MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 10 — Menjalin Ukhuwah dan Menggalang Kerukunan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 10 — Menjalin Ukhuwah dan Menggalang Kerukunan |
|---|
| Alokasi Waktu | 10 JP (10 x 35 menit = 350 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.10.1 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul dalam membangun kerukunan masyarakat sebelum peristiwa hijrah ke Madinah
- TP 4.10.2 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul dalam membina ukhuwah para sahabat periode Makkah
- TP 4.10.3 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sebelum menjadi rasul dalam menggalang kerukunan antar kabilah pada peristiwa peletakan Hajar Aswad
- TP 4.10.4 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sebelum menjadi rasul dalam menjaga perdamaian dan kerukunan melalui kesepakatan Hilful Fudul periode Makkah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang terjadi ketika para pemimpin kabilah di Makkah berselisih tentang siapa yang paling berhak meletakkan batu Hajar Aswad?
- Bagaimana cara Nabi Muhammad saw. menyelesaikan perselisihan peletakan Hajar Aswad agar tidak terjadi pertumpahan darah antar kabilah?
- Mengapa kesepakatan Hilful Fudul dibentuk oleh para pemuka Quraisy bersama Nabi Muhammad saw. sebelum masa kenabian?
- Bagaimana sikap Nabi Muhammad saw. ketika menghadapi penolakan dan perlakuan kasar masyarakat Makkah setelah diangkat menjadi rasul?
- Mengapa Nabi Muhammad saw. tetap memilih membalas perlakuan buruk masyarakat Makkah dengan kebaikan demi menjaga kerukunan?
- Bagaimana cara Nabi Muhammad saw. menguatkan hati para sahabat saat menghadapi cobaan berat di Makkah?
- Mengapa rumah sahabat Arqam bin Abi al-Arqam dipilih sebagai pusat pembinaan persaudaraan umat Islam awal?
- Bagaimana keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam mendamaikan perselisihan antarsuku dan melindungi orang tertindas di Makkah sebelum kenabian?
- Bagaimana cara Nabi Muhammad saw. membina persaudaraan (ukhuwah) di antara kaum muslimin dan menjaga kerukunan masyarakat Makkah saat awal dakwah Islam?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menceritakan Kisah Nabi Muhammad saw. sebelum Menjadi Rasul dalam Menggalang Kerukunan antar Kabilah pada Peletakan Hajar Aswad dan Menjelaskan Kesepakatan Hilful Fudul — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.10.3 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sebelum menjadi rasul dalam menggalang kerukunan antar kabilah pada peristiwa peletakan Hajar Aswad
- TP 4.10.4 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sebelum menjadi rasul dalam menjaga perdamaian dan kerukunan melalui kesepakatan Hilful Fudul periode Makkah
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menceritakan peristiwa peletakan Hajar Aswad dan menjelaskan kesepakatan Hilful Fudul sebelum masa kenabian Nabi Muhammad saw. (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapakah yang dipercaya kabilah Quraisy sebagai penengah perselisihan Ka'bah?' (acuan jawaban: Nabi Muhammad saw. / pemuda bergelar Al-Amin); (2) 'Disebut apakah janji bersama untuk membela orang tertindas di Makkah?' (acuan jawaban: Hilful Fudul / Perjanjian Fudul) untuk memetakan kesiapan awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak paparan guru dan membaca teks kisah sejarah peristiwa renovasi Ka'bah dan peletakan Hajar Aswad saat Nabi Muhammad saw. berusia 35 tahun, yang memuat konflik antarkabilah serta ide penggunaan sehelai kain (3 menit).
- Murid menyimak penjelasan lanjutan guru mengenai sejarah kesepakatan Hilful Fudul di rumah Abdullah bin Jud'an, yaitu sumpah para pemuka kabilah termasuk Nabi Muhammad saw. untuk membela orang yang terzalimi dan menjaga perdamaian di Makkah (12 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mengikuti aktivitas 'Tantangan Alur Kerukunan' (joyful learning): menyusun 4 kartu peristiwa Hajar Aswad secara urut dan memasangkan 3 kartu pernyataan Hilful Fudul pada lembar kerja kelompok (15 menit).
- Setiap murid berlatih menceritakan kembali secara berpasangan peristiwa peletakan Hajar Aswad menggunakan alur 4 peristiwa yang telah disusun (15 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan penjelasan tertulis mengenai latar belakang, isi utama, dan tujuan kesepakatan Hilful Fudul pada lembar kerja yang disediakan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mereviu ketepatan urutan kisah Hajar Aswad dan poin-poin kesepakatan Hilful Fudul berdasarkan kunci acuan bersama secara berkesadaran (10 menit).
