Modul AjarBab 10Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 10: Perjuangan Khulafaurrasyidin

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 5 untuk Bab 10 "Perjuangan Khulafaurrasyidin", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 10: Perjuangan Khulafaurrasyidin

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 10

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 10 — Perjuangan Khulafaurrasyidin

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 10 — Perjuangan Khulafaurrasyidin
Alokasi Waktu11 JP (11 x 35 menit = 385 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.10.1 Menjelaskan kisah khulafaurasyidin pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. dan Khalifah Umar bin Khattab r.a.
  2. TP 5.10.2 Menjelaskan kisah khulafaurasyidin pada masa kepemimpinan Khalifah Usman bin Affan r.a. dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a.
  3. TP 5.10.3 Menceritakan kisah khulafaurasyidin dalam masa perjuangan dakwah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. dan Khalifah Umar bin Khattab r.a.
  4. TP 5.10.4 Menceritakan kisah khulafaurasyidin dalam masa perjuangan dakwah Khalifah Usman bin Affan r.a. dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah sahabat nabi yang pertama kali memimpin umat Islam setelah Nabi Muhammad saw. wafat?
  2. Bagaimana perjuangan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. saat memimpin umat Islam menghadapi masa-masa sulit?
  3. Mengapa Khalifah Umar bin Khattab r.a. diberi gelar Al-Faruq oleh Rasulullah saw.?
  4. Bagaimana kisah kepemimpinan Umar bin Khattab r.a. saat melakukan ronda malam untuk melihat langsung kondisi rakyatnya?
  5. Apa kebijakan penting masa kepemimpinan Khalifah Usman bin Affan r.a. yang manfaat mushafnya kita rasakan hingga hari ini?
  6. Bagaimana perjuangan dakwah Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. dalam menjaga persatuan umat dan memajukan ilmu pengetahuan?
  7. Peristiwa penting apa saja yang membuktikan keteguhan kepemimpinan dan perjuangan dakwah empat Khulafaurrasyidin?
  8. Bagaimana kita menceritakan kembali perjuangan dakwah Khulafaurrasyidin secara runtut dan tepat faktanya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Kisah Kepemimpinan dan Menceritakan Kisah Perjuangan Dakwah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.10.1 Menjelaskan kisah khulafaurasyidin pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. dan Khalifah Umar bin Khattab r.a.
  • TP 5.10.3 Menceritakan kisah khulafaurasyidin dalam masa perjuangan dakwah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. dan Khalifah Umar bin Khattab r.a.

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama yang dipimpin oleh ketua kelas, mengecek kehadiran, dan membaca beberapa ayat Al-Qur'an (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menjelaskan kisah kepemimpinan serta menceritakan kisah perjuangan dakwah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan dengan memberikan 2 pertanyaan diagnostik kesiapan: (1) 'Siapakah nama khalifah pertama yang menggantikan kepemimpinan Nabi Muhammad saw.?' (acuan: Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.), (2) 'Gelar apakah yang diberikan Rasulullah saw. kepada Abu Bakar karena selalu membenarkan ucapan beliau?' (acuan: Ash-Shiddiq) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan membaca teks ringkas tentang kisah kepemimpinan dan perjuangan dakwah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., meliputi: cara pemilihannya di Saqifah Bani Sa'idah, pidato kepemimpinannya yang rendah hati, ketegasan menghadapi nabi palsu (Musailamah al-Kazzab), serta perjuangannya mengumpulkan lembaran mushaf Al-Qur'an atas usulan Umar bin Khattab r.a. (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti kuis cepat 'Tepat Khulafaurrasyidin' untuk memastikan pemahaman tentang kisah kepemimpinan Abu Bakar r.a. berdasarkan 3 kartu kuis: (1) Siapa nama nabi palsu yang ditumpas Abu Bakar r.a.? (acuan: Musailamah al-Kazzab); (2) Siapa sahabat yang mengusulkan pembukuan Al-Qur'an pada masa Abu Bakar r.a.? (acuan: Umar bin Khattab r.a.); (3) Siapa sahabat yang ditugaskan memimpin panitia penghimpunan Al-Qur'an? (acuan: Zaid bin Tsabit r.a.) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 4 anak, kemudian menerima lembar kerja 'Perjuangan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.' untuk menjelaskan secara tertulis 3 pokok peristiwa kepemimpinan beliau: (1) Cara terpilihnya sebagai khalifah, (2) Upaya menghadapi golongan ingkar zakat dan nabi palsu, (3) Upaya penghimpunan mushaf Al-Qur'an (15 menit).
  • Secara bergantian di dalam kelompoknya, setiap murid menceritakan kembali kisah perjuangan dakwah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. secara lisan, mencakup peristiwa pembukuan Al-Qur'an dan ketegasan dakwahnya, dengan saling menyimak dan melengkapi urutan kisah (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid menarik intisari kisah kepemimpinan dan perjuangan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., menanyakan hal baru yang dipahami murid terkait ketegasan serta keikhlasan beliau dalam memimpin dan berdakwah (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan poin utama kepemimpinan dan perjuangan dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir lisan dan umpan balik singkat mengenai penguasaan kisah kepemimpinan Abu Bakar r.a., kemudian menutup pertemuan dengan doa kafaratul majelis dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkasan dengan poin-poin tebal peristiwa penting, sedangkan murid yang mahir diberikan bacaan tambahan mengenai peran Zaid bin Tsabit r.a. dalam penghimpunan Al-Qur'an.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara terbimbing dengan pertanyaan pemandu alur cerita, sementara murid yang cepat langsung menceritakan kisah perjuangan dakwah secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menceritakan kisah perjuangan dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. secara lisan berpasangan atau menuliskan uraian kisah dalam bentuk bagan alur peristiwa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Siapakah khalifah pertama umat Islam pengganti Rasulullah saw.?' (acuan: Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.); (2) 'Apa arti dari gelar Ash-Shiddiq yang disandang Abu Bakar r.a.?' (acuan: yang membenarkan / selalu membenarkan ajaran dan perkataan Rasulullah saw.).

