Modul AjarBab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 7: Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 untuk Bab 7 "Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 7: Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 7

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 7 — Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 7 — Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah
Alokasi Waktu11 JP (11 x 35 menit = 385 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.7.1 Menjelaskan makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt. dan pembedaannya dengan sekadar tahu
  2. TP 4.7.2 Menjelaskan sifat-sifat yang wajib dan mustahil bagi rasul-rasul Allah Swt.
  3. TP 4.7.3 Menjelaskan tujuan diutusnya rasul-rasul Allah Swt. kepada umat manusia
  4. TP 4.7.4 Meyakini keberadaan rasul-rasul Allah Swt. melalui pengakuan keimanan dan keteladanan akhlak rasul

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa perbedaan antara sekadar mengetahui kabar dari seseorang dengan sungguh-sungguh memercayainya di dalam hati?
  2. Mengapa beriman kepada rasul-rasul Allah Swt. menuntut keyakinan hati dan bukan sekadar tahu nama-nama mereka?
  3. Mengapa para rasul Allah Swt. tidak mungkin berbuat dusta atau bodoh?
  4. Apa perbedaan sifat wajib dan sifat mustahil pada diri rasul-rasul Allah Swt.?
  5. Mengapa Allah Swt. mengutus rasul kepada umat manusia di bumi?
  6. Bagaimana cara kita membuktikan bahwa kita benar-benar meyakini adanya rasul-rasul Allah dalam kehidupan sehari-hari?
  7. Bagaimana kita membuktikan bahwa kita benar-benar beriman kepada rasul-rasul Allah Swt., bukan sekadar tahu namanya saja?
  8. Apa saja sifat mulia para rasul yang harus kita teladani dalam perkataan dan perbuatan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Makna Iman kepada Rasul-Rasul Allah Swt. dan Pembedaannya dengan Sekadar Tahu — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.7.1 Menjelaskan makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt. dan pembedaannya dengan sekadar tahu

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Murid bersama guru menyanyikan lagu rukun iman (concept song) untuk mengingat kembali urutan rukun iman keempat (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Apa arti kata iman?' (acuan: percaya/membenarkan dalam hati); (2) 'Jika temanmu bilang ada pensil di tasnya dan kamu belum melihatnya tetapi percaya, apakah itu iman atau sekadar tahu?' (acuan: iman/percaya) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui strategi analogi saku: jika teman berkata 'Di saku celanaku ada uang sepuluh ribu rupiah' lalu hati membenarkan tanpa melihat langsung, itu disebut 'percaya/iman'; namun jika sudah melihat uangnya lebih dulu dengan mata kepala lalu mendengar ucapan itu, itu dinamakan 'sekadar tahu' (10 menit).
  • Murid membaca teks ringkas tentang makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt., yaitu membenarkan dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. benar-benar mengutus para rasul sebagai teladan hidup bagi umat manusia (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan gim edukatif 'Tebak Kartu: Iman atau Sekadar Tahu?' di mana guru membacakan 4 kartu situasi berikut secara bergantian dan murid mengangkat kartu bertuliskan 'IMAN' atau 'SEKADAR TAHU': Situasi 1: Ahmad yakin nabi dan rasul adalah utusan Allah walau tidak pernah melihat wujud fisik mereka (Kunci: Iman); Situasi 2: Budi bisa menyebut 25 nama nabi karena membaca tabel di buku tetapi hatinya ragu nabi pernah diutus (Kunci: Sekadar Tahu); Situasi 3: Siti membenarkan dalam hati ajaran yang dibawa Rasulullah saw. sebagai petunjuk kebenaran (Kunci: Iman); Situasi 4: Doni hafal urutan rukun iman untuk ulangan namun tidak memercayai perintah rasul (Kunci: Sekadar Tahu) (12 menit).
  • Murid mengerjakan lembar kerja mandiri untuk menjelaskan secara tertulis: (a) arti iman kepada rasul Allah Swt. (acuan: membenarkan/meyakini dalam hati bahwa Allah mengutus rasul-rasul-Nya untuk membimbing manusia); (b) 1 perbedaan mendasar antara 'iman' dan 'sekadar tahu' berdasarkan analogi atau contoh konkret (acuan: iman melibatkan keyakinan hati dan pembenaran tanpa harus melihat langsung buktinya secara fisik, sedangkan sekadar tahu hanya sebatas informasi/pengetahuan indrawi tanpa melibatkan pembenaran hati) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mereviu kembali intisari makna iman kepada rasul dan menegaskan bahwa keimanan melahirkan ketundukan hati, bukan sekadar hafalan lisan (8 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan pengertian iman kepada rasul dan perbedaannya dengan sekadar tahu (4 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut materi untuk pertemuan berikutnya (Sifat-Sifat yang Wajib dan Mustahil bagi Rasul) dan menutup pembelajaran dengan doa hamdalah serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu analogi visual bagi murid yang membutuhkan penguatan konkret dan teks pengayaan konsep iman bagi yang cepat memahami.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan bimbingan analogi saku secara bertahap, sementara murid cepat langsung menganalisis pembedaan pada kartu situasi.
  • Produk: Penjelasan perbedaan iman dan sekadar tahu dapat diungkapkan dalam bentuk tulisan kalimat sederhana berpanduan tabel maupun paragraf utuh mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Apa arti kata iman?' (acuan: percaya/membenarkan dalam hati); (2) 'Jika temanmu bilang ada uang di sakunya dan kamu belum melihatnya namun percaya, apakah itu iman atau sekadar tahu?' (acuan: percaya/iman).

