Modul AjarBab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 8: Aku Senang Berkalimah Ṭayyibah

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 untuk Bab 8 "Aku Senang Berkalimah Ṭayyibah", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 8: Aku Senang Berkalimah Ṭayyibah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 8

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 8 — Aku Senang Berkalimah Ṭayyibah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 8 — Aku Senang Berkalimah Ṭayyibah
Alokasi Waktu10 JP (10 x 35 menit = 350 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.8.1 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya melalui pembiasaan pelafalan kalimah tayibah subhanallah
  2. TP 3.8.2 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya melalui pembiasaan pelafalan kalimah tayibah masyaallah
  3. TP 3.8.3 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya melalui pembiasaan pelafalan kalimah tayibah insyaallah
  4. TP 3.8.4 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya melalui pembiasaan pelafalan kalimah tayibah Allahu akbar
  5. TP 3.8.5 Menulis huruf hijaiah bersambung pada lafaz kalimah tayibah subhanallah, masyaallah, insyaallah, dan Allahu akbar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang biasanya kalian ucapkan ketika melihat pemandangan alam yang sangat indah atau menyaksikan sesuatu yang mengherankan?
  2. Mengapa kita perlu mengingat Allah Swt. dengan berbaik sangka saat melihat hal-hal menakjubkan di sekitar kita?
  3. Apa yang sebaiknya kita ucapkan saat diajak teman untuk belajar bersama besok sore?
  4. Mengapa kita mengucapkan Allahu Akbar ketika mengumandangkan takbir atau melihat keagungan ciptaan Allah Swt.?
  5. Bagaimana arah yang benar saat mulai menulis huruf hijaiah pada kalimah tayibah?
  6. Huruf apa saja yang posisinya menggantung ke bawah garis saat ditulis bersambung dalam kalimah tayibah?
  7. Bagaimana kalimah tayibah membantu kita selalu mengingat dan berbaik sangka kepada Allah Swt.?
  8. Mengapa kita perlu menulis kalimah tayibah dengan huruf bersambung dan harakat yang tepat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Pembiasaan Pelafalan Kalimah Tayibah Subhanallah dan Masyaallah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.8.1 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya melalui pembiasaan pelafalan kalimah tayibah subhanallah
  • TP 3.8.2 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya melalui pembiasaan pelafalan kalimah tayibah masyaallah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memimpin doa bersama untuk kesiapan belajar (5 menit).
  • Guru memusatkan perhatian murid dengan menyanyikan lagu 'Kalimah Ṭayyibah' bernada lagu anak-anak untuk membangun suasana ceria dan semangat (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan dua skenario singkat: (1) 'Apa lafaz yang diucapkan saat melihat kejadian ganjil atau terselamatkan dari bahaya?' (acuan jawaban: Subhanallah) dan (2) 'Apa lafaz yang diucapkan saat melihat keindahan pelangi ciptaan Allah?' (acuan jawaban: Masyaallah) guna memetakan pemahaman dasar murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang makna kalimah tayibah Subhanallah (Maha Suci Allah) sebagai wujud berbaik sangka kepada Allah saat menyaksikan kejanggalan/keburukan agar terhindar dari prasangka buruk, serta Masyaallah (Allah telah menghendakinya) saat menyaksikan kekaguman atas keindahan ciptaan Allah Swt. (15 menit).
  • Murid bersama-sama menirukan pelafalan lafaz 'Subḥānallāh' dan 'Māsyā'allāh' secara berulang dengan bimbingan ketukan guru sampai lafaz terbiasa terucap dengan benar dan jelas (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pilah Kalimah Ṭayyibah' secara berpasangan, di mana setiap murid menerima 4 kartu situasi berikut: (1) Melihat petir menyambar pohon tumbang namun tidak menimpa rumah, (2) Melihat bunga mawar merekah sangat indah di taman, (3) Mendengar berita teman yang berbuat curang saat ulangan agar hati tetap menyucikan Allah dari keburukan, (4) Menyaksikan pemandangan danau yang tenang dan jernih; lalu murid memasangkan tiap kartu dengan lafaz yang tepat (acuan pasangan benar: situasi 1 -> Subhanallah; situasi 2 -> Masyaallah; situasi 3 -> Subhanallah; situasi 4 -> Masyaallah) (20 menit).
  • Murid secara bergantian melafalkan langsung kalimah tayibah Subhanallah dan Masyaallah saat guru membacakan 4 narasi situasi kehidupan nyata: (1) Menyaksikan gunung api meletus yang dahsyat, (2) Melihat adik bayi tersenyum manis dengan sehat, (3) Menemukan dompet jatuh di jalan tanpa tergoda mengambilnya, (4) Memandang langit malam penuh bintang gemerlap (acuan jawaban: situasi 1 -> Subhanallah; situasi 2 -> Masyaallah; situasi 3 -> Subhanallah; situasi 4 -> Masyaallah) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengidentifikasi perasaan dan kesadaran hatinya mengenai pentingnya berbaik sangka kepada Allah Swt. dalam setiap kondisi yang mengejutkan maupun menyenangkan melalui bimbingan pertanyaan reflektif guru (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali kapan waktu yang tepat melafalkan Subhanallah dan Masyaallah sebagai wujud akhlak berbaik sangka kepada Allah Swt. (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa umpan balik langsung dan pesan pembiasaan untuk selalu mengucapkannya di rumah dan sekolah, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup majelis dan salam (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi dengan teks sederhana berilustrasi bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret, serta teks narasi situasi yang lebih variatif bagi murid yang belajar lebih cepat.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing saat mencocokkan situasi bagi murid yang masih ragu, sedangkan murid yang cepat diberikan tantangan mengidentifikasi situasi nyata sehari-hari secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat melafalkan secara langsung secara mandiri atau melafalkan dengan bantuan petunjuk kartu simbol situasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menanyakan lafaz kalimah tayibah yang tepat untuk 2 situasi: (1) Menyaksikan peristiwa mengherankan/ganjil (acuan: Subhanallah) dan (2) Melihat sesuatu yang mengagumkan/indah (acuan: Masyaallah).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja pelafalan dan penerapan kalimah tayibah pada 4 situasi: (1) Menyaksikan gunung meletus (acuan: Subhanallah), (2) Melihat bayi tersenyum manis (acuan: Masyaallah), (3) Menemukan dompet jatuh tanpa tergoda mengambil (acuan: Subhanallah), (4) Memandang langit malam berbintang (acuan: Masyaallah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Menentukan lafaz kalimah tayibah untuk 2 kasus nyata: (1) Menyaksikan lukisan pemandangan yang amat mempesona (acuan: Masyaallah) dan (2) Mendengar kabar bohong/fitnah agar hati tetap berbaik sangka menyucikan Allah (acuan: Subhanallah).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja pelafalan kalimah tayibah Subhanallah dan Masyaallah
  • Penilaian ketepatan memasangkan situasi konteks dengan kalimah tayibah pada aktivitas permainan kartu

