Modul AjarBab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 8: Aku Anak Saleh

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 untuk Bab 8 "Aku Anak Saleh", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 8: Aku Anak Saleh

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 8

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 8 — Aku Anak Saleh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 8 — Aku Anak Saleh
Alokasi Waktu11 JP (11 x 35 menit = 385 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.8.1 Menerapkan akhlak terhadap orang tua dengan membiasakan mengucapkan salam secara santun
  2. TP 4.8.2 Menerapkan akhlak terhadap keluarga dengan senang menolong saudara di rumah
  3. TP 4.8.3 Menerapkan akhlak terhadap guru dengan bersikap jujur dan menepati janji untuk menghindari sifat munafik di sekolah
  4. TP 4.8.4 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya dalam membiasakan perilaku saleh pada kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian ucapkan dan lakukan kepada ayah dan ibu ketika hendak berangkat ke sekolah atau saat pulang ke rumah?
  2. Mengapa kita dianjurkan membiasakan mengucapkan salam secara santun kepada orang tua setiap hari?
  3. Apa yang biasanya kamu lakukan jika melihat adik atau kakakmu sedang kesulitan merapikan mainan atau belajar di rumah?
  4. Mengapa saling menolong saudara di rumah merupakan cerminan anak saleh yang disukai Allah Swt.?
  5. Apa yang sebaiknya kamu katakan kepada guru jika kamu lupa membawa buku tugas sekolah?
  6. Mengapa kita harus tetap berprasangka baik kepada Allah Swt. saat doa atau keinginan kita belum terkabul?
  7. Bagaimana cara kita membuktikan bahwa kita sungguh-sungguh menjadi anak saleh di hadapan orang tua, keluarga, guru, dan Allah Swt.?
  8. Mengapa ucapan salam yang santun dan kejujuran menjadi tanda nyata keimanan seorang muslim?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Akhlak terhadap Orang Tua melalui Pembiasaan Mengucapkan Salam secara Santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.1 Menerapkan akhlak terhadap orang tua dengan membiasakan mengucapkan salam secara santun

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan pembiasaan mengucapkan salam secara santun kepada orang tua (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru menanyakan kepada murid bunyi lafal salam yang lengkap dan menanyakan kapan salam tersebut diucapkan kepada orang tua (acuan: lafal lengkap 'Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh' dan diucapkan saat hendak keluar rumah/berangkat sekolah atau saat masuk ke rumah/pulang sekolah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks materi serta hadis tentang membiasakan menyebarkan salam sebagai doa keselamatan serta wujud akhlak santun anak saleh kepada orang tua (10 menit).
  • Murid bersama teman sebangku mengidentifikasi 3 situasi utama pembiasaan salam kepada orang tua: (1) hendak berangkat/keluar rumah, (2) tiba/masuk ke dalam rumah, dan (3) bertemu/berpapasan dengan orang tua di rumah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagi murid secara berpasangan untuk memainkan simulasi peran 'Salam Santun untuk Ayah dan Ibu' (satu murid berperan sebagai orang tua dan satu murid berperan sebagai anak) mempraktikkan pengucapan salam secara santun (10 menit).
  • Setiap pasangan murid mempraktikkan penerapan salam dalam 3 skenario kartu: Skenario 1 'Berangkat sekolah' (mengucapkan salam secara santun sambil mencium tangan orang tua), Skenario 2 'Pulang ke rumah' (mengetuk pintu dan mengucapkan salam sebelum masuk), Skenario 3 'Menjawab salam orang tua' (menjawab salam dengan lafal yang lengkap dan santun) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara berkesadaran menceritakan perasaan dan tekad mereka dalam membiasakan mengucapkan salam secara santun kepada orang tua di rumah setiap hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap praktik pembiasaan salam santun kepada orang tua dan melakukan asesmen akhir berupa pengecekan komitmen dan pemahaman langsung (5 menit).
  • Guru membagikan lembar jurnal pembiasaan salam di rumah untuk sepekan ke depan, lalu menutup kegiatan dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan lafal salam berharakat lengkap dan teks panduan sikap santun, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario situasi tambahan saat orang tua sedang sibuk bekerja di rumah.
  • Proses: Murid yang belum percaya diri berlatih simulasi terbimbing bersama guru terlebih dahulu sebelum mempraktikkannya berpasangan.
  • Produk: Praktik penerapan salam dinilai melalui unjuk kerja langsung dengan kriteria lafal dan kesantunan sikap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai bunyi lafal salam dan penerapannya kepada orang tua (acuan jawaban: lafal lengkap 'Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh' yang berarti doa keselamatan, rahmat, dan berkah Allah; diterapkan saat berpamitan keluar rumah atau saat masuk ke dalam rumah).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja simulasi peran berpasangan 'Salam Santun untuk Ayah dan Ibu' pada 3 skenario: (1) pamit berangkat sekolah, (2) tiba pulang ke rumah, dan (3) menjawab salam orang tua. Guru mengamati ketepatan lafal salam dan kesantunan gerak/sikap anak terhadap orang tua.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan akhir pemahaman penerapan: Murid secara lisan menyebutkan komitmen tindakan salam santun kepada orang tua (acuan: mengucapkan salam dengan suara ramah/santun, mencium tangan/menundukkan badan dengan hormat, dan dilakukan konsisten setiap masuk maupun keluar rumah).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal lisan mengenai lafal dan waktu pengucapan salam kepada orang tua
  • Observasi unjuk kerja simulasi berpasangan penerapan salam secara santun kepada orang tua berdasarkan 3 skenario

