MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Berakhlak dengan Asmaulhusna: Menahan Diri, Mandiri, Cinta Kebersihan, Menjaga Lisan, dan Hidup Tertib INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Berakhlak dengan Asmaulhusna: Menahan Diri, Mandiri, Cinta Kebersihan, Menjaga Lisan, dan Hidup Tertib |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mendeskripsikan hubungan antara Asmaulhusna Al-Mālik, Al-Azīz, Al-Quddūs, As-Salām, dan Al-Mu'min dengan perilaku menahan diri, mandiri, cinta kebersihan, menjaga lisan, dan hidup tertib dengan benar.
- Murid dapat membiasakan sikap menahan diri, mandiri, cinta kebersihan, menjaga lisan, dan hidup tertib sebagai cerminan beriman kepada Allah Swt. melalui Asmaulhusna dalam kehidupan sehari-hari.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu merasa sangat marah kepada teman, lalu kamu memilih diam dan menahan diri? Apa yang kamu rasakan setelah itu?
- Kalau Allah Swt. disebut Al-Quddūs (Mahasuci) dan As-Salām (Mahasejahtera), sikap apa yang bisa kita tiru dari nama-nama indah Allah tersebut dalam kehidupan sehari-hari?
- Menurutmu, mengapa seorang muslim perlu menjaga lisan dan hidup tertib? Apa hubungannya dengan iman kepada Allah Swt.?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama, mengajak murid memulai belajar dengan penuh kesadaran dan niat yang tulus (± 3 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid; meminta murid merapikan meja dan posisi duduk sebagai wujud hidup tertib.
- Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan kartu bergambar lima perilaku (menahan diri, mandiri, cinta kebersihan, menjaga lisan, hidup tertib) dan meminta murid mengangkat tangan jika mereka sudah pernah melakukan perilaku tersebut. Guru mencatat pola jawaban sebagai data awal (± 4 menit).
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan mempersilakan 2–3 murid menjawab secara singkat untuk membangun rasa ingin tahu.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan jelas: 'Hari ini kita akan belajar bagaimana lima Asmaulhusna mengajarkan kita cara berperilaku mulia dalam keseharian.' (± 3 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan tabel sederhana di papan tulis atau slide yang memuat lima Asmaulhusna (Al-Mālik, Al-Azīz, Al-Quddūs, As-Salām, Al-Mu'min), artinya, dan kolom 'Akhlak yang Bisa Kita Teladani' yang masih kosong.
- Guru membacakan dengan ekspresif narasi singkat dari Buku Siswa tentang masing-masing Asmaulhusna dan menghubungkannya dengan perilaku: Al-Mālik → menahan diri; Al-Azīz → mandiri; Al-Quddūs → cinta kebersihan; As-Salām → menjaga lisan; Al-Mu'min → hidup tertib.
- Murid diminta mengamati tabel, lalu secara berpasangan mendiskusikan: 'Menurut kamu, mengapa Al-Mālik (Maharaja) mengajarkan kita untuk menahan diri?' Guru memberikan waktu 3 menit untuk diskusi berpasangan.
- Beberapa pasang murid menyampaikan hasil diskusi secara lisan; guru menguatkan koneksi antara makna Asmaulhusna dan akhlak yang disasar.
- Guru mengajak murid membaca bersama hadis pendukung: 'Latihlah diri kalian berakhlak dengan akhlak/sifat-sifat Allah' sambil memaknai artinya bersama-sama.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi menjadi 5 kelompok (± 4–5 orang per kelompok). Setiap kelompok mendapat satu kartu Asmaulhusna beserta skenario situasi sehari-hari (contoh: Kelompok Al-Quddūs mendapat skenario 'Kelasmu kotor setelah jam istirahat—apa yang kamu lakukan?').
- Setiap kelompok berdiskusi dan menuliskan di lembar kerja: (a) makna Asmaulhusna yang mereka dapat, (b) hubungannya dengan perilaku mulia, dan (c) dua contoh nyata penerapan akhlak tersebut di rumah dan di sekolah.
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat (1–2 menit per kelompok); kelompok lain dapat menanggapi atau menambahkan.
- Guru memberikan penguatan dan koreksi bila ada pemahaman yang perlu diluruskan, sambil memberi apresiasi positif atas partisipasi murid.
- Murid mengerjakan 'Aktivitasku' secara mandiri: mengisi tabel hubungan Asmaulhusna dengan contoh perilaku terpuji sesuai panduan Buku Siswa (misalnya: mengisi cara menjaga kebersihan badan, lingkungan, dan hati; atau menuliskan aturan di suatu tempat dan perilaku tertib yang sesuai).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk nyaman, lalu memimpin refleksi terbimbing selama ± 3 menit: 'Tutup mata sejenak. Ingat satu momen dalam seminggu ini di mana kamu berhasil menahan diri atau menjaga lisanmu. Rasakan betapa Allah Swt. Al-Mu'min selalu menjaga dan memberimu ketenangan.'
