Modul AjarPertemuan 4Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Asesmen Sumatif Bab 8: Aku Senang Berkalimah Ṭayyibah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 8: Aku Senang Berkalimah Ṭayyibah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Asesmen Sumatif Bab 8: Aku Senang Berkalimah Ṭayyibah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 8 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 8: Aku Senang Berkalimah Ṭayyibah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAsesmen Sumatif Bab 8: Aku Senang Berkalimah Ṭayyibah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan arti dan penggunaan kalimah ṭayyibah subhanallah, masyaallah, insyaallah, dan Allahu akbar secara tepat sebagai bentuk pengamalan akidah.
  2. Murid dapat melafalkan dan menulis kalimah ṭayyibah subhanallah, masyaallah, insyaallah, dan Allahu akbar dengan benar sebagai wujud akhlak terpuji kepada Allah Swt.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalimah ṭayyibah apa yang kamu ucapkan tadi pagi sebelum berangkat sekolah, dan mengapa kamu mengucapkannya?
  2. Jika ada temanmu yang berjanji akan datang ke rumahmu, kalimah ṭayyibah apa yang sebaiknya ia ucapkan dan kenapa?
  3. Menurutmu, apakah ada bedanya mengucapkan 'subhanallah' dan 'Allahu akbar' ketika melihat pemandangan indah? Coba jelaskan!

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan murid; meminta mereka menyiapkan alat tulis di atas meja.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajukan 2–3 pertanyaan lisan singkat tentang kalimah ṭayyibah yang sudah dipelajari di pertemuan sebelumnya (mis. 'Siapa yang ingat arti insyaallah? Kapan kita mengucapkan subhanallah?').
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini murid akan menunjukkan kemampuan terbaik mereka melalui asesmen sumatif bab 8.
  • Guru mengingatkan murid untuk mengerjakan asesmen dengan jujur dan mandiri, serta menjelaskan aturan singkat selama asesmen berlangsung.
  • Guru memberikan semangat dengan kalimat positif, misalnya: 'Kalian pasti bisa, karena kalian sudah belajar keras. Bismillah, kita mulai!'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 4 kartu bergambar situasi (anak melihat pelangi, anak berjanji kepada teman, anak mendengar azan, anak melihat bunga indah) di papan tulis atau layar selama ± 3 menit sebagai jembatan konteks sebelum asesmen tertulis.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan cepat: 'Kalimah ṭayyibah apa yang cocok untuk gambar nomor 1? Nomor 3?' — murid menjawab serempak untuk mengaktifkan pengetahuan mereka (bukan dinilai, hanya pemantasan).
  • Guru meminta murid mengingat kembali secara sunyi selama 1 menit (teknik 'diam dan ingat') sebelum lembar soal dibagikan, sebagai latihan berkesadaran agar pikiran fokus.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar asesmen sumatif yang terdiri dari: (A) 10 soal pilihan ganda tentang arti dan penggunaan kalimah ṭayyibah subhanallah, masyaallah, insyaallah, dan Allahu akbar; (B) 5 soal isian singkat (mencocokkan situasi dengan kalimah yang tepat); (C) 1 soal uraian (menjelaskan kapan dan mengapa menggunakan salah satu kalimah ṭayyibah dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari); (D) 1 kolom latihan tulis Arab (murid menyalin 4 kalimah ṭayyibah dalam huruf Arab dengan benar).
  • Murid mengerjakan lembar asesmen secara mandiri selama ± 30 menit. Guru berkeliling memantau, memastikan tidak ada yang mencontek, dan memberikan dorongan nonverbal (senyuman, anggukan) kepada murid yang tampak ragu.
  • Untuk bagian lisan (melafalkan), guru memanggil murid satu per satu secara bergantian ke meja guru selama sisa waktu yang tersedia; murid melafalkan satu kalimah ṭayyibah pilihan guru dari kartu yang diambil secara acak. Murid lain yang menunggu giliran melanjutkan bagian tulis.
  • Guru mencatat hasil lafal murid pada lembar observasi/ceklis pelafalan yang sudah disiapkan.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setelah seluruh murid selesai, guru meminta mereka menutup lembar jawaban dan mengambil 'kartu refleksi diri' (selembar kertas kecil) yang sudah disiapkan.
  • Murid menuliskan jawaban singkat atas 2 pertanyaan: (1) 'Kalimah ṭayyibah mana yang paling mudah kamu ingat dan mengapa?' (2) 'Apa yang akan kamu lakukan berbeda setelah belajar bab ini?'
  • Guru meminta 2–3 murid sukarela membacakan refleksinya di depan kelas. Guru merespons dengan afirmasi dan menyambungkan dengan nilai akidah dan akhlak: bahwa kalimah ṭayyibah bukan sekadar hafalan, melainkan cara kita terus mengingat Allah Swt. dalam setiap keadaan.
  • Guru meminta murid menempelkan kartu refleksi di 'Pohon Kalimah Ṭayyibah' (kertas karton berbentuk pohon di papan tulis) sebagai simbol tumbuhnya pemahaman dan pengamalan mereka.

