Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Toleransi dan Batasannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Toleransi dan Batasannya dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Toleransi dan Batasannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Toleransi dan Batasannya dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikToleransi dan Batasannya dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian toleransi dan batasannya dalam Islam berdasarkan teladan Rasulullah saw. dengan benar.
  2. Murid dapat menghormati dan menghargai pemeluk agama yang berbeda di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal sebagai cerminan dari iman dengan baik.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu berteman dengan seseorang yang berbeda agama? Bagaimana perasaanmu saat itu?
  2. Menurutmu, apa artinya toleransi? Apakah toleransi berarti kita harus mengikuti ibadah agama lain?
  3. Bagaimana cara Rasulullah saw. bersikap kepada orang-orang yang berbeda agama dengannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran dan menanyakan kabar murid.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan dua kartu bertuliskan 'SETUJU' dan 'TIDAK SETUJU', lalu membacakan pernyataan singkat seperti 'Berteman dengan orang berbeda agama itu boleh' dan 'Ikut merayakan hari raya agama lain itu toleransi'. Murid mengangkat kartu pilihan mereka; guru mencatat variasi jawaban sebagai gambaran pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami makna toleransi, batasannya dalam Islam, dan bagaimana cara menerapkannya sesuai teladan Rasulullah saw.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan ilustrasi/gambar situasi nyata: dua anak dari agama berbeda sedang bermain bersama di taman, dan satu gambar lain yang memperlihatkan anak non-Muslim mengajak teman Muslim ikut dalam ritual agamanya. Murid diminta mengamati kedua gambar dengan seksama.
  • Guru mengajukan pertanyaan: 'Gambar mana yang menunjukkan toleransi yang tepat? Mengapa?' Murid diberi waktu berpikir sejenak (think time ±1 menit) sebelum menjawab.
  • Guru menjelaskan pengertian toleransi secara ringkas: toleransi adalah sikap menghormati dan menghargai perbedaan, termasuk perbedaan agama, tanpa mencampuradukkan keyakinan. Guru menulis kata kunci di papan: TOLERANSI = Menghormati, bukan Mengikuti.
  • Guru menceritakan satu teladan Rasulullah saw. terkait toleransi, misalnya kisah Piagam Madinah di mana Rasulullah saw. hidup berdampingan dengan kaum Yahudi dan Nasrani dengan damai, serta kisah Rasulullah saw. yang berdiri menghormati jenazah orang Yahudi yang lewat. Guru menekankan bahwa Rasulullah menghormati manusianya, bukan agamanya.
  • Guru menjelaskan batasan toleransi dalam Islam: boleh bekerja sama dalam urusan sosial dan kemanusiaan (muamalah), tetapi tidak boleh mengikuti ritual ibadah agama lain (akidah dan ibadah adalah urusan masing-masing). Guru menggunakan analogi sederhana: 'Kita bisa makan bersama di kantin, tapi kita tidak perlu ikut berdoa dengan cara agama lain.'
  • Murid diberi kesempatan bertanya atau menanggapi penjelasan guru.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapatkan 4–5 kartu skenario situasi nyata yang perlu dikategorikan, contoh skenario: (a) Membantu teman berbeda agama yang jatuh, (b) Ikut berdoa dengan cara teman yang berbeda agama, (c) Mengucapkan selamat saat teman merayakan hari raya agamanya, (d) Melarang teman berbeda agama bermain karena berbeda keyakinan, (e) Bersama-sama membersihkan lingkungan sekolah.
  • Setiap kelompok berdiskusi dan menempelkan kartu skenario ke dalam dua kolom di lembar kerja: 'TOLERANSI YANG TEPAT' atau 'BUKAN TOLERANSI / MELAMPAUI BATAS', disertai alasan singkat.
  • Setelah selesai, satu perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kategorisasi mereka kepada kelas. Kelompok lain diberi kesempatan menanggapi atau menambahkan.
  • Guru memberikan umpan balik klarifikasi pada setiap presentasi, meluruskan jika ada pemahaman yang kurang tepat, dan menegaskan kembali batasan toleransi dalam Islam.
  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Jadi, toleransi yang benar dalam Islam itu seperti apa?' Beberapa murid dipilih secara acak untuk menyampaikan kesimpulan dengan kata-kata mereka sendiri.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu mengisi lembar refleksi singkat berisi tiga pertanyaan: (1) Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang toleransi adalah..., (2) Contoh toleransi yang pernah aku lakukan atau ingin aku lakukan adalah..., (3) Batasan toleransi yang perlu aku jaga sebagai seorang Muslim adalah...
  • Guru mengajak 2–3 murid berbagi jawaban refleksi mereka secara sukarela. Guru merespons dengan apresiasi tulus tanpa menghakimi.
  • Guru mengaitkan refleksi murid dengan nilai iman: 'Ketika kita menghormati orang lain karena Allah Swt., itu adalah tanda keimanan kita. Toleransi bukan berarti kita lemah dalam iman, justru sebaliknya.' Ini memperkuat dimensi Keimanan dan Ketakwaan.
  • Murid diminta menetapkan satu komitmen kecil (janji diri): misalnya, 'Minggu ini aku akan menyapa teman berbeda agamaku dengan ramah dan membantu jika ia kesulitan.'

