Modul AjarPertemuan 2Bab 5Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Kisah Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Kisah Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Kisah Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 5 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Kisah Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikKisah Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan kembali peristiwa perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw. dari Makkah ke Madinah secara kronologis dan runtut.
  2. Murid dapat membuat alur cerita kisah perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah melalui gambar dan keterangan sederhana secara berkelompok.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian berpindah tempat tinggal atau sekolah? Apa yang kalian rasakan dan apa yang kalian persiapkan sebelum pergi?
  2. Bayangkan Nabi Muhammad saw. harus meninggalkan kota Makkah yang beliau cintai — kira-kira, tantangan apa saja yang beliau hadapi dalam perjalanan menuju Madinah?
  3. Siapa saja orang-orang yang menemani dan membantu Nabi Muhammad saw. dalam perjalanan hijrahnya, dan mengapa mereka rela membantu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid membaca basmalah bersama sebagai pembuka pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar secara singkat.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan 4 gambar ilustrasi sederhana yang mewakili peristiwa hijrah (misalnya: Nabi di rumah Abu Bakar, perjalanan di padang pasir, bersembunyi di Gua Tsur, tiba di Madinah) dan meminta murid mengurutkannya secara lisan atau dengan angka di papan tulis. Guru mencatat respons murid untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal.
  • Guru melakukan apersepsi: mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang sebab-sebab hijrah Nabi Muhammad saw. dan mengaitkannya dengan materi hari ini, yaitu kisah perjalanan hijrahnya.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan mempelajari bagaimana perjalanan Nabi Muhammad saw. dari Makkah ke Madinah, lalu bersama teman kelompok kalian akan membuat alur cerita hijrah dalam bentuk gambar dan keterangan singkat.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik kepada murid untuk membangun rasa ingin tahu, dan memberi ruang beberapa murid menjawab secara lisan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk duduk tenang sejenak (2 menit), menarik napas dalam-dalam, dan berniat dalam hati untuk belajar dengan sungguh-sungguh hari ini — meneladani kesiapan dan kesungguhan Nabi saw. dalam menjalankan perintah Allah. (Berkesadaran)
  • Guru membacakan atau menceritakan kisah perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw. secara kronologis dengan suara ekspresif: dimulai dari persiapan di rumah Abu Bakar r.a., peran Ali bin Abi Thalib yang menggantikan posisi Nabi di tempat tidur, perjalanan malam meninggalkan Makkah, bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari, perjalanan melalui rute tidak biasa, peran Abdullah bin Uraiqit sebagai penunjuk jalan, hingga disambut hangat oleh penduduk Madinah di Quba. (Bermakna)
  • Murid menyimak cerita sambil mengisi 'Kartu Urutan Peristiwa' — selembar kertas berisi 6 kotak kosong yang harus diisi dengan kata kunci tiap peristiwa sesuai urutan yang diceritakan guru.
  • Guru menampilkan peta sederhana rute Makkah–Gua Tsur–Madinah di papan tulis atau layar proyektor, lalu memandu murid menelusuri rute tersebut secara verbal ('perjalanan dimulai dari sini, lalu ke sini…') untuk membangun pemahaman spasial kisah hijrah. (Bermakna)
  • Guru memberi kesempatan murid membandingkan kartu urutan mereka dengan teman sebangku, mendiskusikan bila ada perbedaan urutan, dan guru memberikan klarifikasi. (Berkesadaran)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang) secara acak menggunakan kartu nama bertema kisah hijrah (misalnya: Kartu Abu Bakar, Kartu Ali, Kartu Asma, Kartu Abdullah, Kartu Unta) — murid berkumpul dengan teman yang memiliki kartu peran yang sama. (Menggembirakan)
  • Setiap kelompok mendapatkan: (a) lembar kerja 'Alur Cerita Hijrah' berisi 5–6 kotak panel kosong beserta garis keterangan di bawah tiap panel, (b) pensil warna/spidol, dan (c) kartu referensi kata kunci urutan peristiwa hijrah sebagai panduan.
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan urutan peristiwa hijrah yang akan mereka gambarkan, merujuk pada 'Kartu Urutan Peristiwa' yang sudah diisi sebelumnya. (Bermakna)
  • Setiap anggota kelompok bertanggung jawab menggambar minimal satu panel, lalu menuliskan keterangan singkat (1–2 kalimat) di bawah gambarnya. Tugas dibagi rata di dalam kelompok. (Bermakna)
