MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Asesmen Sumatif Bab 9: Senangnya Salat Rawātib INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Asesmen Sumatif Bab 9: Senangnya Salat Rawātib |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang ketentuan, macam-macam, dan hikmah salat rawātib melalui asesmen tertulis dengan benar.
- Murid dapat mendemonstrasikan praktik salat rawātib secara lengkap dan tertib sebagai bukti capaian pembelajaran bab ini.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang kamu ingat tentang salat rawātib yang sudah kita pelajari bersama selama ini?
- Mengapa menurut kamu Allah Swt. menganjurkan kita untuk melaksanakan salat rawātib sebelum dan sesudah salat fardu?
- Bagaimana perasaanmu ketika kamu berhasil melaksanakan salat rawātib dengan tertib dan lengkap?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan memimpin doa bersama sebelum memulai kegiatan.
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menanyakan kondisi kesiapan belajar hari ini.
- Guru melakukan asesmen awal (diagnostik singkat) dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Sebutkan satu saja salat rawātib yang kamu ingat beserta waktunya!' — jawaban dicatat sebagai gambaran kesiapan awal murid.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk mengaktifkan ingatan murid tentang materi Bab 9.
- Guru menjelaskan tujuan pertemuan: hari ini adalah hari pembuktian — murid akan menunjukkan seberapa jauh mereka memahami dan bisa mempraktikkan salat rawātib.
- Guru menyampaikan dua bagian kegiatan hari ini: (1) asesmen tertulis tentang ketentuan, macam-macam, dan hikmah salat rawātib; (2) asesmen praktik salat rawātib.
- Guru memberikan motivasi singkat: 'Hari ini bukan ujian yang menakutkan, tapi kesempatan untuk membuktikan kemampuan terbaikmu. Lakukan dengan tenang dan penuh keyakinan.'
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta murid meluangkan waktu 3 menit untuk diam sejenak, menutup mata, dan mengingat kembali seluruh materi Bab 9: pengertian salat rawātib, macam-macamnya (qabliyah dan ba'diyah), jumlah rakaat tiap waktu, dan hikmahnya. (Berkesadaran)
- Guru mengingatkan secara lisan poin-poin kunci materi secara ringkas tanpa memberikan jawaban: 'Ingat kembali — ada berapa macam salat rawātib? Kapan dilaksanakan? Apa saja hikmahnya?' — tidak untuk dijawab sekarang, hanya untuk mengaktifkan memori.
- Murid diberi lembar asesmen tertulis. Guru membacakan petunjuk pengerjaan dengan jelas dan pelan: murid mengerjakan secara mandiri, jujur, dan tidak boleh membuka buku atau bertanya kepada teman.
- Soal tertulis mencakup: (a) menyebutkan pengertian salat rawātib, (b) mengisi tabel macam-macam salat rawātib beserta jumlah rakaat dan waktunya, (c) menjelaskan perbedaan qabliyah dan ba'diyah, (d) menyebutkan minimal 4 hikmah salat rawātib, dan (e) soal pilihan atau isian singkat terkait ketentuan salat rawātib.
- Guru memantau jalannya pengerjaan, memastikan suasana tenang dan tertib, serta memberi dukungan emosional — bukan jawaban — bagi murid yang tampak cemas: 'Kerjakan yang kamu bisa dulu, tidak apa-apa.'
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Setelah asesmen tertulis selesai dan lembar dikumpulkan, guru mengumumkan bahwa bagian kedua adalah asesmen praktik salat rawātib.
- Guru menjelaskan mekanisme asesmen praktik: murid dipanggil satu per satu (atau kelompok kecil 3–4 orang secara bersamaan) untuk mempraktikkan salat rawātib di depan kelas atau di area yang telah disiapkan (misalnya ruang salat/mushala sekolah jika tersedia).
- Sementara menunggu giliran, murid lain melakukan kegiatan mandiri: menuliskan di selembar kertas kecil doa atau niat salat rawātib yang mereka hafal, sebagai aktivitas bermakna agar tidak terbuang percuma. (Bermakna)
- Guru memanggil murid sesuai urutan presensi. Setiap murid mempraktikkan salat rawātib minimal 2 rakaat (misalnya salat rawātib ba'diyah zuhur atau sesuai yang dipilih guru) secara lengkap: niat, gerakan, bacaan, dan tertib urutan.
- Guru mengamati dan mengisi rubrik penilaian praktik selama demonstrasi berlangsung, mencatat ketepatan gerakan, kelengkapan bacaan, kerapian, dan ketertiban.
- Guru memberikan gestur positif (anggukan, senyum, atau acungan jempol) setelah setiap murid selesai berpraktik untuk menjaga suasana tetap menggembirakan dan tidak menegangkan. (Menggembirakan)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah semua murid selesai praktik, guru mengajak seluruh kelas duduk melingkar atau kembali ke tempat duduk masing-masing.
