Modul AjarPertemuan 3Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Menulis dan Menghafal Q.S. At-Tīn

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Menulis dan Menghafal Q.S. At-Tīn". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Menulis dan Menghafal Q.S. At-Tīn

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 6 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menulis dan Menghafal Q.S. At-Tīn

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenulis dan Menghafal Q.S. At-Tīn
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menulis ayat-ayat Q.S. At-Tīn dengan baik dan benar sesuai kaidah penulisan Arab (dari kanan ke kiri, huruf bersambung, harakat lengkap).
  2. Murid dapat menghafal Q.S. At-Tīn secara lancar menggunakan metode talqin, tikrar, dan muraja'ah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian pernah menulis huruf Arab sebelumnya? Apa yang terasa berbeda dibanding menulis huruf Latin?
  2. Kalau kalian ingin menghafal sebuah lagu baru, apa cara yang biasa kalian lakukan? Bagaimana caranya agar hafalan tidak mudah lupa?
  3. Mengapa penting bagi kita sebagai Muslim untuk bisa menulis dan menghafal ayat-ayat Al-Qur'an?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengkondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta murid menuliskan satu huruf Arab di udara menggunakan jari (tanpa alat tulis) untuk mengetahui kesiapan motorik halus, lalu bertanya lisan: 'Siapa yang sudah pernah mencoba menulis bismillah di rumah? Siapa yang sudah hafal beberapa ayat At-Tīn?'
  • Guru mencatat respons murid sebagai pemetaan awal: kelompok yang sudah familiar dengan tulisan Arab dan yang belum.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menulis Q.S. At-Tīn dengan benar dan menghafal Q.S. At-Tīn menggunakan metode talqin, tikrar, dan muraja'ah.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan tulisan Q.S. At-Tīn di papan tulis atau layar proyektor dengan jelas, ayat demi ayat (8 ayat).
  • Guru menjelaskan aturan dasar penulisan Arab: dimulai dari kanan ke kiri, huruf bersambung, harakat (fathah, kasrah, dhammah, sukun, tasydid) harus ditulis lengkap.
  • Guru membacakan setiap ayat dengan lantang (talqin), murid mendengarkan dengan penuh perhatian sambil melihat teks — guru menunjuk setiap kata yang sedang dibaca.
  • Murid mengikuti bacaan guru bersama-sama (koor) ayat per ayat sebanyak 2 putaran untuk memastikan pelafalan sebelum menulis.
  • Guru meminta murid memperhatikan bentuk huruf-huruf yang sering muncul di Q.S. At-Tīn, misalnya huruf ن (nun), ت (ta), dan ل (lam), serta cara penyambungannya.
  • Guru bertanya: 'Huruf apa yang menurut kalian paling sering muncul di surah ini?' — murid merespons (mendorong kesadaran terhadap teks).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • KEGIATAN MENULIS: Guru membagikan lembar latihan menulis berisi garis panduan tulisan Arab (atau murid menggunakan buku tulis).
  • Guru mencontohkan cara memegang pena/pensil dan posisi kertas yang benar untuk menulis Arab.
  • Murid menulis Q.S. At-Tīn ayat per ayat secara berurutan (ayat 1 sampai 8). Guru menyarankan menulis setiap ayat minimal 2 kali.
  • Selama kegiatan menulis, guru berkeliling kelas dan memberikan bimbingan individual: memeriksa arah tulisan, sambungan huruf, dan kelengkapan harakat.
  • Diferensiasi proses: Murid yang sudah lancar menulis Arab diminta menulis tanpa melihat contoh (mandiri); murid yang masih kesulitan diberi kartu contoh tulisan ayat yang bisa ditiru.
  • KEGIATAN MENGHAFAL (Tikrar): Setelah selesai menulis, murid menutup buku/lembar tulisan. Guru membacakan ayat 1 (talqin), murid mengulang (tikrar) bersama-sama 10 kali. Lanjut ayat 2 dengan cara yang sama.
  • Guru membimbing murid menggabungkan hafalan ayat 1 dan 2 bersama-sama (muraja'ah parsial).
  • Lanjutkan proses yang sama untuk ayat 3 dan 4, kemudian muraja'ah gabungan ayat 1–4.
  • Lanjutkan untuk ayat 5–8, kemudian muraja'ah seluruh surah dari ayat 1–8.
  • Kegiatan hafalan berpasangan (Kolaborasi): Murid berpasangan. Satu murid membacakan hafalan, pasangannya menyimak sambil melihat teks dan memberi tanda jika ada yang keliru, lalu bergantian (tasmi' sederhana).
  • Beberapa pasangan atau murid sukarela diminta menunjukkan hafalannya di depan kelas.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka kembali hasil tulisan mereka dan memeriksa sendiri: 'Apakah arah tulisanmu sudah dari kanan ke kiri? Apakah harakat sudah lengkap? Adakah huruf yang perlu diperbaiki?'
  • Murid menandai dengan pensil bagian tulisan yang menurut mereka perlu diperbaiki (penilaian diri).
  • Guru memimpin refleksi lisan dengan pertanyaan: 'Ayat mana yang paling mudah kalian tulis? Ayat mana yang paling susah dihafal? Mengapa?'
  • Murid menuliskan di pojok lembar kerja mereka: satu kalimat tentang perasaan mereka setelah berhasil menulis dan menghafal surah At-Tīn hari ini.
  • Guru menegaskan makna dari kegiatan hari ini: bahwa menulis dan menghafal Al-Qur'an adalah bentuk kecintaan kita kepada Allah Swt. dan menjaga firman-Nya.