Proses:

  • Observasi keterlibatan kelompok dan penilaian lembar kerja menjelaskan 3 peristiwa masa kepemimpinan Abu Bakar r.a.: (1) Terpilih melalui musyawarah di Saqifah Bani Sa'idah, (2) Memerangi orang murtad, nabi palsu (Musailamah al-Kazzab), dan penolak zakat melalui Perang Riddah, (3) Menghimpun mushaf Al-Qur'an yang diketuai Zaid bin Tsabit r.a.
  • Pengamatan lisan saat menceritakan kisah perjuangan dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. mencakup latar belakang pengumpulan mushaf Al-Qur'an karena banyaknya penghafal Al-Qur'an gugur dalam Perang Yamamah.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: menyebutkan 2 jasa besar Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. selama masa kepemimpinannya (acuan jawaban: menumpas nabi palsu/golongan ingkar zakat dan mengumpulkan/membukukan mushaf Al-Qur'an).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal pembelajaran mengenai sosok Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.
  • Kuis cepat berpasangan 'Tepat Khulafaurrasyidin' untuk memeriksa pemahaman konsep kepemimpinan.
  • Penilaian kinerja lembar kerja tertulis (menjelaskan kisah kepemimpinan) dan performa lisan (menceritakan kisah perjuangan dakwah).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan kisah kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. (Peristiwa Saqifah, Perang Riddah/penumpasan nabi palsu, dan penghimpunan mushaf Al-Qur'an)Belum mampu menjelaskan satu pun peristiwa penting pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. meski telah dibimbing.Mampu menjelaskan 1 dari 3 peristiwa penting pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. dengan bantuan panduan guru.Mampu menjelaskan 2 dari 3 peristiwa penting pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. secara tepat dan mandiri.Mampu menjelaskan ketiga peristiwa penting (pemilihan di Saqifah, Perang Riddah/nabi palsu, dan penghimpunan Al-Qur'an) pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. secara lengkap dan tepat.
Menceritakan kisah perjuangan dakwah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. (Alur peristiwa dan ketegasan dalam membela serta membukukan ajaran Islam)Belum mampu menceritakan kisah perjuangan dakwah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. walaupun diberikan stimulus pertanyaan pemantik.Mampu menceritakan sebagian kecil peristiwa perjuangan dakwah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., namun alur kisahnya belum berurutan.Mampu menceritakan kisah perjuangan dakwah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. secara runtut dan sesuai fakta sejarah.Mampu menceritakan kisah perjuangan dakwah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. secara runtut, lengkap, dan menguraikan keterkaitan peristiwa Perang Yamamah dengan pembukuan mushaf Al-Qur'an.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur kegiatan Memahami-Mengaplikasi-Merefleksi efektif memfasilitasi murid menjelaskan dan menceritakan kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.?
  • Bagian mana dari kisah perjuangan dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. yang masih sulit dipahami atau diceritakan kembali oleh murid?