  • Guru berkeliling memantau, memberikan umpan balik proses secara langsung kepada setiap kelompok: menanyakan alasan urutan yang dipilih, memastikan keterangan sesuai gambar, dan mendorong murid yang pasif untuk berkontribusi. (Asesmen proses)
  • Setelah selesai, setiap kelompok menempelkan hasil alur ceritanya di dinding atau papan pajang kelas. Masing-masing kelompok memilih satu 'juru cerita' untuk berdiri di depan hasil karyanya. (Menggembirakan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dilaksanakan sesi 'Galeri Hijrah': setiap kelompok bergiliran mendengarkan juru cerita kelompok lain mempresentasikan alur ceritanya secara singkat (1–2 menit per kelompok). Murid yang mendengarkan boleh mengajukan satu pertanyaan atau memberikan satu pujian kepada karya kelompok lain. (Bermakna)
  • Guru memandu murid untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan alur cerita antar kelompok, lalu bersama-sama menyepakati urutan kronologis yang paling tepat. (Berkesadaran)
  • Murid mengisi 'Lembar Refleksi Diri' secara individual (3 pertanyaan sederhana): (1) Peristiwa hijrah mana yang paling membuatmu kagum pada Nabi saw.? (2) Apa pelajaran dari kisah hijrah yang bisa kamu terapkan dalam hidupmu? (3) Bagian mana dari kerja kelompok tadi yang menurutmu berjalan baik, dan apa yang bisa diperbaiki? (Berkesadaran)
  • Guru mempersilakan 2–3 murid secara sukarela berbagi jawaban refleksi mereka, lalu guru memberikan penguatan dan apresiasi atas proses belajar hari ini.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman lisan singkat: guru mengajukan pertanyaan 'Tadi kita belajar tentang apa saja?' dan murid menjawab bergantian untuk menyusun ulang poin-poin utama kisah hijrah.
  • Asesmen akhir (sumatif): Guru meminta setiap murid secara individual menuliskan urutan perjalanan hijrah Nabi saw. dalam 5 kalimat runtut di buku tulis masing-masing (boleh dibantu melihat hasil alur cerita kelompok sebagai scaffolding bagi murid yang membutuhkan).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap hasil asesmen akhir secara lisan secara klasikal: menyebutkan hal-hal yang sudah bagus dan hal yang perlu diperbaiki.
  • Guru menyampaikan pesan moral: 'Hijrah Nabi saw. mengajarkan kita bahwa keteguhan iman dan keberanian menghadapi tantangan adalah kunci keberhasilan. Semoga kita bisa meneladani semangat beliau dalam kehidupan sehari-hari.'
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya secara singkat.
  • Pembelajaran ditutup dengan hamdalah dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum familiar dengan kisah hijrah, guru menyediakan 'Kartu Referensi Hijrah' berisi ringkasan urutan peristiwa dalam poin-poin singkat sebagai scaffold selama kegiatan. Bagi murid yang sudah memiliki pengetahuan lebih, guru menyiapkan pertanyaan tambahan seperti 'Mengapa Nabi saw. memilih rute yang tidak biasa?' untuk memperdalam pemahaman.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan dapat bekerja berpasangan dengan teman sebaya yang lebih mampu dalam kelompok, atau guru mendampingi langsung selama tahap Mengaplikasi. Murid yang cepat selesai diminta menambahkan satu panel 'hikmah hijrah' di alur cerita kelompok mereka sebagai pengayaan.
  • Produk: Murid yang memiliki kemampuan lebih dapat menambahkan detail keterangan yang lebih lengkap atau memasukkan kutipan nilai/hikmah di tiap panel. Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan cukup menggambar 4 panel dengan keterangan 1 kalimat per panel. Semua produk diapresiasi dan dipajang tanpa membedakan tingkat kemampuan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 4 gambar ilustrasi peristiwa hijrah secara acak dan meminta murid mengurutkannya secara lisan atau tertulis di papan tulis sebelum kegiatan inti dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat kepada 3–4 murid secara acak: 'Dari Makkah ke mana Nabi Muhammad saw. hijrah?' dan 'Siapa yang menemani beliau?' untuk memetakan pengetahuan awal kelas.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru memantau pengisian 'Kartu Urutan Peristiwa' dan memberikan klarifikasi langsung bila ada murid yang keliru mengisi urutan.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru berkeliling ke setiap kelompok, mengajukan pertanyaan panduan ('Mengapa peristiwa ini kalian taruh di urutan ke-2?'), dan mencatat keterlibatan aktif murid dalam lembar observasi kelompok.
  • Selama tahap Merefleksi: guru mendengarkan presentasi juru cerita tiap kelompok dan menilai ketepatan kronologi yang disampaikan secara lisan.

