Modul AjarBab 9Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 9: Mengenal Salat Jumat, Duha dan Tahajud

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 untuk Bab 9 "Mengenal Salat Jumat, Duha dan Tahajud", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 9: Mengenal Salat Jumat, Duha dan Tahajud

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 9 — Mengenal Salat Jumat, Duha dan Tahajud

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 9 — Mengenal Salat Jumat, Duha dan Tahajud
Alokasi Waktu11 JP (11 x 35 menit = 385 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.9.1 Menerapkan salat jumat sesuai dengan rukun dan tata cara pelaksanaannya
  2. TP 4.9.2 Menerapkan azan dan ikamah dalam rangkaian pelaksanaan salat jumat
  3. TP 4.9.3 Menerapkan salat sunah duha sesuai dengan ketentuan dan tata cara pelaksanaannya
  4. TP 4.9.4 Menerapkan salat sunah tahajud sesuai dengan ketentuan dan tata cara pelaksanaannya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa perbedaan seruan azan dan ikamah saat menjelang salat Jumat?
  2. Mengapa salat Jumat harus didahului dengan dua khutbah dan dilaksanakan secara berjemaah?
  3. Kapan waktu yang tepat bagi kita untuk melaksanakan salat sunah Duha?
  4. Berapa jumlah rakaat minimal salat Duha dan bagaimana tata cara pelaksanaannya?
  5. Mengapa salat Duha disebut sebagai salat sunah yang sangat dianjurkan (muakkad)?
  6. Mengapa Nabi Muhammad saw. sangat menganjurkan umatnya untuk bangun di sepertiga malam dan melaksanakan salat sunah Tahajud?
  7. Kapan waktu yang paling utama untuk mengerjakan salat Tahajud dan apa syarat utama sebelum mendirikannya?
  8. Bagaimana rukun dan tata cara pelaksanaan salat sunah Tahajud dua rakaat dari niat hingga salam?
  9. Bagaimana urutan tata cara dan kesungguhan kita saat mempraktikkan salat Jumat, Duha, dan Tahajud sebagai wujud taat kepada Allah Swt.?
  10. Mengapa penting melafalkan azan, ikamah, niat, serta doa salat secara tertib dan benar saat beribadah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Azan, Ikamah, dan Tata Cara Salat Jumat Berjemaah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.9.1 Menerapkan salat jumat sesuai dengan rukun dan tata cara pelaksanaannya
  • TP 4.9.2 Menerapkan azan dan ikamah dalam rangkaian pelaksanaan salat jumat

Pendahuluan:

  • Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid dengan salam, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan mengaitkan kewajiban salat fardu lima waktu dengan pelaksanaan salat Jumat berjemaah (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan: mengajukan dua pertanyaan kesiapan yaitu (1) Kapan waktu pelaksanaan salat Jumat dan berapa rakaat? (acuan: hari Jumat waktu zuhur, 2 rakaat berjemaah), serta (2) Seruan apa yang dikumandangkan tepat sebelum salat dimulai setelah khutbah? (acuan: ikamah) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, garis besar kegiatan bermain peran rangkaian salat Jumat, serta pertanyaan pemantik (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati gambar/bagan alur tata cara ibadah salat Jumat, lalu berdiskusi mengidentifikasi urutan 5 kartu tahapan berikut: (1) Masuk waktu salat dan muazin mengumandangkan azan, (2) Khatib menyampaikan dua khutbah di atas mimbar, (3) Muazin mengumandangkan ikamah, (4) Imam memimpin salat Jumat 2 rakaat berjemaah, (5) Melakukan zikir dan doa bersama (acuan urutan: 1-2-3-4-5) (10 menit).
  • Murid menyimak dan membaca bersama teks lafal azan serta teks lafal ikamah pada lembar panduan, lalu membedakan fungsi azan sebagai tanda masuk waktu salat dan ikamah sebagai seruan memulai salat berjemaah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi dalam kelompok untuk melakukan simulasi permainan peran (role-playing) 'Rangkaian Salat Jumat': sebagian murid bergantian mempraktikkan lafal azan dan ikamah sebagai muazin, satu murid menjadi khatib/imam, dan murid lainnya mempraktikkan adab mendengarkan azan, merapatkan saf, serta mengikuti tata cara salat Jumat 2 rakaat secara tertib dan menyenangkan (18 menit).
  • Setiap murid menyelesaikan Lembar Kerja Urutan Salat Jumat dengan menyusun 4 pernyataan rumpang menjadi runtut: (A) Khatib berkhutbah dua kali diselingi duduk, (B) Muazin mengumandangkan azan, (C) Muazin mengumandangkan ikamah, (D) Salat Jumat dua rakaat berjemaah dipimpin imam (acuan kunci urutan: B - A - C - D) (7 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan jalannya simulasi: mengevaluasi ketepatan waktu kumandang azan dan ikamah, kerapian saf, serta ketertiban sikap saat mendengarkan khutbah dan salat Jumat berjemaah (5 menit).

