MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Nabi Muhammad saw. Membangun Masjid di Madinah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Nabi Muhammad saw. Membangun Masjid di Madinah |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. membangun Masjid Nabawi sebagai pusat kehidupan umat Islam di Madinah dengan baik.
- Murid dapat menjelaskan fungsi Masjid Nabawi sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan sosial umat Islam pada masa Nabi Muhammad saw. di Madinah.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Ketika kamu pindah ke rumah baru, hal pertama apa yang ingin kamu bangun atau siapkan? Mengapa?
- Mengapa menurut kalian Rasulullah saw. memilih membangun masjid sebagai langkah pertama sesampainya di Madinah, bukan membangun pasar atau benteng?
- Selain tempat salat, kira-kira kegiatan apa saja yang bisa dilakukan di masjid zaman Nabi saw. yang tidak biasa kita bayangkan hari ini?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan berdoa bersama; murid merapikan posisi duduk dan fokus.
- Guru melakukan asesmen awal: mengajukan 2 pertanyaan lisan singkat — 'Siapa yang tahu Masjid Nabawi itu ada di kota mana?' dan 'Apa yang kalian tahu tentang hijrah Nabi ke Madinah?' — untuk memetakan pengetahuan awal murid.
- Guru mencatat jawaban murid di papan tulis dalam bentuk kata kunci untuk dijadikan jembatan ke materi baru.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan belajar kisah Nabi saw. membangun Masjid Nabawi dan apa saja fungsi masjid itu bagi umat Islam di Madinah.'
- Guru memancing rasa ingin tahu murid dengan pertanyaan pemantik: 'Mengapa Rasulullah saw. memilih membangun masjid sebagai langkah pertama sesampainya di Madinah?'
- Guru meminta murid menuliskan 1 jawaban sementara di buku tulis masing-masing sebelum pembelajaran dimulai (ini menjadi bahan refleksi di akhir).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan gambar Masjid Nabawi (dari buku siswa hlm. 173 atau tayangan sederhana di papan/layar) dan meminta murid mengamatinya selama 1 menit dengan sungguh-sungguh. [Berkesadaran]
- Guru membacakan narasi kisah pembangunan Masjid Nabawi secara ekspresif (story telling): mulai dari unta Nabi saw. berhenti di tanah milik dua anak yatim, proses pembelian tanah, pembangunan masjid secara gotong royong bersama sahabat, hingga masjid selesai dibangun.
- Murid menyimak bacaan guru sambil mengikuti teks di buku siswa hlm. 173–174. Guru berhenti di beberapa titik untuk bertanya: 'Apa yang dilakukan Nabi saw. di sini? Mengapa?' agar murid aktif membangun pemahaman. [Berkesadaran]
- Guru menjelaskan fungsi-fungsi Masjid Nabawi menggunakan kata kunci yang ditulis di papan: (1) Tempat salat berjamaah, (2) Tempat musyawarah, (3) Tempat pendidikan dan pembinaan umat, (4) Tempat perawatan orang sakit, (5) Tempat penampungan Ahl al-Suffah (fakir miskin). [Bermakna]
- Murid mencatat 5 fungsi tersebut di buku tulis dengan kata-kata mereka sendiri (bukan menyalin persis dari papan) untuk mendorong pemrosesan aktif.
- Guru mengaitkan fungsi masjid pada zaman Nabi dengan fungsi masjid atau tempat ibadah yang murid kenal di sekitar mereka: 'Apakah masjid di kampung kalian juga punya fungsi selain tempat salat?' [Bermakna]
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok mendapat selembar kertas kosong atau karton kecil.
- Tugas kelompok: membuat 'Kartu Fungsi Masjid Nabawi' — setiap anggota kelompok mendapat peran (pencerita, penulis, penggambar ikon sederhana, juru bicara). Kelompok menuliskan atau menggambar minimal 3 fungsi Masjid Nabawi beserta penjelasan singkat di kartu tersebut. [Menggembirakan]
- Setelah selesai (±10 menit), setiap kelompok menempel kartu mereka di papan atau dinding kelas (mini gallery walk). [Menggembirakan]
- Satu wakil per kelompok berdiri di depan kartu kelompoknya dan menjelaskan secara lisan kepada teman-teman (maksimal 1 menit per kelompok). Guru memberikan umpan balik singkat dan afirmasi setelah setiap kelompok presentasi. [Bermakna]
- Guru mengajukan 1–2 pertanyaan pendalaman kepada kelompok yang presentasi, misalnya: 'Mengapa Ahl al-Suffah ditampung di masjid dan bukan di tempat lain?' untuk mendorong penalaran kritis.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru meminta murid membuka buku tulis dan membaca ulang jawaban sementara yang mereka tulis di awal pembelajaran.
