Modul AjarPertemuan 4Bab 9Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Praktik Salat Duha dan Pembiasaan Perilaku Taat Beribadah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Praktik Salat Duha dan Pembiasaan Perilaku Taat Beribadah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Praktik Salat Duha dan Pembiasaan Perilaku Taat Beribadah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 9 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Praktik Salat Duha dan Pembiasaan Perilaku Taat Beribadah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikPraktik Salat Duha dan Pembiasaan Perilaku Taat Beribadah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan ibadah salat Duha dengan gerakan, bacaan, dan tertib yang benar.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap taat beribadah dan berserah diri kepada Allah Swt. melalui kebiasaan melaksanakan salat Duha.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat orang melakukan salat di pagi hari selain salat Subuh? Kira-kira salat apa itu dan mengapa mereka melakukannya?
  2. Bagaimana perasaan kalian ketika berhasil melakukan sesuatu yang baik secara rutin setiap hari? Apa hubungannya dengan ibadah?
  3. Jika Allah Swt. mencintai hamba yang rajin beribadah, apa yang ingin kalian lakukan untuk menunjukkan rasa cinta kalian kepada-Nya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, meminta ketua kelas memimpin doa bersama, lalu mengecek kehadiran murid. (5 menit)
  • Asesmen awal: Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan singkat — 'Siapa yang sudah pernah melakukan salat Duha?' dan 'Apa yang kalian ketahui tentang waktu pelaksanaan salat Duha?' — untuk memetakan pengetahuan awal murid. (3 menit)
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi salat sunah rawatib yang telah dipelajari sebelumnya, lalu menghubungkannya dengan salat Duha sebagai bagian dari salat sunah Tathawwu'. (3 menit)
  • Guru menampilkan gambar anak-anak yang sedang melakukan salat Duha berjemaah (Gambar 9.2 dari Buku Siswa) dan menyampaikan pertanyaan pemantik pertama untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid. (2 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: murid akan mempraktikkan salat Duha dengan benar dan memahami pentingnya kebiasaan taat beribadah. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid membaca basmalah bersama sebelum memulai kegiatan inti sebagai wujud berkesadaran bahwa belajar adalah ibadah. (1 menit)
  • Guru menjelaskan secara ringkas ketentuan salat Duha: pengertian, hukum (sunah muakkad), waktu pelaksanaan (setelah matahari naik setinggi tombak hingga sebelum masuk waktu Zuhur), jumlah rakaat (minimal 2 rakaat, maksimal 12 rakaat), dan keutamaannya. (5 menit)
  • Guru memperagakan gerakan salat Duha dari takbiratul ihram hingga salam secara perlahan di depan kelas, sambil melafalkan bacaan dengan jelas dan meminta murid menyimak dengan khidmat. (5 menit)
  • Guru menuliskan urutan gerakan salat Duha di papan tulis sebagai panduan visual: (1) Niat, (2) Takbiratul Ihram, (3) Baca Al-Fatihah + Surah Pendek (rakaat 1: Asy-Syams; rakaat 2: Ad-Duha), (4) Rukuk, (5) Iktidal, (6) Sujud, (7) Duduk di antara dua sujud, (8) Sujud kedua, (9) Berdiri rakaat kedua (ulangi), (10) Tasyahud Akhir, (11) Salam, (12) Doa salat Duha. (3 menit)
  • Guru bertanya kepada murid: 'Surah apa yang biasa dibaca pada rakaat pertama dan kedua salat Duha? Mengapa kita dianjurkan membaca doa setelah salat?' untuk mengecek pemahaman sebelum praktik. (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang), menunjuk satu murid sebagai pemimpin kelompok yang akan memandu teman-temannya. (2 menit)
  • Seluruh kelas berdiri dan bersama-sama mempraktikkan salat Duha 2 rakaat secara berjamaah dipimpin oleh guru. Guru mengucapkan komando setiap pergantian gerakan agar semua murid bergerak serempak. (10 menit)
