Modul AjarPertemuan 2Bab 9Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Tata Cara dan Praktik Salat Jumat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Tata Cara dan Praktik Salat Jumat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Tata Cara dan Praktik Salat Jumat

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 9 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Tata Cara dan Praktik Salat Jumat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikTata Cara dan Praktik Salat Jumat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan tata cara pelaksanaan salat Jumat, termasuk ketentuan khutbah, azan, dan jumlah rakaat dengan benar.
  2. Murid dapat mempraktikkan ibadah salat Jumat dengan gerakan, bacaan, dan tertib yang benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat ayah atau kakak laki-laki pergi ke masjid pada hari Jumat siang? Apa yang mereka lakukan di sana?
  2. Mengapa salat Jumat hanya dilaksanakan pada hari Jumat, bukan hari lain? Apa yang membuat hari Jumat begitu istimewa dalam Islam?
  3. Jika kalian menghadiri salat Jumat, apa saja yang harus kalian persiapkan dan perhatikan agar ibadah kalian sah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid membaca basmalah bersama sebelum memulai pelajaran.
  • Guru memimpin tadarus Al-Qur'an singkat selama 3–5 menit (surat pendek pilihan) untuk mengondisikan suasana belajar yang khusyuk.
  • Guru melakukan absensi dan menanyakan kabar murid.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru menampilkan gambar suasana salat Jumat di masjid lalu bertanya, 'Siapa yang pernah ikut salat Jumat? Apa saja yang kalian lihat dan dengar di sana?' Murid menjawab secara lisan; guru mencatat pemahaman awal murid di papan tulis sebagai peta pengetahuan kelas.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: murid akan belajar menjelaskan tata cara salat Jumat dan mempraktikkannya dengan gerakan dan bacaan yang benar.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid dan memberi kesempatan 2–3 murid merespons secara singkat.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Berkesadaran — Guru meminta murid duduk dengan tenang, menutup mata sejenak, lalu membayangkan suasana masjid saat salat Jumat: suara azan, aroma wangi, dan ketenangan bersama jamaah. Guru mengajak murid merenungi makna kebersamaan dalam beribadah.
  • Guru menampilkan poster/kartu urutan tata cara salat Jumat yang terdiri dari: (1) niat dan bersuci, (2) azan pertama dan kedua, (3) khutbah Jumat (syarat, rukun, dan waktu), (4) salat Jumat 2 rakaat berjamaah, (5) doa setelah salat.
  • Bermakna — Guru menjelaskan setiap tahapan dengan mengaitkannya pada pengalaman nyata murid, misalnya: 'Azan pertama adalah tanda waktunya bersiap-siap, seperti bel masuk kelas kalian.' Guru menekankan mengapa setiap ketentuan (jumlah rakaat, keharusan khutbah, dll.) memiliki makna ibadah yang dalam.
  • Murid membaca materi di Buku Siswa halaman terkait bab 9 secara mandiri selama 5 menit, kemudian dalam kelompok kecil (3–4 orang) mendiskusikan: 'Apa perbedaan salat Jumat dengan salat Zuhur biasa?' Setiap kelompok menuliskan minimal 2 perbedaan di kertas.
  • Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi; guru memberikan penguatan dan meluruskan jika ada miskonsepsi.
  • Guru membuat ringkasan bersama murid di papan tulis: urutan pelaksanaan salat Jumat dalam bentuk bagan sederhana (flowchart).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Menggembirakan — Guru mengajak murid berdiri dan berkumpul di area yang cukup luas (bisa di luar kelas atau di ruang kelas yang kursinya digeser) untuk simulasi praktik salat Jumat.
  • Guru terlebih dahulu mendemonstrasikan gerakan salat Jumat 2 rakaat secara lengkap: takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat pendek, rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud akhir, dan salam. Guru juga memperagakan posisi khatib saat khutbah.
  • Bermakna — Murid diajak berlatih gerakan salat secara bersama-sama mengikuti panduan guru (teknik 'latihan terpandu'). Guru menyebut nama setiap gerakan dan maknanya: 'Saat kita sujud, kita menunjukkan kerendahan diri kita di hadapan Allah.'