- Murid menyampaikan satu pelajaran penting tentang cara mendamaikan teman yang berselisih meneladani kebijaksanaan Nabi Muhammad saw. sebelum masa kenabian (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid dan mengonfirmasi bahwa seluruh murid telah berhasil menceritakan peletakan Hajar Aswad dan menjelaskan Hilful Fudul (5 menit).
- Guru dan murid menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkas bernomor urut alur peristiwa Hajar Aswad dan Hilful Fudul, sedangkan murid yang mahir membaca narasi sejarah lengkap tanpa penomoran.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menceritakan peristiwa dengan panduan 4 kartu gambar berurutan, sedangkan murid mahir menceritakan langsung secara mandiri dan menguraikan hikmah perdamaiannya.
- Produk: Pada penjelasan Hilful Fudul, murid berkembang menjelaskan minimal 2 poin utama (tujuan dan isi sumpah), sedangkan murid mahir menjelaskan lengkap 3 poin (latar belakang kezaliman pedagang Yaman, isi sumpah di rumah Abdullah bin Jud'an, dan tujuan perlindungan orang tertindas).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pelajaran dengan 2 pertanyaan pemeta: (1) Siapakah tokoh yang dipercaya kabilah Quraisy sebagai penengah saat perselisihan peletakan batu Hajar Aswad? (Acuan jawaban: Nabi Muhammad saw. atau pemuda yang bergelar Al-Amin); (2) Apakah nama perjanjian atau kesepakatan damai yang diikuti Nabi Muhammad saw. di Makkah untuk membela orang tertindas sebelum diangkat menjadi rasul? (Acuan jawaban: Perjanjian / Kesepakatan Hilful Fudul).
Proses:- Observasi unjuk kerja menceritakan peristiwa Hajar Aswad berpasangan dengan acuan 4 alur runtut: (1) Ka'bah direnovasi setelah terkena banjir; (2) Kabilah-kabilah Quraisy berselisih dan hampir berperang memperebutkan hak meletakkan Hajar Aswad; (3) Nabi Muhammad saw. dipercaya sebagai hakim/penengah dan membentangkan kain serban lalu meletakkan Hajar Aswad di tengahnya; (4) Para pemimpin tiap kabilah bersama-sama memegang ujung kain mengangkat batu tersebut hingga Nabi Muhammad saw. meletakkannya di sudut Ka'bah.
- Pemeriksaan lembar kerja penjelasan Hilful Fudul dengan acuan 3 poin kunci: (1) Latar belakang: pembelaan terhadap pedagang luar Makkah (Yaman) yang dizalimi oleh pemuka Quraisy (Ash bin Wail); (2) Tempat dan pelaku: disepakati di rumah Abdullah bin Jud'an oleh kabilah-kabilah Quraisy bersama Nabi Muhammad saw.; (3) Tujuan kesepakatan: menegakkan keadilan, membela siapa pun yang terzalimi di Makkah, dan memelihara perdamaian antarkabilah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan dan tertulis singkat di akhir inti: Murid menyebutkan solusi kain serban Nabi Muhammad saw. dan 2 isi utama janji Hilful Fudul (Acuan jawaban: Nabi Muhammad saw. menggunakan kain yang diangkat bersama seluruh kabilah; janji Hilful Fudul membela orang tertindas dan menjaga keamanan serta keadilan di Makkah).
Formatif:- Penilaian kinerja berpasangan menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. pada peristiwa peletakan Hajar Aswad menggunakan 4 indikator alur
- Tes tertulis formatif penjelasan kesepakatan Hilful Fudul (latar belakang, isi, dan tujuan kesepakatan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. dalam peletakan Hajar Aswad (TP 4.10.3) | Menceritakan kurang dari 2 dari 4 alur peristiwa Hajar Aswad sesuai acuan dengan bantuan penuh guru (Acuan 4 alur: 1. Banjir/renovasi Ka'bah, 2. Perselisihan antarkabilah, 3. Solusi kain serban Nabi Muhammad saw., 4. Pengangkatan bersama oleh para pemimpin kabilah). | Menceritakan 2 dari 4 alur peristiwa Hajar Aswad secara tepat sesuai acuan dengan sesekali diarahkan petunjuk guru. | Menceritakan 3 dari 4 alur peristiwa Hajar Aswad secara runtut dan tepat sesuai acuan secara mandiri. | Menceritakan seluruh 4 alur peristiwa Hajar Aswad secara lengkap, runtut, dan tepat sesuai acuan secara mandiri tanpa keraguan. | | Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. dalam kesepakatan Hilful Fudul (TP 4.10.4) | Menjelaskan kurang dari 2 dari 3 poin kunci kesepakatan Hilful Fudul dengan bantuan guru (Acuan 3 poin: 1. Latar belakang penzaliman pedagang luar Makkah, 2. Perjanjian di rumah Abdullah bin Jud'an melibatkan Nabi Muhammad saw., 3. Tujuan membela hak orang terzalimi dan menjaga perdamaian). | Menjelaskan 2 dari 3 poin kunci kesepakatan Hilful Fudul secara tepat sesuai acuan namun uraian masih sangat singkat. | Menjelaskan 2 dari 3 poin kunci kesepakatan Hilful Fudul secara tepat, runtut, dan mandiri sesuai acuan. | Menjelaskan seluruh 3 poin kunci kesepakatan Hilful Fudul secara tepat, lengkap, dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam permainan Tantangan Alur Kerukunan dan latihan bercerita berpasangan?