Proses:

  • Respons murid pada 4 butir kartu situasi: (1) Ahmad yakin rasul utusan Allah walau tak melihat wujudnya (Kunci: Iman); (2) Budi hafal nama nabi dari tabel namun hatinya ragu (Kunci: Sekadar tahu); (3) Siti membenarkan ajaran rasul dalam hati (Kunci: Iman); (4) Doni hafal rukun iman untuk tes tapi tak percaya perintahnya (Kunci: Sekadar tahu).
  • Pemeriksaan lembar kerja: ketepatan penjelasan arti iman kepada rasul dan penjelasan perbedaan iman dengan sekadar tahu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: 'Sebutkan satu kalimat yang membedakan orang yang beriman kepada rasul dengan orang yang hanya sekadar tahu tentang rasul!' (Kriteria penerimaan: jawaban memuat unsur bahwa beriman melibatkan keyakinan hati/pembenaran, sedangkan sekadar tahu hanya sebatas informasi di pikiran/hafalan tanpa pembenaran hati).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal pembelajaran
  • Observasi ketepatan respons pada gim 'Tebak Kartu: Iman atau Sekadar Tahu?'
  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan makna iman kepada rasul dan perbedaannya dengan sekadar tahu

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Makna Iman kepada Rasul-Rasul Allah Swt.Belum mampu menjelaskan makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt., atau jawaban keliru.Menjelaskan makna iman hanya sebatas kata 'percaya' tanpa mengaitkannya dengan rasul sebagai utusan Allah Swt.Menjelaskan makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt. secara tepat sebagai membenarkan/meyakini dalam hati bahwa Allah mengutus rasul-rasul-Nya.Menjelaskan makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt. secara lengkap dan mendalam (mencakup pembenaran hati bahwa rasul diutus Allah Swt. sebagai teladan bagi manusia) secara mandiri.
Menjelaskan Pembedaan Iman dengan Sekadar TahuBelum mampu membedakan antara iman dan sekadar tahu dalam contoh maupun penjelasan konseptual.Mampu membedakan iman dan sekadar tahu hanya jika dipandu dengan contoh analogi fisik langsung dari guru.Menjelaskan perbedaan iman dan sekadar tahu dengan tepat (iman berakar dari keyakinan hati tanpa harus melihat fisik langsung, sekadar tahu hanya penerimaan informasi/pembuktian indrawi).Menjelaskan perbedaan iman dan sekadar tahu secara tepat, runtut, dan mampu memberikan analogi/contoh pembeda baru secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi analogi saku berhasil memfasilitasi murid memahami perbedaan mendasar antara percaya (iman) dan sekadar tahu?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling membuat murid antusias dalam memahami konsep rukun iman keempat ini?

Murid:

  • Apa yang kamu pahami tentang arti beriman kepada rasul setelah belajar hari ini?
  • Mengapa kita tidak boleh hanya sekadar tahu nama rasul, tetapi juga harus memercayainya di dalam hati?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Sifat-Sifat yang Wajib dan Mustahil bagi Rasul-Rasul Allah Swt. — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.7.2 Menjelaskan sifat-sifat yang wajib dan mustahil bagi rasul-rasul Allah Swt.

