Modul AjarPertemuan 3Bab 9Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Ketentuan dan Tata Cara Salat Duha

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Ketentuan dan Tata Cara Salat Duha". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Ketentuan dan Tata Cara Salat Duha

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 9 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Ketentuan dan Tata Cara Salat Duha

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikKetentuan dan Tata Cara Salat Duha
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian, hukum, waktu pelaksanaan, dan jumlah rakaat salat Duha dengan benar.
  2. Murid dapat menyebutkan keutamaan salat Duha berdasarkan hadis Nabi saw. dengan tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Selain salat fardu dan salat sunah rawatib yang sudah kalian pelajari, kira-kira salat sunah apa lagi yang bisa kita lakukan setiap hari untuk mendekatkan diri kepada Allah?
  2. Pernahkah kalian melihat orang tua atau kakak melakukan salat di pagi hari setelah matahari terbit? Salat apakah itu menurut kalian?
  3. Kalau seorang dokter merawat kesehatan tubuh kita setiap hari, apa yang bisa kita lakukan setiap hari untuk merawat hubungan kita dengan Allah Swt.?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan murid siap belajar.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan singkat — 'Siapa yang tahu apa itu salat rawatib? Pernahkah kalian mendengar nama salat Duha? Apa yang kalian tahu tentang salat Duha?' — untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
  • Guru mencatat secara cepat respons murid (angkat tangan atau jawaban lisan) sebagai peta awal pemahaman kelas.
  • Apersepsi: Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan materi sebelumnya — 'Di pertemuan sebelumnya kita belajar salat Jumat. Nah, hari ini kita akan mengenal salat sunah yang bisa dilakukan setiap pagi, yaitu salat Duha.'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan jelas kepada murid.
  • Guru menampilkan gambar anak-anak sedang melakukan salat Duha berjemaah (Gambar 9.2 dari Buku Siswa) dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Buku Siswa halaman 152 dan membaca dalam hati bagian 'Salat Duha' selama ±3 menit. (Prinsip: Berkesadaran — murid membaca dengan penuh perhatian dan tujuan yang jelas.)
  • Guru menjelaskan secara langsung pengertian salat Duha: salat sunah yang dikerjakan saat matahari sudah naik setinggi satu tombak hingga menjelang tengah hari (waktu sekitar pukul 07.00–11.00).
  • Guru menjelaskan hukum salat Duha: sunah muakkad (sangat dianjurkan), jumlah rakaat minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat, dikerjakan secara dua rakaat salam.
  • Guru membacakan hadis tentang keutamaan salat Duha dengan jelas dan murid menyimak, kemudian guru mengulang bacaan hadis dan meminta murid menirukan. (Prinsip: Bermakna — murid menghubungkan dalil dengan alasan mengapa salat Duha dianjurkan.)
  • Guru menggunakan media kartu informasi (info card) yang ditempel di papan tulis berisi: (1) Pengertian, (2) Hukum, (3) Waktu, (4) Jumlah Rakaat, (5) Keutamaan — murid diminta membaca tiap kartu secara bergantian dengan suara nyaring.
  • Guru memberi kesempatan murid bertanya tentang hal yang belum dipahami dari penjelasan dan kartu informasi yang telah dibaca.

