Modul AjarPertemuan 2Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Sikap Senang Menolong Orang Lain sebagai Wujud Anak Saleh

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Sikap Senang Menolong Orang Lain sebagai Wujud Anak Saleh". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Sikap Senang Menolong Orang Lain sebagai Wujud Anak Saleh

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 8 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Sikap Senang Menolong Orang Lain sebagai Wujud Anak Saleh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikSikap Senang Menolong Orang Lain sebagai Wujud Anak Saleh
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan sikap senang menolong orang lain berdasarkan nilai-nilai Islam dan contoh keteladanan dengan benar.
  2. Murid dapat membuat paparan mengenai bentuk-bentuk sikap menolong orang lain dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan iman dan akhlak terpuji.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat seseorang yang sedang kesusahan? Apa yang kalian rasakan dan apa yang kalian lakukan saat itu?
  2. Mengapa Allah Swt. dan Rasulullah saw. sangat menganjurkan kita untuk saling menolong sesama manusia?
  3. Bagaimana sikap seorang anak yang benar-benar saleh ketika melihat teman atau orang lain yang membutuhkan bantuan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua gambar di papan tulis — satu gambar anak menolong teman jatuh, satu gambar anak yang diam melihat teman kesusahan — lalu bertanya kepada beberapa murid, 'Gambar mana yang mencerminkan anak saleh? Mengapa?' untuk mengukur pemahaman awal murid tentang sikap menolong.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian menolong seseorang? Bagaimana perasaan kalian setelah menolong?' dan memberi ruang 2–3 murid untuk menjawab singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar menjelaskan dan membuat paparan tentang sikap senang menolong orang lain sebagai wujud anak saleh.
  • Guru menyampaikan gambaran kegiatan: belajar dari kisah teladan, berdiskusi, lalu membuat paparan singkat dalam kelompok.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan hand out kisah teladan singkat tentang Rasulullah saw. yang selalu siap menolong kaum lemah dan tetangga yang membutuhkan, disertai satu hadis: 'Barang siapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan di hari kiamat.' (H.R. Muslim).
  • Murid membaca kisah dan hadis secara mandiri selama 3 menit dengan penuh perhatian (berkesadaran), kemudian guru mengajak murid berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: 'Apa pesan penting yang aku tangkap dari kisah ini?'
  • Guru memandu diskusi kelas singkat (5 menit): menggali makna menolong dalam Islam — bahwa menolong orang lain adalah perintah Allah, bukti iman, dan cerminan akhlak terpuji.
  • Guru menjelaskan tiga bentuk menolong dalam kehidupan sehari-hari yang relevan bagi murid kelas 4: (1) menolong teman yang jatuh atau sakit, (2) membantu orang tua di rumah, (3) bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah. Guru mengaitkan setiap contoh dengan nilai akhlak Islam (bermakna).
  • Murid mencatat tiga poin kunci di buku tulis: definisi menolong menurut Islam, dalil/hadis pendukung, dan tiga contoh bentuk menolong.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi 4–5 kelompok (masing-masing 4–5 orang). Setiap kelompok mendapat satu lembar kertas HVS besar dan spidol warna.
  • Setiap kelompok mendapat satu skenario situasi nyata yang berbeda: (1) teman terjatuh di halaman sekolah, (2) tetangga lansia membutuhkan bantuan membawa belanjaan, (3) teman tidak membawa bekal dan kelaparan, (4) adik kelas kesulitan memahami pelajaran, (5) korban bencana membutuhkan bantuan pakaian layak.