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum poin-poin utama pembelajaran: pengertian toleransi, teladan Rasulullah saw., dan batasan toleransi dalam Islam.
  • Asesmen akhir: Guru memberikan 3 soal isian singkat secara lisan/tulisan kepada murid sebagai penilaian hasil belajar (lihat bagian Asesmen Akhir).
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang menguatkan: 'Menghormati orang lain adalah cerminan iman kita kepada Allah Swt. Semakin kita beriman, semakin kita bisa menghargai ciptaan-Nya.'
  • Guru memberi informasi singkat tentang materi yang akan datang.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang sudah memahami konsep dasar toleransi, guru menyediakan bacaan tambahan tentang kisah-kisah toleransi Rasulullah saw. yang lebih mendalam (misalnya Piagam Madinah). Bagi murid yang masih kesulitan, guru menyiapkan kartu visual bergambar yang menunjukkan contoh toleransi dan bukan toleransi secara lebih konkret dan sederhana.
  • Proses: Bagi murid yang belajar lebih cepat, mereka dapat langsung membuat 2 skenario tambahan buatan sendiri dan memberikan alasan. Bagi murid yang membutuhkan pendampingan lebih, guru atau teman sebaya (peer tutor) mendampingi saat diskusi kategorisasi skenario agar tetap terlibat aktif.
  • Produk: Murid yang mampu dapat menuliskan refleksi dalam bentuk paragraf utuh. Murid yang masih berkembang dapat mengisi refleksi dalam format kalimat rumpang yang sudah disediakan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Teknik: Kartu Pendapat (SETUJU/TIDAK SETUJU) di awal pendahuluan.
  • Instrumen: Guru membacakan 3 pernyataan pendek terkait toleransi; murid mengangkat kartu pilihan mereka.
  • Tujuan: Mengidentifikasi miskonsepsi awal murid tentang toleransi sebelum materi disampaikan, sehingga guru dapat menyesuaikan penekanan penjelasan.

Proses:

  • Teknik: Observasi diskusi kelompok saat kegiatan kategorisasi kartu skenario (tahap Mengaplikasi).
  • Instrumen: Lembar observasi dengan indikator: (1) murid mampu membedakan toleransi yang tepat dan yang melampaui batas, (2) murid aktif berargumen dalam kelompok, (3) murid mendengarkan pendapat teman.
  • Teknik: Umpan balik lisan saat presentasi kelompok — guru menilai kemampuan murid menjelaskan alasan kategorisasi dengan bahasa sendiri.
  • Teknik: Pengamatan saat think time — guru memperhatikan ekspresi dan antusiasme murid sebagai indikator keterlibatan bermakna.

Akhir:

  • Teknik: Kuis isian singkat (lisan atau tertulis) — 3 soal: (1) Apa yang dimaksud dengan toleransi dalam Islam? (2) Sebutkan satu contoh teladan toleransi Rasulullah saw.! (3) Sebutkan satu batasan toleransi yang harus dijaga oleh seorang Muslim!
  • Instrumen: Lembar refleksi individu 3 pertanyaan terbuka yang diisi murid di tahap Merefleksi.
  • Pedoman penilaian: Jawaban dinilai berdasarkan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) sesuai aspek kebenaran konsep dan kemampuan menghubungkan dengan kehidupan nyata.

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid saat diskusi kelompok kategorisasi skenario toleransi.
  • Penilaian presentasi kelompok: kesesuaian kategorisasi skenario dengan konsep toleransi yang benar.
  • Umpan balik lisan dari guru selama tanya jawab dan diskusi kelas.

