Modul AjarPertemuan 4Bab 5Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Asesmen Sumatif Bab 5: Aku Suka Belajar Sejarah Islam

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 5: Aku Suka Belajar Sejarah Islam". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Asesmen Sumatif Bab 5: Aku Suka Belajar Sejarah Islam

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 5 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 5: Aku Suka Belajar Sejarah Islam

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAsesmen Sumatif Bab 5: Aku Suka Belajar Sejarah Islam
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan kembali kisah Arab pra-Islam serta masa kanak-kanak dan remaja Nabi Muhammad saw. secara runtut dan benar.
  2. Murid dapat membenarkan nilai-nilai akhlak mulia (berani, jujur, dapat dipercaya) yang tercermin dari kisah Nabi Muhammad saw. sebagai implementasi ajaran Islam dengan mantap.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kamu ingat tentang kehidupan bangsa Arab sebelum Nabi Muhammad saw. lahir?
  2. Sikap apa saja yang ditunjukkan Nabi Muhammad saw. sejak kecil yang bisa kita teladani dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Mengapa kita perlu mengenal kisah Nabi Muhammad saw. sejak masa kanak-kanak dan remajanya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid dengan ramah.
  • Guru melakukan asesmen awal: mengajukan 2–3 pertanyaan lisan singkat tentang tokoh-tokoh dalam kisah yang sudah dipelajari dan nilai akhlak Nabi Muhammad saw. untuk mengukur kesiapan murid menghadapi asesmen sumatif.
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan asesmen sumatif Bab 5, menjelaskan tujuan, bentuk soal, dan tata tertib pengerjaan dengan bahasa yang jelas dan menenangkan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik sebagai pemanasan: 'Coba ingat kembali, apa satu hal paling menarik yang kamu pelajari tentang Nabi Muhammad saw. di bab ini?' — murid menjawab secara bergantian (2–3 murid) untuk membangun kepercayaan diri sebelum asesmen.
  • Guru memberikan motivasi singkat: asesmen ini adalah kesempatan menunjukkan apa yang sudah dipelajari, bukan untuk dinilai buruk atau baik sebagai pribadi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid melakukan review ringkas selama 5 menit: menampilkan peta konsep Bab 5 di papan tulis atau kartu visual (Jazirah Arab, adat bangsa Arab, kelahiran Nabi Muhammad saw., masa kanak-kanak, masa remaja, nilai berani–jujur–amanah).
  • Murid secara mandiri membaca ulang catatan atau halaman kunci di buku siswa selama 3 menit sebagai persiapan akhir — guru mengingatkan murid untuk fokus dan tenang (berkesadaran).
  • Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif tertulis yang memuat dua bagian: Bagian A (tes tulis pilihan ganda/isian singkat tentang kisah Arab pra-Islam dan kisah Nabi Muhammad saw.) dan Bagian B (uraian: murid menceritakan kembali secara singkat salah satu peristiwa dalam kisah Nabi Muhammad saw. dan menyebutkan nilai akhlak yang bisa diteladani).
  • Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan dengan singkat dan jelas, memastikan semua murid memahami instruksi sebelum mulai mengerjakan.

