Modul AjarPertemuan 6Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 1: Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan Hadis tentang Keragaman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 1: Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan Hadis tentang Keragaman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 1: Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan Hadis tentang Keragaman

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 1: Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan Hadis tentang Keragaman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif Bab 1: Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan Hadis tentang Keragaman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan kemampuan membaca dan menghafal Q.S. Al-Hujurat/49:13 serta hadis tentang keragaman dengan tartil dan lancar melalui asesmen lisan.
  2. Murid dapat menjelaskan pesan pokok Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan hadis tentang keragaman serta kaitannya dengan sikap menghargai perbedaan melalui asesmen tertulis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Setelah kita belajar Q.S. Al-Hujurat/49:13 beberapa pertemuan, apa satu hal paling penting yang kamu ingat dari ayat itu?
  2. Bagaimana pesan ayat ini bisa kamu terapkan ketika kamu bertemu teman yang berbeda suku atau daerah?
  3. Menurutmu, apa bedanya sekadar 'hafal' ayat dan benar-benar 'memahami' pesan ayat itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan asesmen (1 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan kondisi kelas kondusif untuk pelaksanaan asesmen (1 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini adalah Asesmen Sumatif Bab 1, terdiri atas asesmen lisan (membaca dan menghafal) serta asesmen tertulis (menjelaskan pesan pokok) (1 menit).
  • Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat: murid akan dipanggil satu per satu untuk asesmen lisan, sementara murid lain mengerjakan soal tertulis secara mandiri (2 menit).
  • Asesmen Awal Diagnostik Singkat: guru meminta murid menuliskan pada selembar kertas kecil satu kata atau frasa yang mewakili perasaan mereka menghadapi asesmen hari ini (siap, deg-degan, lupa, dll.) sebagai bahan guru memantau kesiapan dan memberikan penguatan seperlunya (2 menit).
  • Guru memberikan motivasi singkat: sampaikan bahwa asesmen bukan untuk menghakimi, melainkan untuk melihat sejauh mana murid telah berkembang, dan setiap usaha adalah bentuk ibadah (1 menit).
  • Guru membagikan lembar soal tertulis dan menjelaskan tata tertib pengerjaan (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta seluruh murid membaca ulang Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan teks hadis tentang keragaman dalam hati selama 3 menit sebagai pemanasan kognitif sebelum asesmen dimulai.
  • Guru mengingatkan poin-poin tartil (makhraj dan hukum tajwid dasar) yang telah dipelajari, tanpa memberikan jawaban baru, hanya mengingatkan konsep yang sudah dikuasai.
  • Murid mulai mengerjakan bagian pertama soal tertulis: menjawab pertanyaan pemahaman makna ayat dan pesan pokok Q.S. Al-Hujurat/49:13 serta hadis tentang keragaman secara mandiri.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Pelaksanaan Asesmen Lisan (TP 4.1.6.1): guru memanggil murid satu per satu ke meja guru secara bergiliran. Setiap murid membacakan Q.S. Al-Hujurat/49:13 dengan tartil, kemudian melafalkan hadis tentang keragaman dari hafalan. Durasi per murid sekitar 2-3 menit.
  • Saat menunggu giliran asesmen lisan, murid lain mengerjakan bagian kedua soal tertulis (TP 4.1.6.2): menjawab soal tentang kaitan pesan Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan hadis keragaman dengan sikap menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh soal: 'Tuliskan dua contoh nyata bagaimana kamu menerapkan pesan ayat ini di lingkungan sekolah.'
  • Guru menggunakan lembar observasi/rubrik untuk mencatat hasil asesmen lisan setiap murid (kelancaran, tartil, makhraj) sambil tetap memantau ketertiban kelas.
  • Murid yang sudah selesai asesmen lisan dan asesmen tertulis diminta memeriksa kembali jawaban mereka sebelum mengumpulkan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah seluruh murid selesai asesmen lisan dan mengumpulkan lembar tertulis, guru mengajak murid berhenti sejenak dan menarik napas bersama (mindful pause selama 30 detik).
  • Guru membagikan kartu refleksi mandiri (bisa potongan kertas kecil). Murid menuliskan: (1) satu hal yang sudah mereka kuasai dengan baik, dan (2) satu hal yang masih ingin mereka tingkatkan terkait materi Bab 1.
  • Guru mengajak 2-3 murid secara sukarela berbagi refleksi singkat mereka kepada kelas.
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap proses asesmen: apresiasi atas usaha dan keberanian setiap murid, bukan penilaian hasil benar/salah di tempat.

