Modul AjarPertemuan 1Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Membaca Q.S. At-Tīn dengan Tartil dan Hukum Bacaan Nun Sukun/Tanwin

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Membaca Q.S. At-Tīn dengan Tartil dan Hukum Bacaan Nun Sukun/Tanwin". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Membaca Q.S. At-Tīn dengan Tartil dan Hukum Bacaan Nun Sukun/Tanwin

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 6 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Membaca Q.S. At-Tīn dengan Tartil dan Hukum Bacaan Nun Sukun/Tanwin

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMembaca Q.S. At-Tīn dengan Tartil dan Hukum Bacaan Nun Sukun/Tanwin
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membaca Q.S. At-Tīn dengan tartil sesuai kaidah tajwid yang benar.
  2. Murid dapat mempraktikkan hukum bacaan nun sukun atau tanwin yang terdapat dalam Q.S. At-Tīn dengan tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Sudahkah kalian mengaji hari ini? Ceritakan pengalamanmu mengaji di rumah!
  2. Pernahkah kalian mendengar seseorang membaca Al-Qur'an dengan sangat indah dan teratur? Apa yang membuat bacaannya terdengar berbeda?
  3. Kalau kalian menemukan huruf nun mati (ن) bertemu huruf tertentu di dalam Al-Qur'an, apa yang kalian lakukan saat membacanya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran. (5 menit)
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kondisi kesiapan belajar.
  • Asesmen Awal Diagnostik: Guru meminta 2–3 murid secara sukarela membaca satu atau dua ayat pendek dari hafalan mereka, lalu guru mengamati kelancaran, makhraj, dan penerapan tajwid sebagai peta awal kemampuan kelas.
  • Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar anak-anak sedang tadarus Al-Qur'an dan bertanya: 'Sudahkah kalian mengaji hari ini? Ceritakan pengalamanmu mengaji di rumah!'
  • Murid menjawab pertanyaan guru secara spontan; guru merespons dengan hangat dan memotivasi.
  • Guru menyampaikan pesan singkat bahwa Rasulullah saw. menjanjikan pahala bagi siapa pun yang belajar Al-Qur'an, meskipun bacaannya masih terbata-bata, sebagai penyemangat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membaca Q.S. At-Tīn dengan tartil dan mempraktikkan hukum bacaan nun sukun atau tanwin.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan hand out atau membuka Al-Qur'an/Juz 'Amma pada Q.S. At-Tīn, dan meminta murid menyimak dengan penuh perhatian. (Berkesadaran)
  • Guru membaca Q.S. At-Tīn secara tartil ayat per ayat sebagai model, murid menyimak sambil mengikuti teks. (Berkesadaran)
  • Guru menjelaskan pengertian tartil secara singkat: membaca dengan tenang, jelas makhrajnya, dan sesuai hukum tajwid.
  • Guru memperkenalkan lima hukum bacaan nun sukun atau tanwin (Iẓhār, Ikhfā', Idgām bigunnah, Idgām bilā gunnah, Iqlāb) dengan contoh langsung dari ayat-ayat Q.S. At-Tīn menggunakan kartu potongan ayat yang dipajang di papan tulis. (Bermakna)
  • Guru memberi tanda warna berbeda pada contoh setiap hukum bacaan di hand out sehingga murid dapat melihat pola dengan jelas.
  • Murid diminta mengamati dan menyebutkan kembali nama-nama hukum bacaan yang ditunjukkan guru sebagai pengecekan pemahaman awal.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Kegiatan Drill Membaca: Guru membaca satu ayat, kemudian seluruh murid menirukan bersama (metode talaqqi klasikal). Ulangi 2–3 kali per ayat hingga selesai semua ayat Q.S. At-Tīn. (Menggembirakan)
  • Guru mempersilakan beberapa murid membaca per ayat secara bergilir di depan kelas; teman-teman yang lain menyimak dan siap memberikan respons. (Komunikasi)
  • Aktivitas Kelompok 'Detektif Tajwid': Murid dibagi dalam kelompok kecil 4–5 anak. Setiap kelompok mendapat hand out Q.S. At-Tīn dan tabel kosong berisi kolom Hukum Bacaan (Iẓhār, Ikhfā', Idgām bigunnah, Idgām bilā gunnah, Iqlāb) dan kolom Contoh Bacaan.
  • Setiap kelompok bertugas menemukan dan menuliskan contoh hukum nun sukun atau tanwin yang ada dalam Q.S. At-Tīn ke dalam tabel. (Penalaran Kritis, Kolaborasi)
  • Setelah selesai, perwakilan setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka. Kelompok lain menanggapi jika ada perbedaan temuan. (Komunikasi, Menggembirakan)
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap hasil presentasi kelompok, meluruskan jika ada kekeliruan, dan mengapresiasi usaha setiap kelompok.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu membaca kembali Q.S. At-Tīn dalam hati (one silent reading) sambil menandai pada hand out ayat mana yang masih terasa sulit dibaca. (Berkesadaran, Kemandirian)
  • Guru memandu sesi refleksi singkat dengan pertanyaan lisan: 'Hukum bacaan mana yang paling mudah kalian temukan? Hukum mana yang masih membingungkan? Bagaimana caramu akan melatih bacaan itu di rumah?'
  • Murid menuliskan satu kalimat di kertas kecil (exit ticket): hukum bacaan yang sudah dipahami dan satu hal yang masih ingin dipelajari lebih lanjut.
  • Guru mengumpulkan exit ticket untuk digunakan sebagai data asesmen proses dan perencanaan tindak lanjut pertemuan berikutnya.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: pengertian tartil dan lima hukum bacaan nun sukun atau tanwin beserta contohnya dalam Q.S. At-Tīn. (5 menit)
  • Asesmen Akhir: Guru meminta 2–3 murid secara acak membaca 2–3 ayat Q.S. At-Tīn sambil guru menggunakan lembar observasi untuk mencatat ketartilan dan ketepatan penerapan hukum bacaan.
  • Guru memberikan tugas mandiri di rumah: latihan membaca Q.S. At-Tīn secara berulang-ulang, dan jika memungkinkan merekam bacaan dalam bentuk video pendek untuk ditunjukkan pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menyampaikan pesan motivasi: 'Semakin sering kalian berlatih mengaji, semakin indah bacaan kalian. Jangan malu walaupun masih terbata-bata, karena Allah menghargai usaha kalian.'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah lancar membaca Al-Qur'an, berikan tantangan tambahan: mencari contoh hukum bacaan nun sukun atau tanwin di luar Q.S. At-Tīn (misalnya Q.S. Al-Fātiḥah atau Q.S. Al-Ikhlāṣ). Untuk murid yang masih kesulitan mengenal huruf hijaiyah, sediakan hand out bergaris dengan teks lebih besar dan tanda tajwid yang diwarnai terang.
  • Proses: Murid yang cepat dapat berperan sebagai 'asisten tutor' mendampingi teman sekelompok yang masih kesulitan selama sesi Detektif Tajwid. Murid yang lambat mendapat bimbingan ekstra dari guru atau tutor sebaya, dengan fokus dulu pada satu atau dua hukum bacaan (misalnya Iẓhār dan Ikhfā') sebelum mempelajari yang lain.
  • Produk: Murid yang sudah berkembang dapat menyetor bacaan Q.S. At-Tīn secara penuh di depan guru sebagai demonstrasi individu. Murid yang masih berkembang cukup menyetor 3–4 ayat pilihan yang sudah dilatih.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela membaca satu atau dua ayat pendek dari hafalan mereka di awal pembelajaran.
  • Guru mengamati kelancaran, makhraj, dan penerapan tajwid dasar untuk memetakan kemampuan awal kelas dan mengelompokkan murid secara informal.