Murid:

  • Apa peristiwa perjuangan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. yang paling berkesan bagi kalian?
  • Apakah kalian sudah dapat menceritakan kembali kisah kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. kepada teman sekelompok?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Kisah Kepemimpinan dan Menceritakan Kisah Perjuangan Dakwah Khalifah Umar bin Khattab r.a. — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.10.1 Menjelaskan kisah khulafaurasyidin pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. dan Khalifah Umar bin Khattab r.a.
  • TP 5.10.3 Menceritakan kisah khulafaurasyidin dalam masa perjuangan dakwah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. dan Khalifah Umar bin Khattab r.a.

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan membacakan tujuan pembelajaran hari ini tentang kepemimpinan dan perjuangan dakwah Khalifah Umar bin Khattab r.a. (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 2 hal: (1) Siapa nama khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. (acuan: Umar bin Khattab r.a.), dan (2) Apa arti gelar Al-Faruq yang disandang beliau (acuan: pembeda antara yang benar dan yang batil) (5 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. dengan transisi kepemimpinan kepada Umar bin Khattab r.a. melalui pertanyaan pemantik (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid membaca teks ringkas tentang masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang memuat informasi pokok: gelar Al-Faruq (pembeda kebenaran dan kebatilan), masa kepemimpinan selama 10 tahun (634–644 M), penetapan kalender Hijriah, pembentukan kas negara (Baitulmal), dan ketegasan membela dakwah Islam (15 menit).
  • Guru menjelaskan rincian kebijakan kepemimpinan Umar bin Khattab r.a. serta kisah perjuangan dakwah beliau yang pemberani dan bertanggung jawab, disertai sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman murid (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti kuis berpasangan menggembirakan 'Tebak Fakta Khalifah Umar' di mana murid saling menguji pemahaman dengan 4 kartu fakta: Kartu 1: Gelar pembeda antara yang hak dan batil (acuan: Al-Faruq); Kartu 2: Lembaga pengelola kas negara yang ditata rapi pada masanya (acuan: Baitulmal); Kartu 3: Penanggalan Islam yang mulai resmi ditetapkan (acuan: Kalender Hijriah); Kartu 4: Lama masa kepemimpinan beliau (acuan: 10 tahun atau 634-644 M) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar penjelasan tertulis untuk menjelaskan 3 kebijakan kepemimpinan Umar bin Khattab r.a. (acuan: (1) membentuk Baitulmal/kas negara untuk kesejahteraan rakyat, (2) menetapkan kalender Hijriah dengan patokan hijrah Nabi, (3) mendirikan pos-pos militer dan peradilan) (10 menit).
  • Secara bergiliran dengan teman sebangku, setiap murid menceritakan kembali secara lisan kisah perjuangan dakwah Khalifah Umar bin Khattab r.a. saat beliau melakukan ronda malam dan mendapati seorang ibu yang memasak batu untuk menenangkan anaknya yang lapar, lalu Umar sendiri yang memanggul gandum dari Baitulmal untuk keluarga tersebut (acuan alur cerita: Umar berkeliling malam -> menemukan ibu memasak batu -> kembali ke gudang mengambil karung gandum -> memasakkan makanan langsung untuk anak-anak tersebut) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merenungkan nilai tanggung jawab dan kepedulian dari kisah kepemimpinan Umar bin Khattab r.a. yang memanggul sendiri bantuan gandum untuk rakyatnya tanpa meminta bantuan pengawal (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan intisari pelajaran mengenai masa kepemimpinan 10 tahun Khalifah Umar bin Khattab r.a., kebijakan Baitulmal, kalender Hijriah, serta keteladanan tanggung jawabnya (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (pembelajaran bab masih berlanjut ke khalifah berikutnya pada pertemuan selanjutnya) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang memuat penanda tebal pada poin-poin utama kepemimpinan Umar bin Khattab r.a., sedangkan murid yang mahir membaca narasi lengkap sejarah ekspansi dakwah dan penataan administrasi pemerintahan beliau.
  • Proses: Pada kegiatan menceritakan kisah ronda malam, murid yang memerlukan pendampingan dipandu dengan kartu alur peristiwa 4 tahap, sedangkan murid yang sudah mahir menceritakan kisah secara utuh dan mandiri.
  • Produk: Pada lembar kerja menjelaskan, murid reguler menjelaskan minimal 2 kebijakan kepemimpinan dengan tepat, sedangkan murid pengayaan menjelaskan 3 kebijakan kepemimpinan beserta fungsi/tujuannya bagi umat Islam secara lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Siapa nama khalifah kedua yang menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.? (acuan jawaban: Umar bin Khattab r.a.); (2) Mengapa beliau dijuluki Al-Faruq? (acuan jawaban: karena tegas membedakan antara kebenaran/hak dan kebatilan).