- Bagian mana dari penjelasan kesepakatan Hilful Fudul yang masih membutuhkan penjelasan tambahan atau penekanan bagi murid?
Murid:- Bagian kisah mana yang paling menarik saat Nabi Muhammad saw. mendamaikan para pemimpin kabilah Quraisy?
- Sikap bijaksana apa dari Nabi Muhammad saw. yang ingin kamu tiru saat melihat teman di kelas sedang berselisih?
Pertemuan 2 — Menceritakan Kisah Nabi Muhammad saw. sesudah Menjadi Rasul dalam Membangun Kerukunan Masyarakat Periode Makkah sebelum Peristiwa Hijrah ke Madinah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.10.1 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul dalam membangun kerukunan masyarakat sebelum peristiwa hijrah ke Madinah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Siapakah yang menyakiti Nabi Muhammad saw. tetapi kemudian beliau jenguk saat sakit?' (acuan jawaban: seorang wanita Makkah/kaum Quraisy penentang dakwah); (2) 'Bagaimana cara Nabi Muhammad saw. merespons orang yang menaburkan duri di jalannya?' (acuan jawaban: tidak membalas dengan kejahatan, justru membalas dengan mendoakan dan menjenguknya saat sakit) untuk memetakan kesiapan murid terkait kisah membangun kerukunan periode Makkah (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul dalam membangun kerukunan masyarakat periode Makkah sebelum peristiwa hijrah ke Madinah (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru menyajikan teks narasi kisah dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah tentang kerukunan, yang memuat 3 peristiwa utama: (1) Sikap sabar dan pemaaf Nabi Muhammad saw. saat dilempari kotoran dan duri oleh penentangnya di Makkah, lalu menjenguk pelakunya ketika jatuh sakit; (2) Perlindungan dakwah secara damai melalui ajakan musyawarah keluarga besar Bani Hasyim di Bukit Shafa tanpa kontak senjata; (3) Doa Nabi Muhammad saw. untuk kebaikan penduduk Makkah yang menolak dakwah agar diberi petunjuk, bukan azab (acuan materi: 3 peristiwa tersebut) (12 menit).
- Murid secara berpasangan membaca teks dan mengidentifikasi urutan 3 peristiwa kisah kerukunan tersebut dengan mengisi bagan alur peristiwa pada lembar kerja murid (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru menggelar aktivitas permainan berpasangan 'Tantangan Kartu Cerita Beruntun' (Joyful): setiap pasangan mendapatkan 3 kartu alur peristiwa acak yang harus disusun sesuai urutan kronologis, lalu tiap anak bergantian menceritakan kembali peristiwa pada kartu tersebut kepada pasangannya (kartu 1: Gangguan penentang dakwah dan teladan Nabi menjenguk saat sakit; kartu 2: Dakwah damai dan menjaga keselamatan keluarga di Bukit Shafa; kartu 3: Doa kebaikan dan kedamaian bagi kaum Makkah) (15 menit).
- Secara mandiri, setiap murid menceritakan kembali kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul dalam membangun kerukunan masyarakat periode Makkah sebelum hijrah secara lisan di hadapan guru atau menuliskannya secara runtut pada lembar penuturan kisah yang mencakup ketiga peristiwa sesuai acuan materi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menilai penuturan kisahnya sendiri menggunakan daftar ceklis kemandirian bercerita: memeriksa apakah 3 peristiwa kisah kerukunan Nabi saw. periode Makkah sudah diceritakan dengan tepat (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid melakukan umpan balik terhadap penceritaan kisah yang telah dilakukan, mengonfirmasi kelengkapan dan ketepatan 3 peristiwa kerukunan Nabi saw. periode Makkah (3 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai kisah Nabi Muhammad saw. dalam membina ukhuwah para sahabat di Makkah, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks kisah dengan kata kunci peristiwa yang dicetak tebal; murid berkemampuan cepat diberikan teks narasi utuh.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan menceritakan kisah dengan bantuan kartu alur bergambar; murid yang cepat bercerita secara mandiri tanpa kartu panduan.