  • Setelah praktik bersama selesai, murid diminta berpasangan: satu murid mempraktikkan gerakan dan bacaan, satu murid lainnya mengamati menggunakan lembar observasi sederhana (checklist gerakan: niat, takbir, baca Al-Fatihah, rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud, salam). Kemudian bergantian. (8 menit)
  • Guru berkeliling memantau praktik berpasangan, memberikan umpan balik langsung kepada murid yang gerakan atau bacaannya perlu diperbaiki, dan memberi pujian kepada yang sudah benar. (5 menit)
  • Guru memandu murid membaca doa setelah salat Duha bersama-sama: 'Allahumma innadh-dhuhaa-a dhuhaa-uka...' dan menjelaskan makna singkatnya agar murid memahami apa yang mereka ucapkan kepada Allah Swt. (4 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk kembali dengan tenang dan mengajukan pertanyaan refleksi: 'Bagaimana perasaan kalian setelah mempraktikkan salat Duha tadi? Apakah ada gerakan atau bacaan yang masih terasa sulit?' (3 menit)
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan tertulis): (1) Gerakan salat Duha yang sudah aku kuasai adalah..., (2) Gerakan atau bacaan yang masih perlu aku latih adalah..., (3) Mulai hari ini aku akan membiasakan salat Duha karena... (5 menit)
  • Beberapa murid (sukarela) membacakan jawaban refleksinya di depan kelas. Guru merespons dengan hangat dan menguatkan nilai keistiqamahan dalam beribadah. (4 menit)
  • Guru mengaitkan kegiatan praktik salat Duha dengan pesan akhlak: salat Duha bukan sekadar gerakan, melainkan wujud berserah diri dan bersyukur kepada Allah Swt. atas rezeki dan kesempatan di pagi hari. Guru menceritakan secara singkat keutamaan salat Duha dari hadis. (3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran: salat Duha dilaksanakan minimal 2 rakaat pada waktu pagi hari setelah matahari naik, dengan gerakan dan bacaan yang sesuai ketentuan syariat, dan merupakan wujud taat beribadah kepada Allah Swt. (3 menit)
  • Asesmen akhir: Guru memilih 3–4 murid secara acak untuk mempraktikkan ulang 2–3 gerakan salat Duha sambil menyebutkan bacaannya, sebagai pengecekan ketercapaian tujuan pembelajaran [4.9.4.1]. (4 menit)
  • Guru menyampaikan tantangan pembiasaan: 'Mulai besok, coba lakukan salat Duha minimal 2 rakaat sebelum berangkat sekolah atau di waktu istirahat. Catat di buku ibadahmu!' sebagai tindak lanjut TP [4.9.4.2]. (2 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid membaca hamdalah bersama dan doa penutup majelis, kemudian mengucapkan salam. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum hafal bacaan salat Duha diberikan kartu bacaan (flashcard) bergambar yang memuat niat, bacaan Al-Fatihah, surah Ad-Duha, dan doa setelah salat Duha untuk digunakan selama praktik. Murid yang sudah lancar diberikan tantangan tambahan: menghafal doa setelah salat Duha secara lengkap beserta artinya.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan tambahan dipasangkan dengan teman sebaya yang lebih mahir sebagai tutor selama sesi praktik berpasangan, dan guru memberikan perhatian ekstra saat berkeliling. Murid yang sudah cepat menguasai diminta memimpin kelompok kecil dan membantu teman-temannya memperbaiki gerakan.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menunjukkan kemampuan mempraktikkan minimal 5 gerakan utama salat Duha dengan bacaan minimal. Murid yang sudah sangat berkembang membuat 'Kartu Komitmen Ibadah' sederhana berisi jadwal salat Duha mingguan yang akan mereka lakukan di rumah dan menuliskan alasan mengapa mereka berkomitmen.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan: 'Siapa yang sudah pernah melakukan salat Duha?' untuk memetakan pengalaman murid.
  • Pertanyaan lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang waktu dan jumlah rakaat salat Duha?' untuk mengetahui pengetahuan awal murid sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mencatat respons murid secara informal untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan dan pengelompokan saat praktik.