Proses:

  • Tugas Tertulis Penjelasan Kepemimpinan: Murid menjelaskan minimal 2 dari 3 kebijakan utama kepemimpinan Umar bin Khattab r.a. (acuan: (1) Pembentukan Baitulmal untuk mengelola kas dan bantuan sosial; (2) Penetapan kalender Hijriah dimulai dari tahun hijrah Nabi; (3) Pembentukan lembaga peradilan/hakim independen).
  • Unjuk Kerja Lisan Menceritakan Kisah Perjuangan: Murid menceritakan kisah ronda malam Umar bin Khattab r.a. dengan memuat 4 unsur pokok alur (acuan alur: (1) Umar meronda malam memantau rakyat, (2) menemukan ibu yang memasak batu karena anak kelaparan, (3) memanggul sendiri karung gandum dari Baitulmal, (4) memasakkan makanan hingga anak-anak kenyang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 2 murid untuk menyebutkan: (1) Berapa lama masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab r.a.? (acuan jawaban: 10 tahun / 634-644 M); (2) Sikap apa yang ditunjukkan Umar saat memanggul sendiri gandum untuk rakyat miskin? (acuan jawaban: tanggung jawab, rendah hati, dan kepedulian terhadap rakyat).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik lisan pada pendahuluan.
  • Observasi unjuk kerja saat kuis fakta dan menceritakan kisah perjuangan dakwah secara berpasangan.
  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan tertulis tentang kisah kepemimpinan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan kisah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab r.a.Belum mampu menjelaskan kebijakan kepemimpinan Umar bin Khattab r.a. secara tepat sesuai acuan materi.Menjelaskan 1 kebijakan kepemimpinan Umar bin Khattab r.a. secara tepat sesuai acuan materi.Menjelaskan 2 kebijakan kepemimpinan Umar bin Khattab r.a. secara tepat sesuai acuan materi (Baitulmal, kalender Hijriah, peradilan).Menjelaskan seluruh (3) kebijakan kepemimpinan Umar bin Khattab r.a. secara tepat dan lengkap sesuai acuan materi secara mandiri.
Menceritakan kisah perjuangan dakwah Khalifah Umar bin Khattab r.a.Belum mampu menceritakan kisah ronda malam dan perjuangan dakwah Umar bin Khattab r.a. sesuai alur peristiwa.Menceritakan kisah dengan memuat 1-2 unsur alur peristiwa sesuai acuan materi dengan banyak bantuan guru.Menceritakan kisah dengan memuat 3 unsur alur peristiwa secara runtut sesuai acuan materi.Menceritakan kisah secara lengkap memuat seluruh (4) unsur alur peristiwa secara runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit cukup efektif memfasilitasi murid menjelaskan kebijakan kepemimpinan sekaligus menceritakan kisah dakwah Khalifah Umar bin Khattab r.a.?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas berpasangan 'Tebak Fakta' dan saling menceritakan kisah perjuangan dakwah?

Murid:

  • Bagian mana dari kisah kepemimpinan Umar bin Khattab r.a. yang paling membuatmu kagum?
  • Sikap teladan apa dari Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang ingin kamu terapkan saat menjadi pemimpin bagi teman-temanmu?

Pertemuan 3 — Menjelaskan Kisah Kepemimpinan dan Menceritakan Kisah Perjuangan Dakwah Khalifah Usman bin Affan r.a. serta Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.10.2 Menjelaskan kisah khulafaurasyidin pada masa kepemimpinan Khalifah Usman bin Affan r.a. dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a.
  • TP 5.10.4 Menceritakan kisah khulafaurasyidin dalam masa perjuangan dakwah Khalifah Usman bin Affan r.a. dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a.