  • Kelompok berdiskusi dan membuat paparan visual sederhana (berupa gambar, tulisan, atau peta pikiran singkat) yang berisi: nama situasi, bentuk pertolongan yang bisa diberikan, alasan mengapa itu tindakan Islami, dan satu kalimat motivasi dari nilai-nilai akhlak Islam.
  • Setiap kelompok menempelkan hasil paparan di dinding kelas (Gallery Walk). Murid dari kelompok lain berkeliling membaca hasil paparan kelompok lain selama 5 menit dan menuliskan satu kalimat komentar/apresiasi pada sticky note atau langsung di kertas paparan.
  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan paparannya secara singkat (masing-masing 1–2 menit) kepada kelas. Guru memberikan umpan balik formatif secara lisan setelah setiap presentasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru menampilkan pertanyaan refleksi di papan tulis: 'Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini? Bentuk menolong apa yang paling mudah kamu lakukan mulai besok?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi singkat (3–4 kalimat) di selembar kertas kecil atau di buku tulis: (1) apa yang mereka pahami tentang menolong sebagai cerminan iman, (2) satu aksi nyata yang akan mereka lakukan dalam seminggu ke depan.
  • Guru mengajak 2–3 murid membagikan refleksinya secara sukarela. Guru merespons dengan hangat dan menguatkan koneksi antara aksi menolong dengan nilai keimanan.
  • Guru memandu murid melakukan penilaian diri (assessment as learning) menggunakan ceklist sederhana di buku tulis: 'Apakah aku sudah memahami makna menolong dalam Islam? Apakah aku sudah bisa menjelaskan bentuk-bentuk menolong? Apakah aku siap mempraktikkannya?' dengan pilihan jawaban Ya / Belum, dan jika Belum — tulis satu hal yang masih membingungkan.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: menolong orang lain adalah akhlak terpuji yang diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasulullah saw., dan merupakan tanda nyata dari iman seorang anak saleh.
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid secara individu menuliskan 2 contoh sikap menolong orang lain dalam kehidupan sehari-hari beserta alasan Islamiahnya di selembar kertas, dikumpulkan kepada guru.
  • Guru memberikan pesan penutup yang menguatkan motivasi: 'Setiap kali kalian menolong orang lain dengan ikhlas, itu adalah bukti bahwa kalian adalah anak-anak saleh yang dicintai Allah Swt.'
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya (Pertemuan 4.8.3 tentang Ciri-Ciri Munafik) agar murid dapat mempersiapkan diri.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar membaca dapat diberikan hand out dengan teks hadis lebih lengkap beserta terjemahan dan konteks historisnya. Murid yang masih kesulitan membaca cukup mendapatkan versi ringkas dengan poin-poin bergambar.
  • Proses: Murid cepat diminta menambahkan dalil Al-Qur'an atau hadis lain yang relevan dalam paparannya. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja berpasangan dengan teman sebaya yang lebih dahulu memahami, atau mendapat panduan berupa pertanyaan pemandu: 'Apa situasinya? Apa yang bisa kamu bantu? Mengapa ini Islami?'
  • Produk: Murid cepat dapat mempresentasikan paparan dalam bentuk cerita pendek atau drama mini (roleplay singkat) di depan kelas. Murid yang memerlukan dukungan cukup menghasilkan paparan berupa gambar sederhana dengan keterangan singkat, tanpa tuntutan presentasi lisan formal.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar (anak menolong vs. anak diam) dan bertanya: 'Mana yang mencerminkan anak saleh? Mengapa?' — untuk mengidentifikasi pemahaman awal dan pengalaman murid tentang sikap menolong.
  • Guru bertanya singkat: 'Siapa yang pernah menolong seseorang minggu ini? Apa yang kamu lakukan?' untuk mengaktifkan pengetahuan dan pengalaman pribadi murid.