Penutup:

  • Guru mengajak murid muraja'ah terakhir: membaca Q.S. At-Tīn bersama-sama dari awal hingga akhir sebagai penutup kegiatan hafalan.
  • Asesmen Akhir: Guru melakukan tes hafalan singkat secara acak — memanggil 3–5 nama murid untuk melanjutkan hafalan dari ayat yang guru tunjuk (spot-check hafalan lisan).
  • Guru juga mengumpulkan lembar tulisan murid untuk diperiksa sebagai asesmen produk tulis.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha menulis dan menghafal hari ini.
  • Guru menginformasikan tugas rumah: latih hafalan Q.S. At-Tīn bersama orang tua (boleh direkam video) dan perbaiki tulisan yang sudah ditandai.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memiliki dasar tulisan Arab yang baik diberikan tantangan tambahan: menulis Q.S. At-Tīn tanpa harakat, kemudian melengkapi harakat secara mandiri dari ingatan.
  • Proses: Murid yang mengalami kesulitan menulis Arab diberikan kartu tracing (kartu dengan tulisan Arab tipis yang bisa ditelusuri dengan pena) dan didampingi guru lebih intensif. Untuk hafalan, murid yang lambat boleh memulai dari menghafal ayat 1–4 terlebih dahulu, sementara yang cepat melanjutkan ke ayat 5–8.
  • Produk: Murid yang sudah lancar menulis dan menghafal dapat membuat kartu hafalan mini (flash card) dengan tulisan Q.S. At-Tīn ayat per ayat, yang bisa digunakan oleh teman-temannya sebagai media belajar bersama.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menulis huruf Arab di udara menggunakan jari untuk mengecek kesiapan motorik halus.
  • Guru bertanya lisan: 'Siapa yang sudah pernah menulis bismillah? Siapa yang sudah hafal beberapa ayat Q.S. At-Tīn?' — untuk memetakan murid ke dalam kelompok: sudah familiar, baru mengenal, atau belum pernah sama sekali.
  • Guru meminta 2–3 murid membacakan Q.S. At-Tīn dari ingatannya (jika ada yang sudah hafal) sebagai gambaran kemampuan awal.

Proses:

  • Observasi berkeliling kelas: guru memperhatikan cara murid memegang alat tulis, arah penulisan, dan sambungan huruf Arab saat kegiatan menulis berlangsung.
  • Tanya-jawab lisan selama penjelasan: guru mengajukan pertanyaan tentang aturan penulisan Arab untuk mengecek pemahaman.
  • Monitoring hafalan berpasangan: guru mendengarkan dan mencatat murid yang masih mengalami kesulitan pada ayat tertentu.
  • Penilaian diri murid: murid menandai bagian tulisan yang perlu diperbaiki dan menyampaikan refleksi lisan tentang ayat yang paling susah dihafal.

Akhir:

  • Tes hafalan lisan spot-check: guru memanggil 3–5 murid secara acak dan meminta mereka meneruskan hafalan dari ayat yang ditunjuk, dinilai menggunakan rubrik hafalan 4 level.
  • Pengumpulan lembar tulisan Q.S. At-Tīn: guru memeriksa hasil tulisan menggunakan rubrik menulis Arab (arah tulisan, sambungan huruf, kelengkapan harakat, kerapian).
  • Murid yang tidak sempat tes hafalan di kelas diberi opsi mengirimkan video hafalan bersama orang tua dari rumah sebagai tugas lanjutan.

Formatif:

  • Observasi langsung oleh guru saat murid menulis: ketepatan arah tulisan, sambungan huruf, dan kelengkapan harakat.
  • Pendengaran (monitoring) saat latihan hafalan berpasangan: kelancaran dan ketepatan pelafalan ayat.
  • Penilaian diri murid terhadap hasil tulisan mereka sendiri (self-assessment dengan menandai bagian yang perlu diperbaiki).
  • Penilaian sejawat saat kegiatan hafalan berpasangan (peer-assessment: mitra menyimak dan memberi tanda jika ada yang keliru).