Akhir:

  • Penilaian produk alur cerita kelompok menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: kronologi peristiwa, kelengkapan cerita, keterangan gambar, dan kreativitas.
  • Penilaian tulisan individual 5 kalimat runtut tentang perjalanan hijrah Nabi saw. di buku tulis menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: keruntutan urutan dan ketepatan isi.

Formatif:

  • Observasi aktif guru saat murid mengisi 'Kartu Urutan Peristiwa' pada tahap Memahami untuk mengetahui sejauh mana murid menyimak cerita.
  • Pemantauan proses diskusi dan pembagian tugas dalam kelompok saat membuat alur cerita — guru mencatat keterlibatan tiap murid menggunakan lembar observasi sederhana.
  • Penilaian sejawat saat sesi Galeri Hijrah: murid memberikan komentar/pertanyaan kepada kelompok lain sebagai bentuk asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).
  • Lembar Refleksi Diri yang diisi murid secara individual sebagai bahan umpan balik guru untuk mengetahui proses belajar dan pemaknaan murid.

Sumatif:

  • Produk alur cerita hijrah kelompok (gambar + keterangan) dinilai menggunakan rubrik dengan 4 aspek: kronologi/urutan peristiwa, kelengkapan isi, kreativitas visual, dan kerja sama kelompok.
  • Tulisan individual 5 kalimat urutan perjalanan hijrah di buku tulis, dinilai berdasarkan keruntutan urutan dan ketepatan isi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kronologi Perjalanan Hijrah (lisan dan tulisan)Murid belum dapat menyebutkan urutan peristiwa hijrah atau urutannya tidak sesuai sama sekali.Murid dapat menyebutkan 1–2 peristiwa hijrah tetapi urutan masih banyak yang keliru.Murid dapat menceritakan sebagian besar peristiwa hijrah dengan urutan yang sebagian besar sudah benar (3–4 peristiwa tepat).Murid dapat menceritakan seluruh peristiwa perjalanan hijrah dari awal hingga tiba di Madinah secara kronologis dan runtut tanpa bantuan.
Kelengkapan Isi Alur CeritaAlur cerita kelompok hanya berisi 1–2 panel atau tidak mencakup peristiwa utama hijrah.Alur cerita berisi 3 panel dan mencakup beberapa peristiwa utama meskipun ada yang terlewat.Alur cerita berisi 4–5 panel dengan sebagian besar peristiwa utama hijrah tercakup dan keterangan cukup jelas.Alur cerita berisi 5–6 panel, mencakup seluruh peristiwa utama hijrah secara lengkap dengan keterangan yang jelas dan informatif.
Keterangan GambarKeterangan tidak ditulis atau tidak berkaitan dengan gambar yang dibuat.Keterangan ditulis tetapi hanya berupa kata tunggal atau kurang menjelaskan gambar.Keterangan ditulis dalam kalimat sederhana dan cukup menggambarkan isi panel meskipun ada sedikit kekeliruan.Keterangan ditulis dalam kalimat lengkap yang jelas, tepat, dan sesuai dengan gambar di setiap panel.