Penutup:

  • Murid mengerjakan asesmen akhir berupa cek pemahaman 3 butir soal tertulis singkat mengenai azan, ikamah, dan rukun pelaksanaan salat Jumat (6 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas hasil cek pemahaman, mengapresiasi partisipasi seluruh murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya yaitu ketentuan salat sunah Duha, dan menutup kelas dengan doa bersama (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu panduan lafal azan dan ikamah berharakat lengkap serta kartu bergambar urutan saf; murid yang lebih cepat diberikan kartu teks bertuliskan lafal doa setelah azan.
  • Proses: Pada simulasi peran, murid yang belum percaya diri melafalkan azan didampingi teman sebaya secara berpasangan, sedangkan murid yang sudah lancar diberi kesempatan memimpin peragaan lafal azan dan ikamah secara mandiri.
  • Produk: Murid dengan kesiapan belajar awal dapat menyelesaikan urutan melalui pencocokan 4 kartu visual urutan ibadah Jumat, sedangkan murid mahir menuliskan urutan kronologis rangkaian azan, khutbah, ikamah, dan salat berjemaah secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) 'Kapan waktu pelaksanaan salat Jumat dan berapa jumlah rakaatnya?' (acuan: waktu zuhur pada hari Jumat, berjumlah 2 rakaat secara berjemaah); (2) 'Lafal seruan apa yang dikumandangkan muazin setelah khutbah selesai sebagai tanda saf segera dirapatkan untuk mulai salat?' (acuan: lafal ikamah).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam simulasi peran rangkaian salat Jumat: ketepatan menempatkan azan (sebelum khutbah/masuk waktu), kerapian saf, pelafalan ikamah (setelah khutbah selesai), dan tata cara salat berjemaah 2 rakaat mengikut imam.
  • Pemeriksaan lembar kerja penyusunan urutan rangkaian salat Jumat: memeriksa ketepatan susunan 4 kartu pernyataan (A. Khutbah, B. Azan, C. Ikamah, D. Salat berjemaah; kunci: B - A - C - D).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 3 butir soal tertulis di penutup: (1) Tuliskan seruan yang dilafalkan muazin tepat sebelum salat Jumat berjemaah didirikan! (acuan kunci: Ikamah); (2) Berapa rakaat salat Jumat dilaksanakan dan apakah boleh dikerjakan sendiri tanpa imam? (acuan kunci: 2 rakaat, wajib dikerjakan berjemaah bersama imam/tidak sah sendiri); (3) Urutkan posisi azan, khutbah, dan salat 2 rakaat dalam ibadah salat Jumat! (acuan kunci: Azan -> Khutbah -> Salat 2 Rakaat).

Formatif:

  • Penilaian kinerja unjuk kerja saat simulasi permainan peran penerapan lafal azan, ikamah, dan peragaan salat Jumat berjemaah menggunakan lembar observasi ketercapaian urutan rukun.
  • Pemeriksaan ketepatan penyelesaian Lembar Kerja Urutan Salat Jumat (4 butir urutan: B-A-C-D).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan tata cara dan rukun salat Jumat berjemaah (TP 4.9.1)Belum mampu mengurutkan tahapan ibadah Jumat (urutan khutbah dan salat terbalik) serta belum dapat mempraktikkan sikap merapatkan saf dan mengikuti gerakan imam dalam salat 2 rakaat.Mampu mengurutkan 2 dari 4 tahapan salat Jumat dengan benar, namun masih memerlukan panduan guru saat mempraktikkan posisi saf dan kekhusyukan mengikuti imam 2 rakaat.Mampu mengurutkan seluruh 4 tahapan salat Jumat (B-A-C-D) secara tepat dan mempraktikkan tata cara salat Jumat 2 rakaat berjemaah (merapatkan saf dan mengikuti gerakan imam) dengan tertib.Mampu mengurutkan seluruh 4 tahapan salat Jumat secara tepat dan mempraktikkan tata cara salat Jumat 2 rakaat berjemaah dengan saf yang lurus, rapi, tumakninah, serta membimbing teman secara mandiri.
Penerapan azan dan ikamah dalam rangkaian salat Jumat (TP 4.9.2)Belum mampu membedakan lafal azan dan ikamah serta keliru menempatkan waktu kumandang azan dan ikamah dalam simulasi rangkaian salat Jumat.Mampu melafalkan penggalan azan atau ikamah dengan bantuan teks penuh, namun masih tertukar menempatkan waktu kumandang azan atau ikamah.Mampu melafalkan azan dan ikamah dengan runtut serta menerapkannya tepat pada waktunya dalam rangkaian salat Jumat (azan saat masuk waktu/sebelum khutbah, ikamah setelah khutbah selesai).Mampu melafalkan azan dan ikamah secara fasih dan lancar tanpa bantuan teks serta menerapkannya secara tepat dan sigap sesuai urutan pelaksanaan salat Jumat berjemaah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu simulasi bermain peran muazin, khatib, dan makmum cukup memberikan kesempatan praktik nyata bagi setiap kelompok murid?
  • Bagian tata cara manakah (perbedaan azan-ikamah, kerapian saf, atau urutan khutbah) yang masih memerlukan penguatan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Apa perbedaan utama yang kamu rasakan antara seruan azan dan ikamah saat salat Jumat?
  • Langkah tata cara salat Jumat mana yang sudah berhasil kamu praktikkan dengan benar bersama teman kelompokmu?