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan dua pertanyaan: (1) Sebutkan 1 sifat wajib bagi rasul yang kalian ketahui beserta artinya! (acuan: sidik=jujur, amanah=terpercaya, tablig=menyampaikan, atau fatanah=cerdas); (2) Apakah rasul mungkin bersifat pelupa atau bodoh? Jelaskan alasannya! (acuan: tidak mungkin, karena sifat rasul mustahil baladah/bodoh dan selalu cerdas/fatanah dalam membimbing umat) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep 4 sifat wajib bagi rasul (sidik: jujur/benar, amanah: dapat dipercaya, tablig: menyampaikan wahyu, fatanah: cerdas/bijaksana) dan 4 sifat mustahil yang merupakan kebalikannya (kizib: bohong/dusta, khianat: tidak dapat dipercaya/berkhianat, kitman: menyembunyikan wahyu, baladah: bodoh) (15 menit).
  • Murid mempraktikkan 'Tepuk Sifat-Sifat Rasul' secara bersama-sama untuk mengingat 4 pasang sifat wajib dan mustahil beserta artinya: Sidik lawan Kizib (jujur lawan dusta), Tablig lawan Kitman (menyampaikan lawan menyembunyikan), Amanah lawan Khianat (terpercaya lawan khianat), Fatanah lawan Baladah (cerdas lawan bodoh) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan permainan kartu pasangan (make a match) yang berisi 8 kartu sifat (4 sifat wajib dan 4 sifat mustahil) dan 8 kartu arti/penjelasan (kartu sifat wajib: Sidik, Tablig, Amanah, Fatanah; kartu sifat mustahil: Kizib, Kitman, Khianat, Baladah; kartu arti: Jujur, Menyampaikan wahyu, Terpercaya, Cerdas, Dusta, Menyembunyikan wahyu, Berkhianat, Bodoh) (20 menit).
  • Setiap kelompok menyusun dan menjelaskan hasil pasangan sifat wajib, lawan sifat mustahilnya, beserta maknanya di meja kerja (20 menit).
  • Murid secara individu mengerjakan Lembar Latihan Menjelaskan Sifat Wajib dan Mustahil Rasul yang berisi 4 butir penjodohan silang dan uraian singkat: (1) Menjelaskan arti sidik dan lawannya (kizib); (2) Menjelaskan arti amanah dan lawannya (khianat); (3) Menjelaskan arti tablig dan lawannya (kitman); (4) Menjelaskan arti fatanah dan lawannya (baladah) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan intisari pembelajaran mengenai keterkaitan antara sifat wajib rasul dan mustahilnya sifat kebalikannya secara sadar dan mendalam (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung atas hasil lembar latihan dan klarifikasi konsep sifat wajib serta mustahil rasul (3 menit).
  • Guru bersama murid menutup pertemuan dengan membaca doa kafaratul majelis dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata berpola warna sama antara sifat wajib dan artinya, sedangkan murid berkemampuan cepat diberikan kartu acak tanpa kode warna.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dengan teknik tanya-jawab langsung saat memasangkan kartu, sedangkan murid yang mandiri memverifikasi mandiri pasangannya.
  • Produk: Murid dengan pemahaman dasar menjelaskan 4 pasangan sifat beserta artinya secara lisan/tulis berpanduan, sedangkan murid mahir menjelaskan disertai alasan mengapa rasul mustahil memiliki sifat-sifat kizib, khianat, kitman, dan baladah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Sebutkan 1 sifat wajib rasul beserta artinya!' (Acuan: Sidik = jujur, Amanah = dapat dipercaya, Tablig = menyampaikan, atau Fatanah = cerdas); (2) 'Apakah mungkin rasul Allah Swt. bersifat bodoh atau pelupa? Jelaskan!' (Acuan: Tidak mungkin, karena rasul mustahil bersifat baladah/bodoh dan wajib bersifat fatanah/cerdas agar mampu mengemban risalah Allah Swt.).

Proses:

  • Observasi pengerjaan Make a Match 8 kartu sifat dan 8 kartu arti (Kunci pasangan: Sidik = Jujur; Amanah = Terpercaya; Tablig = Menyampaikan wahyu; Fatanah = Cerdas; Kizib = Dusta; Khianat = Berkhianat; Kitman = Menyembunyikan wahyu; Baladah = Bodoh).
  • Pemeriksaan Lembar Latihan Menjelaskan Sifat Wajib dan Mustahil Rasul yang terdiri atas 4 butir: Butir 1 (Sidik = jujur, lawannya Kizib = dusta/bohong); Butir 2 (Amanah = dapat dipercaya, lawannya Khianat = berkhianat/curang); Butir 3 (Tablig = menyampaikan risalah, lawannya Kitman = menyembunyikan kebenaran); Butir 4 (Fatanah = cerdas/bijaksana, lawannya Baladah = bodoh/pandir).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/tertulis akhir sesi: Murid menyebutkan dan menjelaskan kembali 4 pasang sifat wajib dan mustahil rasul dengan kunci acuan: (1) Sidik (jujur) lawannya Kizib (dusta); (2) Amanah (dapat dipercaya) lawannya Khianat (berkhianat); (3) Tablig (menyampaikan) lawannya Kitman (menyembunyikan); (4) Fatanah (cerdas) lawannya Baladah (bodoh).