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan salam santun kepada orang tuaBelum mampu mempraktikkan pengucapan salam kepada orang tua pada ketiga skenario simulasi tanpa bimbingan penuh guru.Mampu mempraktikkan pengucapan salam kepada orang tua secara tepat dan santun pada 1 dari 3 skenario yang diberikan.Mampu mempraktikkan pengucapan salam kepada orang tua secara tepat dan santun pada 2 dari 3 skenario yang diberikan secara mandiri.Mampu mempraktikkan pengucapan salam kepada orang tua secara tepat dan santun pada seluruh (3) skenario simulasi secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas bermain peran/simulasi telah efektif memfasilitasi seluruh murid untuk mempraktikkan salam secara santun kepada orang tua?
  • Bagaimana keterlibatan dan antusiasme murid selama proses pembelajaran berlangsung?

Murid:

  • Kapan saja kamu akan membiasakan mengucapkan salam secara santun kepada ayah dan ibu di rumah?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berlatih mengucapkan salam secara santun hari ini?

Pertemuan 2 — Menerapkan Akhlak terhadap Keluarga melalui Sikap Senang Menolong Saudara di Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.2 Menerapkan akhlak terhadap keluarga dengan senang menolong saudara di rumah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya tentang salam dengan sikap menyayangi keluarga di rumah melalui pertanyaan apersepsi (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan: guru menunjukkan 2 gambar kartu situasi, yaitu Kartu A: 'Adik menangis karena bukunya tercecer' dan Kartu B: 'Kakak sedang sibuk menyapu halaman sambil mengangkat ember', lalu meminta murid memilih tindakan menolong yang tepat untuk masing-masing situasi (acuan jawaban: untuk Kartu A = membantu adik memungut dan merapikan buku; untuk Kartu B = membantu kakak mengangkat ember atau mengumpulkan sampah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang bentuk-bentuk akhlak mulia kepada keluarga berupa sikap senang menolong saudara (kakak atau adik) di rumah berlandaskan niat ikhlas karena Allah Swt. (10 menit).
  • Murid mengamati 3 gambar skenario perilaku di rumah: Skenario 1 (Adik kesulitan mengambil mainan di rak tinggi), Skenario 2 (Kakak kelelahan merapikan meja makan setelah sarapan), dan Skenario 3 (Kakak sedang mengajari adik belajar membaca) (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid mengidentifikasi bentuk tindakan menolong yang tepat dari ketiga skenario tersebut (acuan: Skenario 1 = mengambilkan mainan adik dengan hati-hati; Skenario 2 = ikut mengangkat piring kotor ke tempat cuci; Skenario 3 = mendengarkan kakak dan belajar dengan tertib) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk permainan simulasi kartu tantangan peran 'Aku Penolong Saudara' yang menggembirakan (5 menit).
  • Setiap kelompok mengambil amplop berisi 4 kartu tugas situasi di rumah: Kartu 1: 'Adik menumpahkan air di lantai ruang tamu'; Kartu 2: 'Sepatu kakak kotor padahal besok harus dipakai upacara'; Kartu 3: 'Mainan berserakan di kamar tidur bersama'; Kartu 4: 'Adik kesulitan mengikat tali sepatunya saat akan berangkat mengaji' (10 menit).
  • Setiap kelompok mendemonstrasikan secara bergiliran penerapan tindakan menolong saudara untuk kartu yang diperoleh secara langsung di depan kelas (acuan tindakan benar: Kartu 1 = mengambil kain pel dan membantu mengeringkan lantai bersama adik; Kartu 2 = membawakan sikat atau membantu mengelap sepatu kakak; Kartu 3 = memasukkan mainan bersama ke dalam kotak penyimpanan; Kartu 4 = membantu memegang dan menalikan sepatu adik dengan sabar) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid untuk merenungkan perasaan mereka ketika berhasil menolong saudara di rumah dan menyadari bahwa menolong keluarga mendatangkan pahala serta kasih sayang Allah Swt. (10 menit).
