Modul AjarBab 9Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 9: Senangnya Salat Rawātib

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 untuk Bab 9 "Senangnya Salat Rawātib", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 9: Senangnya Salat Rawātib

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 9 — Senangnya Salat Rawātib

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 9 — Senangnya Salat Rawātib
Alokasi Waktu11 JP (11 x 35 menit = 385 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.9.1 Menjelaskan ketentuan dan tata cara salat sunah rawatib
  2. TP 3.9.2 Mengelompokkan macam-macam salat sunah rawatib berdasarkan waktu pelaksanaannya
  3. TP 3.9.3 Menunjukkan hikmah pelaksanaan salat sunah rawatib dalam kehidupan sehari-hari
  4. TP 3.9.4 Menerapkan tata cara salat sunah rawatib sesuai ketentuan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat orang melakukan salat sunah sebelum atau sesudah salat fardu?
  2. Apa perbedaan salat sunah rawātib dengan salat fardu yang biasa kita kerjakan sehari-hari?
  3. Kapan kita mengerjakan salat sunah rawātib qabliyah dan kapan ba'diyah?
  4. Apakah semua salat fardu memiliki salat sunah sebelum dan sesudahnya?
  5. Kebaikan atau hikmah apa yang kita peroleh di dunia dan akhirat jika rajin mendirikan salat sunah rawatib?
  6. Bagaimana urutan tata cara melaksanakan salat sunah rawatib 2 rakaat dari niat hingga salam sesuai ketentuannya?
  7. Bagaimana salat sunah rawātib dapat menyempurnakan ibadah salat fardu kita?
  8. Kapan saja waktu pelaksanaan salat rawātib qabliyah dan ba'diyah dalam sehari semalam?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Ketentuan dan Tata Cara Salat Sunah Rawātib — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.9.1 Menjelaskan ketentuan dan tata cara salat sunah rawatib