- Murid menjawab 2 pertanyaan refleksi tertulis secara mandiri di buku tulis: (1) 'Apakah jawabanmu di awal tadi sudah tepat? Apa yang berubah dari pemahamanmu?' (2) 'Pelajaran apa dari kisah pembangunan Masjid Nabawi yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-harimu?' [Berkesadaran]
- Guru mengundang 2–3 murid secara sukarela untuk berbagi refleksi mereka secara lisan. Guru merespons hangat tanpa menghakimi jawaban. [Bermakna]
- Guru menyimpulkan pembelajaran: menegaskan bahwa Masjid Nabawi bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat peradaban Islam — dan nilai gotong royong serta kepedulian sosial yang ditunjukkan Nabi saw. relevan untuk kehidupan murid hari ini.
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir: murid mengerjakan 3 soal tertulis singkat di buku tulis — (1) soal cerita singkat tentang kisah pembangunan Masjid Nabawi, (2) soal menyebutkan minimal 3 fungsi Masjid Nabawi, (3) soal pendapat singkat: 'Apa yang bisa kamu teladani dari cara Nabi saw. membangun masjid?'
- Guru mengumpulkan atau berkeliling mengecek jawaban murid sebagai bahan umpan balik.
- Guru menyampaikan pesan penutup yang menginspirasi: mengaitkan semangat Nabi saw. membangun masjid dengan semangat murid menjaga dan memanfaatkan masjid di sekitar mereka.
- Guru menyampaikan gambaran singkat materi pertemuan berikutnya: Menjalin Ukhuwah (persaudaraan) di Madinah.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum lancar membaca dapat mendengarkan narasi guru atau rekaman audio kisah Masjid Nabawi, dan menggunakan gambar berseri sebagai panduan memahami urutan peristiwa.
- Proses: Murid yang sudah cepat memahami diminta menambahkan kolom perbandingan pada kartu fungsi mereka: 'Fungsi Masjid Nabawi dulu vs. fungsi masjid di sekitarku sekarang.' Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu cukup menyelesaikan 3 fungsi saja dan boleh menggambar ikonnya tanpa teks panjang.
- Produk: Murid yang percaya diri dapat menceritakan ulang kisah Masjid Nabawi secara lisan kepada teman sebangku sebelum kegiatan penutup. Murid yang lebih nyaman dengan tulisan cukup menjawab pertanyaan refleksi tertulis.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan kepada murid: 'Siapa yang tahu Masjid Nabawi ada di kota mana?' dan 'Apa yang kalian tahu tentang hijrah Nabi ke Madinah?'
- Murid menuliskan 1 jawaban sementara di buku tulis tentang pertanyaan pemantik: 'Mengapa Nabi saw. memilih membangun masjid sebagai langkah pertama di Madinah?' — digunakan untuk memetakan pengetahuan awal dan menjadi bahan refleksi di akhir.
Proses:- Tanya jawab spontan selama story telling: guru berhenti di beberapa titik dan bertanya untuk memantau pemahaman murid secara real-time.
- Observasi kerja kelompok saat membuat Kartu Fungsi Masjid Nabawi: guru berkeliling, mencatat kelompok yang kesulitan, dan memberikan scaffolding.
- Presentasi mini per kelompok: guru menilai ketepatan isi dan keberanian berkomunikasi lisan, serta memberikan umpan balik langsung.
Akhir:- Murid mengerjakan 3 soal tertulis di buku tulis: (1) Ceritakan secara singkat bagaimana Nabi saw. membangun Masjid Nabawi! (2) Sebutkan minimal 3 fungsi Masjid Nabawi pada zaman Nabi saw.! (3) Apa yang bisa kamu teladani dari kisah pembangunan Masjid Nabawi?