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan pelafalan kalimah tayibah Subhanallah sesuai konteksBelum mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah Subhanallah pada situasi yang tepat walau telah dibimbing.Mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah Subhanallah pada 1 situasi dengan tepat melalui bimbingan penuh guru.Mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah Subhanallah secara tepat pada 2 situasi (melihat petir/gunung meletus dan mendengar kabar buruk/ganjil) secara mandiri.Mampu menentukan dan membiasakan pelafalan kalimah tayibah Subhanallah secara konsisten dan tepat pada seluruh situasi ganjil/buruk secara spontan dan mandiri.
Penerapan pelafalan kalimah tayibah Masyaallah sesuai konteksBelum mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah Masyaallah pada situasi yang tepat walau telah dibimbing.Mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah Masyaallah pada 1 situasi dengan tepat melalui bimbingan guru.Mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah Masyaallah secara tepat pada 2 situasi kekaguman atas ciptaan Allah (melihat keindahan taman dan pemandangan danau/bintang) secara mandiri.Mampu menentukan dan membiasakan pelafalan kalimah tayibah Masyaallah secara konsisten dan tepat pada seluruh situasi ketakjuban/keindahan ciptaan Allah secara spontan dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah kegiatan permainan kartu situasi efektif membantu murid membedakan penerapan Subhanallah dan Masyaallah?
  • Bagaimana respons murid terhadap pembiasaan berbaik sangka kepada Allah melalui kalimah tayibah dalam kehidupan sehari-hari?

