Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Menghafal Hadis Salat Berjemaah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Menghafal Hadis Salat Berjemaah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Menghafal Hadis Salat Berjemaah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menghafal Hadis Salat Berjemaah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenghafal Hadis Salat Berjemaah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan hafalan Hadis salat berjemaah dengan lancar melalui metode Talking Stick.
  2. Murid dapat menunjukkan hafalan terjemah Hadis salat berjemaah dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa di antara kalian yang sudah pernah salat berjemaah di masjid atau di rumah? Apa yang kalian rasakan saat salat bersama-sama?
  2. Mengapa Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk salat berjemaah? Apa keistimewaannya dibanding salat sendiri?
  3. Kalau kalian sudah hafal Hadis tentang salat berjemaah, kira-kira apa manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari kalian?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam pembuka dan mengajak murid membaca Basmalah serta berdoa bersama.
  • Guru menyapa murid dengan hangat, menanyakan kabar, dan memeriksa kehadiran serta kerapian tempat duduk.
  • Guru melakukan asesmen awal/diagnostik: menanyakan secara lisan siapa yang sudah bisa menyebutkan penggalan Hadis salat berjemaah, untuk memetakan kesiapan belajar murid.
  • Guru menyampaikan apersepsi: mengaitkan materi dengan pengalaman nyata murid tentang salat berjemaah di rumah atau masjid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan menghafal Hadis salat berjemaah beserta terjemahnya dengan cara bermain Talking Stick.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan pembelajaran secara singkat agar murid siap dan terarah.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan teks Hadis salat berjemaah lengkap beserta terjemahnya melalui LCD Projector atau dituliskan di papan tulis dengan tulisan yang jelas dan besar.
  • Guru membacakan Hadis salat berjemaah dengan tartil dan jelas kata per kata, kemudian murid mendengarkan dengan saksama sambil mengikuti di buku siswa halaman yang relevan.
  • Guru memandu murid membaca Hadis bersama-sama secara klasikal sebanyak 3 kali, lalu dilanjutkan membaca terjemahnya bersama-sama.
  • Guru menjelaskan makna setiap penggalan terjemah secara singkat agar murid memahami arti dari apa yang mereka hafalkan, bukan sekadar mengulang bunyi lafaz.
  • Guru memberikan waktu ± 10 menit kepada murid untuk menghafal Hadis dan terjemahnya secara mandiri dari buku siswa, dengan cara mengulang membaca pelan-pelan di tempat duduk masing-masing.
  • Setelah waktu menghafal selesai, guru meminta murid menutup buku mereka.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan aturan permainan Talking Stick: tongkat diputar dari satu murid ke murid lain mengikuti alunan musik; saat musik berhenti, murid yang memegang tongkat mendapat giliran menampilkan hafalan.
  • Guru memutar musik (lagu islami atau instrumental) sambil memutar tongkat secara acak di antara murid.
  • Guru menghentikan musik secara tiba-tiba; murid yang memegang tongkat diminta berdiri dan menyampaikan hafalan Hadis salat berjemaah (boleh lafaz saja, terjemah saja, atau keduanya sesuai kemampuan).
  • Guru memberikan apresiasi verbal (misalnya 'Masya Allah, bagus sekali!' atau tepuk tangan bersama) setelah murid menampilkan hafalannya, untuk menjaga suasana tetap menyenangkan.
  • Musik diputar kembali dan tongkat diputar lagi; murid yang sudah mendapat giliran tidak boleh mendapat giliran ulang agar semua mendapat kesempatan.
  • Proses Talking Stick dilanjutkan hingga sebagian besar murid mendapat giliran menampilkan hafalan (sekitar 8–10 murid atau lebih sesuai waktu yang tersedia).