- Produk: Murid dapat memilih menceritakan kisah secara lisan langsung kepada guru atau menuangkannya dalam bentuk tulisan naratif pada lembar penuturan kisah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang perlakuan Nabi saw. terhadap penentangnya di Makkah: (1) Siapakah yang dijenguk Nabi saw. saat sakit? (acuan: penentang dakwah/wanita Makkah yang biasa memusuhinya); (2) Bagaimana respons Nabi saw. terhadap keburukan orang lain? (acuan: membalas dengan kebaikan, doa damai, dan tidak membalas dengan kekerasan).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat menyusun urutan alur kartu dan menceritakan 3 peristiwa kerukunan Nabi saw. periode Makkah (menjenguk penentang yang sakit, dakwah damai di Bukit Shafa, dan mendoakan kebaikan bagi masyarakat Makkah) dalam aktivitas berpasangan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penceritaan kisah pada penuturan mandiri: murid menceritakan kembali kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul dalam membangun kerukunan masyarakat Makkah sebelum hijrah yang dinilai berdasarkan kelengkapan dan ketepatan memuat 3 peristiwa (acuan peristiwa: 1. Teladan memaafkan dan menjenguk penentang dakwah yang sakit; 2. Cara dakwah santun dan damai menjaga kerabat di Bukit Shafa; 3. Mendoakan keselamatan dan petunjuk bagi masyarakat Makkah alih-alih meminta kehancuran mereka).
Formatif:- Penilaian lisan dan tulisan saat menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul dalam membangun kerukunan masyarakat Makkah menggunakan rubrik penilaian bercerita
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan dan kelengkapan menceritakan kisah kerukunan Nabi saw. periode Makkah sebelum hijrah | Menceritakan kisah namun belum memuat satupun dari 3 peristiwa kerukunan secara tepat, atau cerita tidak relevan dengan periode Makkah. | Menceritakan kisah dengan memuat tepat 1 dari 3 peristiwa kerukunan Nabi saw. periode Makkah (acuan: menjenguk penentang yang sakit, dakwah damai di Bukit Shafa, atau doa kebaikan bagi kaum Makkah). | Menceritakan kisah dengan memuat tepat 2 dari 3 peristiwa kerukunan Nabi saw. periode Makkah secara runtut dan tepat sesuai acuan materi. | Menceritakan kisah dengan memuat seluruh 3 peristiwa kerukunan Nabi saw. periode Makkah (menjenguk penentang yang sakit, dakwah damai Bukit Shafa, dan doa keselamatan kaum Makkah) secara lengkap, runtut, dan tepat secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu menceritakan minimal 2 peristiwa teladan kerukunan Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul di Makkah?
- Bagian mana dari aktivitas kartu cerita beruntun yang paling efektif membantu murid memahami alur kisah?
Murid:- Peristiwa mana dari kisah kerukunan Nabi Muhammad saw. di Makkah yang paling berkesan dan mudah saya ceritakan?
- Apakah saya sudah dapat menceritakan kembali ketiga peristiwa kerukunan Nabi saw. tanpa melihat catatan?
Pertemuan 3 — Menjelaskan Kisah Nabi Muhammad saw. sesudah Menjadi Rasul dalam Membina Ukhuwah para Sahabat Periode Makkah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.10.2 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul dalam membina ukhuwah para sahabat periode Makkah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul dalam membina ukhuwah para sahabat periode Makkah (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapa pemilik rumah yang dijadikan tempat berkumpul dan belajar sahabat di Makkah?' (acuan: Arqam bin Abi al-Arqam); (2) 'Sebutkan 1 contoh bentuk saling tolong-menolong sahabat di Makkah' (acuan: Abu Bakar memerdekakan Bilal bin Rabah / sahabat saling berbagi makanan dan perlindungan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca ringkasan kisah pembinaan ukhuwah para sahabat di Makkah yang mencakup 3 peristiwa pokok: (1) Pertemuan rahasia di Darul Arqam (rumah Arqam bin Abi al-Arqam) sebagai pusat pembinaan iman, ibadah, dan ikatan persaudaraan; (2) Solidaritas pembebasan budak muslim yang disiksa, seperti Abu Bakar as-Siddiq memerdekakan Bilal bin Rabah; (3) Sikap saling menguatkan, berbagi bekal, dan menjaga keselamatan saat diboikot kaum kafir Quraisy di Syi'ib Abi Thalib (12 menit).