  • Murid menuliskan satu komitmen sederhana penerapan menolong saudara yang akan langsung dipraktikkan di rumah hari ini pada secarik kertas refleksi (acuan kriteria komitmen: tindakan konkret menolong kakak/adik di rumah tanpa pamrih) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya membiasakan sikap tolong-menolong terhadap saudara di rumah sebagai bukti akhlak anak saleh (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas keberhasilan unjuk peran murid serta menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi bergambar konkret dengan pilihan opsi tindakan, sedangkan murid yang sudah mahir diberikan kartu narasi situasi terbuka tanpa opsi pilihan.
  • Proses: Murid yang masih ragu didampingi guru saat simulasi peran tindakan menolong saudara, sedangkan murid yang cepat memimpin pembagian peran secara mandiri.
  • Produk: Tindakan menolong saudara dapat ditunjukkan melalui peragaan gerak langsung (simulasi peran) atau menyebutkan urutan langkah tindakan menolong secara lisan bagi murid yang memiliki hambatan gerak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan awal melalui tanya jawab 2 situasi di rumah: Kartu A (Adik menangis karena buku cerita tercecer) dan Kartu B (Kakak sedang menyapu halaman sambil mengangkat ember). Kriteria ketercapaian: murid tepat menentukan tindakan menolong saudara (acuan: Kartu A = membantu adik memungut dan merapikan buku; Kartu B = membantu kakak mengangkat ember atau menyapu).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan penerapan tindakan menolong saudara selama simulasi kelompok pada 4 kartu situasi (Kartu 1: air tumpah; Kartu 2: sepatu kotor; Kartu 3: mainan berserakan; Kartu 4: mengikat tali sepatu adik). Guru menggunakan lembar observasi ketepatan tindakan menolong dan kerelaan membantu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman komitmen penerapan menolong saudara di rumah: murid menuliskan 1 tindakan konkret menolong saudara yang akan dipraktikkan hari ini (kriteria penerimaan: menyebutkan pihak yang ditolong [kakak/adik], bentuk bantuan konkret di rumah [misal: merapikan tempat tidur bersama, membantu mengambilkan barang, mengajari PR], dan bernilai tolong-menolong positif).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi peran penerapan sikap menolong saudara di rumah berdasarkan 4 kartu situasi.
  • Cek pemahaman diagnostik awal menggunakan 2 kartu situasi bergambar.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Sikap Senang Menolong Saudara di RumahBelum mampu menerapkan tindakan menolong saudara di rumah sesuai situasi simulasi (0 dari 4 kartu tugas situasi dijawab/diperagakan dengan tepat) dan memerlukan bimbingan penuh.Mulai mampu menerapkan tindakan menolong saudara di rumah dengan tepat pada 1-2 dari 4 kartu tugas situasi simulasi (Kartu 1: mengeringkan tumpahan air; Kartu 2: membantu membersihkan sepatu; Kartu 3: merapikan mainan bersama; Kartu 4: menalikan sepatu adik) dengan arahan guru.Mampu menerapkan tindakan menolong saudara di rumah secara tepat pada 3 dari 4 kartu tugas situasi simulasi secara mandiri.Mampu menerapkan tindakan menolong saudara di rumah secara tepat dan tepat sasaran pada seluruh (4) kartu tugas situasi simulasi secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas simulasi kartu tugas peran membantu seluruh murid memahami cara konkret menolong saudara di rumah?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu dalam memeragakan sikap tolong-menolong di kelompoknya?