Pertemuan 2 — Menerapkan Ketentuan dan Tata Cara Salat Sunah Duha — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.9.3 Menerapkan salat sunah duha sesuai dengan ketentuan dan tata cara pelaksanaannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, memeriksa kehadiran, serta membaca basmalah dan tadarus surah Ad-Duha ayat 1-5 secara tartil bersama-sama (5 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi salat sunah rawatib di kelas sebelumnya, lalu memberikan tes diagnostik lisan asesmen awal mengenai ketentuan salat Duha untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik, menjelaskan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan ketentuan dan tata cara salat sunah Duha secara tepat dan tertib, serta menjelaskan tahapan kegiatan yang akan dilakukan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak paparan dan peragaan visual ketentuan salat Duha (hukum sunah muakkad, rentang waktu sejak matahari naik setinggi tombak hingga sebelum waktu zuhur, bilangan minimal 2 rakaat, niat, dan keutamaannya) secara saksama (15 menit).
  • Murid bekerja berpasangan menyelesaikan aktivitas 'Tantangan Telaah Ketentuan Duha' dengan menganalisis 4 kartu pernyataan berikut: (1) 'Salat Duha dilaksanakan setelah azan Zuhur berkumandang' [Kunci: Salah, acuan: waktu Duha berakhir saat matahari tepat di atas kepala sebelum waktu Zuhur]; (2) 'Salat Duha minimal dikerjakan sebanyak 2 rakaat dengan 1 kali salam' [Kunci: Benar, acuan: minimal 2 rakaat]; (3) 'Hukum melaksanakan salat Duha adalah sunah muakkad' [Kunci: Benar, acuan: sunah yang sangat dianjurkan dan tidak pernah ditinggalkan Rasulullah saw.]; (4) 'Salat Duha wajib didahului oleh azan dan ikamah' [Kunci: Salah, acuan: salat sunah Duha tidak memakai azan dan ikamah] (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) menyiapkan perlengkapan salat (sajadah, peci/mukena) dan berlatih menerapkan urutan rukun tata cara salat Duha 2 rakaat yang dipandu kartu alur rukun: (1) Niat bersama takbiratul ihram; (2) Membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek; (3) Rukuk dengan tumakninah; (4) Iktidal dengan tumakninah; (5) Sujud dua kali dengan tumakninah; (6) Duduk di antara dua sujud dengan tumakninah; (7) Mengulang rakaat kedua; (8) Duduk tahiyat akhir dan salam; (9) Membaca doa sesudah salat Duha (15 menit).
  • Setiap kelompok secara bergiliran mempraktikkan tata cara salat sunah Duha 2 rakaat secara runtut dan tumakninah di area musala/ruang kelas, sementara kelompok lain menyimak dan guru mengobservasi ketercapaian penerapan rukun menggunakan lembar observasi proses (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mengevaluasi jalannya praktik penerapan tata cara salat Duha, mendiskusikan bagian rukun yang sudah tepat (seperti ketenangan saat tumakninah pada rukuk dan sujud) dan bagian yang masih perlu perbaikan (seperti jeda tumakninah saat iktidal) (10 menit).
  • Murid melakukan hening sejenak untuk membangun kesadaran diri (mindfulness) tentang rasa syukur kepada Allah Swt. dan berkomitmen membiasakan diri melaksanakan salat sunah Duha di sekolah maupun di rumah (5 menit).

Penutup:

  • Murid mengerjakan asesmen akhir formatif singkat berupa 3 butir cek pemahaman ketentuan dan tata cara salat Duha yang dijawab secara tertulis pada lembar kerja refleksi (10 menit).
  • Guru memberikan penguatan materi, menyampaikan apresiasi atas kesungguhan praktik seluruh murid, menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang salat sunah Tahajud, dan menutup kelas dengan doa kafaratul majelis serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual berupa kartu urutan bergambar gerakan dan teks bacaan salat Duha berharakat lengkap; murid yang telah mahir diberikan lembar rujukan hadis riwayat Bukhari tentang pesan Rasulullah saw. mengenai salat Duha untuk memperdalam wawasan.
  • Proses: Saat simulasi unjuk kerja, murid yang belum lancar mempraktikkan gerakan salat Duha dengan bimbingan langkah demi langkah dari guru atau teman sebaya; murid yang mahir memimpin peragaan tata cara salat Duha dalam kelompoknya secara mandiri.
  • Produk: Pada cek pemahaman dan evaluasi praktik, murid yang membutuhkan bimbingan cukup mendemonstrasikan ketepatan rukun dasar gerakan salat Duha; murid yang mahir mendemonstrasikan keseluruhan rukun gerakan disertai kelancaran lafal niat, bacaan rukun, dan doa sesudah salat Duha secara lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru mengajukan 3 pertanyaan diagnostik lisan pemetaan kesiapan: (1) 'Kapan waktu dimulainya dan berakhirnya salat Duha?' (Acuan jawaban: dimulai saat matahari naik setinggi tombak atau sekitar 15-20 menit setelah terbit hingga menjelang waktu zuhur/matahari tepat di atas kepala); (2) 'Berapa rakaat paling sedikit salat Duha dikerjakan?' (Acuan jawaban: paling sedikit 2 rakaat); (3) 'Apakah salat Duha memakai azan dan ikamah sebelum dimulai?' (Acuan jawaban: tidak memakai azan dan tidak memakai ikamah).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja penerapan rukun tata cara salat sunah Duha 2 rakaat: Guru menilai keterlaksanaan 7 elemen rukun: (1) Lafal niat dan takbiratul ihram; (2) Membaca surah Al-Fatihah secara lengkap; (3) Rukuk disertai tumakninah; (4) Iktidal disertai tumakninah; (5) Sujud dua kali disertai tumakninah; (6) Duduk tahiyat akhir dan salam; (7) Tertib berurutan dari awal hingga akhir.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis 3 butir di penutup: (1) Sebutkan hukum pelaksanaan salat Duha dan batas akhir waktunya! (Acuan: hukumnya sunah muakkad; batas akhir sebelum masuk waktu zuhur atau sebelum matahari tepat di atas kepala); (2) Jika seseorang ingin mendirikan salat Duha 4 rakaat, bagaimana tata cara salamnya? (Acuan: dikerjakan dua rakaat salam, lalu dua rakaat salam); (3) Urutkan secara benar 4 rukun salat Duha berikut: a. Salam, b. Takbiratul ihram, c. Sujud dua kali tumakninah, d. Rukuk tumakninah! (Acuan urutan tepat: b - d - c - a).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman dasar waktu dan rakaat salat Duha.
  • Observasi unjuk kerja praktik penerapan rukun dan tata cara salat sunah Duha 2 rakaat menggunakan lembar observasi proses.
  • Tugas cek pemahaman mandiri tertulis di akhir sesi mengenai ketentuan dan tata cara salat Duha.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan ketentuan salat sunah Duha (waktu, rakaat, hukum, dan niat)Hanya mampu menerapkan tepat 1 dari 4 ketentuan salat Duha (waktu, rakaat, hukum, niat) dan masih memerlukan bimbingan penuh dari guru.Mampu menerapkan tepat 2 dari 4 ketentuan salat Duha (waktu, rakaat, hukum, niat) dengan sesekali memerlukan arahan guru.Mampu menerapkan minimal 3 dari 4 ketentuan salat Duha (waktu, rakaat, hukum, niat) secara tepat dan mandiri.Mampu menerapkan seluruh 4 ketentuan salat Duha (waktu, rakaat, hukum, niat) secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa kekeliruan.
Menerapkan tata cara dan rukun salat sunah Duha (praktik gerakan, tumakninah, dan tertib)Mampu mempraktikkan kurang dari 4 rukun salat Duha, belum menerapkan tumakninah pada gerakan rukuk maupun sujud, serta urutan rukun belum tertib.Mampu mempraktikkan 4-5 rukun salat Duha secara berurutan, namun tumakninah belum konsisten dan masih memerlukan pengingat dari guru.Mampu mempraktikkan minimal 6 dari 7 rukun salat Duha (niat & takbir, Al-Fatihah, rukuk tumakninah, iktidal tumakninah, sujud tumakninah, tahiyat akhir & salam, tertib) secara mandiri.Mampu mempraktikkan seluruh 7 rukun salat Duha secara runtut, tertib, dan tumakninah sempurna dari awal hingga akhir secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit cukup efektif untuk memfasilitasi setiap murid mempraktikkan tata cara salat sunah Duha?
  • Apakah penggunaan kartu telaah ketentuan dan kartu alur rukun membantu murid memahami tata cara salat Duha secara menggembirakan?
  • Bagian tata cara manakah (bacaan rukun, tumakninah, atau urutan gerakan) yang masih paling banyak memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Bagian mana dari tata cara salat sunah Duha yang paling mudah dan paling menantang untuk saya praktikkan tadi?
