Modul AjarPertemuan 4Bab 10Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 10: Kisah Nabi Muhammad saw. Membangun Kota Madinah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 10: Kisah Nabi Muhammad saw. Membangun Kota Madinah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 10: Kisah Nabi Muhammad saw. Membangun Kota Madinah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 10 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 10: Kisah Nabi Muhammad saw. Membangun Kota Madinah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif Bab 10: Kisah Nabi Muhammad saw. Membangun Kota Madinah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan kembali secara runtut kisah Nabi Muhammad saw. membangun Kota Madinah yang meliputi pembangunan masjid, penjalanan ukhuwah, dan penggalangan kerukunan sebagai bukti pemahaman terhadap sejarah peradaban Islam.
  2. Murid dapat mendemonstrasikan sikap toleran, teguh pendirian, dan menghargai perbedaan sebagai nilai akhlak yang dapat diteladani dari kisah Nabi Muhammad saw. membangun Kota Madinah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa hal pertama yang dilakukan Nabi Muhammad saw. saat tiba di Madinah, dan mengapa itu penting?
  2. Bagaimana cara Nabi Muhammad saw. menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar, dan apa yang bisa kita pelajari dari cara tersebut?
  3. Jika kamu hidup di zaman Nabi Muhammad saw. di Madinah, sikap apa yang menurutmu paling penting untuk kamu miliki?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap mengikuti asesmen sumatif.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini murid akan menunjukkan pemahaman mereka tentang kisah Nabi Muhammad saw. membangun Kota Madinah melalui kegiatan bercerita dan demonstrasi sikap.
  • Asesmen awal diagnostik singkat: guru bertanya lisan kepada 3–4 murid secara acak — 'Sebutkan satu hal yang paling kamu ingat dari belajar tentang Kota Madinah!' — untuk mengukur kesiapan murid sebelum asesmen dimulai.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan membantu murid mengaktifkan pengetahuan yang sudah dipelajari.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan asesmen: (1) mereview materi secara singkat bersama, (2) mengerjakan asesmen tertulis, (3) refleksi bersama.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melakukan 'Perjalanan Ingatan' selama 5 menit: murid menutup mata sejenak, guru membacakan narasi singkat tentang perjalanan hijrah Nabi saw. ke Madinah dengan nada tenang, lalu murid membuka mata dan menuliskan 3 kata kunci yang langsung terlintas di benak mereka (kata kunci bebas, misal: masjid, persaudaraan, damai).
  • Guru menampilkan peta konsep besar di papan tulis yang memuat tiga pilar utama: (1) Membangun Masjid Nabawi, (2) Menjalin Ukhuwah, (3) Menggalang Kerukunan — murid diajak membaca dan mengingat kembali isi tiap pilar selama 3 menit.
  • Guru melakukan tanya-jawab cepat (kuis lisan 5 pertanyaan) secara klasikal untuk memastikan murid mengingat fakta-fakta pokok sebelum mengerjakan asesmen tertulis. Pertanyaan meliputi: lokasi pembangunan Masjid Nabawi, nama dua anak yatim pemilik tanah, makna ukhuwah, contoh isi Piagam Madinah, dan satu contoh sikap toleran Nabi saw.
  • Murid yang merasa belum yakin diberi kesempatan membuka catatan selama 2 menit sebagai jembatan ingatan sebelum asesmen dimulai (hanya pada tahap ini, tidak saat asesmen berlangsung).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar asesmen sumatif tertulis kepada setiap murid. Lembar asesmen terdiri dari dua bagian: Bagian A (menceritakan kembali) dan Bagian B (demonstrasi sikap).
  • Bagian A — Menceritakan Kembali (TP 4.10.4.1): Murid menuliskan kisah Nabi Muhammad saw. membangun Kota Madinah secara runtut dalam bentuk paragraf narasi minimal 5 kalimat, mencakup tiga aspek: pembangunan masjid, penjalanan ukhuwah, dan penggalangan kerukunan. Murid mengerjakan secara mandiri selama ±15 menit.
  • Bagian B — Demonstrasi Sikap (TP 4.10.4.2): Murid menjawab 3 soal uraian singkat yang menuntut mereka menghubungkan nilai kisah Nabi saw. dengan kehidupan sehari-hari. Contoh soal: (1) Tuliskan satu contoh sikap toleran yang dapat kamu lakukan di sekolah, terinspirasi dari kisah Nabi saw.! (2) Mengapa Nabi saw. tetap teguh pendirian meski banyak tantangan? Apa yang bisa kamu teladani? (3) Bagaimana cara kamu menghargai teman yang berbeda suku atau kebiasaan? Murid mengerjakan selama ±10 menit.
  • Selama murid mengerjakan, guru berkeliling memantau, memberikan umpan balik non-verbal (senyum, anggukan) untuk menjaga kepercayaan diri murid, dan mencatat observasi sikap murid selama asesmen.
  • Diferensiasi proses diterapkan: murid yang mengalami kesulitan menulis dapat menyampaikan jawabannya secara lisan kepada guru secara bergantian di sudut kelas (tidak mengganggu murid lain).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua lembar dikumpulkan, guru mengajak murid melakukan refleksi belajar berpasangan selama 5 menit: tiap pasangan saling bercerita lisan tentang satu pelajaran paling berkesan dari kisah Nabi Muhammad saw. membangun Kota Madinah.
  • Guru memilih 2–3 pasangan untuk berbagi cerita mereka di depan kelas secara singkat (masing-masing 1 menit), lalu kelas memberikan apresiasi dengan tepuk tangan.
  • Murid mengisi kartu refleksi diri (disediakan guru, ukuran setengah lembar) dengan menjawab dua pertanyaan: (1) Satu hal yang sudah aku kuasai dengan baik dari materi ini adalah... (2) Satu nilai dari kisah Nabi saw. yang ingin aku terapkan minggu ini adalah...
  • Guru menyimpulkan pembelajaran dengan menegaskan tiga nilai utama yang dapat diteladani: toleransi, teguh pendirian, dan menghargai perbedaan — dikaitkan dengan Q.S. Ali Imran/3:64 yang telah dipelajari sebelumnya.

