Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengenal Asmaulhusna: Al-Mālik dan Al-Azīz

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Mengenal Asmaulhusna: Al-Mālik dan Al-Azīz". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengenal Asmaulhusna: Al-Mālik dan Al-Azīz

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenal Asmaulhusna: Al-Mālik dan Al-Azīz

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenal Asmaulhusna: Al-Mālik dan Al-Azīz
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan arti Asmaulhusna Al-Mālik (Maharaja) dan Al-Azīz (Mahamulia) dengan benar.
  2. Murid dapat menyebutkan contoh sikap terpuji yang mencerminkan Asmaulhusna Al-Mālik dan Al-Azīz dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa artinya seseorang disebut 'raja'? Apa perbedaan raja biasa dengan Allah Swt. yang disebut Al-Mālik (Maharaja)?
  2. Pernahkah kamu melihat seseorang yang benar-benar mulia dan dihormati banyak orang? Mengapa orang itu bisa dihormati?
  3. Jika Allah Swt. adalah Pemilik dan Penguasa atas segalanya, bagaimana seharusnya kita bersikap kepada-Nya dan kepada sesama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (± 3 menit).
  • Asesmen awal: Guru menampilkan dua kartu kata 'Al-Mālik' dan 'Al-Azīz' lalu bertanya singkat, 'Siapa yang sudah pernah mendengar kedua nama ini? Apa yang kalian tahu artinya?' — jawaban lisan spontan tanpa penilaian, digunakan guru untuk memetakan pengetahuan awal (± 3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi ruang murid berpendapat bebas untuk membangun rasa ingin tahu (± 4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara ringkas: 'Hari ini kita akan mengenal dua nama indah Allah — Al-Mālik dan Al-Azīz — artinya, dan cara kita meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari.' (± 2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menuliskan tulisan Arab dan Latin 'Al-Mālik' serta 'Al-Azīz' di papan tulis, lalu mengajak murid membaca bersama dengan pelafalan yang benar — diulang tiga kali secara klasikal (Berkesadaran: perhatian penuh pada bacaan).
  • Guru menjelaskan arti Al-Mālik: Allah adalah Maharaja, Penguasa dan Pemilik tunggal atas seluruh alam semesta beserta isinya, tanpa tandingan. Penjelasan disertai ilustrasi sederhana: 'Kalau raja di dunia hanya menguasai satu negeri, Allah Swt. menguasai seluruh langit, bumi, dan segala isinya.'
  • Guru menjelaskan arti Al-Azīz: Allah adalah Mahamulia, Maha Perkasa, dan satu-satunya pemilik kemuliaan sejati. Tidak ada yang bisa mengalahkan atau menandingi kemuliaan-Nya.
  • Guru meminta murid membuka buku siswa halaman terkait Bab 2, lalu membaca dalam hati penjelasan Al-Mālik dan Al-Azīz selama 2 menit (Berkesadaran: membaca dengan sadar dan tenang).
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan secara acak kepada 3–4 murid: 'Coba ulangi dengan kata-katamu sendiri, apa arti Al-Mālik?' dan 'Apa arti Al-Azīz?' untuk mengecek pemahaman awal.
  • Guru memberikan klarifikasi dan penguatan singkat atas jawaban murid.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja berisi dua kolom: kolom kiri berisi nama Asmaulhusna (Al-Mālik dan Al-Azīz), kolom kanan kosong untuk diisi contoh sikap terpuji (Menggembirakan: belajar sambil berdiskusi bersama teman).
  • Setiap kelompok berdiskusi selama ± 8 menit untuk menuliskan minimal 2 contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-Mālik (contoh: menahan diri saat marah karena sadar hanya Allah yang berhak berkuasa atas segalanya; tidak sewenang-wenang saat dipercaya memimpin) dan Al-Azīz (contoh: tidak sombong karena kemuliaan hanya milik Allah; menjaga kehormatan diri dengan berperilaku baik).
  • Asesmen proses: Guru berkeliling mengamati diskusi, mencatat kelompok yang kesulitan, memberikan pertanyaan pancingan seperti 'Kalau kamu jadi ketua kelompok, sikap apa yang mencerminkan Al-Mālik?' — bukan langsung memberi jawaban.
  • Perwakilan dua kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara lisan di depan kelas (± 5 menit). Kelompok lain diajak memberikan tanggapan atau menambahkan (Bermakna: menghubungkan nilai Asmaulhusna dengan kehidupan nyata).
  • Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap contoh-contoh yang disampaikan, mengacu pada kunci jawaban buku guru: Al-Mālik → menahan diri saat marah, tidak mengganggu teman; Al-Azīz → berperilaku sopan, tidak merendahkan orang lain.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali duduk tenang, lalu memutar atau mengucapkan lafal 'Al-Mālik' dan 'Al-Azīz' bersama-sama sekali lagi dengan penuh penghayatan (Berkesadaran: menyadari kebesaran Allah).
  • Guru memandu refleksi personal dengan pertanyaan: 'Dari pembelajaran hari ini, sikap apa yang paling ingin kamu terapkan minggu ini? Mengapa?' — murid menulis jawaban singkat di buku catatan atau kartu refleksi (Bermakna: menghubungkan pembelajaran dengan niat nyata).
  • Murid yang bersedia membacakan refleksinya di depan kelas diberi apresiasi verbal oleh guru.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik lanjutan untuk memperdalam kesadaran: 'Jika Allah adalah Al-Mālik — Maharaja segalanya — apakah kamu merasa aman dan terlindungi? Bagaimana perasaanmu mengetahui hal itu?'
  • Guru merangkum poin utama pembelajaran: arti Al-Mālik, arti Al-Azīz, dan contoh sikap terpuji dari keduanya.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Al-Mālik artinya Maharaja — Allah penguasa segalanya; Al-Azīz artinya Mahamulia — kemuliaan hanya milik Allah. Kita meneladaninya dengan menahan diri, tidak sombong, dan berperilaku mulia.' (± 3 menit).
  • Asesmen akhir: Guru memberikan 2 soal lisan/tertulis singkat — (1) 'Apa arti Al-Mālik dan Al-Azīz?' (2) 'Sebutkan satu contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-Mālik dan satu untuk Al-Azīz!' — murid menjawab di lembar kecil atau secara lisan (± 4 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mengamati satu perilaku di rumah atau lingkungan sekitar yang mencerminkan Al-Mālik atau Al-Azīz, lalu diceritakan pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pelajaran dengan mengajak murid membaca doa bersama, lalu mengucapkan salam (± 2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami arti Al-Mālik dan Al-Azīz diberikan kartu bergambar sederhana (kartu visual) yang memuat tulisan Arab, tulisan Latin, arti, dan ilustrasi gambar pendukung — sehingga mereka bisa menangkap makna melalui visual, bukan hanya teks.
  • Proses: Murid yang cepat memahami diminta menyelesaikan tantangan tambahan: menuliskan 3 contoh sikap terpuji (bukan 2) dan menjelaskan alasan mengapa sikap itu mencerminkan Asmaulhusna tersebut. Murid yang membutuhkan dukungan dapat berdiskusi dengan teman sebangku atau menggunakan kartu visual sebelum mengisi lembar kerja.
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat kalimat pendek berisi niat pribadi (misalnya: 'Sebagai bentuk meneladani Al-Azīz, aku akan...') secara tertulis. Murid yang membutuhkan dukungan cukup melengkapi kalimat rumpang yang sudah disiapkan guru: 'Al-Mālik artinya ___ dan contoh sikapnya adalah ___'.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan kartu kata 'Al-Mālik' dan 'Al-Azīz', lalu bertanya secara lisan: 'Siapa yang sudah pernah mendengar nama ini? Apa yang kalian tahu?' — jawaban dicatat guru sebagai peta pengetahuan awal, tidak diberi nilai.
  • Guru mengidentifikasi murid yang sudah memiliki pengetahuan dasar, yang belum mengenal sama sekali, dan yang memiliki miskonsepsi — digunakan untuk menyesuaikan intensitas penjelasan.

