MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 2 — Lebih Dekat Dengan Nama-Nama Allah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Lebih Dekat Dengan Nama-Nama Allah |
|---|
| Alokasi Waktu | 11 JP (11 x 35 menit = 385 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.2.1 Menjelaskan beberapa asmaulhusna (al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś)
- TP 5.2.2 Meyakini beberapa asmaulhusna (al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś)
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa Allah Swt. memiliki nama-nama yang indah (Asmaulhusna)?
- Apa arti dan perbedaan makna dari nama Allah al-Qawiyyu dan al-Qayyūm?
- Bagaimana kita menjelaskan bahwa Allah adalah al-Muhyi, al-Mumīt, sekaligus al-Bā’iś dalam kehidupan ciptaan-Nya?
- Mengapa alam semesta yang sangat besar ini dapat beredar dengan teratur tanpa ada yang menopang secara kasatmata?
- Bagaimana kita membuktikan keyakinan kita bahwa Allah Mahakuat dan Maha Mandiri dalam kehidupan sehari-hari?
- Siapakah yang memberi kehidupan pada tumbuhan yang kering hingga bisa bersemi kembali?
- Mengapa manusia tidak dapat memilih waktu kematiannya sendiri?
- Bagaimana keyakinan terhadap hari kebangkitan membuat kita berhati-hati dalam berbuat di dunia?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa kita benar-benar meyakini Allah memiliki sifat al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś?
- Apa arti dan makna penting dari lima asmaulhusna yang telah kita pelajari bagi kehidupan kita sehari-hari?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Makna Asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.1 Menjelaskan beberapa asmaulhusna (al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś)
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan apersepsi dan tes diagnostik awal lisan dengan menanyakan arti dari 2 asmaulhusna yang pernah dipelajari di kelas sebelumnya atau diketahui murid: 'Anak-anak, apa arti Asmaulhusna secara bahasa, dan siapa yang tahu arti al-Qawiyyu?' (acuan jawaban diagnostik: Asmaulhusna artinya nama-nama Allah yang baik/indah; al-Qawiyyu artinya Maha Kuat) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan makna 5 Asmaulhusna: al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś, serta menjelaskan alur kegiatan belajar yang akan dilakukan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan media kartu kata atau bagan visual mengenai 5 Asmaulhusna beserta maknanya secara harfiah dan penjelasannya: (1) al-Qawiyyu = Mahakuat (kekuatan Allah sempurna tanpa batas, tidak pernah lemah), (2) al-Qayyūm = Mahamandiri/Maha Berdiri Sendiri (mengurus seluruh makhluk-Nya tanpa butuh bantuan siapa pun), (3) al-Muhyi = Maha Menghidupkan (memberi kehidupan kepada semua makhluk yang bernyawa), (4) al-Mumīt = Maha Mematikan (menentukan kematian setiap makhluk hidup sesuai ajal), dan (5) al-Bā’iś = Maha Membangkitkan (membangkitkan manusia dari alam kubur pada hari kiamat) (10 menit).
- Murid menyimak dan melafalkan kelima nama tersebut bersama-sama, kemudian membaca penjelasan singkat mengenai bukti arti kelima nama tersebut pada alam ciptaan-Nya (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok beranggotakan 4-5 murid dan membagikan permainan kartu 'Pencocok Makna' (Make a Match) yang terdiri atas 5 kartu nama Asmaulhusna dan 5 kartu arti/penjelasan maknanya: Kartu Nama: [K1: al-Qawiyyu, K2: al-Qayyūm, K3: al-Muhyi, K4: al-Mumīt, K5: al-Bā’iś]; Kartu Makna: [M1: Allah Mahakuat yang tidak terkalahkan dan tidak butuh bantuan makhluk, M2: Allah Mahamandiri yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya tanpa bergantung pada siapa pun, M3: Allah Maha Menghidupkan segala ciptaan dari tiada menjadi ada, M4: Allah Maha Mematikan seluruh makhluk bernyawa sesuai waktu yang ditentukan, M5: Allah Maha Membangkitkan seluruh manusia dari kubur setelah hari kiamat] (acuan pasangan benar: K1-M1, K2-M2, K3-M3, K4-M4, K5-M5) (15 menit).