Formatif:

  • Penilaian proses observasi keaktifan dan ketepatan menjodohkan kartu sifat wajib dan mustahil
  • Tes tertulis formatif berupa lembar latihan menjelaskan 4 pasangan sifat wajib dan mustahil beserta artinya

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan sifat-sifat wajib dan mustahil bagi rasul-rasul Allah Swt.Mampu menjelaskan kurang dari 2 pasang sifat wajib dan mustahil rasul beserta artinya secara tepat dari 4 pasang acuan (Acuan 4 pasang: Sidik-Kizib, Amanah-Khianat, Tablig-Kitman, Fatanah-Baladah beserta artinya).Mampu menjelaskan 2 pasang sifat wajib dan mustahil rasul beserta artinya secara tepat dari 4 pasang acuan.Mampu menjelaskan 3 pasang sifat wajib dan mustahil rasul beserta artinya secara tepat dari 4 pasang acuan.Mampu menjelaskan seluruh 4 pasang sifat wajib dan mustahil rasul (Sidik-Kizib, Amanah-Khianat, Tablig-Kitman, Fatanah-Baladah) beserta artinya secara tepat dan lengkap.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan metode Make a Match dan Tepuk Sifat-Sifat Rasul efektif membantu murid memahami perbedaan sifat wajib dan mustahil rasul?
  • Bagian penjelasan mana yang masih membingungkan murid dalam membedakan antara sifat tablig/kitman dan amanah/khianat?

Murid:

  • Sifat wajib dan sifat mustahil rasul mana yang paling mudah dan paling sulit kamu ingat?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti permainan kartu sifat-sifat rasul hari ini?

Pertemuan 3 — Menjelaskan Tujuan Diutusnya Rasul-Rasul Allah Swt. dan Meyakini Keberadaannya melalui Keteladanan Akhlak Rasul — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.7.3 Menjelaskan tujuan diutusnya rasul-rasul Allah Swt. kepada umat manusia
  • TP 4.7.4 Meyakini keberadaan rasul-rasul Allah Swt. melalui pengakuan keimanan dan keteladanan akhlak rasul

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Murid dan guru menyanyikan lagu 25 Rasul (nada lagu Balonku) secara bersama-sama untuk membangkitkan suasana gembira dan mengingat nama-nama rasul (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) 'Apakah ada yang tahu apa tujuan Allah mengutus nabi dan rasul ke dunia?' (acuan: mengajak menyembah Allah/membawa kabar gembira dan peringatan/menyempurnakan akhlak), dan (2) 'Sebutkan 1 contoh tindakan nyata di sekolah yang meneladani sifat rasul!' (acuan: berkata jujur/menjaga amanah/rajin belajar) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati tayangan/bacaan tentang 3 tujuan utama diutusnya rasul: (1) Mengajak manusia menyembah Allah Swt. tanpa menyekutukan-Nya, (2) Menyampaikan kabar gembira bagi orang beriman/beramal saleh dan kabar peringatan bagi pelaku keburukan, serta (3) Menyempurnakan akhlak mulia manusia sebagaimana hadis Nabi Muhammad saw. (15 menit).
  • Guru membagikan lembar kerja telaah konsep dan mendampingi murid memahami bahwa meyakini rasul tidak cukup di lisan, melainkan dibuktikan dengan pengakuan iman dalam hati dan meneladani akhlaknya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan permainan edukatif 'Tantangan Kartu Misi Rasul': tiap pasangan menerima 4 kartu situasi nyata dan diminta mengidentifikasi tujuan rasul serta menentukan contoh tindakan keteladanan akhlak rasul yang tepat (10 menit).
  • Pasangan murid mengerjakan lembar kerja klasifikasi 4 kartu pernyataan berikut: (1) Kartu A: 'Menghindari menyembah patung atau benda keramat dan hanya beribadah kepada Allah' -> Pasangan tujuan: Mengajak menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya; (2) Kartu B: 'Menjelaskan balasan surga bagi orang rajin salat dan siksa neraka bagi yang berbuat jahat' -> Pasangan tujuan: Menyampaikan kabar gembira dan peringatan; (3) Kartu C: 'Berbicara jujur saat ulangan dan tidak menyontek' -> Pasangan tujuan: Menyempurnakan akhlak mulia (keteladanan sifat sidiq); (4) Kartu D: 'Menjaga barang titipan teman dengan baik dan mengembalikannya utuh' -> Pasangan tujuan: Menyempurnakan akhlak mulia (keteladanan sifat amanah) (15 menit).
  • Guru berkeliling mengamati proses pemecahan masalah tiap pasangan, mencatat ketercapaian, dan memberikan umpan balik langsung bila ada klasifikasi yang keliru (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri menuliskan 1 ikrar pengakuan iman pribadi dan 1 tindakan akhlak konkret yang akan dilakukan di rumah/sekolah sebagai bukti meyakini rasul pada kartu 'Cermin Akhlak Rasul' (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 3 tujuan diutusnya rasul dan wujud nyata keyakinan kepada rasul melalui akhlak terpuji (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kerja sama seluruh murid, serta mengingatkan rencana pertemuan berikutnya yaitu pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar berisi kata kunci tujuan diutusnya rasul; murid yang mahir diberikan kartu studi kasus tanpa kata kunci panduan.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipasangkan dengan teman sebaya atau dibimbing langsung oleh guru dengan pertanyaan penuntun.
  • Produk: Tingkat kedalaman rumusan tindakan akhlak pada kartu 'Cermin Akhlak Rasul': murid berkembang menyebutkan 1 tindakan konkret sederhana; murid mahir menyebutkan tindakan konkret beserta alasan keterkaitannya dengan sifat rasul.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Sebutkan alasan mengapa Allah Swt. mengutus para rasul kepada manusia! (Acuan benar: agar manusia menyembah Allah/mengenal kebaikan/memiliki akhlak mulia); (2) Sebutkan satu contoh perbuatan sehari-hari yang membuktikan bahwa kamu percaya pada rasul! (Acuan benar: berkata jujur/tidak curang/menepati janji/membantu teman).