Murid:

  • Apa tindakan menolong saudara di rumah yang paling mudah dan ingin segera kamu lakukan nanti sore?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil membantu menyelesaikan kesulitan kakak atau adikmu?

Pertemuan 3 — Menerapkan Akhlak terhadap Guru dengan Menghindari Sifat Munafik dan Akhlak terhadap Allah Swt. dengan Berbaik Sangka — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.3 Menerapkan akhlak terhadap guru dengan bersikap jujur dan menepati janji untuk menghindari sifat munafik di sekolah
  • TP 4.8.4 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya dalam membiasakan perilaku saleh pada kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Bagaimana sikap jujur jika kamu belum mengerjakan tugas guru?' (acuan: mengakui dengan jujur dan meminta maaf tanpa berdusta); (2) 'Bagaimana berbaik sangka kepada Allah saat mendapat nilai ulangan kurang memuaskan?' (acuan: meyakini ada hikmah agar lebih rajin belajar dan Allah memberi yang terbaik) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan perilaku jujur dan menepati janji kepada guru guna menghindari ciri munafik, serta membiasakan berbaik sangka kepada Allah Swt. (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati materi tentang ciri-ciri munafik (berkata dusta, mengingkari janji, berkhianat) serta cara menghindarinya melalui sikap jujur dan menepati janji kepada guru di sekolah (15 menit).
  • Murid menelaah makna berbaik sangka (husnuzan) kepada Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari, meyakini setiap ketetapan Allah memiliki kebaikan bagi hamba-Nya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan berpasangan 'Tepuk Benar/Salah Saleh': guru membacakan 4 pernyataan secara berurutan, murid bertukar peran menebak cepat 'Benar' (tindakan saleh) atau 'Salah' (tindakan tercela/munafik): (1) Mengakui terus terang kepada guru bahwa belum paham materi pecahan (Kunci: Benar); (2) Berjanji besok mengembalikan buku pinjaman dari perpustakaan guru tetapi sengaja tidak membawanya (Kunci: Salah); (3) Mengeluh dan menuduh Allah tidak adil saat hujan membatalkan piknik (Kunci: Salah); (4) Menerima hasil pemilihan ketua kelas dengan ikhlas sambil meyakini ketetapan Allah yang terbaik (Kunci: Benar) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Penerapan Akhlak yang memuat 4 studi kasus konkret: (1) Skenario A: Kamu memecahkan vas bunga di meja guru saat jam istirahat; (2) Skenario B: Guru meminta kamu menyerahkan buku catatan PR besok pagi sebelum bel berbunyi; (3) Skenario C: Kamu sudah belajar sungguh-sungguh namun nilai kuis belum sempurna; (4) Skenario D: Doamu agar menjadi juara lomba belum terwujud tahun ini. Murid menuliskan tindakan penerapan akhlak yang tepat untuk masing-masing skenario (acuan tindakan: Kasus 1 jujur melapor dan minta maaf; Kasus 2 menepati janji mengumpulkan tepat waktu; Kasus 3 berbaik sangka bahwa Allah melatih kesabaran dan tekun; Kasus 4 berbaik sangka ada waktu terbaik dari Allah dan terus berusaha) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi diri dengan menandai lembar refleksi pembiasaan jujur kepada guru dan berbaik sangka kepada Allah Swt. dalam pengalaman nyata yang pernah mereka alami (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai pentingnya jujur, menepati janji kepada guru, dan senantiasa berbaik sangka kepada Allah Swt. (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan umpan balik serta mengingatkan bahwa pertemuan berikutnya adalah pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 8 (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan bertuliskan kata kunci respon jujur dan husnuzan untuk murid yang membutuhkan scaffolding.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat terstruktur pada lembar studi kasus, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan 2 skenario kasus tambahan berjenis dilema moral di sekolah.
