Modul AjarPertemuan 2Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengenal Kalimah Ṭayyibah Insyaallah dan Allahu Akbar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Mengenal Kalimah Ṭayyibah Insyaallah dan Allahu Akbar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengenal Kalimah Ṭayyibah Insyaallah dan Allahu Akbar

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 8 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengenal Kalimah Ṭayyibah Insyaallah dan Allahu Akbar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengenal Kalimah Ṭayyibah Insyaallah dan Allahu Akbar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan arti kalimah ṭayyibah insyaallah dan Allahu akbar dengan benar.
  2. Murid dapat membedakan waktu pelafazan kalimah ṭayyibah insyaallah dan Allahu akbar dalam berbagai situasi dengan benar.
  3. Murid dapat mendemonstrasikan lafaz kalimah ṭayyibah insyaallah dan Allahu akbar dengan fasih.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengucapkan 'insyaallah' atau 'Allahu akbar'? Kapan kalian mengucapkannya?
  2. Apa yang kalian rasakan ketika mengucapkan kalimah-kalimah indah tersebut?
  3. Mengapa kita perlu mengucapkan insyaallah saat membuat janji atau rencana?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid membaca basmalah bersama-sama.
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajukan 2–3 pertanyaan lisan kepada murid tentang kalimah ṭayyibah yang sudah mereka ketahui (insyaallah dan Allahu akbar) untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian mengucapkan insyaallah atau Allahu akbar? Kapan biasanya kalian mengucapkannya?' dan memberi kesempatan 2–3 murid menjawab.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan menarik: 'Hari ini kita akan mengenal lebih dalam dua kalimah ṭayyibah yang keren: insyaallah dan Allahu akbar!'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan tulisan Arab kalimah insyaallah (إِنْ شَاءَ اللهُ) dan Allahu akbar (اللهُ أَكْبَرُ) di papan tulis atau kartu besar yang berwarna.
  • Guru membacakan lafaz insyaallah dan Allahu akbar dengan jelas dan fasih, murid menyimak dengan penuh perhatian.
  • Guru menjelaskan arti insyaallah: 'Jika Allah menghendaki' — diucapkan saat menyampaikan janji atau rencana di masa depan. Guru juga menjelaskan arti Allahu akbar: 'Allah Maha Besar' — diucapkan untuk mengagungkan kebesaran Allah.
  • Guru menceritakan contoh nyata penggunaan kedua kalimah: misalnya, saat teman mengajak belajar bersama kita ucapkan 'insyaallah', dan saat mengumandangkan azan atau melihat hal-hal menakjubkan ciptaan Allah kita ucapkan 'Allahu akbar'.
  • Guru memberikan kesempatan murid untuk bertanya tentang arti dan penggunaan kedua kalimah tersebut.
  • Guru mengajak murid membandingkan: 'Kapan kita ucapkan insyaallah? Kapan kita ucapkan Allahu akbar?' dengan menuliskan perbedaannya di papan tulis dalam bentuk tabel sederhana dua kolom.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi 4–5 kelompok kecil (4–5 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok menerima kartu situasi berisi 4–5 skenario kehidupan sehari-hari (contoh: 'Temanmu mengajakmu pergi ke taman besok', 'Kamu mendengar azan berkumandang', 'Kamu melihat pelangi yang sangat indah', 'Gurumu meminta kamu hadir di sekolah besok pagi', 'Kamu baru selesai salat').
  • Kelompok berdiskusi dan menempelkan kartu situasi ke kolom yang tepat: 'Ucapkan Insyaallah' atau 'Ucapkan Allahu Akbar' pada lembar kerja kelompok.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya kepada kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan.
  • Guru memandu murid untuk melafalkan insyaallah dan Allahu akbar secara bersama-sama dengan nada yang benar, diulang 3 kali.
  • Secara berpasangan (Think Pair), satu murid menyebut satu situasi dan pasangannya merespons dengan kalimah yang tepat beserta lafalnya, kemudian bergantian.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar (circle time) dan menyampaikan: 'Hari ini kita sudah belajar dua kalimah ṭayyibah yang luar biasa. Mari kita renungkan bersama.'
  • Guru memutarkan atau mengumandangkan kalimat takbir bersama dengan irama, mengajak murid ikut serta dengan semangat.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Apa yang baru kalian pelajari hari ini? Bagaimana perasaan kalian saat mengucapkan insyaallah dan Allahu akbar?'
  • Murid menuliskan satu komitmen di 'kartu janji' kecil: situasi nyata dalam kehidupan mereka yang akan mereka ucapkan insyaallah atau Allahu akbar mulai hari ini.
  • Beberapa murid berbagi kartu janjinya kepada teman-teman di kelas.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: arti insyaallah dan Allahu akbar, serta situasi penggunaannya.
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid secara lisan atau tertulis menjawab 2 pertanyaan: (1) Apa arti insyaallah dan Allahu akbar? (2) Tuliskan satu situasi yang tepat untuk masing-masing kalimah.
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan moral: 'Dengan mengucapkan insyaallah dan Allahu akbar, kita menunjukkan bahwa kita selalu bergantung kepada Allah dan mengakui kebesaran-Nya.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan hamdalah dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan kartu bergambar yang memvisualkan situasi penggunaan insyaallah dan Allahu akbar, sehingga lebih mudah memahami konteks. Murid yang sudah mahir dapat membaca terjemahan ayat Al-Qur'an terkait (QS Al-Kahfi: 23–24 untuk insyaallah, QS Al-Baqarah: 185 untuk Allahu akbar) sebagai pengayaan.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan mendapatkan bimbingan langsung dari guru selama kegiatan kelompok, dengan kartu situasi yang lebih sederhana dan sedikit. Murid yang sudah cepat memahami ditantang untuk membuat kartu situasi baru sendiri dan menguji teman kelompoknya.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup mengisi lembar kerja kartu situasi sederhana (2 kolom). Murid yang sudah mahir dapat membuat mini-poster bergambar yang menunjukkan kapan mengucapkan insyaallah dan Allahu akbar.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat: 'Siapa yang sudah pernah mengucapkan insyaallah? Kapan?', 'Siapa yang tahu artinya Allahu akbar?' untuk memetakan pengetahuan awal murid sebelum kegiatan inti dimulai.
  • Guru mencatat secara cepat siapa yang sudah paham, belum paham, atau keliru dalam memahami kalimah tersebut, sebagai dasar diferensiasi.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengamati antusiasme dan ketepatan jawaban murid saat diminta membandingkan situasi penggunaan kedua kalimah.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru berkeliling mengamati diskusi kelompok, mengecek ketepatan penempatan kartu situasi, dan mencatat murid yang masih keliru.
  • Selama kegiatan pelafalan berpasangan: guru mendengarkan lafaz murid secara bergantian dan memberikan umpan balik langsung bila ada pengucapan yang kurang tepat.

