Modul AjarPertemuan 4Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Membaca dan Menulis Hadis tentang Silaturahmi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Membaca dan Menulis Hadis tentang Silaturahmi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Membaca dan Menulis Hadis tentang Silaturahmi

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 6 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Membaca dan Menulis Hadis tentang Silaturahmi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMembaca dan Menulis Hadis tentang Silaturahmi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membaca hadis tentang silaturahmi dengan baik dan benar sesuai makhraj dan tajwid.
  2. Murid dapat menulis hadis tentang silaturahmi dengan baik dan benar sesuai kaidah penulisan Arab.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian pernah mengunjungi saudara atau teman yang sudah lama tidak bertemu? Bagaimana perasaan kalian saat itu?
  2. Menurut kalian, apa yang diperintahkan Nabi Muhammad ﷺ kepada kita mengenai hubungan dengan sesama manusia?
  3. Mengapa penting bagi seorang Muslim untuk menjaga silaturahmi, dan apa yang Allah janjikan bagi yang melakukannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajukan pertanyaan lisan singkat — 'Siapa yang sudah pernah mendengar hadis tentang silaturahmi? Coba ceritakan sedikit isinya!' untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara hangat dan mengundang murid untuk berbagi pengalaman singkat tentang silaturahmi.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: membaca dan menulis hadis tentang silaturahmi dengan baik dan benar.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan teks hadis tentang silaturahmi di papan tulis atau kartu besar: 'وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ...' (HR. Muttafaq 'alaih dari Abu Hurairah r.a.).
  • Guru membacakan hadis dengan jelas, memerhatikan makhraj dan tajwid, sambil murid menyimak dan memperhatikan setiap kata.
  • Guru menjelaskan makna setiap penggalan hadis secara singkat menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak kelas 4, disertai contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru meminta murid memperhatikan penulisan kata-kata Arab pada hadis dan menunjukkan cara penulisannya dari kanan ke kiri beserta kaidah dasar penulisan huruf Arab bersambung.
  • Murid diberikan waktu untuk mengamati teks hadis secara seksama dan bertanya jika ada kata atau huruf yang belum dipahami.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Latihan Membaca — Guru membaca hadis kembali penggalan demi penggalan, murid menirukan secara klasikal dengan suara lantang (metode talaqqi sederhana).
  • Latihan Membaca Berpasangan — Murid berpasangan: satu membaca, satu menyimak dan memberi tanda pada kartu cetakan jika ada kesalahan makhraj, kemudian bergantian peran.
  • Latihan Membaca Mandiri — Beberapa murid secara bergantian membaca hadis di depan kelas; guru dan teman lain memberikan umpan balik positif dan korektif.
  • Latihan Menulis — Guru mencontohkan penulisan hadis kata per kata di papan tulis dengan pelan, menjelaskan bentuk huruf bersambung dan arah penulisan.
  • Murid menyalin hadis di buku tulis mereka mengikuti contoh di papan tulis, dimulai dari kata pertama hingga selesai, dengan memperhatikan kaidah penulisan Arab.
  • Guru berkeliling memantau tulisan murid, memberikan bimbingan langsung kepada yang membutuhkan, dan memberi pujian atas usaha yang ditunjukkan.
  • Murid yang sudah selesai menulis diminta mencocokkan tulisan mereka dengan teks asli di papan tulis dan memperbaiki jika ada yang kurang tepat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diminta menutup buku dan mencoba membaca hadis sekali lagi dari ingatan dengan bantuan teks di papan (membaca bersama-sama pelan-pelan).
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif: 'Kata mana yang paling sulit kamu baca tadi? Bagaimana cara kamu mengatasinya?' untuk mendorong kesadaran diri atas proses belajar.
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif tentang tulisan: 'Apakah tulisan Arabmu hari ini sudah lebih rapi dari sebelumnya? Apa yang ingin kamu perbaiki?'
  • Murid mengisi kartu refleksi diri singkat (dibagikan guru): memberi tanda centang pada kolom 'Aku sudah bisa membaca hadis' dan 'Aku sudah bisa menulis hadis', serta menuliskan satu hal yang masih ingin mereka pelajari.
  • Guru menghubungkan isi hadis dengan nilai silaturahmi dalam kehidupan nyata: 'Sekarang kalian sudah bisa membaca dan menulis hadis ini — bagaimana kalian akan mempraktikkan pesan hadis ini minggu ini?'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: hadis tentang silaturahmi, cara membacanya yang benar, dan cara menulisnya sesuai kaidah Arab.
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: meminta 2–3 murid membaca hadis secara individual dan mengumpulkan buku tulis untuk diperiksa hasil tulisan hadis.
  • Guru memberikan umpan balik positif dan mengingatkan murid untuk berlatih membaca hadis ini di rumah bersama orang tua.
  • Guru menyampaikan pesan moral: menjaga silaturahmi adalah perintah Nabi ﷺ yang harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar membaca dapat diberikan teks hadis lengkap termasuk sanad pendek; murid yang masih kesulitan diberikan kartu hadis dengan harakat lengkap dan warna berbeda per penggalan untuk memudahkan membaca.
  • Proses: Murid yang cepat dapat langsung berpasangan dan saling menyimak bacaan secara mandiri; murid yang membutuhkan dukungan lebih dibimbing guru atau teman sebaya dalam kelompok kecil selama latihan membaca dan menulis.
  • Produk: Murid yang sudah mampu dapat menulis hadis tanpa melihat contoh (dari ingatan); murid yang masih berkembang diperbolehkan menyalin dengan melihat teks di papan tulis atau kartu hadis yang disediakan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pembelajaran: 'Siapa yang sudah pernah mendengar hadis tentang silaturahmi? Coba ceritakan sedikit isinya!' — untuk mengetahui pengetahuan awal dan pengalaman murid dengan hadis tersebut.
  • Guru meminta murid menunjukkan jari: 'Siapa yang sudah pernah membaca tulisan Arab sebelumnya? Siapa yang sudah bisa menulis huruf Arab bersambung?' — sebagai pemetaan cepat kemampuan awal.