- Murid membuka mata dan menuliskan di lembar refleksi pribadi (sticky note atau selembar kertas kecil): satu akhlak dari Asmaulhusna yang ingin mereka biasakan mulai hari ini beserta alasannya.
- Guru meminta 3–4 murid secara sukarela berbagi tulisan refleksinya kepada kelas.
- Guru menutup kegiatan inti dengan menegaskan: 'Dengan mempelajari Asmaulhusna, kita bukan hanya menghafal nama Allah, tetapi kita belajar menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya—itulah bentuk iman kita kepada-Nya.'
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan materi: setiap Asmaulhusna memiliki hikmah akhlak yang bisa diteladani dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud keimanan kepada Allah Swt.
- Guru melakukan asesmen akhir lisan cepat: mengajukan 2–3 pertanyaan singkat secara acak kepada beberapa murid (misalnya: 'Asmaulhusna apa yang mengajarkan kita cinta kebersihan? Sebutkan satu contoh perilakunya!').
- Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati satu perilaku mulia dari Asmaulhusna yang berhasil mereka lakukan di rumah dan melaporkannya pada pertemuan berikutnya.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam. (± 5 menit)
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan kartu bergambar visual yang menampilkan ikon perilaku (gambar anak menahan marah, gambar anak menyapu, dsb.) di samping teks Asmaulhusna, sehingga lebih mudah memahami koneksinya.
- Proses: Murid yang sudah cepat memahami diminta membuat contoh situasi baru (bukan dari buku) untuk setiap Asmaulhusna dan menjelaskannya kepada teman kelompok sebagai tutor sebaya. Murid yang memerlukan lebih banyak waktu dapat mengerjakan lembar kerja dengan panduan pertanyaan pemandu yang lebih terstruktur.
- Produk: Murid yang cepat dapat menuliskan cerita pendek (3–4 kalimat) tentang tokoh anak yang meneladani salah satu Asmaulhusna. Murid yang memerlukan dukungan cukup melengkapi tabel isian sederhana yang sudah disediakan guru.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan kartu bergambar lima perilaku (menahan diri, mandiri, cinta kebersihan, menjaga lisan, hidup tertib) dan meminta murid mengangkat tangan jika mereka sudah pernah atau sering melakukan masing-masing perilaku tersebut.
- Guru mencatat secara cepat perilaku mana yang paling banyak/sedikit dilakukan murid sebagai peta awal untuk menentukan penekanan pembahasan dalam kegiatan inti.
Proses:- Observasi selama diskusi berpasangan pada tahap Memahami: apakah murid mampu mengaitkan makna Asmaulhusna dengan akhlak yang disasar.
- Cek lembar kerja kelompok pada tahap Mengaplikasi: guru berkeliling dan memberi umpan balik langsung kepada setiap kelompok tentang ketepatan contoh perilaku yang mereka tuliskan.
- Pantau lembar refleksi pribadi pada tahap Merefleksi: apakah murid mampu memilih satu akhlak secara sadar dan memberikan alasan yang berkaitan dengan iman kepada Allah Swt.
Akhir:- Kuis lisan cepat: guru mengajukan 2–3 pertanyaan kepada beberapa murid secara acak, misalnya: 'Asmaulhusna apa yang mengajarkan kita hidup tertib?' atau 'Berikan satu contoh perilaku yang mencerminkan Al-Quddūs!'
- Murid mengisi tabel 'Sikapku' (bagian A: mencocokkan pernyataan dengan Asmaulhusna; bagian B: menulis contoh perilaku terpuji untuk setiap Asmaulhusna) sesuai panduan Buku Siswa.
- Penilaian sikap observasi: guru mengamati perilaku murid selama pembelajaran (kerapian, ketertiban, cara berbicara) sebagai bukti nyata penghayatan materi.
Formatif:- Observasi partisipasi murid selama diskusi berpasangan dan diskusi kelompok (keaktifan, ketepatan koneksi Asmaulhusna dengan akhlak).
- Lembar kerja kelompok: ketepatan menghubungkan Asmaulhusna dengan perilaku terpuji dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
- Lembar refleksi pribadi (sticky note): kualitas akhlak yang dipilih dan alasan yang diberikan murid.
Sumatif:- Kuis lisan singkat di akhir pembelajaran: murid menjawab pertanyaan tentang hubungan Asmaulhusna dengan perilaku mulia.
- Pengisian tabel 'Sikapku' dari Buku Siswa: mencocokkan pernyataan dengan Asmaulhusna yang tepat dan menyebutkan contoh perilaku terpuji.
