MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Nabi Muhammad saw. Menggalang Kerukunan melalui Piagam Madinah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Nabi Muhammad saw. Menggalang Kerukunan melalui Piagam Madinah |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. menggalang kerukunan antarumat beragama di Madinah melalui Piagam Madinah dengan baik.
- Murid dapat membuat paparan sederhana mengenai isi pokok Piagam Madinah sebagai upaya Nabi Muhammad saw. mempersaudarakan dan menyatukan penduduk Madinah yang beragam.
- Murid dapat menunjukkan sikap teguh pendirian dan menghargai perbedaan suku serta agama yang diteladankan Nabi Muhammad saw. dalam menggalang kerukunan di Madinah.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian berselisih dengan teman yang berbeda suku atau agama? Bagaimana cara kalian berdamai kembali?
- Jika kalian tinggal di lingkungan yang warganya berbeda-beda agama dan sukunya, aturan apa yang kalian usulkan agar semua orang bisa hidup rukun?
- Menurut kalian, mengapa Nabi Muhammad saw. perlu membuat perjanjian tertulis dengan seluruh penduduk Madinah yang beragam?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid membaca basmalah bersama sebelum memulai pembelajaran.
- Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar secara singkat.
- Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan gambar anak-anak dari berbagai suku dan agama sedang bermain bersama (dapat menggunakan gambar dari buku siswa hal. 180), lalu bertanya: 'Apa yang kalian lihat dari gambar ini? Apakah kalian tahu bagaimana Nabi Muhammad saw. mengatur kehidupan warga Madinah yang sangat beragam?' Guru mencatat respons murid di papan tulis untuk memetakan pemahaman awal.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar tentang Piagam Madinah sebagai cara Nabi Muhammad saw. menciptakan kerukunan.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Jika kalian menjadi pemimpin di lingkungan yang warganya berbeda-beda agama dan sukunya, aturan apa yang kalian buat agar semua orang hidup damai?'
- Guru menjelaskan alur kegiatan pembelajaran: menyimak cerita, berdiskusi kelompok membuat peta konsep, lalu merefleksi nilai Piagam Madinah dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta murid membuka buku siswa halaman 180–181 dan membaca dalam hati teks 'Menggalang Kerukunan' selama 3 menit. (Berkesadaran: membaca dengan penuh perhatian dan tujuan yang jelas)
- Guru menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. menggalang kerukunan di Madinah dengan teknik storytelling yang ekspresif: latar kondisi Madinah yang beragam (Suku Aus, Khazraj, Quraizah, Nadir, Qainuqa, kaum musyrik), kekhawatiran akan perselisihan, hingga lahirnya Piagam Madinah. (Bermakna: menghubungkan konteks sejarah dengan kondisi keberagaman yang murid kenal)
- Guru menuliskan 4 pokok isi Piagam Madinah di papan tulis dalam kalimat sederhana: (1) Semua penduduk Madinah adalah satu umat; (2) Setiap kelompok memiliki hak dan kewajiban yang sama; (3) Penganiayaan harus dihindari dan hukum ditegakkan adil tanpa memandang suku dan agama; (4) Seluruh penduduk wajib menjaga keamanan dan perdamaian Madinah bersama.
- Guru mengajukan pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman: 'Siapa saja yang terlibat dalam Piagam Madinah? Apa tujuan utama dibentuknya Piagam Madinah?' Murid menjawab secara bergantian.
- Guru menghubungkan nilai Piagam Madinah dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila (sila pertama) untuk menunjukkan relevansi dengan kehidupan Indonesia. (Bermakna: mengaitkan materi dengan konteks nyata murid)
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang) secara heterogen (campuran kemampuan). (Menggembirakan: belajar bersama teman)
- Setiap kelompok mendapatkan selembar kertas HVS/karton dan alat tulis berwarna untuk membuat peta konsep bertema 'Menggalang Kerukunan di Madinah melalui Piagam Madinah'. Peta konsep minimal memuat: latar belakang lahirnya Piagam Madinah, pihak-pihak yang terlibat, pokok-pokok isi, dan nilai yang diteladani. (Bermakna: mengolah informasi menjadi produk yang bermakna)
- Guru memandu dengan pertanyaan pembimbing: 'Apa yang terjadi di Madinah sebelum Piagam dibuat? Siapa saja yang diatur dalam Piagam? Nilai apa yang bisa kita ambil dari Nabi Muhammad saw.?' (Menggembirakan: diskusi aktif dan kolaboratif)
- Kelompok diberikan waktu 15 menit untuk menyelesaikan peta konsep. Guru berkeliling memantau, memberi umpan balik lisan singkat, dan mendorong kelompok yang belum aktif.
- Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan peta konsep di depan kelas selama 2–3 menit. Kelompok lain boleh memberi komentar atau pertanyaan singkat. (Menggembirakan: gallery walk mini — tempel peta konsep di dinding/papan, murid berkeliling sebentar sebelum sesi presentasi)
- Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok dan meluruskan konsep yang kurang tepat secara positif.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta murid kembali ke tempat duduknya dan membagikan lembar refleksi individu (atau bisa lisan jika waktu terbatas).