Proses:

  • Tugas klasifikasi pasangan 4 kartu pernyataan misi rasul pada tahap Mengaplikasi dengan acuan: (1) Kartu A dipasangkan dengan tujuan mengajak menyembah Allah Swt. semata; (2) Kartu B dipasangkan dengan tujuan membawa kabar gembira dan kabar buruk/peringatan; (3) Kartu C dipasangkan dengan keteladanan akhlak rasul berupa kejujuran (sidiq); (4) Kartu D dipasangkan dengan keteladanan akhlak rasul berupa dapat dipercaya (amanah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir sesi (kartu 'Cermin Akhlak Rasul'): Murid menuliskan (1) Pengakuan keimanan bahwa rasul adalah utusan Allah yang wajib diyakini dan diteladani, dan (2) Menyebutkan minimal 2 contoh tindakan nyata sehari-hari yang meneladani akhlak rasul (Kriteria penerimaan: contoh tindakan relevan dengan kejujuran, amanah, gemar belajar, atau menyampaikan kebaikan, misal: tidak berbohong kepada orang tua dan mengembalikan sisa uang saku belanja).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja pemasangan kartu misi dan lembar kerja klasifikasi tujuan diutusnya rasul serta keteladanan akhlak
  • Penilaian lembar refleksi diri 'Cermin Akhlak Rasul'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan tujuan diutusnya rasul-rasul Allah Swt.Belum mampu menjelaskan tujuan diutusnya rasul, atau hanya menyebutkan 1 tujuan secara keliru meskipun telah dibimbing guru.Mampu menjelaskan 1 dari 3 tujuan diutusnya rasul dengan tepat (acuan: mengajak menyembah Allah, membawa kabar gembira/peringatan, atau menyempurnakan akhlak) dengan bantuan guru.Mampu menjelaskan minimal 2 dari 3 tujuan diutusnya rasul dengan tepat secara mandiri.Mampu menjelaskan seluruh 3 tujuan diutusnya rasul (mengajak menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya, menyampaikan kabar gembira dan peringatan, serta menyempurnakan akhlak mulia) secara tepat dan lengkap tanpa bantuan guru.
Meyakini keberadaan rasul melalui keteladanan akhlakBelum mampu merumuskan pengakuan keimanan maupun memberikan contoh keteladanan akhlak rasul dalam kehidupan sehari-hari.Mampu menyatakan pengakuan keimanan tetapi belum tepat mengaitkannya dengan 1 contoh tindakan nyata keteladanan akhlak rasul.Mampu menyatakan pengakuan keimanan dan memberikan minimal 1 contoh tindakan nyata keteladanan akhlak rasul secara mandiri.Mampu menyatakan pengakuan keimanan secara meyakinkan serta memberikan 2 atau lebih contoh tindakan nyata keteladanan akhlak rasul yang relevan dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu misi rasul memfasilitasi murid memahami tujuan diutusnya rasul secara aktif dan menyenangkan?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam merefleksikan keteladanan akhlak rasul pada kartu Cermin Akhlak Rasul?