Proses:

  • Observasi saat latihan membaca berpasangan: guru mencatat murid yang masih kesulitan pada makhraj huruf tertentu (misalnya ح, خ, ع, غ) untuk diberi bimbingan tambahan.
  • Pemantauan saat menulis: guru berkeliling dan memberikan umpan balik langsung tentang arah penulisan, sambungan huruf, dan kelengkapan harakat.
  • Penilaian sejawat saat membaca berpasangan: teman pasangan memberi tanda pada kartu jika ada pengucapan yang perlu diperbaiki, mendorong pembelajaran kolaboratif dan berkesadaran.

Akhir:

  • Tes membaca individual: masing-masing murid membaca hadis di hadapan guru; guru menilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan ketepatan makhraj dan tajwid.
  • Pengumpulan buku tulis: guru memeriksa hasil tulisan hadis murid dan menilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan kaidah penulisan Arab (arah, bentuk huruf, harakat).

Formatif:

  • Observasi guru saat murid membaca hadis secara berpasangan dan individual — fokus pada ketepatan makhraj dan tajwid.
  • Pemantauan langsung saat murid menulis hadis — guru berkeliling dan mencatat kesulitan yang muncul.
  • Kartu refleksi diri murid sebagai asesmen diri (assessment as learning) tentang kemampuan membaca dan menulis hadis.