Proses:

  • Observasi selama sesi talaqqi klasikal: guru mencatat murid yang perlu perhatian khusus dalam pelafalan makhraj dan penerapan hukum bacaan.
  • Pengamatan selama aktivitas kelompok Detektif Tajwid: guru berkeliling dan mencatat ketepatan setiap kelompok dalam mengidentifikasi hukum nun sukun atau tanwin.
  • Umpan balik lisan langsung saat presentasi kelompok: guru mengoreksi kekeliruan dan mengonfirmasi jawaban yang tepat.
  • Pengumpulan exit ticket di akhir kegiatan inti sebagai data proses belajar individu.

Akhir:

  • Unjuk baca individu: 2–3 murid dipilih secara acak membaca 2–3 ayat Q.S. At-Tīn dengan penilaian menggunakan rubrik empat level.
  • Guru mencatat hasil pada lembar observasi individu untuk menentukan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru saat sesi talaqqi klasikal: mencatat murid yang belum tepat makhraj atau hukum bacaannya.
  • Pengamatan saat aktivitas kelompok Detektif Tajwid: ketepatan identifikasi hukum bacaan nun sukun atau tanwin dalam tabel.
  • Exit ticket tertulis: murid menuliskan hukum bacaan yang sudah dipahami dan satu hal yang masih ingin dipelajari.