- Setiap murid dalam kelompok berlomba menjodohkan kartu nama dan artinya dengan tepat, lalu secara bergantian menjelaskan makna salah satu nama Asmaulhusna yang dipegangnya kepada anggota kelompoknya (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara individu mengerjakan Lembar Latihan Pemahaman berisi 5 butir soal menjodohkan dan menjelaskan makna singkat kelima Asmaulhusna untuk mengecek pemahaman mandiri (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama merumuskan kesimpulan makna kelima Asmaulhusna yang telah dipelajari (5 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi, memberikan informasi bahwa pertemuan berikutnya akan membahas cara meyakini kebesaran Allah melalui Asmaulhusna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm, lalu menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci makna (misal: Qawiyyu = Kuat; Qayyum = Mandiri/Urus Makhluk; Muhyi = Hidup; Mumit = Mati; Ba'is = Bangkit kubur). Murid yang cepat diarahkan membaca uraian penjelas yang lebih rinci.
- Proses: Pada sesi permainan kartu dan pengisian lembar kerja, murid yang lambat didampingi dalam kelompok atau oleh guru dengan pemodelan langsung, sementara murid yang mahir diminta menjelaskan alasan mengapa makna tersebut tepat secara mandiri.
- Produk: Pada lembar refleksi pemahaman, murid reguler/lambat menuliskan kata kunci makna pokok, sedangkan murid mahir menuliskan kalimat penjelasan makna yang utuh dan runtut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan arti kata Asmaulhusna secara bahasa, dan apa arti dari nama Allah al-Qawiyyu?' (Acuan jawaban benar: Asmaulhusna = nama-nama Allah yang baik/indah; al-Qawiyyu = Allah Mahakuat).
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam mencocokkan 5 pasangan kartu nama Asmaulhusna dan maknanya pada aktivitas kelompok: (1) al-Qawiyyu -> Mahakuat tanpa kelemahan, (2) al-Qayyūm -> Mahamandiri mengurus ciptaan-Nya tanpa butuh bantuan, (3) al-Muhyi -> Maha Menghidupkan ciptaan, (4) al-Mumīt -> Maha Mematikan setiap makhluk, (5) al-Bā’iś -> Maha Membangkitkan manusia dari kubur. Kriteria: Menjodohkan kelima pasangan dengan tepat dan tanpa tertukar.
Akhir Pertemuan:- Tes formatif tertulis akhir pertemuan (Lembar Pemahaman) berisi 5 butir soal penjelasan makna: Butir 1: Jelaskan makna al-Qawiyyu (Acuan: Allah Mahakuat, kekuatan-Nya mutlak dan tidak terkalahkan). Butir 2: Jelaskan makna al-Qayyūm (Acuan: Allah Mahamandiri, berdiri sendiri mengurus semua makhluk tanpa butuh bantuan). Butir 3: Jelaskan makna al-Muhyi (Acuan: Allah Maha Menghidupkan, memberi kehidupan pada makhluk-Nya). Butir 4: Jelaskan makna al-Mumīt (Acuan: Allah Maha Mematikan makhluk yang bernyawa sesuai ajal). Butir 5: Jelaskan makna al-Bā’iś (Acuan: Allah Maha Membangkitkan orang mati dari kubur pada hari kiamat). Kriteria ketuntasan: Murid mampu menjelaskan minimal 4 dari 5 makna Asmaulhusna tersebut secara tepat sesuai acuan.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pengetahuan awal tentang arti Asmaulhusna dan al-Qawiyyu.
- Observasi unjuk kerja permainan mencocokkan kartu nama dan kartu penjelasan makna Asmaulhusna.
- Tes tertulis formatif berupa Lembar Pemahaman Makna Asmaulhusna berisi 5 butir menjodohkan dan menjelaskan makna.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Makna Asmaulhusna (al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś) | Belum mampu menjelaskan makna kelima Asmaulhusna secara tepat (hanya tepat 0-1 nama sesuai acuan makna). | Mampu menjelaskan makna 2 sampai 3 dari 5 Asmaulhusna secara tepat sesuai acuan makna dengan bimbingan guru. | Mampu menjelaskan makna 4 dari 5 Asmaulhusna secara tepat dan mandiri sesuai acuan makna. | Mampu menjelaskan makna seluruh (5 dari 5) Asmaulhusna secara lengkap, tepat, dan mandiri sesuai acuan makna. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan permainan kartu pasangan (Make a Match) efektif dalam membantu murid memahami makna kelima Asmaulhusna?
- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk memahami dan menjelaskan kelima Asmaulhusna?
- Bagian Asmaulhusna mana yang paling sering tertukar maknanya oleh murid dan memerlukan penguatan pada sesi berikutnya?
Murid:- Nama Asmaulhusna mana yang paling mudah kamu ingat dan jelaskan artinya?
- Nama Asmaulhusna mana yang maknanya masih terasa sulit atau sering tertukar?
- Bagaimana perasaanmu setelah bermain kartu mencocokkan nama dan arti Asmaulhusna hari ini?
Pertemuan 2 — Meyakini Kebesaran Allah Swt. melalui Asmaulhusna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.2 Meyakini beberapa asmaulhusna (al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś)
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (5 menit).
- Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang arti al-Qawiyyu (Mahakuat) dan al-Qayyūm (Maha Mandiri/Berdiri Sendiri) serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu meyakini kebesaran Allah Swt. melalui kedua asmaulhusna tersebut (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan dua pernyataan keyakinan: (1) 'Apakah keteraturan peredaran planet dan pergantian siang-malam terjadi dengan sendirinya tanpa ada Zat yang Mahakuat?' (acuan jawaban: Tidak, melainkan diatur oleh kekuasaan Allah yang Mahakuat/al-Qawiyyu), dan (2) 'Apakah Allah membutuhkan bantuan malaikat atau manusia untuk mengurus alam semesta ini?' (acuan jawaban: Tidak, Allah Maha Mandiri/al-Qayyūm dan tidak membutuhkan bantuan apa pun) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati dua gambar fenomena kebesaran ciptaan Allah: Gambar A (bentangan langit luas dan keteraturan planet di tata surya) serta Gambar B (pohon besar yang kokoh dan perputaran siang-malam), kemudian menyimak paparan guru bahwa keteraturan jagat raya merupakan bukti nyata kekuasaan Allah Yang Mahakuat (al-Qawiyyu) dan kemandirian-Nya dalam mengurus seluruh makhluk tanpa bergantung pada siapa pun (al-Qayyūm) (15 menit).
- Murid secara hening merenungkan (mindful reflection) kelemahan manusia yang selalu bergantung dan membutuhkan bantuan, lalu membandingkannya dengan kesempurnaan Allah Yang Maha Mandiri (al-Qayyūm) dan Mahakuat (al-Qawiyyu) sehingga menumbuhkan sikap rendah hati dan keimanan di dalam hati (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam aktivitas tantangan klasifikasi 'Pohon Keyakinan Asmaulhusna' yang menggembirakan secara berpasangan. Guru membagikan 4 kartu pernyataan keyakinan konkret untuk diklasifikasikan ke kolom al-Qawiyyu atau al-Qayyūm: Kartu 1: 'Yakin bahwa kekuatan fisik manusia sangat terbatas sehingga kita hanya boleh menyandarkan kekuatan kepada Allah' -> al-Qawiyyu; Kartu 2: 'Yakin bahwa Allah Swt. mengurus seluruh alam semesta secara terus-menerus tanpa pernah lelah atau mengantuk' -> al-Qayyūm; Kartu 3: 'Yakin bahwa tidak ada satu pun kekuatan di langit dan bumi yang sanggup mengalahkan ketetapan Allah' -> al-Qawiyyu; Kartu 4: 'Yakin bahwa Allah tidak memerlukan pertolongan makhluk-Nya dalam memelihara keteraturan tata surya' -> al-Qayyūm (acuan: pasangan kartu 1 & 3 untuk al-Qawiyyu; pasangan kartu 2 & 4 untuk al-Qayyūm) (20 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar ceklis bukti keyakinan yang memuat 4 butir pernyataan sikap batin: (1) Merasa tenang dan tidak takut menghadapi kesulitan hidup karena yakin Allah Mahakuat (al-Qawiyyu) melindungi hamba-Nya; (2) Menjauhi sikap sombong atas kekuatan diri sendiri karena meyakini seluruh daya berasal dari Allah al-Qawiyyu; (3) Berdoa dan bergantung hanya kepada Allah karena meyakini Allah al-Qayyūm berdiri sendiri mengurus makhluk; (4) Terus berikhtiar sungguh-sungguh tanpa berputus asa karena meyakini Allah al-Qayyūm senantiasa mengawasi dan menopang kehidupan (acuan jawaban: murid mencentang 'Yakin' pada keempat butir pernyataan tersebut disertai 1 kalimat alasan keyakinan batin yang relevan) (20 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil klasifikasi kartu dan lembar ceklis keyakinannya, lalu mencocokkannya dengan acuan kebenaran yang dibahas bersama guru untuk mengonfirmasi ketepatan pemaknaan dan keyakinan terhadap asmaulhusna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa meyakini al-Qawiyyu melahirkan sikap tawakal serta rendah hati, dan meyakini al-Qayyūm melahirkan keyakinan mutlak bahwa Allah tidak bergantung pada makhluk apa pun (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap komitmen keyakinan murid dan menginformasikan fokus pembelajaran pertemuan berikutnya yaitu meyakini ketetapan Allah melalui al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, kartu pernyataan keyakinan dilengkapi kata kunci penebalan makna 'Kekuatan' (al-Qawiyyu) dan 'Mengurus Sendiri' (al-Qayyūm). Bagi murid yang cepat, disediakan kartu pernyataan tambahan berisi fenomena keteraturan ekosistem.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipandu guru membaca dan menelaah makna kartu pernyataan satu per satu, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis dan memasangkan secara mandiri.