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar asesmen dan kartu refleksi.
  • Guru bersama murid menyimpulkan poin penting bab 8: kalimah ṭayyibah adalah zikir bernilai ibadah yang diucapkan sesuai situasinya.
  • Guru menyampaikan umpan balik umum (apresiasi usaha, bukan nilai): 'Ibu/Bapak bangga melihat kalian berusaha dengan sungguh-sungguh hari ini.'
  • Guru menginformasikan bahwa hasil asesmen akan disampaikan pada pertemuan berikutnya beserta tindak lanjut yang diperlukan.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih (belum lancar membaca Arab), bagian tulis Arab pada soal (D) dapat diganti dengan menebalkan tulisan kalimah ṭayyibah yang sudah disediakan, sehingga tetap mengasah kemampuan menulis tanpa menghalangi mereka menyelesaikan asesmen.
  • Proses: Murid yang sudah selesai lebih cepat diberikan kartu tantangan: menuliskan satu kalimat cerita pendek dalam bahasa Indonesia yang di dalamnya memuat minimal dua kalimah ṭayyibah dengan penggunaan yang tepat.
  • Produk: Untuk murid dengan hambatan motorik halus, boleh mendikte jawaban lisan kepada guru atau asisten, khususnya untuk bagian tulisan Arab dan soal uraian.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Sebutkan 4 kalimah ṭayyibah yang sudah kita pelajari!', 'Apa arti subhanallah?', 'Kalimah ṭayyibah apa yang kamu ucapkan saat membuat janji?' — untuk mengidentifikasi murid yang sudah siap dan yang masih perlu penguatan sebelum mengerjakan soal.

Proses:

  • Observasi kemandirian dan kejujuran murid selama mengerjakan soal tertulis (dicatat dalam lembar observasi guru).
  • Ceklis pelafalan individual: guru mencentang kelancaran dan ketepatan makharijul huruf saat murid melafalkan kalimah ṭayyibah di sesi lisan.
  • Kartu refleksi diri yang diisi murid setelah menyelesaikan asesmen sebagai bukti pemaknaan terhadap materi.

Akhir:

  • Nilai akhir sumatif diperoleh dari gabungan skor tertulis (bobot 70%): pilihan ganda (tiap soal 4 poin, total 40 poin), isian singkat (tiap soal 4 poin, total 20 poin), uraian (10 poin); dan skor lisan pelafalan (bobot 30%): dinilai berdasarkan rubrik 4 level ketepatan lafal dan kelancaran.
  • Nilai penulisan Arab (bagian D) dinilai sebagai bagian dari soal tertulis dengan skor 10 poin berdasarkan ketepatan bentuk huruf dan harakat.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan cepat di awal kegiatan inti (kartu gambar situasi) untuk mengecek kesiapan kognitif murid.
  • Observasi pelafalan kalimah ṭayyibah secara individual menggunakan ceklis pelafalan selama sesi tes lisan.
  • Kartu refleksi diri sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning) untuk mengukur kesadaran dan pemaknaan murid terhadap materi.

