MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Macam-Macam Salat Rawātib: Qabliyah dan Ba'diyah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Macam-Macam Salat Rawātib: Qabliyah dan Ba'diyah |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan macam-macam salat rawātib qabliyah dan ba'diyah beserta salat fardu yang menyertainya dengan benar.
- Murid dapat membedakan salat rawātib muakkadah dan gairu muakkadah beserta contohnya dengan tepat.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat orang tua atau anggota keluarga kalian salat lagi setelah selesai salat fardu? Kira-kira salat apa yang sedang mereka lakukan?
- Mengapa ada salat yang dilakukan sebelum salat fardu dan ada yang dilakukan sesudahnya? Apa perbedaannya menurut kalian?
- Jika ada amalan yang sangat dianjurkan dan ada yang kurang dianjurkan, bagaimana cara kita mengetahui mana yang lebih utama untuk dilakukan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
- Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) secara lisan: menanyakan kepada murid apa yang sudah mereka ketahui tentang salat rawātib dan apakah mereka pernah mempraktikkannya. Guru mencatat respons murid sebagai pemetaan awal.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid: 'Pernahkah kalian melihat orang tua salat lagi setelah salat fardu? Kira-kira salat apa itu?'
- Guru menyampaikan topik, tujuan pembelajaran, dan manfaat mempelajari materi hari ini secara singkat dan ramah: 'Hari ini kita akan belajar tentang macam-macam salat rawātib, yaitu salat yang dilakukan sebelum dan sesudah salat fardu. Dengan mengetahui ini, kita bisa lebih lengkap dalam beribadah kepada Allah Swt.'
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan tabel sederhana di papan tulis berisi dua kolom: 'Qabliyah (Sebelum Salat Fardu)' dan 'Ba'diyah (Sesudah Salat Fardu)'. Guru mengajak murid mengamati tabel kosong tersebut dan bertanya: 'Kira-kira, salat fardu apa saja yang memiliki salat rawātib sebelum atau sesudahnya?'
- Guru menjelaskan pengertian rawātib qabliyah secara langsung dan konkret: salat sunnah yang dikerjakan sebelum salat fardu. Guru menuliskan contoh-contoh rawātib qabliyah muakkadah di papan tulis: 2 rakaat sebelum Subuh, 4 rakaat sebelum Zuhur (2+2), 4 rakaat sebelum Asar (muakkadah menurut sebagian ulama).
- Guru menjelaskan pengertian rawātib ba'diyah: salat sunnah yang dikerjakan sesudah salat fardu. Guru menuliskan contoh-contoh rawātib ba'diyah muakkadah: 2 rakaat sesudah Zuhur, 2 rakaat sesudah Magrib, 2 rakaat sesudah Isya.
- Guru menjelaskan perbedaan muakkadah (sangat dianjurkan, berdasarkan kebiasaan kuat Nabi Saw.) dan gairu muakkadah (dianjurkan, tetapi tidak sekuat muakkadah). Guru menggunakan analogi yang dekat dengan anak: 'Muakkadah itu seperti tugas yang WAJIB dikerjakan segera, sedangkan gairu muakkadah seperti tugas tambahan yang kalau dikerjakan dapat nilai lebih, tapi tidak apa-apa jika sesekali terlewat.'
- Guru membacakan contoh lafaz niat salat rawātib qabliyah Subuh dan ba'diyah Magrib secara perlahan. Murid mengikuti bersama-sama.
- Murid membuka buku siswa halaman yang relevan dan mencermati tabel macam-macam salat rawātib bersama guru. Guru memberi kesempatan murid bertanya jika ada yang belum jelas.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang per kelompok) dan membagikan lembar kerja berisi tabel rumpang 'Kartu Rawātib-ku'. Tabel berisi kolom: Nama Salat Fardu | Rawātib Qabliyah | Rawātib Ba'diyah | Muakkadah/Gairu Muakkadah.
- Setiap kelompok berdiskusi untuk melengkapi tabel tersebut berdasarkan penjelasan guru dan buku siswa. Guru berkeliling memantau dan memberi umpan balik (asesmen proses).
- Setelah selesai, perwakilan setiap kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan satu baris tabel yang ditugaskan kepada kelompoknya. Kelompok lain diberi kesempatan menanggapi atau mengoreksi.