- Tindak lanjut (dinilai pertemuan berikutnya): laporan singkat lisan tentang satu perilaku Asmaulhusna yang berhasil dilakukan di rumah.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mendeskripsikan hubungan Asmaulhusna dengan perilaku mulia [TP 4.2.4.1] | Murid belum dapat menghubungkan Asmaulhusna dengan perilaku mulia yang sesuai, atau jawaban tidak relevan. | Murid dapat menghubungkan 1–2 Asmaulhusna dengan perilaku mulia yang sesuai dengan bantuan guru atau teman. | Murid dapat menghubungkan 3–4 Asmaulhusna dengan perilaku mulia yang sesuai secara mandiri dengan penjelasan yang cukup tepat. | Murid dapat menghubungkan semua 5 Asmaulhusna dengan perilaku mulia yang sesuai secara mandiri, disertai contoh nyata yang tepat dan penjelasan yang runtut. | | Membiasakan akhlak mulia sebagai cerminan iman [TP 4.2.4.2] | Murid belum menunjukkan pemahaman bahwa perilaku mulia berkaitan dengan iman kepada Allah Swt.; tidak dapat menyebutkan niat atau alasan yang berkaitan dengan Asmaulhusna. | Murid dapat menyebutkan 1–2 perilaku mulia yang ingin dibiasakan, namun belum mampu menghubungkannya secara jelas dengan Asmaulhusna atau keimanan. | Murid dapat menyebutkan 3–4 perilaku mulia yang ingin dibiasakan dan mampu menghubungkannya dengan Asmaulhusna serta menyadari hal itu sebagai cerminan iman. | Murid mampu memilih perilaku mulia yang spesifik, menghubungkannya dengan Asmaulhusna yang relevan, memberikan alasan yang bermakna terkait keimanan, dan berkomitmen nyata untuk membiasakan akhlak tersebut. | | Partisipasi dan Kolaborasi dalam Diskusi Kelompok | Murid tidak aktif dalam diskusi kelompok; tidak menyumbang ide atau pendapat. | Murid sesekali menyumbang ide dalam diskusi kelompok jika diminta atau dipancing oleh teman/guru. | Murid aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat dengan jelas, dan mendengarkan pendapat teman dengan baik. | Murid sangat aktif, memimpin diskusi, mendorong teman untuk berpartisipasi, dan mampu merangkum hasil diskusi kelompok secara sistematis. | | Kualitas Refleksi Diri | Murid tidak dapat mengidentifikasi akhlak yang ingin dibiasakan atau menulis refleksi yang tidak relevan dengan materi. | Murid menulis satu akhlak yang ingin dibiasakan tanpa disertai alasan yang jelas. | Murid menulis satu akhlak yang ingin dibiasakan disertai alasan yang berkaitan dengan Asmaulhusna atau keimanan kepada Allah Swt. | Murid menulis refleksi yang mendalam: menyebutkan akhlak yang dipilih, menghubungkannya secara eksplisit dengan Asmaulhusna, memberikan alasan yang berkaitan dengan keimanan, dan merumuskan langkah konkret yang akan dilakukan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid berhasil memahami hubungan antara kelima Asmaulhusna dengan perilaku mulia yang sesuai? Bagian mana yang perlu penjelasan lebih lanjut di pertemuan berikutnya?
- Apakah metode diskusi berpasangan dan diskusi kelompok yang digunakan hari ini efektif untuk membangun pemahaman bermakna murid? Apa yang perlu disesuaikan?
- Apakah murid yang memerlukan dukungan tambahan mendapat perhatian yang cukup selama kegiatan? Bagaimana cara meningkatkan diferensiasi di pertemuan berikutnya?
- Sejauh mana murid menunjukkan kesadaran bahwa meneladani Asmaulhusna adalah bentuk nyata dari keimanan? Apakah ada momen pembelajaran yang paling berkesan hari ini?
Refleksi Murid:- Dari lima Asmaulhusna yang kita pelajari hari ini, mana yang paling berkesan buatmu? Mengapa?
- Satu perilaku mulia mana yang ingin kamu biasakan mulai hari ini di rumah atau di sekolah? Apa langkah pertama yang akan kamu lakukan?
- Apakah kamu sudah merasa bahwa belajar akhlak dari Asmaulhusna membantumu menjadi orang yang lebih baik? Ceritakan dengan singkat!
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Kemendikbudristek) — Bab 2: Teladan Mulia Asmaulhusna, halaman 30–37.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Kemendikbudristek) — Bab 2, termasuk rubrik penilaian dan kunci jawaban.
- Kartu Asmaulhusna (media cetak atau digital) yang memuat tulisan Arab, nama latin, arti, dan gambar ilustrasi perilaku terkait — dibuat atau disiapkan oleh guru.
- Lembar kerja kelompok berisi tabel Asmaulhusna, kolom hubungan dengan akhlak, dan contoh perilaku nyata — disiapkan guru.
- Sticky note atau kertas kecil untuk lembar refleksi pribadi murid.
- Papan tulis atau slide presentasi sederhana untuk menampilkan tabel Asmaulhusna dan artinya.
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) versi Deep Learning 2025 — sebagai acuan prinsip pedagogis berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
|