  • Murid berlatih dalam kelompok kecil: satu murid berperan sebagai imam, murid lain sebagai makmum. Guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik langsung.
  • Setiap kelompok mendapat kartu bacaan (tulisan latin dan artinya) yang digunakan saat praktik sehingga murid dapat mengucapkan bacaan dengan benar sambil memahami artinya.
  • Asesmen Proses: Guru mengamati setiap kelompok menggunakan lembar observasi praktik (gerakan, bacaan, dan tertib). Guru memberikan umpan balik lisan segera kepada kelompok yang masih keliru dalam gerakan atau bacaan tertentu.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Berkesadaran — Guru meminta murid kembali ke tempat duduk, mengambil napas dalam-dalam, dan merenungi praktik yang baru saja dilakukan. Guru bertanya dengan nada lembut: 'Bagaimana perasaan kalian setelah mempraktikkan salat Jumat tadi? Gerakan mana yang paling mudah? Mana yang perlu kalian latih lebih lagi?'
  • Murid mengisi lembar refleksi mandiri (bisa berupa kertas kecil atau bagian di buku tulis) dengan menjawab tiga pertanyaan: (1) Satu hal baru yang saya pelajari hari ini adalah..., (2) Bagian yang masih membingungkan saya adalah..., (3) Cara saya akan mempraktikkan salat Jumat dengan lebih baik ke depannya adalah...
  • Bermakna — Guru memfasilitasi sharing refleksi: 2–3 murid sukarela membacakan jawaban mereka. Guru menghubungkan refleksi murid dengan nilai ketakwaan dan kedisiplinan dalam beribadah.
  • Guru memberikan pesan bermakna: 'Salat Jumat bukan sekadar kewajiban, tapi juga kesempatan kita berkumpul dengan sesama Muslim untuk saling menguatkan dan mendekatkan diri kepada Allah.'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran: tata cara salat Jumat meliputi niat, azan, khutbah, dan salat 2 rakaat berjamaah.
  • Asesmen Akhir: Murid mengerjakan 3 soal tertulis singkat di buku tulis — (1) Sebutkan urutan pelaksanaan salat Jumat! (2) Berapa rakaat salat Jumat dilaksanakan? (3) Apa saja syarat wajib menghadiri salat Jumat? Guru mengumpulkan buku tulis untuk diperiksa.
  • Guru memberikan penguatan karakter: mengajak murid untuk berkomitmen melaksanakan salat Jumat dengan tertib dan khusyuk saat sudah baligh, serta mendampingi orang tua ke masjid sebagai latihan.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya yaitu Salat Duha.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca: guru menyediakan kartu bacaan salat bergambar dan tulisan latin besar agar lebih mudah diikuti. Murid yang sudah sangat memahami materi diberi tugas pengayaan: mencari dalil (ayat/hadis) tentang kewajiban salat Jumat dan menuliskan terjemahannya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru mendampingi langsung atau memasangkan mereka dengan teman sebaya yang sudah mahir (peer tutoring) selama praktik simulasi. Murid yang lebih cepat memahami: diminta menjadi 'imam latihan' di kelompoknya untuk memimpin praktik.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menunjukkan urutan gerakan salat Jumat secara lisan atau dengan gambar yang disediakan guru. Murid yang sudah berkembang diminta membuat bagan urutan salat Jumat beserta keterangan bacaannya secara mandiri di buku tulis sebagai bentuk produk belajar tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar suasana salat Jumat, lalu bertanya secara lisan: 'Siapa yang pernah ikut atau melihat salat Jumat? Ceritakan apa yang kalian tahu tentang salat Jumat!' Guru mencatat respons murid di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal kelas sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok kecil: guru memantau keaktifan dan ketepatan jawaban murid saat mendiskusikan perbedaan salat Jumat dan salat Zuhur.
  • Observasi praktik simulasi salat Jumat menggunakan checklist gerakan dan bacaan; guru memberikan umpan balik lisan langsung kepada setiap kelompok.
  • Lembar refleksi mandiri: murid menuliskan hal yang dipahami, yang masih bingung, dan rencana perbaikan — guru membaca dan memberikan catatan singkat.