- Guru memandu permainan kuis singkat 'Tebak Rawātib': Guru menyebutkan situasi ('Baru saja selesai salat Magrib. Salat rawātib apa yang bisa kamu kerjakan sekarang? Termasuk muakkadah atau gairu muakkadah?'), murid menjawab secara bergiliran. Ini bertujuan menguatkan pemahaman sekaligus menyenangkan.
- Murid secara individu menuliskan di buku catatannya minimal 3 contoh salat rawātib muakkadah dan 2 contoh gairu muakkadah lengkap dengan salat fardu yang menyertainya.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk tenang sejenak (1–2 menit) dan memejamkan mata sambil memikirkan: 'Dari materi hari ini, salat rawātib mana yang paling ingin kamu biasakan di rumah? Mengapa?'
- Murid menuliskan refleksi singkat di selembar kertas kecil (sticky note atau kertas buram) dengan menjawab dua pertanyaan: (1) 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah…' dan (2) 'Salat rawātib yang ingin aku biasakan adalah… karena…'
- Beberapa murid secara sukarela membacakan refleksinya di depan kelas. Guru memberikan apresiasi positif atas setiap respons.
- Guru mengaitkan materi dengan nilai kehidupan nyata: 'Dengan membiasakan salat rawātib, kita menunjukkan rasa syukur dan kecintaan kita kepada Allah Swt. Ini juga melatih kita untuk disiplin dan tepat waktu dalam kehidupan sehari-hari.'
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan materi: rawātib qabliyah dilakukan sebelum salat fardu, rawātib ba'diyah sesudah salat fardu; muakkadah adalah yang sangat dianjurkan, gairu muakkadah kurang ditekankan.
- Guru melakukan asesmen akhir singkat (sumatif lisan/tertulis): murid menjawab 3–4 soal lisan atau tertulis tentang macam-macam rawātib dan perbedaan muakkadah/gairu muakkadah.
- Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mencatat di buku ibadah atau memberi tanda jika berhasil mengerjakan salat rawātib muakkadah setelah pulang sekolah, lalu dilaporkan pada pertemuan berikutnya.
- Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya secara singkat.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang sudah paham lebih cepat, berikan kartu tantangan berisi pertanyaan lanjutan: 'Berapa total rakaat salat rawātib muakkadah dalam satu hari? Hitunglah!' Bagi murid yang masih kesulitan, sediakan tabel panduan bergambar yang sudah terisi sebagian sebagai scaffolding.
- Proses: Murid yang sudah cepat dapat diminta menjadi 'tutor sebaya' dalam kelompok dan membantu teman yang masih bingung. Murid yang lambat mendapat pendampingan lebih intensif dari guru saat kegiatan kelompok, dengan pertanyaan terpandu bertahap.
- Produk: Murid yang sudah berkembang diminta membuat mini-poster atau bagan sederhana macam-macam rawātib di buku catatan mereka sendiri dengan kreasi bebas. Murid yang masih berkembang cukup melengkapi tabel yang sudah disediakan guru.
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan di awal: 'Siapa yang tahu apa itu salat rawātib? Apakah kalian pernah mengerjakan salat rawātib?' Guru mencatat murid yang sudah tahu, yang pernah mendengar, dan yang belum tahu sama sekali untuk menyesuaikan penjelasan.
Proses:- Observasi saat diskusi kelompok mengisi tabel 'Kartu Rawātib-ku': apakah murid dapat mengisi kolom dengan benar dan dapat bekerja sama.
- Kuis lisan 'Tebak Rawātib': guru mencatat siapa yang menjawab benar, siapa yang masih ragu, dan siapa yang belum dapat menjawab.
- Membaca refleksi tertulis di sticky note: apakah murid dapat menyebutkan satu hal yang dipelajari dan satu rawātib yang ingin dibiasakan.
Akhir:- Soal tertulis singkat (bisa dikerjakan di buku tugas atau lembar tersendiri) sebanyak 3–4 soal: (1) Sebutkan 2 contoh salat rawātib qabliyah muakkadah beserta salat fardu yang menyertainya! (2) Sebutkan 2 contoh salat rawātib ba'diyah muakkadah beserta salat fardu yang menyertainya! (3) Apa perbedaan rawātib muakkadah dan gairu muakkadah? Berikan satu contoh gairu muakkadah! (4) Rawātib ba'diyah Magrib dilaksanakan berapa rakaat dan sesudah salat apa?
