyu berarti Allah Maha Kuat atas segala sesuatu, al-Qayyūm berarti Allah Maha Berdiri Sendiri dan mengatur seluruh alam
  • Guru memberikan penguatan spiritual dengan mengajak murid melafalkan al-Qawiyyu dan al-Qayyūm 3 kali sambil merenungkan maknanya
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mengamati 3 fenomena alam di sekitar rumah sebagai bukti kekuatan Allah dan menuliskannya di buku catatan
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah memahami: guru memberikan tantangan untuk mencari ayat Al-Quran yang menyebutkan al-Qawiyyu atau al-Qayyūm. Untuk murid yang membutuhkan penguatan: guru memberikan kartu bergambar dengan contoh konkret kekuatan Allah
  • Proses: Murid cepat dapat memimpin kelompok diskusi dan membantu teman yang membutuhkan. Murid yang memerlukan waktu lebih banyak dapat menggunakan media visual atau video tambahan untuk memahami konsep
  • Produk: Murid dapat memilih membuat mind mapping, gambar ilustrasi, atau cerita pendek untuk menunjukkan pemahaman mereka tentang al-Qawiyyu dan al-Qayyūm sesuai minat dan kemampuan

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan: 'Apa yang kalian ketahui tentang nama-nama Allah (asmaulhusna)?'
  • Guru meminta 2-3 murid menyebutkan nama-nama Allah yang sudah mereka ketahui

Proses:

  • Observasi saat murid berdiskusi dalam kelompok: apakah mereka aktif berkontribusi dan memahami konsep
  • Mengecek hasil mind mapping kelompok untuk melihat ketepatan contoh yang diberikan
  • Mendengarkan presentasi kelompok dan memberikan umpan balik langsung

Akhir:

  • Murid menjawab 2 soal refleksi tertulis: (1) Jelaskan makna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm, (2) Berikan 2 contoh dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan kekuatan dan kekuasaan Allah
  • Murid menuliskan satu komitmen pribadi untuk menunjukkan keyakinan kepada Allah yang Maha Kuat dan Maha Mengatur

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid saat diskusi kelompok
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman
  • Penilaian hasil mind mapping kelompok

Sumatif:

  • Soal refleksi tertulis tentang makna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm
  • Penilaian komitmen pribadi murid dalam mengamalkan keyakinan kepada Allah

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman makna al-Qawiyyu dan al-QayyūmMurid belum dapat menjelaskan makna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm sama sekaliMurid dapat menyebutkan salah satu makna (al-Qawiyyu atau al-Qayyūm) tetapi penjelasannya masih kurang tepatMurid dapat menjelaskan makna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm dengan tepat tetapi belum dapat memberikan contoh konkretMurid dapat menjelaskan makna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm dengan tepat serta memberikan contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari
Keyakinan terhadap al-Qawiyyu dan al-QayyūmMurid belum menunjukkan keyakinan bahwa al-Qawiyyu dan al-Qayyūm adalah nama-nama AllahMurid menyatakan keyakinan tetapi masih ragu dan tidak dapat menjelaskan alasannyaMurid menyatakan keyakinan dengan yakin dan dapat menjelaskan bahwa Allah memiliki kekuatan dan kekuasaan atas semua makhlukMurid menyatakan keyakinan dengan sangat yakin, dapat menjelaskan dengan contoh, dan menunjukkan komitmen untuk bertawakal kepada Allah
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompokMurid mengikuti diskusi tetapi hanya diam mendengarkan tanpa berkontribusiMurid aktif berdiskusi dan memberikan pendapat atau ide kepada kelompokMurid sangat aktif dalam diskusi, memberikan ide kreatif, dan membantu teman kelompok memahami materi
Kemampuan merefleksikan pembelajaranMurid tidak dapat merefleksikan apa yang dipelajariMurid dapat menyebutkan satu hal yang dipelajari tetapi tidak dapat menghubungkannya dengan kehidupan pribadiMurid dapat merefleksikan pembelajaran dan menghubungkannya dengan pengalaman pribadiMurid dapat merefleksikan pembelajaran secara mendalam, menghubungkan dengan pengalaman pribadi, dan membuat komitmen untuk mengamalkannya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa buktinya?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif dalam membangun pemahaman dan keyakinan murid?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah memenuhi kebutuhan semua murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang aku pelajari hari ini tentang al-Qawiyyu dan al-Qayyūm?
  • Bagaimana aku merasakan kehadiran kekuatan dan pengaturan Allah dalam hidupku?
  • Apa yang masih membuatku bingung dan ingin aku pelajari lebih lanjut?
  • Bagaimana aku akan menunjukkan keyakinanku kepada Allah yang Maha Kuat dan Maha Mengatur mulai hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5, Kemendikbudristek 2021
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5, Kemendikbudristek 2021
  3. Video atau gambar fenomena alam (matahari terbit, gunung, laut, langit)
  4. Kartu bergambar contoh kekuatan Allah dalam alam
  5. Kertas karton/kertas buram untuk mind mapping
  6. Spidol warna
  7. Audio atau video pelafalan asmaulhusna yang benar

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.