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengerjakan soal asesmen sumatif secara mandiri selama ±25 menit. Guru berkeliling memantau proses, memastikan kondisi nyaman, dan memberikan semangat nonverbal (senyum, anggukan) tanpa memberikan jawaban.
  • Bagian A: Murid menjawab soal pilihan ganda/isian singkat yang mengukur kemampuan menceritakan kembali fakta-fakta kisah Arab pra-Islam serta masa kanak-kanak dan remaja Nabi Muhammad saw. (TP 3.5.4.1).
  • Bagian B: Murid menulis uraian singkat (3–5 kalimat) yang menceritakan kembali satu peristiwa pilihan dari kisah Nabi Muhammad saw. dan menjelaskan mengapa nilai berani, jujur, atau dapat dipercaya penting untuk diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari (TP 3.5.4.2).
  • Bagi murid yang menyelesaikan lebih cepat, guru menyediakan tugas pengayaan: menuliskan satu contoh nyata bagaimana mereka bisa menerapkan sifat jujur atau amanah seperti Nabi Muhammad saw. di rumah atau sekolah.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Setelah murid mengumpulkan lembar soal, guru mengajak murid melakukan refleksi diri singkat (5 menit) secara lisan: 'Soal mana yang paling mudah bagimu? Soal mana yang masih terasa sulit? Mengapa?'
  • Guru membagikan kartu refleksi mini (bisa berupa potongan kertas) berisi dua pertanyaan: (1) 'Satu nilai akhlak Nabi Muhammad saw. yang paling ingin aku terapkan adalah…' dan (2) 'Aku masih perlu belajar lebih tentang…' — murid mengisi secara jujur selama 3 menit.
  • Beberapa murid sukarela berbagi jawaban kartu refleksinya. Guru merespons dengan apresiasi dan dorongan positif tanpa menghakimi.
  • Guru mengaitkan refleksi murid dengan makna belajar sejarah Islam: mengenal Nabi Muhammad saw. bukan hanya tugas sekolah, tetapi cara mencintai dan meneladaninya dalam kehidupan nyata.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama secara lisan: apa dua hal terpenting yang mereka pelajari dari Bab 5 tentang Nabi Muhammad saw.
  • Guru memberikan penguatan positif atas usaha murid dalam menjalani asesmen dengan jujur dan mandiri — menghubungkannya langsung dengan nilai amanah yang baru saja dipelajari.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: lembar soal akan diperiksa dan hasilnya akan dibahas pada pertemuan berikutnya; murid yang belum mencapai target akan mendapat kesempatan remedial.
  • Guru mengajak murid membaca doa penutup belajar bersama dan menutup pertemuan dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diperbolehkan menggunakan peta konsep ringkas yang telah disiapkan guru sebagai alat bantu ingatan (bukan sebagai contekan jawaban, melainkan kerangka struktural kisah) selama mengerjakan bagian uraian.
  • Proses: Murid dengan kemampuan lebih tinggi diberikan soal pengayaan tambahan di Bagian B: menghubungkan nilai akhlak Nabi Muhammad saw. dengan situasi nyata kehidupan sehari-hari mereka dalam bentuk paragraf lebih panjang (5–7 kalimat). Murid yang membutuhkan waktu lebih dapat diberikan perpanjangan waktu hingga 5 menit atas pertimbangan guru.
  • Produk: Sebagai alternatif Bagian B uraian tulis, murid yang memiliki hambatan menulis dapat menyampaikan jawaban secara lisan kepada guru atau asisten guru, yang kemudian dicatat oleh guru sebagai dokumentasi asesmen.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan di awal pendahuluan: 'Siapa nama kakek Nabi Muhammad saw.?', 'Apa arti Al-Amin?', 'Sebutkan satu sifat mulia Nabi Muhammad saw. saat remaja.' — jawaban murid digunakan guru untuk menilai kesiapan belajar dan memutuskan apakah perlu review singkat sebelum asesmen dimulai.

Proses:

  • Observasi sikap selama pengerjaan soal: guru mencatat kemandirian, kejujuran, dan ketekunan murid menggunakan lembar observasi sederhana (checklist per nama murid).
  • Kartu refleksi mini yang diisi murid setelah mengumpulkan soal: memberikan informasi formatif tentang pemahaman murid terhadap materi dan kesulitan yang masih dirasakan.

Akhir:

  • Hasil tes tulis dua bagian dinilai menggunakan rubrik empat level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk dua aspek utama: (1) kelengkapan dan keruntutan cerita kisah Arab pra-Islam dan Nabi Muhammad saw., serta (2) ketepatan mengidentifikasi dan membenarkan nilai akhlak mulia dari kisah tersebut.
  • Murid yang belum mencapai level Berkembang pada asesmen sumatif akan mengikuti program remedial terbimbing pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi lisan saat sesi pertanyaan pemantik di pendahuluan: guru mencatat murid yang sudah mengingat kisah dengan baik dan yang masih ragu.
  • Pemantauan proses pengerjaan soal: guru mengamati sikap mandiri, fokus, dan jujur murid selama asesmen berlangsung.
  • Kartu refleksi mini di akhir kegiatan inti: guru membaca kartu untuk memahami pemahaman dan perasaan murid terhadap materi dan proses belajar.