Murid:

  • Kapan aku harus mengucapkan Subhanallah dan kapan aku mengucapkan Masyaallah?
  • Bagaimana perasaanku ketika membiasakan mengingat Allah saat melihat hal-hal di sekitarku?

Pertemuan 2 — Menerapkan Pembiasaan Pelafalan Kalimah Tayibah Insyaallah dan Allahu Akbar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.8.3 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya melalui pembiasaan pelafalan kalimah tayibah insyaallah
  • TP 3.8.4 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya melalui pembiasaan pelafalan kalimah tayibah Allahu akbar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan memastikan kesiapan ruang belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan pembiasaan pelafalan kalimah tayibah insyaallah dan Allahu akbar sebagai wujud akhlak berbaik sangka kepada Allah Swt. (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Apa ucapan yang tepat saat berjanji akan datang ke rumah teman besok?' (acuan jawaban: insyaallah) dan 'Apa ucapan saat mendengar seruan salat atau mengingat kebesaran Allah Swt.?' (acuan jawaban: Allahu akbar) untuk memetakan kesiapan awal seluruh murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan tayangan teks/kartu mengenai arti kalimah tayibah insyaallah ('jika Allah menghendaki' sebagai bentuk berserah dan berbaik sangka bahwa segala rencana terwujud atas izin Allah) serta Allahu akbar ('Allah Maha Besar' sebagai pengakuan keagungan Allah atas segala sesuatu) (10 menit).
  • Murid mencermati 4 contoh situasi waktu penggunaan kalimah tayibah: (1) Berjanji menghadiri undangan ulang tahun teman besok -> melafalkan insyaallah; (2) Mengumandangkan azan dan iqamah -> melafalkan Allahu akbar; (3) Merencanakan liburan bersama keluarga minggu depan -> melafalkan insyaallah; (4) Melaksanakan gerakan takbiratul ihram dalam salat -> melafalkan Allahu akbar (acuan: sesuai 4 pasangan tersebut) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengikuti tantangan menggembirakan 'Tebak & Lafalkan Cepat': guru membacakan 4 skenario situasi kontekstual, lalu murid secara bergiliran berdiri dan melafalkan kalimah tayibah yang tepat secara lantang: Situasi A: 'Teman mengajak bermain bola nanti sore' -> murid melafalkan 'Insyaallah'; Situasi B: 'Mendengar takbir hari raya Idulfitri bergema di masjid' -> murid melafalkan 'Allahu akbar'; Situasi C: 'Berjanji akan mengembalikan buku perpustakaan besok pagi' -> murid melafalkan 'Insyaallah'; Situasi D: 'Menyaksikan pemandangan gunung yang menjulang tinggi dan agung' -> murid melafalkan 'Allahu akbar' (acuan: Situasi A & C = Insyaallah; Situasi B & D = Allahu akbar) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan Situasi berisi 4 butir penentuan kalimah tayibah: Butir 1: 'Aku berencana belajar kelompok besok siang' -> menuliskan/memilih Insyaallah; Butir 2: 'Saat berdiri memulai salat fardu pada takbiratul ihram' -> menuliskan/memilih Allahu akbar; Butir 3: 'Ibu berjanji membelikan pensil baru akhir pekan nanti' -> menuliskan/memilih Insyaallah; Butir 4: 'Mendengar suara muazin mengumandangkan takbir seruan salat' -> menuliskan/memilih Allahu akbar (acuan kunci jawaban: 1. Insyaallah, 2. Allahu akbar, 3. Insyaallah, 4. Allahu akbar) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merenungkan makna pembiasaan berucap kalimah tayibah sebagai adab berbaik sangka kepada Allah Swt., bahwa manusia hanya bisa berencana sedangkan ketentuan mutlak berada di tangan Allah Swt. yang Maha Besar (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali waktu dan adab pelafalan kalimah tayibah insyaallah (saat berjanji/merencanakan masa depan) dan Allahu akbar (saat salat, takbir hari raya, dan mengingat kebesaran Allah Swt.) (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, mengingatkan untuk membiasakan kedua kalimah tayibah tersebut di rumah maupun sekolah, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual bertuliskan lafaz dan arti 'Insyaallah' dan 'Allahu Akbar', sedangkan murid yang sudah mahir langsung mencermati skenario tertulis mandiri.
  • Proses: Murid yang masih ragu memasangkan situasi dibimbing guru dengan pemantik kata kunci ('janji/rencana' untuk Insyaallah; 'salat/keagungan' untuk Allahu akbar), sedangkan murid mahir menyelesaikan secara mandiri tanpa bantuan.
  • Produk: Semua murid menentukan kalimah tayibah pada 4 butir situasi; murid cepat dapat menyelesaikan 2 butir skenario kontekstual tambahan pada kompetensi yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan di awal pembelajaran: Murid menjawab dua pertanyaan pemetaan: (1) 'Apa kalimah tayibah yang dilafalkan ketika kita hendak berjanji melakukan sesuatu besok hari?' (acuan jawaban benar: insyaallah); (2) 'Apa kalimah tayibah yang dilafalkan saat kita mendengar seruan salat atau menyaksikan tanda kebesaran Allah?' (acuan jawaban benar: Allahu akbar).