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan lembar kerja (worksheet) berisi tabel rumpang yang harus diisi: kolom Pengertian, Hukum, Waktu Pelaksanaan, Jumlah Rakaat, dan Keutamaan Salat Duha. (Prinsip: Menggembirakan — kegiatan kelompok membuat murid belajar sambil berdiskusi dan saling membantu.)
  • Murid berdiskusi dalam kelompok mengisi tabel berdasarkan apa yang baru mereka pahami dari tahap Memahami, tanpa membuka buku (mengandalkan ingatan dan catatan singkat mereka). (Prinsip: Berkesadaran — murid diajak menyadari sejauh mana mereka benar-benar memahami materi.)
  • Setelah ±7 menit, setiap kelompok membacakan hasil diskusinya. Kelompok lain menyimak dan boleh menanggapi atau menambahkan.
  • Guru memfasilitasi klarifikasi bila ada jawaban yang kurang tepat, kemudian mempersilakan murid memeriksa kembali lembar kerja mereka setelah diskusi kelas selesai.
  • Guru mengajukan pertanyaan lanjutan yang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata: 'Kalau kalian bangun pagi sebelum berangkat sekolah, apakah waktu itu sudah bisa melakukan salat Duha? Mengapa?' — murid menjawab secara berpasangan lalu dipresentasikan singkat. (Prinsip: Bermakna — murid mengaitkan pengetahuan dengan rutinitas harian mereka.)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan kartu refleksi kecil kepada setiap murid. Murid diminta menulis jawaban singkat atas dua pertanyaan: (1) 'Apa satu hal paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang salat Duha?' dan (2) 'Apakah kamu ingin mencoba melakukan salat Duha? Mengapa?' (Prinsip: Bermakna — murid memaknai pembelajaran secara personal.)
  • Beberapa murid (sukarela) membacakan jawaban kartu refleksinya di depan kelas. Guru memberikan apresiasi atas setiap respons murid. (Prinsip: Menggembirakan — suasana saling menghargai dan terbuka.)
  • Guru memandu murid menyimpulkan bersama: 'Jadi, salat Duha adalah... hukumnya... waktunya... rakaatnya... dan keutamaannya...' dengan mengisi titik-titik secara bersama-sama secara lisan. (Prinsip: Berkesadaran — murid aktif merangkum dengan kata-kata mereka sendiri.)
  • Guru mengingatkan murid bahwa nilai dan karakter yang dibangun hari ini adalah kebiasaan taat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah melalui salat sunah.

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan review singkat: guru mengajukan 3 pertanyaan lisan kilat tentang materi hari ini (pengertian, waktu, dan keutamaan salat Duha) — murid menjawab serempak atau ditunjuk secara acak.
  • Asesmen akhir (sumatif): Murid mengerjakan kuis tertulis singkat (5 soal pilihan ganda atau isian singkat) di lembar yang disiapkan guru, dikerjakan secara mandiri selama ±5 menit.
  • Guru mengumpulkan lembar kuis dan lembar kerja kelompok sebagai bahan penilaian.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: mengajak murid untuk mencoba membiasakan diri melakukan salat Duha di rumah, minimal 2 rakaat setiap pagi.
  • Guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya secara singkat.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami materi dasar diberi tambahan teks hadis lengkap tentang keutamaan salat Duha untuk dibaca dan dimaknai. Murid yang masih kesulitan membaca dapat menggunakan kartu informasi bergambar yang sudah disiapkan guru sebagai scaffolding.
  • Proses: Murid yang cepat memahami diminta membuat peta konsep sederhana tentang salat Duha secara mandiri setelah menyelesaikan lembar kerja kelompok. Murid yang membutuhkan bantuan tambahan didampingi guru atau teman sebaya (tutor sebaya) dalam mengisi tabel rumpang, dan boleh membuka buku sebagai referensi.
  • Produk: Murid yang sudah melampaui target dapat menuliskan niat salat Duha beserta artinya dan menyusun jadwal salat Duha harian sederhana. Murid yang baru berkembang cukup menyelesaikan tabel rumpang dengan benar sebagai bukti pemahaman minimal.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pendahuluan: 'Siapa yang tahu apa itu salat rawatib? Pernahkah kalian mendengar nama salat Duha? Apa yang kalian tahu tentang salat Duha?' — guru mencatat respons untuk memetakan pengetahuan awal kelas sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok: guru berkeliling memantau proses murid mengisi tabel rumpang dan mencatat murid yang aktif berkontribusi maupun yang membutuhkan bimbingan.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi hasil kelompok: guru menilai ketepatan dan kelengkapan jawaban kelompok secara langsung.
  • Kartu refleksi individu: guru membaca kartu refleksi murid untuk mengetahui sejauh mana murid telah memaknai pembelajaran.

Akhir:

  • Kuis tertulis mandiri (5 soal) di akhir pembelajaran yang mencakup seluruh indikator TP 4.9.3.1 dan 4.9.3.2: pengertian salat Duha, hukumnya, waktu pelaksanaannya, jumlah rakaatnya, dan keutamaannya berdasarkan hadis Nabi saw.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok mengisi tabel rumpang (aspek: keaktifan dan ketepatan jawaban).
  • Penilaian lisan saat murid menjawab pertanyaan pemantik dan pertanyaan lanjutan tentang kaitan salat Duha dengan kehidupan sehari-hari.
  • Kartu refleksi individu yang diisi murid pada tahap Merefleksi sebagai umpan balik proses belajar.

