Modul AjarPertemuan 5Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Akibat Tidak Menghayati Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt. dan Membuat Pohon Iman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Akibat Tidak Menghayati Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt. dan Membuat Pohon Iman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Akibat Tidak Menghayati Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt. dan Membuat Pohon Iman

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 7 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Akibat Tidak Menghayati Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt. dan Membuat Pohon Iman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAkibat Tidak Menghayati Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt. dan Membuat Pohon Iman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyimpulkan akibat tidak menghayati iman kepada kitab-kitab Allah Swt. dengan benar.
  2. Murid dapat membuat gambar pohon iman kepada kitab-kitab Allah Swt. yang memuat nama kitab, nabi penerima, dan cara beriman dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan kamu berjalan di tempat yang sangat gelap tanpa lampu atau peta — apa yang akan terjadi? Bagaimana hubungannya dengan orang yang tidak mau mengikuti petunjuk Allah Swt.?
  2. Kalau kita punya buku pelajaran tapi tidak pernah dibaca, apa manfaatnya? Lalu, apa jadinya kalau kita tidak percaya pada kitab-kitab yang Allah turunkan?
  3. Siapa yang masih ingat nama-nama kitab Allah dan nabi penerimanya? Bagaimana caramu menunjukkan bahwa kamu benar-benar beriman kepada kitab-kitab itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid membaca basmalah bersama-sama.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas agar murid siap belajar.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan kartu bergambar dua tokoh — satu anak yang rajin membaca Al-Qur'an dan satu anak yang mengabaikannya — lalu bertanya, 'Menurutmu, apa perbedaan kehidupan kedua anak ini? Mengapa?' Guru mencatat respons murid di papan tulis sebagai peta awal pemahaman.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid merespons secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyimpulkan akibat tidak menghayati iman kepada kitab-kitab Allah Swt. dan membuat Pohon Iman.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan kartu bergambar atau poster sederhana berisi 8 akibat tidak menghayati iman kepada kitab-kitab Allah Swt. (tersesat, dianggap tidak beriman, pesimis, tidak berpengetahuan luas, intoleran, hati gelisah, egois, kurang menghargai perbedaan).
  • Guru membacakan setiap akibat dengan intonasi ekspresif sambil mengajak murid membayangkan situasi nyata — misalnya, 'Bayangkan seseorang yang tidak punya pedoman hidup, apa yang akan dia rasakan setiap hari?'
  • Murid diminta membuka buku siswa halaman 169 dan membaca bagian 'G. Akibat Tidak Menghayati Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt.' secara bergantian (membaca nyaring satu per satu akibat).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman: 'Dari 8 akibat itu, mana yang menurutmu paling berbahaya? Mengapa?' — murid menjawab secara lisan.
  • Guru memberikan penjelasan singkat dan memperkuat pemahaman dengan mengaitkan akibat-akibat tersebut pada kehidupan sehari-hari murid kelas 3.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Pohon Iman' — selembar kertas HVS dengan gambar pohon besar yang sudah memiliki batang, dahan, dan kotak-kotak kosong di setiap bagian (akar = nama kitab, batang = nabi penerima, dahan/daun = cara beriman).
  • Guru menjelaskan cara mengisi Pohon Iman: akar pohon diisi nama-nama kitab Allah (Taurat, Zabur, Injil, Al-Qur'an), batang diisi nama nabi penerimanya (Musa, Daud, Isa, Muhammad Saw.), dan daun atau cabang diisi minimal satu cara beriman kepada kitab tersebut.
  • Murid mengerjakan Pohon Iman secara mandiri menggunakan pensil warna atau spidol — mereka bebas menghias pohon agar menarik.
  • Setelah selesai, murid menulis di bagian bawah lembar kerja: satu kalimat simpulan tentang akibat tidak menghayati iman kepada kitab-kitab Allah Swt. dengan kata-kata mereka sendiri.
  • Beberapa murid (2–3 orang) diminta maju ke depan kelas untuk memperlihatkan Pohon Iman mereka dan menyebutkan isi simpulannya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melakukan 'Momen Hening 1 Menit' — duduk tegak, mata dipejamkan, dan dalam hati merenungkan: 'Sudahkah aku benar-benar beriman kepada kitab-kitab Allah? Apa yang sudah aku lakukan sebagai bukti imanku?'