Formatif:- Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk memantau pemahaman murid terhadap kisah dan fungsi Masjid Nabawi.
- Observasi aktivitas kelompok saat membuat Kartu Fungsi Masjid Nabawi: keterlibatan, ketepatan isi, dan kemampuan presentasi lisan.
- Penilaian diri murid melalui refleksi tertulis: apakah pemahaman awal mereka berubah setelah pembelajaran.
Sumatif:- Tes tertulis singkat 3 soal di akhir pertemuan: (1) menceritakan kisah pembangunan Masjid Nabawi, (2) menyebutkan minimal 3 fungsi Masjid Nabawi, (3) menuliskan keteladanan dari kisah tersebut.
- Penilaian presentasi lisan kelompok menggunakan rubrik ketepatan isi dan kejelasan penyampaian.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan kisah pembangunan Masjid Nabawi [TP 4.10.1.1] | Murid belum dapat menceritakan kisah pembangunan Masjid Nabawi, atau cerita tidak ada kaitannya dengan materi. | Murid dapat menyebutkan 1 fakta tentang pembangunan Masjid Nabawi (misal: dibangun di Madinah) namun belum membentuk alur cerita. | Murid dapat menceritakan kisah pembangunan Masjid Nabawi dengan urutan yang cukup runtut dan menyebutkan minimal 2 detail penting (misal: lokasi tanah, proses gotong royong). | Murid dapat menceritakan kisah pembangunan Masjid Nabawi secara runtut, lengkap, dan detail — mencakup: alasan pemilihan lokasi, proses gotong royong Nabi dan sahabat, serta makna peristiwa tersebut bagi umat Islam. | | Menjelaskan fungsi Masjid Nabawi [TP 4.10.1.2] | Murid belum dapat menyebutkan fungsi Masjid Nabawi, atau hanya menjawab 'tempat salat' tanpa penjelasan. | Murid dapat menyebutkan 1–2 fungsi Masjid Nabawi tanpa penjelasan tambahan. | Murid dapat menyebutkan 3–4 fungsi Masjid Nabawi dengan penjelasan singkat yang tepat. | Murid dapat menyebutkan minimal 5 fungsi Masjid Nabawi dengan penjelasan yang tepat dan mampu mengaitkan fungsi tersebut dengan kehidupan nyata atau konteks masa kini. | | Kemampuan komunikasi lisan (presentasi kelompok) | Murid tidak berani atau tidak dapat menyampaikan hasil kerja kelompok secara lisan. | Murid menyampaikan presentasi dengan suara pelan dan masih membaca kata per kata dari kartu tanpa penjelasan. | Murid menyampaikan presentasi dengan cukup jelas, menggunakan kalimat sendiri, dan dapat menjawab 1 pertanyaan dari guru. | Murid menyampaikan presentasi dengan jelas, percaya diri, menggunakan kalimat sendiri, dan dapat menjawab pertanyaan serta memberikan penjelasan tambahan secara spontan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid terlibat aktif selama kegiatan story telling dan diskusi kelompok? Siapa yang terlihat pasif dan perlu pendekatan berbeda?
- Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
- Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu murid? Bagaimana respons mereka di awal dibanding akhir pembelajaran?
- Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah membantu murid yang membutuhkan dukungan ekstra maupun murid yang sudah cepat memahami?
Refleksi Murid:- Sebelum belajar hari ini, aku mengira... Setelah belajar, aku tahu bahwa...
- Dari kisah Nabi saw. membangun Masjid Nabawi, satu hal yang paling berkesan bagiku adalah... karena...
- Apa satu hal yang ingin aku lakukan agar bisa meneladani semangat Nabi saw. dalam kegiatan sehari-hariku?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD (hlm. 173–174) — Bab 10 Kisah Nabi Muhammad saw. Membangun Kota Madinah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD — Bab 10
- Gambar Masjid Nabawi (tersedia di buku siswa hlm. 173, Gambar 10.3) atau gambar tambahan dari sumber terpercaya
- Kertas karton / HVS A4 dan spidol warna untuk membuat Kartu Fungsi Masjid Nabawi
- Papan tulis dan alat tulis guru untuk mencatat kata kunci
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka — Prinsip Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
|