Sumatif:

  • Tes tulis terstruktur dua bagian: Bagian A (pilihan ganda/isian singkat) mengukur kemampuan mengingat dan menceritakan fakta kisah Arab pra-Islam serta kisah Nabi Muhammad saw. (TP 3.5.4.1); Bagian B (uraian) mengukur kemampuan murid membenarkan nilai akhlak mulia dari kisah Nabi Muhammad saw. dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata (TP 3.5.4.2).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan Kembali Kisah Arab Pra-Islam dan Nabi Muhammad saw. (TP 3.5.4.1)Murid hanya menyebutkan 1 fakta atau tidak mampu menceritakan urutan kisah sama sekali; jawaban tidak relevan atau kosong.Murid menyebutkan 2–3 fakta kisah namun tidak runtut; ada bagian penting yang terlewat (misalnya tidak menyebut latar Arab pra-Islam atau tahap kehidupan Nabi saw.).Murid menceritakan kembali kisah dengan urutan yang cukup runtut, mencakup latar Arab pra-Islam dan setidaknya dua tahap kehidupan Nabi Muhammad saw. (kanak-kanak dan remaja) dengan benar.Murid menceritakan kembali kisah secara runtut, lengkap, dan benar — mencakup latar Arab pra-Islam, kelahiran, masa kanak-kanak, dan masa remaja Nabi Muhammad saw. dengan detail yang tepat dan bahasa yang jelas.
Membenarkan Nilai Akhlak Mulia dari Kisah Nabi Muhammad saw. (TP 3.5.4.2)Murid tidak dapat menyebutkan nilai akhlak mulia dari kisah Nabi Muhammad saw., atau jawabannya tidak berhubungan dengan materi.Murid menyebutkan satu nilai akhlak (berani, jujur, atau amanah) namun tidak mampu mengaitkannya dengan peristiwa spesifik dalam kisah Nabi Muhammad saw.Murid menyebutkan minimal dua nilai akhlak dan mengaitkannya dengan peristiwa spesifik dari kisah Nabi Muhammad saw.; mampu menjelaskan mengapa nilai itu penting.Murid menyebutkan nilai-nilai akhlak mulia (berani, jujur, amanah) dengan mengaitkannya secara tepat pada peristiwa dalam kisah Nabi Muhammad saw. dan memberikan contoh nyata bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Kemandirian dan Kejujuran dalam Proses AsesmenMurid tidak mengerjakan soal secara mandiri; tampak bergantung pada teman atau tidak mengerjakan.Murid mengerjakan sebagian besar soal secara mandiri namun sesekali tampak tidak fokus atau berusaha melihat pekerjaan teman.Murid mengerjakan seluruh soal secara mandiri dan fokus hingga selesai.Murid mengerjakan seluruh soal secara mandiri, fokus, dan menunjukkan sikap jujur yang konsisten — sejalan dengan nilai amanah yang dipelajari dari kisah Nabi Muhammad saw.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi asesmen sumatif yang saya berikan sudah cukup jelas sehingga semua murid memahami cara mengerjakan soal?
  • Murid mana yang tampak kesulitan selama asesmen, dan apa kemungkinan penyebabnya — apakah terkait pemahaman materi atau faktor lain?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit sudah cukup untuk murid mengerjakan soal dengan tenang dan melakukan refleksi?
  • Bagaimana saya akan menindaklanjuti hasil asesmen ini: program remedial seperti apa yang paling sesuai untuk murid yang belum mencapai target?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari soal asesmen yang paling mudah buatmu? Mengapa?
  • Bagian mana yang masih terasa sulit? Apa yang ingin kamu pelajari lebih lagi?
  • Nilai akhlak Nabi Muhammad saw. mana (berani, jujur, atau amanah) yang paling ingin kamu terapkan dalam hidupmu? Bagaimana caranya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Moh. Ghozali & Erwin Wasti, Kemdikbudristek 2022, ISBN 978-602-244-670-5)
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Moh. Ghozali & Erwin Wasti, Kemdikbudristek 2022, ISBN 978-602-244-673-6)
  3. Peta konsep Bab 5 (buatan guru: ringkasan visual kisah Arab pra-Islam dan Nabi Muhammad saw. di papan tulis atau kertas karton)
  4. Lembar soal asesmen sumatif Bab 5 (disiapkan oleh guru sesuai kisi-kisi TP 3.5.4.1 dan 3.5.4.2)
  5. Kartu refleksi mini (potongan kertas berisi 2 pertanyaan refleksi, disiapkan guru)
  6. Catatan/ringkasan belajar murid dari pertemuan-pertemuan sebelumnya di Bab 5

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.