Akhir:

  • Murid menjawab 2 pertanyaan tertulis atau lisan: (1) Jelaskan arti insyaallah dan Allahu akbar! (2) Tuliskan masing-masing satu situasi yang tepat untuk mengucapkan insyaallah dan Allahu akbar.
  • Murid mendemonstrasikan lafaz insyaallah dan Allahu akbar kepada guru dengan fasih sebelum meninggalkan kelas (exit ticket lisan).

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif selama diskusi kelompok menggunakan kartu situasi.
  • Penilaian lisan berpasangan: ketepatan memilih kalimah sesuai situasi.
  • Pengamatan kelancaran dan kefasihan lafaz saat kegiatan pelafalan bersama dan berpasangan.

Sumatif:

  • Pertanyaan tertulis atau lisan di akhir pembelajaran: murid menjelaskan arti insyaallah dan Allahu akbar.
  • Murid menyebutkan satu situasi tepat untuk masing-masing kalimah.
  • Murid mendemonstrasikan lafaz insyaallah dan Allahu akbar dengan fasih di hadapan guru.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan arti kalimah insyaallah dan Allahu akbarMurid belum dapat menjelaskan arti insyaallah maupun Allahu akbar meskipun dengan bantuan.Murid dapat menjelaskan arti salah satu kalimah (insyaallah atau Allahu akbar) dengan bantuan guru.Murid dapat menjelaskan arti kedua kalimah dengan benar secara mandiri.Murid dapat menjelaskan arti kedua kalimah dengan benar, lengkap, dan mampu mengaitkannya dengan dalil Al-Qur'an atau hadis.
Membedakan waktu pelafazan insyaallah dan Allahu akbar dalam berbagai situasiMurid belum dapat membedakan situasi penggunaan kedua kalimah, sering keliru atau tidak merespons.Murid dapat membedakan situasi penggunaan salah satu kalimah dengan benar, namun masih keliru untuk kalimah yang lain.Murid dapat membedakan situasi penggunaan kedua kalimah dengan benar dalam sebagian besar contoh yang diberikan.Murid dapat membedakan situasi penggunaan kedua kalimah dengan tepat pada semua contoh, dan mampu memberikan contoh situasi baru secara mandiri.
Mendemonstrasikan lafaz insyaallah dan Allahu akbar dengan fasihMurid belum dapat melafalkan insyaallah maupun Allahu akbar dengan benar meskipun sudah dicontohkan.Murid dapat melafalkan salah satu kalimah dengan cukup benar, namun masih terdapat kesalahan pengucapan pada kalimah yang lain.Murid dapat melafalkan kedua kalimah dengan benar dan cukup fasih.Murid dapat melafalkan kedua kalimah dengan sangat fasih, intonasi tepat, dan mampu mengajarkannya kepada teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mencapai ketiga tujuan pembelajaran hari ini? Siapa yang perlu perhatian lebih lanjut?
  • Apakah metode kartu situasi dan kegiatan kelompok efektif untuk usia kelas 3? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap kegiatan inti? Tahap mana yang perlu penyesuaian?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang insyaallah dan Allahu akbar?
  • Kapan kamu akan mengucapkan insyaallah? Kapan kamu akan mengucapkan Allahu akbar?
  • Bagaimana perasaanmu saat mengucapkan kalimah-kalimah ṭayyibah itu? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Kemendikbud RI 2022 (Penulis: Moh. Ghozali, Erwin Wasti)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Kemendikbud RI 2022
  3. Kartu situasi bergambar (media cetak buatan guru: berisi skenario kehidupan sehari-hari)
  4. Kartu tulisan Arab insyaallah dan Allahu akbar (ukuran besar, berwarna)
  5. Lembar kerja kelompok (tabel dua kolom: Insyaallah / Allahu Akbar)
  6. Kartu janji kecil (untuk kegiatan refleksi komitmen murid)
  7. Papan tulis dan spidol warna

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.