  • Bagaimana perasaan saya setelah berhasil mempraktikkan salat sunah Duha dengan tertib dan tumakninah bersama teman-teman?
  • Kapan dan di mana saya berencana mulai membiasakan diri melaksanakan salat sunah Duha secara mandiri?

Pertemuan 3 — Menerapkan Ketentuan dan Tata Cara Salat Sunah Tahajud — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.9.4 Menerapkan salat sunah tahajud sesuai dengan ketentuan dan tata cara pelaksanaannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, membimbing doa bersama, dan mengecek presensi serta kesiapan belajar murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan 3 butir terkait konsep dasar salat Tahajud: (1) Kapan waktu salat Tahajud dikerjakan? (acuan: malam hari setelah Isya hingga sebelum Subuh); (2) Apa syarat utama sebelum mengerjakannya? (acuan: harus tidur malam terlebih dahulu); (3) Berapa rakaat minimal salat Tahajud? (acuan: minimal 2 rakaat) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni menerapkan ketentuan dan tata cara pelaksanaan salat sunah Tahajud, serta menguraikan alur kegiatan simulasi peragaan yang akan dilakukan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan materi esensial mengenai ketentuan salat Tahajud (hukum sunah muakkad berdasarkan Q.S. al-Isra/17: 79, syarat tidur malam terlebih dahulu, waktu utama pada sepertiga malam akhir, jumlah rakaat minimal 2 rakaat, serta lafal niat 'Ushalli sunnatat-tahajjudi rak'ataini lillahi ta'ala') melalui tayangan kartu intisari (15 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil menyelesaikan tugas pemahaman 'Cocok Kartu Ketentuan': memasangkan 4 kartu konsep dengan keterangannya secara tepat: (1) Hukum salat -> Sunah muakkad; (2) Syarat khusus -> Tidur malam terlebih dahulu walau sejenak; (3) Waktu paling utama -> Sepertiga malam terakhir; (4) Jumlah rakaat paling sedikit -> Dua rakaat. Guru memberikan umpan balik langsung atas kecocokan kartu masing-masing kelompok (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Secara berpasangan, murid melaksanakan tantangan simulasi menggembirakan 'Estafet Gerakan Rukun Tahajud': satu murid membaca kartu panduan rukun secara runtut dan pasangannya memeragakan gerakan salat secara bergantian untuk 8 langkah rukun: (1) Niat dan takbiratulihram; (2) Membaca Surah Al-Fatihah dan surah pendek; (3) Rukuk dengan tumakninah; (4) Iktidal dengan tumakninah; (5) Sujud dua kali dengan tumakninah; (6) Bangkit mengulang rukun yang sama pada rakaat kedua; (7) Duduk tasyahud akhir dan membaca tasyahud; (8) Mengucapkan salam ke kanan dan kiri (25 menit).
  • Murid mempraktikkan salat sunah Tahajud 2 rakaat secara mandiri/berpasangan di atas sajadah kelas dengan menerapkan seluruh rukun gerakan dan rukun bacaan secara tertib dan tumakninah, sementara guru mengamati dan mencatat capaian pada lembar observasi ketercapaian rukun (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk tenang dalam suasana hening berkesadaran, memeriksa keterlaksanaan rukun praktiknya sendiri melalui lembar ceklis kendali rukun (apakah niat, takbir, Al-Fatihah, rukuk/sujud tumakninah, tasyahud, dan salam telah terpenuhi dengan benar), lalu menuliskan satu komitmen pribadi untuk melatih bangun malam dan mempraktikkannya di rumah (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum simpulan pembelajaran mengenai ketentuan pokok (hukum, waktu, syarat tidur) dan urutan rukun tata cara salat sunah Tahajud 2 rakaat (5 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir kilat, memberikan apresiasi atas kedisiplinan murid selama praktik, dan menginfokan bahwa pertemuan berikutnya adalah pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 9 (mencakup materi Salat Jumat, Duha, dan Tahajud) sebelum menutup sesi dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan kartu rukun bergambar dengan teks lafal niat berharakat lengkap, sedangkan murid yang cepat memahami diberikan kartu tambahan bacaan doa setelah salat Tahajud.
  • Proses: Murid yang masih ragu pada urutan rukun didampingi dengan peragaan terbimbing langkah demi langkah oleh guru, sedangkan murid yang telah menguasai rukun diperkenankan langsung melakukan simulasi mandiri 2 rakaat tanpa melihat lembar panduan.
  • Produk: Unjuk kerja praktik salat Tahajud dinilai berdasarkan ketepatan rukun yang sama, baik melalui peragaan dengan jeda aba-aba terbimbing maupun peragaan mandiri lancar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan 3 butir di awal pembelajaran untuk memetakan kesiapan murid terhadap konsep dasar salat Tahajud. Butir pertanyaan dan acuan jawaban: (1) 'Kapan waktu pelaksanaan salat sunah Tahajud?' (Acuan jawaban: Malam hari setelah salat Isya sampai sebelum terbit fajar/Subuh); (2) 'Apa syarat mutlak sebelum salat Tahajud dilakukan?' (Acuan jawaban: Harus sudah tidur malam terlebih dahulu); (3) 'Berapa jumlah rakaat minimal salat sunah Tahajud?' (Acuan jawaban: Paling sedikit 2 rakaat).