Murid:

  • Apa hal paling penting yang kamu pahami tentang alasan Allah Swt. mengutus nabi dan rasul?
  • Akhlak rasul manakah yang paling ingin kamu terapkan mulai hari ini di rumah dan di sekolah?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.7.1 Menjelaskan makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt. dan pembedaannya dengan sekadar tahu
  • TP 4.7.2 Menjelaskan sifat-sifat yang wajib dan mustahil bagi rasul-rasul Allah Swt.
  • TP 4.7.3 Menjelaskan tujuan diutusnya rasul-rasul Allah Swt. kepada umat manusia
  • TP 4.7.4 Meyakini keberadaan rasul-rasul Allah Swt. melalui pengakuan keimanan dan keteladanan akhlak rasul

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memandu doa bersama, mengecek kehadiran 28 murid, serta menyiapkan suasana kelas yang tertib dan tenang untuk pelaksanaan asesmen sumatif (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan khusus untuk mengukur pencapaian seluruh tujuan pembelajaran Bab 7 Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah melalui dua tugas mandiri: Tugas 1 Tes Tertulis dan Tugas 2 Lembar Refleksi Diri (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Tugas 1 (Tes Tertulis Pemahaman Konsep Akidah TP 4.7.1, 4.7.2, 4.7.3) dan membacakan petunjuk teknis pengerjaan mandiri, mengingatkan murid untuk bekerja jujur, teliti, dan mandiri tanpa membuka buku catatan (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Sebanyak 28 murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Tugas 1 Tes Tertulis (durasi 60 menit) berisi 5 soal uraian akidah: Soal 1: 'Jelaskan perbedaan iman kepada rasul dengan sekadar tahu dan berikan contohnya!' (Kunci: Iman adalah mempercayai dan meyakini dalam hati bahwa Allah mengutus rasul disertai bukti ketaatan dan keteladanan akhlak; sekadar tahu hanya mengetahui fakta tanpa keyakinan hati dan pengamalan. Contoh: mempercayai ucapan sahabat ada uang di saku tanpa melihatnya adalah percaya, sedangkan jika sudah melihat uangnya lalu mendengar ucapan itu disebut tahu); Soal 2: 'Sebutkan 4 sifat wajib bagi rasul beserta artinya!' (Kunci: 1. As-Siddiq artinya jujur/benar, 2. Al-Amanah artinya dapat dipercaya, 3. At-Tablig artinya menyampaikan, 4. Al-Fatanah artinya cerdas); Soal 3: 'Sebutkan 4 sifat mustahil bagi rasul beserta artinya!' (Kunci: 1. Al-Kizzib artinya dusta/bohong, 2. Al-Khianah artinya berkhianat/tidak dapat dipercaya, 3. Al-Kitman artinya menyembunyikan, 4. Al-Baladah artinya bodoh); Soal 4: 'Jelaskan 3 tujuan utama Allah Swt. mengutus para rasul kepada umat manusia!' (Kunci: 1. Mengajak manusia menyembah Allah Swt. semata tanpa menyekutukan-Nya, 2. Membawa kabar gembira bagi orang beriman dan peringatan bagi orang ingkar/berbuat buruk, 3. Menyempurnakan akhlak mulia manusia); Soal 5: 'Berikan 2 contoh perilaku sehari-hari meneladani sifat wajib rasul dan 2 contoh menghindari sifat mustahil rasul!' (Kunci: Teladan wajib: berkata benar/jujur, menepati janji/menjaga titipan, giat belajar agar cerdas. Hindari mustahil: tidak berbohong/dusta, tidak berkhianat/curang, tidak malas belajar/tidak pelit ilmu). Guru berkeliling mengawasi ketertiban (55 menit).
  • Guru mengumpulkan Lembar Tugas 1, kemudian membagikan Lembar Tugas 2 (TP 4.7.4: Penilaian Diri dan Refleksi Keimanan serta Keteladanan Akhlak Rasul) yang dikerjakan murid secara mandiri selama 35 menit. Lembar berisi: Bagian A Pernyataan Pengakuan Keimanan (4 butir: 1. 'Saya meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah mengutus para rasul membawa risalah kebenaran', 2. 'Saya yakin Nabi Muhammad saw. adalah nabi dan rasul penutup', 3. 'Saya yakin sifat-sifat mulia rasul wajib kita jadikan teladan hidup', 4. 'Saya yakin ajaran para rasul menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat'); Bagian B Rencana Aksi Keteladanan Akhlak (4 aspek: 1. Teladan Siddiq: tekad selalu berkata jujur di rumah dan sekolah, 2. Teladan Amanah: tekad menjaga barang titipan dan mengerjakan tugas tepat waktu, 3. Teladan Tablig: tekad saling menasihati dalam kebaikan dengan teman, 4. Teladan Fatanah: tekad rajin belajar dan tidak putus asa mencari ilmu). Murid mengisi kolom pilihan respon dan uraian komitmen pribadi secara sungguh-sungguh (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid melakukan perenungan singkat secara hening mengenai kejujuran dan ketenangan diri selama menuntaskan asesmen, serta menyadari pentingnya mengamalkan akhlak para rasul dalam perbuatan nyata sehari-hari (2 menit).