Proses:

  • Formatif kinerja pada kuis 'Tebak & Lafalkan Cepat': Guru mengamati ketepatan murid melafalkan kalimah tayibah sesuai skenario yang dibacakan (acuan: Situasi A janji bermain -> Insyaallah; Situasi B gema takbir -> Allahu akbar; Situasi C janji kembalikan buku -> Insyaallah; Situasi D keagungan gunung ciptaan Allah -> Allahu akbar).
  • Formatif tertulis Lembar Latihan Situasi 4 butir: Murid memasangkan skenario dengan lafaz kalimah tayibah yang tepat (acuan kunci: Butir 1 rencana belajar = Insyaallah; Butir 2 takbiratul ihram = Allahu akbar; Butir 3 janji ibu beli pensil = Insyaallah; Butir 4 takbir azan = Allahu akbar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir pembelajaran: Murid secara lisan mengonfirmasi 2 prinsip penerapan: (1) 'Kapan kita membiasakan melafalkan insyaallah?' (acuan kriteria: saat menyatakan janji atau rencana di masa yang akan datang); (2) 'Kapan kita membiasakan melafalkan Allahu akbar?' (acuan kriteria: saat salat/takbir atau mengingat dan menyaksikan kebesaran/keagungan Allah Swt.).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal penentuan kalimah tayibah pada situasi janji dan seruan salat.
  • Observasi unjuk kerja pelafalan saat kuis tantangan 'Tebak & Lafalkan Cepat'.
  • Penilaian lembar latihan menentukan kalimah tayibah pada 4 skenario situasi kontekstual.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan pembiasaan pelafalan kalimah tayibah insyaallah (TP 3.8.3)Belum mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah insyaallah pada situasi rencana/janji masa depan meskipun telah dibimbing guru.Mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah insyaallah dengan tepat pada 1 dari 2 situasi rencana/janji dengan bimbingan guru.Mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah insyaallah dengan tepat pada 2 situasi rencana/janji secara mandiri (acuan: rencana belajar besok dan janji mengembalikan buku).Mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah insyaallah dengan tepat pada seluruh situasi rencana/janji secara mandiri, konsisten, serta tepat waktu pelafalannya.
Menerapkan pembiasaan pelafalan kalimah tayibah Allahu akbar (TP 3.8.4)Belum mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah Allahu akbar pada situasi pengagungan kebesaran Allah/ibadah salat meski telah dibimbing guru.Mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah Allahu akbar dengan tepat pada 1 dari 2 situasi ibadah/pengagungan kebesaran Allah dengan bimbingan guru.Mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah Allahu akbar dengan tepat pada 2 situasi ibadah/pengagungan kebesaran Allah secara mandiri (acuan: takbiratul ihram salat dan mendengar takbir azan).Mampu menentukan dan melafalkan kalimah tayibah Allahu akbar dengan tepat pada seluruh situasi ibadah/pengagungan kebesaran Allah secara mandiri, konsisten, serta fasih lafaznya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid telah mampu membedakan situasi penggunaan kalimah tayibah insyaallah dan Allahu akbar secara tepat?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas tantangan 'Tebak & Lafalkan Cepat' untuk menumbuhkan kebiasaan berkalimah tayibah?

Murid:

  • Apa kalimah tayibah yang akan aku biasakan ucapkan saat berjanji kepada teman atau orang tua?
  • Kapan saja aku mengingat untuk melafalkan kalimah tayibah Allahu akbar setiap hari?