Proses:

  • Tugas formatif mencocokkan 4 kartu ketentuan salat sunah Tahajud. Daftar kartu dan acuan pasangan benar: (1) Kartu 'Hukum pelaksanaan salat Tahajud' -> Pasangan: 'Sunah muakkad (sangat dianjurkan)'; (2) Kartu 'Syarat khusus sebelum salat' -> Pasangan: 'Tidur malam terlebih dahulu walau sebentar'; (3) Kartu 'Waktu pelaksanaan paling utama' -> Pasangan: 'Sepertiga malam terakhir'; (4) Kartu 'Bilangan rakaat paling sedikit' -> Pasangan: 'Dua rakaat'.
  • Lembar observasi praktik simulasi tata cara salat sunah Tahajud 2 rakaat yang menilai 5 indikator rukun teramati: (1) Berniat di dalam hati menyertai takbiratulihram; (2) Membaca Surah Al-Fatihah dengan benar pada setiap rakaat; (3) Melakukan rukuk, iktidal, dan sujud dengan tumakninah; (4) Melakukan duduk tasyahud akhir dan membaca doa tasyahud; (5) Melakukan salam penutup secara tertib menoleh ke kanan lalu ke kiri.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat akhir sesi melalui 3 butir soal pemahaman rukun dan ketentuan salat Tahajud. Butir dan acuan jawaban: (1) 'Tuliskan atau sebutkan lafal niat salat sunah Tahajud 2 rakaat!' (Acuan jawaban: 'Ushalli sunnatat-tahajjudi rak'ataini lillahi ta'ala' atau terjemahnya: 'Aku niat salat sunah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala'); (2) 'Sebutkan 3 rukun gerakan awal salat Tahajud setelah niat!' (Acuan jawaban: Takbiratulihram, rukuk dengan tumakninah, iktidal dengan tumakninah); (3) 'Kapan salat sunah malam hari tidak dihitung sebagai salat Tahajud?' (Acuan jawaban: Jika dilakukan sebelum tidur malam).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja mencocokkan 4 kartu ketentuan salat sunah Tahajud pada aktivitas kelompok.
  • Observasi unjuk kerja peragaan tata cara dan rukun salat sunah Tahajud 2 rakaat menggunakan lembar observasi ketercapaian rukun.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penerapan Ketentuan Salat Sunah TahajudBelum mampu menerapkan ketentuan salat Tahajud (hanya 0-1 kartu ketentuan yang dicocokkan dengan tepat dari 4 kartu acuan: hukum sunah muakkad, syarat tidur malam, waktu sepertiga malam akhir, rakaat minimal dua).Mampu menerapkan ketentuan salat Tahajud dengan mencocokkan tepat 2 dari 4 kartu ketentuan acuan.Mampu menerapkan ketentuan salat Tahajud dengan mencocokkan tepat 3 dari 4 kartu ketentuan acuan.Mampu menerapkan seluruh ketentuan salat Tahajud dengan mencocokkan tepat seluruh 4 kartu ketentuan acuan secara mandiri dan benar.
Penerapan Tata Cara dan Rukun Salat Sunah Tahajud 2 RakaatMempraktikkan tata cara salat Tahajud dengan memenuhi hanya 1-2 indikator rukun dari 5 indikator acuan (niat takbir, Al-Fatihah, rukun tumakninah, tasyahud akhir, salam), serta urutan gerakan masih belum runtut.Mempraktikkan tata cara salat Tahajud dengan memenuhi 3 indikator rukun dari 5 indikator acuan secara runtut.Mempraktikkan tata cara salat Tahajud dengan memenuhi 4 dari 5 indikator rukun acuan secara runtut dan tertib.Mempraktikkan tata cara salat Tahajud dengan memenuhi seluruh 5 indikator rukun acuan secara runtut, tertib, dan tumakninah tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah simulasi estafet gerakan rukun salat Tahajud berhasil meningkatkan keaktifan dan pemahaman konkret murid mengenai tata cara salat?
  • Rukun atau ketentuan manakah yang masih sering terlewatkan oleh murid saat praktik peragaan salat Tahajud?
  • Apakah murid telah memiliki kesiapan yang memadai untuk menghadapi Asesmen Sumatif Bab 9 pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Apa syarat dan keutamaan salat Tahajud yang paling kamu ingat setelah pembelajaran hari ini?
  • Apakah kamu sudah dapat mempraktikkan gerakan salat Tahajud dua rakaat secara runtut dan benar?
  • Kapan kamu berencana untuk mencoba membiasakan bangun di sepertiga malam dan melaksanakan salat Tahajud di rumah?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.9.1 Menerapkan salat jumat sesuai dengan rukun dan tata cara pelaksanaannya
  • TP 4.9.2 Menerapkan azan dan ikamah dalam rangkaian pelaksanaan salat jumat
  • TP 4.9.3 Menerapkan salat sunah duha sesuai dengan ketentuan dan tata cara pelaksanaannya
  • TP 4.9.4 Menerapkan salat sunah tahajud sesuai dengan ketentuan dan tata cara pelaksanaannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, memeriksa presensi murid 1–28, serta mengecek kesiapan perlengkapan ibadah (sajadah, sarung, peci, atau mukena) di ruang praktik (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 9, alur unjuk kerja bergiliran, serta tata tertib menjaga ketenangan saat teman melaksanakan asesmen (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memberikan pengarahan tentang mekanisme giliran individu serta kriteria penilaian pada lembar observasi untuk Tugas 1 (azan/ikamah dan tata cara salat Jumat) dan Tugas 2 (niat/rukun salat Duha serta tata cara dan doa salat Tahajud), kemudian membacakan urutan pemanggilan murid 1–28 (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid 1–28 secara bergiliran melaksanakan Tugas 1 (TP 4.9.1 dan TP 4.9.2): mempraktikkan lafal azan atau ikamah serta rukun dan tata cara salat Jumat di hadapan guru (1,5 menit per murid = 42 menit, ditambah 4 menit jeda transisi dan pencatatan skor guru pada lembar observasi; acuan rukun: niat salat Jumat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, rukuk tumakninah, iktidal tumakninah, sujud dua kali tumakninah, duduk antara dua sujud, tasyahud akhir, dan salam) (46 menit).
  • Murid 1–28 secara bergiliran melaksanakan Tugas 2 (TP 4.9.3 dan TP 4.9.4): mempraktikkan ketentuan niat dan rukun salat sunah Duha dua rakaat secara tertib serta tata cara dan doa salat sunah Tahajud di hadapan guru (1,5 menit per murid = 42 menit, ditambah 4 menit jeda transisi dan pencatatan skor guru pada lembar observasi; acuan: niat duha, takbiratul ihram hingga salam, niat tahajud, dan lafal doa setelah tahajud) (46 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri mengisi lembar refleksi diri unjuk kerja praktik ibadah untuk mengevaluasi ketertiban gerakan salat, ketepatan lafal azan/ikamah, dan kelancaran doa yang baru saja dipraktikkan tanpa saling berkomunikasi (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan lembar refleksi murid, memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian seluruh murid selama asesmen berlangsung, merangkum pencapaian Bab 9, serta menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada diferensiasi muatan kompetensi; seluruh murid dinilai dengan indikator materi yang sama pada salat Jumat, azan/ikamah, salat Duha, dan salat Tahajud.
  • Proses: Pemberian akomodasi akses posisi duduk saat menunggu antrean giliran bagi murid yang membutuhkan serta kelonggaran jeda napas saat melafalkan bacaan tanpa mengubah rukun salat yang dinilai.
  • Produk: Standar bukti unjuk kerja seragam mengacu pada rubrik ketercapaian tata cara ibadah salat Jumat, Duha, dan Tahajud.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kesiapan murid sebelum unjuk kerja sumatif: mengecek kelengkapan pakaian salat (sarung/peci/mukena), sajadah, dan memastikan murid memahami nomor urut giliran serta tata tertib asesmen.

Proses:

  • Observasi keterlaksanaan unjuk kerja praktik bergiliran secara individual dan pencatatan ketertiban murid saat menunggu giliran di ruang kelas/musala.