  • Setelah hening, guru membagikan kartu refleksi kecil (kartu ukuran ¼ HVS) dengan dua pertanyaan: (1) 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah...' dan (2) 'Satu hal yang akan aku lakukan untuk menunjukkan iman kepada kitab Allah adalah...' — murid mengisi kartu secara mandiri.
  • Guru mengajak murid membaca bersama 'Tekadku' di buku siswa dengan suara keras dan penuh semangat sebagai ekspresi komitmen.
  • Guru mengumpulkan kartu refleksi dan Pohon Iman sebagai bahan asesmen proses dan sumatif.
  • Guru memberikan apresiasi verbal kepada seluruh murid atas kerja keras mereka hari ini.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan materi hari ini bersama-sama: menyebut akibat tidak menghayati iman kepada kitab-kitab Allah dan mengingatkan isi Pohon Iman.
  • Asesmen akhir: Guru meminta murid mengisi lembar asesmen singkat berupa 3 soal tertulis — (1) sebutkan 3 akibat tidak menghayati iman kepada kitab Allah, (2) pasangkan nama kitab dengan nabi penerimanya, (3) tuliskan satu cara beriman kepada Al-Qur'an.
  • Guru memberikan umpan balik lisan terhadap jawaban yang muncul dan meluruskan miskonsepsi jika ada.
  • Guru mengingatkan murid untuk selalu membaca dan mengamalkan isi Al-Qur'an di rumah sebagai wujud iman.
  • Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majlis bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca dapat menggunakan kartu gambar bergambar dan berwarna yang merangkum akibat tidak menghayati iman (visual aid), sehingga pemahaman tidak bergantung sepenuhnya pada teks. Murid yang sudah cepat memahami dapat diberikan tantangan tambahan: mencari ayat Al-Qur'an singkat yang berkaitan dengan iman kepada kitab Allah dari buku siswa.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu dapat mengerjakan Pohon Iman dengan panduan langkah demi langkah dari guru (scaffolding). Murid yang cepat selesai diminta menambahkan kolom 'Manfaat Beriman' pada Pohon Iman mereka sebagai pengayaan.
  • Produk: Murid dapat menyajikan Pohon Iman dalam bentuk gambar tangan (standar), atau bagi yang ingin tantangan lebih, dalam bentuk mind map mini yang mencakup perbandingan antara manfaat beriman dan akibat tidak beriman kepada kitab-kitab Allah.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar tokoh (anak yang rajin membaca kitab suci vs. anak yang mengabaikannya) dan meminta murid menyebutkan perbedaan yang mereka lihat serta menebak akibatnya — guru mencatat respons di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru bertanya lisan: 'Siapa yang masih ingat nama-nama kitab Allah dan nabi penerimanya?' untuk mengecek pengetahuan prasyarat dari pertemuan sebelumnya.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru berkeliling dan mengajukan pertanyaan pendek kepada 3–4 murid secara acak — 'Apa artinya 'tidak menghayati'?' dan 'Sebutkan satu akibat yang kamu ingat.'
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru mengamati lembar kerja Pohon Iman yang sedang dikerjakan, mengecek apakah nama kitab, nabi penerima, dan cara beriman terisi dengan benar, serta memberi umpan balik langsung kepada murid yang kesulitan.
  • Kartu refleksi di akhir tahap Merefleksi digunakan untuk menilai kedalaman pemahaman dan komitmen murid secara personal.

Akhir:

  • Lembar soal tertulis singkat (3 soal) yang dikerjakan secara mandiri di penutup: (1) sebutkan minimal 3 akibat tidak menghayati iman kepada kitab-kitab Allah Swt., (2) pasangkan nama kitab (Taurat, Zabur, Injil, Al-Qur'an) dengan nabi penerimanya yang tepat, (3) tuliskan satu cara beriman kepada Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
  • Produk Pohon Iman dinilai berdasarkan rubrik: kelengkapan (4 kitab + 4 nabi + cara beriman) dan ketepatan informasi.

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid saat diskusi pertanyaan pemantik dan tanya jawab oral.
