Modul AjarPertemuan 5Bab 9Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Ketentuan, Tata Cara, dan Praktik Salat Tahajud

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Ketentuan, Tata Cara, dan Praktik Salat Tahajud". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Ketentuan, Tata Cara, dan Praktik Salat Tahajud

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 9 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Ketentuan, Tata Cara, dan Praktik Salat Tahajud

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikKetentuan, Tata Cara, dan Praktik Salat Tahajud
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian, hukum, waktu pelaksanaan, dan tata cara salat Tahajud berdasarkan Q.S. al-Isra/17: 79 dengan benar.
  2. Murid dapat mempraktikkan ibadah salat Tahajud dengan gerakan, bacaan niat, dan tertib yang benar termasuk salat Witir sebagai penutup.
  3. Murid dapat menunjukkan kebiasaan berperilaku taat beribadah dan berserah diri kepada Allah Swt. melalui keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam melaksanakan salat Tahajud.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bangun tengah malam dan merasa sunyi sekali? Apa yang kalian lakukan di saat seperti itu?
  2. Nabi Muhammad saw. tidak pernah meninggalkan salat Tahajud bahkan saat beliau lelah sekalipun. Kira-kira, apa rahasia kekuatan Nabi yang bisa kita pelajari dari kebiasaan itu?
  3. Allah Swt. menjanjikan 'tempat yang terpuji' bagi yang melaksanakan salat Tahajud. Menurut kalian, apa maksud janji Allah itu dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan tadarus Q.S. al-Isra/17: 79 bersama-sama selama ±3 menit.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan murid agar siap belajar.
  • Asesmen awal: Guru meminta murid menuliskan di selembar kertas kecil satu hal yang sudah mereka ketahui tentang salat Tahajud dan satu pertanyaan yang ingin mereka ketahui. Kertas dikumpulkan untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan, memberi waktu ±2 menit bagi murid untuk berpikir dan berani menjawab.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah dipahami: 'Hari ini kita akan tahu apa itu salat Tahajud, kapan waktu terbaiknya, bagaimana caranya, dan kita akan praktikkan bersama-sama.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menuliskan Q.S. al-Isra/17: 79 di papan tulis beserta terjemahannya. Murid membaca bersama dengan tartil, lalu guru mengajak murid memaknai ayat tersebut: 'Apa yang Allah perintahkan kepada kita melalui ayat ini?' (Berkesadaran)
  • Guru menjelaskan secara singkat dan jelas: (a) pengertian salat Tahajud sebagai salat sunah muakkad yang termasuk salat Tatawwu'; (b) hukumnya sunah muakkad karena tidak pernah ditinggalkan Nabi saw.; (c) waktu pelaksanaannya yaitu setelah tidur malam, di antara salat Isya hingga sebelum Subuh, dengan waktu terbaik di sepertiga malam terakhir.
  • Guru menceritakan kebiasaan Nabi Muhammad saw.: beliau tidur lebih awal setelah salat Isya, lalu bangun di pertengahan malam untuk salat Tahajud, dan mengerjakan tidak lebih dari 11 atau 13 rakaat termasuk salat Witir. Guru mengaitkan kisah ini dengan kehidupan murid: 'Apakah kalian bisa membayangkan bangun pukul 03.00 dini hari untuk salat?' (Bermakna)
  • Guru menjelaskan tata cara salat Tahajud secara runtut menggunakan urutan berikut: (1) berwudu dan memperhatikan kesucian badan, pakaian, dan tempat; (2) niat salat Tahajud; (3) takbiratulihram; (4) membaca al-Fatihah; (5) rakaat pertama: membaca Q.S. al-Kafirun/109; (6) rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk antara dua sujud, sujud kedua; (7) rakaat kedua: membaca al-Fatihah lalu Q.S. al-Ikhlas/112; (8) rukuk hingga sujud kedua; (9) tasyahud akhir; (10) salam; (11) salat Witir sebagai penutup; (12) doa setelah salat Tahajud.