Proses:

  • Observasi aktif saat diskusi kelompok: guru berkeliling dan mencatat apakah setiap kelompok mampu mengaitkan arti Asmaulhusna dengan contoh sikap sehari-hari yang relevan.
  • Pertanyaan pancingan individual kepada murid yang terlihat pasif atau kebingungan: guru mengajukan pertanyaan pembimbing tanpa memberikan jawaban langsung.
  • Presentasi kelompok dinilai menggunakan rubrik observasi: ketepatan arti, relevansi contoh sikap, dan keberanian berkomunikasi.

Akhir:

  • Soal tertulis/lisan: (1) Tuliskan arti Al-Mālik dan Al-Azīz! (2) Sebutkan satu contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-Mālik dan satu untuk Al-Azīz dalam kehidupan sehari-hari!
  • Kartu refleksi: murid menuliskan jawaban atas pertanyaan 'Sikap apa yang ingin kamu terapkan setelah mengenal Al-Mālik dan Al-Azīz? Mengapa?' — dinilai dari kesesuaian sikap dengan makna Asmaulhusna.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan spontan saat tahap Memahami untuk mengecek pemahaman arti Al-Mālik dan Al-Azīz.
  • Observasi diskusi kelompok pada tahap Mengaplikasi — guru mencatat partisipasi dan ketepatan contoh sikap yang disebutkan.
  • Presentasi kelompok: perwakilan menyampaikan hasil diskusi, guru mencatat kelengkapan dan kebenaran contoh sikap terpuji.