Sumatif:

  • Unjuk baca individu: murid membaca 2–3 ayat Q.S. At-Tīn di depan guru, dinilai menggunakan rubrik empat level (ketartilan dan ketepatan hukum bacaan nun sukun atau tanwin).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketartilan Membaca Q.S. At-TīnMembaca masih sangat terbata-bata, banyak huruf yang tidak terbaca atau salah lafal, belum memperhatikan tanda baca dan panjang pendek.Membaca sudah mulai lancar pada beberapa bagian, namun masih terdapat kesalahan pada makhraj huruf atau tanda baca di beberapa tempat.Membaca dengan cukup tartil, makhraj sebagian besar huruf sudah tepat, panjang pendek diperhatikan, namun masih ada 1–2 kesalahan kecil.Membaca Q.S. At-Tīn dengan tartil secara penuh: makhraj huruf tepat, panjang pendek benar, jeda (waqaf) sesuai, dan irama membaca tenang dan jelas.
Ketepatan Mempraktikkan Hukum Bacaan Nun Sukun atau TanwinBelum dapat membedakan hukum bacaan nun sukun atau tanwin; tidak menerapkan hukum bacaan saat membaca.Dapat menyebutkan 1–2 nama hukum bacaan tetapi penerapannya saat membaca belum konsisten atau sering keliru.Dapat mengidentifikasi 3–4 hukum bacaan nun sukun atau tanwin dalam Q.S. At-Tīn dan menerapkannya dengan benar pada sebagian besar bacaan.Dapat mengidentifikasi semua lima hukum bacaan nun sukun atau tanwin (Iẓhār, Ikhfā', Idgām bigunnah, Idgām bilā gunnah, Iqlāb) dalam Q.S. At-Tīn dan menerapkannya dengan tepat dan konsisten saat membaca.
Partisipasi dan Kolaborasi dalam Aktivitas Kelompok Detektif TajwidTidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok; tidak berkontribusi pada pengisian tabel hukum bacaan.Terlibat dalam kelompok namun kontribusinya minimal; mengikuti pendapat teman tanpa memberikan ide atau temuan sendiri.Aktif berdiskusi dan berkontribusi dalam menemukan contoh hukum bacaan; dapat menjelaskan temuan saat presentasi dengan bantuan teman.Sangat aktif memimpin atau mendorong diskusi kelompok; mampu menjelaskan temuan hukum bacaan dengan tepat dan percaya diri saat presentasi di depan kelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapatkan kesempatan untuk mencoba membaca Q.S. At-Tīn hari ini? Siapa yang belum sempat dan perlu saya perhatikan pada pertemuan berikutnya?
  • Hukum bacaan nun sukun atau tanwin mana yang paling banyak membingungkan murid? Bagaimana saya akan menyajikannya dengan cara yang lebih mudah dipahami?
  • Apakah kegiatan Detektif Tajwid berjalan efektif dan menyenangkan? Apa yang perlu saya perbaiki dari pengelolaan kelompok?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit sudah cukup atau ada tahap yang perlu dikurangi atau diperpanjang?

Refleksi Murid:

  • Hukum bacaan nun sukun atau tanwin mana yang sudah aku pahami dengan baik hari ini?
  • Bagian mana dari Q.S. At-Tīn yang masih sulit aku baca dengan tartil? Apa yang akan aku lakukan untuk berlatih di rumah?
  • Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang cara membaca Al-Qur'an dengan benar?

SUMBER BELAJAR

  1. Al-Qur'an atau Juz 'Amma
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV (Penulis: Ahmad Faozan & Jamaluddin, Kemendikbudristek 2021)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV (Kemendikbudristek 2021)
  4. Hand out teks Q.S. At-Tīn dengan tanda tajwid berwarna
  5. Kartu Potongan Ayat Q.S. At-Tīn untuk media papan tulis
  6. Tabel Detektif Tajwid (lembar kerja kelompok dengan kolom Hukum Bacaan dan Contoh Bacaan)
  7. Kertas kecil untuk exit ticket
  8. Papan tulis dan spidol warna

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.