Akhir:

  • Soal tertulis 3 butir dikerjakan mandiri di buku tulis pada bagian Penutup: (1) Sebutkan urutan pelaksanaan salat Jumat secara lengkap! (2) Berapa rakaat salat Jumat dan bagaimana hukum melaksanakannya bagi laki-laki Muslim yang sudah baligh? (3) Apa saja yang termasuk rukun khutbah Jumat?
  • Penilaian praktik simulasi salat Jumat berdasarkan rubrik 4 level yang mencakup aspek kesesuaian gerakan, ketepatan bacaan, dan ketertiban urutan.

Formatif:

  • Observasi lisan saat diskusi kelompok tentang perbedaan salat Jumat dan salat Zuhur (tahap Memahami).
  • Lembar observasi praktik simulasi salat Jumat: guru menilai kesesuaian gerakan, bacaan, dan tertib masing-masing murid selama kegiatan kelompok (tahap Mengaplikasi).
  • Lembar refleksi mandiri tertulis yang diisi murid pada tahap Merefleksi — digunakan guru sebagai umpan balik untuk mendeteksi miskonsepsi yang masih ada.

Sumatif:

  • Soal tertulis singkat (3 pertanyaan) tentang urutan, jumlah rakaat, dan syarat salat Jumat yang dikerjakan di akhir pembelajaran.
  • Penilaian praktik simulasi salat Jumat menggunakan rubrik 4 level yang mencakup aspek gerakan, bacaan, dan tertib.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan tata cara salat Jumat (lisan/tertulis)Murid belum dapat menyebutkan urutan pelaksanaan salat Jumat atau jawabannya tidak relevan.Murid dapat menyebutkan 1–2 tahapan salat Jumat (misalnya azan dan salat) namun belum lengkap dan masih terdapat kesalahan.Murid dapat menjelaskan sebagian besar tahapan salat Jumat (khutbah, azan, jumlah rakaat) dengan cukup benar meski ada 1–2 bagian yang kurang tepat.Murid dapat menjelaskan seluruh tata cara salat Jumat secara runtut dan benar, mencakup ketentuan khutbah, dua kali azan, dan pelaksanaan 2 rakaat berjamaah.
Mempraktikkan gerakan salat JumatMurid belum dapat melakukan gerakan salat dengan benar; banyak gerakan yang terlewat atau dilakukan tidak sesuai ketentuan.Murid dapat melakukan beberapa gerakan salat (takbir, berdiri, sujud) namun masih banyak yang tidak tertib atau kurang sempurna.Murid dapat melakukan sebagian besar gerakan salat Jumat dengan tertib; hanya 1–2 gerakan yang masih perlu diperbaiki.Murid dapat mempraktikkan seluruh gerakan salat Jumat 2 rakaat secara lengkap, tertib, dan sesuai ketentuan dari takbiratul ihram hingga salam.
Ketepatan bacaan salat JumatMurid belum dapat melafalkan bacaan salat dengan benar; bacaan tidak terdengar atau banyak kesalahan mendasar.Murid dapat melafalkan bacaan salat (Al-Fatihah dan takbir) namun masih banyak bacaan lain yang terlewat atau keliru.Murid dapat melafalkan sebagian besar bacaan wajib salat dengan cukup baik; hanya beberapa bacaan yang masih perlu latihan lebih lanjut.Murid dapat melafalkan semua bacaan wajib salat Jumat (takbiratul ihram, Al-Fatihah, surat pendek, bacaan rukuk, sujud, tasyahud, dan salam) dengan lancar dan benar.
Ketertiban dan sikap khusyuk dalam praktikMurid tidak menunjukkan ketertiban; sering tidak mengikuti urutan atau mengganggu teman saat praktik berlangsung.Murid mengikuti praktik namun sesekali tidak tertib atau kurang fokus; perlu diingatkan beberapa kali oleh guru.Murid mengikuti praktik dengan cukup tertib dan fokus; sesekali ada momen yang kurang khusyuk namun segera memperbaiki diri.Murid mengikuti seluruh praktik dengan tertib, fokus, dan menunjukkan sikap khusyuk; tidak mengganggu teman dan mengikuti setiap instruksi dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengikuti penjelasan tata cara salat Jumat dengan baik? Bagian mana yang perlu dijelaskan ulang pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah metode simulasi praktik efektif membantu murid memahami gerakan dan bacaan salat Jumat? Apa yang perlu diperbaiki dari segi pengelolaan kelas?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kemampuan beragam, termasuk yang membutuhkan dukungan lebih?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk mencapai kedua tujuan pembelajaran? Penyesuaian apa yang diperlukan untuk ke depannya?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang salat Jumat?
  • Gerakan atau bacaan salat Jumat mana yang masih terasa sulit bagimu? Apa rencanamu untuk berlatih lebih lanjut?
  • Setelah belajar hari ini, apa yang ingin kamu lakukan agar bisa melaksanakan salat Jumat dengan lebih baik dan khusyuk?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4, Kemendikbudristek RI 2021 — Bab 9: Mengenal Salat Jumat, Duha dan Tahajud (hal. 151–168).
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4, Kemendikbudristek RI 2021.
  3. Poster atau bagan urutan tata cara salat Jumat (dibuat atau dicetak oleh guru).
  4. Kartu bacaan salat (tulisan Arab, latin, dan terjemahan) untuk dibagikan kepada murid saat praktik.
  5. Video pendek simulasi salat Jumat (opsional, jika tersedia proyektor di kelas).
  6. Lembar kerja murid: lembar refleksi mandiri dan lembar observasi praktik.
  7. Sajadah/alas salat (jika tersedia, untuk mendukung suasana praktik yang autentik).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.