Sumatif:

  • Membaca hadis secara individual di depan guru — dinilai menggunakan rubrik membaca (makhraj dan tajwid).
  • Mengumpulkan hasil tulisan hadis di buku tulis — dinilai menggunakan rubrik menulis (kaidah penulisan Arab).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca Hadis (Makhraj)Murid belum dapat melafalkan huruf-huruf Arab dalam hadis sesuai makhrajnya; banyak huruf yang diucapkan keliru sehingga maknanya berubah.Murid dapat melafalkan sebagian huruf sesuai makhraj dengan benar, namun masih banyak kesalahan pada huruf-huruf tenggorokan dan huruf yang mirip (misalnya س/ش, ح/خ).Murid dapat melafalkan sebagian besar huruf dalam hadis sesuai makhraj dengan benar; kesalahan hanya terjadi pada 1–2 huruf tertentu.Murid dapat melafalkan seluruh huruf dalam hadis sesuai makhrajnya dengan tepat dan konsisten tanpa bantuan.
Membaca Hadis (Tajwid)Murid belum menerapkan kaidah tajwid dasar; bacaan terdengar terputus-putus dan tidak mengikuti harakat yang ada.Murid mulai menerapkan beberapa kaidah tajwid (misalnya membaca harakat dengan benar) namun masih banyak yang terlewat atau keliru.Murid menerapkan sebagian besar kaidah tajwid dengan benar; hanya ada 1–2 kesalahan kecil yang tidak mengubah makna.Murid menerapkan kaidah tajwid dengan benar dan lancar pada seluruh bacaan hadis, termasuk panjang-pendek dan tanda waqaf.
Menulis Hadis (Kaidah Penulisan Arab)Murid belum dapat menulis huruf Arab hadis dengan benar; huruf berdiri sendiri tidak tersambung atau arah penulisan terbalik (dari kiri ke kanan).Murid menulis huruf Arab dari kanan ke kiri namun banyak sambungan huruf yang salah atau huruf yang tidak sesuai bentuknya.Murid menulis hadis dari kanan ke kiri dengan sambungan huruf yang sebagian besar benar; ada beberapa harakat yang kurang lengkap atau bentuk huruf yang perlu diperbaiki.Murid menulis hadis secara lengkap dari kanan ke kiri dengan sambungan huruf, bentuk huruf, dan harakat yang benar dan rapi.
Kemandirian dan PartisipasiMurid tidak aktif mengikuti kegiatan; perlu dorongan terus-menerus dari guru untuk membaca atau menulis.Murid mengikuti kegiatan dengan dorongan sesekali dari guru; mulai mau mencoba membaca dan menulis walau ragu-ragu.Murid aktif mengikuti kegiatan membaca dan menulis secara mandiri; sesekali bertanya jika menemui kesulitan.Murid sangat aktif, mandiri, dan antusias dalam seluruh kegiatan membaca dan menulis; membantu teman yang kesulitan dengan sukarela.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berlatih membaca hadis secara individual? Bagaimana saya dapat meningkatkannya pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah metode talaqqi berpasangan efektif membantu murid memperbaiki makhraj mereka? Perbaikan apa yang perlu saya lakukan?
  • Apakah alokasi waktu antara kegiatan membaca dan menulis sudah seimbang? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Murid mana yang masih membutuhkan bimbingan tambahan dalam membaca atau menulis hadis, dan tindak lanjut apa yang akan saya ambil?

Refleksi Murid:

  • Sudahkah kamu bisa membaca hadis tentang silaturahmi dengan benar hari ini? Bagian mana yang masih terasa sulit?
  • Sudahkah kamu bisa menulis hadis tentang silaturahmi dengan rapi hari ini? Huruf mana yang perlu kamu latih lebih banyak?
  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang pentingnya silaturahmi? Bagaimana kamu akan mempraktikkannya di rumah atau di sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Kemendikbudristek)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Kemendikbudristek)
  3. Kartu teks hadis berukuran besar (dicetak atau ditulis guru di karton) dengan harakat lengkap
  4. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan teks hadis beserta contoh penulisan huruf Arab
  5. Kartu refleksi diri murid (disiapkan guru berupa lembar isian sederhana)
  6. Buku tulis bergaris atau buku khusus latihan menulis Arab murid
  7. Al-Qur'an (sebagai referensi tambahan jika diperlukan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.