- Produk: Tingkat kedalaman kalimat alasan pada lembar ceklis keyakinan disesuaikan: kalimat sederhana yang menyatakan rasa percaya untuk pemula, dan kalimat yang mengaitkan keteraturan alam dengan kekuasaan Allah untuk murid mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Apakah keteraturan peredaran planet dan pergantian siang-malam terjadi dengan sendirinya tanpa ada Zat yang Mahakuat?' (acuan jawaban: Tidak, melainkan diatur oleh kekuasaan Allah yang Mahakuat/al-Qawiyyu); (2) 'Apakah Allah membutuhkan bantuan malaikat atau manusia untuk mengurus alam semesta ini?' (acuan jawaban: Tidak, Allah Maha Mandiri/al-Qayyūm dan tidak membutuhkan bantuan siapa pun).
Proses:- Unjuk kerja klasifikasi 4 kartu pernyataan keyakinan: Kartu 1 (Kekuatan manusia terbatas, hanya bersandar pada Allah) -> al-Qawiyyu; Kartu 2 (Allah mengurus alam tanpa lelah/kantuk) -> al-Qayyūm; Kartu 3 (Tidak ada kekuatan yang sanggup mengalahkan ketetapan Allah) -> al-Qawiyyu; Kartu 4 (Allah tidak memerlukan pertolongan makhluk dalam memelihara tata surya) -> al-Qayyūm (acuan: tepat memasangkan minimal 3 dari 4 kartu sesuai pasangan di atas).
- Lembar ceklis keyakinan berisi 4 butir: (1) Merasa tenang karena yakin Allah al-Qawiyyu melindungi; (2) Menjauhi sombong karena yakin seluruh daya milik al-Qawiyyu; (3) Bergantung hanya kepada Allah al-Qayyūm yang berdiri sendiri; (4) Terus berikhtiar karena yakin Allah al-Qayyūm menopang makhluk (acuan: mencentang yakin pada 4 butir dengan alasan batin yang sesuai).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menyatakan 1 bukti keyakinan dalam hati terhadap al-Qawiyyu (acuan: meyakini bahwa hanya Allah yang Mahakuat sehingga manusia wajib bersandar kepada-Nya) dan 1 bukti keyakinan terhadap al-Qayyūm (acuan: meyakini bahwa Allah mengurus seluruh makhluk tanpa memerlukan bantuan siapa pun).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik lisan pada awal pembelajaran mengenai keyakinan terhadap kekuasaan dan kemandirian Allah.
- Observasi unjuk kerja klasifikasi kartu 'Pohon Keyakinan Asmaulhusna' (al-Qawiyyu dan al-Qayyūm).