  • Setelah sesi Talking Stick selesai, seluruh murid membaca Hadis dan terjemahnya bersama-sama sekali lagi sebagai penguatan hafalan klasikal.
  • Guru mencatat perkembangan hafalan tiap murid sebagai asesmen proses (formatif) pada lembar observasi yang telah disiapkan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang sejenak, menarik napas bersama, dan mengingat kembali isi Hadis yang baru saja mereka hafalkan (berkesadaran).
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Bagian mana dari Hadis tadi yang paling mudah kamu hafal? Bagian mana yang masih sulit?'
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi bermakna: 'Setelah mengetahui isi Hadis ini, apa yang akan kamu lakukan berbeda dalam kehidupanmu sehari-hari terkait salat berjemaah?'
  • Beberapa murid diberi kesempatan menyampaikan jawaban refleksinya secara lisan di depan kelas.
  • Guru memberikan penguatan (reinforcement): menjelaskan keutamaan salat berjemaah berdasarkan Hadis yang baru dihafal, mengaitkannya dengan nilai keimanan dan ibadah sehari-hari.
  • Murid menuliskan satu kalimat tekad di buku tulis mereka, misalnya: 'Aku akan berusaha salat berjemaah karena pahalanya lebih besar, sesuai Hadis yang aku hafal hari ini.'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: menegaskan kembali isi Hadis salat berjemaah dan terjemahnya secara singkat.
  • Guru melakukan asesmen akhir secara lisan: meminta 2–3 murid yang belum mendapat giliran saat Talking Stick untuk menyampaikan hafalan Hadis dan terjemahnya di depan kelas.
  • Guru menyampaikan umpan balik umum tentang kualitas hafalan kelas hari ini dan memberikan motivasi untuk terus berlatih di rumah.
  • Guru mengingatkan murid untuk mempraktikkan salat berjemaah di rumah bersama keluarga sebagai tindak lanjut nyata dari hadis yang telah dihafal.
  • Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya agar murid dapat mempersiapkan diri.
  • Guru menutup pembelajaran dengan membaca Hamdalah bersama-sama dan mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan menghafal diperbolehkan membuka buku saat sesi Talking Stick untuk menampilkan terjemah saja terlebih dahulu, sementara murid yang sudah lancar diminta menampilkan lafaz Arab sekaligus terjemahnya tanpa buku.
  • Proses: Murid yang lambat dalam menghafal dipasangkan duduk berdampingan dengan murid yang lebih cepat sebelum sesi Talking Stick dimulai, sehingga dapat saling membantu mengulang hafalan. Guru juga dapat memberikan kartu bantu (flash card) bertuliskan penggalan Hadis untuk murid yang membutuhkan scaffolding tambahan.
  • Produk: Murid yang sudah sangat lancar hafalannya diberi tantangan tambahan: menuliskan Hadis beserta terjemahnya di buku tulis tanpa melihat buku sebagai bukti hasil belajar mandiri, sementara murid lain cukup melengkapi hafalan dengan bimbingan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan di awal pembelajaran: 'Siapa yang sudah tahu potongan Hadis tentang salat berjemaah? Coba sebutkan!' untuk memetakan murid yang sudah memiliki bekal hafalan sebelumnya.
  • Guru meminta murid mengangkat tangan: 'Yang sudah pernah mendengar Hadis salat berjemaah, angkat tangan!' sebagai pemetaan cepat kesiapan belajar kelas.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru selama sesi Talking Stick: mencatat kelancaran lafaz dan ketepatan terjemah setiap murid yang tampil pada lembar observasi bernama.
  • Penilaian diri murid di akhir tahap Merefleksi: mengisi lembar sederhana berisi dua pernyataan ('Aku sudah hafal Hadis-nya' dan 'Aku sudah hafal terjemahnya') dengan pilihan Sudah / Hampir / Belum.
  • Penilaian sejawat saat Talking Stick berlangsung: murid lain memperhatikan dan memberikan umpan balik isyarat non-verbal secara sportif.