- Guru memandu refleksi diri dengan meminta murid mengisi lembar refleksi singkat (3 pertanyaan): (1) Bagian mana dari materi salat rawātib yang sudah kamu kuasai dengan baik? (2) Bagian mana yang masih perlu kamu pelajari lagi? (3) Apa yang akan kamu lakukan agar bisa mempraktikkan salat rawātib dengan lebih baik di rumah? (Berkesadaran)
- Guru memilih 3–4 murid secara sukarela untuk berbagi jawaban refleksi mereka di depan kelas — guru merespons dengan hangat dan tidak menghakimi.
- Guru mengaitkan hasil refleksi dengan kehidupan nyata: 'Kalau kita sudah tahu hikmah salat rawātib, apa yang bisa kita ubah dari kebiasaan kita di rumah mulai hari ini?' (Bermakna)
- Guru memberikan umpan balik umum kelas secara positif: menyampaikan hal-hal yang sudah dilakukan dengan baik oleh mayoritas murid hari ini, tanpa menyebut nama secara negatif.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali secara lisan poin-poin penting Bab 9: pengertian, macam-macam, dan hikmah salat rawātib.
- Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen tertulis dan praktik akan digunakan untuk melihat capaian pembelajaran dan memberikan umpan balik yang berguna bagi murid.
- Guru memberikan pesan penutup yang menginspirasi: 'Salat rawātib adalah hadiah dari Allah untuk kita. Semoga kita semua bisa terus membiasakan diri melaksanakannya di rumah.'
- Guru menginformasikan bahwa umpan balik hasil asesmen akan diberikan pada pertemuan berikutnya.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup.
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang belum lancar membaca tulisan Arab, soal tertulis dapat disediakan versi latin (transliterasi) untuk bagian bacaan niat atau doa, sehingga mereka tetap bisa menunjukkan pemahaman konseptual meski hambatan literasi Arab belum sepenuhnya teratasi.
- Proses: Bagi murid yang lebih cepat selesai mengerjakan soal tertulis, tersedia soal pengayaan berupa pertanyaan analitis tambahan: 'Mengapa salat rawātib disebut penyempurna salat fardu? Jelaskan dengan bahasamu sendiri.' Bagi murid yang membutuhkan lebih banyak waktu, guru memberikan perpanjangan waktu wajar dan pendampingan ringan tanpa memberikan jawaban.
- Produk: Pada asesmen praktik, murid yang sudah sangat mahir dapat diminta mendemonstrasikan 4 rakaat salat rawātib (misalnya rawātib qabliyah zuhur 4 rakaat), sementara murid yang masih dalam tahap berkembang cukup mendemonstrasikan 2 rakaat dengan panduan verbal minimal dari guru.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada beberapa murid secara acak: 'Sebutkan satu salat rawātib yang kamu ingat dan kapan dilaksanakannya!' — jawaban tidak dinilai, hanya digunakan guru untuk memetakan kesiapan belajar murid sebelum asesmen sumatif dimulai.
- Guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik sebagai indikator keterhubungan mereka dengan materi yang telah dipelajari di pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Proses:- Observasi guru selama pengerjaan asesmen tertulis: apakah murid mengerjakan dengan mandiri dan tenang, atau tampak kesulitan — dicatat sebagai catatan anekdotal.
- Pengamatan selama asesmen praktik: guru mengisi rubrik penilaian praktik secara real-time untuk setiap murid yang tampil.
- Pengisian lembar refleksi diri oleh murid setelah praktik selesai: digunakan sebagai data formatif untuk mengetahui kesadaran diri murid terhadap kemampuan dan area pengembangannya.
Akhir:- Asesmen tertulis dengan soal-soal yang mencakup: (1) pengertian salat rawātib, (2) tabel macam-macam salat rawātib dan jumlah rakaatnya, (3) perbedaan qabliyah dan ba'diyah, (4) minimal 4 hikmah salat rawātib, (5) ketentuan hukum salat rawātib. Skor dihitung berdasarkan ketepatan dan kelengkapan jawaban.
- Asesmen praktik salat rawātib menggunakan rubrik 4 level dengan 4 kriteria: ketepatan gerakan, kelengkapan bacaan, kerapian, dan ketertiban urutan. Skor maksimal 4 poin per murid.
Formatif:- Tanya jawab lisan di pendahuluan sebagai diagnostik kesiapan awal murid.
- Observasi sikap dan kemandirian selama pengerjaan asesmen tertulis (kesungguhan, kejujuran, ketenangan).
- Lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan) di akhir kegiatan inti sebagai asesmen proses.
Sumatif:- Asesmen tertulis: soal tentang pengertian, macam-macam, tata cara, dan hikmah salat rawātib (mencakup TP 3.9.5.1).