Sumatif:

  • Soal lisan/tertulis singkat di akhir pembelajaran: menjelaskan arti Al-Mālik dan Al-Azīz serta menyebutkan masing-masing satu contoh sikap terpuji yang mencerminkannya.
  • Kartu refleksi: murid menuliskan satu sikap yang akan mereka terapkan beserta alasannya — dinilai sebagai bukti pemahaman bermakna.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan arti Al-Mālik dan Al-AzīzMurid tidak dapat menyebutkan arti Al-Mālik maupun Al-Azīz, atau jawaban sama sekali tidak relevan.Murid dapat menyebutkan arti salah satu Asmaulhusna (Al-Mālik atau Al-Azīz) dengan tepat, tetapi yang satunya masih keliru atau tidak lengkap.Murid dapat menjelaskan arti Al-Mālik dan Al-Azīz keduanya dengan tepat, menggunakan kata-kata yang sesuai.Murid dapat menjelaskan arti Al-Mālik dan Al-Azīz dengan tepat dan lengkap, serta mampu menguraikan maknanya dengan kata-katanya sendiri secara runtut dan jelas.
Menyebutkan contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-MālikMurid tidak dapat menyebutkan contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-Mālik, atau contoh yang disebutkan tidak relevan dengan makna Al-Mālik.Murid dapat menyebutkan satu contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-Mālik, namun penjelasan alasannya masih kurang tepat.Murid dapat menyebutkan satu contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-Mālik dengan tepat beserta alasan yang relevan.Murid dapat menyebutkan dua atau lebih contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-Mālik, disertai alasan yang tepat dan dikaitkan dengan makna Asmaulhusna secara bermakna.
Menyebutkan contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-AzīzMurid tidak dapat menyebutkan contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-Azīz, atau contoh yang disebutkan tidak relevan dengan makna Al-Azīz.Murid dapat menyebutkan satu contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-Azīz, namun penjelasan alasannya masih kurang tepat.Murid dapat menyebutkan satu contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-Azīz dengan tepat beserta alasan yang relevan.Murid dapat menyebutkan dua atau lebih contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-Azīz, disertai alasan yang tepat dan dikaitkan dengan makna Asmaulhusna secara bermakna.
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok; diam atau mengganggu jalannya diskusi.Murid sesekali terlibat dalam diskusi, namun kontribusinya masih sangat terbatas atau hanya mengikuti pendapat teman.Murid aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan mendengarkan pendapat teman dengan baik.Murid sangat aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat dengan percaya diri, mendorong teman lain untuk ikut berkontribusi, dan membantu menyimpulkan hasil diskusi kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah penjelasan arti Al-Mālik dan Al-Azīz yang saya sampaikan sudah cukup jelas dan mudah dipahami murid kelas 4?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Pertanyaan mana yang paling efektif?
  • Apakah murid yang membutuhkan dukungan sudah terlayani dengan baik melalui strategi diferensiasi yang saya terapkan?
  • Apakah seluruh murid dapat menghubungkan makna Asmaulhusna Al-Mālik dan Al-Azīz dengan sikap nyata dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana saya bisa memperkuat koneksi ini di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa arti Al-Mālik dan Al-Azīz yang kamu pelajari hari ini? Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri!
  • Sikap terpuji apa yang paling ingin kamu terapkan minggu ini sebagai bentuk meneladani Al-Mālik atau Al-Azīz? Mengapa kamu memilih sikap itu?
  • Apakah ada bagian dari pelajaran hari ini yang masih membingungkanmu? Apa yang ingin kamu tanyakan atau pelajari lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Penulis: Ahmad Faozan & Jamaluddin, Kemendikbud 2021) — Bab 2 'Teladan Mulia Asmaulhusna', halaman 23–38.
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbud 2021) — Bab 2, panduan pembelajaran dan kunci jawaban.
  3. Kartu kata/flashcard: kartu bergambar bertuliskan 'Al-Mālik' dan 'Al-Azīz' (tulisan Arab, Latin, arti, dan ilustrasi) — dibuat guru sebagai alat bantu diferensiasi.
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD): tabel dua kolom untuk mengisi contoh sikap terpuji yang mencerminkan Al-Mālik dan Al-Azīz — disiapkan guru.
  5. Kartu refleksi: lembar kecil untuk murid menuliskan refleksi personal di akhir pembelajaran.
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan tulisan Arab dan Latin Asmaulhusna.
  7. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) versi Deep Learning 2025 — sebagai acuan prinsip pedagogis berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.