  • Guru memberi kesempatan murid bertanya tentang poin yang belum jelas sebelum masuk ke sesi praktik.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4–5 murid). Setiap kelompok mendapat kartu urutan tata cara salat Tahajud yang masih diacak. Murid berdiskusi untuk menyusun kartu tersebut menjadi urutan yang benar dalam waktu 3 menit. Kelompok yang selesai lebih dulu mengangkat tangan. (Menggembirakan, Kolaborasi)
  • Guru membahas jawaban bersama kelas, memastikan setiap murid memahami urutan yang benar sebelum praktik dimulai.
  • Praktik salat Tahajud secara kelompok: satu murid menjadi imam, yang lain makmum. Guru memandu dengan suara lantang di gerakan-gerakan kunci (takbir, rukuk, sujud, tasyahud). Kelompok bergantian menjadi imam agar semua murid merasakan memimpin. (Bermakna)
  • Selama praktik berlangsung, guru berkeliling dan memberikan umpan balik langsung kepada murid tentang gerakan, bacaan niat, dan ketertiban (asesmen proses). Murid yang sudah benar dapat membantu teman yang masih perlu bimbingan (Kolaborasi, Kemandirian).
  • Setelah praktik utama selesai, guru menunjukkan cara melanjutkan dengan salat Witir sebagai penutup rangkaian salat Tahajud, dan kelompok mempraktikkannya bersama.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang sejenak setelah praktik, lalu bertanya: 'Bagaimana perasaan kalian setelah mempraktikkan salat Tahajud tadi? Apa yang kalian rasakan berbeda dibanding salat fardu?' (Berkesadaran)
  • Murid mengisi lembar refleksi pribadi (±3 menit) dengan tiga pertanyaan: (1) Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang salat Tahajud; (2) Satu hal yang masih ingin aku pelajari lebih lanjut; (3) Kapan aku akan mencoba melaksanakan salat Tahajud dan apa yang perlu aku persiapkan? (Bermakna, Kemandirian)
  • Beberapa murid sukarela berbagi hasil refleksinya. Guru merespons dengan hangat dan menguatkan niat murid untuk mencoba di rumah.
  • Guru menghubungkan kembali dengan keteladanan Nabi Muhammad saw.: 'Nabi kita berhasil istiqomah karena niat yang kuat dan persiapan yang baik. Kalian juga bisa melakukan hal yang sama.' (Keimanan dan Ketakwaan)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: pengertian, hukum, waktu, tata cara salat Tahajud, dan pentingnya salat Witir sebagai penutup.
  • Guru memberikan pertanyaan lisan singkat sebagai asesmen akhir: 'Apa hukum salat Tahajud? Kapan waktu terbaiknya? Surah apa yang dibaca di rakaat pertama?' Murid menjawab secara bergantian.
  • Guru menyampaikan pesan motivasi: mengajak murid untuk berani mencoba melaksanakan salat Tahajud minimal satu kali sebelum pertemuan berikutnya dan mencatatnya di buku catatan ibadah.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majlis dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memiliki pengetahuan awal tentang salat Tahajud diberikan materi pengayaan berupa bacaan doa setelah salat Tahajud dan penjelasan keutamaan sepertiga malam terakhir. Murid yang belum mengenal salat Tahajud sama sekali difokuskan pada gerakan dasar dan bacaan niat terlebih dahulu.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan kartu panduan bergambar urutan gerakan salat Tahajud selama praktik berlangsung. Murid yang lebih cepat memahami dapat berperan sebagai tutor sebaya untuk membantu teman sekelompoknya.
  • Produk: Murid yang lebih cepat dapat menuliskan refleksi lebih panjang termasuk rencana konkret kapan dan bagaimana mereka akan melaksanakan salat Tahajud di rumah. Murid yang masih berkembang cukup mengisi dua poin refleksi utama dan menggambar urutan gerakan salat sebagai alternatif.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan satu hal yang sudah diketahui dan satu pertanyaan tentang salat Tahajud di kertas kecil (dilakukan di pendahuluan sebelum materi disampaikan).
  • Guru membaca kertas secara cepat untuk memetakan pemahaman awal dan menyesuaikan penekanan materi.