Sumatif:

  • Lembar asesmen tertulis: 10 soal pilihan ganda + 5 soal isian singkat + 1 soal uraian tentang arti dan penggunaan kalimah ṭayyibah.
  • Tes lisan pelafalan: murid melafalkan satu kalimah ṭayyibah secara acak di hadapan guru, dinilai menggunakan rubrik lafal.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Arti Kalimah ṬayyibahMurid tidak dapat menjelaskan arti salah satu pun dari keempat kalimah ṭayyibah dengan benar.Murid dapat menjelaskan arti 1–2 kalimah ṭayyibah dengan benar, namun masih bercampur antara satu kalimah dengan lainnya.Murid dapat menjelaskan arti 3–4 kalimah ṭayyibah dengan benar, meski penjelasannya belum lengkap.Murid dapat menjelaskan arti keempat kalimah ṭayyibah dengan tepat, lengkap, dan disertai contoh penggunaan yang benar dalam kehidupan sehari-hari.
Ketepatan Penggunaan Kalimah Ṭayyibah sesuai SituasiMurid tidak dapat mengidentifikasi situasi yang tepat untuk menggunakan kalimah ṭayyibah.Murid dapat mengidentifikasi situasi yang tepat untuk 1–2 kalimah ṭayyibah.Murid dapat mengidentifikasi situasi yang tepat untuk 3–4 kalimah ṭayyibah, dengan sedikit kekeliruan.Murid dapat mengidentifikasi dan membedakan situasi penggunaan keempat kalimah ṭayyibah dengan tepat dan konsisten, termasuk membedakan subhanallah, masyaallah, dan Allahu akbar dalam konteks yang mirip.
Pelafalan Kalimah ṬayyibahMurid belum dapat melafalkan kalimah ṭayyibah; pengucapan tidak jelas atau salah.Murid dapat melafalkan kalimah ṭayyibah, namun terdapat lebih dari 2 kesalahan makharijul huruf atau panjang pendek.Murid dapat melafalkan kalimah ṭayyibah dengan lancar, dengan 1–2 kesalahan kecil pada panjang pendek atau makharijul huruf.Murid dapat melafalkan kalimah ṭayyibah dengan lancar, fasih, dan tepat pada seluruh aspek makharijul huruf dan panjang pendek tanpa kesalahan.
Penulisan Kalimah Ṭayyibah dalam Huruf ArabMurid belum dapat menuliskan kalimah ṭayyibah dalam huruf Arab; tulisan tidak terbaca atau huruf tidak dikenali.Murid dapat menuliskan 1–2 kalimah ṭayyibah dalam huruf Arab dengan bentuk huruf yang masih kurang tepat atau harakat yang banyak keliru.Murid dapat menuliskan 3–4 kalimah ṭayyibah dalam huruf Arab dengan bentuk huruf yang cukup tepat, meski terdapat 1–2 kesalahan harakat.Murid dapat menuliskan keempat kalimah ṭayyibah dalam huruf Arab dengan bentuk huruf, sambungan, dan harakat yang tepat serta rapi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk semua murid menyelesaikan asesmen tertulis dan lisan? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Murid mana yang tampak kesulitan, dan pada aspek mana (pemahaman arti, penggunaan situasi, lafal, atau tulisan Arab)? Apa tindak lanjut yang tepat untuk mereka?
  • Apakah soal asesmen sudah cukup mengukur kedua tujuan pembelajaran (3.8.4.1 dan 3.8.4.2) secara seimbang?
  • Apakah suasana asesmen berjalan dengan tertib dan kondusif? Jika tidak, apa yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Kalimah ṭayyibah mana yang paling mudah kamu ingat artinya, dan mana yang paling sulit? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah biasa mengucapkan kalimah ṭayyibah dalam kehidupan sehari-hari? Kapan terakhir kali kamu mengucapkannya?
  • Setelah belajar tentang kalimah ṭayyibah, apa satu hal yang ingin kamu lakukan berbeda mulai hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Kemendikbud RI, 2022 (halaman bab 8).
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Moh. Ghozali & Erwin Wasti, Kemendikbud RI, 2022 (ISBN: 978-602-244-673-6).
  3. Lembar soal asesmen sumatif (buatan guru, dicetak sebelum pembelajaran).
  4. Kartu bergambar situasi penggunaan kalimah ṭayyibah (4 kartu: melihat pelangi, membuat janji, mendengar azan, melihat bunga indah).
  5. Kartu acak kalimah ṭayyibah untuk sesi pelafalan lisan (4 kartu bertuliskan nama kalimah).
  6. Kartu refleksi diri (selembar kertas kecil per murid).
  7. Kertas karton 'Pohon Kalimah Ṭayyibah' untuk menempel kartu refleksi.
  8. Lembar ceklis observasi pelafalan (disiapkan guru untuk mencatat hasil lisan).
  9. Spidol dan papan tulis atau LCD proyektor untuk menampilkan kartu gambar situasi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.