Formatif:- Observasi keaktifan dan ketepatan jawaban murid selama diskusi kelompok mengisi tabel 'Kartu Rawātib-ku'.
- Kuis lisan 'Tebak Rawātib' untuk mengecek pemahaman individu secara menyenangkan.
- Umpan balik lisan guru saat murid presentasi kelompok.
Sumatif:- Soal lisan/tertulis 3–4 butir di akhir pembelajaran: murid menyebutkan minimal 3 rawātib qabliyah dan 3 rawātib ba'diyah beserta salat fardu yang menyertainya, serta membedakan muakkadah dan gairu muakkadah dengan contoh.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan rawātib qabliyah beserta salat fardu yang menyertainya | Murid belum dapat menyebutkan satu pun contoh rawātib qabliyah dengan benar. | Murid dapat menyebutkan 1 contoh rawātib qabliyah tetapi belum dapat menghubungkannya dengan salat fardu yang menyertai dengan tepat. | Murid dapat menyebutkan 2 contoh rawātib qabliyah beserta salat fardu yang menyertainya dengan benar. | Murid dapat menyebutkan 3 atau lebih contoh rawātib qabliyah beserta salat fardu yang menyertainya dengan benar dan dapat menjelaskan secara runtut. | | Menjelaskan rawātib ba'diyah beserta salat fardu yang menyertainya | Murid belum dapat menyebutkan satu pun contoh rawātib ba'diyah dengan benar. | Murid dapat menyebutkan 1 contoh rawātib ba'diyah tetapi belum dapat menghubungkannya dengan salat fardu yang menyertai dengan tepat. | Murid dapat menyebutkan 2 contoh rawātib ba'diyah beserta salat fardu yang menyertainya dengan benar. | Murid dapat menyebutkan 3 contoh rawātib ba'diyah beserta salat fardu yang menyertainya dengan benar dan dapat menjelaskan secara runtut. | | Membedakan rawātib muakkadah dan gairu muakkadah | Murid belum dapat membedakan muakkadah dan gairu muakkadah sama sekali. | Murid dapat menyebutkan salah satu pengertian (muakkadah atau gairu muakkadah) tetapi belum dapat memberikan contoh yang tepat. | Murid dapat menjelaskan perbedaan muakkadah dan gairu muakkadah disertai satu contoh yang tepat untuk masing-masing. | Murid dapat menjelaskan perbedaan muakkadah dan gairu muakkadah dengan tepat, memberikan lebih dari satu contoh untuk masing-masing, dan menggunakan kalimat sendiri dengan percaya diri. | | Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompok | Murid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusi. | Murid terlibat dalam diskusi kelompok hanya jika diminta atau didorong oleh teman/guru. | Murid aktif berdiskusi, memberikan pendapat, dan mendengarkan teman dengan baik. | Murid aktif memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok, mendorong teman untuk berpartisipasi, dan membantu teman yang kesulitan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan rawātib qabliyah dan ba'diyah dengan benar? Jika belum, pendekatan apa yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
- Apakah strategi diskusi kelompok dan kuis lisan efektif untuk materi ini, atau perlu diganti/dikombinasikan dengan strategi lain?
- Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau kebutuhan murid yang cepat maupun yang lambat?
- Apakah alokasi waktu 2x35 menit sudah cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu dipersingkat atau diperdalam?
Refleksi Murid:- Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang salat rawātib?
- Apakah kamu sudah bisa membedakan rawātib qabliyah dan ba'diyah? Mana yang masih membingungkan bagimu?
- Salat rawātib muakkadah mana yang ingin kamu biasakan di rumah mulai hari ini? Mengapa kamu memilihnya?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas III SD/MI, Kemendikbud RI, 2022 (Penulis: Moh. Ghozali, Erwin Wasti). ISBN: 978-602-244-670-5.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas III SD/MI, Kemendikbud RI, 2022 (Penulis: Moh. Ghozali, Erwin Wasti). ISBN: 978-602-244-673-6.
- Fikih Islam, Sulaiman Rasjid.
- Papan tulis dan spidol untuk menulis tabel macam-macam rawātib.
- Lembar kerja 'Kartu Rawātib-ku' (tabel rumpang yang disiapkan guru).
- Kertas kecil/sticky note untuk kegiatan refleksi tertulis murid.
- Folio atau kertas buram untuk kegiatan diferensiasi (mini-poster bagi murid yang sudah cepat).
|