Sumatif:

  • Isian singkat lisan/tulisan 3 soal di akhir pembelajaran untuk mengukur pemahaman pengertian toleransi dan batasannya.
  • Lembar refleksi individu sebagai bukti internalisasi nilai toleransi dalam kehidupan nyata murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian toleransi dan batasannya dalam Islam [TP 4.3.3.1]Murid tidak dapat menjelaskan pengertian toleransi, atau penjelasannya tidak relevan sama sekali dengan konsep toleransi dalam Islam.Murid dapat menyebutkan kata 'toleransi' tetapi penjelasannya masih sangat umum, belum menyertakan batasan dalam Islam dan belum mengaitkan dengan teladan Rasulullah saw.Murid dapat menjelaskan pengertian toleransi dengan benar dan menyebutkan setidaknya satu batasan toleransi dalam Islam, meskipun belum mengaitkan secara lengkap dengan teladan Rasulullah saw.Murid dapat menjelaskan pengertian toleransi dengan benar dan lengkap, menyebutkan batasan toleransi dalam Islam (perbedaan muamalah dan akidah/ibadah), serta mengaitkannya dengan contoh teladan Rasulullah saw. secara jelas dan tepat.
Menghormati dan menghargai pemeluk agama berbeda sebagai cerminan iman [TP 4.3.3.2]Murid tidak menunjukkan sikap menghormati perbedaan agama, atau menyatakan bahwa bergaul dengan pemeluk agama lain tidak diperbolehkan sama sekali.Murid memahami bahwa menghormati pemeluk agama lain itu penting, tetapi belum mampu mengaitkannya sebagai cerminan iman atau menunjukkan contoh konkret penerapannya.Murid dapat menjelaskan pentingnya menghormati pemeluk agama lain dan mengaitkannya dengan nilai iman, serta mampu menyebutkan minimal satu contoh sikap menghormati dalam kehidupan nyata.Murid dapat menjelaskan dengan baik bahwa menghormati pemeluk agama lain adalah wujud nyata keimanan, menyebutkan beberapa contoh sikap konkret dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan lingkungan tempat tinggal, serta menetapkan komitmen pribadi untuk menerapkannya.
Kemampuan mengkategorikan skenario toleransi (penilaian proses diskusi)Murid tidak dapat membedakan antara skenario toleransi yang tepat dan yang melampaui batas, atau tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok.Murid mencoba mengkategorikan skenario tetapi sebagian besar kategori masih keliru, dan belum mampu memberikan alasan yang logis.Murid mampu mengkategorikan sebagian besar skenario dengan benar dan dapat memberikan alasan yang cukup logis, meskipun belum selalu menggunakan dasar konsep toleransi dalam Islam secara eksplisit.Murid mampu mengkategorikan seluruh skenario dengan tepat, memberikan alasan yang jelas dan berdasarkan konsep toleransi dalam Islam, serta aktif berkontribusi dalam diskusi kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami perbedaan antara toleransi yang tepat dan yang melampaui batas dalam Islam? Bagaimana saya mengetahuinya?
  • Apakah metode kartu skenario efektif untuk usia kelas 4? Adakah yang perlu disederhanakan atau diperkaya pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda mendapat dukungan yang cukup selama proses pembelajaran ini?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Apa yang bisa saya perbaiki?
  • Sejauh mana murid mampu mengaitkan konsep toleransi dengan pengalaman nyata mereka dalam refleksi individu?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang toleransi adalah ...
  • Contoh toleransi yang tepat yang bisa aku lakukan di sekolah atau di rumah adalah ...
  • Batasan toleransi yang perlu aku jaga sebagai seorang Muslim adalah ...
  • Bagaimana perasaanku setelah belajar tentang toleransi hari ini? Apakah aku merasa lebih siap untuk menghormati teman yang berbeda agama?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4, Kemendikbud RI Tahun 2021 (Penulis: Ahmad Faozan & Jamaluddin, ISBN: 978-602-244-492-3)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbud RI Tahun 2021
  3. Gambar/ilustrasi situasi toleransi dalam kehidupan sehari-hari (disiapkan guru dalam bentuk cetak atau tayangan)
  4. Kartu skenario situasi toleransi (disiapkan guru, dicetak dan dipotong per kartu)
  5. Lembar kerja kelompok kategorisasi skenario toleransi
  6. Lembar refleksi individu murid
  7. Kartu SETUJU/TIDAK SETUJU untuk asesmen diagnostik awal
  8. Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk menulis kata kunci bersama

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.