- Murid diminta menjawab 2 pertanyaan refleksi secara tertulis: (1) 'Nilai apa dari Piagam Madinah yang paling berkesan bagimu dan mengapa?'; (2) 'Satu tindakan nyata apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menghargai teman yang berbeda suku atau agama denganmu?' (Berkesadaran: murid menghubungkan materi dengan diri sendiri secara sadar)
- Guru mengajak 2–3 murid secara sukarela membacakan jawaban refleksinya di depan kelas. Guru merespons dengan hangat dan memvalidasi setiap jawaban. (Bermakna: proses memaknai nilai secara personal)
- Guru menyimpulkan bahwa sikap teguh pendirian dan menghargai perbedaan yang diteladankan Nabi Muhammad saw. melalui Piagam Madinah adalah akhlak mulia yang relevan untuk kehidupan murid sehari-hari di Indonesia yang beragam.
- Murid diminta menyimpan lembar refleksinya di portofolio belajar mereka.
Penutup:- Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama: Piagam Madinah adalah bukti kepemimpinan Nabi Muhammad saw. yang adil dan bijaksana dalam menyatukan masyarakat yang beragam.
- Asesmen Akhir: Guru memberikan 3 soal lisan/tertulis singkat — (1) 'Sebutkan 2 pihak yang terlibat dalam Piagam Madinah!'; (2) 'Sebutkan satu isi pokok Piagam Madinah!'; (3) 'Sebutkan satu sikap yang diteladankan Nabi Muhammad saw. dalam Piagam Madinah!'
- Guru memberikan umpan balik umum atas hasil kerja kelompok dan presentasi hari ini.
- Guru menyampaikan pesan moral: 'Seperti Nabi Muhammad saw. yang teguh pendirian dan menghargai perbedaan, kita juga bisa menjadi agen kerukunan di lingkungan kita.'
- Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran berikutnya.
- Pembelajaran ditutup dengan hamdalah bersama dan salam penutup dari guru.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan lembar bantu berupa ringkasan kisah Piagam Madinah dalam 5 poin sederhana dan gambar visual pendukung. Murid yang sudah cepat memahami dapat membaca teks tambahan tentang hubungan nilai Piagam Madinah dengan nilai-nilai Pancasila.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat membuat peta konsep dengan kerangka yang sudah disiapkan guru (template dengan kotak-kotak kosong yang tinggal diisi). Murid yang cepat dapat mengembangkan peta konsep dengan menambahkan contoh penerapan nilai Piagam Madinah dalam kehidupan nyata di Indonesia.
- Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup menceritakan kembali kisah Piagam Madinah secara lisan dengan panduan 3 pertanyaan bantu. Murid yang cepat dapat membuat paparan lebih lengkap dalam bentuk poster mini atau infografis sederhana tentang Piagam Madinah dan kaitannya dengan Bhinneka Tunggal Ika.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan gambar anak-anak beragam suku dan agama bermain bersama, lalu bertanya: 'Apa yang kalian tahu tentang bagaimana Nabi Muhammad saw. mengatur warga Madinah yang berbeda-beda suku dan agamanya?' Guru mencatat kata kunci dari jawaban murid di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal.
- Guru bertanya singkat: 'Apakah kalian pernah mendengar kata Piagam Madinah? Apa yang kalian bayangkan dari kata itu?' untuk mengukur tingkat familiaritas murid terhadap topik.
Proses:- Observasi guru selama diskusi kelompok: apakah semua anggota terlibat aktif, apakah informasi yang didiskusikan sudah tepat.
- Cek pemahaman lisan saat tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan langsung kepada beberapa murid secara acak tentang siapa yang terlibat dalam Piagam Madinah dan apa tujuannya.
- Umpan balik langsung guru saat berkeliling ke kelompok: memberi komentar konstruktif pada peta konsep yang sedang dikerjakan.
- Penilaian presentasi kelompok menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang — Sangat Berkembang) pada aspek isi, keruntutan, dan sikap saat presentasi.
Akhir:- Tes tertulis/lisan 3 soal: (1) Sebutkan 2 pihak yang terlibat dalam Piagam Madinah! (2) Sebutkan satu isi pokok Piagam Madinah! (3) Sebutkan satu sikap teladan Nabi Muhammad saw. yang tercermin dalam Piagam Madinah!
- Pengumpulan lembar refleksi individu sebagai bukti murid mampu mengaitkan nilai Piagam Madinah dengan sikap menghargai perbedaan dalam kehidupan nyata.
Formatif:- Observasi keaktifan dan kualitas diskusi murid dalam kelompok saat membuat peta konsep.
- Penilaian peta konsep kelompok berdasarkan kelengkapan informasi (latar belakang, pihak terlibat, pokok isi, nilai teladan) dan keterbacaan.