  • Produk: Jawaban studi kasus dapat ditulis berupa uraian kalimat singkat atau poin tindakan solutif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Bagaimana sikap jujur jika kamu belum mengerjakan tugas guru?' (Kunci acuan: Berkata jujur mengakui belum mengerjakan dan meminta maaf, tidak mengarang alasan palsu); (2) 'Bagaimana wujud berbaik sangka kepada Allah saat doa kita belum terkabul?' (Kunci acuan: Meyakini Allah pasti memberi waktu terbaik atau menggantinya dengan yang lebih baik, tidak berburuk sangka/mengeluh).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan pada permainan tantangan cepat 4 butir pernyataan 'Tepuk Benar/Salah Saleh' (acuan kunci: butir 1 Benar, butir 2 Salah, butir 3 Salah, butir 4 Benar).
  • Pemeriksaan ketepatan Lembar Kerja Mandiri 4 skenario penerapan akhlak: Skenario A (jujur melapor ke guru), Skenario B (menepati janji waktu pengumpulan), Skenario C (husnuzan pada hikmah belajar), Skenario D (husnuzan pada takdir Allah dan pantang menyerah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: murid menyebutkan satu komitmen perilaku jujur kepada guru di sekolah dan satu komitmen sikap berbaik sangka kepada Allah Swt. saat menghadapi kesulitan.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Kuis tantangan cepat 'Tepuk Benar/Salah Saleh'
  • Lembar Kerja Mandiri Studi Kasus Penerapan Akhlak terhadap Guru dan Allah Swt.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan akhlak terhadap guru dengan bersikap jujur dan menepati janji guna menghindari sifat munafik di sekolahBelum mampu menentukan tindakan jujur atau menepati janji pada skenario akhlak terhadap guru (0 skenario tepat dari skenario A dan B).Mampu menentukan tindakan jujur atau menepati janji pada 1 dari 2 skenario akhlak terhadap guru (tepat pada skenario A atau skenario B).Mampu menentukan tindakan jujur dan menepati janji pada kedua skenario akhlak terhadap guru (skenario A: jujur melapor dan meminta maaf saat berbuat salah; skenario B: menepati janji mengumpulkan tugas tepat waktu).Mampu menentukan tindakan jujur dan menepati janji pada kedua skenario (skenario A dan B) secara mandiri serta menguraikan alasan pencegahan perilaku munafik di sekolah dengan tepat.
Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya dalam membiasakan perilaku saleh pada kehidupan sehari-hariBelum mampu menentukan sikap berbaik sangka kepada Allah Swt. pada skenario yang disajikan (0 skenario tepat dari skenario C dan D).Mampu menentukan sikap berbaik sangka kepada Allah Swt. pada 1 dari 2 skenario (tepat pada skenario C atau skenario D).Mampu menentukan sikap berbaik sangka kepada Allah Swt. pada kedua skenario (skenario C: meyakini hikmah untuk giat belajar; skenario D: meyakini ketetapan terbaik Allah dan tetap tekun berdoa/berikhtiar).Mampu menentukan sikap berbaik sangka kepada Allah Swt. pada kedua skenario (skenario C dan D) secara mandiri serta konsisten mengaitkannya dengan pembiasaan perilaku saleh dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu membedakan tindakan jujur dan menepati janji dari perilaku munafik di lingkungan sekolah?
  • Bagaimana respons murid terhadap pemaknaan berbaik sangka kepada Allah Swt. saat menghadapi kegagalan atau harapan yang tertunda?