- Guru memberikan penguatan konsep ukhuwah islamiyah pada masa awal dakwah Makkah dan memastikan murid memahami 3 peristiwa pokok tersebut tanpa membedakan status sosial para sahabat (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mengikuti aktivitas kuis ceria 'Kartu Ukhuwah', di mana setiap pasangan menerima 3 kartu pertanyaan dan menjelaskan jawabannya secara bergiliran: Kartu 1: 'Apa fungsi Darul Arqam dalam membina ukhuwah sahabat?' (acuan: tempat belajar Islam, beribadah bersama, dan menguatkan persaudaraan secara rahasia); Kartu 2: 'Bagaimana wujud ukhuwah sahabat terhadap penderitaan Bilal bin Rabah?' (acuan: Abu Bakar membeli dan memerdekakannya dari siksaan majikannya); Kartu 3: 'Bagaimana sahabat menunjukkan ukhuwah saat pemboikotan di Syi'ib Abi Thalib?' (acuan: saling berbagi makanan, menanggung derita bersama, dan tetap setia mendampingi Nabi) (10 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja penjelasan tertulis berisi 3 butir pertanyaan uraian singkat tentang kisah pembinaan ukhuwah periode Makkah sesuai ketiga peristiwa yang telah dipelajari (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mereview kembali penjelasan kisah pembinaan ukhuwah sahabat periode Makkah dan menarik makna pentingnya persaudaraan yang tulus (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penjelasan murid pada lembar kerja dan menegaskan kembali poin-poin penting kisah ukhuwah sahabat di Makkah (5 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya yaitu asesmen sumatif bab, mengajak murid bersyukur, dan menutup sesi dengan doa bersama serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar ringkasan dengan kata kunci bantuan (Darul Arqam, Bilal dibebaskan, pemboikotan Syi'ib Abi Thalib); murid yang telah mahir diberikan teks kisah yang lebih terperinci.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar rendah mendapat bimbingan terbimbing berpasangan; murid dengan kesiapan tinggi langsung menyusun penjelasan secara mandiri dan mendalam.
- Produk: Penjelasan kisah dapat disampaikan murid melalui uraian tulisan langsung atau penjelasan lisan terstruktur sesuai kenyamanan belajar murid dengan kriteria kebenaran isi yang setara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab singkat di awal pembelajaran untuk mengecek pengetahuan awal: (1) Siapa pemilik rumah pusat pembinaan sahabat di Makkah? (acuan: Arqam bin Abi al-Arqam); (2) Bagaimana bentuk bantuan sahabat kepada Bilal bin Rabah? (acuan: dimerdekakan oleh Abu Bakar as-Siddiq).
Proses:- Observasi penjelasan murid saat aktivitas pasangan 'Kartu Ukhuwah' berdasarkan 3 kartu pertanyaan: (1) fungsi Darul Arqam (acuan: tempat pembinaan iman dan menguatkan persaudaraan secara rahasia); (2) pembebasan Bilal bin Rabah (acuan: ditebus dan dimerdekakan oleh Abu Bakar); (3) pemboikotan di Syi'ib Abi Thalib (acuan: saling berbagi makanan dan menanggung derita bersama).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis pada lembar kerja mandiri dengan 3 butir soal penjelasan: (1) Jelaskan peran Darul Arqam dalam membina ukhuwah sahabat! (acuan: tempat belajar Islam, beribadah bersama, dan menguatkan persaudaraan secara rahasia); (2) Jelaskan wujud ukhuwah sahabat ketika melihat Bilal bin Rabah disiksa! (acuan: Abu Bakar membelinya dari majikan lalu memerdekakannya); (3) Jelaskan sikap ukhuwah para sahabat saat menghadapi pemboikotan kaum kafir Quraisy! (acuan: saling tolong-menolong berbagi perbekalan makanan dan setia mendampingi Nabi).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal kesiapan belajar tentang tokoh dan peristiwa ukhuwah di Makkah
- Penilaian performa penjelasan lisan pada aktivitas berpasangan Kartu Ukhuwah
- Penilaian lembar kerja penjelasan tertulis kisah pembinaan ukhuwah sahabat periode Makkah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul dalam membina ukhuwah para sahabat periode Makkah (acuan 3 peristiwa: peran Darul Arqam, pembebasan Bilal bin Rabah oleh Abu Bakar, dan solidaritas saat pemboikotan Syi'ib Abi Thalib) | Belum mampu menjelaskan ketiga peristiwa pembinaan ukhuwah sahabat periode Makkah sesuai acuan, atau hanya menyebutkan nama tokoh tanpa penjelasan alur peristiwa. | Mampu menjelaskan 1 dari 3 peristiwa pembinaan ukhuwah sahabat periode Makkah secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan guru. | Mampu menjelaskan 2 dari 3 peristiwa pembinaan ukhuwah sahabat periode Makkah secara tepat sesuai acuan secara mandiri. | Mampu menjelaskan seluruh (3 dari 3) peristiwa pembinaan ukhuwah sahabat periode Makkah (Darul Arqam, pembebasan Bilal, dan pemboikotan Syi'ib Abi Thalib) secara tepat dan lengkap sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran aktif 'Kartu Ukhuwah' memfasilitasi setiap murid menjelaskan materi dengan percaya diri?
- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi murid untuk memahami dan menjelaskan ketiga peristiwa pembinaan ukhuwah periode Makkah?
Murid:- Hal berharga apa yang kamu pelajari tentang persaudaraan para sahabat Nabi di Makkah hari ini?
- Bagaimana perasaanmu saat menjelaskan kisah pembinaan ukhuwah bersama teman pasanganmu?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.10.1 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul dalam membangun kerukunan masyarakat sebelum peristiwa hijrah ke Madinah
- TP 4.10.2 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul dalam membina ukhuwah para sahabat periode Makkah
- TP 4.10.3 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sebelum menjadi rasul dalam menggalang kerukunan antar kabilah pada peristiwa peletakan Hajar Aswad
- TP 4.10.4 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sebelum menjadi rasul dalam menjaga perdamaian dan kerukunan melalui kesepakatan Hilful Fudul periode Makkah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran 28 murid (2 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan sebagai evaluasi akhir Bab 10 yang terdiri dari dua tugas mandiri: tes tertulis uraian dan unjuk kerja bercerita bergiliran (2 menit).
- Guru menjelaskan tata tertib asesmen sumatif: pengerjaan secara jujur, mandiri, tertib saat menunggu giliran unjuk kerja, serta alokasi waktu masing-masing bagian (1 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar tes tertulis uraian (Tugas 1 untuk TP 2 dan TP 4) dan menjelaskan petunjuk pengerjaan 2 butir soal uraian: (1) Menjelaskan kisah pembinaan ukhuwah para sahabat periode Makkah melalui rumah Al-Arqam bin Abi al-Arqam, saling tolong-menolong serta perlindungan antarsahabat saat menghadapi penindasan Quraisy (acuan: pertemuan rahasia di Darul Arqam untuk mempererat iman dan persaudaraan, saling berbagi bekal/membela kaum lemah seperti Bilal bin Rabah oleh Abu Bakar); (2) Menjelaskan kesepakatan Hilful Fudul sebelum kenabian dalam menjaga perdamaian dan kerukunan (acuan: ikrar di rumah Abdullah bin Jud'an untuk membela orang teraniaya/pedagang asing yang dizalimi di Makkah dan menegakkan keadilan bersama) (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Sebanyak 28 murid mengerjakan Tugas 1 (lembar tes tertulis uraian) secara mandiri dan serentak di meja masing-masing tanpa membuka buku catatan, guru mengawasi ketertiban ruang kelas (40 menit).
- Guru mengumpulkan lembar jawaban Tugas 1 tepat waktu dan memulai Tugas 2 (TP 1 dan TP 3) yaitu unjuk kerja bercerita lisan secara bergiliran di depan guru bagi 28 murid dengan durasi 1,5 menit per murid (murid memilih/mengundi satu topik kisah: peletakan Hajar Aswad atau kerukunan masyarakat Makkah sebelum hijrah; aspek yang dinilai: keruntutan alur peristiwa dan ketepatan pesan keteladanan), sementara murid yang sedang menunggu giliran membaca mandiri bahan bacaan rangkuman bab tanpa membuat kegaduhan (42 menit).
- Guru melakukan transisi pemanggilan antarmurid serta pencatatan skor observasi unjuk kerja pada lembar penilaian analitik untuk seluruh 28 murid (11 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid melakukan refleksi singkat berkesadaran mengenai pengalaman mengikuti asesmen sumatif tertulis dan lisan secara jujur dan mandiri (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kejujuran, dan usaha mandiri seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif bab (1 menit).
- Guru menyampaikan rangkuman umum pembelajaran Bab 10 tentang pentingnya meneladani ukhuwah dan kerukunan Rasulullah saw., lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses tata letak teks soal dengan huruf lebih besar atau pembacaan ulang petunjuk secara netral bagi murid dengan hambatan visual/membaca tanpa mengubah isi dan bobot soal.
- Proses: Pemberian urutan giliran bercerita yang terstruktur dan penataan ruang wawancara lisan yang tenang agar murid tidak merasa cemas saat tampil di depan guru.
- Produk: Standar bukti belajar tetap sama bagi seluruh murid sesuai acuan ATP: lembar jawaban tes uraian Tugas 1 dan unjuk kerja cerita lisan Tugas 2.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan fisik, alat tulis, dan pemahaman tata tertib asesmen sumatif sebelum lembar soal dibagikan (acuan kesiapan: murid duduk di meja masing-masing, alat tulis siap, dan memahami aturan pengerjaan mandiri tanpa melihat buku).