- Penilaian presentasi kelompok: kemampuan menyampaikan isi peta konsep secara runtut dan percaya diri.
- Lembar refleksi individu: kedalaman jawaban murid dalam mengaitkan nilai Piagam Madinah dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sumatif:- Tes lisan/tertulis singkat 3 soal di akhir pembelajaran untuk mengecek pemahaman individu tentang Piagam Madinah.
- Penilaian produk peta konsep kelompok sebagai bukti hasil belajar pembuatan paparan sederhana isi pokok Piagam Madinah.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. menggalang kerukunan melalui Piagam Madinah (TP 4.10.3.1) | Murid belum mampu menceritakan kisah Piagam Madinah meskipun dengan bantuan pertanyaan panduan. | Murid dapat menceritakan kisah Piagam Madinah dengan bantuan pertanyaan panduan dari guru, namun informasi yang disampaikan masih kurang lengkap atau kurang runtut. | Murid dapat menceritakan kisah Piagam Madinah secara mandiri dengan informasi yang cukup lengkap (latar belakang, pihak terlibat, tujuan), meski ada beberapa bagian yang kurang rinci. | Murid dapat menceritakan kisah Piagam Madinah secara mandiri, runtut, dan lengkap (latar belakang, kondisi Madinah, pihak terlibat, proses lahirnya Piagam, tujuan) dengan bahasa yang jelas dan menarik. | | Membuat paparan sederhana isi pokok Piagam Madinah (TP 4.10.3.2) | Peta konsep/paparan yang dibuat tidak memuat isi pokok Piagam Madinah atau tidak dapat dipahami. | Peta konsep/paparan memuat 1–2 pokok isi Piagam Madinah dengan informasi yang masih kurang tepat atau kurang lengkap. | Peta konsep/paparan memuat 3–4 pokok isi Piagam Madinah dengan informasi yang tepat dan cukup jelas, meski penyajiannya belum terlalu rapi atau sistematis. | Peta konsep/paparan memuat 4 pokok isi Piagam Madinah dengan informasi yang tepat, lengkap, disajikan secara sistematis dan menarik, serta menghubungkan nilai Piagam Madinah dengan konteks kehidupan nyata. | | Menunjukkan sikap teguh pendirian dan menghargai perbedaan (TP 4.10.3.3) | Murid belum menunjukkan sikap menghargai perbedaan selama pembelajaran (misalnya menolak bekerja sama dengan teman berbeda kelompok atau tidak mau mendengar pendapat orang lain). | Murid mulai menunjukkan sikap menghargai perbedaan dengan dorongan dari guru (misalnya mau bekerja sama setelah diingatkan, atau baru dapat menyebutkan satu contoh sikap menghargai perbedaan). | Murid secara konsisten menunjukkan sikap menghargai perbedaan selama diskusi kelompok dan dapat menghubungkan nilai tersebut dengan keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam lembar refleksi. | Murid secara konsisten menunjukkan sikap teguh pendirian dan menghargai perbedaan, dapat menjelaskan nilai tersebut dengan mengaitkan keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam Piagam Madinah, dan menyebutkan tindakan nyata yang akan dilakukan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid aktif terlibat dalam diskusi kelompok? Kelompok mana yang perlu pendampingan lebih intensif pada pertemuan berikutnya?
- Apakah teknik storytelling yang digunakan berhasil membantu murid memahami konteks keberagaman di Madinah? Apa yang perlu diperbaiki?
- Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang memerlukan penyesuaian waktu?
- Apakah pertanyaan pemantik dan refleksi berhasil mendorong murid menghubungkan nilai Piagam Madinah dengan kehidupan nyata mereka?
- Bagaimana efektivitas diferensiasi yang diterapkan? Apakah murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengikuti dengan baik?
Refleksi Murid:- Nilai apa dari Piagam Madinah yang paling berkesan bagimu hari ini? Mengapa nilai itu penting menurutmu?
- Satu tindakan nyata apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menghargai teman yang berbeda suku atau agama denganmu?
- Apa yang masih ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang Nabi Muhammad saw. dan Piagam Madinah?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD, halaman 180–181 (sub-bab Menggalang Kerukunan)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Bab 10: Kisah Nabi Muhammad saw. Membangun Kota Madinah)
- Gambar ilustrasi anak-anak beragam suku dan agama bermain bersama (tersedia di buku siswa hal. 180, Gambar 10.5)
- Kertas HVS atau karton untuk membuat peta konsep kelompok
- Alat tulis berwarna (spidol, crayon, atau pensil warna) untuk kreasi peta konsep
- Papan tulis atau whiteboard untuk menuliskan pokok isi Piagam Madinah
- Lembar refleksi individu (disiapkan guru, berisi 2 pertanyaan refleksi tertulis)
- Lembar kerja peta konsep berkerangka/template (untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih)
|