Penutup:

  • Guru mengajak murid membaca rangkuman materi bersama-sama dari ringkasan 'Aku Sudah Belajar' yang ditampilkan di papan tulis.
  • Guru menyampaikan umpan balik umum terhadap proses asesmen yang berlangsung: mengapresiasi kesungguhan murid dalam mengerjakan.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: hasil asesmen sumatif akan dikembalikan pada pertemuan berikutnya disertai umpan balik tertulis.
  • Murid yang perlu remedial akan mendapatkan pendampingan tambahan; murid yang sudah sangat berkembang diajak untuk mengeksplorasi kisah-kisah peradaban Islam lainnya sebagai pengayaan.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan disediakan 'kartu bantuan' berisi kata kunci dan urutan peristiwa (Masjid Nabawi → Ukhuwah Muhajirin-Anshar → Piagam Madinah) yang bisa mereka lihat saat tahap Memahami. Murid yang sudah sangat berkembang diberikan pertanyaan tambahan pengayaan: 'Apa hubungan antara Piagam Madinah dengan konsep toleransi dalam kehidupan berbangsa di Indonesia hari ini?'
  • Proses: Murid yang kesulitan menulis dapat menyampaikan jawaban Bagian A secara lisan kepada guru. Murid yang cepat selesai diminta menambahkan ilustrasi atau bagan sederhana pada lembar jawabannya untuk memperkuat narasi.
  • Produk: Murid menghasilkan tulisan narasi dan uraian sikap sebagai produk utama asesmen. Murid dengan kebutuhan khusus dapat menyampaikan produk dalam bentuk lisan atau gambar berseri dengan keterangan singkat.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan spontan kepada 3–4 murid: 'Sebutkan satu hal yang paling kamu ingat dari belajar tentang Kota Madinah!' — untuk mengecek kesiapan kognitif sebelum asesmen dimulai.
  • Guru mencatat murid yang tampak belum siap dan memberikan waktu 2 menit untuk membuka catatan sebagai jembatan ingatan.