Proses:- Pemantauan kepatuhan terhadap tata tertib pengerjaan mandiri selama tes tertulis berlangsung dan pencatatan observasi unjuk kerja bercerita lisan pada lembar observasi individual guru.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis uraian dan tes unjuk kerja bercerita bergiliran: Tugas 1 (TP 2, TP 4): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis uraian secara mandiri dan serentak selama 45 menit untuk menjelaskan ukhuwah para sahabat serta kesepakatan Hilful Fudul periode Makkah; lembar jawaban murid dikumpulkan dan dinilai guru sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik.
Tugas 2 (TP 1, TP 3): Unjuk kerja bercerita lisan secara bergiliran di depan guru, aspek yang diamati: keruntutan alur peristiwa kisah Nabi Muhammad saw. periode Makkah; ketepatan pesan keteladanan kerukunan dan ukhuwah. Jadwal observasi: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 18 menit transisi/pencatatan (total 60 menit).
- tes tertulis uraian serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis uraian secara mandiri dan serentak selama 45 menit untuk menjelaskan ukhuwah para sahabat serta kesepakatan Hilful Fudul periode Makkah; lembar jawaban murid dikumpulkan dan dinilai guru sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik. (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik penjelasan ukhuwah sahabat dan ikrar Hilful Fudul)
- unjuk kerja bercerita lisan bergiliran: Unjuk kerja bercerita lisan secara bergiliran di depan guru, aspek yang diamati: keruntutan alur peristiwa kisah Nabi Muhammad saw. periode Makkah; ketepatan pesan keteladanan kerukunan dan ukhuwah. Jadwal observasi: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 18 menit transisi/pencatatan (total 60 menit). (60 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja individual dengan kriteria: keruntutan alur peristiwa kisah Nabi Muhammad saw. periode Makkah dan ketepatan pesan keteladanan kerukunan dan ukhuwah)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis uraian dan tes unjuk kerja bercerita bergiliran: Tugas 1 (TP 2, TP 4): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis uraian secara mandiri dan serentak selama 45 menit untuk menjelaskan ukhuwah para sahabat serta kesepakatan Hilful Fudul periode Makkah; lembar jawaban murid dikumpulkan dan dinilai guru sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik.
Tugas 2 (TP 1, TP 3): Unjuk kerja bercerita lisan secara bergiliran di depan guru, aspek yang diamati: keruntutan alur peristiwa kisah Nabi Muhammad saw. periode Makkah; ketepatan pesan keteladanan kerukunan dan ukhuwah. Jadwal observasi: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 18 menit transisi/pencatatan (total 60 menit).
- tes tertulis uraian serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis uraian secara mandiri dan serentak selama 45 menit untuk menjelaskan ukhuwah para sahabat serta kesepakatan Hilful Fudul periode Makkah; lembar jawaban murid dikumpulkan dan dinilai guru sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik. (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik penjelasan ukhuwah sahabat dan ikrar Hilful Fudul)
- unjuk kerja bercerita lisan bergiliran: Unjuk kerja bercerita lisan secara bergiliran di depan guru, aspek yang diamati: keruntutan alur peristiwa kisah Nabi Muhammad saw. periode Makkah; ketepatan pesan keteladanan kerukunan dan ukhuwah. Jadwal observasi: Pertemuan 4 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 18 menit transisi/pencatatan (total 60 menit). (60 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja individual dengan kriteria: keruntutan alur peristiwa kisah Nabi Muhammad saw. periode Makkah dan ketepatan pesan keteladanan kerukunan dan ukhuwah)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan ukhuwah para sahabat periode Makkah (TP 4.10.2 - Tugas 1 Butir 1) [Acuan: (1) pembinaan keimanan dan ukhuwah di Darul Arqam; (2) saling menolong/melindungi saat menghadapi tekanan kafir Quraisy] | Belum mampu menjelaskan ukhuwah sahabat periode Makkah; tidak menyebutkan kedua acuan (Darul Arqam maupun tolong-menolong/perlindungan). | Menjelaskan ukhuwah sahabat periode Makkah secara parsial dengan menyebutkan 1 dari 2 acuan secara tepat. | Menjelaskan ukhuwah sahabat periode Makkah secara tepat mencakup 2 acuan (Darul Arqam dan saling tolong-menolong/melindungi) dengan penjelasan kalimat yang cukup