Kreativitas VisualGambar tidak dibuat atau sangat tidak jelas sehingga tidak dapat dikenali peristiwanya.Gambar dibuat secara sederhana dan sebagian besar dapat dikenali meskipun detail masih sangat minim.Gambar dibuat dengan cukup detail, dapat dikenali peristiwanya, dan ada usaha penggunaan warna atau variasi gambar.Gambar dibuat secara kreatif dan ekspresif, detail, berwarna, dan mencerminkan pemahaman mendalam tentang peristiwa yang digambarkan.
Kolaborasi dan Partisipasi KelompokHanya 1 anggota yang bekerja, anggota lain tidak terlibat dalam proses pembuatan alur cerita.Sebagian anggota terlibat tetapi pembagian tugas tidak merata dan ada anggota yang tidak berkontribusi.Sebagian besar anggota terlibat aktif dengan pembagian tugas yang cukup merata dan diskusi berjalan meskipun ada sedikit ketidakseimbangan.Seluruh anggota kelompok terlibat aktif, pembagian tugas merata, diskusi berjalan baik, dan semua anggota memahami isi alur cerita yang dibuat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil memahami urutan kronologis perjalanan hijrah setelah kegiatan bercerita dan pengisian Kartu Urutan Peristiwa? Apa yang perlu saya perbaiki dalam cara penyampaian cerita?
  • Apakah pembagian kelompok dan alokasi waktu berjalan efektif sehingga semua kelompok dapat menyelesaikan alur cerita? Bagaimana cara saya mengoptimalkan manajemen waktu di pertemuan berikutnya?
  • Murid mana yang membutuhkan perhatian atau bantuan tambahan, dan strategi diferensiasi apa yang perlu saya siapkan untuk membantu mereka?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil membangun rasa ingin tahu murid? Pertanyaan mana yang paling efektif memancing diskusi?

Refleksi Murid:

  • Dari peristiwa perjalanan hijrah Nabi saw. yang tadi kita pelajari, peristiwa mana yang paling membuatmu kagum atau terkesan, dan mengapa?
  • Apa satu pelajaran dari kisah hijrah Nabi Muhammad saw. yang menurutmu bisa kamu terapkan dalam kehidupanmu sehari-hari?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja bersama kelompok untuk membuat alur cerita tadi? Apa yang berjalan baik dan apa yang ingin kamu perbaiki jika bekerja kelompok lagi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Ahmad Faozan & Jamaluddin, Kemendikbud 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbud 2021)
  3. Peta sederhana rute hijrah Makkah–Gua Tsur–Madinah (dapat dicetak atau digambar di papan tulis)
  4. Lembar Kerja 'Alur Cerita Hijrah' (panel kosong 5–6 kotak, disiapkan guru)
  5. Lembar 'Kartu Urutan Peristiwa' (disiapkan guru, berisi 6 kotak kosong)
  6. Kartu Referensi Hijrah (rangkuman urutan peristiwa dalam poin singkat, sebagai scaffold)
  7. Kartu nama bergambar bertema hijrah untuk pembagian kelompok (disiapkan guru)
  8. Lembar Refleksi Diri murid (disiapkan guru, 3 pertanyaan)
  9. Pensil warna / spidol warna untuk kegiatan menggambar alur cerita
  10. Papan pajang / dinding kelas untuk kegiatan Galeri Hijrah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.