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan membacakan ayat Al-Qur'an terkait kepemimpinan adil (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Siapa nama dua sahabat Nabi yang menjadi khalifah ketiga dan keempat?' (acuan: Usman bin Affan r.a. dan Ali bin Abu Thalib r.a.); (2) 'Sebutkan satu jasa besar Khalifah Usman bin Affan r.a. bagi Al-Qur'an!' (acuan: kodifikasi/pembukuan/penyeragaman Mushaf Al-Qur'an atau Mushaf Usmani) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan kisah kepemimpinan dan menceritakan perjuangan dakwah Khalifah Usman bin Affan r.a. serta Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan tayangan materi mengenai masa kepemimpinan Khalifah Usman bin Affan r.a. (pembukuan Mushaf Usmani, perluasan Masjid Nabawi, pembentukan armada laut) dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. (penataan administrasi pemerintahan, penertiban keuangan negara/Baitul Mal, pengembangan ilmu bahasa Arab di Basrah dan Kufah) (10 menit).
  • Murid dalam kelompok beranggotakan 4 orang menerima 'Lembar Telaah Kepemimpinan' yang memuat 4 pernyataan faktual untuk dianalisis ketepatannya: (1) 'Pembukuan mushaf Al-Qur'an menjadi satu mushaf standar dilakukan pada masa Usman bin Affan r.a.' [Benar]; (2) 'Pembangunan armada angkatan laut Islam pertama kali digagas pada masa Ali bin Abu Thalib r.a.' [Salah, masa Usman bin Affan r.a.]; (3) 'Penertiban kas negara Baitul Mal dan penataan kembali tanah negara dilakukan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a.' [Benar]; (4) 'Pemindahan pusat pemerintahan dari Madinah ke Kufah dilakukan Khalifah Usman bin Affan r.a.' [Salah, masa Ali bin Abu Thalib r.a.] (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan kartu tantangan dakwah bertajuk 'Estafet Cerita Khalifah' secara berpasangan, di mana tiap pasangan mengambil 2 kartu cuplikan peristiwa: Kartu A (Usman bin Affan r.a.: diplomasi Perjanjian Hudaibiyah, kedermawanan membeli sumur Raumah untuk umat, dan ketabahan menghadapi fitnah pemberontak) dan Kartu B (Ali bin Abu Thalib r.a.: menggantikan tidur di ranjang Nabi saw. saat hijrah, keberanian membawa panji Perang Khaibar, dan keteguhan memimpin umat di tengah perpecahan) (15 menit).
  • Secara bergantian dalam pasangan, murid menceritakan kembali peristiwa dakwah dari kartu yang diperoleh kepada pasangannya secara lisan dan runtut dengan menyebutkan nama tokoh, peristiwa perjuangan, serta keteladanannya sesuai isi kartu (15 menit).
  • Guru berkeliling mengobservasi dan memandu murid menjelaskan kisah kepemimpinan serta menceritakan perjuangan dakwah kedua khalifah menggunakan panduan lembar ceklis (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menuliskan satu kalimat hikmah dari kepemimpinan Khalifah Usman bin Affan r.a. (sikap dermawan dan sabar) dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. (sikap cerdas, berani, dan adil) pada secarik kertas tempel lalu menempelkannya di papan pajang kelas (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari kisah kepemimpinan dan perjuangan dakwah Khalifah Usman bin Affan r.a. serta Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir lisan cepat kepada 4 murid acak tentang program kepemimpinan kedua khalifah (acuan: pembukuan Al-Qur'an oleh Usman bin Affan r.a.; pembenahan administrasi negara oleh Ali bin Abu Thalib r.a.) serta memberikan apresiasi dan menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkasan bergambar dengan poin-poin utama kepemimpinan dan dakwah Usman r.a. dan Ali r.a., sedangkan murid yang mahir diberikan cuplikan riwayat sejarah yang lebih terperinci mengenai latar belakang penulisan Mushaf Usmani dan penetapan Kufah sebagai pusat pemerintahan.
  • Proses: Pada kegiatan menceritakan, murid yang belum lancar dipandu menggunakan kartu kata kunci bantu alur (siapa-apa yang terjadi-bagaimana akhir peristiwa), sedangkan murid yang sudah mahir menceritakan secara mandiri langsung dari kartu peristiwa.
  • Produk: Semua murid mencapai target kompetensi yang sama yaitu menjelaskan kisah kepemimpinan dan menceritakan dakwah kedua khalifah, baik melalui penyampaian lisan berpasangan terbimbing maupun mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di awal pembelajaran: (1) 'Siapa nama dua khalifah ketiga dan keempat Khulafaurrasyidin?' (acuan jawaban: Usman bin Affan r.a. dan Ali bin Abu Thalib r.a.); (2) 'Sebutkan satu jasa besar Khalifah Usman bin Affan r.a. terkait Al-Qur'an!' (acuan jawaban: membukukan/mengumpulkan/menyeragamkan Al-Qur'an menjadi Mushaf Usmani).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Telaah Kepemimpinan berisi 4 pernyataan faktual: (1) Pembukuan Mushaf standar oleh Usman bin Affan r.a. [Kunci: Benar]; (2) Armada laut pertama oleh Ali bin Abu Thalib r.a. [Kunci: Salah, oleh Usman bin Affan r.a.]; (3) Penertiban Baitul Mal dan tanah negara oleh Ali bin Abu Thalib r.a. [Kunci: Benar]; (4) Pemindahan pusat pemerintahan ke Kufah oleh Usman bin Affan r.a. [Kunci: Salah, oleh Ali bin Abu Thalib r.a.]. Kriteria: murid tuntas jika benar minimal 3 dari 4 butir.
  • Lembar observasi menceritakan kisah perjuangan dakwah berpasangan (acuan Kartu A Usman r.a.: diplomasi Hudaibiyah/sumur Raumah/fitnah pemberontak; Kartu B Ali r.a.: tidur di ranjang Nabi saw./Perang Khaibar/memimpin umat di tengah perpecahan). Kriteria: memuat nama khalifah, peristiwa dakwah, dan tindakan perjuangan tokoh.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi melalui 2 pertanyaan: (1) 'Apa kebijakan utama Khalifah Usman bin Affan r.a. dalam menjaga persatuan bacaan umat Islam?' (acuan: membukukan Al-Qur'an/Mushaf Usmani); (2) 'Sebutkan satu langkah kepemimpinan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. dalam menertibkan negara!' (acuan: membenahi kas negara/Baitul Mal, menertibkan tanah negara, memindahkan ibu kota ke Kufah, atau menunjuk pejabat yang jujur).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran
  • Lembar Telaah Kepemimpinan (menjelaskan fakta kepemimpinan Usman bin Affan r.a. dan Ali bin Abu Thalib r.a.)
  • Observasi unjuk kerja menceritakan kisah perjuangan dakwah berpasangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan kisah kepemimpinan Khalifah Usman bin Affan r.a. dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a.Belum mampu menjelaskan fakta kepemimpinan kedua khalifah atau hanya menjawab 1 dari 4 pernyataan telaah secara tepat.Mampu menjelaskan fakta kepemimpinan kedua khalifah dengan tepat pada 2 dari 4 butir pernyataan telaah dengan bantuan guru.Mampu menjelaskan fakta kepemimpinan Khalifah Usman bin Affan r.a. dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. secara tepat pada minimal 3 dari 4 butir pernyataan telaah secara mandiri.Mampu menjelaskan seluruh fakta kepemimpinan Khalifah Usman bin Affan r.a. dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. (4 butir telaah benar) secara tepat dan mandiri.
Menceritakan kisah perjuangan dakwah Khalifah Usman bin Affan r.a. dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a.Belum mampu menceritakan kisah perjuangan dakwah salah satu khalifah sesuai cuplikan peristiwa pada kartu.Mampu menceritakan cuplikan perjuangan dakwah salah satu khalifah namun peristiwa masih terbalik dan membutuhkan bimbingan guru.Mampu menceritakan cuplikan kisah perjuangan dakwah Khalifah Usman bin Affan r.a. dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. secara runtut memuat nama tokoh, peristiwa perjuangan, dan akhir kisah secara mandiri.Mampu menceritakan kisah perjuangan dakwah kedua khalifah dari kedua kartu secara runtut, lengkap, dan jelas tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi permainan berpasangan 'Estafet Cerita Khalifah' efektif memfasilitasi setiap murid aktif menceritakan kisah perjuangan dakwah?
  • Bagian penjelasan manakah dari kepemimpinan Khalifah Usman r.a. dan Ali r.a. yang paling membutuhkan penguatan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Sikap teladan apa dari Khalifah Usman bin Affan r.a. dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. yang paling ingin kamu tiru dalam kehidupan sehari-hari?
  • Peristiwa perjuangan dakwah manakah yang paling berkesan saat kamu ceritakan kepada teman pasanganmu tadi?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.10.1 Menjelaskan kisah khulafaurasyidin pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. dan Khalifah Umar bin Khattab r.a.
  • TP 5.10.2 Menjelaskan kisah khulafaurasyidin pada masa kepemimpinan Khalifah Usman bin Affan r.a. dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a.
  • TP 5.10.3 Menceritakan kisah khulafaurasyidin dalam masa perjuangan dakwah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. dan Khalifah Umar bin Khattab r.a.
  • TP 5.10.4 Menceritakan kisah khulafaurasyidin dalam masa perjuangan dakwah Khalifah Usman bin Affan r.a. dan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a.