Proses:

  • Observasi guru saat murid mempraktikkan salat Duha bersama-sama: memperhatikan kesesuaian gerakan, kekhusyukan, dan ketertiban.
  • Penilaian berpasangan menggunakan checklist gerakan salat Duha: murid memberi tanda centang pada gerakan yang sudah dilakukan pasangannya dengan benar.
  • Umpan balik lisan langsung dari guru kepada murid yang gerakan atau bacaannya perlu diperbaiki selama sesi praktik.
  • Pertanyaan pemandu refleksi lisan: 'Gerakan mana yang paling mudah dan paling sulit bagimu?' sebagai asesmen as learning.

Akhir:

  • Praktik salat Duha individual: 3–4 murid yang dipilih secara acak mempraktikkan kembali gerakan salat Duha sambil menyebutkan bacaan, dinilai guru menggunakan rubrik 4 level.
  • Lembar refleksi diri tertulis murid dikumpulkan dan dibaca guru sebagai bukti kesadaran murid tentang pentingnya pembiasaan salat Duha dan sikap taat beribadah.
  • Guru membuat catatan perkembangan singkat per murid berdasarkan observasi proses dan praktik akhir sebagai bahan tindak lanjut.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat apersepsi dan penjelasan materi untuk memetakan pemahaman awal murid.
  • Observasi langsung oleh guru saat murid mempraktikkan salat Duha secara berpasangan menggunakan lembar checklist gerakan.
  • Penilaian sejawat: murid mengamati dan memberikan catatan sederhana kepada pasangannya terkait kesesuaian gerakan dan bacaan.
  • Lembar refleksi diri murid yang diisi di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Praktik ulang salat Duha secara individual atau berpasangan di depan guru pada kegiatan penutup, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Lembar refleksi diri murid sebagai bukti kesadaran dan komitmen pembiasaan taat beribadah.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Gerakan Salat DuhaMurid belum dapat mempraktikkan gerakan salat Duha secara berurutan; sebagian besar gerakan tidak sesuai ketentuan (kurang dari 3 gerakan benar).Murid dapat mempraktikkan 3–5 gerakan salat Duha dengan benar, namun urutan dan transisi antar gerakan masih sering keliru.Murid dapat mempraktikkan hampir semua gerakan salat Duha (6–9 gerakan) secara berurutan dengan benar, dengan sedikit kesalahan kecil.Murid dapat mempraktikkan seluruh gerakan salat Duha (10 gerakan: dari takbiratul ihram hingga salam) secara berurutan, tertib, dan sesuai ketentuan dengan lancar.
Ketepatan Bacaan Salat DuhaMurid belum dapat melafalkan bacaan salat Duha; hanya dapat mengucapkan takbir atau tidak mengucapkan bacaan sama sekali.Murid dapat melafalkan Al-Fatihah dan takbir, namun bacaan rukuk, sujud, tasyahud, dan doa lainnya masih banyak yang keliru atau terlewat.Murid dapat melafalkan sebagian besar bacaan salat Duha (Al-Fatihah, surah pendek, bacaan rukuk, sujud, dan tasyahud) dengan benar meskipun ada beberapa bagian yang belum sempurna.Murid dapat melafalkan seluruh bacaan salat Duha termasuk doa setelah salat Duha dengan fasih, tartil, dan sesuai urutan tanpa bantuan.
Sikap Taat Beribadah dan Berserah Diri kepada Allah Swt.Murid belum menunjukkan sikap khusyuk saat praktik; terlihat bercanda, tidak serius, atau tidak mau mengikuti kegiatan ibadah.Murid mulai menunjukkan sikap serius saat praktik salat Duha namun belum konsisten; belum dapat menjelaskan alasan pentingnya membiasakan salat Duha.Murid menunjukkan sikap khusyuk dan serius selama praktik salat Duha, dan dapat menyebutkan alasan mengapa salat Duha penting dilakukan secara rutin.Murid menunjukkan sikap khusyuk, sungguh-sungguh, dan penuh kesadaran selama praktik; dapat menjelaskan dengan kata-katanya sendiri bahwa salat Duha adalah wujud berserah diri dan bersyukur kepada Allah Swt., serta membuat komitmen nyata untuk membiasakan salat Duha.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan mempraktikkan salat Duha secara langsung hari ini? Jika tidak, apa yang perlu saya ubah dari pengelolaan waktu?
  • Apakah penjelasan dan demonstrasi gerakan salat Duha yang saya lakukan sudah cukup jelas dan mudah dipahami murid kelas 4?
  • Murid mana yang masih memerlukan pendampingan khusus dalam gerakan atau bacaan salat Duha, dan bagaimana saya menindaklanjutinya di pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi praktik berpasangan efektif untuk membangun kepercayaan diri murid? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah pesan tentang pembiasaan taat beribadah tersampaikan dengan bermakna, bukan sekadar instruksi?

Refleksi Murid:

  • Gerakan salat Duha mana yang sudah bisa aku lakukan dengan benar? Bacaan mana yang masih perlu aku latih lebih banyak?
  • Apa yang aku rasakan setelah mempraktikkan salat Duha hari ini? Apakah aku merasa lebih dekat dengan Allah Swt.?
  • Apa komitmenku untuk membiasakan salat Duha mulai sekarang? Kapan dan di mana aku akan melakukannya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbud RI 2021 (Buku Siswa, Bab 9)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbud RI 2021
  3. Gambar 9.2 dari Buku Siswa: Anak-anak kelas 4 sedang melakukan salat Duha berjemaah (ditampilkan di layar atau papan tempel)
  4. Lembar checklist observasi praktik salat Duha berpasangan (disiapkan guru, dicetak per pasang)
  5. Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru, dicetak per murid)
  6. Kartu bacaan (flashcard) salat Duha untuk murid yang memerlukan dukungan tambahan
  7. Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan urutan gerakan salat Duha
  8. Sajadah (1 buah untuk demonstrasi guru), atau ruang serbaguna/mushola sekolah bila tersedia
  9. Rekaman audio/video bacaan doa salat Duha (opsional, sebagai referensi pengucapan yang benar)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.