  • Pemantauan proses pengerjaan Pohon Iman: kelengkapan isian (nama kitab, nabi penerima, cara beriman) dan kalimat simpulan.
  • Kartu refleksi yang diisi murid di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Lembar asesmen tertulis 3 soal di penutup: menyebutkan akibat tidak menghayati iman, memasangkan kitab dengan nabi penerima, dan menuliskan cara beriman.
  • Produk Pohon Iman yang dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan kelengkapan dan ketepatan informasi serta kerapian.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyimpulkan akibat tidak menghayati iman kepada kitab-kitab Allah Swt.Murid belum dapat menyebutkan akibat tidak menghayati iman kepada kitab-kitab Allah Swt., atau jawaban tidak relevan.Murid dapat menyebutkan 1–2 akibat tidak menghayati iman kepada kitab-kitab Allah Swt. dengan benar, namun belum dapat menjelaskan maknanya.Murid dapat menyebutkan 3–5 akibat tidak menghayati iman kepada kitab-kitab Allah Swt. dengan benar dan mampu menjelaskan salah satunya dengan kalimat sendiri.Murid dapat menyebutkan lebih dari 5 akibat tidak menghayati iman kepada kitab-kitab Allah Swt. dengan benar, menjelaskan maknanya, dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata secara tepat.
Membuat Pohon Iman (nama kitab, nabi penerima, cara beriman)Pohon Iman tidak diisi atau hanya berisi 1 informasi yang benar dari tiga komponen yang diminta (nama kitab, nabi penerima, cara beriman).Pohon Iman memuat 2 dari 4 kitab beserta nabi penerimanya dengan benar, namun cara beriman belum terisi atau tidak tepat.Pohon Iman memuat 3–4 kitab beserta nabi penerimanya dengan benar, dan cara beriman terisi minimal untuk 2 kitab.Pohon Iman memuat 4 kitab beserta nabi penerimanya dengan benar, cara beriman terisi lengkap dan tepat untuk setiap kitab, serta disajikan dengan rapi dan kreatif.
Kalimat simpulan tentang akibat tidak menghayati imanMurid tidak menuliskan kalimat simpulan, atau kalimat yang ditulis tidak berkaitan dengan materi.Murid menuliskan kalimat simpulan namun masih menyalin langsung dari buku tanpa menggunakan kata-katanya sendiri.Murid menuliskan kalimat simpulan dengan kata-katanya sendiri dan ide pokoknya sudah benar.Murid menuliskan kalimat simpulan dengan kata-katanya sendiri, ide pokok benar, dan disertai alasan atau kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memicu rasa ingin tahu dan diskusi yang bermakna di kalangan murid?
  • Apakah seluruh murid dapat mengisi Pohon Iman dengan lengkap dan benar? Jika tidak, di bagian mana mereka kesulitan dan apa yang perlu saya perbaiki pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap pembelajaran (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah saya sudah memberikan perhatian yang cukup kepada murid yang membutuhkan dukungan lebih (diferensiasi)?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang akibat tidak menghayati iman kepada kitab-kitab Allah?
  • Bagian mana dari Pohon Iman yang paling sulit aku isi? Apa yang akan aku lakukan agar aku lebih paham?
  • Satu hal yang akan aku lakukan mulai hari ini sebagai bukti bahwa aku beriman kepada kitab-kitab Allah Swt. adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III — Moh. Ghozali & Erwin Wasti (Kemendikbudristek, 2022), ISBN: 978-602-244-670-5, halaman 169
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III — Moh. Ghozali & Erwin Wasti (Kemendikbudristek, 2022), ISBN: 978-602-244-673-6
  3. Lembar kerja Pohon Iman (dibuat oleh guru, dicetak atau digambar tangan di kertas HVS)
  4. Kartu bergambar/poster akibat tidak menghayati iman kepada kitab-kitab Allah Swt. (dibuat guru sebagai media visual)
  5. Kartu refleksi ukuran ¼ HVS
  6. Lembar asesmen tertulis 3 soal (dibuat guru)
  7. Pensil warna atau spidol warna untuk menghias Pohon Iman
  8. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat respons murid saat diskusi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.