- Asesmen praktik: demonstrasi salat rawātib secara lengkap dan tertib menggunakan rubrik 4 level (mencakup TP 3.9.5.2).
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman Konsep (Tertulis) — Ketentuan dan Macam-Macam Salat Rawātib | Murid tidak dapat menyebutkan pengertian salat rawātib dan tidak mampu membedakan qabliyah dan ba'diyah dengan benar. | Murid dapat menyebutkan pengertian salat rawātib secara sederhana, namun masih keliru dalam menyebutkan waktu atau jumlah rakaat salat rawātib. | Murid dapat menyebutkan pengertian, membedakan qabliyah dan ba'diyah, serta menyebutkan sebagian besar macam salat rawātib beserta jumlah rakaatnya dengan benar. | Murid dapat menjelaskan pengertian, membedakan qabliyah dan ba'diyah, serta menyebutkan seluruh macam salat rawātib (5 waktu) beserta jumlah rakaatnya secara lengkap dan benar. | | Pemahaman Konsep (Tertulis) — Hikmah Salat Rawātib | Murid tidak dapat menyebutkan hikmah salat rawātib sama sekali. | Murid dapat menyebutkan 1–2 hikmah salat rawātib. | Murid dapat menyebutkan 3–4 hikmah salat rawātib dengan benar. | Murid dapat menyebutkan 4 hikmah salat rawātib atau lebih dengan benar dan mampu menjelaskan salah satunya dengan bahasa sendiri. | | Praktik Salat Rawātib — Ketepatan Gerakan | Murid tidak dapat melakukan gerakan salat rawātib dengan benar (banyak gerakan yang salah atau tidak dilakukan). | Murid melakukan sebagian gerakan salat rawātib dengan benar, namun masih terdapat beberapa kesalahan yang cukup mencolok. | Murid melakukan hampir semua gerakan salat rawātib dengan benar, hanya terdapat 1–2 kesalahan kecil. | Murid melakukan seluruh gerakan salat rawātib dengan tepat, rapi, dan sesuai tuntunan dari awal hingga akhir. | | Praktik Salat Rawātib — Kelengkapan Bacaan | Murid tidak melafalkan bacaan salat dengan benar atau banyak bacaan yang ditinggalkan. | Murid melafalkan sebagian bacaan salat rawātib, namun banyak yang tidak lengkap atau kurang tepat makhrajnya. | Murid melafalkan sebagian besar bacaan salat rawātib dengan benar dan cukup lancar. | Murid melafalkan seluruh bacaan salat rawātib dengan lengkap, lancar, dan makhraj yang baik. | | Praktik Salat Rawātib — Ketertiban dan Urutan | Murid tidak dapat melaksanakan salat rawātib secara tertib; urutan gerakan kacau atau tidak selesai. | Murid melaksanakan salat rawātib namun urutan beberapa gerakan masih terbalik atau terlewat. | Murid melaksanakan salat rawātib dengan urutan yang benar dan tertib, dengan sedikit ragu atau jeda yang tidak wajar. | Murid melaksanakan salat rawātib dengan tertib, urutan sempurna, khusyuk, dan penuh keyakinan dari niat hingga salam. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah soal tertulis yang saya gunakan sudah cukup mencakup seluruh aspek penting materi Bab 9 (ketentuan, macam-macam, dan hikmah salat rawātib)?
- Apakah waktu yang dialokasikan cukup untuk menyelesaikan asesmen tertulis dan praktik tanpa membuat murid terburu-buru?
- Murid mana yang membutuhkan tindak lanjut atau remedial berdasarkan hasil asesmen hari ini, dan pendekatan apa yang paling sesuai untuk mereka?
- Apakah suasana asesmen hari ini kondusif dan tidak menegangkan bagi murid? Apa yang bisa saya perbaiki untuk ke depannya?
Refleksi Murid:- Bagian materi salat rawātib mana yang menurutmu paling mudah hari ini? Mengapa?
- Bagian mana yang masih terasa sulit bagimu? Apa yang akan kamu lakukan untuk mempelajarinya lagi?
- Apakah kamu sudah melaksanakan salat rawātib di rumah? Hikmah salat rawātib mana yang paling kamu rasakan dalam hidupmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas III, Kemendikbud RI 2022 (Bab IX, halaman 200–223)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas III, Kemendikbud RI 2022 (Bab IX, halaman 167–184)
- Lembar soal asesmen tertulis (dibuat guru, mencakup pengertian, macam-macam, ketentuan, dan hikmah salat rawātib)
- Lembar rubrik penilaian praktik salat rawātib (4 kriteria: ketepatan, kelengkapan bacaan, kerapian, ketertiban)
- Lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan refleksi)
- Sajadah/alas salat untuk keperluan asesmen praktik
- Papan tulis atau proyektor untuk menampilkan petunjuk pengerjaan soal
- Kertas dan alat tulis murid
|