Sumatif:

  • Kuis tertulis singkat (5 soal pilihan ganda atau isian singkat) yang dikerjakan secara mandiri di akhir pembelajaran, mencakup: pengertian, hukum, waktu, jumlah rakaat, dan satu keutamaan salat Duha berdasarkan hadis.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian dan hukum salat Duha (TP 4.9.3.1)Murid belum dapat menyebutkan pengertian maupun hukum salat Duha, atau jawabannya tidak relevan.Murid dapat menyebutkan salah satu dari pengertian atau hukum salat Duha, namun masih ada kekeliruan.Murid dapat menjelaskan pengertian dan hukum salat Duha dengan benar, meski penjelasannya belum lengkap.Murid dapat menjelaskan pengertian dan hukum salat Duha secara lengkap dan benar dengan bahasanya sendiri.
Menyebutkan waktu pelaksanaan dan jumlah rakaat salat Duha (TP 4.9.3.1)Murid tidak dapat menyebutkan waktu maupun jumlah rakaat salat Duha.Murid dapat menyebutkan waktu atau jumlah rakaat salat Duha, tetapi salah satu di antaranya masih keliru.Murid dapat menyebutkan waktu pelaksanaan dan jumlah rakaat salat Duha dengan benar.Murid dapat menyebutkan waktu pelaksanaan dan jumlah rakaat salat Duha dengan benar dan mampu menjelaskan alasannya berdasarkan ketentuan fikih.
Menyebutkan keutamaan salat Duha berdasarkan hadis (TP 4.9.3.2)Murid tidak dapat menyebutkan keutamaan salat Duha sama sekali.Murid dapat menyebutkan keutamaan salat Duha secara umum tanpa menyebut dasar hadis.Murid dapat menyebutkan satu keutamaan salat Duha dan menyebut bahwa dasar keutamaan tersebut berasal dari hadis Nabi saw.Murid dapat menyebutkan minimal dua keutamaan salat Duha berdasarkan hadis Nabi saw. dengan tepat dan mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi dalam mengisi lembar kerja.Murid ikut hadir dalam kelompok namun kontribusinya sangat minim; lebih banyak menunggu jawaban teman.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi dan berkontribusi mengisi sebagian besar lembar kerja bersama kelompok.Murid sangat aktif dalam diskusi, membantu teman yang kesulitan, dan berkontribusi penuh dalam penyelesaian lembar kerja kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mencapai tujuan pembelajaran hari ini? Jika belum, bagian mana yang perlu diperkuat pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil membangkitkan rasa ingin tahu murid? Bagaimana saya dapat memperbaikinya?
  • Apakah alokasi waktu pada setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang memerlukan penyesuaian waktu?
  • Apakah diferensiasi yang saya siapkan sudah menjangkau murid dengan beragam kemampuan di kelas ini?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang salat Duha?
  • Adakah bagian dari pelajaran hari ini yang masih belum kamu mengerti? Bagian mana itu?
  • Setelah belajar tentang keutamaan salat Duha, apakah kamu ingin mencoba membiasakan salat Duha? Apa yang membuatmu ingin atau belum ingin mencobanya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbud RI 2021 (halaman 152–168, bagian Salat Duha).
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbud RI 2021.
  3. Kartu informasi (info card) buatan guru berisi: Pengertian, Hukum, Waktu, Jumlah Rakaat, dan Keutamaan Salat Duha.
  4. Lembar kerja (worksheet) tabel rumpang Salat Duha yang disiapkan guru.
  5. Kartu refleksi individu.
  6. Lembar kuis sumatif (5 soal pilihan ganda/isian singkat) yang disiapkan guru.
  7. Gambar 9.2 dari Buku Siswa (anak-anak sedang melakukan salat Duha berjemaah) sebagai media pemantik, dapat ditampilkan melalui proyektor atau dicetak.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.