Pertemuan 3 — Menulis Huruf Hijaiah Bersambung pada Lafaz Kalimah Tayibah Subhanallah, Masyaallah, Insyaallah, dan Allahu Akbar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.8.5 Menulis huruf hijaiah bersambung pada lafaz kalimah tayibah subhanallah, masyaallah, insyaallah, dan Allahu akbar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kesiapan alat tulis berupa buku bergaris dan pensil (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih kemampuan menulis huruf hijaiah bersambung pada empat kalimah tayibah: subhanallah, masyaallah, insyaallah, dan Allahu akbar (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menuliskan arah penulisan huruf Arab (kanan ke kiri) dan menyalin 1 contoh kata tunggal berharakat lengkap 'الله' pada papan tulis kecil/kertas (acuan: ditulis dari kanan ke kiri dengan huruf alif tegak dan lam bertasydid di atas garis) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan guru di papan tulis tentang kaidah menulis huruf hijaiah bersambung dari arah kanan ke kiri, posisi huruf di atas garis dasar buku (seperti ba, alif, kaf), dan bagian huruf yang menggantung di bawah garis (seperti nun, ha pada akhir lafaz, ra) pada 4 lafaz: سُبْحَانَ اللهِ (subhanallah), مَاشَاءَ اللهُ (masyaallah), إِنْ شَاءَ اللهُ (insyaallah), dan اَللهُ أَكْبَرُ (Allahu akbar) (10 menit).
  • Murid mengamati letak harakat (fathah, kasrah, damah, sukun, tasydid, dan fathah berdiri sebagai tanda panjang) pada masing-masing kalimah tayibah yang dicontohkan guru (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengikuti tantangan permainan edukatif 'Tebak Jejak Huruf di Udara': guru menuliskan sambungan huruf di udara secara perlahan dan murid menebak serta menuliskan sambungan huruf tersebut pada buku latihan untuk kalimah سُبْحَانَ اللهِ dan مَاشَاءَ اللهُ (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyalin dan menyambung 4 lafaz kalimah tayibah pada lembar kerja bergaris: (1) سُبْحَانَ اللهِ, (2) مَاشَاءَ اللهُ, (3) إِنْ شَاءَ اللهُ, dan (4) اَللهُ أَكْبَرُ lengkap dengan harakat dan penempatan posisi garis yang tepat (acuan: (1) س-ب-ح-ا-ن- -ا-ل-ل-ه tersambung menjadi سُبْحَانَ اللهِ; (2) م-ا- -ش-ا-ء- -ا-ل-ل-ه tersambung menjadi مَاشَاءَ اللهُ; (3) ا-ن- -ش-ا-ء- -ا-ل-ل-ه tersambung menjadi إِنْ شَاءَ اللهُ; (4) ا-ل-ل-ه- -ا-ك-ب-ر tersambung menjadi اَللهُ أَكْبَرُ) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tulisan masing-masing dengan membandingkannya secara cermat terhadap contoh model di papan tulis, memperhatikan bentuk sambungan dan posisi huruf terhadap garis buku (7 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik atas latihan menulis, menyoroti bagian sambungan huruf yang sudah rapi dan huruf yang sering keliru posisinya di bawah/atas garis (5 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya akan dilaksanakan asesmen sumatif bab untuk mengukur capaian seluruh materi kalimah tayibah, lalu menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar kerja dengan garis bantu titik-titik (tracing sambungan huruf) untuk murid yang butuh bimbingan, dan lembar kerja bergaris polos standar untuk murid yang sudah mahir.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung berupa penuntunan gerak tangan bagi murid yang kesulitan menghubungkan huruf, sementara murid yang telah lancar diberikan kesempatan menuliskan keempat lafaz secara mandiri tanpa pola bayang.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menyalin minimal 2 kalimah tayibah dengan sambungan benar, sedangkan murid mahir menulis lengkap seluruh 4 kalimah tayibah dengan harakat dan proporsi huruf yang tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid diminta menuliskan arah penulisan huruf Arab dan menyalin 1 kata 'الله' pada kertas buram (acuan kunci: arah dari kanan ke kiri, huruf alif tegak lurus, lam bertasydid dan ha bulat berada di atas garis dasar).