Sumatif:

  • Tes hafalan lisan spot-check di akhir pembelajaran: murid melanjutkan hafalan dari ayat yang ditunjuk guru secara acak.
  • Produk lembar tulisan Q.S. At-Tīn yang dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik menulis Arab.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menulis Q.S. At-Tīn (Arah dan Kaidah Penulisan Arab)Murid menulis dari kiri ke kanan atau arah tidak konsisten; banyak huruf tidak bersambung; harakat tidak ditulis sama sekali.Murid menulis dari kanan ke kiri namun belum konsisten; beberapa huruf bersambung tetapi banyak yang terputus; harakat ditulis sebagian (kurang dari separuh ayat).Murid menulis dari kanan ke kiri dengan konsisten; sebagian besar huruf bersambung dengan benar; harakat ditulis lengkap pada lebih dari separuh ayat meskipun ada beberapa yang kurang tepat posisinya.Murid menulis seluruh Q.S. At-Tīn dari kanan ke kiri dengan konsisten; semua huruf bersambung dengan benar sesuai kaidah; harakat ditulis lengkap dan tepat pada seluruh ayat; tulisan rapi dan mudah dibaca.
Menulis Q.S. At-Tīn (Kelengkapan dan Kerapian)Murid hanya menulis 1–2 ayat atau tidak menyelesaikan tulisan; tulisan sangat tidak rapi sehingga sulit dibaca.Murid menulis 3–5 ayat; tulisan kurang rapi dengan ukuran huruf yang tidak konsisten.Murid menulis 6–7 ayat dengan cukup rapi; ukuran huruf relatif konsisten meski ada beberapa bagian yang kurang proporsional.Murid menulis seluruh 8 ayat Q.S. At-Tīn dengan rapi; ukuran huruf konsisten dan proporsional; hasil tulisan bersih dan mudah dibaca.
Menghafal Q.S. At-Tīn (Kelancaran)Murid hanya mampu mengulang 1–2 ayat bersama teman atau tidak mampu melafalkan hafalan secara mandiri sama sekali.Murid mampu menghafal 3–4 ayat Q.S. At-Tīn namun sering berhenti, terbata-bata, atau membutuhkan bantuan banyak dari guru/teman.Murid mampu menghafal 5–7 ayat Q.S. At-Tīn dengan cukup lancar; ada 1–2 ayat yang masih perlu diingatkan atau ada jeda yang cukup lama.Murid mampu menghafal seluruh Q.S. At-Tīn (8 ayat) dari awal hingga akhir secara lancar tanpa bantuan; pelafalan sesuai dengan bacaan yang telah dilatihkan.
Menghafal Q.S. At-Tīn (Ketepatan Pelafalan)Pelafalan banyak yang keliru; lebih dari separuh kata dilafalkan tidak sesuai dengan contoh guru.Pelafalan sebagian benar; terdapat beberapa kesalahan pada kata-kata yang panjang atau ayat yang lebih kompleks.Pelafalan sebagian besar benar; hanya ada 1–3 kesalahan kecil pada keseluruhan hafalan.Pelafalan seluruh ayat tepat sesuai dengan contoh talqin guru; tidak ada kesalahan yang berarti dalam pelafalan kata-kata Q.S. At-Tīn.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengikuti instruksi penulisan Arab dari kanan ke kiri? Murid mana yang masih membutuhkan bimbingan lebih lanjut?
  • Apakah metode talqin, tikrar, dan muraja'ah yang diterapkan hari ini efektif untuk rentang usia kelas 4 SD? Apa yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk mencakup kegiatan menulis dan menghafal? Bagian mana yang perlu diperpanjang atau dipersingkat?
  • Bagaimana strategi diferensiasi yang diterapkan? Apakah murid yang cepat dan lambat sama-sama mendapat perhatian yang memadai?

Refleksi Murid:

  • Ayat mana dari Q.S. At-Tīn yang paling mudah kamu tulis? Mengapa?
  • Ayat mana yang paling sulit kamu hafalkan? Apa yang akan kamu lakukan agar bisa menghafal ayat itu di rumah?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menulis dan menghafal Q.S. At-Tīn hari ini? Tuliskan satu kalimat tentang perasaanmu!
  • Apa yang ingin kamu perbaiki dari hasil tulisan Arabmu hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Kemendikbudristek) — Bab 6: Mari Mengaji dan Mengkaji Q.S. At-Tīn dan Hadis tentang Silaturahmi.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Kemendikbudristek) — Panduan Pembelajaran Bab 6.
  3. Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan teks Q.S. At-Tīn per ayat.
  4. Lembar latihan menulis Arab bergaris panduan (dapat dibuat atau dicetak guru) atau buku tulis kotak.
  5. Kartu tracing tulisan Arab untuk murid yang memerlukan dukungan diferensiasi.
  6. Kartu flash card ayat (dapat dibuat murid cepat sebagai produk diferensiasi).
  7. Alat tulis: pensil, pena, penghapus.
  8. Mushaf Al-Qur'an atau tampilan digital Q.S. At-Tīn sebagai referensi kebenaran tulisan.
  9. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) versi Deep Learning — sebagai acuan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.