Proses:

  • Kuis lisan klasikal 5 pertanyaan faktual tentang materi Bab 10 sebagai pemanasan sebelum asesmen tertulis.
  • Observasi guru berkeliling saat murid mengerjakan: guru mencatat kemandirian, konsentrasi, dan ketekunan murid menggunakan lembar observasi sederhana (checklist nama murid).
  • Sharing lisan berpasangan setelah asesmen tertulis dikumpulkan sebagai asesmen as learning — murid menilai sendiri pemahaman mereka lewat percakapan dengan teman.

Akhir:

  • Lembar asesmen tertulis Bagian A: murid menulis narasi runtut minimal 5 kalimat tentang kisah Nabi saw. membangun Kota Madinah, mencakup tiga aspek (masjid, ukhuwah, kerukunan). Dinilai menggunakan rubrik aspek 'Menceritakan Kembali'.
  • Lembar asesmen tertulis Bagian B: murid menjawab 3 soal uraian singkat yang menghubungkan nilai kisah Nabi saw. dengan sikap toleran, teguh pendirian, dan menghargai perbedaan dalam kehidupan nyata. Dinilai menggunakan rubrik aspek 'Demonstrasi Sikap'.
  • Kartu refleksi diri murid digunakan sebagai data pelengkap untuk memahami kebermaknaan pembelajaran bagi masing-masing murid.

Formatif:

  • Tanya-jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran untuk mengukur kesiapan murid.
  • Kuis lisan cepat 5 pertanyaan sebelum asesmen tertulis dimulai.
  • Observasi guru selama murid mengerjakan asesmen tertulis (kemandirian, ketekunan, kepercayaan diri).
  • Kartu refleksi diri murid di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Lembar asesmen tertulis Bagian A: narasi runtut kisah Nabi Muhammad saw. membangun Kota Madinah (mencakup masjid, ukhuwah, kerukunan) — mengukur TP 4.10.4.1.
  • Lembar asesmen tertulis Bagian B: tiga soal uraian singkat tentang demonstrasi sikap toleran, teguh pendirian, dan menghargai perbedaan dalam konteks kehidupan nyata — mengukur TP 4.10.4.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan Kembali Kisah Nabi saw. Membangun Kota Madinah (TP 4.10.4.1)Murid belum mampu menceritakan kisah secara runtut; hanya menyebutkan 0–1 aspek (masjid/ukhuwah/kerukunan) dengan informasi yang tidak tepat atau sangat terbatas (kurang dari 2 kalimat).Murid menceritakan kisah dengan sedikit keruntutan; menyebutkan 1–2 aspek dengan informasi yang sebagian besar tepat, namun urutan peristiwa masih acak atau ada bagian penting yang terlewat (2–3 kalimat).Murid menceritakan kisah dengan cukup runtut; mencakup 2–3 aspek dengan informasi yang tepat dan urutan peristiwa yang logis (4–5 kalimat), meskipun ada detail kecil yang kurang lengkap.Murid menceritakan kisah secara runtut, lengkap, dan tepat; mencakup ketiga aspek (masjid, ukhuwah, kerukunan) dengan detail yang akurat, urutan peristiwa yang logis, dan menambahkan konteks atau makna dari kisah tersebut (lebih dari 5 kalimat yang koheren).
Demonstrasi Sikap Toleran, Teguh Pendirian, dan Menghargai Perbedaan (TP 4.10.4.2)Murid belum mampu menghubungkan nilai kisah Nabi saw. dengan sikap dalam kehidupan sehari-hari; jawaban tidak relevan atau kosong pada sebagian besar soal.Murid dapat menyebutkan satu contoh sikap (toleran/teguh pendirian/menghargai perbedaan) dengan hubungan yang longgar terhadap kisah Nabi saw.; penjelasan masih sangat sederhana dan belum dikaitkan dengan konteks nyata yang konkret.Murid dapat menjelaskan dua contoh sikap yang relevan dengan kisah Nabi saw. dan mengaitkannya dengan situasi kehidupan sehari-hari yang konkret; penjelasan cukup jelas meskipun belum mendalam.Murid mampu menjelaskan ketiga sikap (toleran, teguh pendirian, menghargai perbedaan) dengan contoh nyata yang relevan, mengaitkan secara langsung dengan kisah Nabi saw., dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang mengapa sikap tersebut penting untuk diteladani dalam kehidupan sehari-hari.
Kemandirian dan Ketekunan dalam Mengerjakan Asesmen (Observasi Proses)Murid sangat bergantung pada bantuan orang lain atau tidak menyelesaikan lembar asesmen; mudah menyerah saat menghadapi soal yang sulit.Murid beberapa kali membutuhkan dorongan dari guru untuk melanjutkan pekerjaan; menyelesaikan sebagian lembar asesmen.Murid mengerjakan asesmen secara mandiri dengan sedikit keraguan; menyelesaikan seluruh lembar asesmen meskipun butuh sedikit waktu tambahan.Murid mengerjakan asesmen secara mandiri, tekun, dan percaya diri dari awal hingga akhir; menyelesaikan seluruh lembar asesmen dalam waktu yang ditentukan dan menunjukkan sikap sungguh-sungguh.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu asesmen (15 menit Bagian A + 10 menit Bagian B) cukup bagi sebagian besar murid untuk menyelesaikan pekerjaannya?
  • Murid mana yang memerlukan tindak lanjut remedial berdasarkan hasil asesmen hari ini, dan apa bentuk dukungan yang paling tepat untuk mereka?
  • Apakah strategi 'Perjalanan Ingatan' dan kuis lisan sebelum asesmen efektif membantu murid mengaktifkan kembali pengetahuan mereka?
  • Apakah instruksi asesmen sudah cukup jelas sehingga murid tidak kebingungan saat mengerjakan?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari kisah Nabi Muhammad saw. membangun Kota Madinah yang paling mudah aku ingat dan ceritakan? Mengapa?
  • Dari tiga nilai yang aku pelajari (toleran, teguh pendirian, menghargai perbedaan), nilai mana yang paling ingin aku terapkan dalam kehidupanku? Apa langkah pertama yang akan aku lakukan?
  • Apakah aku sudah mengerjakan asesmen dengan sungguh-sungguh dan jujur? Apa yang ingin aku tingkatkan jika ada asesmen berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Kemendikbudristek) — Bab 10: Kisah Nabi Muhammad saw. Membangun Kota Madinah (hal. 173–182)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Kemendikbudristek) — Bab 10
  3. Lembar asesmen sumatif tertulis (Bagian A: narasi runtut; Bagian B: uraian sikap) — disiapkan guru
  4. Kartu bantuan kata kunci untuk diferensiasi (berisi urutan: Masjid Nabawi → Ukhuwah Muhajirin-Anshar → Piagam Madinah) — disiapkan guru
  5. Kartu refleksi diri murid (setengah lembar HVS, 2 pertanyaan refleksi) — disiapkan guru
  6. Peta konsep tiga pilar (Masjid, Ukhuwah, Kerukunan) yang ditampilkan di papan tulis
  7. Q.S. Ali Imran/3:64 sebagai referensi nilai toleransi dan kerukunan
  8. Lembar observasi guru (checklist kemandirian dan ketekunan murid selama asesmen)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.