Penutup:

  • Semua lembar kerja Tugas 1 dan Tugas 2 dikumpulkan secara tertib per baris ke meja guru untuk dinilai menggunakan pedoman penskoran analitik dan rubrik refleksi (2 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kejujuran, dan kemandirian murid sepanjang asesmen, menyampaikan kesimpulan penutup pembelajaran Bab 7, memandu doa syukur penutup majelis, dan menutup dengan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks lembar soal disajikan dengan keterbacaan font jelas dan ruang tulis memadai bagi seluruh murid tanpa mengubah bobot kompetensi yang diuji.
  • Proses: Akomodasi akses: guru memberikan pendampingan teknis pembacaan petunjuk soal bagi murid yang mengalami kesulitan membaca mandiri tanpa memberi petunjuk kunci jawaban.
  • Produk: Bentuk tugas seragam berupa tes tertulis dan lembar penilaian diri refleksi individual sesuai acuan ATP sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman petunjuk pengerjaan asesmen sumatif mandiri tanpa membuka buku catatan.

Proses:

  • Pemantauan kemandirian, kejujuran, dan kepatuhan murid terhadap instruksi selama 60 menit Tugas 1 dan 35 menit Tugas 2 berlangsung.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis pemahaman akidah dan lembar penilaian diri refleksi keimanan serta keteladanan akhlak rasul: Tugas 1 (TP 1, TP 2, TP 3): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis mandiri secara serentak selama 65 menit; guru memberi instruksi dan mengawasi. Hasil lembar kerja dinilai sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik, bukan observasi lisan individual. Tugas 2 (TP 4): 28 murid secara serentak mengisi lembar refleksi dan penilaian diri pengakuan keimanan serta tekad meneladani akhlak rasul selama 40 menit; artefak lembar refleksi diperiksa dan dinilai sesudah kegiatan menggunakan lembar cek dan rubrik refleksi diri individual.
  • tes tertulis pemahaman konsep: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis mandiri secara serentak selama 65 menit; guru memberi instruksi dan mengawasi. Hasil lembar kerja dinilai sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik, bukan observasi lisan individual. (65 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
  • penilaian diri dan lembar refleksi: 28 murid secara serentak mengisi lembar refleksi dan penilaian diri pengakuan keimanan serta tekad meneladani akhlak rasul selama 40 menit; artefak lembar refleksi diperiksa dan dinilai sesudah kegiatan menggunakan lembar cek dan rubrik refleksi diri individual. (40 menit; individual; instrumen: lembar cek dan rubrik penilaian diri/refleksi)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis pemahaman akidah dan lembar penilaian diri refleksi keimanan serta keteladanan akhlak rasul: Tugas 1 (TP 1, TP 2, TP 3): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis mandiri secara serentak selama 65 menit; guru memberi instruksi dan mengawasi. Hasil lembar kerja dinilai sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik, bukan observasi lisan individual. Tugas 2 (TP 4): 28 murid secara serentak mengisi lembar refleksi dan penilaian diri pengakuan keimanan serta tekad meneladani akhlak rasul selama 40 menit; artefak lembar refleksi diperiksa dan dinilai sesudah kegiatan menggunakan lembar cek dan rubrik refleksi diri individual.
  • tes tertulis pemahaman konsep: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis mandiri secara serentak selama 65 menit; guru memberi instruksi dan mengawasi. Hasil lembar kerja dinilai sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik, bukan observasi lisan individual. (65 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
  • penilaian diri dan lembar refleksi: 28 murid secara serentak mengisi lembar refleksi dan penilaian diri pengakuan keimanan serta tekad meneladani akhlak rasul selama 40 menit; artefak lembar refleksi diperiksa dan dinilai sesudah kegiatan menggunakan lembar cek dan rubrik refleksi diri individual. (40 menit; individual; instrumen: lembar cek dan rubrik penilaian diri/refleksi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Makna Iman dan Pembedaannya dengan Sekadar Tahu (TP 4.7.1 - Tugas 1 Soal 1)Belum mampu membedakan makna iman kepada rasul dengan sekadar tahu serta contohnya keliru atau kosong.Menjelaskan sebagian makna iman atau sekadar tahu, namun belum mampu memberikan contoh analogi perbedaan keduanya secara tepat.Menjelaskan makna iman kepada rasul (percaya dalam hati disertai pembuktian amal) dan pembedaannya dengan sekadar tahu (mengetahui informasi tanpa penghayatan keyakinan) disertai contoh yang tepat sesuai acuan materi.Menjelaskan makna iman dan pembedaannya dengan sekadar tahu secara sangat komprehensif, runtut, tepat sesuai acuan, dan mengaitkannya dengan kesadaran ketaatan batin secara mandiri.
Penjelasan Sifat Wajib dan Sifat Mustahil Rasul (TP 4.7.2 - Tugas 1 Soal 2 & 3)Menyebutkan kurang dari 2 pasang sifat wajib dan mustahil bagi rasul dengan arti yang kurang tepat.Menyebutkan 2-3 sifat wajib (siddiq, amanah, tablig, fatanah) dan sifat mustahil (kizzib, khianah, kitman, baladah) beserta artinya secara tepat.Menyebutkan lengkap seluruh 4 sifat wajib (siddiq, amanah, tablig, fatanah) dan seluruh 4 sifat mustahil (kizzib, khianah, kitman, baladah) beserta artinya secara tepat sesuai daftar acuan materi.Menyebutkan lengkap seluruh 4 sifat wajib dan 4 sifat mustahil beserta artinya secara tepat, runtut pasangan lawannya, serta memberikan contoh perwujudannya secara jelas.
Penjelasan Tujuan Diutusnya Rasul (TP 4.7.3 - Tugas 1 Soal 4)Menjelaskan hanya 1 tujuan diutusnya rasul atau penjelasan tidak relevan dengan ajaran tauhid dan akhlak.Menjelaskan 2 dari 3 tujuan diutusnya rasul kepada umat manusia secara tepat sesuai acuan materi.Menjelaskan lengkap seluruh 3 tujuan diutusnya rasul (mengajak menyembah Allah Swt. semata, membawa kabar gembira dan peringatan, serta menyempurnakan akhlak manusia) secara tepat sesuai daftar acuan materi.Menjelaskan lengkap seluruh 3 tujuan diutusnya rasul secara tepat, runtut, mendalam, dan menghubungkannya dengan alasan pengangkatan rasul karena kemuliaan akhlaknya.
Pengakuan Keimanan dan Keteladanan Akhlak Rasul (TP 4.7.4 - Tugas 2 Bagian A & B)Mengisi sebagian pernyataan pengakuan keimanan, namun belum merumuskan komitmen rencana aksi keteladanan akhlak rasul secara nyata.Mengisi lengkap 4 pernyataan pengakuan keimanan dan menuliskan rencana aksi keteladanan untuk 1-2 sifat rasul (siddiq/amanah/tablig/fatanah) secara sederhana.Mengisi lengkap seluruh 4 butir pengakuan keimanan dengan mantap dan merumuskan rencana aksi keteladanan untuk seluruh 4 sifat rasul (jujur, amanah, tablig, cerdas) dalam kehidupan sehari-hari secara konkret sesuai acuan lembar refleksi.Mengisi lengkap seluruh 4 butir pengakuan keimanan dengan penuh penghayatan serta merumuskan rencana aksi keteladanan seluruh 4 sifat rasul secara mendalam, realistis, dan disertai langkah pembiasaan diri mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 60 menit untuk tes tertulis dan 35 menit untuk refleksi diri berjalan efektif dan mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagaimana tingkat pemahaman murid terhadap perbedaan makna beriman dengan sekadar tahu berdasarkan analisis hasil jawaban Tugas 1?
  • Apakah murid menunjukkan komitmen yang tulus dalam merumuskan rencana aksi keteladanan akhlak rasul pada Tugas 2?