Proses:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok dan presentasi Gallery Walk: apakah murid mampu menghubungkan sikap menolong dengan nilai-nilai Islam, apakah ada yang masih bingung dengan konsep 'cerminan iman'.
  • Umpan balik lisan spesifik dari guru kepada tiap kelompok setelah presentasi: menguatkan yang benar, meluruskan yang kurang tepat.
  • Ceklist penilaian diri di akhir tahap Merefleksi: murid menilai sendiri apakah sudah memahami dan siap mengamalkan sikap menolong.

Akhir:

  • Murid menuliskan secara individu 2 contoh sikap menolong orang lain dalam kehidupan sehari-hari beserta alasan mengapa sikap tersebut mencerminkan nilai Islam dan akhlak terpuji — dikumpulkan dan dinilai dengan rubrik 4 level.
  • Guru mereview hasil tulisan individu untuk menentukan ketercapaian TP [4.8.2.1] dan [4.8.2.2] serta merencanakan tindak lanjut bagi murid yang belum mencapai level Berkembang.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui tanya jawab gambar di Pendahuluan untuk mengukur pemahaman awal murid tentang sikap menolong.
  • Observasi aktif guru selama diskusi kelompok dan Gallery Walk: mencatat murid yang aktif, pasif, atau memiliki miskonsepsi.
  • Umpan balik lisan guru setelah setiap kelompok mempresentasikan paparan.
  • Penilaian diri murid (ceklist berkesadaran) di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Produk paparan kelompok (Gallery Walk) dinilai menggunakan rubrik: kelengkapan isi (situasi, bentuk menolong, alasan Islami, kalimat motivasi), kejelasan penyampaian, dan kerapian.
  • Tulisan individu di Penutup: murid menuliskan 2 contoh sikap menolong beserta alasan Islamiahnya — dinilai berdasarkan ketepatan konsep dan kemampuan mengaitkan dengan nilai-nilai Islam.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan sikap senang menolong orang lain berdasarkan nilai-nilai Islam (TP 4.8.2.1)Murid belum dapat menjelaskan sikap menolong orang lain, atau penjelasannya tidak berkaitan dengan nilai-nilai Islam sama sekali.Murid dapat menyebutkan sikap menolong orang lain secara umum, namun belum mampu mengaitkannya dengan nilai-nilai Islam atau contoh keteladanan Rasulullah secara tepat.Murid dapat menjelaskan sikap menolong orang lain dan mengaitkannya dengan satu nilai Islam (misalnya: perintah Allah atau hadis) dengan cukup tepat.Murid dapat menjelaskan sikap menolong orang lain secara rinci, mengaitkannya dengan nilai-nilai Islam (dalil/hadis dan keteladanan Rasulullah), serta menjelaskan mengapa sikap tersebut mencerminkan iman dan akhlak terpuji dengan bahasa yang jelas dan tepat.
Membuat paparan bentuk-bentuk sikap menolong dalam kehidupan sehari-hari (TP 4.8.2.2)Murid belum dapat membuat paparan, atau paparan yang dibuat tidak menunjukkan bentuk-bentuk sikap menolong yang relevan.Murid dapat membuat paparan dengan menyebutkan satu contoh bentuk menolong, namun belum disertai penjelasan tentang kaitannya dengan cerminan iman atau akhlak terpuji.Murid dapat membuat paparan yang memuat dua atau lebih contoh bentuk menolong dalam kehidupan sehari-hari dengan penjelasan singkat tentang nilai Islamiahnya.Murid dapat membuat paparan yang lengkap dan sistematis, memuat tiga atau lebih contoh bentuk menolong dalam kehidupan sehari-hari, disertai penjelasan yang jelas tentang nilai Islam, cerminan iman, dan akhlak terpuji; disampaikan dengan percaya diri kepada audiens.
Partisipasi dalam diskusi dan kolaborasi kelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi dalam pembuatan paparan.Murid terlibat sesekali dalam diskusi kelompok namun kontribusinya masih sangat terbatas.Murid aktif berdiskusi, memberikan pendapat, dan berkontribusi dalam pembuatan paparan kelompok.Murid sangat aktif, mendorong partisipasi anggota kelompok lain, memberikan ide-ide yang memperkaya paparan, dan menunjukkan sikap menghargai pendapat teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami kaitan antara sikap menolong orang lain dengan nilai-nilai keimanan dalam Islam? Bagaimana saya tahu?
  • Apakah metode Gallery Walk efektif mendorong murid untuk aktif mengaplikasikan pemahaman mereka? Apa yang perlu saya perbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah cukup menjangkau murid yang membutuhkan dukungan tambahan maupun murid yang sudah maju?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk tiga tahap kegiatan inti? Bagian mana yang perlu saya sesuaikan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang sikap menolong orang lain dalam Islam?
  • Bentuk menolong apa yang paling mudah bisa kamu lakukan mulai besok? Kapan kamu akan melakukannya?
  • Bagaimana perasaanmu saat berdiskusi dan membuat paparan bersama teman-teman? Apa yang membuatmu bersemangat?
  • Apakah masih ada hal tentang sikap menolong yang kamu belum mengerti? Tuliskan pertanyaanmu!

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4, Kemendikbud RI 2021 (Buku Siswa dan Buku Guru) — Bab 8 'Aku Anak Saleh', Subbab B 'Senang Menolong Orang Lain'
  2. Hand out kisah teladan: kisah Rasulullah saw. menolong kaum lemah dan tetangga, dilengkapi hadis H.R. Muslim tentang keutamaan menolong sesama mukmin
  3. Hand out skenario situasi (5 skenario berbeda untuk kegiatan diskusi kelompok): dicetak atau ditulis pada kartu situasi
  4. Kertas HVS ukuran A3 atau kertas buram/kertas bekas (untuk paparan Gallery Walk kelompok)
  5. Spidol warna (untuk pembuatan paparan visual kelompok)
  6. Sticky note atau kertas kecil (untuk komentar apresiasi antar kelompok dalam Gallery Walk)
  7. Gambar ilustrasi: Gambar 8.4 s.d. 8.7 dari Buku Siswa (menolong teman jatuh, menolong korban banjir, bekerja sama, berdiskusi) — ditampilkan di papan tulis atau proyektor bila tersedia
  8. Papan tulis dan kapur/spidol papan tulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.