- Pemeriksaan lembar ceklis bukti keyakinan batin murid.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meyakini Kebesaran Allah melalui Asmaulhusna al-Qawiyyu dan al-Qayyūm | Belum mampu menentukan pernyataan keyakinan terkait al-Qawiyyu dan al-Qayyūm (hanya tepat 0-1 dari 4 kartu pernyataan pada acuan asesmen proses) dan belum dapat mengungkapkan alasan keyakinan batin. | Mulai mampu mengidentifikasi pernyataan keyakinan terkait al-Qawiyyu dan al-Qayyūm (tepat 2 dari 4 kartu pernyataan pada acuan asesmen proses) dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menentukan pernyataan keyakinan terkait al-Qawiyyu dan al-Qayyūm secara tepat (minimal 3 dari 4 kartu pernyataan pada acuan asesmen proses) dan melengkapi lembar ceklis keyakinan dengan alasan yang relevan. | Sangat tepat menentukan seluruh pernyataan keyakinan terkait al-Qawiyyu dan al-Qayyūm (4 dari 4 kartu pernyataan pada acuan asesmen proses secara tepat) serta memberikan alasan keyakinan batin yang runtut dan mendalam secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas klasifikasi kartu pernyataan berhasil menggugah kesadaran murid dalam meyakini kebesaran Allah al-Qawiyyu dan al-Qayyūm?
- Apakah diferensiasi yang disediakan mampu memfasilitasi murid yang masih ragu dalam mengaitkan makna nama Allah dengan keyakinan batinnya?
Murid:- Bagian mana dari bukti kebesaran Allah Swt. (al-Qawiyyu dan al-Qayyūm) yang paling membuatmu merasa kagum dan tunduk kepada-Nya?
- Setelah meyakini bahwa Allah Maha Mandiri dan Mahakuat, apa yang akan kamu ubah dalam sikapmu ketika menghadapi kesulitan?
Pertemuan 3 — Meyakini Ketetapan dan Kuasa Allah Swt. melalui Asmaulhusna al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.2 Meyakini beberapa asmaulhusna (al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś)
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan ruang kelas agar siap belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu meyakini ketetapan dan kuasa Allah Swt. melalui asmaulhusna al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan asmaulhusna yang menunjukkan bahwa Allah Maha Menghidupkan, Maha Mematikan, dan Maha Membangkitkan!' (acuan jawaban: al-Muhyi = Maha Menghidupkan, al-Mumīt = Maha Mematikan, al-Bā’iś = Maha Membangkitkan) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang tanda-tanda kekuasaan Allah Swt. sebagai al-Muhyi (menghidupkan makhluk), al-Mumīt (menentukan kematian setiap makhluk), dan al-Bā’iś (membangkitkan manusia dari alam kubur) melalui pengamatan ilustrasi siklus kehidupan tanaman dan pergantian generasi (15 menit).
- Murid menelaah makna keyakinan terhadap ketiga asmaulhusna tersebut, bahwa hidup, mati, dan kebangkitan adalah ketetapan mutlak Allah Swt. yang tidak dapat dimajukan atau dimundurkan oleh siapa pun (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam kuis tantangan berpasangan 'Pasangan Keyakinan': murid menerima lembar kerja berisi 3 pernyataan peristiwa nyata untuk dijodohkan dengan nama asmaulhusna yang mencerminkan ketetapan Allah: (1) 'Biji jagung yang kering ditanam di tanah lalu tumbuh menjadi tunas yang hijau' -> al-Muhyi; (2) 'Seorang kakek wafat secara tenang saat tertidur tanpa bisa ditunda sedetik pun' -> al-Mumīt; (3) 'Seluruh manusia yang telah meninggal dunia dibangunkan kembali di padang mahsyar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya' -> al-Bā’iś (acuan: pasangan 1-al-Muhyi, 2-al-Mumīt, 3-al-Bā’iś) (25 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar telaah keyakinan dengan menentukan sikap yang mencerminkan keyakinan pada al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś berdasarkan 3 skenario: (1) Menyaksikan teman sakit parah dan menyadari hidup-mati di tangan Allah; (2) Mengingat kematian sehingga memanfaatkan waktu untuk ibadah; (3) Meyakini hari kebangkitan sehingga menjauhi perbuatan curang (acuan ketercapaian: murid menuliskan nama asmaulhusna yang mendasari keyakinan pada tiap skenario secara tepat: skenario 1 = al-Muhyi/al-Mumīt, skenario 2 = al-Mumīt, skenario 3 = al-Bā’iś) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru membahas jawaban lembar kerja dan memverifikasi ketepatan penghubungan skenario dengan keyakinan terhadap al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai keyakinan terhadap kekuasaan dan ketetapan Allah Swt. yang Maha Menghidupkan, Maha Mematikan, dan Maha Membangkitkan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas pemahaman murid dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk pelaksanaan asesmen sumatif bab (5 menit); guru menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci makna al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś, sedangkan murid yang sudah mahir diberikan narasi skenario kehidupan yang lebih kompleks.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal rendah didampingi guru secara bertahap dalam menganalisis skenario, sedangkan murid yang cepat diarahkan bekerja mandiri.
