Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 2: Teladan Mulia Asmaulhusna

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 2: Teladan Mulia Asmaulhusna". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 2: Teladan Mulia Asmaulhusna

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 2: Teladan Mulia Asmaulhusna

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif Bab 2: Teladan Mulia Asmaulhusna
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang arti Asmaulhusna Al-Mālik, Al-Azīz, Al-Quddūs, As-Salām, dan Al-Mu'min melalui asesmen tertulis dengan benar.
  2. Murid dapat menunjukkan keterkaitan antara Asmaulhusna dengan perilaku terpuji (menahan diri, mandiri, cinta kebersihan, menjaga lisan, dan hidup tertib) melalui asesmen tertulis dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari lima Asmaulhusna yang sudah kita pelajari, mana yang paling berkesan bagimu dan mengapa?
  2. Pernahkah kamu melihat seseorang di sekitarmu yang perilakunya mencerminkan salah satu Asmaulhusna? Ceritakan!
  3. Jika Allah disebut Al-Quddūs (Maha Suci), bagaimana sebaiknya kita bersikap dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan suasana kelas kondusif dan tertib.
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan asesmen sumatif Bab 2, dan menjelaskan tujuan serta alur kegiatan secara singkat.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menanyakan 2–3 pertanyaan lisan singkat untuk mengecek kesiapan belajar murid (contoh: 'Siapa yang masih ingat arti Al-Mālik?' dan 'Apa contoh perilaku yang mencerminkan As-Salām?').
  • Guru memberikan motivasi dengan mengingatkan murid bahwa mengerjakan asesmen dengan jujur dan sungguh-sungguh adalah cerminan dari teladan Asmaulhusna Al-Mu'min (pemberi rasa aman dan kepercayaan).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan untuk menghangatkan suasana dan membangun koneksi dengan materi yang telah dipelajari.
  • Guru mengingatkan tata tertib selama asesmen: tenang, jujur, kerjakan sendiri, dan tidak boleh saling mencontek.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif kepada seluruh murid.
  • Guru membacakan petunjuk pengerjaan soal secara pelan dan jelas: bagian A (menjodohkan pernyataan dengan Asmaulhusna), bagian B (menuliskan contoh perilaku terpuji), dan bagian C (menjawab pertanyaan uraian).
  • Murid diberi waktu 2 menit untuk membaca seluruh soal sebelum mulai mengerjakan, agar memahami apa yang ditanyakan (membaca soal dengan berkesadaran).
  • Guru mempersilakan murid mengajukan pertanyaan bila ada petunjuk soal yang belum dipahami, sebelum waktu pengerjaan dimulai.

Mengaplikasi (Bermakna, Kemandirian):

  • Murid mengerjakan soal bagian A: menjodohkan pernyataan tentang sifat Allah dengan nama Asmaulhusna yang sesuai (Al-Mālik, Al-Azīz, Al-Quddūs, As-Salām, Al-Mu'min). Contoh: 'Allah Swt. adalah Zat yang tersucikan dari segala macam kekurangan' → Al-Quddūs.
  • Murid mengerjakan soal bagian B: menuliskan minimal satu contoh perilaku terpuji yang mencerminkan masing-masing Asmaulhusna (Al-Quddūs → cinta kebersihan; As-Salām → hidup tertib; Al-Mālik → menahan diri; Al-Mu'min → menjaga lisan; Al-Azīz → mandiri).
  • Murid mengerjakan soal bagian C (uraian): menjawab 4 pertanyaan yang meminta murid menghubungkan Asmaulhusna dengan konteks kehidupan nyata, seperti menentukan profesi yang meneladani Al-Quddūs beserta alasannya, menjelaskan arti As-Salām, dan mendeskripsikan perilaku pemimpin yang meneladani Al-Mu'min.
  • Guru berkeliling kelas memantau proses pengerjaan secara tenang, memastikan murid mengerjakan secara mandiri dan tidak ada hambatan teknis (contoh: kertas kurang, alat tulis rusak).
  • Guru mencatat observasi singkat: murid mana yang terlihat kesulitan pada bagian tertentu, sebagai bahan umpan balik setelah asesmen.