Murid:

  • Perilaku jujur apa yang sudah berhasil saya lakukan di sekolah hari ini terhadap bapak/ibu guru?
  • Bagaimana perasaan saya setelah belajar untuk selalu berprasangka baik kepada Allah Swt. dalam setiap keadaan?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.8.1 Menerapkan akhlak terhadap orang tua dengan membiasakan mengucapkan salam secara santun
  • TP 4.8.2 Menerapkan akhlak terhadap keluarga dengan senang menolong saudara di rumah
  • TP 4.8.3 Menerapkan akhlak terhadap guru dengan bersikap jujur dan menepati janji untuk menghindari sifat munafik di sekolah
  • TP 4.8.4 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya dalam membiasakan perilaku saleh pada kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran 28 murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 8 untuk mengukur ketercapaian perilaku anak saleh terhadap orang tua, keluarga, guru, dan Allah Swt. serta menjelaskan alur 3 tugas yang akan dilaksanakan secara mandiri dan tertib (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Tugas 1 (TP 2): Guru memberikan petunjuk pengumpulan artefak portofolio lembar pembiasaan menolong saudara di rumah, lalu seluruh 28 murid secara serentak mengumpulkan lembar yang telah diverifikasi (ditandatangani) oleh orang tua di meja guru untuk dinilai sesudah sesi (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 2 (TP 1): Pelaksanaan unjuk kerja simulasi bergiliran secara individual untuk murid nomor presensi 1 sampai 28 dalam mempraktikkan mengucapkan lafal salam secara santun ('Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh') dan ketepatan sikap bersalaman dengan orang tua/guru (berdiri tegak bersahabat, membungkukkan badan dengan takzim, mencium punggung tangan atau menyentuhkan tangan dengan lembut), dialokasikan 1,5 menit per murid ditambah 3 menit transisi dan pencatatan oleh guru pada lembar observasi (40 menit).
  • Tugas 3 (TP 3, 4): Pelaksanaan tes lisan dan refleksi bergiliran secara individual untuk murid nomor presensi 1 sampai 28, di mana guru mengajukan 2 pertanyaan terstruktur: (1) Skenario kejujuran dan menepati janji kepada guru di sekolah untuk menghindari sifat munafik [Soal: 'Jika kamu berjanji mengumpulkan tugas jam 8 pagi tetapi ada tugas yang belum selesai atau kamu terlambat, apa yang kamu katakan kepada gurumu agar tidak bersikap dusta dan tidak ingkar janji?' — Acuan jawaban: Berkata jujur mengakui belum selesai/terlambat, meminta maaf, tidak mengarang alasan bohong, dan segera menepati janji menyerahkannya]; (2) Pertanyaan sikap berbaik sangka kepada Allah Swt. [Soal: 'Ketika hasil ulanganmu belum memuaskan padahal kamu sudah berdoa dan belajar, bagaimana sikap berbaik sangka kepada Allah Swt. yang kamu tunjukkan?' — Acuan jawaban: Tetap bersyukur, meyakini ada hikmah/kebaikan dari Allah Swt. agar lebih giat belajar, tidak mengeluh atau menyalahkan takdir Allah Swt.], dialokasikan 1,5 menit per murid ditambah 3 menit transisi dan pencatatan oleh guru pada lembar observasi (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid merefleksikan proses pelaksanaan asesmen sumatif mandiri yang baru saja dijalani serta menegaskan komitmen istiqamah menjalankan perilaku anak saleh (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kejujuran seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif Bab 8 (2 menit).
  • Guru memimpin doa penutup majelis dan mengakhiri sesi dengan mengucapkan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan artikulasi vokal, guru memberikan waktu jeda yang tenang dan mengulang pembacaan butir pertanyaan lisan tanpa mengubah substansi indikator soal maupun kriteria penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan kelengkapan dokumen fisik portofolio lembar pembiasaan di rumah yang dibawa murid sebelum sesi sumatif dimulai (acuan: lembar terisi minimal 3 catatan tindakan menolong saudara dan ditandatangani orang tua/wali).

Proses:

  • Pencatatan langsung (real-time observation) menggunakan lembar observasi rubrik unjuk kerja simulasi salam dan tes lisan refleksi bergiliran selama kegiatan inti berlangsung.