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kesiapan belajar murid untuk pelaksanaan asesmen sumatif bab (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif, yaitu mengukur kemampuan menjelaskan kisah kepemimpinan dan menceritakan perjuangan dakwah empat Khulafaurrasyidin (Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., Umar bin Khattab r.a., Usman bin Affan r.a., dan Ali bin Abu Thalib r.a.) (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan teknis pelaksanaan asesmen sumatif yang terdiri atas dua bagian: Bagian 1 tes tertulis uraian singkat (45 menit) yang dikerjakan serentak di meja masing-masing secara mandiri, dan Bagian 2 unjuk kerja bercerita penuturan lisan secara individual bergiliran di meja guru (60 menit) (3 menit).
  • Guru membagikan lembar tes tertulis uraian singkat dan lembar bagan alur cerita, memastikan setiap murid memahami petunjuk pengerjaan tanpa bantuan teman (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan tes tertulis uraian singkat berisi 4 butir soal kisah kepemimpinan: (1) Menjelaskan peristiwa penting kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. (acuan: memerangi nabi palsu/orang murtad/pembangkang zakat dan pengumpulan mushaf Al-Qur'an); (2) Menjelaskan peristiwa penting kepemimpinan Umar bin Khattab r.a. (acuan: penetapan kalender Hijriah dan pembentukan kas negara/Baitul Mal); (3) Menjelaskan peristiwa penting kepemimpinan Usman bin Affan r.a. (acuan: pembukuan/kodifikasi Al-Qur'an Mushaf Usmani dan perluasan wilayah dakwah); (4) Menjelaskan peristiwa penting kepemimpinan Ali bin Abu Thalib r.a. (acuan: penataan kembali tata kelola pemerintahan/keuangan negara dan memajukan ilmu bahasa/nahwu) (45 menit).
  • Secara bergantian (2 menit per murid, 28-30 murid), setiap murid maju ke meja guru untuk melaksanakan unjuk kerja penuturan lisan kisah perjuangan dakwah Khulafaurrasyidin menggunakan panduan bagan alur (fokus: awal dakwah, tantangan yang dihadapi, dan keberhasilan dakwah), sementara murid lain yang menunggu giliran membaca mandiri rangkuman materi tanpa berdiskusi (45 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid melakukan evaluasi diri secara hening mengenai kejujuran dan kemandirian selama menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen tertulis dan lisan (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tertulis dan bagan alur murid secara tertib (1 menit).
  • Guru merangkum proses pelaksanaan asesmen bab 10, menyampaikan apresiasi atas integritas seluruh murid, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada diferensiasi materi/soal; seluruh murid menjawab soal dan membawakan kisah dakwah Khulafaurrasyidin dengan standar kompetensi yang sama.
  • Proses: Akomodasi akses berupa penyesuaian posisi duduk di dekat guru bagi murid yang memerlukan kejelasan visual/pendengaran saat mendengar instruksi tanpa mengubah format tugas.
  • Produk: Produk asesmen tetap berupa lembar jawaban tertulis uraian singkat dan penuturan lisan sesuai rubrik standar.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis uraian singkat dan unjuk kerja bercerita bergantian secara rotasi: lembar jawaban tertulis berisi penjelasan kisah kepemimpinan empat Khulafaurrasyidin serta penuturan lisan runtut tentang kisah perjuangan dakwah Khulafaurrasyidin dinilai langsung dengan rubrik
  • tes tertulis uraian singkat: lembar jawaban tertulis murid yang dikerjakan seluruh kelas secara serentak berisi penjelasan peristiwa penting kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., Umar bin Khattab r.a., Usman bin Affan r.a., dan Ali bin Abu Thalib r.a. (45 menit; kelompok; instrumen: lembar soal uraian singkat dan pedoman penskoran)
  • unjuk kerja bercerita: penuturan lisan kisah perjuangan dakwah Khulafaurrasyidin secara runtut menggunakan panduan bagan alur, dinilai 2 menit per murid secara rotasi di meja guru (60 menit / 2 menit = 30 slot murid, muat untuk 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita (kriteria: keruntutan alur peristiwa, ketepatan fakta sejarah dakwah, dan kejelasan tutur kata))