Akhir:

  • Unjuk hafalan lisan individual: guru memanggil beberapa murid untuk menyampaikan hafalan Hadis salat berjemaah beserta terjemahnya secara lengkap tanpa bantuan buku, dinilai berdasarkan rubrik kelancaran dan ketepatan.
  • Penugasan tertulis mandiri: murid menulis Hadis salat berjemaah beserta terjemahnya di buku tulis dari ingatan sebagai produk akhir pembelajaran.

Formatif:

  • Observasi lisan: guru mencatat kelancaran dan ketepatan hafalan murid saat tampil pada sesi Talking Stick menggunakan lembar observasi sederhana (checklist nama murid).
  • Penilaian diri (self-assessment): murid memberikan tanda centang pada lembar penilaian diri — 'Aku sudah hafal lafaz Arab Hadis salat berjemaah' dan 'Aku sudah hafal terjemah Hadis salat berjemaah' — untuk mendorong kesadaran belajar mandiri.
  • Penilaian sejawat (peer-assessment): saat murid tampil, teman di sebelahnya diminta mendengarkan dan memberikan isyarat jempol ke atas (hafalan benar/lancar) atau jempol ke bawah (ada yang terlewat/salah) secara sopan.

Sumatif:

  • Unjuk hafalan individual di akhir pembelajaran: guru memanggil 2–3 murid yang belum tampil saat Talking Stick untuk menyampaikan hafalan Hadis beserta terjemahnya secara lisan, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Penugasan tertulis rumah: murid menulis Hadis salat berjemaah beserta terjemahnya dari ingatan di buku tulis, dikumpulkan pada pertemuan berikutnya sebagai bukti hasil hafalan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelancaran Hafalan Lafaz Arab Hadis Salat BerjemaahMurid belum mampu melafalkan Hadis salat berjemaah meskipun dengan bantuan guru, atau masih sangat banyak kesalahan lafaz dan tersendat-sendat.Murid dapat melafalkan sebagian Hadis salat berjemaah dengan banyak jeda dan bantuan teman/guru; masih terdapat beberapa kesalahan makhraj atau urutan kata.Murid dapat melafalkan Hadis salat berjemaah secara lengkap dengan sedikit jeda atau satu dua kesalahan kecil, namun sudah menunjukkan kelancaran yang cukup baik.Murid dapat melafalkan Hadis salat berjemaah secara lengkap, lancar, dan tepat dari awal hingga akhir tanpa bantuan, dengan makhraj dan harakat yang benar.
Ketepatan Hafalan Terjemah Hadis Salat BerjemaahMurid belum mampu menyebutkan terjemah Hadis salat berjemaah, atau terjemah yang disampaikan tidak sesuai dengan makna yang benar.Murid dapat menyebutkan terjemah Hadis salat berjemaah sebagian saja (kurang dari setengah), dengan banyak bagian yang terlewat atau keliru maknanya.Murid dapat menyebutkan sebagian besar terjemah Hadis salat berjemaah dengan benar; hanya satu dua bagian kecil yang kurang tepat atau terlewat.Murid dapat menyebutkan terjemah Hadis salat berjemaah secara lengkap dan benar dari awal hingga akhir tanpa bantuan, dengan makna yang tepat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode Talking Stick yang diterapkan hari ini berhasil mendorong semua murid untuk aktif berlatih menghafal? Apa yang perlu diperbaiki pada penerapan berikutnya?
  • Berapa banyak murid yang sudah mencapai kelancaran hafalan lafaz Arab dan terjemah Hadis salat berjemaah? Murid mana yang perlu mendapat perhatian dan pendampingan lebih?
  • Apakah alokasi waktu yang tersedia cukup untuk seluruh tahapan pembelajaran (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah membantu murid dengan tingkat kemampuan berbeda untuk tetap terlibat dan mengalami kemajuan?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari Hadis salat berjemaah yang masih terasa sulit untuk kamu hafal? Apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasinya?
  • Apa perasaanmu saat berhasil menghafal dan menyampaikan Hadis salat berjemaah di depan teman-teman tadi?
  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang keutamaan salat berjemaah? Apakah kamu ingin mulai membiasakan salat berjemaah setelah ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Moh. Ghozali & Erwin Wasti, Kemdikbudristek 2022, ISBN: 978-602-244-670-5) — halaman Bab VI tentang Menghafal Hadis Salat Berjemaah.
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek 2022) — halaman 119–120 tentang panduan metode Talking Stick untuk hafalan Hadis.
  3. LCD Projector dan layar tayang — untuk menampilkan teks Hadis dan terjemahnya dengan jelas.
  4. Speaker aktif — untuk memutar musik pengiring permainan Talking Stick.
  5. Tongkat/stick (1 buah) — alat peraga utama permainan Talking Stick; dapat diganti dengan benda lain seperti penggaris atau botol kecil.
  6. Papan tulis dan spidol/kapur — untuk menuliskan teks Hadis dan terjemahnya sebagai alternatif apabila LCD tidak tersedia.
  7. Lembar observasi hafalan — disiapkan guru untuk mencatat perkembangan hafalan tiap murid selama sesi Talking Stick.
  8. Lembar penilaian diri murid — berisi dua pernyataan tentang ketercapaian hafalan lafaz dan terjemah.
  9. Flash card penggalan Hadis — kartu bantu bergambar/bertuliskan penggalan Hadis untuk murid yang memerlukan scaffolding.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.