- Produk: Murid dapat menyatakan keyakinannya secara lisan langsung kepada guru atau menuliskannya secara tertulis pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: 'Sebutkan arti dari asmaulhusna al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś!' (acuan jawaban: al-Muhyi = Maha Menghidupkan, al-Mumīt = Maha Mematikan, al-Bā’iś = Maha Membangkitkan).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid saat mengerjakan penugasan menjodohkan peristiwa dan menghubungkan skenario keyakinan dengan asmaulhusna al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś pada tahap Mengaplikasi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di penutup: Murid menyebutkan bukti kekuasaan Allah yang menunjukkan sifat al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś (acuan: al-Muhyi = menghidupkan makhluk/tanaman; al-Mumīt = menetapkan ajal/kematian; al-Bā’iś = membangkitkan manusia di hari akhir).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal mengenai nama dan arti dasar asmaulhusna al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś.
- Penilaian lembar kerja telaah peristiwa dan skenario keyakinan terhadap kekuasaan Allah Swt. (al-Muhyi, al-Mumīt, al-Bā’iś).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meyakini Asmaulhusna al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś | Belum mampu menghubungkan bukti peristiwa kehidupan, kematian, dan kebangkitan dengan keyakinan terhadap asmaulhusna al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś (0 dari 3 skenario tepat). | Mampu menghubungkan 1 dari 3 bukti peristiwa kehidupan, kematian, atau kebangkitan dengan keyakinan terhadap asmaulhusna al-Muhyi, al-Mumīt, atau al-Bā’iś secara tepat. | Mampu menghubungkan 2 dari 3 bukti peristiwa kehidupan, kematian, dan kebangkitan dengan keyakinan terhadap asmaulhusna al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś secara tepat. | Mampu menghubungkan seluruh (3 dari 3) bukti peristiwa kehidupan, kematian, dan kebangkitan dengan keyakinan terhadap asmaulhusna al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas telaah skenario peristiwa kehidupan dan kematian berhasil menumbuhkan rasa keyakinan dan keimanan murid terhadap Allah Swt.?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran yang membutuhkan penguatan pemahaman bagi murid yang masih kesulitan membedakan kuasa Allah dalam menghidupkan dan membangkitkan?
Murid:- Apa yang kamu rasakan setelah menyadari bahwa hidup, mati, dan hari kebangkitan sepenuhnya berada dalam kuasa Allah Swt.?
- Bagaimana caramu membiasakan diri bersiap menghadapi hari akhir dalam kehidupan sehari-hari?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.1 Menjelaskan beberapa asmaulhusna (al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś)
- TP 5.2.2 Meyakini beberapa asmaulhusna (al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś)
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif bab dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara tertib (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib pengerjaan secara mandiri, dan alur pengerjaan dua tugas utama (Tugas 1: Tes Tertulis Penjelasan Asmaulhusna; Tugas 2: Penilaian Diri dan Refleksi Keyakinan Asmaulhusna) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Jawaban Tes Tertulis (Tugas 1) yang memuat 5 butir soal uraian penjelasan asmaulhusna: (1) Jelaskan arti dan makna al-Qawiyyu; (2) Jelaskan arti dan makna al-Qayyūm; (3) Jelaskan arti dan makna al-Muhyi; (4) Jelaskan arti dan makna al-Mumīt; (5) Jelaskan arti dan makna al-Bā’iś (3 menit).