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja praktik ibadah bergiliran: Tugas 1 (TP 1, TP 2): Praktik bergiliran salat jumat serta azan dan ikamah (TP 1, 2), aspek: ketepatan lafal azan atau ikamah; ketertiban tata cara salat jumat. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 10 menit transisi/pencatatan. Perhitungan kapasitas guru: (28 murid × 1.5 menit) + 10 menit = 42 menit + 10 menit = 52 menit <= 52 menit. Tugas 2 (TP 3, TP 4): Praktik bergiliran salat sunah duha dan tahajud (TP 3, 4), aspek: ketepatan niat dan rukun salat duha; kesesuaian tata cara dan doa salat tahajud. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 11 menit transisi/pencatatan. Perhitungan kapasitas guru: (28 murid × 1.5 menit) + 11 menit = 42 menit + 11 menit = 53 menit <= 53 menit.
  • unjuk kerja praktik salat jumat serta azan dan ikamah bergiliran: Praktik bergiliran salat jumat serta azan dan ikamah (TP 1, 2), aspek: ketepatan lafal azan atau ikamah; ketertiban tata cara salat jumat. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 10 menit transisi/pencatatan. Perhitungan kapasitas guru: (28 murid × 1.5 menit) + 10 menit = 42 menit + 10 menit = 52 menit <= 52 menit. (52 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dengan aspek ketepatan lafal azan atau ikamah dan ketertiban tata cara salat jumat)
  • unjuk kerja praktik salat sunah duha dan tahajud bergiliran: Praktik bergiliran salat sunah duha dan tahajud (TP 3, 4), aspek: ketepatan niat dan rukun salat duha; kesesuaian tata cara dan doa salat tahajud. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 11 menit transisi/pencatatan. Perhitungan kapasitas guru: (28 murid × 1.5 menit) + 11 menit = 42 menit + 11 menit = 53 menit <= 53 menit. (53 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dengan aspek ketepatan niat dan rukun salat duha dan kesesuaian tata cara dan doa salat tahajud)

Sumatif:

  • unjuk kerja praktik ibadah bergiliran: Tugas 1 (TP 1, TP 2): Praktik bergiliran salat jumat serta azan dan ikamah (TP 1, 2), aspek: ketepatan lafal azan atau ikamah; ketertiban tata cara salat jumat. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 10 menit transisi/pencatatan. Perhitungan kapasitas guru: (28 murid × 1.5 menit) + 10 menit = 42 menit + 10 menit = 52 menit <= 52 menit. Tugas 2 (TP 3, TP 4): Praktik bergiliran salat sunah duha dan tahajud (TP 3, 4), aspek: ketepatan niat dan rukun salat duha; kesesuaian tata cara dan doa salat tahajud. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 11 menit transisi/pencatatan. Perhitungan kapasitas guru: (28 murid × 1.5 menit) + 11 menit = 42 menit + 11 menit = 53 menit <= 53 menit.
  • unjuk kerja praktik salat jumat serta azan dan ikamah bergiliran: Praktik bergiliran salat jumat serta azan dan ikamah (TP 1, 2), aspek: ketepatan lafal azan atau ikamah; ketertiban tata cara salat jumat. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 10 menit transisi/pencatatan. Perhitungan kapasitas guru: (28 murid × 1.5 menit) + 10 menit = 42 menit + 10 menit = 52 menit <= 52 menit. (52 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dengan aspek ketepatan lafal azan atau ikamah dan ketertiban tata cara salat jumat)
  • unjuk kerja praktik salat sunah duha dan tahajud bergiliran: Praktik bergiliran salat sunah duha dan tahajud (TP 3, 4), aspek: ketepatan niat dan rukun salat duha; kesesuaian tata cara dan doa salat tahajud. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 11 menit transisi/pencatatan. Perhitungan kapasitas guru: (28 murid × 1.5 menit) + 11 menit = 42 menit + 11 menit = 53 menit <= 53 menit. (53 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dengan aspek ketepatan niat dan rukun salat duha dan kesesuaian tata cara dan doa salat tahajud)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan lafal azan atau ikamah (TP 4.9.2) [Acuan lafal azan: (1) Allāhu Akbar Allāhu Akbar 2x, (2) Asyhadu allā ilāha illallāh 2x, (3) Asyhadu anna Muhammadar Rasūlullāh 2x, (4) Hayya 'alas-salāh 2x, (5) Hayya 'alal-falāh 2x, (6) Allāhu Akbar Allāhu Akbar 1x, (7) Lā ilāha illallāh 1x; Acuan lafal ikamah: (1) Allāhu Akbar Allāhu Akbar 1x, (2) Asyhadu allā ilāha illallāh 1x, (3) Asyhadu anna Muhammadar Rasūlullāh 1x, (4) Hayya 'alas-salāh 1x, (5) Hayya 'alal-falāh 1x, (6) Qad qāmatis-salāh 2x, (7) Allāhu Akbar Allāhu Akbar 1x, (8) Lā ilāha illallāh 1x]Melafalkan kurang dari 4 kalimat azan/ikamah secara tepat dari daftar acuan dan memerlukan bimbingan penuh guru.Melafalkan 4 sampai 5 kalimat azan/ikamah secara tepat dari daftar acuan dengan maksimal 3 kekeliruan lafal secara mandiri.Melafalkan 6 sampai 7 kalimat azan/ikamah secara tepat dari daftar acuan dengan maksimal 1 kekeliruan lafal secara mandiri.Melafalkan seluruh kalimat azan (7 kalimat acuan) atau ikamah (8 kalimat acuan) secara tepat, runtut, fasih, dan mandiri tanpa kekeliruan.
Ketertiban tata cara salat jumat (TP 4.9.1) [Acuan 8 rukun pokok yang diperagakan: (1) Niat salat Jumat makmum 'Ushallī fardhal jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mūman lillāhi ta'ālā', (2) Takbiratul ihram, (3) Membaca Surah Al-Fatihah, (4) Rukuk tumakninah, (5) Iktidal tumakninah, (6) Sujud dua kali tumakninah, (7) Duduk tasyahud akhir dan membaca tahiyyat, (8) Salam penutup ke kanan dan ke kiri]Memperagakan kurang dari 4 rukun salat Jumat secara tertib dan memerlukan bimbingan penuh guru.Memperagakan 4 sampai 5 rukun salat Jumat secara tertib dari 8 rukun acuan dengan 2–3 urutan rukun tertukar secara mandiri.Memperagakan 6 sampai 7 rukun salat Jumat secara tertib dari 8 rukun acuan dengan maksimal 1 kekeliruan/urutan tertukar secara mandiri.Memperagakan seluruh 8 rukun dan tata cara salat Jumat secara runtut, tertib, dan tumakninah dari takbiratul ihram hingga salam secara mandiri tanpa kekeliruan.
Ketepatan niat dan rukun salat duha (TP 4.9.3) [Acuan 6 komponen niat dan rukun: (1) Lafal niat salat Duha 'Ushallī sunnatad-duhā rak'ataini lillāhi ta'ālā', (2) Takbiratul ihram bersama niat, (3) Membaca Surah Al-Fatihah, (4) Rukuk dan iktidal tumakninah, (5) Sujud dua kali dan duduk antara dua sujud tumakninah, (6) Tasyahud akhir dan salam penutup]Memperagakan kurang dari 3 komponen niat dan rukun salat Duha secara tepat dan membutuhkan bimbingan guru.Memperagakan 3 sampai 4 komponen niat dan rukun salat Duha secara tepat dari 6 komponen acuan dengan 2 kekeliruan gerakan/bacaan secara mandiri.Memperagakan 5 komponen niat dan rukun salat Duha secara tepat dari 6 komponen acuan dengan maksimal 1 kekeliruan gerakan/bacaan secara mandiri.Memperagakan seluruh 6 komponen niat dan rukun salat Duha secara tepat, runtut, tumakninah, dan mandiri tanpa kekeliruan.
Kesesuaian tata cara dan doa salat tahajud (TP 4.9.4) [Acuan 5 komponen tata cara dan doa: (1) Lafal niat salat Tahajud 'Ushallī sunnatat-tahajjudi rak'ataini lillāhi ta'ālā', (2) Tata cara rukun salat minimal dua rakaat secara tertib dari takbir hingga salam, (3) Membaca penggalan awal doa tahajud 'Allāhumma lakal hamdu anta nūrus-samāwāti wal ardhi wa man fīhinna, wa lakal hamdu anta qayyimus-samāwāti wal ardhi wa man fīhinna', (4) Membaca kelanjutan penyerahan diri 'Allāhumma laka aslamtu wa bika āmantu wa 'alaika tawakkaltu', (5) Membaca permohonan ampunan 'faghfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu']Memperagakan dan melafalkan kurang dari 2 komponen tata cara dan doa salat Tahajud secara tepat serta membutuhkan bantuan guru.Memperagakan dan melafalkan 2 sampai 3 komponen tata cara dan doa salat Tahajud secara tepat dari 5 komponen acuan dengan 2 kekeliruan lafal/urutan secara mandiri.Memperagakan dan melafalkan 4 komponen tata cara dan doa salat Tahajud secara tepat dari 5 komponen acuan dengan maksimal 1 kekeliruan lafal/urutan secara mandiri.Memperagakan dan melafalkan seluruh 5 komponen tata cara dan doa salat Tahajud secara tepat, runtut, fasih, dan mandiri tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 1,5 menit per murid untuk Tugas 1 dan Tugas 2 efektif dalam mengamati ketepatan rukun dan kelancaran bacaan ibadah setiap murid?
  • Bagaimana ketercapaian kompetensi murid secara keseluruhan terhadap pelaksanaan salat Jumat, Duha, dan Tahajud?
  • Apakah manajemen transisi antrean praktik berjalan tertib dan kondusif bagi seluruh 28 murid?

Murid:

  • Apakah saya sudah melaksanakan praktik salat Jumat, Duha, dan Tahajud dengan urutan rukun yang benar dan tumakninah?
  • Bagian mana dari bacaan azan/ikamah atau doa salat Tahajud yang sudah saya lafalkan dengan lancar, dan mana yang masih perlu saya lancarkan di rumah?
  • Bagaimana tekad saya untuk rutin mengamalkan ibadah salat Jumat, salat Duha, dan salat Tahajud dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI 2021.
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI 2021.
  3. Lembar teks lafal Azan dan Ikamah.
  4. Set kartu alur urutan tahapan salat Jumat (Azan, Khutbah, Ikamah, Salat 2 Rakaat, Doa).
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021
  7. Perlengkapan salat (sajadah, peci, mukena)
  8. Kartu telaah ketentuan Duha dan kartu panduan alur rukun salat Duha
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI 2021
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI 2021 (Bab 9)
  11. Al-Qur'an dan Terjemah (Q.S. al-Isra/17: 79)
  12. Set Kartu Konsep Ketentuan Salat Tahajud (4 pasang kartu)
  13. Lembar Ceklis Kendali Rukun dan Tata Cara Salat Tahajud
  14. Sajadah / matras perlengkapan salat di kelas
  15. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021.
  16. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021.
  17. Lembar Observasi Unjuk Kerja Praktik Salat Jumat, Azan/Ikamah, Salat Duha, dan Salat Tahajud.
  18. Perlengkapan ibadah salat: sajadah, sarung, peci, mukena, dan penunjuk waktu.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.