runtut. | Menjelaskan ukhuwah sahabat periode Makkah secara tepat dan lengkap mencakup 2 acuan (Darul Arqam dan tolong-menolong/melindungi) dengan uraian kalimat yang sangat runtut, jelas, dan mandiri. | | Penjelasan kesepakatan Hilful Fudul periode Makkah (TP 4.10.4 - Tugas 1 Butir 2) [Acuan: (1) kesepakatan damai di rumah Abdullah bin Jud'an sebelum kenabian; (2) membela hak orang/pedagang yang dizalimi untuk menjaga kerukunan] | Belum mampu menjelaskan kesepakatan Hilful Fudul; tidak memuat kedua acuan yang ditentukan. | Menjelaskan kesepakatan Hilful Fudul secara parsial dengan memuat 1 dari 2 acuan secara tepat. | Menjelaskan kesepakatan Hilful Fudul secara tepat mencakup kedua acuan (latar ikrar di rumah Abdullah bin Jud'an dan tujuan membela orang tertindas demi kerukunan). | Menjelaskan kesepakatan Hilful Fudul secara tepat, mendalam, dan utuh mencakup kedua acuan dengan formulasi bahasa yang mandiri dan logis. | | Keruntutan alur peristiwa kisah Nabi Muhammad saw. periode Makkah (TP 4.10.1 & TP 4.10.3 - Tugas 2) [Acuan alur Hajar Aswad: perselisihan peletakan batu -> Nabi Muhammad saw. menghamparkan kain -> tiap kepala kabilah memegang ujung kain -> diletakkan bersama; Acuan alur kerukunan Makkah: dakwah merangkul masyarakat -> menghadapi penolakan dengan akhlak sabar -> menjaga perdamaian sebelum hijrah] | Menceritakan alur peristiwa secara terputus-putus dan tidak runtut (hanya 1 bagian alur yang muncul atau alur terbolak-balik). | Menceritakan alur peristiwa dengan keruntutan sedang (memuat minimal 2 bagian alur acuan secara berurutan, namun masih terdapat lompatan cerita). | Menceritakan alur peristiwa secara runtut dari awal, pertengahan, hingga akhir sesuai tahapan acuan peristiwa tanpa bantuan pengingat dari guru. | Menceritakan alur peristiwa secara sangat runtut, utuh, dan lancar dari awal hingga penyelesaian kisah secara mandiri dan meyakinkan. | | Ketepatan pesan keteladanan kerukunan dan ukhuwah (TP 4.10.1 & TP 4.10.3 - Tugas 2) [Acuan pesan: musyawarah/adil mencegah konflik, menjaga persaudaraan tanpa kekerasan, membela keadilan, dan menghormati hak sesama] | Belum mampu menyebutkan pesan keteladanan kerukunan atau pesan yang disampaikan tidak relevan dengan kisah yang diceritakan. | Menyampaikan 1 pesan keteladanan yang relevan dengan kisah, namun perumusannya masih belum jelas atau dibimbing guru. | Menyampaikan minimal 1 hingga 2 pesan keteladanan kerukunan dan ukhuwah secara tepat dan relevan sesuai acuan tanpa dibimbing guru. | Menyampaikan 2 pesan keteladanan kerukunan dan ukhuwah secara tepat, eksplisit mengaitkan pesan dengan keteladanan akhlak Nabi Muhammad saw. di Makkah secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu tes uraian serentak (45 menit) dan unjuk kerja bergiliran 28 murid (60 menit) berjalan efektif dan tertib?
- Bagaimana tingkat ketercapaian murid kelas 4 pada kompetensi menceritakan kembali dan menjelaskan ukhuwah serta kerukunan periode Makkah?
- Apakah instrumen rubrik analitik dan kunci jawaban dapat diterapkan secara objektif dan adil untuk seluruh murid?
Murid:- Bagian mana dari kisah Nabi Muhammad saw. dalam menjaga kerukunan dan ukhuwah di Makkah yang paling mudah dan paling menantang untuk saya jelaskan atau ceritakan hari ini?
- Apakah saya telah bersikap jujur dan tertib saat mengerjakan tes tertulis serta percaya diri ketika bercerita di hadapan guru?
SUMBER BELAJAR- Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4 Kemendikbud RI Tahun 2021
- Buku Biografi Rasulullah: Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri (peristiwa renovasi Ka'bah dan Hilful Fudul)
- Kumpulan Kartu Tantangan Alur Kerukunan (4 kartu alur peristiwa Hajar Aswad dan 3 kartu pernyataan Hilful Fudul)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Bab 10 Pertemuan 1
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas IV Kemendikbudristek 2021
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas IV Kemendikbudristek 2021
- Lembar kerja 'Bagan Alur Peristiwa Kisah Makkah' dan kartu cerita beruntun
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
- Set Kartu Ukhuwah berisi 3 pertanyaan dan acuan jawaban
- Lembar Kerja Murid (LKM) Menjelaskan Kisah Ukhuwah Sahabat Periode Makkah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Naskah lembar tes tertulis uraian (soal Hilful Fudul dan ukhuwah sahabat)
- Format lembar observasi penilaian unjuk kerja bercerita lisan individual
|