Merefleksi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setelah waktu pengerjaan selesai, guru meminta murid memeriksa kembali jawaban mereka selama 3 menit sebelum dikumpulkan.
  • Guru meminta murid mengisi kolom refleksi singkat di bagian bawah lembar soal (bila tersedia) atau di buku tulis: 'Soal mana yang menurutmu paling mudah?' dan 'Soal mana yang paling sulit? Mengapa?'
  • Guru mengumpulkan lembar jawaban murid.
  • Guru membahas 2–3 soal yang dianggap paling menantang secara singkat bersama kelas, memberikan jawaban kunci dan penjelasan bermakna: mengapa perilaku tertentu mencerminkan Asmaulhusna tertentu, agar murid memperoleh pemahaman yang lebih dalam setelah mengerjakan soal.
  • Guru mengingatkan bahwa nilai bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan — yang terpenting adalah murid memahami dan mulai meneladani Asmaulhusna dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan secara lisan: menyebutkan lima Asmaulhusna dan satu perilaku terpuji yang berkaitan dengan masing-masing nama.
  • Guru memberikan penguatan positif atas usaha murid mengerjakan asesmen dengan jujur dan tertib.
  • Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen akan dikembalikan dengan umpan balik tertulis pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menginformasikan topik bab berikutnya secara singkat agar murid mulai penasaran.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat menerima lembar soal yang dilengkapi bank kata (daftar lima Asmaulhusna) pada bagian A dan B sebagai scaffolding, sehingga mereka dapat fokus pada pemahaman makna, bukan mengingat ejaan nama.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan waktu 5 menit ekstra untuk menyelesaikan soal. Murid yang lebih cepat selesai diminta menuliskan satu contoh nyata dari kehidupan mereka sendiri untuk setiap Asmaulhusna sebagai tantangan pengayaan.
  • Produk: Murid yang lebih cepat dan mampu dapat menambahkan penjelasan alasan (reasoning) pada jawaban bagian B, bukan sekadar menuliskan contoh perilaku, sehingga menunjukkan pemahaman yang lebih dalam tentang keterkaitan Asmaulhusna dengan akhlak.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan diagnostik di awal pendahuluan: 'Siapa yang masih ingat, apa arti Al-Mālik?', 'Apa contoh perilaku yang mencerminkan Al-Quddūs?', 'Dari lima Asmaulhusna yang sudah dipelajari, mana yang paling kamu ingat?'. Respon murid digunakan untuk mengidentifikasi kesiapan kelas secara umum sebelum asesmen dimulai.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid mengerjakan soal: guru mencatat nama murid yang membutuhkan waktu lebih lama atau tampak kebingungan pada bagian tertentu.
  • Murid mengisi refleksi singkat tertulis setelah mengumpulkan lembar jawaban: 'Soal mana yang paling mudah?' dan 'Soal mana yang paling sulit? Mengapa?'. Hasil refleksi digunakan guru sebagai umpan balik untuk pembelajaran berikutnya.

Akhir:

  • Asesmen tertulis sumatif dengan tiga bagian soal yang mencakup dua TP: bagian A mengukur TP 4.2.5.1 (pemahaman arti Asmaulhusna) dan bagian B–C mengukur TP 4.2.5.2 (keterkaitan Asmaulhusna dengan perilaku terpuji).
  • Pedoman penskoran: Bagian A — setiap jawaban benar bernilai 2 poin (5 soal × 2 = 10); Bagian B — setiap contoh perilaku yang tepat bernilai 3 poin (5 Asmaulhusna × 3 = 15); Bagian C — setiap jawaban uraian dinilai berdasarkan kelengkapan dan ketepatan alasan (4 soal, skor 2–5 per soal, maksimal 20). Total: 45 poin, nilai akhir = (skor perolehan ÷ 45) × 100.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan untuk mengecek kesiapan dan ingatan awal murid tentang materi Asmaulhusna.
  • Observasi guru selama pengerjaan soal: mencatat murid yang terlihat kesulitan pada bagian tertentu sebagai bahan umpan balik.
  • Refleksi singkat tertulis murid tentang soal yang mudah dan sulit setelah selesai mengerjakan.

Sumatif:

  • Asesmen tertulis terdiri dari tiga bagian: (A) menjodohkan pernyataan dengan Asmaulhusna (skor maksimal 10), (B) menuliskan contoh perilaku terpuji untuk setiap Asmaulhusna (skor maksimal 15), dan (C) menjawab pertanyaan uraian kontekstual (skor maksimal 20). Total skor 45, dikonversi ke skala 100.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Arti Asmaulhusna (TP 4.2.5.1) — Bagian AMurid menjawab benar 0–1 dari 5 soal penjodohan (skor 0–2). Belum mampu mengidentifikasi arti Asmaulhusna.Murid menjawab benar 2 dari 5 soal penjodohan (skor 4). Mampu mengenali sebagian kecil arti Asmaulhusna.Murid menjawab benar 3–4 dari 5 soal penjodohan (skor 6–8). Mampu memahami sebagian besar arti Asmaulhusna dengan tepat.Murid menjawab benar semua 5 soal penjodohan (skor 10). Mampu mengidentifikasi dan memahami arti seluruh Asmaulhusna dengan tepat.
Keterkaitan Asmaulhusna dengan Perilaku Terpuji (TP 4.2.5.2) — Bagian BMurid hanya mampu menuliskan 0–1 contoh perilaku terpuji yang tepat (skor 0–3). Belum mampu mengaitkan Asmaulhusna dengan akhlak.Murid mampu menuliskan 2 contoh perilaku terpuji yang tepat (skor 6). Mulai memahami keterkaitan antara Asmaulhusna dan akhlak secara terbatas.Murid mampu menuliskan 3–4 contoh perilaku terpuji yang tepat (skor 9–12). Cukup mampu mengaitkan sebagian besar Asmaulhusna dengan perilaku terpuji yang sesuai.Murid mampu menuliskan 5 contoh perilaku terpuji yang tepat untuk semua Asmaulhusna (skor 15). Mampu mengaitkan seluruh Asmaulhusna dengan perilaku terpuji secara tepat dan relevan.
Penalaran Kontekstual (TP 4.2.5.1 & 4.2.5.2) — Bagian C (Uraian)Murid hanya menjawab 0–1 soal uraian dengan jawaban yang tepat atau relevan (skor 0–5). Belum mampu menghubungkan Asmaulhusna dengan konteks kehidupan nyata.Murid menjawab 2 soal uraian dengan penjelasan yang cukup tepat (skor 6–10). Mulai mampu menghubungkan Asmaulhusna dengan situasi kehidupan nyata namun penjelasan masih singkat.Murid menjawab 3 soal uraian dengan penjelasan yang tepat dan cukup lengkap (skor 11–15). Mampu mengaitkan Asmaulhusna dengan konteks kehidupan nyata dengan alasan yang jelas.Murid menjawab semua 4 soal uraian dengan penjelasan yang tepat, lengkap, dan disertai alasan yang logis (skor 16–20). Mampu menghubungkan Asmaulhusna dengan berbagai konteks kehidupan nyata secara mendalam dan bermakna.
Sikap selama Asesmen (Kemandirian dan Kejujuran)Murid belum mampu mengerjakan secara mandiri; terlihat berusaha melihat jawaban teman atau tidak mengerjakan soal.Murid mengerjakan soal sendiri namun membutuhkan dorongan dari guru agar tetap fokus dan tidak terganggu.Murid mengerjakan soal secara mandiri dan tenang, menyelesaikan sebagian besar soal dalam waktu yang ditentukan.Murid mengerjakan soal secara mandiri, jujur, dan tertib dari awal hingga akhir; menyelesaikan semua soal dalam waktu yang ditentukan, dan memeriksa kembali jawabannya sebelum dikumpulkan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami petunjuk soal sebelum mulai mengerjakan? Jika tidak, bagian mana yang perlu diperjelas pada asesmen berikutnya?
  • Soal bagian mana yang paling banyak dijawab salah oleh murid? Apa kemungkinan penyebabnya — apakah materi tersebut kurang dilatih selama pembelajaran?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk seluruh rangkaian kegiatan (pendahuluan, pengerjaan soal, pembahasan, dan penutup)?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan (bank kata, waktu tambahan) sudah efektif membantu murid yang membutuhkan dukungan?
  • Tindak lanjut apa yang perlu dilakukan berdasarkan hasil asesmen ini — remedial untuk murid yang belum mencapai KKTP atau pengayaan untuk yang sudah melampaui?

Refleksi Murid:

  • Materi Asmaulhusna mana yang kamu rasa paling mudah dipahami? Mengapa?
  • Soal mana yang paling sulit kamu kerjakan hari ini? Apa yang akan kamu lakukan untuk lebih memahaminya?
  • Dari lima Asmaulhusna yang sudah kamu pelajari, perilaku terpuji mana yang paling ingin kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Kurikulum Merdeka) — halaman 37–38 (Ayo Kerjakan dan Sikapku Bab 2)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Kurikulum Merdeka) — halaman 59–60 (Pedoman Penilaian dan Kunci Jawaban Bab 2)
  3. Lembar soal asesmen sumatif Bab 2 yang disiapkan guru (mencakup bagian A penjodohan, bagian B perilaku terpuji, dan bagian C uraian kontekstual)
  4. Lembar refleksi murid (disiapkan guru atau ditulis di buku tulis)
  5. Papan tulis atau layar proyektor untuk membahas kunci jawaban secara singkat setelah asesmen
  6. Alat tulis murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.