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama murid, dan memeriksa kehadiran serta kerapian kelas (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab lisan: 'Apa yang dimaksud salat sunah rawatib dan berapa jumlah rakaat umumnya?' (acuan jawaban: salat sunah yang menyertai/mengiringi salat fardu, dikerjakan 2 rakaat) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan ketentuan dan tata cara pelaksanaan salat sunah rawātib (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks/infografis mengenai ketentuan salat sunah rawātib: pengertian (salat sunah pengiring salat fardu), hukum (sunah), bilangan rakaat umum (2 rakaat satu salam), cara pelaksanaan (munfarid/sendiri, tidak dengan azan dan ikamah, bacaan tidak dinyaringkan, niat sesuai waktu pelaksanaannya) (10 menit).
  • Murid bersama guru menyanyikan lagu pemantik konsep 'Ayo Salat Rawātib' (nada lagu: Naik-Naik ke Puncak Gunung) untuk memperkuat pemahaman bahwa salat sunah rawātib mengiringi salat wajib (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid berpasangan untuk aktivitas 'Tebak Kartu Ketentuan' di mana setiap pasangan menganalisis 4 kartu pernyataan ketentuan: (1) 'Salat sunah rawātib dikerjakan secara berjamaah' (Salah, acuan: dikerjakan munfarid/sendiri); (2) 'Salat rawātib dikerjakan mendahului atau sesudah salat fardu' (Benar, acuan: fungsi rawātib sebagai pengiring); (3) 'Gerakan dan bacaan rukun salat rawātib sama dengan salat fardu kecuali lafal niatnya' (Benar, acuan: rukun sama, pembeda utama niat); (4) 'Salat rawātib diawali dengan azan dan ikamah tersendiri' (Salah, acuan: tanpa azan dan ikamah) (10 menit).
  • Setiap murid secara tertulis pada lembar kerja menjelaskan 3 tata cara utama salat sunah rawātib: (a) berniat salat rawātib di dalam hati; (b) pelaksanaan 2 rakaat secara munfarid/sendirian dengan bacaan sirr (lirih); (c) diakhiri dengan salam (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid saling bertukar lembar kerja dengan teman sebangku untuk memeriksa ketepatan penjelasan ketentuan dan tata cara salat rawātib dengan bimbingan konfirmasi guru (5 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan inti materi bahwa ketentuan salat sunah rawātib adalah ibadah pelengkap salat fardu yang dilakukan secara teratur dan mandiri (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil kerja murid mengenai ketentuan dan tata cara salat sunah rawātib (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkas berpola rumpang berpanduan kartu kata, sedangkan murid cepat diberikan uraian telaah ketentuan yang lebih lengkap.
  • Proses: Pada aktivitas pasangan, murid yang telah paham membantu menjadi mitra klarifikasi bagi pasangannya dengan panduan lembar ceklist.
  • Produk: Uraian penjelasan tata cara dapat dituliskan dalam bentuk poin-poin sederhana berurutan atau bagan alur tata cara.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Apa arti salat sunah rawatib dan bagaimana sifat pelaksanaannya dibanding salat fardu?' (Acuan jawaban: Salat rawatib adalah salat sunah yang mengiringi salat fardu; pelaksanaannya dilakukan secara munfarid/sendiri sebanyak 2 rakaat tanpa azan/ikamah).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja analisis 4 kartu pernyataan ketentuan: (1) pernyataan pelaksanaan berjamaah (kunci: Salah); (2) pernyataan mendahului/sesudah salat fardu (kunci: Benar); (3) pernyataan gerakan/rukun sama kecuali niat (kunci: Benar); (4) pernyataan menggunakan azan dan ikamah (kunci: Salah).
  • Pemeriksaan penjelasan 3 tata cara salat rawatib pada lembar kerja (acuan: (1) Niat sesuai salat fardu yang diiringi; (2) Dikerjakan 2 rakaat secara sendiri/munfarid dan bacaan tidak dinyaringkan; (3) Diakhiri salam).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat: Menyebutkan 2 persamaan dan 1 perbedaan pokok antara ketentuan salat sunah rawatib dengan salat fardu (Acuan jawaban: Persamaan = rukun gerakan salat sama, rukun bacaan sama; Perbedaan = hukumnya sunah/tidak wajib, dikerjakan munfarid/tanpa azan-ikamah, atau niatnya berbeda).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
  • Asesmen proses melalui lembar kerja penjelasan ketentuan dan tata cara salat sunah rawātib
  • Observasi keaktifan diskusi berpasangan menganalisis kartu pernyataan ketentuan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Ketentuan Salat Sunah RawātibBelum mampu menjelaskan ketentuan salat sunah rawātib atau hanya tepat menjelaskan 1 dari 4 ketentuan pada kartu analisis.Mampu menjelaskan 2 dari 4 ketentuan salat sunah rawātib secara tepat sesuai acuan materi.Mampu menjelaskan 3 dari 4 ketentuan salat sunah rawātib secara tepat sesuai acuan materi.Mampu menjelaskan seluruh (4 dari 4) ketentuan salat sunah rawātib secara tepat, runtut, dan mandiri.
Penjelasan Tata Cara Pelaksanaan Salat Sunah RawātibBelum mampu menguraikan tata cara salat sunah rawatib atau uraian belum runtut.Mampu menguraikan 1 dari 3 tata cara salat rawātib (niat, rukun 2 rakaat munfarid, atau salam) dengan tepat.Mampu menguraikan 2 dari 3 tata cara salat rawātib dengan tepat dan runtut.Mampu menguraikan seluruh (3 dari 3) tata cara salat rawātib (niat, rukun 2 rakaat munfarid/sirr, dan salam) secara lengkap, jelas, dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah memahami konsep dasar ketentuan salat sunah rawātib?
  • Bagian mana dari langkah penjelasan tata cara yang masih membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang salat sunah rawātib?
  • Apakah kamu dapat membedakan aturan salat rawātib dengan salat fardu?