Penutup:

  • Guru menyampaikan kesimpulan singkat: Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan hadis tentang keragaman mengajarkan bahwa perbedaan adalah anugerah Allah yang harus disyukuri dan dihormati (2 menit).
  • Guru menyampaikan informasi tindak lanjut: hasil asesmen akan disampaikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik tertulis individual (1 menit).
  • Guru menyampaikan program remedial untuk murid yang belum mencapai KKTP dan program pengayaan untuk yang sudah melampaui KKTP (1 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang mengalami kesulitan hafalan (identifikasi dari hasil asesmen awal diagnostik) diperbolehkan membaca teks ayat saat asesmen lisan hanya untuk bagian membaca tartil, namun tetap wajib menghafal untuk bagian hafalan. Guru dapat memberikan kartu bantu berisi awal setiap penggalan ayat sebagai stimulus memori.
  • Proses: Murid dengan kecepatan tinggi yang telah selesai asesmen tertulis lebih cepat diberikan soal pengayaan tambahan: menuliskan refleksi singkat tentang hubungan Q.S. Al-Hujurat/49:13 dengan satu kisah nyata dari kehidupan mereka atau kisah dari buku. Murid dengan kebutuhan dukungan tambahan dapat diberikan waktu ekstra 5 menit dan guru mendampingi saat asesmen lisan dengan nada suara menenangkan.
  • Produk: Hasil asesmen lisan dinilai melalui observasi rubrik guru. Hasil asesmen tertulis berupa lembar jawaban. Bagi murid yang mengalami hambatan menulis, guru dapat menggantikan sebagian soal tertulis dengan jawaban lisan yang direkam atau disampaikan langsung kepada guru pendamping.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan satu kata atau frasa yang mewakili kesiapan mereka (contoh: siap, lupa sebagian, deg-degan) pada kartu kecil. Kartu dikumpulkan dan guru membacanya sekilas untuk mengidentifikasi murid yang membutuhkan penguatan motivasi sebelum asesmen dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat secara klasikal: 'Siapa yang tadi malam masih sempat mengulang hafalan?' — bukan untuk dinilai, melainkan untuk membangun kesadaran diri murid tentang kesiapan mereka.

Proses:

  • Observasi lisan individual: saat murid membacakan/menghafal di meja guru, guru mencatat langsung pada lembar observasi aspek tartil (makhraj, mad, waqf) dan kelancaran hafalan.
  • Monitoring tertulis: guru berkeliling memantau proses pengerjaan soal tertulis, memberikan umpan balik formatif berupa pertanyaan pancingan jika murid tampak buntu (tanpa memberikan jawaban langsung).
  • Kartu refleksi mandiri: digunakan sebagai data formatif untuk mengetahui titik kuat dan titik kembang setiap murid, menjadi dasar umpan balik tertulis yang akan disampaikan pada pertemuan berikutnya.

Akhir:

  • Asesmen lisan (TP 4.1.6.1): penilaian membaca Q.S. Al-Hujurat/49:13 dengan tartil dan hafalan hadis tentang keragaman secara individual menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang).
  • Asesmen tertulis (TP 4.1.6.2): murid mengerjakan soal tertulis yang mencakup: (a) menjelaskan pesan pokok Q.S. Al-Hujurat/49:13, (b) menjelaskan pesan hadis tentang keragaman, dan (c) mengaitkan keduanya dengan contoh sikap menghargai perbedaan dalam kehidupan nyata. Dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: kartu perasaan/kesiapan (satu kata) di awal pendahuluan untuk memantau kesiapan emosional dan kognitif murid.
  • Observasi guru selama murid mengerjakan soal tertulis: guru berkeliling memantau proses, memberikan isyarat non-verbal (anggukan, senyuman) untuk mendorong kepercayaan diri.
  • Kartu refleksi mandiri di akhir kegiatan inti: murid menuliskan satu hal yang sudah dikuasai dan satu hal yang ingin ditingkatkan.

Sumatif:

  • Asesmen lisan (TP 4.1.6.1): murid membaca Q.S. Al-Hujurat/49:13 dengan tartil dan melafalkan hadis tentang keragaman dari hafalan, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Asesmen tertulis (TP 4.1.6.2): murid menjawab soal tentang pesan pokok Q.S. Al-Hujurat/49:13, makna hadis tentang keragaman, dan kaitannya dengan sikap menghargai perbedaan, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca Q.S. Al-Hujurat/49:13 dengan Tartil (Lisan)Murid belum dapat membaca Q.S. Al-Hujurat/49:13 secara mandiri; banyak kesalahan makhraj dan tajwid dasar; bacaan tidak lancar dan berhenti di banyak bagian.Murid dapat membaca Q.S. Al-Hujurat/49:13 dengan bantuan atau pengingat dari guru; terdapat beberapa kesalahan makhraj dan tajwid; kelancaran masih terputus-putus.Murid dapat membaca Q.S. Al-Hujurat/49:13 secara mandiri dengan tartil; makhraj sebagian besar benar; tajwid dasar diterapkan dengan baik; bacaan cukup lancar dengan sedikit jeda tidak wajar.Murid dapat membaca Q.S. Al-Hujurat/49:13 dengan tartil, lancar, makhraj tepat, dan menerapkan kaidah tajwid dasar (mad, ghunnah, waqf) secara konsisten tanpa bantuan.
Menghafal Hadis tentang Keragaman (Lisan)Murid belum dapat melafalkan hadis tentang keragaman; banyak bagian terlewat atau salah total; hafalan belum terbentuk.Murid dapat melafalkan sebagian hadis tentang keragaman dengan bantuan pengingat kata awal dari guru; lafal masih banyak yang kurang tepat.Murid dapat menghafal hadis tentang keragaman secara mandiri; lafal sebagian besar benar; satu atau dua bagian masih perlu diperbaiki.Murid dapat menghafal hadis tentang keragaman dengan lancar, lafal tepat, dan tanpa bantuan apapun dari awal hingga akhir.
Menjelaskan Pesan Pokok Q.S. Al-Hujurat/49:13 (Tertulis)Murid belum dapat menjelaskan pesan pokok Q.S. Al-Hujurat/49:13; jawaban tidak relevan atau tidak menjawab pertanyaan.Murid dapat menyebutkan pesan pokok Q.S. Al-Hujurat/49:13 secara sangat umum (misal: 'tentang persaudaraan') tanpa penjelasan yang memadai.Murid dapat menjelaskan pesan pokok Q.S. Al-Hujurat/49:13 dengan benar (keragaman sebagai sunnatullah, manusia diciptakan berbeda untuk saling mengenal) dengan kalimat yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan pesan pokok Q.S. Al-Hujurat/49:13 secara lengkap, runtut, dan menggunakan kalimat sendiri; mampu mengidentifikasi konsep saling mengenal (ta'aruf) dan kemuliaan berdasarkan takwa.
Mengaitkan Pesan Ayat dan Hadis dengan Sikap Menghargai Perbedaan (Tertulis)Murid belum dapat mengaitkan pesan Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan hadis keragaman dengan sikap menghargai perbedaan; tidak ada contoh yang relevan.Murid dapat menyebutkan satu contoh sikap menghargai perbedaan tetapi belum mampu menghubungkannya secara eksplisit dengan pesan ayat atau hadis.Murid dapat mengaitkan pesan Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan hadis keragaman dengan satu contoh nyata sikap menghargai perbedaan di lingkungan sekolah atau keluarga secara logis.Murid dapat mengaitkan pesan Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan hadis keragaman dengan lebih dari satu contoh nyata yang relevan, menggunakan penalaran yang jelas dan menunjukkan pemahaman bahwa perbedaan adalah anugerah Allah yang harus disyukuri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alur asesmen lisan dan tertulis yang berjalan bersamaan berjalan efektif, atau perlu dimodifikasi agar murid tidak saling terganggu?
  • Murid mana yang menunjukkan perkembangan paling signifikan dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya, dan faktor apa yang mendukung perkembangan tersebut?
  • Apakah instrumen dan rubrik yang digunakan sudah mampu menangkap kemampuan nyata murid, atau ada aspek yang terlewat?
  • Bagaimana saya akan menindaklanjuti hasil asesmen ini — program remedial seperti apa yang paling tepat untuk murid yang belum mencapai KKTP?

Refleksi Murid:

  • Dari semua yang sudah kamu pelajari di Bab 1, bagian mana yang paling kamu kuasai dan bagian mana yang masih perlu kamu latih lagi?
  • Setelah membaca dan menghafal Q.S. Al-Hujurat/49:13, apakah ada perubahan dalam cara kamu memandang teman-teman yang berbeda suku, budaya, atau kebiasaan darimu?
  • Apa yang akan kamu lakukan berbeda untuk mempersiapkan diri lebih baik pada asesmen berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4, Kemendikbud RI 2021 (Bab 1: Mari Mengaji dan Mengkaji Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan Hadis tentang Keragaman)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4, Kemendikbud RI 2021 (Ahmad Faozan & Jamaluddin, ISBN: 978-602-244-492-3)
  3. Aplikasi Al-Qur'an Kemenag / https://quran.kemenag.go.id — sebagai referensi bacaan dan tajwid yang benar
  4. Lembar soal asesmen tertulis (dibuat oleh guru sesuai kisi-kisi TP 4.1.6.2)
  5. Lembar observasi/rubrik asesmen lisan (dibuat oleh guru sesuai rubrik TP 4.1.6.1)
  6. Kartu refleksi mandiri (potongan kertas berisi dua pertanyaan refleksi untuk murid)
  7. Buku Tajwid sebagai panduan makhraj dan hukum bacaan Al-Qur'an

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.