Proses:

  • Guru mengobservasi praktik salat Tahajud tiap kelompok menggunakan rubrik aspek gerakan, bacaan, dan ketertiban, sambil memberikan umpan balik langsung.
  • Guru mencatat murid yang masih memerlukan bimbingan pada gerakan atau bacaan tertentu untuk ditindaklanjuti.
  • Guru memantau diskusi penyusunan kartu urutan tata cara untuk menilai pemahaman konseptual murid.

Akhir:

  • Pertanyaan lisan singkat: 'Apa hukum salat Tahajud?', 'Kapan waktu terbaik melaksanakannya?', 'Surah apa yang dibaca pada rakaat pertama dan kedua?', 'Salat apa yang menjadi penutup rangkaian salat Tahajud?'
  • Penilaian akhir praktik salat Tahajud menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk aspek gerakan, bacaan niat, dan ketertiban.
  • Lembar refleksi: murid menuliskan rencana nyata kapan dan bagaimana akan mencoba melaksanakan salat Tahajud.

Formatif:

  • Kertas pemahaman awal: murid menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ingin diketahui tentang salat Tahajud di awal pembelajaran.
  • Observasi guru selama praktik kelompok menggunakan rubrik gerakan, bacaan, dan ketertiban.
  • Umpan balik langsung saat murid mempraktikkan salat Tahajud dan Witir.

Sumatif:

  • Tanya jawab lisan di akhir pembelajaran: hukum, waktu, dan surah yang dibaca dalam salat Tahajud.
  • Penilaian praktik salat Tahajud kelompok menggunakan rubrik aspek gerakan, bacaan niat, dan ketertiban.
  • Lembar refleksi pribadi murid sebagai bukti pemahaman nilai dan komitmen beribadah.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep (Pengertian, Hukum, Waktu, Dalil)Murid tidak dapat menjelaskan pengertian, hukum, waktu, maupun dalil Q.S. al-Isra/17: 79 tentang salat Tahajud.Murid dapat menyebutkan salah satu dari pengertian, hukum, atau waktu salat Tahajud dengan bantuan guru.Murid dapat menjelaskan pengertian, hukum, dan waktu salat Tahajud dengan benar meskipun belum sepenuhnya mengaitkan dengan Q.S. al-Isra/17: 79.Murid dapat menjelaskan pengertian, hukum, waktu pelaksanaan, dan mengaitkannya dengan Q.S. al-Isra/17: 79 secara lengkap dan benar tanpa bantuan.
Praktik Gerakan Salat TahajudSebagian kecil gerakan salat Tahajud dilakukan dengan benar dan tidak lancar.Separuh gerakan salat Tahajud dilakukan dengan benar dan cukup lancar.Sebagian besar gerakan salat Tahajud dilakukan dengan benar dan lancar.Semua gerakan salat Tahajud (termasuk Witir) dilakukan dengan benar dan lancar sesuai tuntunan.
Bacaan Niat dan Tertib Salat TahajudBacaan niat dan urutan tertib salat Tahajud sebagian besar tidak sesuai.Bacaan niat diucapkan, namun tertib salat Tahajud masih banyak yang tidak berurutan.Bacaan niat benar dan sebagian besar tertib salat Tahajud (termasuk bacaan surah pada setiap rakaat) dilakukan dengan urutan yang tepat.Bacaan niat benar dan seluruh tertib salat Tahajud termasuk bacaan surah al-Kafirun (rakaat 1) dan al-Ikhlas (rakaat 2) serta penyelesaian dengan Witir dilakukan dengan urutan yang tepat dan lancar.
Sikap dan Keteladanan (Taat Beribadah dan Berserah Diri)Murid belum menunjukkan kesadaran akan pentingnya salat Tahajud dan keteladanan Nabi dalam ibadah.Murid mulai memahami pentingnya salat Tahajud namun belum dapat mengaitkannya dengan keteladanan Nabi Muhammad saw.Murid dapat menjelaskan keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam salat Tahajud dan menyatakan niat untuk mencobanya.Murid dengan penuh kesadaran mengaitkan keteladanan Nabi Muhammad saw. dengan kehidupannya sendiri, menunjukkan komitmen nyata untuk membiasakan salat Tahajud disertai rencana yang konkret.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah penjelasan tata cara salat Tahajud yang saya sampaikan sudah cukup jelas dan sesuai dengan kemampuan murid kelas 4?
  • Apakah alokasi waktu untuk tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi sudah proporsional? Bagian mana yang perlu diperpanjang atau dipersingkat?
  • Murid mana yang terlihat masih kesulitan dalam praktik? Tindak lanjut apa yang perlu saya siapkan untuk mereka?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan murid? Bagaimana cara saya memperkuatnya di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang salat Tahajud adalah...
  • Bagian tata cara salat Tahajud yang masih ingin aku pelajari lebih lanjut adalah...
  • Aku akan mencoba melaksanakan salat Tahajud pada... (hari/waktu) dan hal yang perlu aku persiapkan adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4, Kemendikbud RI Tahun 2021 (Bab 9, Sub-bab C: Salat Tahajud)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4, Kemendikbud RI Tahun 2021
  3. Q.S. al-Isra/17: 79 (teks Arab dan terjemahan) — ditampilkan di papan tulis atau kartu ayat
  4. Kartu urutan tata cara salat Tahajud (diacak, buatan guru) untuk kegiatan diskusi kelompok
  5. Kartu panduan bergambar gerakan salat Tahajud (untuk murid yang membutuhkan dukungan visual)
  6. Lembar refleksi pribadi murid (disiapkan guru)
  7. Mukena, sarung, atau pakaian salat (untuk keperluan praktik di kelas)
  8. Sajadah atau alas salat secukupnya

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.