Pertemuan 2 — Mengelompokkan Salat Sunah Rawātib Qabliyah dan Ba'diyah Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.9.2 Mengelompokkan macam-macam salat sunah rawatib berdasarkan waktu pelaksanaannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan meminta satu murid memimpin doa belajar bersama (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar murid melalui apersepsi singkat mengenai salat fardu lima waktu (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik cepat: guru menyebutkan 2 istilah waktu ('sebelum azan berkumandang menuju iqamah' dan 'setelah salam salat fardu selesai'), lalu meminta murid mengangkat kartu hijau jika itu waktu qabliyah atau kartu kuning jika itu ba'diyah untuk memetakan pemahaman dasar murid mengenai konsep sebelum (qabliyah) dan sesudah (ba'diyah) (acuan benar: sebelum = qabliyah, sesudah = ba'diyah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep pengelompokan salat sunah rawātib berdasarkan waktu pelaksanaannya: qabliyah (dikerjakan sebelum salat fardu) dan ba'diyah (dikerjakan sesudah salat fardu) serta waktu salat fardu pasangannya (subuh, zuhur, asar, magrib, isya) menggunakan bagan visual di papan tulis (15 menit).
  • Guru membimbing murid mengamati 5 contoh waktu salat rawātib muakkad: (1) 2 rakaat sebelum subuh, (2) 2 rakaat sebelum zuhur, (3) 2 rakaat sesudah zuhur, (4) 2 rakaat sesudah magrib, dan (5) 2 rakaat sesudah isya, lalu menegaskan bahwa waktu subuh dan asar tidak memiliki rawātib ba'diyah (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan sortir 'Kartu Rawātib Ceria', di mana setiap pasangan menerima 6 kartu salat: Kartu 1 (2 rakaat sebelum Subuh), Kartu 2 (2 rakaat sesudah Zuhur), Kartu 3 (2 rakaat sebelum Zuhur), Kartu 4 (2 rakaat sesudah Magrib), Kartu 5 (2 rakaat sesudah Isya), Kartu 6 (2 rakaat sebelum Asar); murid berlomba menempelkan kartu tersebut ke dalam dua kolom papan saku: Kolom 'Qabliyah' dan Kolom 'Ba'diyah' (acuan kunci pengelompokan: Kolom Qabliyah = Kartu 1, Kartu 3, Kartu 6; Kolom Ba'diyah = Kartu 2, Kartu 4, Kartu 5) (25 menit).
  • Setiap murid secara individu mengerjakan Lembar Klasifikasi Mandiri berisi 5 butir pengelompokan jenis salat rawātib berdasarkan waktu pelaksanaannya: Butir 1 (Salat 2 rakaat sebelum salat Jumat/Zuhur), Butir 2 (Salat 2 rakaat sesudah salat Magrib), Butir 3 (Salat 2 rakaat sebelum salat Subuh), Butir 4 (Salat 2 rakaat sesudah salat Isya), Butir 5 (Salat 2 rakaat sesudah salat Zuhur); murid memberi tanda centang pada kolom 'Qabliyah' atau 'Ba'diyah' (acuan kunci: Butir 1 = Qabliyah, Butir 2 = Ba'diyah, Butir 3 = Qabliyah, Butir 4 = Ba'diyah, Butir 5 = Ba'diyah) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid memeriksa bersama hasil pengelompokan kartu dan lembar klasifikasi, mengidentifikasi letak kekeliruan pengelompokan waktu (misalnya tertukar antara sebelum dan sesudah zuhur), serta mengonfirmasi kaidah waktu pelaksanaan rawātib secara utuh (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembagian salat rawātib berdasarkan waktu pelaksanaannya (qabliyah mendahului salat fardu, ba'diyah mengiringi setelah salat fardu) (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut untuk mengingat jadwal waktu salat rawātib di rumah dan menutup pertemuan dengan doa kafaratul majelis serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu klasifikasi berwarna kontras dengan simbol matahari terbit/siang/malam untuk membantu murid yang membutuhkan dukungan visual waktu salat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan memilah 4 kartu terlebih dahulu, sedangkan murid yang cepat mengelompokkan 8 kartu lengkap termasuk rawātib gairu muakkad (misalnya sebelum asar dan sebelum isya).
  • Produk: Murid dapat menunjukkan hasil pengelompokan dengan menempelkan kartu fisik pada papan sortir atau mencentang tabel lembar kerja klasifikasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan berpasangan kartu warna pada pendahuluan: Murid membedakan arti qabliyah dan ba'diyah berdasarkan waktu pelaksanaannya (Pertanyaan 1: 'Kapan waktu salat rawatib qabliyah dikerjakan?' Acuan: sebelum salat fardu; Pertanyaan 2: 'Kapan waktu salat rawatib ba'diyah dikerjakan?' Acuan: sesudah salat fardu).