Murid:

  • Bagian soal mana yang paling mudah dan paling menantang untuk saya jawab hari ini?
  • Apakah saya telah mengerjakan asesmen ini dengan jujur dan mandiri sesuai teladan sifat siddiq dan amanah rasul?
  • Apa tekad utama saya dalam meneladani akhlak mulia rasul Allah Swt. mulai hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
  3. Set kartu situasi 'Tebak Kartu: Iman atau Sekadar Tahu?'
  4. Teks analogi makna iman
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI 2021
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI 2021
  7. Hand out Tepuk Sifat-Sifat Rasul
  8. Kartu Pasangan Sifat Rasul (Matching Cards) 4 sifat wajib, 4 sifat mustahil, dan 8 artinya
  9. Teks lirik lagu 25 Rasul (nada Balonku)
  10. Set 4 Kartu Pernyataan Tantangan Misi Rasul
  11. Kartu Refleksi Cermin Akhlak Rasul
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV Kemendikbudristek 2021 (Bab 7 hlm. 169-184)
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV Kemendikbudristek 2021 (Bab 7 hlm. 119-128)
  14. Lembar Asesmen Sumatif Bab 7 Tugas 1 (Tes Tertulis Pemahaman Konsep Akidah)
  15. Lembar Asesmen Sumatif Bab 7 Tugas 2 (Penilaian Diri dan Refleksi Pengakuan Keimanan serta Keteladanan Akhlak Rasul)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.