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis uraian singkat dan unjuk kerja bercerita bergantian secara rotasi: lembar jawaban tertulis berisi penjelasan kisah kepemimpinan empat Khulafaurrasyidin serta penuturan lisan runtut tentang kisah perjuangan dakwah Khulafaurrasyidin dinilai langsung dengan rubrik
  • tes tertulis uraian singkat: lembar jawaban tertulis murid yang dikerjakan seluruh kelas secara serentak berisi penjelasan peristiwa penting kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., Umar bin Khattab r.a., Usman bin Affan r.a., dan Ali bin Abu Thalib r.a. (45 menit; kelompok; instrumen: lembar soal uraian singkat dan pedoman penskoran)
  • unjuk kerja bercerita: penuturan lisan kisah perjuangan dakwah Khulafaurrasyidin secara runtut menggunakan panduan bagan alur, dinilai 2 menit per murid secara rotasi di meja guru (60 menit / 2 menit = 30 slot murid, muat untuk 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita (kriteria: keruntutan alur peristiwa, ketepatan fakta sejarah dakwah, dan kejelasan tutur kata))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan kisah kepemimpinan Khulafaurrasyidin (tes tertulis)Menjelaskan 1 dari 4 peristiwa kepemimpinan dengan tepat sesuai acuan kunci jawaban.Menjelaskan 2 dari 4 peristiwa kepemimpinan dengan tepat sesuai acuan kunci jawaban.Menjelaskan 3 dari 4 peristiwa kepemimpinan dengan tepat sesuai acuan kunci jawaban.Menjelaskan seluruh 4 peristiwa kepemimpinan (Abu Bakar r.a., Umar r.a., Usman r.a., Ali r.a.) dengan tepat dan lengkap sesuai acuan kunci jawaban.
Menceritakan kisah perjuangan dakwah Khulafaurrasyidin (unjuk kerja bercerita)Menuturkan alur kisah dakwah secara melompat-lompat dan hanya memuat 1 fakta dakwah Khulafaurrasyidin secara tepat sesuai acuan.Menuturkan alur kisah dakwah secara cukup runtut dan memuat 2 fakta dakwah Khulafaurrasyidin secara tepat sesuai acuan.Menuturkan alur kisah dakwah secara runtut (awal-tengah-akhir) dan memuat 3 fakta dakwah Khulafaurrasyidin secara tepat sesuai acuan.Menuturkan alur kisah dakwah secara runtut (awal-tengah-akhir) dan memuat seluruh 4 fakta dakwah Khulafaurrasyidin (Abu Bakar r.a., Umar r.a., Usman r.a., Ali r.a.) secara tepat sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 45 menit tes tertulis dan 50-60 menit unjuk kerja lisan mencukupi untuk menilai seluruh murid secara adil dan objektif?
  • Bagaimana tingkat penguasaan murid pada kompetensi menjelaskan kepemimpinan dibandingkan kompetensi menceritakan perjuangan dakwah?