Proses:

  • Penilaian performa saat aktivitas kelompok 'Kartu Rawātib Ceria': Mengamati ketepatan memasukkan 6 kartu ke dalam kantong Qabliyah (Kartu 1: 2 rakaat sebelum Subuh, Kartu 3: 2 rakaat sebelum Zuhur, Kartu 6: 2 rakaat sebelum Asar) dan kantong Ba'diyah (Kartu 2: 2 rakaat sesudah Zuhur, Kartu 4: 2 rakaat sesudah Magrib, Kartu 5: 2 rakaat sesudah Isya).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu melalui Lembar Klasifikasi Mandiri berisi 5 butir pernyataan waktu salat rawātib: Butir 1 (2 rakaat sebelum zuhur), Butir 2 (2 rakaat sesudah magrib), Butir 3 (2 rakaat sebelum subuh), Butir 4 (2 rakaat sesudah isya), Butir 5 (2 rakaat sesudah zuhur). Acuan ketepatan: Butir 1 = Qabliyah; Butir 2 = Ba'diyah; Butir 3 = Qabliyah; Butir 4 = Ba'diyah; Butir 5 = Ba'diyah (kriteria tuntas: minimal 4 dari 5 butir dikelompokkan dengan tepat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengelompokan kartu rawātib secara berpasangan
  • Pemeriksaan ketepatan pengelompokan pada Lembar Klasifikasi Mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengelompokkan Salat Sunah Rawātib Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya (Acuan 5 butir target: 2 rakaat sebelum subuh, 2 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat sesudah zuhur, 2 rakaat sesudah magrib, 2 rakaat sesudah isya)Mengelompokkan 0 hingga 1 dari 5 butir waktu salat sunah rawatib secara tepat ke dalam kelompok qabliyah dan ba'diyah.Mengelompokkan 2 hingga 3 dari 5 butir waktu salat sunah rawatib secara tepat ke dalam kelompok qabliyah dan ba'diyah.Mengelompokkan 4 dari 5 butir waktu salat sunah rawatib secara tepat ke dalam kelompok qabliyah dan ba'diyah.Mengelompokkan seluruh 5 butir waktu salat sunah rawatib secara tepat ke dalam kelompok qabliyah dan ba'diyah secara mandiri tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu sortir membantu murid membedakan posisi waktu qabliyah dan ba'diyah dengan jelas?
  • Bagian waktu pelaksanaan salat mana yang paling sering membuat murid keliru dalam mengelompokkan?

Murid:

  • Apakah kamu sekarang sudah bisa membedakan mana salat sunah rawātib yang dikerjakan sebelum dan sesudah salat fardu?
  • Kegiatan mana dari permainan kartu tadi yang paling kamu sukai?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Hikmah dan Menerapkan Praktik Tata Cara Salat Sunah Rawātib — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.9.3 Menunjukkan hikmah pelaksanaan salat sunah rawatib dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 3.9.4 Menerapkan tata cara salat sunah rawatib sesuai ketentuan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, meminta salah satu murid memimpin doa sebelum belajar, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kerapian kelas (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu menunjukkan hikmah pelaksanaan salat sunah rawatib dalam kehidupan sehari-hari serta menerapkan tata cara salat sunah rawatib 2 rakaat sesuai ketentuan fikih (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 lembar kartu hikmah dan bertanya: 'Di antara dua kartu ini, manakah yang merupakan hikmah salat sunah rawatib: (A) Menyempurnakan kekurangan salat fardu, atau (B) Mendapatkan pujian dari teman?' (acuan jawaban: A) serta menanyakan jumlah rakaat umum pelaksanaan salat sunah rawatib sekali salam (acuan jawaban: 2 rakaat) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks bacaan/infografis di buku tentang 4 hikmah pelaksanaan salat sunah rawatib: (1) Menyempurnakan kekurangan salat fardu, (2) Dibangunkan rumah di surga bagi yang istikamah, (3) Menjaga diri dari perbuatan buruk/mendapat ketenangan hati, (4) Meneladani sunah Nabi Muhammad saw. (10 menit).
  • Murid secara berkelompok menerima Lembar Cocok Hikmah yang memuat 4 situasi kehidupan nyata dan memilih hikmah yang sesuai: Situasi 1: Rahmat merasa salat fardunya kadang kurang khusyuk -> Hikmah: Menyempurnakan kekurangan salat fardu; Situasi 2: Fatimah ingin mendapat tempat tinggal mulia di akhirat -> Hikmah: Dibangunkan rumah/istana di surga; Situasi 3: Ahmad merasa hatinya lebih tenang dan sabar menghadapi ejekan kawan -> Hikmah: Menjaga diri dari keburukan dan menenteramkan hati; Situasi 4: Hasan ingin mengikuti kebiasaan ibadah Rasulullah saw. -> Hikmah: Meneladani sunah Nabi Muhammad saw. (acuan: pasangan 1-4 tepat) (15 menit).
  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang urutan tata cara salat sunah rawatib 2 rakaat secara berurutan: (1) Berdiri tegak menghadap kiblat dan berniat dalam hati, (2) Takbiratulihram bersamaan niat, (3) Membaca doa iftitah, Surah Al-Fatihah, dan surah pendek dengan suara lirih (sirr), (4) Rukuk dengan tumakninah, (5) Itidal dengan tumakninah, (6) Sujud dua kali dengan tumakninah diselingi duduk di antara dua sujud, (7) Bangkit untuk rakaat kedua dan mengulang gerakan hingga sujud kedua, (8) Duduk tasyahud akhir membaca selawat, (9) Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri, (10) Pelaksanaan dilakukan sendirian (munfarid) dan posisi bergeser sedikit dari tempat salat fardu (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Melalui aktivitas 'Simulasi Ceria Berpasangan' (joyful pair-practice), murid berpasangan bergantian: satu murid menerapkan praktik tata cara salat sunah rawatib 2 rakaat secara nyata di atas sajadah kelas (niat qabliyah subuh 2 rakaat sendiri/munfarid, bacaan sirr, gerakan takbir hingga salam), sementara pasangan memeriksa kesesuaian rukun memakai kartu panduan ceklis (10 menit).
  • Secara bergantian, pasangan bertukar peran sehingga setiap murid menerapkan praktik tata cara salat sunah rawatib 2 rakaat lengkap secara mandiri dengan bimbingan dan koreksi langsung dari guru pada ketepatan gerakan serta ketertiban urutan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merenungkan pengalaman mempraktikkan salat rawatib dan menyebutkan satu hikmah yang paling bermakna dalam membiasakan ibadah tersebut di rumah atau masjid (acuan penerimaan: menyebutkan salah satu dari 4 hikmah materi yang dipelajari secara sadar dan yakin) (10 menit).
  • Murid bersama guru merefleksikan pentingnya sikap tertib dan tumakninah saat menerapkan tata cara salat agar ibadah sunah rawatib yang didirikan sah dan bernilai pahala (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik formatif terhadap penerapan tata cara salat rawatib murid dan mengulas kembali 4 hikmah utamanya (5 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (Asesmen Sumatif Bab 9), mengingatkan murid mengulang bacaan dan gerakan di rumah, lalu menutup pertemuan dengan membaca doa hamdalah dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar urutan tata cara salat rawatib 2 rakaat dan daftar 4 hikmah bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih keliru urutan rukun, guru memberikan bimbingan langsung (scaffolding langkah demi langkah); bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan mempraktikkan salat rawatib dengan melafalkan niat qabliyah dan ba'diyah lainnya secara mandiri.
  • Produk: Murid menunjukkan pemahaman hikmah secara lisan atau memilih kartu hikmah, serta mendemonstrasikan praktik gerakan salat rawatib 2 rakaat secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan awal: (1) Memilih kartu hikmah yang benar antara A ('Menyempurnakan kekurangan salat fardu') atau B ('Mendapat pujian teman') (acuan kunci: A); (2) Menjawab jumlah rakaat salat sunah rawatib dalam sekali salam (acuan kunci: 2 rakaat).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid pada Lembar Cocok Hikmah (4 situasi kontekstual): Situasi 1 -> Hikmah menyempurnakan salat fardu; Situasi 2 -> Hikmah dibangunkan rumah di surga; Situasi 3 -> Hikmah menjaga diri dari keburukan dan menenteramkan hati; Situasi 4 -> Hikmah meneladani sunah Rasulullah saw. (acuan kunci: minimal 3 dari 4 pasangan tepat).
  • Lembar pengamatan unjuk kerja penerapan praktik salat sunah rawatib 2 rakaat meliputi 5 indikator: (1) Niat salat rawatib dilakukan munfarid, (2) Takbiratulihram hingga salam urut dan tertib, (3) Tumakninah pada rukuk dan sujud, (4) Bacaan dibaca secara sirr (lirih), (5) Gerakan perpindahan rukun dilakukan dengan tenang sesuai ketentuan fikih.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Menunjukkan minimal 2 hikmah salat sunah rawatib dalam kehidupan sehari-hari (acuan jawaban: memilih/menyebutkan dari 4 hikmah: menyempurnakan salat fardu, dibangunkan rumah di surga, menenteramkan hati/mencegah keburukan, meneladani sunah Nabi Muhammad saw.) dan refleksi kesiapan mempraktikkannya.