- Murid mencermati petunjuk teknis dan butir soal Tugas 1, memastikan kelengkapan naskah soal secara berkesadaran dan tenang sebelum mulai mengerjakan (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 (Tes Tertulis Penjelasan Asmaulhusna) secara mandiri serentak selama 55 menit dengan acuan jawaban: Soal 1 al-Qawiyyu = Maha Kuat/Maha Perkasa, Allah memiliki kekuatan tak terbatas dan tidak terkalahkan; Soal 2 al-Qayyūm = Maha Mandiri/Maha Berdiri Sendiri, Allah mengurus seluruh makhluk-Nya tanpa membutuhkan bantuan apa pun; Soal 3 al-Muhyi = Maha Menghidupkan, Allah memberi kehidupan pada segala makhluk di alam semesta; Soal 4 al-Mumīt = Maha Mematikan, Allah menetapkan dan mencabut nyawa setiap makhluk hidup sesuai ketetapan-Nya; Soal 5 al-Bā’iś = Maha Membangkitkan, Allah menghidupkan dan membangkitkan kembali seluruh manusia dari kubur pada hari akhir (55 menit).
- Guru mengumpulkan naskah Tugas 1, kemudian membagikan lembar Tugas 2 berupa Lembar Penilaian Diri dan Refleksi Tertulis (durasi 30 menit) yang memuat 5 butir pernyataan keyakinan skala Likert (Sangat Yakin, Yakin, Ragu-ragu, Tidak Yakin) serta 2 pertanyaan uraian refleksi penghayatan keyakinan atas kebesaran dan ketetapan Allah Swt.: Pernyataan 1: Keyakinan atas kemahakuatan Allah (al-Qawiyyu); Pernyataan 2: Keyakinan bahwa Allah mengurus alam secara mandiri (al-Qayyūm); Pernyataan 3: Keyakinan bahwa hidup bersumber dari Allah (al-Muhyi); Pernyataan 4: Keyakinan bahwa kematian adalah ketetapan pasti Allah (al-Mumīt); Pernyataan 5: Keyakinan bahwa manusia akan dibangkitkan dari alam kubur (al-Bā’iś). Murid mengisi lembar tersebut secara jujur dan mandiri (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan identitas dan seluruh isian lembar refleksi keyakinan diri sebelum dikumpulkan ke meja guru (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban Tugas 2, memverifikasi kelengkapan berkas seluruh murid di kelas (1 menit).
- Guru bersama murid merangkum perjalanan belajar Bab 2 tentang lima asmaulhusna, memberikan apresiasi atas kejujuran dan ketertiban selama asesmen, serta menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks soal disajikan dengan keterbacaan huruf yang jelas dan ukuran cetak yang memadai bagi murid dengan hambatan visual ringan tanpa mengubah butir kompetensi yang diuji.
- Proses: Akomodasi akses: pendampingan pembacaan instruksi soal secara netral bagi murid yang memerlukan konfirmasi teknis tanpa memberi petunjuk atau membocorkan jawaban.
- Produk: Format respons tetap seragam berupa lembar jawaban tertulis dan lembar penilaian diri reflektif sesuai acuan sumatif bab.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis asesmen: Guru mengonfirmasi kesiapan alat tulis dan pemahaman aturan kerja mandiri murid sebelum lembar soal dibagikan (acuan kesiapan: seluruh murid membawa alat tulis, duduk tertib, dan siap menerima naskah).
Proses:- Observasi kepatuhan tata tertib, integritas/kejujuran, dan kemandirian murid selama sesi pengerjaan asesmen sumatif tertulis berlangsung.
Sumatif Bab:- Tes tertulis dan lembar penilaian diri reflektif: Lembar jawaban tertulis berisi penjelasan arti dan makna lima asmaulhusna serta lembar penilaian diri reflektif mengenai keyakinan terhadap kebesaran dan ketetapan Allah Swt.
- tes penugasan tertulis: Lembar jawaban murid yang memuat penjelasan arti dan uraian makna asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (60 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran)
- penilaian diri dan jurnal refleksi tertulis: Lembar refleksi dan penilaian diri berisi pernyataan sikap serta uraian penghayatan keyakinan atas kebesaran dan ketetapan Allah Swt. berdasarkan lima asmaulhusna yang diisi serentak oleh seluruh murid (45 menit; kelompok; instrumen: lembar penilaian diri skala Likert disertai rubrik refleksi)
Sumatif:- Tes tertulis dan lembar penilaian diri reflektif: Lembar jawaban tertulis berisi penjelasan arti dan makna lima asmaulhusna serta lembar penilaian diri reflektif mengenai keyakinan terhadap kebesaran dan ketetapan Allah Swt.