Proses:

  • Observasi langsung ketepatan murid menyambung huruf hijaiah, peletakan huruf di atas/bawah garis, dan kelengkapan harakat saat mengerjakan latihan menulis 4 kalimah tayibah pada lembar kerja (acuan: lafaz سُبْحَانَ اللهِ, مَاشَاءَ اللهُ, إِنْ شَاءَ اللهُ, اَللهُ أَكْبَرُ).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri akhir sesi: murid menunjukkan tulisan terbaiknya dari salah satu dari 4 lafaz kalimah tayibah (acuan: bentuk huruf bersambung tepat sesuai kaidah, letak titik dan harakat tidak tertinggal).

Formatif:

  • Penilaian kinerja menulis huruf hijaiah bersambung pada lembar kerja menyalin 4 lafaz kalimah tayibah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menyambung huruf hijaiah pada kalimah tayibah (acuan 4 lafaz: سُبْحَانَ اللهِ, مَاشَاءَ اللهُ, إِنْ شَاءَ اللهُ, اَللهُ أَكْبَرُ)Menyambung huruf hijaiah dengan tepat pada 1 lafaz atau belum tepat sama sekali.Menyambung huruf hijaiah dengan tepat pada 2 lafaz kalimah tayibah.Menyambung huruf hijaiah dengan tepat pada 3 lafaz kalimah tayibah.Menyambung huruf hijaiah dengan tepat pada seluruh (4) lafaz kalimah tayibah secara mandiri.
Ketepatan posisi huruf terhadap garis buku dan harakat (acuan: arah kanan ke kiri, posisi huruf atas/bawah garis, dan harakat lengkap pada 4 lafaz)Menulis dengan posisi huruf dan harakat yang tepat pada 1 lafaz dengan bantuan penuh guru.Menulis dengan posisi huruf dan harakat yang tepat pada 2 lafaz kalimah tayibah.Menulis dengan posisi huruf dan harakat yang tepat pada 3 lafaz kalimah tayibah.Menulis dengan posisi huruf dan kelengkapan harakat yang tepat pada seluruh (4) lafaz kalimah tayibah secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pemodelan dan praktik menulis mandiri mencukupi bagi murid kelas 3?
  • Huruf hijaiah bersambung pada lafaz mana yang masih paling banyak mengalami kesalahan penulisan oleh murid?

Murid:

  • Lafaz kalimah tayibah mana yang paling mudah kamu tulis sambung?
  • Bagian mana yang terasa sulit saat menyambung huruf hijaiah tadi?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.8.1 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya melalui pembiasaan pelafalan kalimah tayibah subhanallah
  • TP 3.8.2 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya melalui pembiasaan pelafalan kalimah tayibah masyaallah
  • TP 3.8.3 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya melalui pembiasaan pelafalan kalimah tayibah insyaallah
  • TP 3.8.4 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka kepada-Nya melalui pembiasaan pelafalan kalimah tayibah Allahu akbar
  • TP 3.8.5 Menulis huruf hijaiah bersambung pada lafaz kalimah tayibah subhanallah, masyaallah, insyaallah, dan Allahu akbar

Pendahuluan:

  • Guru mengawali sesi dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, memeriksa kehadiran, kerapian meja, serta kesiapan alat tulis untuk pelaksanaan asesmen sumatif bab (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, mekanisme pengerjaan produk tulisan bersambung secara klasikal, serta mekanisme unjuk kerja pelafalan bergiliran di meja guru (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar asesmen produk tulisan huruf bersambung kaligrafi sederhana dan menjelaskan petunjuk pengerjaannya: menyalin 4 lafaz kalimah tayibah (سُبْحَانَ اللهِ / subhanallah, مَا شَاءَ اللهُ / masyaallah, إِنْ شَاءَ اللهُ / insyaallah, dan اللهُ أَكْبَرُ / Allahu akbar) dengan memperhatikan arah dari kanan ke kiri, posisi huruf di atas/menggantung garis, ketepatan sambungan, dan kelengkapan harakat (5 menit).
  • Guru menjelaskan rubrik dan tata tertib unjuk kerja lisan di meja guru: setiap murid akan melafalkan 4 kalimah tayibah secara fasih dan menentukan konteks situasi yang tepat untuk masing-masing kalimah berdasarkan 4 skenario tertulis di meja guru (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara mandiri mengerjakan Tugas 1: menyalin 4 kalimah tayibah dengan huruf hijaiah bersambung dan harakat lengkap pada lembar kerja kaligrafi sederhana yang telah disediakan (acuan lafaz: (1) سُبْحَانَ اللهِ; (2) مَا شَاءَ اللهُ; (3) إِنْ شَاءَ اللهُ; (4) اللهُ أَكْبَرُ) (45 menit).
  • Bersamaan saat murid mengerjakan tulisan, guru memanggil murid secara individual bergiliran ke meja guru (alokasi 2 menit per murid untuk 28-30 murid) untuk Tugas 2: mendemonstrasikan pelafalan fasih 4 kalimah tayibah serta menentukan respon situasi yang tepat berdasarkan 4 skenario kartu situasi yang dibacakan/ditunjukkan guru (30 menit). [Daftar 4 Skenario dan Kunci Konteks: Skenario 1: 'Melihat petir menyambar atau menyaksikan hal ganjil/kurang pantas yang menuntut pensucian sifat Allah' -> Respon benar: Subhanallah (سُبْحَانَ اللهِ); Skenario 2: 'Melihat pemandangan taman bunga yang sangat indah atau prestasi teman yang mengagumkan atas kehendak Allah' -> Respon benar: Masyaallah (مَا شَاءَ اللهُ); Skenario 3: 'Berjanji kepada teman untuk belajar kelompok bersama besok sore' -> Respon benar: Insyaallah (إِنْ شَاءَ اللهُ); Skenario 4: 'Menyaksikan kebesaran Allah saat takbiran hari raya atau melihat panorama gunung yang teramat agung' -> Respon benar: Allahu akbar (اللهُ أَكْبَرُ)].

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan lembar produk tulisan bersambung ke meja guru, lalu secara mandiri memeriksa lembar ceklis diri sederhana mengenai kebiasaan melafalkan 4 kalimah tayibah dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kesungguhan, dan kemandirian murid selama menyelesaikan rangkaian asesmen sumatif bab (3 menit).
  • Guru merangkum pesan bab untuk senantiasa mendawamkan kalimah tayibah sebagai wujud akhlak berbaik sangka kepada Allah Swt., kemudian menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks panduan lafaz huruf bersambung pada lembar tugas dicetak dengan ukuran huruf lebih besar bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan.
  • Proses: Akomodasi proses: pembacaan kartu skenario situasi oleh guru dapat diulang dengan artikulasi perlahan bagi murid yang memerlukan tempo lebih tenang tanpa mengubah tuntutan kompetensi.
  • Produk: Standar produk dan bukti asesmen tetap seragam untuk seluruh murid sesuai acuan rubrik sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek kesiapan perlengkapan menulis (pensil/penghapus) dan konfirmasi pemahaman petunjuk teknis pelaksanaan asesmen sumatif sebelum tugas dimulai.

Proses:

  • Pemberian penegasan waktu dan pemantauan ketertiban pengerjaan mandiri tanpa memberikan intervensi jawaban selama asesmen berlangsung.

Sumatif Bab:

  • penilaian produk tulisan bersambung serentak dan unjuk kerja pelafalan kalimah tayibah secara bergantian: lembar tulisan huruf hijaiah bersambung untuk 4 kalimah tayibah dan unjuk kerja pelafalan lafaz beserta ketepatan konteks penggunaannya
  • penilaian produk tulisan: lembar salinan kaligrafi sederhana huruf hijaiah bersambung untuk lafaz subhanallah, masyaallah, insyaallah, dan Allahu akbar yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk tulisan huruf bersambung (ketepatan bentuk huruf, kerapian sambungan, kelengkapan harakat))
  • unjuk kerja pelafalan bergiliran: praktik pelafalan kalimah tayibah subhanallah, masyaallah, insyaallah, dan Allahu akbar beserta penentuan konteks situasi yang tepat dinilai bergantian 2 menit per murid di meja guru secara rotasi (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja pelafalan (kefasihan makhraj dan ketepatan pemilihan konteks situasi))

Sumatif:

  • penilaian produk tulisan bersambung serentak dan unjuk kerja pelafalan kalimah tayibah secara bergantian: lembar tulisan huruf hijaiah bersambung untuk 4 kalimah tayibah dan unjuk kerja pelafalan lafaz beserta ketepatan konteks penggunaannya
  • penilaian produk tulisan: lembar salinan kaligrafi sederhana huruf hijaiah bersambung untuk lafaz subhanallah, masyaallah, insyaallah, dan Allahu akbar yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk tulisan huruf bersambung (ketepatan bentuk huruf, kerapian sambungan, kelengkapan harakat))
  • unjuk kerja pelafalan bergiliran: praktik pelafalan kalimah tayibah subhanallah, masyaallah, insyaallah, dan Allahu akbar beserta penentuan konteks situasi yang tepat dinilai bergantian 2 menit per murid di meja guru secara rotasi (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja pelafalan (kefasihan makhraj dan ketepatan pemilihan konteks situasi))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menulis Huruf Hijaiah Bersambung (TP 3.8.5)Menulis kurang dari 2 lafaz dengan benar; bentuk huruf terputus-putus dan harakat tidak lengkap (acuan 4 lafaz: سُبْحَانَ اللهِ, مَا شَاءَ اللهُ, إِنْ شَاءَ اللهُ, اللهُ أَكْبَرُ).Menulis 2 dari 4 lafaz dengan huruf bersambung yang tepat dan harakat lengkap sesuai acuan.Menulis 3 dari 4 lafaz dengan huruf bersambung yang tepat, rapi, dan harakat lengkap sesuai acuan.Menulis seluruh 4 lafaz kalimah tayibah dengan huruf bersambung yang tepat sesuai kaidah garis, sambungan rapi, dan harakat lengkap sesuai acuan.
Pelafalan Kalimah Tayibah (TP 3.8.1, 3.8.2, 3.8.3, 3.8.4)Melafalkan kurang dari 2 kalimah tayibah dengan makhraj yang benar (target 4 lafaz: subhanallah, masyaallah, insyaallah, Allahu akbar).Melafalkan 2 dari 4 kalimah tayibah secara fasih dan jelas tanpa terbata-bata sesuai target lafaz.Melafalkan 3 dari 4 kalimah tayibah secara fasih dan jelas tanpa terbata-bata sesuai target lafaz.Melafalkan seluruh 4 kalimah tayibah (subhanallah, masyaallah, insyaallah, Allahu akbar) secara fasih, lancar, dan makhraj tepat.
Ketepatan Konteks Situasi Kalimah Tayibah (TP 3.8.1, 3.8.2, 3.8.3, 3.8.4)Tepat menentukan respon kalimah tayibah pada kurang dari 2 skenario situasi dari 4 skenario acuan.Tepat menentukan respon kalimah tayibah pada 2 dari 4 skenario situasi acuan (hal ganjil/mensucikan = subhanallah; kekaguman ciptaan = masyaallah; rencana/janji = insyaallah; keagungan = Allahu akbar).Tepat menentukan respon kalimah tayibah pada 3 dari 4 skenario situasi acuan.Tepat menentukan seluruh respon kalimah tayibah pada 4 skenario situasi acuan secara mandiri dan benar.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu rotasi 2 menit per murid mencukupi untuk mengamati kefasihan pelafalan dan ketepatan pemilihan konteks seluruh murid?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara umum dalam kaidah menyambung huruf hijaiah pada kalimah tayibah?

Murid:

  • Kalimah tayibah mana yang paling mudah dan paling menantang bagiku saat ditulis dengan huruf bersambung?
  • Apakah aku sudah terbiasa melafalkan subhanallah, masyaallah, insyaallah, dan Allahu akbar pada situasi yang benar setiap hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
  3. Kartu situasi bergambar dan teks 'Pilah Kalimah Ṭayyibah'
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III Kemendikbudristek RI Tahun 2022 (Bab VIII, hlm. 152-156)
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III Kemendikbudristek RI Tahun 2022 (Bab VIII, hlm. 189-192)
  6. Kartu skenario situasi kontekstual kalimah tayibah Insyaallah dan Allahu Akbar
  7. Lembar Latihan Situasi Kalimah Tayibah
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  10. Buku tulis bergaris, pensil, penghapus, dan papan tulis bergaris/kartu peraga kaligrafi huruf hijaiah bersambung
  11. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
  12. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
  13. Lembar Asesmen Produk Tulisan Huruf Bersambung Kalimah Tayibah
  14. Kartu 4 Skenario Situasi Kalimah Tayibah dan Lembar Observasi Guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.