Formatif:

  • Penilaian performa unjuk kerja praktik tata cara salat sunah rawatib 2 rakaat (observasi langsung)
  • Penilaian Lembar Cocok Hikmah pelaksanaan salat sunah rawatib berdasarkan situasi kontekstual

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan hikmah pelaksanaan salat sunah rawatib dalam kehidupan sehari-hariBelum mampu menunjukkan hikmah salat rawatib walaupun diberikan panduan situasi kontekstual (hanya tepat 0-1 dari 4 acuan hikmah: menyempurnakan salat fardu, dibangunkan rumah di surga, menenteramkan hati, meneladani Nabi).Mampu menunjukkan minimal 2 dari 4 hikmah pelaksanaan salat sunah rawatib sesuai situasi kontekstual dengan bimbingan guru.Mampu menunjukkan minimal 3 dari 4 hikmah pelaksanaan salat sunah rawatib sesuai situasi kontekstual secara mandiri dan tepat.Mampu menunjukkan seluruh (4 dari 4) hikmah pelaksanaan salat sunah rawatib sesuai situasi kontekstual secara mandiri, lengkap, dan tepat.
Menerapkan tata cara salat sunah rawatib sesuai ketentuanMenerapkan tata cara salat sunah rawatib 2 rakaat dengan urutan rukun yang belum tertib dan memerlukan bimbingan penuh pada setiap gerakan (tepat 1-2 indikator rukun).Menerapkan tata cara salat sunah rawatib 2 rakaat dengan urutan rukun dasar, namun gerakan tumakninah dan bacaan sirr masih sering diingatkan guru (tepat 3 indikator rukun).Menerapkan tata cara salat sunah rawatib 2 rakaat secara runtut dan tertib dari niat hingga salam sesuai ketentuan fikih (tepat 4 indikator rukun secara mandiri).Menerapkan seluruh tata cara salat sunah rawatib 2 rakaat secara mandiri, tertib, tumakninah, bacaan sirr, serta gerakan sempurna dari niat hingga salam (tepat seluruh 5 indikator rukun).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi praktik simulasi berpasangan efektif memandirikan setiap murid dalam menerapkan tata cara salat sunah rawatib 2 rakaat?
  • Bagian rukun atau hikmah manakah yang masih memerlukan penguatan sebelum pelaksanaan asesmen sumatif bab?

Murid:

  • Hikmah apa yang paling membuatmu bersemangat untuk mendirikan salat sunah rawatib di rumah atau di masjid?
  • Gerakan atau tata cara apa dalam salat sunah rawatib yang sudah berhasil kamu terapkan dengan benar dan tertib hari ini?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.9.1 Menjelaskan ketentuan dan tata cara salat sunah rawatib
  • TP 3.9.2 Mengelompokkan macam-macam salat sunah rawatib berdasarkan waktu pelaksanaannya
  • TP 3.9.3 Menunjukkan hikmah pelaksanaan salat sunah rawatib dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 3.9.4 Menerapkan tata cara salat sunah rawatib sesuai ketentuan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran 28 murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 9 yang mencakup pemahaman tertulis ketentuan dan klasifikasi waktu salat rawātib, respons lisan hikmah, serta unjuk kerja praktik salat rawātib (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar tes tertulis dan menjelaskan petunjuk pengerjaan Bagian A (isian singkat ketentuan) dan Bagian B (tabel pengelompokan waktu salat rawātib) secara jelas dan tenang (3 menit).
  • Guru menjelaskan alur unjuk kerja bergiliran 2 murid per putaran (14 pasang) di area salat kelas yang akan berlangsung setelah tes tertulis selesai (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh 28 murid secara mandiri dan serentak mengerjakan tes tertulis selama 35 menit yang memuat: Bagian A (3 soal isian singkat ketentuan dan tata cara: 1. Hukum salat rawātib [acuan: sunah/sunnah]; 2. Cara pelaksanaan salat rawātib [acuan: munfarid/sendiri-sendiri/tidak berjemaah]; 3. Jumlah rakaat paling umum dalam satu kali salam [acuan: dua rakaat]) dan Bagian B (mengelompokkan 5 waktu salat rawātib ke dalam tabel: 1. 2 rakaat sebelum subuh [acuan: Qabliyah Subuh]; 2. 2 rakaat sebelum zuhur [acuan: Qabliyah Zuhur]; 3. 2 rakaat sesudah zuhur [acuan: Ba'diyah Zuhur]; 4. 2 rakaat sesudah magrib [acuan: Ba'diyah Magrib]; 5. 2 rakaat sesudah isya [acuan: Ba'diyah Isya]) (35 menit).
  • Pelaksanaan unjuk kerja praktik 2 rakaat salat sunah rawātib (fokus takbir, ruku, iktidal, sujud, dan tasyahud akhir) serta respons lisan 1 hikmah salat rawātib (pilihan acuan: penggugur dosa, penyempurna salat fardu, dibangunkan rumah di surga, atau mendapat rahmat Allah) secara bergiliran 2 murid per pasang di area salat kelas (14 pasang x 4,5 menit) sementara murid lain membaca senyap materi rangkuman (53 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tertulis dan lembar observasi penilaian unjuk kerja serta mengajak murid memeriksa kesadaran diri atas kesungguhan selama asesmen (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kemandirian, dan kejujuran seluruh murid dalam mengikuti seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 9 (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama kafaratul majelis dan hamdalah (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada diferensiasi konten untuk menjaga standarisasi pembuktian capaian kompetensi asesmen sumatif.
  • Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan teks soal secara individual bagi murid yang mengalami hambatan kelancaran membaca tanpa mengubah isi atau memberi petunjuk jawaban.
  • Produk: Format bukti asesmen seragam sesuai acuan ATP: artefak lembar tertulis, pengamatan performa praktik salat, dan catatan respons lisan.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Asesmen kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja praktik peragaan salat berpasangan/bergiliran terstruktur: Lembar jawaban tertulis berisi pemahaman ketentuan dan klasifikasi waktu salat rawātib, respons lisan hikmah, serta lembar observasi ketepatan niat, bacaan, dan gerakan praktik salat rawātib
  • tes tertulis serentak: Lembar asesmen tertulis murid yang memuat soal isian singkat ketentuan dan rukun salat rawātib serta tabel pengelompokan jenis rawātib qabliyah dan ba'diyah berdasarkan salat fardu yang dikerjakan serentak oleh 28 murid (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran objektif)
  • unjuk kerja dan respons lisan terstruktur bergantian: Peragaan 2 rakaat salat sunah rawātib (fokus takbir, ruku, iktidal, sujud, tasyahud) dan jawaban lisan singkat 1 hikmah salat rawātib bergiliran 2 murid sekaligus di area salat kelas (14 pasang x 4,5 menit = 63 menit, melayani 28 murid penuh) (65 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja dan lembar cek respons lisan)

Sumatif:

  • Asesmen kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja praktik peragaan salat berpasangan/bergiliran terstruktur: Lembar jawaban tertulis berisi pemahaman ketentuan dan klasifikasi waktu salat rawātib, respons lisan hikmah, serta lembar observasi ketepatan niat, bacaan, dan gerakan praktik salat rawātib
  • tes tertulis serentak: Lembar asesmen tertulis murid yang memuat soal isian singkat ketentuan dan rukun salat rawātib serta tabel pengelompokan jenis rawātib qabliyah dan ba'diyah berdasarkan salat fardu yang dikerjakan serentak oleh 28 murid (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran objektif)
  • unjuk kerja dan respons lisan terstruktur bergantian: Peragaan 2 rakaat salat sunah rawātib (fokus takbir, ruku, iktidal, sujud, tasyahud) dan jawaban lisan singkat 1 hikmah salat rawātib bergiliran 2 murid sekaligus di area salat kelas (14 pasang x 4,5 menit = 63 menit, melayani 28 murid penuh) (65 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja dan lembar cek respons lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketentuan dan Tata Cara Salat Rawātib (Tertulis Bagian A)Menjawab 0 butir dengan tepat dari 3 butir isian (acuan: hukum sunah, dikerjakan munfarid/sendiri, berjumlah 2 rakaat).Menjawab tepat 1 butir dari 3 butir isian sesuai acuan.Menjawab tepat 2 butir dari 3 butir isian sesuai acuan.Menjawab tepat seluruh 3 butir isian sesuai acuan kunci jawaban.
Pengelompokan Waktu Salat Rawātib (Tertulis Bagian B)Mengelompokkan tepat 0-1 waktu dari 5 waktu rawātib (acuan: Qabliyah Subuh, Qabliyah Zuhur, Ba'diyah Zuhur, Ba'diyah Magrib, Ba'diyah Isya).Mengelompokkan tepat 2-3 waktu dari 5 waktu rawātib sesuai acuan.Mengelompokkan tepat 4 waktu dari 5 waktu rawātib sesuai acuan.Mengelompokkan seluruh 5 waktu rawātib dengan tepat sesuai acuan tabel klasifikasi.
Hikmah Pelaksanaan Salat Sunah Rawātib (Respons Lisan)Belum mampu menyebutkan hikmah salat rawātib dengan tepat meskipun dibimbing.Menyebutkan hikmah dengan bantuan arahan kata kunci dari guru.Menyebutkan 1 hikmah salat sunah rawātib secara mandiri sesuai acuan (pilihan: penggugur dosa, penyempurna salat fardu, dibangunkan rumah di surga, atau mendapat rahmat Allah).Menyebutkan 2 atau lebih hikmah salat sunah rawātib secara mandiri dan lancar sesuai daftar acuan materi.
Penerapan Tata Cara Gerakan Salat Rawātib (Unjuk Kerja)Memperagakan 0-1 gerakan dari 5 fokus rukun fi'li (takbiratul ihram, ruku, iktidal, sujud, tasyahud akhir) secara tepat.Memperagakan 2-3 gerakan dari 5 fokus rukun fi'li secara tepat dan tertib.Memperagakan 4 gerakan dari 5 fokus rukun fi'li secara tepat dan tertib.Memperagakan seluruh 5 gerakan fokus rukun fi'li (takbiratul ihram, ruku, iktidal, sujud, tasyahud akhir) secara tepat, tertib, dan tumakninah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu unjuk kerja praktik berpasangan (14 pasang x 4,5 menit) terlaksana secara efektif dan tertib?
  • Bagian materi mana dari ketentuan atau klasifikasi salat rawātib yang masih memerlukan penguatan bagi murid?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen hari ini yang paling lancar kamu kerjakan?
  • Apa tekadmu dalam membiasakan salat sunah rawātib dalam kehidupan sehari-hari di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Kemendikbudristek 2022.
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Kemendikbudristek 2022.
  3. Media kartu pernyataan ketentuan salat rawātib dan lembar kerja murid.
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
  6. Papan saku klasifikasi dan set kartu nama salat rawātib (Qabliyah dan Ba'diyah)
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas III Kemendikbudristek 2022 (Bab 9: Senangnya Salat Rawātib)
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas III Kemendikbudristek 2022
  9. Buku Pedoman Salat Lengkap
  10. Sajadah, kartu panduan ceklis rukun salat, dan lembar situasi hikmah salat rawatib
  11. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3 Kemendikbudristek RI Tahun 2022
  12. Lembar Asesmen Sumatif Tertulis
  13. Lembar Observasi Unjuk Kerja dan Respons Lisan
  14. Perlengkapan salat (sajadah, mukena, peci)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.