Sumatif Bab:

  • Portofolio lembar pembiasaan di rumah dan unjuk kerja simulasi bergiliran di sekolah: Tugas 1 (TP 2): 28 murid mengumpulkan lembar pembiasaan menolong saudara di rumah yang diverifikasi orang tua pada awal sesi selama 15 menit serentak; dinilai sesudah sesi dengan rubrik artefak. Tugas 2 (TP 1): Catatan individual unjuk kerja simulasi mengucapkan salam dan bersalaman secara santun (TP 1), aspek: kesantunan lafal salam; ketepatan sikap bersalaman. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 3 menit transisi/pencatatan. Tugas 3 (TP 3, 4): Catatan individual tes lisan dan refleksi jujur serta berbaik sangka kepada Allah Swt. (TP 3, 4), aspek: kejujuran dan menepati janji; sikap berbaik sangka kepada Allah Swt. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 3 menit transisi/pencatatan.
  • penilaian lembar pembiasaan mandiri: 28 murid mengumpulkan lembar pembiasaan menolong saudara di rumah yang diverifikasi orang tua pada awal sesi selama 15 menit serentak; dinilai sesudah sesi dengan rubrik artefak. (15 menit; individual; instrumen: lembar ceklis pembiasaan tindakan menolong saudara atau anggota keluarga di lingkungan rumah)
  • unjuk kerja simulasi bergiliran: Catatan individual unjuk kerja simulasi mengucapkan salam dan bersalaman secara santun (TP 1), aspek: kesantunan lafal salam; ketepatan sikap bersalaman. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 3 menit transisi/pencatatan. (45 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja simulasi: kesantunan lafal salam dan ketepatan sikap bersalaman)
  • tes lisan dan refleksi bergiliran: Catatan individual tes lisan dan refleksi jujur serta berbaik sangka kepada Allah Swt. (TP 3, 4), aspek: kejujuran dan menepati janji; sikap berbaik sangka kepada Allah Swt. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 3 menit transisi/pencatatan. (45 menit; individual; instrumen: lembar observasi tes lisan: kejujuran dan menepati janji serta sikap berbaik sangka kepada Allah Swt.)

Sumatif:

  • Portofolio lembar pembiasaan di rumah dan unjuk kerja simulasi bergiliran di sekolah: Tugas 1 (TP 2): 28 murid mengumpulkan lembar pembiasaan menolong saudara di rumah yang diverifikasi orang tua pada awal sesi selama 15 menit serentak; dinilai sesudah sesi dengan rubrik artefak. Tugas 2 (TP 1): Catatan individual unjuk kerja simulasi mengucapkan salam dan bersalaman secara santun (TP 1), aspek: kesantunan lafal salam; ketepatan sikap bersalaman. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 3 menit transisi/pencatatan. Tugas 3 (TP 3, 4): Catatan individual tes lisan dan refleksi jujur serta berbaik sangka kepada Allah Swt. (TP 3, 4), aspek: kejujuran dan menepati janji; sikap berbaik sangka kepada Allah Swt. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 3 menit transisi/pencatatan.
  • penilaian lembar pembiasaan mandiri: 28 murid mengumpulkan lembar pembiasaan menolong saudara di rumah yang diverifikasi orang tua pada awal sesi selama 15 menit serentak; dinilai sesudah sesi dengan rubrik artefak. (15 menit; individual; instrumen: lembar ceklis pembiasaan tindakan menolong saudara atau anggota keluarga di lingkungan rumah)
  • unjuk kerja simulasi bergiliran: Catatan individual unjuk kerja simulasi mengucapkan salam dan bersalaman secara santun (TP 1), aspek: kesantunan lafal salam; ketepatan sikap bersalaman. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 3 menit transisi/pencatatan. (45 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja simulasi: kesantunan lafal salam dan ketepatan sikap bersalaman)
  • tes lisan dan refleksi bergiliran: Catatan individual tes lisan dan refleksi jujur serta berbaik sangka kepada Allah Swt. (TP 3, 4), aspek: kejujuran dan menepati janji; sikap berbaik sangka kepada Allah Swt. Jadwal: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 3 menit transisi/pencatatan. (45 menit; individual; instrumen: lembar observasi tes lisan: kejujuran dan menepati janji serta sikap berbaik sangka kepada Allah Swt.)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pembiasaan Menolong Saudara di Rumah (Tugas 1 - TP 2)Mengumpulkan lembar catatan namun tidak terisi tindakan menolong saudara dan tidak ada verifikasi tanda tangan orang tua.Mengumpulkan lembar catatan yang memuat 1-2 tindakan menolong saudara di rumah, diverifikasi orang tua, namun deskripsi tindakan belum jelas.Mengumpulkan lembar catatan yang memuat minimal 3 tindakan menolong saudara di rumah (contoh: membantu adik merapikan mainan, membantu kakak menyapu, membawakan barang saudara) secara jelas dan diverifikasi tanda tangan orang tua.Mengumpulkan lembar catatan yang memuat lebih dari 3 tindakan menolong saudara di rumah secara konsisten, terdokumentasi sangat rinci dan diverifikasi tanda tangan orang tua.
Praktik Mengucapkan Salam dan Bersalaman (Tugas 2 - TP 1)Belum mampu melafalkan salam dengan runtut serta tidak menunjukkan sikap membungkuk takzim atau bersalaman santun.Melafalkan salam secara singkat/terputus-putus dan melakukan sikap bersalaman namun masih terburu-buru atau kurang santun.Melafalkan salam secara lengkap dan santun ('Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh') serta menunjukkan sikap bersalaman yang tepat (berdiri bersahabat, membungkuk takzim, dan mencium/menyentuh tangan dengan santun) secara mandiri.Melafalkan salam lengkap dengan sangat fasih, tenang, dan santun serta mempraktikkan tata krama bersalaman yang sangat sempurna, khidmat, dan penuh rasa hormat.
Kejujuran dan Menepati Janji untuk Menghindari Munafik (Tugas 3 - TP 3)Jawaban lisan menunjukkan kecenderungan mencari alasan palsu atau tidak menunjukkan komitmen berkata jujur dan menepati janji.Jawaban lisan menyebutkan perkataan jujur tetapi belum menunjukkan komitmen untuk menepati janji mengumpulkan tugas sekolah.Jawaban lisan memenuhi 2 acuan: secara tegas menyatakan berkata jujur mengakui keadaan tanpa mengarang alasan bohong dan menyatakan komitmen segera menepati janji kepada guru di sekolah.Jawaban lisan memenuhi seluruh acuan dengan sangat mantap disertai kesadaran mendalam untuk menjauhi ciri-ciri sifat munafik di lingkungan sekolah.
Berbaik Sangka kepada Allah Swt. dalam Kehidupan Sehari-hari (Tugas 3 - TP 4)Jawaban lisan menunjukkan sikap mengeluh, menyalahkan keadaan, atau putus asa saat menghadapi hasil yang tidak memuaskan.Jawaban lisan menyatakan menerima hasil tetapi belum mengaitkannya dengan prasangka baik terhadap ketetapan hikmah Allah Swt.Jawaban lisan memenuhi 2 acuan: menyatakan tetap bersyukur dan meyakini adanya hikmah/kebaikan dari ketetapan Allah Swt. serta bertekad memperbaiki ikhtiar belajar.Jawaban lisan mencerminkan keyakinan husnuzan yang sangat kuat kepada Allah Swt. disertai sikap optimis, tawakal, dan motivasi beribadah serta belajar secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan durasi waktu untuk tes lisan dan simulasi individual 28 murid sudah berjalan efisien dan objektif?
  • Bagaimana tingkat ketercapaian pembiasaan akhlak anak saleh murid pada lingkungan keluarga dan sekolah berdasarkan bukti portofolio dan unjuk kerja hari ini?

Murid:

  • Bagian mana dari sikap anak saleh (salam, menolong, jujur, berbaik sangka) yang paling mudah dan paling menantang untuk selalu aku biasakan setiap hari?
  • Apa tekad dan janjiku kepada orang tua, guru, dan Allah Swt. setelah menyelesaikan pembelajaran Bab 8 ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
  3. Kartu skenario simulasi peran 'Salam Santun untuk Ayah dan Ibu'
  4. Lembar jurnal pembiasaan salam di rumah
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek, 2021
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek, 2021
  7. Set kartu gambar skenario situasi tolong-menolong di rumah
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
  10. Lembar Kerja Studi Kasus Perilaku Anak Saleh (Jujur, Menepati Janji, dan Berbaik Sangka kepada Allah Swt.)
  11. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021
  12. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021
  13. Lembar portofolio pembiasaan menolong saudara di rumah
  14. Lembar rubrik observasi penilaian unjuk kerja simulasi salam dan tes lisan sumatif

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.