- tes penugasan tertulis: Lembar jawaban murid yang memuat penjelasan arti dan uraian makna asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā’iś yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (60 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran)
- penilaian diri dan jurnal refleksi tertulis: Lembar refleksi dan penilaian diri berisi pernyataan sikap serta uraian penghayatan keyakinan atas kebesaran dan ketetapan Allah Swt. berdasarkan lima asmaulhusna yang diisi serentak oleh seluruh murid (45 menit; kelompok; instrumen: lembar penilaian diri skala Likert disertai rubrik refleksi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Asmaulhusna (al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, al-Bā’iś) [TP 5.2.1] | Menjelaskan dengan tepat arti dan makna 1 dari 5 asmaulhusna acuan (Acuan: 1. al-Qawiyyu = Maha Kuat; 2. al-Qayyūm = Maha Mandiri; 3. al-Muhyi = Maha Menghidupkan; 4. al-Mumīt = Maha Mematikan; 5. al-Bā’iś = Maha Membangkitkan). | Menjelaskan dengan tepat arti dan makna 2 sampai 3 dari 5 asmaulhusna acuan (Acuan: 1. al-Qawiyyu = Maha Kuat; 2. al-Qayyūm = Maha Mandiri; 3. al-Muhyi = Maha Menghidupkan; 4. al-Mumīt = Maha Mematikan; 5. al-Bā’iś = Maha Membangkitkan). | Menjelaskan dengan tepat arti dan makna 4 dari 5 asmaulhusna acuan (Acuan: 1. al-Qawiyyu = Maha Kuat; 2. al-Qayyūm = Maha Mandiri; 3. al-Muhyi = Maha Menghidupkan; 4. al-Mumīt = Maha Mematikan; 5. al-Bā’iś = Maha Membangkitkan). | Menjelaskan dengan tepat seluruh arti dan rincian makna dari 5 asmaulhusna acuan secara mandiri dan lengkap (Acuan: 1. al-Qawiyyu = Maha Kuat; 2. al-Qayyūm = Maha Mandiri; 3. al-Muhyi = Maha Menghidupkan; 4. al-Mumīt = Maha Mematikan; 5. al-Bā’iś = Maha Membangkitkan). | | Keyakinan terhadap Asmaulhusna (al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, al-Bā’iś) [TP 5.2.2] | Menunjukkan sikap keyakinan pada 1 dari 5 asmaulhusna acuan dalam lembar penilaian diri dan refleksi tertulis. | Menunjukkan sikap keyakinan pada 2 sampai 3 dari 5 asmaulhusna acuan dalam lembar penilaian diri dan refleksi tertulis. | Menunjukkan sikap keyakinan pada 4 dari 5 asmaulhusna acuan dalam lembar penilaian diri dan refleksi tertulis. | Menunjukkan sikap keyakinan yang mantap terhadap seluruh 5 asmaulhusna acuan (al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, al-Bā’iś) yang disertai uraian penghayatan mendalam atas kebesaran dan ketetapan Allah Swt. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu dan pengelolaan ruang asesmen sumatif sudah memfasilitasi seluruh murid mengerjakan tugas secara mandiri dan fokus?
- Bagaimanakah tingkat ketercapaian murid kelas 5 pada TP menjelaskan dan meyakini lima asmaulhusna berdasarkan hasil asesmen sumatif ini?
Murid:- Bagian mana dari penjelasan lima asmaulhusna yang paling mudah dan paling menantang untuk saya jelaskan secara tertulis?
- Setelah mengisi refleksi keyakinan diri, bagaimana cara saya membuktikan keyakinan terhadap asmaulhusna Allah dalam kehidupan sehari-hari?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI tahun 2021.
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI tahun 2021.
- Set Kartu Pasangan Asmaulhusna (5 kartu nama dan 5 kartu penjelasan makna).
- Lembar Kerja Murid (LKPD) / Lembar Latihan Pemahaman Makna Asmaulhusna.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas V Kemendikbudristek RI 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas V Kemendikbudristek RI 2021
- Set kartu pernyataan keyakinan Asmaulhusna (al-Qawiyyu dan al-Qayyūm)
- Gambar visual bentangan alam semesta, tata surya, dan fenomena alam
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021.
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021.
- Lembar kerja telaah peristiwa dan kartu skenario asmaulhusna.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
- Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Uraian Bab 2
- Lembar Penilaian Diri dan Refleksi Keyakinan Asmaulhusna Bab 2
|