Murid:

  • Apakah saya sudah menjelaskan peristiwa kepemimpinan dan menceritakan dakwah Khulafaurrasyidin dengan jujur dan mandiri?
  • Kisah keteladanan dari khalifah mana yang paling jelas dan runtut berhasil saya sampaikan hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas V Kemendikbudristek 2021
  2. Buku Teks Murid PAI dan Budi Pekerti SD Kelas V Kemendikbudristek 2021
  3. Al-Qur'an dan Terjemah Kementerian Agama RI
  4. Kartu Pertanyaan Kuis Khulafaurrasyidin dan Lembar Kerja Cerita Sejarah
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021.
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021.
  7. Al-Qur'an dan Terjemah Kementerian Agama Republik Indonesia.
  8. Kartu fakta kisah kepemimpinan dan lembar kerja kisah perjuangan dakwah Umar bin Khattab r.a.
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas V Kemendikbudristek RI 2021
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas V Kemendikbudristek RI 2021
  11. Lembar Telaah Kepemimpinan dan Kartu Peristiwa Perjuangan Dakwah (Kartu A dan B)
  12. Papan pajang kelas dan kertas tempel refleksi
  13. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek, 2021)
  14. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek, 2021)
  15. Lembar Soal Asesmen Sumatif Tertulis Uraian Singkat
  16. Lembar Panduan Bagan Alur Cerita Dakwah Khulafaurrasyidin

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.